commit to user
TUGAS AKHIR
PRARANCANGAN PABRIK METIL KLORIDA
DARI METANA DAN KLORIN DENGAN PROSES
THERMAL CHLORINATION KAPASITAS 42.500 TON/TAHUN
Disusun Oleh :
Hayyu Henfiana
I 0507041
Mochammad Agung Indra Iswara I 0507068
PROGRAM STUDI S1 REGULER TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
ii
Segala puji syukur kepada Allah SWT, hanya karena rahmat dan ridho-Nya, penulis akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan laporan tugas akhir dengan Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses
Thermal Chlorination Kapasitas 42.500 ton/tahun ini.
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis memperoleh banyak bantuan baik berupa dukungan moral maupun spiritual dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Kedua orang tua dan keluarga atas dukungan, doa, materi dan semangat yang senantiasa diberikan tanpa kenal lelah.
2. Enny Kriswiyanti A., S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing I dan Ir. Muljadi, M.Si selaku Dosen Pembimbing II atas bimbingan dan bantuannya dalam penulisan tugas akhir.
3. Ir. Endah Retno D., M.T. dan Y.C. Danarto S.T., M.T. selaku Dosen Penguji dalam ujian pendadaran tugas akhir.
4. Ir. Paryanto M.S. dan Bregas Siswahyono T.S., S.T., M.T. selaku Pembimbing Akademik.
5. Dr. Sunu H. Pranolo selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia FT UNS. 6. Segenap Civitas Akademika atas semua bantuannya.
7. Teman-teman mahasiswa Teknik Kimia FT UNS khususnya Angkatan 2007.
Penulis menyadari bahwa laporan tugas akhir ini belum sempurna. Oleh karena itu, penulis membuka diri terhadap segala saran dan kritik yang membangun. Semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.
Surakarta, Januari 2012
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
iii DAFTAR ISIHalaman Judul ... i
Kata Pengantar ... ii
Daftar Isi ... iii
Daftar Tabel ... ix
Daftar Gambar ... xii
Intisari ... xiii
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pendirian Pabrik ... 1
I.2 Penentuan Kapasitas Produksi ... 3
I.2.1 Kebutuhan Metil Klorida ... 3
I.2.2 Ketersediaan Bahan Baku ... 4
I.2.3 Kapasitas Rancang Minimum ... 5
I.3 Pemilihan Lokasi Pabrik ... 5
I.4 Tinjauan Pustaka ... 7
I.4.1 Macam-macam Proses Pembuatan Metil Klorida ... 7
I.4.2 Kegunaan Produk ... 10
I.4.3 Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku dan Produk ... 10
1.4.3.1 Sifat Fisis dan Kimia Bahan Baku ... 10
1.4.3.2 Sifat Fisis dan Kimia Produk ... 12
commit to user
iv BAB II DESKRIPSI PROSESII.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk ... 18
II.1.1 Spesifikasi Bahan Baku ... 18
II.1.2 Spesifikasi Produk ... 19
II.2 Konsep Proses ... 21
II.2.1 Dasar Reaksi ... 21
II.2.2 Mekanisme Reaksi ... 22
II.2.3 Kondisi Operasi ... 23
II.2.4 Tinjauan Kinetika ... 24
II.2.5 Tinjauan Termodinamika ... 25
II.3 Diagram Alir Proses dan Tahapan Proses ... 27
II.3.1 Diagram Alir Proses ... 27
II.3.2 Uraian Proses ... 31
II.3.2.1 Penyiapan Bahan Baku ... 31
II.3.2.2 Reaksi Pembentukan Metil Klorida ... 32
II.3.2.3 Tahap Pemurnian Produk ... 32
II.4 Neraca Massa dan Neraca Panas ... 35
II.4.1 Neraca Massa Total ... 35
II.4.2 Neraca Massa Alat ... 36
II.4.3 Neraca Panas Total ... 40
II.4.4 Neraca Panas Alat ... 41
II.5 Tata Letak Pabrik dan Peralatan Proses ... 44
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
vII.5.2 Tata Letak Peralatan Proses ... 47
BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES III.1 Tangki Penyimpanan Bahan Baku ... 49
III.2 Tangki Penyimpanan Produk ... 50
III.3 Reaktor ... 53
III.4 Absorber ... 54
III.5 Neutralizer ... 55
III.6 Separator ... 56
III.7 Menara Destilasi ... 58
III.8 Kondensor ... 59
III.9 Reboiler ... 62
III.10Akumulator ... 65
III.11Penukar Panas ... 66
III.12Pompa ... 70
BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM IV.1 Unit Pendukung Proses ... 74
IV.1.1 Unit Pengadaan Air dan Pendingin Reaktor ... 75
IV.1.1.1Air Pendingin ... 75
IV.1.1.2Air Proses ... 77
IV.1.1.3Air Konsumsi dan Sanitasi ... 78
IV.1.1.4Air Umpan Boiler ... 79
IV.1.1.5Pendingin Reaktor ... 84
commit to user
viIV.1.3 Unit Pengadaan Steam ... 85
IV.1.4 Unit Pengadaan Listrik ... 88
IV.1.4.1 Listrik untuk keperluan proses dan utilitas ... 88
IV.1.4.2 Listrik untuk penerangan ... 90
IV.1.4.3 Listrik untuk AC ... 92
IV.1.4.4 Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi.. 92
IV.1.5 Unit Pengadaan Bahan Bakar ... 93
IV.1.6 Unit Pengolah Limbah ... 94
IV.1.7 Unit Refrigerasi ... ... 97
IV.2 Laboratorium ... 97
IV.2.1 Laboratorium Fisik dan Analitik ... 99
IV.2.2 Laboratorium Penelitian dan Pengembangan ... 99
IV.2.3 Prosedur Analisa Bahan Baku dan Produk Utama .... 99
IV.2.4 Prosedur Analisa Proses dan Produk Samping ... 100
IV.2.5 Prosedur Analisa Air ... 101
IV.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja ... 102
BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN V.1 Bentuk Perusahaan ... 103
V.2 Struktur Organisasi ... 104
V.3 Tugas dan Wewenang ... 109
V.3.1 Pemegang Saham ... 109
V.3.2 Dewan Komisaris ... 109
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
viiV.3.4 Staf Ahli ... 111
V.3.5 Kepala Bagian ... 111
V.3.6 Kepala Seksi ... 115
V.4 Pembagian Jam Kerja Karyawan ... 115
V.4.1 Karyawan Non Shift ... 116
V.4.2 Karyawan Shift ... 116
V.5 Status Karyawan dan Sistem Upah ... 118
V.5.1 Karyawan Tetap ... 118
V.5.2 Karyawan Harian ... 118
V.5.3 Karyawan Borongan ... 118
V.6 Penggolongan Jabatan, Jumlah Karyawan dan Gaji ... 118
V.6.1 Penggolongan Jabatan ... 118
V.6.2 Jumlah Karyawan dan Gaji ... 119
V.7 Kesejahteraan Sosial Karyawan ... 120
BAB VI ANALISA EKONOMI VI.1 Penaksiran Harga Peralatan ... 123
VI.2 Penentuan Total Capital Investment (TCI) ... 125
VI.2.1 Modal Tetap (Fixed Capital Investment) ... 127
VI.2.2 Modal Kerja (Working Capital Investment) ... 128
VI.3 Biaya Produksi Total (Total Poduction Cost) ... 129
VI.3.1 Manufacturing Cost ... 129
VI.3.1.1 Direct Manufacturing Cost (DMC) ... 129
commit to user
viiiVI.3.1.3 Fixed Manufacturing Cost (FMC) ... 130
VI.3.2 General Expense (GE) ... 130
VI.4 Keuntungan Produksi ... 131
