KERANGKA ACUAN PROGRAM PEMBELAJARAN
NAMA PROGRAM
PELATIHAN JARAK JAUH KEBERATAN DAN BANDING LANJUTAN
D E S K R I P S I P R O G R A M TUJUAN PROGRAM
Pelatihan ini dirancang sebagai sarana/wadah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan wawasan terhadap permasalahan keberatan dan banding dan penyelesaiannya.
KEBUTUHAN STRATEGIS UNIT PENGGUNA YANG AKAN DICAPAI
Terpenuhinya kebutuhan kompetensi pejabat Bea dan Cukai agar dapat memahami permasalahan keberatan dan banding serta penyelesaiannya secara efektif dan efisien.
SASARAN (TARGET LEARNERS)
Pejabat Bea dan Cukai baik yang melakukan penetapan atau pengambilan keputusan maupun pejabat atau pegawai Bea dan Cukai yang menangani pengajuan keberatan dan banding
METODE PEMBELAJARAN v Tatap Muka
Non Tatap Muka (NTM)
e-learning (untuk studi mandiri)
Bimbingan di tempat kerja (Untuk action learning) Pelatihan jarak jauh
Magang ...
STANDAR KOMPETENSI Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
a. Memahami gambaran umum proses formal keberatan dan banding b. Menyelesaikan studi kasus keberatan
c. Menyelesaikan studi kasus banding d. Menerapkan strategi pemenangan sidang
e. Menyelesaikan permasalahan atas Peninjauan Kembali
f. Memahami isu yang berkembang pada unit DJBC terkait dengan keberatan dan banding g. Menerapkan Etika dan Motivasi di bidang keberatan dan banding
KOMPETENSI DASAR a. Memahami gambaran umum proses formal keberatan dan banding
1) Memahami gambaran umum proses formal keberatan 2) Memahami gambaran umum proses formal banding b. Menyelesaikan studi kasus keberatan
1) Menyelesaikan studi kasus keberatan kepabeanan 2) Menyelesaikan studi kasus keberatan cukai
c. Menyelesaikan studi kasus banding
1) Menyelesaikan studi kasus banding atas penetapan kembali Direktur Jenderal Bea dan Cukai 2) Menyelesaikan studi kasus banding atas keputusan keberatan
d. Menerapkan strategi pemenangan sidang 1) Menjelaskan argumentasi dan logika hukum 2) Menerapkan psikologi sidang beracara 3) Menerapkan upaya hukum dan non-hukum
e. Menyelesaikan permasalahan atas peninjauan kembali 1) Menyelesaikan teknis evaluasi putusan pengadilan 2) Menyelesaikan teknis pengajuan Peninjauan Kembali
f. Memahami isu yang berkembang pada unit DJBC terkait dengan keberatan dan banding 1) Memahami Isu yang sedang berkembang terkait tugas dan fungsi DJBC dalam Keberatan 2) Memahami Isu yang sedang berkembang terkait tugas dan fungsi DJBC dalam Banding g. Menerapkan Etika dan Motivasi di bidang keberatan dan banding
1) Menerapkan Etika dan motivasi di bidang Keberatan 2) Menerapkan Etika dan motivasi di bidang Banding
LAMA PELATIHAN EFEKTIF DAN DAFTAR MATA PELAJARAN
No Kegiatan Nama Mata Pelajaran Jam Pelajaran (JP) Sekuen Tatap
Muka
Non Tatap
Muka Total 1 Mata Pelajaran
Pokok Gambaran Umum Proses Formal
Keberatan dan Banding 3 1 4 1
Studi Kasus Keberatan 6 1 7 2
Studi Kasus Banding 6 1 7 3
Strategi Pemenangan Sidang 6 6 4
Peninjauan Kembali 6 1 7 5
2 Mata Pelajaran Penunjang
Isu terkini 2 2 -
Etika dan Motivasi 2 2 -
TOTAL JP (Non-Evaluasi) 35 JP
LAMA WAKTU UJIAN *) 120 Menit
Keterangan:
−
Ujian Komprehensif, bentuk naskah soal ujian: − Esai: Studi Kasus 4 soal (120menit)−
Sifat Ujian: Open Book−
Disediakan evaluasi dua/ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertama belum memenuhi ambang batas kelulusan. Evaluasi dua dilaksanakan di luar pelatihan sebelum pengumuman hasil pembelajaranDILAKSANAKAN DALAM ± 5 Hari
(± 8 JP per-hari) JENIS DAN JENJANG PROGRAM
Pembelajaran ini berjenjang menengah.
