• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN K"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

80

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok) Oleh

Siska Yulia Defitri, SE. M.Si Dosen Tetap Fakultas Ekonomi UMMY

Abstract

The problem in this research are: 1) Is the work environment affect the job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Solok branch? 2) Is the compensation effect on job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Solok branch? 3) Is the work environment and compensation effect on job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Solok branch?

Based on the results of the study found 1) the working environment have a significant effect on job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Solok branch, as evidenced by the significant value of 0.001 which is smaller than the specified error rate is 0.05 (sig. <Α0,05), meaning that the first hypothesis can be accepted. 2) Compensation significant effect on job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Branch Solok, proven significant value of 0.000 which is smaller than the specified error rate is 0.05 (sig. <Α0,05), meaning that the second hypothesis is proven. 3) The working environment and compensation jointly significant effect on job satisfaction of employees at PT. Like Dawn Ltd. Solok branch, is evident from the significant value of 0.000 which is smaller than the specified error rate is 0.05 (sig. <Α0,05), so that the third hypothesis can be accepted.

Keywords : Work Environment, Satisfaction, Compensation

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Pada saat ini, persaingan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan semakin kompleks sehingga menuntut perusahaan untuk memanfaatkan kemampuan yang ada semaksimal mungkin agar unggul dalam bersaing. Di dalam perusahaan terdapat orang-orang yang memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda, bekerja secara bersama-sama sehingga menimbulkan hubungan yang nantinya ditujukan untuk mewujudkan kepentingan dan tujuan bersama, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.

(2)

81 Pengendalian manajemen merupakan satu dan beberapa aktivitas perencanaan dan pengendalian yang terjadi dalam suatu organisasi. Beberapa aktivitas yang termasuk dalam pengendalian manajemen seperti membuat perencanaan aktivitas yang akan dilakukan, melakukan koordinasi, komunikasi, mengevaluasi informasi, pembuatan keputusan yang menyangkut apakah suatu aktivitas sudah dilakukan dalam rangka mempengaruhi orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut dengan tujuan untuk merubah perilakunya.

Dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan, maka diperlukan suatu proses sebagai perangkat yang dilakukan dalam rangka memastikan organisasi bekerja untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perusahaan. Proses ini akan dapat berhasil apabila adanya partisipasi dan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan yang ada dalam perusahaan.

Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peran utama sebagai operator dalam pengelolaan berbagai sumber daya (mesin, modal, dan bahan baku) yang dimiliki perusahaan. Tinggi rendahnya produktivitas karyawan akan terkait dengan semangat dan kepuasan dalam bekerja. Karyawan yang merasa puas akan mampu memberikan hasil yang lebih besar dari yang diharapkan, dan akan terus berusaha memperbaiki kinerjanya. Sebaliknya, karyawan yang kepuasan kerjanya rendah, cenderung melihat pekerjaan sebagai hal yang

menjemukan dan membosankan sehingga ia bekerja dengan terpaksa dan asal-asalan.

Secara umum kepuasan kerja dapat diartikan sebagai bentuk ungkapan perasaan baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan yang dialami oleh seorang karyawan terhadap pekerjannya. Kepuasan kerja diperoleh bila ada kesesuaian antara ciri-ciri pekerjaan dengan keinginan para pekerja. Indikator kepuasan kerja, biasanya dikaitkan dengan tingkat absensi, tingkat perputaran tenaga kerja dimana kedua hal tersebut merupakan biaya yang tinggi dalam organisasi. Sehingga harus dipahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja seorang karyawan di dalam suatu perusahaan. Salah satu faktor dapat mempengaruhi kepuasan kerja tersebut adalah lingkungan kerja. Hubungan kerja yang erat dan saling membantu antara sesama pegawai, antar bawahan dengan atasan akan mempunyai pengaruh yang baik pula terhadap kepuasan kerja karyawan.