VI.5 Analisa Kelayakan ... 131
Daftar Pustaka ... xiv
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
ix DAFTAR TABELTabel I.1 Data Impor Metil Klorida Dalam Negeri ... 3
Tabel I.2 Data Produsen Metil Klorida di Amerika Serikat ... 5
Tabel II.1 Harga Gfo masing-masing komponen ... 25
Tabel II.2 Harga Hfo masing-masing komponen ... 26
Tabel II.3 Neraca Massa Total ... 35
Tabel II.4 Neraca Massa di TEE 1 ... 36
Tabel II.5 Neraca Massa di TEE 2 ... 36
Tabel II.6 Neraca Massa Reaktor ... 37
Tabel II.7 Neraca Massa Absorber ... 37
Tabel II.8 Neraca Massa Neutralizer ... 38
Tabel II.9 Neraca Massa Separator 2 ... 38
Tabel II.10 Neraca Massa Arus Purging ... 39
Tabel II.11 Neraca Massa Menara Distilasi 1 (MD-01) ... 39
Tabel II.12 Neraca Massa Menara Distilasi 2 (MD-02) ... 39
Tabel II.13 Neraca Massa Menara Distilasi 3 (MD-03) ... 40
Tabel II.14 Neraca Panas Total ... 40
Tabel II.15 Neraca Panas di TEE 1 ... 41
Tabel II.16 Neraca Panas Reaktor ... 41
Tabel II.17 Neraca Panas Absorber ... 41
Tabel II.18 Neraca Panas Neutralizer ... 42
commit to user
xTabel II.20 Neraca Panas Menara Distilasi 1 (MD-01) ... 42
Tabel II.21 Neraca Panas Menara Destilasi 2 (MD-02) ... 43
Tabel II.22 Neraca Panas Menara Destilasi 3 (MD-03) ... 43
Tabel II.23 Neraca Panas Separator 1 (SP-01) ... 43
Tabel III.1 Spesifikasi Tangki Penyimpan Bahan Baku ... 49
Tabel III.2 Spesifikasi Tangki Penyimpan Produk ... 50
Tabel III.3 Spesifikasi Reaktor ... 53
Tabel III.4 Spesifikasi Absorber ... 54
Tabel III.5 Spesifikasi Neutralizer ... 55
Tabel III.6 Spesifikasi Separator 1 ... 56
Tabel III.7 Spesifikasi Separator 2 ... 57
Tabel III.8 Spesifikasi Menara Distilasi ... 58
Tabel III.9 Spesifikasi Kondensor ... 59
Tabel III.10 Spesifikasi Reboiler ... 62
Tabel III.11 Spesifikasi Akumulator ... 65
Tabel III.12 Spesifikasi Penukar Panas ... 66
Tabel III.13 Spesifikasi Pompa ... 70
Tabel IV.1 Kebutuhan air pendingin ... 76
Tabel IV.2 Kebutuhan air konsumsi umum dan sanitasi ... 78
Tabel IV.3 Kebutuhan listrik untuk keperluan proses dan utilitas ... 89
Tabel IV.4 Jumlah Lumen berdasarkan luas bangunan ... 90
Tabel IV.5 Total kebutuhan listrik pabrik ... 92
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
xiTabel V.2 Perincian Jumlah Karyawan dan Gaji dalam Rupiah ... 119
Tabel VI.1 Indeks Harga Alat ... 124
Tabel VI.2 Modal Tetap ... 127
Tabel VI.3 Modal Kerja ... 128
Tabel VI.4 Direct Manufacturing Cost ... 129
Tabel VI.5 Indirect Manufacturing Cost ... 129
Tabel VI.6 Fixed Manufacturing Cost ... 130
Tabel VI.7 General Expense ... 130
commit to user
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar I.1 Grafik Data Impor Metil Klorida ... 4
Gambar I.2 Lokasi Pendirian Pabrik Metil Klorida ... 7
Gambar II.1 Grafik Konstanta Kecepatan Reaksi Klorinasi Metana ... 24
Gambar II.2 Diagram Alir Kualitatif ... 28
Gambar II.3 Diagram Alir Kuantitatif ... 29
Gambar II.4 Diagram Alir Proses ... 30
Gambar II.5 Tata Letak Pabrik ... 46
Gambar II.6 Tata Letak Peralatan Proses ... 48
Gambar IV.1 Skema Pengolahan Air Tanah ... 84
Gambar IV.2 Skema Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ... 95
Gambar V.1 Struktur Organisasi Pabrik Metil Klorida ... 108
Gambar VI.1 Chemical Engineering Cost Index ... 124
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
xiii INTISARI
Hayyu Henfiana dan Mochammad Agung Indra Iswara, 2012, Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin Kapasitas dengan Proses Thermal Chlorination 42.500 Ton/Tahun, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Metil klorida banyak digunakan sebagai bahan intermediate untuk
produksi fluida silikon, elastomer, dan resin. Untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri dan luar negeri, maka dirancang pabrik metil klorida berkapasitas 42.500 ton/tahun dengan bahan baku metana 72.412,82 ton/tahun dan klorin 187.216,80 ton/tahun. Selain itu dihasilkan produk samping berupa metilen klorida sebesar 47.337,69 ton/tahun, kloroform sebesar 14.903,86 ton/tahun, karbon tetraklorida sebesar 11.264,94 ton/tahun dan asam klorida sebesar 278.633,34 ton/tahun. Dengan memerhatikan beberapa faktor, seperti aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran, dan utilitas, maka lokasi pabrik yang cukup strategis adalah di Kawasan Industri Bontang, Kalimantan Timur.
Reaksi pembuatan metil klorida dilakukan dengan mereaksikan metana dan klorin dalam Reaktor Alir Pipa (RAP) Multitube pada suhu 2750C-4500C dan
tekanan 3 atm. Panas yang timbul dari reaksi diambil dengan Dowtherm A yang
dialirkan di shell reaktor. Produk gas keluar reaktor masuk ke absorber untuk
mengurangi kandungan asam klorida. Produk absorber berupa asam klorida 35%
berat dijual sebagai produk samping dan produk atas masuk neutralizer untuk
menghilangkan sisa HCl dengan mereaksikan dengan NaOH membentuk NaCl yang dijual sebagai produk samping. Hasil atas neutralizer masuk separator 2
untuk memisahkan metana dan klorometan. Metana direcycle ke reaktor dan
klorometan dipisahkan dengan menara destilasi. Gas hasil atas Menara Destilasi 1 yaitu metil klorida 99,98% berat sebagai produk utama sedangkan hasil bawah sebagai produk samping diumpankan ke Menara Distilasi 2. Hasil atas berupa metilen klorida 99,99% berat dan hasil bawah diumpankan ke Menara Distilasi 3 untuk dimurnikan. Hasil atas berupa kloroform 99,93% berat sebagai hasil atas dan hasil bawah berupa karbon tetraklorida 99,86% berat. Peralatan proses yang ada antara lain separator, reaktor, absorber, neutralizer, menara distilasi,dan
pompa.
Unit pendukung proses didirikan untuk menunjang proses produksi yang terdiri dari unit pendingin reaktor penyediaan air pendingin, listrik, bahan bakar, dan unit pengolahan limbah. Laboratorium berfungsi menjaga mutu bahan baku dan kualitas produk sesuai spesifikasi. Dalam pabrik tersebut terdapat tiga buah laboratorium, yaitu laboratorium fisik; analitik; dan penelitian dan pengembangan. Bentuk perusahaan adalah PT (Perseroan Terbatas) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja
yang terdiri dari karyawan shift dan non shift .
Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik metil klorida diperoleh bahwa total investasi (TCI) sebesar Rp 941.161.207.301,- dan total biaya produksi (Production Cost) Rp 1.020.912.890.170,-. Dari analisa kelayakan
commit to user
Bab I Pendahuluan 1
BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang Pendirian Pabrik
Metil klorida merupakan senyawa chloromethane selain metilen klorida,
kloroform dan karbon tetraklorida. Senyawa chloromethane terbentuk ketika atom
hidrogen dari metana tersubtitusi oleh klorin (klorinasi metana). Apabila satu
atom hidrogen terganti oleh klorin disebut senyawa metil klorida (CH3Cl), jika dua, metilen klorida (CH2Cl2); tiga, kloroform (CHCl3); empat, karbon tetraklorida (CCl4) (Mc. Ketta, 1979). Oleh karena itu klorin yang diproduksi dunia dimana 36% digunakan untuk membuat monomer vinyl chloride juga akan
lebih menguntungkan jika sebagian dijadikan bahan baku untuk membuat
senyawa chloromethane, karena chloromethane lebih mempunyai harga daripada
klorin. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara penghasil klorin, maka
senyawa chloromethane seperti metil klorida layak diproduksi di dalam negeri.
Metil klorida yang dihasilkan di Amerika Serikat sebanyak 92%
digunakan sebagai feedstock dalam pembuatan bahan lanjutan metil klorosilane.
Metil klorosilane digunakan dalam produksi fluida silikon, elastomer, dan resin,
namun paling besar digunakan sebagai fluida silikon, yaitu sebagai bahan
pembantu seperti agent antifoaming, agent pelepasan, dan pelumas ringan. Metil
klorida juga digunakan dalam bidang kimia untuk produk konsumsi seperti
kosmetik, auto polishes, pelitur furniture, dan lapisan kertas (OxyChem Technical
Information, 2009). Metil klorida juga digunakan dalam sintesis berbagai
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
2
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
juga telah digunakan sebagai bahan pembakar dalam aerosol dan sebagai
refrigerant (Spevak et al, 1976).
Pabrik metil klorida dengan proses klorinasi juga layak dirancang karena
termasuk minim dalam pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan dalam
produksinya tidak ada bahan samping atau limbah yang secara langsung
dihasilkan dan dibuang. Selain metil klorida akan dihasilkan juga bahan kimia
lainnya seperti metilen klorida, kloroform, karbon tetraklorida, dan asam klorida
yang semuanya dapat dijual. Oleh karenanya dengan mencegah kebocoran selama
proses dan menjaga suhu klorinasi yang aman, maka efek buruk terhadap
lingkungan dan makhluk hidup sekitar dapat dicegah.
Indonesia sebagai negara berkembang, terlebih lagi memasuki era
perdagangan bebas, dituntut untuk mampu bersaing dengan negara-negara lain
dalam bidang industri dan sektor industri kimia memegang peranan penting untuk
memajukan perindustrian di Indonesia. Perkembangan industri sangat
berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam menghadapi pasar
bebas. Inovasi proses produksi maupun pembangunan pabrik baru yang
menghasilkan produk bernilai ekonomis lebih tinggi semisal metil klorida sangat
diperlukan untuk menambah devisa negara. Disamping itu pendirian pabrik metil
klorida dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri-industri kimia
lain dan akan menyerap sebagian tenaga kerja dalam negeri.
Pendirian pabrik metil klorida ini dapat dirancang untuk berproduksi
dengan kapasitas kurang lebih 42.500 ton per tahun dan diorientasikan untuk
commit to user
Bab I Pendahuluan
I.2. Penentuan Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi dapat diartikan sebagai jumlah maksimal output yang
dapat diproduksi dalam satuan waktu tertentu. Pabrik yang didirikan harus
mempunyai kapasitas produksi yang optimal yaitu jumlah dan jenis produk yang
dihasilkan harus dapat menghasilkan laba maksimal dengan biaya yang minimal.
Kapasitas produksi dirancang dengan pertimbangan-pertimbangan :
1. Kebutuhan metil klorida
Untuk memenuhi kebutuhan metil klorida di dalam negeri, Indonesia
masih mengimpor negara lain. Data impor metil klorida dalam negeri
ditunjukkan pada tabel I.1.
Tabel I.1 Data Impor Metil Klorida Dalam Negeri
Tahun Kapasitas (kg)
2004 333.741
2005 363.839
2006 568.262
2007 603.262
2008 772.629
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
4
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
Gambar I.1 Data Impor Metil Klorida
Dari gambar I.1, kebutuhan impor metil klorida di Indonesia pada tahun
2017 sebesar 1.697.777 kg atau 1.698 ton/tahun.
2. Ketersediaan bahan baku
Adanya industri yang mendukung pabrik metil klorida, terutama dalam hal
penyediaan bahan baku merupakan salah satu faktor yang cukup penting.
Bahan baku utama yaitu klorin (Cl2) tersedia di dalam negeri yaitu dapat diperoleh dari PT. Assahimas, Cilegon yang berkapasitas 335.000 ton/tahun
sedangkan metana (CH4) diperoleh dari PT. Badak NGL, Bontang, Kalimantan Timur yang berkapasitas 18,5 juta ton/tahun.
y = 111.720x - 223.581.773
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009
commit to user
Bab I Pendahuluan
3. Kapasitas rancang minimum
Tabel I.2 Data Produsen Metil Klorida di Amerika Serikat
Pabrik Kapasitas
(ton/tahun)
Dow Chemical, Freeport, Tex. 42.500
Dow Chemical, Plaquemine, La. 130.000
Dow Corning, Carrollton, Ky. 225.000
Dow Corning, Midland, Mich. 100.000
GE Plastics, Waterford, N.Y. 82.500
Vulcan Chemicals, Geismar, La. 85.000
Vulcan Chemicals, Wichita, Kan. 45.000
(ICB Americas, 2004)
Beberapa pabrik di Amerika Serikat yang memproduksi metil klorida
dengan kapasitas 42.500 225.000 ton/tahun ditunjukkan pada tabel I.2.
Dalam perancangan pabrik metil klorida ini diambil kapasitas produksi sebesar
42.500 ton /tahun yang merupakan kapasitas minimum di dunia dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 4% dan 96% diekspor ke
luar negeri.
1.3. Pemilihan Lokasi Pabrik
Lokasi geografis dari suatu pabrik akan berpengaruh pada kegiatan pabrik
baik proses produksi maupun distribusi produk yang semuanya itu akan
berpengaruh pada perkembangan dan kelangsungan hidup dari pabrik. Banyak
faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam menentukan lokasi
suatu pabrik. Lokasi pabrik pada umumnya ditetapkan atas dasar orientasi bahan
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
6
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
Lokasi pabrik ditetapkan di Bontang, Kalimantan Timur dengan
pertimbangan sebagai berikut :
1. Sumber bahan baku
Bahan baku klorin dapat diperoleh dari PT. Assahimas, Cilegon sedangkan
metana dari PT. Badak NGL, Bontang, Kalimantan Timur.
2. Pemasaran produk
Daerah tersebut merupakan area industri yang potensial sebagai daerah
pemasaran. Selain itu juga dekat dengan pelabuhan Bontang, Balikpapan dan
Samarinda untuk memudahkan dalam pemasaran keluar Kalimantan maupun
keluar negeri.
3. Sarana transportasi
Daerah tersebut dekat dengan pelabuhan dan jalan raya yang memudahkan
pengangkutan bahan baku dan produk.
4. Tersedianya sarana pendukung
Bontang merupakan salah satu kawasan industri di Indonesia, sehingga
penyediaan utilitas terutama air proses dan pendingin tidak mengalami
kesulitan, karena ketersediaan air tanah yang masih mencukupi.
5. Tenaga kerja
Tenaga kerja untuk pabrik dapat direkrut dari daerah Bontang dan
sekitarnya, yang merupakan sumber tenaga kerja yang profesional.
6. Kemasyarakatan
Keadaan sosial kemasyarakatan sudah terbiasa dengan lingkungan industri
sehingga pendirian pabrik baru dapat diterima dan dapat beradaptasi dengan
commit to user
Bab I Pendahuluan
Gambar I.2 Lokasi Pendirian Pabrik Metil Klorida
I.4. Tinjauan Pustaka
I.4.1. Macam-macam Proses
Dalam Mc. Ketta (1979), secara umum metil klorida dapat dibuat
dengan beberapa cara, antara lain :
1. Proses thermal chlorination
2. Proses photochlorination
3. Proses klorinasi metana dengan katalis alumina
1. Proses thermal chlorination
Proses ini didasarkan pada reaksi klorinasi langsung terhadap
metana pada suhu yang tinggi. Temperatur reaksi antara 275 °C - 450 °C.
