SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN BERBASIS DESKTOP
PADA USAHA KONVEKSI WARHOLE CONVECTION
Kelas: 13-S1TI-05
disusun oleh:Andrean Nurdiansyah (13.11.7063) Bayu Trisna Pratama (13.11.7056)
Juliana Patricia (13.11.7102) Khafif Yasir Al-Fuady (13.11.7057) Lalu Mohammad Afif Farhan (13.11.7108)
Paundra Hardantio (13.11.7055) Sunu Yogiswara (13.11.7106)
Wahyudi (13.11.7069)
Widha Anggi Prasetyo (13.11.7044) Yasin Badarudin Yusuf (13.11.7066)
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
KATA PENGANTAR
Puji dan rasa syukur mendalam penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya maka laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada baginda Nabi Agung Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikut pengikut beliau hingga yaumil akhir nanti. Amin.
Selanjutnya, penulis juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan yang telah diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan laporan ini hingga selesai. Secara khusus rasa terimakasih tersebut kami sampaikan kepada:
1. Ibu Emigawaty, M. Kom selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan dorongan dalam penyusunan laporan ini.
2. Seluruh rekan rekan yang senantiasa mendukung dengan do’a.
Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, baik dari segi materi meupun penyajiannya. Untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan dalam penyempurnaan tugas akhir ini.
Terakhir penulis berharap, semoga laporan ini dapat memberikan hal yang bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca dan khususnya bagi penulis juga.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... 1
DAFTAR ISI... 2
I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH... 3
1.2 RUMUSAN MASALAH... 4
1.3 BATASAN MASALAH... 4
1.4 MAKSUD DAN TUJUAN... 5
1.5 MANFAAT... 5
II LANDASAN TEORI 2.1 DIAGRAM TINJAUAN TEORI DAN KONTRIBUSI PENELITIAN... 6
2.2 TINJAUAN STUDI... 7
2.3 TINJAUAN PUSTAKA... 7
2.4 KERANGKA BERFIKIR... 13
III METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENGUMPULAN DATA... 14
3.2 INSTRUMEN PENELITIAN... 15
3.3 METODE PENGEMBANGAN SISTEM... 17
3.4 METODE ANALISA DATA... 19
IV DESAIN SISTEM 4.1 DESAIN TAMPILAN MASUKAN... 21
4.2 DESAIN PROSES... 23
4.3 DESAIN TAMPILAN KELUARAN... 24
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Usaha konveksi Warhole Convection adalah usaha yang sedang naik daun saat ini. Banyaknya kebutuhan masyarakat akan pakaian membuat usaha konveksi ini berkembang dengan sangat pesat. Banyaknya permintaan pembuatan pakaian ini juga akan membuat banyaknya pekerja yang dipekerjakan dalam badan usaha konveksi Warhole Convection ini. Oleh karena itu dibutuhkan adanya sebuah sistem yang dapat mengatur proses penggajian dalam sistem administrasi usaha konveksi Warhole Convection.
Selama ini proses pencatatan penggajian dalam usaha konveksi Warhole Convection masih menggunakan cara manual yaitu dengan menggunakan buku. Penggunaan buku ini sangat tidak efisien dan rentan mengalami kesalahan. Hal ini dikarenakan mekanisme pencatatan dan penghitungan yang digunakan masih manual menggunakan alat bantu seperti kalkulator dan alat hitung lainnya, sehingga tingkat kesalahannya akan sangat tinggi. Selain itu, pencatatan gaji menggunakan buku ini memiliki beberapa kendala antara lain:
1. Rawan terjadi kesalahan pencatatan.
2. Sering terjadi masalah pada kevalidan data.
3. Data dalam buku bisa mengalami kerusakan setelah disimpan dalam waktu yang lama.
4. Data dalam buku bisa diubah oleh siapapun tanpa adanya fungsi pengamanan.
5. Koreksi kesalahan dalam buku sulit untuk dilakukan.
6. Proses penghitungan memakan waktu dan dapat menyebabkan keterlambatan dalam penggajian.
beberapa keuntungan lain yang bisa diperoleh jika kita menggunakan sistem informasi berbasis desktop:
1. Meminimalisir kesalahan dengan melakukan beberapa tindakan pengecekan data sebelum diinputkan.
2. Mempercepat perhitungan.
3. Mempercepat pembukuan dan pembuatan laporan.
4. Dapat dilengkapi dengan fungsi otentikasi, sehingga dapat menjamin keamanan data.
5. Kesalahan dapat dikoreksi dengan mudah. 6. dll.
Walaupun sangat mempermudah dan aman, namun pada kenyataannya saat ini penggunaan sistem informasi desktop untuk penggajian dalam usaha konveksi ini masih belum dilakukan. Padahal untuk pengimplementasian dan penggunanya sangat mudah untuk dilakukan dan tidak terlalu mahal jika dilihat dari sisi kebergunaannya.