(3)

82 Demikian pula halnya dengan PT. Suka Fajar Ltd Cabang Solok yang merupakan perusahaan swasta yang bergerak di tiga bidang yakni penjualan (sales), penyediaan berbagai onderdil mobil (sparepart) dan fasilitas bengkel (service). Sebagai perusahaan yang kegiatannya di bidang perdagangan dan jasa, maka kepuasan kerja karyawan merupakan faktor yang harus dipenuhi perusahaan. Hal ini mengingat bila karyawan merasa puas dalam melakukan pekerjaannya, maka berarti hasil kerjanya akan lebih baik. Sejalan dengan hal tersebut, dengan luasnya bidang usaha yang dijalankan perusahaan, maka sudah tentu dibutuhkan organisasi yang kondusif guna menciptakan manajemen organisasi yang memperhatikan aspek sumber daya manusia secara utuh. Apabila setiap karyawan PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok dapat terpenuhi kebutuhan baik secara fisik maupun psikis, mereka akan mempunyai motivasi kerja yang tinggi, kemudian motivasi kerja akan mempengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai dan pada gilirannya akan meningkatkan hasil kerjanya.

Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan Widodo (2008) dengan judul Pengaruh Lingkungan Kerja Pada Hubungan Antara Kompensasi dan Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Salatiga, yang menemukan terdapat pengaruh positif kompensasi dan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja aparatur Kantor Pelayanan Pajak

Salatiga. Pengaruh signifikan positif kepemimpinan terhadap kepuasan kerja aparatur Kantor Pelayanan Pajak Salatiga diperkuat oleh lingkungan kerja yang baik.

Demikian pula halnya dengan penelitian Ruvendi (2005) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel imbalan dengan kepuasan kerja karyawan, kemudian juga ditemukan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan serta terdapat adanya pengaruh yang signifikan antara variabel imbalan dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan.

1.2. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengaruh

lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok. 2. Untuk mengetahui pengaruh

kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

3. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

II. HIPOTESIS

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :

(4)

83 kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

H2 : Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

H3 : Lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

II. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam penelitian ini meliputi :

Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk penelitian kausal. Menurut Istijanto (2008: 21) yang dimaksud dengan penelitian kausal adalah riset yang bertujuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan yang mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti.

Populasi dan Sampel

Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian, Arikunto (2006: 130). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Sukafajar Ltd. Cabang Solok. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah atau karakteristik yang dimiliki oleh populasi, Sugiyono (2004: 73). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, artinya seluruh populasi dijadikan sampel, yaitu berjumlah 51 orang.

Identifikasi dan Pengukuran Variabel Variabel dalam penelitian ini dibedakan menjadi :

1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas adalah varibel yang mempengaruhi variabel lain atau disebut juga sebagai variabel penyebab dengan lambang X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah: a. Lingkungan Kerja (X1)

Lingkungan kerja merupakan situasi dan kondisi yang dialami oleh seorang karyawan di dalam perusahaan. Variabel lingkungan kerja indikator pengukurannya mengacu pada penelitian Vemmylia (2009:10) yaitu hubungan personal, kondisi kerja serta sarana dan prasarana

Variabel lingkungan kerja terdiri dari 20 pernyataan yang diukur dengan menggunakan skala likert dengan rentangan dari 1 sampai dengan 5

b. Kompensasi (X2)

Kompensasi merupakan balas jasa yang diperoleh seorang karyawan setelah melakukan berbagai pekerjaan. Indikator pengukuran dari variabel kompensasi ini mengacu pada pendapat Riduwan (2008: 203) yaitu gaji pokok dan insentif.

2. Variabel terikat (dependent variable) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain dengan lambang Y. Dalam penelitian yang menjadi variabel terikat adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja adalah perasaan menyenangkan dan tidak menyenangkan yang dialami karyawan terhadap pekerjaan mereka. Indikator pengukuran variabel kepuasan kerja mengacu pada pendapat Istijanto (2008: 182), yaitu tertarik dengan pekerjaan, kenyamanan dalam bekerja, peluang untuk maju, serta memiliki antusiasme tinggi.

Metode Pengumpulan Data

(5)

84 1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian kepustakaan bertujuan untuk memperoleh teori yang sesuai dengan masalah yang diteliti dengan memanfaatkan berbagai literatur seperti buku-buku, penelitian-penelitian sebelumnya, dan dokumen lainnya sebagai pedoman antara hasil yang diperoleh di lapangan dengan teori yang dipelajari.