Reaksi yang terjadi:
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
8
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
molekul klorin (Cl2) menjadi radikal Cl+ sehingga dapat terjadi reaksi, dengan demikian tidak memerlukan katalis.
b. Impuritas sedikit.
c. Selektivitas metil klorida tinggi yaitu 56% terhadap metana.
2. Proses photochlorination
Proses ini didasarkan pada reaksi klorinasi metana oleh aktivasi
dari reaksi massa dengan radiasi sinar. Adapun pemisahan molekul klorin
(Cl2) menjadi radikal Cl+ adalah dengan meradiasikan reaksi massa dengan sumber sinar yang mempunyai radiasi sebesar 3000 Å - 5000 Å.
Bahan baku yang digunakan adalah metana dengan kemurnian tinggi.
Reaktor yang digunakan adalah reaktor photochemical. Keuntungan dari
proses ini adalah dapat mengurangi impuritas yang ada pada klorometana
yang dihasilkan.
Kekurangan :
a. Penggunaan reaktor photochemical harus terbuat dari permukaan kaca
yang tahan terhadap pembebasan panas mengingat reaksi klorinasi
commit to user
Bab I Pendahuluan
b. Reaksi photochlorination terjadi pada suhu rendah sehingga
menaikkan biaya kontrol proses dan mempertahankan panas reaksi.
c. Lebih sensitif terhadap impuritas pada umpan, karena dapat
menyebabkan terminasi pada reaksi rantai.
d. Biaya pembuatan dan perawatan bahan konstruksi mahal karena
terbuat dari kaca.
e. Reaktor membutuhkan energi yang cukup besar untuk menghasilkan
radiasi sinar dengan kekuatan 3000 Å - 5000 Å.
f. Kapasitas per reaktor rendah.
g. Sering terjadi akumulasi klorin dibawah reaktor sehingga dapat
mengakibatkan ledakan.
3. Proses klorinasi metana dengan katalis alumina
Proses klorinasi ini didasarkan pada reaksi klorinasi metana dengan
bantuan katalis alumina. Bahan baku yang digunakan adalah metana
dengan kemurnian tinggi. Konversi dari proses ini adalah 95%. Adapun
reaktor yang digunakan adalah fixed bed katalitik. Keuntungan dari
proses ini adalah konversi yang dihasilkan cukup tinggi.
Kekurangan :
a. Penggunaan fixed bed reactor harus mempunyai konstruksi
penyangga yang kuat untuk menyangga katalis. Reaktor harus terbuat
dari bahan yang tahan terhadap pembebasan panas mengingat reaksi
klorinasi adalah reaksi eksotermis, sehingga reaktor lebih berat dan
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
10
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
b. Perlu adanya regenerasi katalis pada waktu-waktu tertentu.
c. Proses ini sensitif terhadap adanya impuritas.
Ketiga proses tersebut merupakan reaksi klorinasi dimana
perbedaannya adalah pada cara pemecahan molekul klorinnya. Proses
yang dipilih adalah proses thermal chlorination dengan alasan :
- Proses ini dilakukan pada temperatur tinggi yang dapat membuat
molekul klorin (Cl2) menjadi radikal Cl+ sehingga dapat terjadi reaksi, dengan demikian tidak memerlukan katalis.
- Impuritas sedikit
- Selektivitas metil klorida tinggi yaitu 56% terhadap metana.
I.4.2. Kegunaan Produk
Penggunaan metil klorida dewasa ini adalah untuk antara lain :
a. Bahan intermediate untuk produksi fluida silikon, elastomer, dan resin
b. Pembawa katalis untuk reaksi polimerisasi seperti pembuatan butyl
rubber
c. Produk konsumsi seperti kosmetik, auto polishes dan pelitur furniture
d. Sintesis berbagai senyawa, dan sebagai pengekstraks untuk lemak,
minyak, dan resin
commit to user
Bab I Pendahuluan
I.4.3. Sifat Fisis dan Kimia
1. Bahan Baku
Metana
Sifat-sifat fisis :
- Rumus molekul : CH4
- Berat molekul : 16,04 g/mol
- Fase : gas
- Titik beku (1 atm) : 90,67 K
- Titik didih (1 atm) : 111,66 K
- Densitas (30 oC) : 0,1616 g/cm3 - Temperatur kritis : 190,6 K
(Yaws, 1999)
Sifat-sifat kimia :
a. Oksidasi
2 CH4 + 2 O2 2 + 2H2O ... (5) 2 CH4 +2 O2 2 ... (6) b. Halogenasi
CH4 H3 3X2 3 + HX ... (7)
c. Klorinasi terhadap CH4 akan menghasilkan metil klorida dan HCl. Klorin
Sifat-sifat fisis :
- Rumus molekul : Cl2
- Berat molekul : 70,91 g/mol
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
12
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
- Titik didih (1 atm) : 239,1 K
- Titik beku (1 atm) : 171,55 K
- Densitas (0 oC) : 3,2 g/L
(Perry, 2008)
Sifat-sifat kimia :
a. Cl2 bereaksi dengan alkali dan alkali tanah membentuk bleaching agent
Cl2 + 2 NaOCl NaOCl + H2O ... (8) b. Reaksi dengan amonia membentuk hidrazin
2 NH3 + NaOCl N2H4 + NaCl +H2O ... (9) c. Cl2 bereaksi dengan hidrokarbon jenuh menghasilkan hidrokarbon
terklorinasi dan HCl
2. Produk
Metil klorida
Sifat-sifat fisis :
- Rumus molekul : CH3Cl - Berat molekul : 50,487 g/mol
- Fase : gas
- Densitas (25oC) : 0,913 g/cm3 - Titik didih (1 atm) : 248,93 K
- Titik beku (1 atm) : 175,45 K
commit to user
Bab I Pendahuluan
Sifat-sifat kimia :
a. Dalam larutan eter, CH3Cl bereaksi dengan sodium membentuk etana (proses sintesa Wurtz).
2 CH3Cl +2 Na CH3CH3 + 2 NaCl ... (10) b. Metil klorida digunakan pada reaksi Fridel Craft membentuk toluen
dengan menggunakan katalisator AlCl3
CH3Cl + C6H6 C6H5CH3 + HCl ... (11) c. Bila dipanaskan pada temperatur yang sangat tinggi, metil klorida
akan berpasangan membentuk etilen.
2 CH3Cl CH2 = CH2 +2 HCl ... (12) d. Klorinasi terhadap CH3Cl akan menghasilkan metilen klorida dan
HCl
(Mc.Ketta,1979)
Metilen klorida
Sifat-sifat fisis :
- Rumus molekul : CH2Cl2 - Berat molekul : 84,933 g/mol
- Fase : cair
- Densitas ( 25 oC) : 1,33 g/cm3 - Titik didih (1 atm) : 313,25 K
- Titik leleh (1 atm) : 176,45 K
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
14
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab I Pendahuluan
Sifat-sifat kimia
a. Bila kontak dengan air dalam waktu yang lama, metilen klorida akan
terhidrolisa secara perlahan membentuk HCl sebagai produk primer.
b. Bila metilen klorida dipanaskan dengan air dalam waktu yang lama
dalam tangki tertutup pada suhu 140 °C-170 °C, maka akan
terbentuk formaldehid dan HCl.
CH2Cl2 + H2O HCHO + 2 HCl ... (13) c. Klorinasi terhadap metilen klorida akan menghasilkan kloroform dan
HCl.
a. Klorinasi terhadap kloroform membentuk karbon tetraklorida dan
HCl.
b. Bila kontak dengan besi dan air akan membentuk hidrogen peroksida.
commit to user
Bab I Pendahuluan
c. Dengan basa akan mengalami hidrolisa.