Oleh karena itu, dengan adanya sistem informasi penggajian dalam usaha konveksi Warhole Convection ini, diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan dan mempercepat proses penggajian dalam badan usaha ini.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimana membangun sistem informasi penggajian berbasis desktop dalam usaha konveksi Warhole Convection.
1.3 Batasan Masalah
Beberapa batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
2. Sistem penggajian dalam konveksi meliputi hal hal berikut: a. Absensi.
b. Perhitungan gaji bulanan. c. Perhitungan bonus. d. Percetakan laporan.
3. Laporan yang akan dihasilkan oleh aplikasi ini adalah sebagai berikut: a. Laporan absensi.
b. Laporan gaji bulanan dan bonus.
4. Sistem operasi yang akan digunakan adalah Windows 7 64 bit.
5. Usaha konveksi yang digunakan dalam penelitian adalah usaha konveksi yang berdiri sendiri dan tidak bekerja sama dengan perusahan lain dalam hal penggajian dan penugasan karyawan.
6. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Java. 7. Database yang digunakan adalah MySQL.
8. Pembangunan sistem informasi ini hanya sampai pada tahap implementasi.
1.4 Maksud dan Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka diperoleh tujuan yaitu membangun sistem informasi penggajian berbasis desktop pada usaha konveksi Warhole Convection.
1.5 Manfaat
Jika penelitian ini berhasil maka akan dihasilkan sistem informasi penggajian berbasis desktop pada usaha konveksi Warhole Convection yang memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Mempercepat proses perhitungan penggajian dalam usaha konveksi ini. 2. Meningkatkan keamanan data pada sistem penggajian.
3. Mempermudah percetakan laporan penggajian.
II LANDASAN TEORI
2.1 Diagram Tinjauan Teori Dan Kontribusi Penelitian
2.2 Tinjauan Studi
Kajian penelitian sebelumnya:
a. (Yulia, Liliana, Tjoa Freddy, 2009) dengan judul paper “PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DAN LAPORAN SPT TAHUNAN UNTUK KARYAWAN DI PERUSAHAAN KONVEKSI CV.
”X””. Dalam penelitian ini perancangan sistem penggajian dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi. Gui dirancang dengan menggunakan tools dari Delphi dan database yang digunakan adalah database relasional MySQL. Kekurangan pada penelitian ini adalah sistem yang dihasilkan kurang memiliki tampilan yang mudah digunakan (user friendly), sehingga terkesan rumit untuk digunakan. Padahal tujuan awal dari penelitian adalah untuk mempercepat proses penggajian, baik itu pada proses perhitungan maupun pada proses penginputan data. Dengan tampilan yang kurang user friendly justru akan memperlambat proses penginputan data. Selain itu pada penelitian ini tidak terdapat adanya integrasi antara sistem penggajian dan absensi. Hal ini akan menyebabkan sistem informasi yang dihasilkan menjadi tidak valid, karena pada kenyataanya jumlah kehadiran akan mempengaruhi jumlah gaji.
b. (Meita Riestiana, Sukadi, 2014) dengan judul paper “Sistem Informasi Penggajian Karyawan pada Commenditaire Vennontschap (CV) RGL Bordir dan Konveksi Pacitan”. Dalam penelitian ini perancangan sistem penggajian dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dan database MySQL. Kekurangan penelitian ini adalah tidak adanya sistem absensi pada sistem yang dihasilkan, sehingga untuk penghitungan gaji belum tergantung pada jumlah kehadiran karyawannya. Hal ini akan membuat kesulitan pada proses penggajiannya karena pada kenyataanya jumlah gaji juga didasari pada jumlah kehadiran. Ditambah lagi belum adanya perhitungan bonus pada gaji karyawan yang sering kali diberikan oleh para pengusaha konveksi.