2. Penelitian Lapangan (Field Research)

Pengumpulan data melalui penelitian lapangan ini dapat dilakukan melalui pembagian angket kepada responden untuk memperoleh data primer yang berhubungan dengan variabel yang diteliti pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

Metode Analisa

Analisa kuantitatif ini digunakan formula statistik, dan akan diolah dengan menggunakan software komputer berupa program SPSS (statistical product service solution) versi 17.0 for windows. Adapun analisa statistik yang dimaksud adalah :

a. Pengujian Instrumen

Dalam rangka menguji instrumen penelitian ini, digunakan uji validitas dan reliabilitas

b. Uji Prasyarat Analisis

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi linear cocok digunakan atau tidak. Bila syarat tidak dipenuhi akan berakibat koefisien-koefisien regresi memiliki standard error yang besar. Selain itu, bila prasyarat analisis tidak terpenuhi akan menyebabkan statistik yang dihasilkan tidak akurat. Uji prasyarat analisis yang akan digunakan meliputi :

1) Uji Normalitas 2) Uji Autokorelasi 3) Uji Multikolonieritas 4) Uji Heteroskedastisitas c. Pengujian Hipotesa

1) Regresi Berganda

Regresi berganda

merupakan analisis statitistik bertujuan untuk menentukan arah keterkaitan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan rumus sebagai berikut, Hasan 2) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat variasi variabel dependen (Y) yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen (X) secara bersama-sama. R2 terletak antara 0 dan 1, jika nilainya mendekati 0 berarti tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilainya mendekati 1 maka terdapat pengaruh yang kuat antara variabel independen terhadap variabel dependen, Ghozali (2007: 83).

3) Uji t (t-test)

(6)

85

thit 0,05

, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. 4) Uji Bersama-sama (uji F)

Uji F bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Apabila nilai signifikansi F-hitung kecil atau sama dengan  = 5% berarti variabel bebas secara serempak berpengaruh terhadap variabel tidak bebas

IV. HASIL

4.1. Pengujian t-test

4.1.1. Pengujian Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Untuk melakukan pengujian hipotesis antara variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja dapat diuraikan pada tabel

4.12 berikut dengan

memperhatikan nilai signifikan, maka diperoleh ringkasan hasil pengujian hipotesa seperti berikut :

Tabel 4.1

Ringkasan Hasil Pengujian t-test Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pada PT. Suka Fajar Ltd

Cabang Solok Variabel

Terikat Variabel Bebas Β t-hit Signifikan Kepuasan

Kerja (Y)

Constant (α) 31,900 2,297 0,026

Lingkungan Kerja (X1) 0,577 3,382 0,001

R 0,435

R2 0,189

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Berdasarkan tabel 4.1 di atas diketahui bahwa variabel lingkungan kerja diperoleh t-hitung sebesar 3,382 serta tingkat signifikan pada level 0,001, artinya level of significant 0,001 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan kerja (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Oleh karena itu hipotesis pertama (H1) yang diajukan dalam penelitian dengan pernyataan lingkungan kerja

berpengaruh terhadap kepuasan kerja dapat diterima.

4.1.2. Pengujian Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja

(7)

81

Tabel 4.2

Ringkasan Hasil Pengujian t-test Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pada PT. Suka Fajar Ltd

Cabang Solok Variabel

Terikat Variabel Bebas Β t-hit Signifikan Kepuasan

Kerja (Y)

Constant (α) -2,104 -1,634 0,109

Kompensasi (X2) 0,977 63,179 0,000

R 0,994

R2 0,988

Sumber: Hasil Pengolahan Data Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa variabel kompensasi diperoleh t-hitung sebesar 63,179 serta tingkat signifikan pada level 0,000, artinya level of significant 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Oleh karena itu hipotesis pertama (H1) yang diajukan dalam penelitian dengan pernyataan kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja dapat diterima.

4.2. Pengujian Secara Bersama-sama (F-test)

Untuk menguji hipotesis ketiga yang diajukan dalam penelitian ini yaitu pengaruh secara bersama-sama antara variabel lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja, maka dapat dilihat dari ringkasan hasil analisis regresi sebagaimana yang diperlihatkan pada tabel 4.3 berikut :

Tabel 4.3

Ringkasan Hasil Pengujian t-test Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pada

PT. Suka Fajar Ltd Cabang Solok Variabel

Terikat Variabel Bebas Β t-hit Signifikan Kepuasan

Kerja (Y)

Constant (α) 4,766 2,718 0,009

Lingkungan Kerja (X1) 0,047 2,152 0,036

Kompensasi (X2) 0,962 58,912 0,000

F-hit 2145,896 0,000

R 0,994

R2 0,989

(8)

80 Berdasarkan tabel 4.3 tersebut diketahui bahwa nilai F adalah sebesar 2145,896 dengan tingkat signifikansi 0,000, nilai signifikansi ini berada jauh di bawah tingkat kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa dua variabel bebas yaitu lingkungan kerja (X1) dan kompensasi (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pada PT. Suka Fajar Ltd Cabang Solok. Sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis ketiga (H3) yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima.