CHCl3 + 3 NaOH CO + 3NaCl + 2 H2O ... (15) d. Kloroform bila kontak dengan potasium amalgam akan membentuk
asetilen.
2 CHCl3 + 6 KHg HC = CH + 6 KCl(KHg) ... (16) (Mc.Ketta,1979)
Karbon tetraklorida
Sifat-sifat fisis :
- Rumus molekul : CCl4
- Berat molekul : 153,821 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25 oC) : 1,583 g/cm3 - Titik didih (1 atm) : 349,79 K
- Titik beku (1 atm) : 250,33 K
(Yaws, 1999)
Sifat-sifat kimia :
a. CCl4 kering tidak bereaksi dengan logam seperti besi dan nikel tetapi bereaksi secara perlahan dengan tembaga dan timah hitam.
b. Dengan katalis platinum atau Zn dan asam, CCl4 akan membentuk kembali menjadi kloroform.
c. Dengan potasium amalgam dan air, CCl4 akan terbentuk kembali menjadi metana.
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
16
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
a. Reaksi dengan oksidator membentuk Cl2
4 HCl + O2 2 Cl2 + 2 H2O ... (17) b. Reaksi dengan sulfur trioksida membentuk asam klorosulfat.
HCl + SO3 ClSO3H ... (18) c. Reaksi HCl dan asetilen akan menghasilkan kloroprena.
1.4.4. Tinjauan Proses Secara Umum
Klorinasi didefinisikan sebagai suatu proses dimana satu atau lebih
atom klorin dibentuk menjadi suatu senyawa kimia. Ketika atom hidrogen
dari molekul metana disubstitusi oleh klorin, senyawa kimia yang terbentuk
dikenal sebagai klorometan. Apabila satu atom hidrogen yang disubstitusi
commit to user
Bab I Pendahuluan
digunakan karena ekonomis dan prosesnya bisa berjalan secara langsung.
Proses ini terjadi pada suhu yang tinggi antara 275 °C sampai 450 °C.
Apabila suhu lebih rendah, akan terbentuk impuritas oksigen yang
mengganggu reaksi dan jika suhu lebih tinggi dari 450 °C maka akan
terbentuk impuritas di umpan (Mc. Ketta, 1979).
Metana dan klorin dalam fase gas dengan perbandingan mol 1,7:1
dipanaskan sampai suhu 300 °C dimana pada suhu tersebut klorin akan
mengalami disosiasi dan akan mulai terjadi reaksi terklorinasi terhadap
metana, sedangkan tekanan dipertahankan 3 atm. Di dalam plugflow reactor
suhu dipertahankan jangan sampai melebihi 450 °C. Bila reaksi berlangsung
di atas suhu tersebut maka dapat terjadi reaksi pirolisis terhadap CH3Cl membentuk karbon bebas yang merupakan impuritas, sedangkan klorin dan
hidrogen membentuk asam hidroklorida. Produk reaksi kemudian masuk ke
absorber untuk mengambil HCl dengan pelarut air. Produk atas absorber
masuk ke neutralizer untuk menghilangkan sisa HCl dengan direaksikan
dengan alkali (NaOH). Selanjutnya masuk ke separator untuk memisahkan
metana dan produk klorometannya. Metana direcycle ke reaktor dan
klorometan masuk ke kolom distilasi untuk dipisahkan antara metil klorida,
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
18 BAB II
DESKRIPSI PROSES
II.1. Spesifikasi bahan baku dan produk
II.1.1. Spesifikasi bahan baku
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
- Impuritas : HCl 2% vol
(PT. Assahimas)
II.1.2. Spesifikasi produk
1. Metil klorida
Sifat fisis
- Rumus molekul : CH3Cl - Berat molekul : 50,487 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25oC) : 0,913 g/cm3 - Titik didih (1atm) : 250,15 K
- Titik beku (1atm) : 177,15 K
- Kemurnian : min 99,95% berat
- Impuritas : CH2Cl2
(www.c-f-c.com)
2. Metilen klorida
Sifat fisis
- Rumus molekul : CH2Cl2 - Berat molekul : 84,933 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25oC) : 2,93 kg/m3 - Titik didih (1atm) : 313,25 K
- Titik leleh (1atm) : 176,45 K
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
20
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
- Impuritas : CH3Cl, CHCl3
(www.c-f-c.com)
3. Kloroform
Sifat fisis
- Rumus molekul : CHCl3
- Berat molekul : 119,378 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25oC) : 1,48 g/cm3 - Titik didih (1atm) : 334,48 K
- Titik beku (1atm) : 209,78 K
- Kemurnian : 99,9% berat
- Impuritas : CH2Cl2, CCl4
(www.c-f-c.com)
4. Karbon tetraklorida
Sifat fisis
- Rumus molekul : CCl4
- Berat molekul : 153,821 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25oC) : 1,583 g/cm3 - Titik didih (1atm) : 349,94 K
- Titik beku (1atm) : 250,48 K
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
- Impuritas : CHCl3
(www.c-f-c.com)
5. Asam klorida
Sifat fisis
- Rumus molekul : HCl
- Berat molekul : 36,46 g/mol
- Fase : cair
- Densitas (25oC) : 1,189 g/cm3 - Titik didih (1atm) : 321,15 K
- Titik leleh (1atm) : 245,83 K
- Kemurnian : min 35% berat
(www.c-f-c.com)
II.2. Konsep Proses
II.2.1. Dasar Reaksi
Reaksi antara metil klorida dengan klorin merupakan reaksi
seri-multistep dan berlangsung secara eksotermis irreversible.
Reaksinya sebagai berikut :
CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl ... (19) CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl ... (20) CH2Cl2 + Cl2 CHCl3 + HCl ... (21) CHCl3 + Cl2 CCl4 + HCl ... (22) Reaktan dengan perbandingan metana : klorin adalah 1,7 : 1
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
22
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
tersebut klorin akan mengalami disosiasi dan mulai terjadi reaksi
termoklorinasi terhadap metil klorida. Di dalam multi tube plug flow
reactor, suhu dipertahankan pada kisaran 275oC 450oC. Bila reaksi
berlangsung di atas suhu tersebut, maka akan terjadi pirolisis terhadap
klorometana membentuk karbon bebas, sedangkan klorin dan hidrogen
membentuk asam klorida (Mc. Ketta, 1979 ).
II.2.2. Mekanisme Reaksi
Mekanisme reaksi yang terjadi pada proses klorinasi terhadap
metana atau klorometana adalah free-radical substitutions dan terjadi
melalui 3 tahap yaitu inisiasi, propagasi dan terminasi.
Inisiasi
Inisiasi adalah proses menghasilkan spesies radikal. Dalam tahap ini
radikal klorin dengan pemanasan pada suhu tinggi sehingga dapat
memecah ikatan antar atom klorin. Radikal klorin kemudian bereaksi
dengan metil klorida menghasilkan radikal metil klorida.
Cl2 2Cl- ... (23)
Cl- + CH4 HCl + CH3- ... (24) Propagasi
Pada tahap ini radikal metil klorida bereaksi dengan klorin
menghasilkan klorometana dan radikal klorin. Radikal ini kemudian
bereaksi dengan metana dan juga produk klorometana menghasilkan
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
CH3- + Cl2 CH3Cl + Cl- ... (25) Cl- + CH3Cl HCl + CH2Cl- ... (26) CH2Cl- + Cl2 CH2Cl2 + Cl- ... (27) Cl- + CH2Cl2 HCl + CHCl2- ...(28) CHCl2- + Cl2 CHCl3 + Cl- ... (29) Cl- + CHCl3 HCl + CCl3- ... (30) CCl3- + Cl2 CCl4 + Cl- ... (31) Terminasi
Tahap ini terjadi apabila dua radikal bereaksi baik dengan radikal yang
sama ataupun dengan radikal yang berbeda.