PERSYARATAN PESERTA
a. Pejabat Eselon IV, Eselon III, serta pejabat fungsional muda dan madya yang berkaitan dengan masalah keberatan dan banding
b. Sehat jasmani dan rohani;
d. Tidak sedang ditunjuk mengikuti diklat lain; e. Ditunjuk oleh Sekretaris DJBC.
KUALIFIKASI PENGAJAR Pengajar Internal
a. Menguasai materi yang akan diajarkan/memiliki pengalaman dalam materi yang diajarkan; b. Memiliki kemampuan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta;
c. Merupakan Narasumber yang direkomendasikan oleh Pusdiklat Bea dan Cukai atau unit teknis (DJBC) terkait.
Pengajar Eksternal
a. Menguasai materi yang akan diajarkan;
b. Memiliki kemampuan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta; c. Memiliki pengalaman mengajar sesuai dengan mata diklat yang akan diajar.
BENTUK EVALUASI EVALUASI LEVEL 1
− Evaluasi pengajar ada dalam bentuk kuesioner
− Evaluasi penyelenggaraan ada dalam bentuk kuesioner
EVALUASI LEVEL 2 a. Evaluasi peserta b.
Evaluasi peserta dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Unsur-unsur yang dinilai
Segala kegiatan/aktivitas selama siswa/peserta diklat mengikuti pembelajaran akan dinilai oleh pengajar/narasumber/panitia penyelenggara/lainnya yang ditunjuk oleh Pusdiklat Bea dan Cukai. Hal ini akan mempengaruhi kelulusan siswa/peserta diklat. Adapun unsur kegiatan/aktivitas yang akan dinilai adalah:
a) Kegiatan dan aktivitas belajar mengajar serta perilaku peserta pada proses pembelajaran akan dinilai oleh pengajar/ widyaiswara/ pengajar lainnya yang ditunjuk oleh Pusdiklat Bea dan Cukai berikut hasil evaluasi (ujian) peserta diklat.
b) Presensi dan kegiatan yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap tata tertib diklat, dan peserta selama diklat akan dinilai oleh panitia penyelenggara.
2) Tujuan Penilaian
a) Mengukur tingkat kepatuhan dan kedisiplinan serta perilaku peserta diklat selama proses pembelajaran .
b) Mengukur tingkat aktivitas dan perilaku peserta dalam penyelesaian tugas/ pada proses pembelajaran.
c) Mengukur tingkat keberhasilan penyerapan materi pelajaran. d) Mengukur tingkat kesiapan implementasi dalam dunia kerja.
e) Menentukan kelulusan peserta berdasarkan standar nilai yang berlaku. 3) Sistem Penilaian
Setiap penilaian mengacu ketentuan sebagai berikut : a) Mata Pelajaran yang diujikan komprehensif:
No Mata Pelajaran JP Evaluasi (Ujian) 1 Gambaran Umum Proses Formal Keberatan
dan Banding
120 Menit 2 Studi Kasus Keberatan
3 Studi Kasus Banding
4 Strategi Pemenangan Sidang 5 Peninjauan Kembali
Keterangan:
- Disediakan evaluasi 2 (ujian mengulang) sebanyak 1 (satu) kali jika pada hasil ujian pertama peserta tidak memenuhi batas kelulusan
b) Nilai Patokan (NP) adalah bobot yang diberikan pada setiap mata pelajaran pokok dan mata pelajaran penunjang yang menggambarkan tingkat pentingnya setiap mata pelajaran berdasarkan kurikulum dan/atau lamanya jam pelatihan.
Adapun NP masing-masing mata pelajaran adalah sebagai berikut:
No Mata Pelajaran NP
1 Gambaran Umum Proses Formal Keberatan
dan Banding 11
2 Studi Kasus Keberatan 21
3 Studi Kasus Banding 21
4 Strategi Pemenangan Sidang 19
5 Peninjauan Kembali 22
6 Isu Terkini 3
7 Etika dan Motivasi 3
Total 100
c) Nilai Presentasi (NPR)
➢ NPR yang mata pelajarannya tidak diujikan/diujikan secara komprehensif (tidak per-mata pelajaran) tetapi memiliki nilai patokan/bobot, komponen Nilai Presentasinya yaitu :
1) Nilai kehadiran peserta diklat, yang diberi simbol “p”, diberi bobot 30%
2) Nilai aktivitas peserta baik di kelas maupun dalam penyelesaian tugas, yang diberi simbol “q”, diberi bobot 70%
Dengan demikian NPR dirumuskan menjadi:
NPR =
(p x 30) + (q x 70) 100
Catatan : Khusus nilai kehadiran diberikan oleh panitia penyelenggara dan di cross check dengan pengajar mata pelajaran terkait.