4.3. Analisis Regresi Linear Berganda Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja

Regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui arah keterkaitan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil estimasi data yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil regresi linear berganda seperti yang terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4

Ringkasan Hasil Regresi

Keterangan Koefisien Regresi Standard Error

Konstanta 4,766 1,753

Lingkungan Kerja 0,047 0,22

Kompensasi 0,962 0,16

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Berdasarkan ringkasan hasil perhitungan regresi linear berganda seperti terlihat pada tabel di atas, maka dapat dibuat persamaan regresi yaitu:

Y = 4,766 + 0,047 X1 + 0,962 X2 (1,753) (0,22) (0,16) Di mana : Y = Kepuasan Kerja

a = Konstanta

b1, b2 = Koefisien regresi dari masing-masing variable

X1 = Lingkungan Kerja X2 = Kompensasi e = standard error Dari persamaan di atas diketahui bahwa konstanta (a) diperoleh sebesar 4,766. Angka ini berarti bahwa tanpa adanya

(9)

81 ditemukan angkanya sebesar 0,962 dengan standar error-nya sebesar 0,16. Artinya bila kompensasi mengalami kenaikan sebesar satu satuan, kepuasan kerja juga meningkat sebesar 0,962 satuan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu lingkungan kerja dan kompensasi memiliki pengaruh yang searah dan positif terhadap kepuasan kerja. Hal ini berarti bahwa karyawan akan merasa puas dengan bila didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan adanya pemberian kompensasi. Kondisi ini akan berlaku dengan asumsi faktor lain yang

mempengaruhi kepuasan kerja selain variabel lingkungan kerja dan kompensasi dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan.

4.4. Uji Koefisien Determinasi (R2) Untuk mengetahui variasi proporsi yang menjelaskan kontribusi pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok, maka dilakukan uji koefisien determinasi atau R2. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5

Ringkasan Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Variabel Koefisien Determinasi (R2)

Lingkungan Kerja dan Kompensasi 0,989

Sumber: Hasil Pengolahan Data

Dari tabel 4.5 diketahui bahwa pengujian R2 diperoleh nilainya sebesar 0,989. Angka ini berarti bahwa adalah lingkungan kerja dan kompensasi memiliki variasi proporsi yang menjelaskan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja sebesar 0,989 atau 98,9%. Sedangkan sisanya 1,1% lagi dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.

4.5. Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok

Berdasarkan pengujian empiris ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara

variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t-hitung variabel lingkungan kerja adalah sebesar 2,152 dengan tingkat signifikansi 0,036 (sig < 0,05).

(10)

81 mereka memiliki persepsi yang tinggi pada keadaan lingkungan kerja.

Hal ini merupakan indikasi hubungan personal seperti adanya teman-teman kerja yang baik, adanya kamauan pimpinan untuk membantu menyesaikan masalah karyawan dan sebagainya. Indikator lainnya adalah kondisi di tempat kerja seperti kebersihan, aman dari gangguan dan sebagainya. Demikian juga dengan indikator sarana dan prasarana seperti tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor yang memadai, adanya sarana parkir yang representatif dan sebagianya. Keseluruhan tersebut pada gilirannya akan mampu membentuk kepuasan kerja di dalam diri karyawan.

Adanya pengaruh antara variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok mengindikasikan bahwa setiap karyawan yang bekerja pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok ini harus dapat mengendalikan dirinya dalam bekerja meskipun mereka berada di bawah tekanan, karena bila karyawan tidak bisa mengendalikan dirinya maka hasil kerja yang diperoleh juga tidak akan sempurna sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, setiap karyawan yang bekerja memiliki orientasi terhadap pekerjaan mereka, bukan didasarkan pada ego yang ada pada dirinya.

Berdasarkan pengujian empiris sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, juga ditemukan terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara variabel kompensasi (X2) terhadap kepuasan

kerja pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok. Terbukti dari hasil pengujian hipotesa di mana nilai t-hitung variabel kompensasi adalah 58,912 dengan tingkat signifikansi 0,000 (sig < 0,05). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kompensasi dalam suatu perusahaan, maka kepuasan kerja seorang karyawan juga akan semakin tinggi.