Cl- + Cl- Cl2 ... (32) Cl- + CH2Cl- CH2Cl2 ... (33) II.2.3. Kondisi Operasi
Kondisi operasi pada perancangan pabrik metil klorida ini adalah
sebagai berikut :
Tekanan : 3 atm
(Keyes, 1961)
Temperatur reaktan : 300oC
Temperatur reaksi : 275oC -450oC
Cl2 : CH4 : 1 : 1,7 (perbandingan mol) Konversi metana : 36 % mol
Selektivitas metil klorida terhadap metana : 56%
Selektivitas metilen klorida terhadap metana : 35%
Selektivitas kloroform terhadap metana : 8%
Selektivitas karbon tetraklorida terhadap metana : 1%
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
24
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
II.2.4. Tinjauan Kinetika
Reaksi yang terjadi adalah reaksi seri-multistep dan berjalan cepat.
CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl ... (34) CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl ... (35) CH2Cl2 + Cl2 CHCl3 + HCl ... (36) CHCl3 + Cl2 CCl4 + HCl ... (37) Dari figure 15 Mc Ketta, diketahui satuan konstanta kecepatan reaksi
tersebut (detik-1), maka reaksi tersebut mempunyai orde satu. Kecepatan reaksi klorin adalah :
- rk=k1.Ck1 + k2.Ck2 +k3.Ck3+ k4.Ck4 ... (38)
Gambar I.1 Grafik Kecepatan Reaksi Klorinasi Metana
Konstanta kecepatan reaksi masing-masing diketahui dari figure 15
Mc.Ketta dan dapat dibuat persamaan sesuai hukum Arhenius :
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
k2 = 8,853 x 106 exp (-10878/T) , /s ... (40) k3 = 1,776 x 106 exp (-10266/T) , /s ... (41) k4 = 1,211 x 106 exp (-10784/T) , /s ... (42) (Mc. Ketta vol.8, 1979)
II.2.4 Tinjauan Termodinamika
Jika ditinjau dari segi termodinamika, harga f0 masing-masing komponen pada suhu 298 K dapat dilihat pada tabelII.1 sebagai berikut :
... (43)
(Smith, 1987)
Tabel II f0 masing-masing komponen
Komponen Gf0 (kJ/mol)
HCl -95,33
Cl2 0
CH4 -50,87
CH3Cl -62,93
CH2Cl2 -68,91
CHCl3 -68,52
CCl4 -58,28
(Carl L., Yaws, 1999)
CH4 + Cl2 CH3Cl + HCl 0 = -107,39 kJ/mol CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl 0 = -101,31 kJ/mol CH2Cl2 + Cl2 CHCl3 + HCl 0 = -94,94 kJ/mol CHCl3 + Cl2 CCl4 + HCl 0 = -85,09 kJ/mol
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
26
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
K298 = 1,382 x 1068
Suhu reaksi, T = 573,15 K.
... (44)
K = 8,52 x 1034
Harga konstanta kesetimbangan reaksi (K) termasuk besar sehingga
reaksi dianggap berjalan searah / irreversible.
Untuk menentukan apakah reaksi bersifat eksotermis atau endotermis,
f.
Tabel II f0 masing-masing komponen
Komponen f0 (kJ/mol)
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
II.3. Langkah Proses
II.3.1.Diagram Alir Proses
1. Diagram alir kualitatif dapat dilihat pada gambar II.2
2. Diagram alir kuantitatif dapat dilihat pada gambar II.3
p
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
n
.u
n
s.
a
c.
id
d
ig
ilib
.u
n
s.
a
c.
id
c
o
m
m
it
t
o
u
ser
Bab II Deskripsi Proses
p
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
II.3.2.Uraian Proses
Secara umum proses pembuatan metil klorida dengan klorinasi metana
dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
- Penyiapan bahan baku
- Reaksi pembentukan metil klorida
- Pemurnian produk
Penjabaran dan uraian tiap tahap adalah sebagai berikut :
1. Penyiapan bahan baku
a. Metana
Metana dari tangki penyimpan dengan suhu -146,3oC dan tekanan 3 atm dicampur dengan arus atas separator 2 (SP-02)
dengan suhu 7,86 oC sehingga suhunya menjadi 3,63 oC. Setelah itu dipanaskan dalam HE-02 dengan pemanasnya adalah Dowtherm A
keluar HE-01 sehingga suhunya menjadi 300oC sebagai umpan reaktor.
b. Klorin
Klorin dari tangki penyimpan (T-01) pada suhu 30oC dan tekanan 9,2 atm dicampur dengan arus bawah separator
(SP-01) kemudian divalve untuk menurunkan tekanannya menjadi 3
atm. Setelah divalve, klorin akan menguap sebagian. Fase uap dan
cair klorin dipisahkan dalam SP-01, arus atas yang berupa uap
klorin yang bersuhu -5,77oC dipakai untuk mengkondensasi hasil atas MD-01, MD-02, MD-03 di dalam kondensor (CD-01, CD-02,
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
32
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
kemudian dipanaskan dalam HE-01 dengan pemanasnya adalah
Dowtherm A keluar reaktor sehingga suhunya menjadi 300oC
kemudian diumpankan ke reaktor.
2. Reaksi pembentukan metil klorida
Reaksi pembentukan metil klorida dilakukan dalam reaktor
jenis plug flow multi tube. Gas klorin yang sudah aktif direaksikan
dengan gas metana dan recycle dengan perbandingan mol metana :
klorin yaitu 1,7 : 1 dan kecepatan alir tertentu. Suhu di dalam reaktor
akan naik karena reaksi bersifat eksotermis, maka untuk menjaga agar
suhu tidak melebihi 450oC dialirkan pendingin berupa cairan
Dowtherm A. Konversi metana sebesar 36% mol, selektivitas metil
klorida terhadap metana sebesar 56%, selektivitas metilen klorida
sebesar 35%, selektivitas kloroform 8% dan selektivitas karbon
tetraklorida sebesar 1%. Hasil reaksi berupa produk utama metil
klorida dan produk lainnya berupa metilen klorida, kloroform, karbon
tetraklorida dan hidrogen klorida, sedangkan gas klorin habis bereaksi.
Suhu gas keluar reaktor dan pendingin tinggi, maka panas keduanya
dimanfaatkan memanaskan arus lain.
3. Pemurnian produk
Gas produk keluar reaktor digunakan untuk pemanas pada
reboiler (RB-01) sehingga suhu gas keluar reaktor turun dari 418,34oC menjadi 293,76oC. Kemudian campuran gas ini digunakan untuk pemanas lagi pada RB-02 hingga suhu gas keluar reaktor menjadi
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
sehingga suhunya menjadi 136,78oC. Gas produk dari reaktor diturunkan suhunya menjadi 80oC di dalam HE-08 dan didinginkan lagi di dalam HE-04 hingga suhunya menjadi 20,75oC, kemudian dimasukkan ke absorber (AB) untuk dipisahkan HCl-nya. HCl diserap
dengan air dari unit utilitas menjadi asam klorida 35% yang kemudian
disimpan dalam tangki (T-07).