d) Nilai Tertimbang (NT) setiap mata pelajaran diperoleh dengan menggunakan rumus:
e) Nilai Komprehensif (NK) adalah nilai yang didapat dari hasil ujian untuk beberapa mata pelajaran tertentu yang digabungkan, diujikan secara komprehensif dan individual. Disediakan evaluasi dua ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertamanya belum memenuhi ambang batas kelulusan.
f) Nilai Akhir (NA) diperoleh dari jumlah Nilai Tertimbang (∑NT) yang diberi bobot 40% dan ditambah Nilai Komprehensif (NK) yang diberi bobot 60%, sehingga dirumuskan menjadi:
g) Syarat Kelulusan
Peserta pelatihan dinyatakan lulus bila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Jumlah NA ≥ 65;
b. Nilai Komprehensif ≥ 60;
c. Nilai Presentasi (NPR) mata pelajaran pokok yang diujikan ≥ 65 d. ∑Nilai Tertimbang (NT) ≥ 65 NT = NPR X NP 100 NA = (∑NT X 40) + (NK x 60) 100 EVALUASI LEVEL 3 - EVALUASI LEVEL 4 - FASILITAS a. Komputer/ laptop masing-masing peserta
b. Jaringan internet
c. Materi dalam bentuk bahan ajar dan/ atau bahan tayang d. Fasilitas lainnya sesuai keperluan dalam pelatihan ini
Jakarta, Juni 2021 Kepala Pusat
Ditandatangani secara elektronik Harry Mulya
LAMPIRAN A. Rincian Mata Pelajaran
No Tujuan Materi Pokok bahasan dan
Sub Pokok Bahasan Jamlat
MATA PELAJARAN POKOK
1 Memahami Gambaran Umum Proses Formal Keberatan dan Banding Gambaran Umum Proses Formal Keberatan dan Banding
a. Memahami gambaran umum proses formal keberatan;
b. Memahami gambaran umum proses formal banding;
4 (3TM / 1NTM) 2 Menyelesaikan Studi Kasus Keberatan Studi Kasus Keberatan
a. Menyelesaikan studi kasus keberatan kepabeanan:
b. Menyelesaikan studi kasus keberatan cukai 7 (6TM/ 1NTM) 3 Menyelesaikan Studi Kasus Banding Studi Kasus Banding
a. Menyelesaikan studi kasus banding atas penetapan Kembali Dirjen;
b. Menyelesaikan studi kasus banding atas keputusan keberatan 7 (6TM/ 1NTM) 4 Menerapkan Strategi Pemenangan Sidang Strategi Pemenangan Sidang
a. Menjelaskan argumentasi dan logika hukum
b. Menerapkan psikologi sidang beracara
c. Menerapkan upaya hukum dan non-hukum 6 (6TM/ 0NTM) 5 Menyelesaikan permasalahan atas peninjauan kembali Peninjauan Kembali
a. Menyelesaikan teknis evalusi putusan pengadilan
b. Menyelesaikan teknis pengajuan peninjauan kembali
7 (6TM/ 1NTM)
MATA PELAJARAN PENUNJANG
6 Memahami Isu Terkini
Isu Terkini a. Isu yang sedang berkembang terkait tugas dan fungsi DJBC dalam Keberatan
b. Isu yang sedang berkembang terkait tugas dan fungsi DJBC dalam Banding 2 (2TM/ 0NTM) 7 Menerapkan Etika dan Motivasi Etika dan Motivasi
c. Etika dan motivasi di bidang Keberatan
d. Etika dan motivasi di bidang Banding
2 (2TM/ 0NTM)
B. Kegiatan Pembelajaran
Selama mengikuti kegiatan PJJ ini peserta pelatihan akan mendapat penugasan dan dikerjakan secara mandiri. Adapun ketentuan dalam pelaksanaan PJJ ini adalah sebagai berikut:
a) Materi dapat diunggah melalui Kemenkeu Learning Centre (KLC), Google Classroom, Google Docs, Google Drive, Email, Dropbox, Webex, Microsoft Team, Zoom, Whatsapp, Linen, Telegram, Buku, CD/DVD, dan media sharing lainnya (gunakan salah satu yang paling memungkinkan untuk sharing materi dan media lainnya).
b) Peserta diharapkan mempelajari materi yang disediakan untuk belajar mandiri sebelum mengikuti pembelajaran secara syncronus.
c) Setiap sekuen per-mata pelajaran dapat memiliki kegiatan berupa : (1) Penyampaian materi,
(2) Review materi berupa ringkasan, (3) Diskusi, dan/atau
(4) Penugasan.
d) Setiap proses pembelajaran akan diperhitungkan sebagai salah satu poin dalam pemberian nilai aktivitas/penyelesaian tugas dan nilai kehadiran.