Hal ini senada dengan penelitian Widodo (2007: 9) yang menyatakan bahwa kompensasi yang diterima karyawan setiap bulannya meskipun tidak sebesar harapannya, tetapi karyawan sudah merasa kompensasi yang diterimanya sudah cukup dan layak bila dilihat dari kebutuhan dasar. Hal ini akan membuat karyawan merasa puas dalam bekerja bahwa kompensasi yang diterimanya setiap bulan sesuai dengan harapannya. Adanya image yang positif terhadap kompensasi menunjukkan adanya kepuasan kerja pada karyawan. Di mana kepuasan kerja merupakan cara pandang seseorang yang bersifat positif maupun negatif tentang pekerjaannya, dengan demikian kompensasi tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan yang dilakukan karyawan itu sendiri.

(11)

82 ada pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok juga ikut menentukan kenyamanan karyawan dalam njalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya. Apabila semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan karyawan akan imbalan, maka pencapaian tingkat kepuasan kerja karyawan akan semakin tinggi dan hal tersebut akan berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan kepuasan kerja karyawan.

Berdasarkan pengujian secara bersama-sama dalam bentuk uji F, ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas yaitu lingkungan kerja dan kompensasi terhadap variabel terikat dalam hal ini kepuasan kerja. Terbukti dari hasil uji F yang diperoleh nilai sig. sebesar 0,000, angka ini lebih kecil dari tingkat kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05 (sig < 0,05). Artinya semakin baik lingkungan kerja seseorang dan semakin mendukung kompensasi yang dterima karyawan dalam perusahaan, maka kepuasan kerja karyawan juga semakin tinggi, dengan asumsi faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja selain variabel lingkungan kerja dan kompensasi dianggap konstan.

Bila diperhatikan bahwa kontribusi lingkungan kerja dan kompensasi dalam menentukan kepuasan kerja karyawan relatif besar, yaitu 98,9%. Dengan demikian pihak perusahaan senantiasa berupaya untuk memenuhi kebutuhan karyawan, karena bila kepuasan kerja

tercapai, prestasi kerjanya akan meningkat, keluhan di tempat kerja berkurang, perpindahan karyawan akan berkurang, yang kesemuanya itu pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas perusahaan.

Upaya lain yang dapat dilakukan perusahaan dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan adalah melalui pelatihan yang diberikan secara berkala, sebab melalui pelatihan karyawan dapat bekerja lebih baik. Bila hasil kerjanya berkualitas, tentu target yang diinginkan perusahaan tercapai dan pada akhirnya mereka akan memperoleh kompensasi yang besar. Secara keseluruhan karyawan perusahaan ini merasa cukup puas dengan pekerjaan mereka.

V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil pengujian hipotesis yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan yang merupakan inti dari penelitian ini yaitu :

1. Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, terbukti dari nilai signifikan sebesar 0,001 yang lebih kecil dari tingkat kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05 (sig. < α0,05), sehingga disimpulkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok.

(12)

83 terbukti dari nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05 (sig. < α0,05), sehingga disimpulkan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok. 3. Hipotesis ketiga yang diajukan

dalam penelitian ini dapat diterima, terbukti dari nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat kesalahan yang ditetapkan yaitu 0,05 (sig. < α0,05), sehingga disimpulkan lingkungan kerja dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok. 4. Kontribusi variabel lingkungan

kerja dan kompensasi dalam mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pada PT. Suka Fajar Ltd. Cabang Solok ditemukan sebesar 98,9%, sisanya sebanyak 1,1% lagi kepuasan kerja karyawan ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

5.2. Saran

Berdasarkan kepada hasil yang ditemukan dalam penelitian ini maka dapat diajukan beberapa saran yang dapat bermanfaat, yaitu :

1. Berdasarkan temuan dalam penelitian menujukkan bahwa lingkungan kerja dan kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Oleh sebab itu pihak perusahaan perlu meningkatkan manajemen yang baik yang senantiasa memberikan kepuasan

kepada karyawan melalui kenyaman dalam bekerja, memberikan kompensasi yang sesuai, sehingga karyawan merasa senang berkerja dan merasa memiliki pekerjaan.

2. Diharapkan kepada pihak perusahaan untuk selalu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepada karyawannya, misalnya dengan memberikan solusi terhadap setiap keluhan karyawan, adanya aturan yang jelas dan berlaku umum dan sebagainya.

3. Diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk meneruskan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain dan jumlah sampel yang lebih besar lagi, hal ini bertujuan agar diperoleh hasil penelitian yang lebih tepat lagi di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Bandung: Alfabeta.

As’ad, M. 1995. Seri Ilmu Sumber Daya Manusia; Psikologi Industri. Yogyakarta. Liberty.

B. Flippo, Edwin. 2006. Manajemen Personalia. Terjemahan Moh. Mas’ud. Jakarta: Erlangga.

Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

(13)

84 Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok

Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasibuan S.P., Malayu. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

---. 1999. Organisasi dan Motivasi. Jakarta : Bumi Aksara. Istijanto. 2008. Riset Manajemen Sumber

Daya Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Juneta Zebua. 2008. Pengaruh Budaya Organisasi dan Insentif Terhadap Kinerja Staf Rekam Medik Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Tesis. Medan: Universitas

Sumatera Utara. Dalam

http://usu.ac.id. Diakses tanggal 10 April 2010.

Manullang, M. 1994. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Martiningsih, Ida. 2007. Pengaruh Pengembangan Pegawai Dalam Konteks Implementasi Online System Terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Kinerja Pegawai Pada PT. Bank Jatim di Surabaya. Tesis. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga.

Nachrowi, D. Nachrowi. 2006. Statistik Multivariate. Jakarta: LPFE UI. Nawawi, Hadari. 1997. Manajemen

Sumber Daya Manusia. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Nitisemito, Alex S. 2000. Manajemen Suatu Dasar dan Pengantar. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Ranupandojo, Heidjrachman dan Suad Husnan. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Universitas Terbuka.

Riva’i, Veithzal. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Riduwan. 2008. Pengukuran

Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Robbins SP. 2001. Perilaku Organisasi: Konsep, Kontroversi, dan Aplikasi. Jilid 1. Edisi Delapan. Edisi Bahasa Indonesia, Pearson Asia Education, Pte., Ltd.. Jakarta: PT. Prenhallindo. Ruvendi, Ramlam. 2005. Pengaruh

Imbalan dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor. Jurnal Ilmiah Binaniaga. Vol 01 No 1 Tahun 2005. Dalam http:// www.puslit.ac.id. Diakses tanggal 10 Januari 2011.

Sedarmayanti. 2001. Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandor Jaya.

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Vemmylia. 2009. Pengaruh Hubungan Interpersonal dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. PLN Cabang Binjai. Skripsi.

Medan: FE USU. Dalam

http://www.repository.usu.ac.id. Diakses tanggal 11 Januari 2011. Widodo, Parwoto. 2008. Pengaruh

Lingkungan Kerja Pada Hubungan

Antara Kompensasi dan

Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Studi pada Kantor Pelayanan Pajak Salatiga. Jurnal Penelitian. Dalam http:// www.puslit.ac.id. Diakses tanggal 10 Januari 2011. Yeno, Srie, dkk. 2004. Analisis Pengaruh

(14)

85 Keuangan Daerah Kab. Banyumas. Jurnal Manajemen. SMART: Vol. 1 No. 2 Mei 2004: (p.89-104). Dalam

Referensi

Dokumen terkait

3 Independensi penampilan perilaku berarti adanya kesan masyarakat bahwa akuntan publik bertindak independen sehingga akuntan publik harus menghindari faktor-faktor yang

Bahkan perananan mikroba dalam lingkungan hidup pada saat sekarang adalah sebagai jasad yang secara langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi lingkungan;

Kekalahan dawlah Uthmaniyah yang menaungi dunia Arab ketika itu serta pengisytiharan deklarasi Balfour pada tahun 1917 oleh British, merupakan pemacu kepada hasrat Zionis

menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara suhu udara dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Wonokusumo.. Rata-rata suhu optimum untuk

dari negara pihak peserta seperti yang diatur dalam pasal 13 Statuta

Unlike most Muslim scholars who believe that the process of transmission of h}adi&gt;ths in the first century was mainly oral, Fuat Sezgin, like Nabia Abbott, advocate the view

pembelajaran) telah dicantumkan, materi yang diajarkan disesuaikan dengan kompetensi dasar atau materi pokok yang siswa harus kuasai, dan petunjuk-petunjuk yang

Suryani (2008) menyatakan bahwa jumlah dan panjang akar perpengaruh terhadap tinggi dan jumlah daun pada tanaman dimana dengan banyak dan panjangnya akar maka