Gas hasil atas absorber masih mengandung sisa HCl sehingga
dialirkan ke neutralizer (N) untuk dihilangkan sisa HCl dengan
menggunakan NaOH dari unit utilitas. NaCl hasil reaksi disimpan
dalam tangki (T-08) dan gas hasil atas menuju separator 2 (SP-02)
untuk memisahkan klorometan dengan metananya. Gas hasil atas
neutralizer dialirkan ke kompresor (C-01) untuk menaikkan
tekanannya dari 3 atm menjadi 17 atm, kemudian didinginkan pada
HE-03 dengan pemanas arus bawah SP-02. Arus atas SP-02 yang
berupa metana dan sedikit klorometana direcycle dengan umpan
metana. Arus bawah SP-02 menuju kolom distilasi untuk memurnikan
metil klorida dari produk klorometana yang lainnya. Kolom destilasi
(MD-01)beroperasi pada tekanan 4 atm bertujuan untuk memisahkan
metil klorida dengan produk klorometana lainnya. Metil klorida keluar
sebagai hasil atas kemudian disimpan dalam tangki penyimpan (T-03)
pada suhu 30oC dan tekanan 6,2 atm. Sedangkan hasil bawah berupa campuran klorometana dimasukkan ke dalam kolom destilasi (MD-02)
berfungsi untuk mengambil produk utama. Pada MD-02 produk atas
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
34
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
(T-04) sedang produk bawah campuran CHCl3 dan CCl4. Hasil bawah tersebut lalu dipisahkan di kolom destilasi (MD-03), sebagai produk
n
Bab II Deskripsi Proses
II.4.1. Neraca Massa Total
Satuan : kg/jam
Tabel II.3 Neraca Massa Total
Komponen Input Output
Arus 4 Arus 5 Arus 9 Arus 12 Arus 11 Arus 14 Arus 17 Arus 19 Arus 21 Arus 22 purge
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
36
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
II.4.2. Neraca Massa Alat
1. Neraca massa di TEE 1
Tabel II.4 Neraca Massa di TEE 1
Komponen Input Output
Arus 1 Arus 2 Arus 3
HCl 243,8768 566,2360 810,1128
Cl2 23719,5291 55052,1450 78771,6741
Total 23963,4059 55618,3810 79581,79
79581,79
2. Neraca massa di TEE 2
Tabel II.5 Neraca Massa di TEE 2
Komponen Input Output
Arus 5 Arus 6 Arus 7
CH4 3423,0591 5663,8592 9086,9184
C2H6 2,4946 82,6952 85,1899
C3H8 2,1890 72,7781 74,9671
CH3Cl 0,0000 333,1457 333,1457
CH2Cl2 0,0000 35,0537 35,0537
CHCl3 0,0000 45,9703 45,9703
Total 3427,7428 6233,5023 9661,2450
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
3. Neraca massa di sekitar reaktor
Tabel II.6 Neraca Massa Reaktor
Komponen Input Output
Arus 4 Arus 7 Arus 8
CH4 0,0000 9086,9182 5834,1643
C2H6 0,0000 85,1899 85,1899
C3H8 0,0000 74,9671 74,9671
Cl2 23719,5291 0,0000 0,0000
CH3Cl 0,0000 333,1457 5749,2424
CH2Cl2 0,0000 35,0537 6048,0892
CHCl3 0,0000 45,9703 1943,5204
CCl4 0,0000 0,0000 1451,7582
HCl 243,8768 0,0000 12437,7193
Total 23963,4059 9661,24 33624,65
33624,65
4. Neraca massa di sekitar absorber
Tabel II.7 Neraca Massa Absorber
Komponen Input Output
Arus 8 Arus 9 Arus 10 Arus 11
CHCl3 1943,5204 0,0000 1943,5204 0,0000
CCl4 1451,7582 0,0000 1451,7582 0,0000
HCl 12437,7193 0,0000 124,3772 12313,3421
H2O 0,0000 22867,6353 0,0000 22867,6353
Total 33624,6508 22867,6353 21311,31 35180,98
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
38
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
5. Neraca massa di sekitar neutralizer
Tabel II.8 Neraca Massa Neutralizer
Komponen Input Output
Arus 10 Arus 12 Arus 13 Arus 14
CHCl3 1943,5204 0,0000 1943,5204 0,0000
CCl4 1451,7582 0,0000 1451,7582 0,0000
HCl 124,3772 0,0000 0,0000 0,0000
6. Neraca massa di sekitar separator 2
Tabel II.9 Neraca Massa Separator 2
Komponen Input Output
Arus 13 Arus 16 Arus 15
CHCl3 1943,520 61,912 1881,608
CCl4 1451,758 28,959 1422,800
Total 21186,93 6539,639 14647,284
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
7. Neraca massa arus purging
Tabel II.10 Neraca Massa Arus Purging
Komponen Input Output
Arus 16 Arus purge Arus 6
CH4 5834,164 170,3046 5663,8592
C2H6 85,182 2,4865 82,6952 8. Neraca massa di sekitar menara distilasi 1
Tabel II.11 Neraca Massa Menara Distilasi 1
Komponen Input Output
Arus 15 Arus 17 Arus 18
CH3Cl 5366,5531 5365,6250 0,9281
CH2Cl2 5976,3228 0,5366 5975,7862
CHCl3 1881,6083 0,0000 1881,6083
CCl4 1422,7995 0,0000 1422,7995
Total 14647,28 5366,1616 9281,1221
14647,28 9. Neraca massa di sekitar menara distilasi 2
Tabel II.12 Neraca Massa Menara Distilasi 2
Komponen Input Output
Arus 18 Arus 19 Arus 20
CH3Cl 0,9281 0,9281 0,0000
CH2Cl2 5975,7862 5975,4557 0,3305
CHCl3 1881,6083 0,5976 1881,0107
CCl4 1422,7995 0,0000 1422,7995
Total 9281,12 5976,9814 3304,1407
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
40
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
10.Neraca massa di sekitar menara distilasi 3
Tabel II.13 Neraca Massa Menara Distilasi 3
Komponen Input Output
Arus 20 Arus 21 Arus 22
CH2Cl2 0,3305 0,3305 0,0000
CHCl3 1881,0107 1879,5880 1,4227
CCl4 1422,7995 1,8815 1420,9180
Total 3304,14 1881,80 1422,34
3304,14
II.4.3. Neraca Panas Total
Satuan : kJ/jam
Tabel II.14 Neraca Panas Total
Komponen Input Output
Q4 5.135.969,0650
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
II.4.4. Neraca Panas Alat
1. Neraca panas di TEE 1
Tabel II.15 Neraca Panas Di TEE 1
Komponen Input Output
Q1 48.178,8138
Q2 406.749,0462
Q3 454.927,8600
Total 454.927,8600 454.927,8600
2. Neraca panas reaktor
Tabel II.16 Neraca Panas Reaktor
Komponen Input Output
Q4 2.044.977.284,1016
Q8 37.585.235,8829
Q reaksi -395,06
Qpendingin -9.276.400
Total 37.585.235,8829 37.585.235,8829
3. Neraca panas absorber
Tabel II.17 Neraca Panas Absorber
Komponen Input Output
Q8 -142.232,7437
Q9 146.652,6371
Q10 161.092,6314
Q11 624.438,9847
Qpelarutan 1.211.900,000
Qpenguapan 430.826,2368
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
42
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
4. Neraca panas neutralizer
Tabel II.18 Neraca Panas Neutralizer
Komponen Input Output
Q10 161.051,5526
Q12 1.479,1955
Q13 153.505,5340
Q14 5.242,9383
Qreaksi 1.215,4000
Q penguapan 4.997,6877
Total 163.746,1600 163.746,1600
5. Neraca panas separator 2
Tabel II.19 Neraca Panas Separator 2
Komponen Input Output
Q13 7.982.793,198
Q15 94.803,836
Q16 69.440,005
Q penguapan 7.818.549,356
Total 7.982.793,198 7.982.793,198
6. Neraca panas menara distilasi 1
Tabel II.20 Neraca Panas Menara Distilasi 1
Komponen Input Output
Q15 6.065,5108
Q17 412,1147
Q18 4.128,8237
Qcondensor 5.057.501,2051
Qreboiler 5.055.976,6327
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
7. Neraca panas menara distilasi 2
Tabel II.21 Neraca Panas Menara Distilasi 2
Komponen Input Output
Q18 216.959,8319
Q19 53.901,7964
Q20 111.097,1534
Qcondensor 11.751.202,9141
Qreboiler 11.699.242,0320
Total 11.916.201,8639 11.916.201,8639
8. Neraca panas menara distilasi 3
Tabel II.22 Neraca Panas Menara Distilasi 3
Komponen Input Output
Q20 858.975,8319
Q21 507.005,9000
Q22 145.918,2775
Qcondensor 3.431.321,6891
Qreboiler 3.225.270,0348
Total 4.084.245,8666 4.084.245,8666
9. Neraca panas separator 1
Tabel II.23 Neraca Panas Separator 1
Komponen Input Output
Q2 5.573.733,7048
Q3 5.166.984,6253
Q4 406.749,0795
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
44
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
II.5. Tata Letak Pabrik dan Peralatan
II.5.1. Tata Letak Pabrik
Tata letak pabrik merupakan tempat kedudukan keseluruhan bagian
yang ada dalam pabrik meliputi tempat perkantoran (office), tempat
peralatan proses, tempat penyimpanan bahan baku dan produk, tempat unit
pendukungdan tambahan-tambahan yang lain yang dirancang terutama
untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proses produksi. Beberapa
tujuan dari pengaturan tata letak pabrik antara lain : penghematan waktu
transportasi bahan baku, produk, alat maupun karyawan dalam areal
pabrik, sehingga waktu proses produksi dapat optimal. Tujuan lainnya,
memanfaatkan areal pabrik secara efektif dan efisien sehingga diharapkan
tidak ada area kosong yang dibiarkan begitu saja dan dapat menghemat
lahan yang berarti pula dapat menghemat biaya investasi dan pajak,
pencegahan kecelakaan kerja, serta tujuan-tujuan lain.
