• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PSR 1106585 Chapter 5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PSR 1106585 Chapter 5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

83

Saptuna, 2016

Gedung Isola Sebagai Gagasan dalam Pembuatan Relief Ukiran Kayu

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Setelah melakukan proses studi sekaligus pembuatan karya seni ukir dengan

objek Gedung Isola, dari hasil ini Penulis mendapatkan pengalaman yang

berharga. Sehingga timbul ketertarikan dan kecintaan terhadap pembuatan karya

seni ukir dengan objek Gedung Isola dari bahan kayu ini didapatkan berdasarkan

beberapa hal, adalah sebagai berikut:

1. Gedung Isola dijadikan sebagai Subject Matter dalam pembuatan karya seni

ukir relief berbahan dasar kayu. Dengan pengembangan konsep yaitu pada awal

pengerjaan karya ini mula-mula penulis melakukan pendesainan dengan

menggunakan aplikasi Software yang terdapat pada laptop/komputer yaitu

CorelDraw ini bertujuan sebagai pengganti sketsa gambar Gedung Isola. setelah

itu, gambar yang sudah diukur sesuai desain di Printout. Proses selanjutnya

gambar desain sebagai sketsa ditempel pada bidang media kayu yang akan diukir.

Proses berikutnya adalah pengukiran sesuai pola objek gambar Isola dengan

ketelitian dan keseriusan, atau tenaga esktra dalam pembuatan ukiran relief. Dan

proses terakhir yaitu dengan membuat finishing karya dengan bahan dempulan

sebagai penutup pori-pori kayu dan bahan pewarna jenis vernish warna coklat.

2. Ada pun teknik yang dipakai dalam proses pembuatan karya ini adalah teknik

Carving dengan menggunakan beberapa macam jenis mata pahat yang ada

dengan proses tahapan pembuatannya yaitu pembuatan gambar desain, pembuatan

pola dengan ukuran perbandingan 1:1 (gambar desain disesuaikan dengan ukuran

media kayu yang akan diukir), Hasil cetakan PrintOut digunting sesuai garis

pemotong yang didesain diatas, Sebelum pembuatan Objek, terlebih dahulu

penulis membuat relief bagian sudut-sudut yang ada sebagai hiasan ornamen

bingkai pada ukiran relief, penempelan kertas gambar objek Gedung Isola dengan

menggunakan lem dalam pengukiran terlebih dahulu membuat pola membentuk

sesuai objek Gedung Isola, selanjutnya pendetailan bentuk objek Gedung Isola,

pembentukan tekstur objek awan yang sudah dipola manual, pendempulan

(2)

84

Saptuna, 2016

Gedung Isola Sebagai Gagasan dalam Pembuatan Relief Ukiran Kayu

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menggunakan pewarna vernish sebagai finishing terakhir, namun khusus pada

objek gedung isola tidak ada pemberian warna hanya saja dengan menambahkan

lapisan Melamin transparan untuk mengahasilkan kesan lebih natural dengan serat

kayu yang dimiliki kayu Manglid ini.

3. Penulis membuat lima karya seni ukir relief objek Gedung Isola yang

masing-masing karya adalah sebagai berikut: karya pertama dengan ukuran 4 x 60 x 60

cm dengan sudut pandang tampak belakang bagian samping kanan dengan

tambahan bentuk yaitu lingkaran, karya yang kedua berukuran 4 x 50 x 80 cm

dengan sudut pandang tampak samping kiri bagian belakang dengan tambahan

oval/lonjong, karya yang ketiga berukuran 4 x 50 x 80 cm dengan sudut pandang

tampak samping kanan bagian depan dengan tambahan oval/lonjong, karya yang

keempat berukuran 4 x 50 x 80 cm dengan sudut pandang tampak bagian

belakang arah menghadap keselatan, dan karya yang kelima ini berukuran 4 x 50

x 80 cm dengan sudut pandang arah menghadap kedepan agak kesamping kiri

dengan tambahan persegi panjang. Dalam pembuatan karya seperti ini penulis

ingin menunjukan kecintaan dan kekaguman terhadap Gedung Isola yang unik,

bersejarah, yang gagah dan kokoh. Sehingga tertarik untuk dijadikan sebagai

Subject Matter penciptaan karya skripsi ini.

B.Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan penulis terkait pada skripsi karya

penciptaan ini kepada pembaca adalah sebagai berikut:

1. Tentunya pada saat pemilihan bahan kayu yang akan dijadikan sebagai media

disarankan agar membaca referensi mengenai jenis kayu yang bagus untuk kita

eksekusi menjadi bahan media ukiran. Ini adalah sebuah cara untuk dapat

menegetahui jenis kayu mana yang kita pantas pilih ditukang pembelahan kayu.

Ketika kita tidak tahu atau masih awam terkait keilmuan tentang kayu maka kayu

yang kita cari akan tidak mendapatkan kayu yang berkualitas baik.

2. Dalam proses pembuatan karya kita disarankan agar berhati-hati ketika dalam

meggunakan alat mesin pertukangan kayu seperti mesin sirkel (Circle Machine),

(3)

85

Saptuna, 2016

Gedung Isola Sebagai Gagasan dalam Pembuatan Relief Ukiran Kayu

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk teknik penggunaannya agar diawasi oleh yang ahli dibidangnya mengenai

pertukangan kayu. Sampai ketahap finishing juga kita diharapkan harus lebih

hati-hati sabar dan lebih lebih cekatan karena akan menimbulkan karya seni ukir yang

berkualitas adanya.

3. Tidak terpaku pada satu teknik pembuatan dan finishing yang sudah di bahas

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana cara pembuatan kotak HP yang bernilai jual tinggi dengan bahan baku botol plastik bekas yang dapat menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia- Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Rekapitulasi Daya

Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan

Upaya lain untuk meningkatkan durabilitas beton agar memiliki kinerja keawetan yang tinggi adalah mencampurkan bahan tambah berbasis gula [3, 4] yang terdiri dari

Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu alat bantu yang sangat handal didunia pengembangan sistem yang beriorientasi obyek.Hal ini disebabkan karena UML

Pada umumnya, unsur yang ditulis dalam daftar rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan nama keluarga/nama marga atau unsur

Kegiatan mengukur lintasan sirkuit dengan tali kemudian merentangkan tali merepresentasikan model garis bilangan. Model garis bilangan dapat menghantar siswa untuk

Prinsip syariah menurut Pasal 1 ayat 13 Undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perbankan adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara bank dengan pihak lain