Pada prarancangan pabrik ini, tata letak dari pabrik dapat dilihat pada
Gambar II.4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan tata letak
pabrik adalah :
1. Perluasan pabrik dan kemungkinan penambahan bangunan
Perluasan pabrik ini harus sudah masuk dalam perhitungan sejak awal,
supaya masalah kebutuhan tempat tidak timbul di masa yang akan datang.
Sejumlah area khusus harus disiapkan untuk dipakai sebagai perluasan
pabrik, penambahan peralatan untuk menambah kapasitas pabrik ataupun
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
2. Keamanan
Keamanan terhadap kemungkinan adanya bahaya kebakaran, ledakan,
asap atau gas beracun harus benar-benar diperhatikan di dalam penentuan
tata letak pabrik. Untuk itu diperlukan peralatan-peralatan pemadam
kebakaran di sekitar lokasi berbahaya tadi. Tangki penyimpan produk atau
unit-unit yang mudah meledak harus diletakkan di areal khusus serta perlu
adanya jarak antara bangunan satu dengan bangunan yang lain.
3. Utilitas
Pemasangan dan distribusi yang baik dari gas, udara, steam, dan listrik
akan membantu kemudahan kerja dan perawatannya. Penempatan alat
proses sedemikian rupa sehingga petugas dapat dengan mudah
mencapainya dan dapat menjamin kelancaran operasi serta memudahkan
p
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
commit to user
Bab II Deskripsi Proses
II.5.2. Tata Letak Peralatan
Tata letak alat proses merupakan tempat kedudukan alat-alat yang
digunakan dalam proses produksi. Tata letak peralatan proses pada prarancangan
pabrik ini dapat dilihat pada Gambar II.5. Tata letak alat-alat proses harus
dirancang sedemikian rupa sehingga :
1. Kelancaran proses produksi dapat terjamin.
2. Dapat mengefektifkan penggunaan lahan.
3. Biaya penanganan material menjadi rendah dan menyebabkan terhindarnya
kapital yang tidak penting. Jika lay out peralatan proses dan urut-urutan
proses produksi lancar, maka perusahan tidak perlu membeli alat
transportasi yang menambah biaya investasi.
4. Karyawan mendapatkan kepuasan kerja. Jika karyawan mendapatkan
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
48
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab II Deskripsi Proses
T-03
commit to user
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
49 BAB III
SPESIFIKASI PERALATAN PROSES
III.1. Tangki Penyimpanan Bahan Baku
Tabel III.1 Spesifikasi Tangki Penyimpanan Bahan Baku
Spesifikasi Alat T-01 T-02
Fungsi Menyimpan klorin cair
selama 30 hari
Menyimpan metana selama 7
hari
Tipe Tangki bola (spherical tank) Tangki bola (spherical tank)
Jumlah 3 buah 1 buah
Suhu 300C -146,270C
Tekanan 9,18 atm 3 atm
Kapasitas 47586,80 ft3 (4179,19m3)
60283,07 ft3 (1722,31m3)
Diameter 687,45 in (17,46 m) 585,61 in (14,87m)
Tebal 0,67 in (0,02 m) 1 in (0,03m)
Tebal isolasi - 20,3 in (0,52 m)
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
50
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
III.2. Tangki Penyimpanan Produk
Tabel III.2 Spesifikasi Tangki Penyimpanan Produk
Spesifikasi
Alat T-03 T-04
Fungsi menyimpan metil klorida cair selama 30 hari
menyimpan metilen klorida cair selama 30 hari
Tipe Tangki bola (spherical tank) silinder tegak, flat bottom, conical roof
commit to user
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Spesifikasi
Alat T-05 T-06
Fungsi menyimpan kloroform cair selama 30 hari
menyimpan karbon tetraklorida cair selama 30 hari
Tipe silinder tegak, flat bottom,
conical roof
silinder tegak, flat bottom,
conical roof
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
52
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Spesifikasi
Alat T-07 T-08
Fungsi menyimpan asam klorida cair selama 30 hari
Menyimpan natrium klorida selama 30 hari
Tipe silinder tegak, flat bottom,
conical roof
Silinder tegak, flat bottom,
conical roof
commit to user
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
III.3. Reaktor
Tabel III.3 Spesifikasi Reaktor
Spesifikasi Alat R
Fungsi Mereaksikan klorin dengan metana untuk
membentuk klorometana
Tipe Non adiabatis non isotermal multitube plugflow
reactor
Design 1-1 Shell and Tube
Jumlah 1 buah
Suhu 300 4500C
Tekanan 3 atm
Waktu tinggal 0,3528 detik
Panjang 6 m
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
54
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
III.4. Absorber
Tabel III.4 Spesifikasi Absorber
Spesifikasi Alat AB
Fungsi Menyerap HCl dari gas produk reaktor
Tipe Menara bahan isian dengan bentuk shell silinder tegak, top
& bottom torispherical head
Suhu 20,750C 55,850C
Tekanan 3 atm
Diameter 1,82 m
Tinggi menara 15,08 m
Tinggi packing 8,39 m
Tebal shell 0,38 in (0,95cm)
Tebal head 0,5 in (1,27cm)
Jenis packing Ceramic raschig rings
Diameter packing 2 in
commit to user
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
III.5. Neutralizer
Tabel III.5 Spesifikasi Neutralizer
Spesifikasi Alat N
Fungsi Menghilangkan sisa HCl dengan mereaksikan dengan NaOH
Tipe Menara bahan isian dengan bentuk shell silinder tegak, top
& bottom torispherical head
Suhu 31,5 0C 31,59 0C
Tekanan 3 atm
Diameter 1,35 m
Tinggi menara 12,25 m
Tinggi packing 7,53 m
Tebal shell 0,25 in (0,63cm)
Tebal head 0,25 in (0,63cm)
Jenis packing Ceramic raschig rings
Diameter packing 2 in
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit to user
56
Prarancangan Pabrik Metil Klorida dari Metana dan Klorin dengan Proses Thermal Chlorination
Kapasitas 42.500 Ton/Tahun
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
III.6. Separator
Tabel III.6 Spesifikasi Separator 1
Spesifikasi Alat SP-01
Fungsi
Memisahkan fase uap dan cair klorin untuk umpan
reaktor
Tipe Drum horizontal,
torispherical head
Suhu -5,64 0C
Tekanan 3 atm
Kapasitas 17,02 m3
Diameter shell 2,03 m
Panjangshell 7,23 m
Tebal shell 0,0048 m
Tebal head 0,0048 m
Tinggi head 0,0095 m
Tebal isolasi 0,1633 m