Menurut Mc Leod (1995) definisi sistem adalah “sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”. Sumber daya mengalir dari elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan dengan baik maka dihubungkan dengan mekanisme control.[ CITATION AlF07 \l 1033 ]
Sementara itu menurut Scott (1996) “Sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input), pengolahan (Processing), serta keluaran (output)” pada permasalahan ini dapat dilihat elemen-elemen yang menyusun sistem, sebagai berikut :
a. Batasan (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainya atau dengan lingkungan luarnya.
b. Masukan (Input)
Merupakan sumberdaya yang dimasukkan kedalam sistem. c. Keluaran (Output)
Merupakan hasil olah sumber daya yang berupa produk dan dapat berguna.
d. Komponen (Component)
Merupakan unsur-unsur yang saling berinteraksi dan berkaitan untuk membentuk satu kesatuan.
e. Lingkungan Luar (Environment)
Merupakan segala sesuatu yang berada di luar batas sistem yang akan mempengaruhi operasi sistem.
f. Penghubung (Interface)
Merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sub sistem lainnya yang saling berinteraksi
g. Pengolahan Sistem (Proses)
Merupakan bagian dari pengolahan masukan di ubah menjadi keluaran h. Sasaran (Goal)
Merupakan tujuan yang akan di capai sistem.
Informasi adalah sekumpulan data yang di proses sebagai tambahan pengetahuan untuk membantu pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Menurut John Burch dan Gary Grudnitsky informasi yang berkualitas harus mempunyai tiga pilar utama, yaitu :
a. Akurat
Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan, akurat berarti harus juga jelas mencerminkan maksutnya.
b. Tepat Pada Waktunya
Berarti informasi yang datang pada pemerima tidak boleh terlambat, informasi yang sudah using tidak mempunyai nilai lagi, karena relevansi informasi untuk tiap-tiap orang berbeda tergantung kebutuhan orang tersebut.
Selain informasi harus mempunyai kualitas, informasi juga memiliki siklus hidup. Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat berceritera banyak, sehingga perlu di olah lebih lanjut. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses tertentu. Selanjutnya penerima informasi membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain, yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut ditangkap sebagai input, di proses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus. Siklus ini oleh John Burch di sebut dengan siklus informasi (information cycle). Siklus ini disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycle).
3. Konsep Dasar Sistem Informasi
Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe, defenisi sistem informasi adalah “Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat managerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi, menyediakan kepada pihak luar akan laporan-lapporan yang diperlukan”. [ CITATION Jog01 \l 1033 ]
b. Komponen Sistem Informasi
Dalam perkembangan sistem informasi, menurut John Burch dan Gary Grudnitski (1986) bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building block) yang saling berinteraksi untuk mencapai sasaran tertentu. Adapun komponen blok bangunan sebagai berikut :
1. Blok Masukan
Merupakan input yang mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. Blok Model
Merupakan blok yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model aritmatika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran
Merupakan produk dari sistem informasi. Hendaknya keluaran adalah informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 4. Blok Teknologi
Merupakan kotak alat untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan serta mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi data atau informasi. 6. Blok Kendali
Merupakan bagian yang diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal – hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
4. Sistem Informasi Akuntansi Penggajian
1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Penggajian
Sistem informasi akuntansi penggajian merupakan bagian dari sistem akuntansi yang disusun untuk transaksi dalam penghitungan gaji dan upah karyawan. Dalam pelaksanaan sistem penggajian ditiap –tiap perusahaan tidak selalu sama. Hal tersebut tergantung dari kondisi perusahaan. Sistem akuntansi penggajian memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: informasi yang diperlukan oleh manajemen, dokumen yang digunakan, fungsi yang terkait, jaringan prosedur yang membentuk sistem, serta sistem pengendalian intern perusaahaan.
2. Tujuan Pengembangan Sistem Infomasi Penggajian
Menurut Mulyadi (2001) tujuan pengembangan sistem informasi akuntansi penggajian adalah:
1. Untuk menyediakan informasi penggajian bagi perusahaan.
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun struktur informasi.
5. Perangkat Lunak yang Digunakan
1. MySQL
MySQL merupakan software sistem menajemen database (Database Management Sistem-DBMS) yang sangat popular di kalangan pemrograman web, terutama di lingkungan Linux dengan menggunakan script PHP dan Perl. Software database ini kini telah tersedia juga pada platform sistem operasi Windows (98/ME ataupun NT/2000/XP). Database MySQL tersedia secara bebas cuma-cuma dan boleh digunakan oleh setiap orang, dengan lisensi open source GNU General Public License (GPL) atau pun lisensi komersial non GPL. [ CITATION Sid05 \ l 1033 ]
2. Definisi dan Sejarah Java
2.4 Kerangka Pemikiran
Diagram 2.2 – Kerangka Pemikiran
Adapun penjelasan dari kerangka berfikir diatas adalah sebagai berikut:
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan, batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dari user sistem. Persyaratan ini kemudian di definisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem.
2. Perancangan sistem dan perangkat lunak.
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menetukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deksripsi abstrak sistem perangkat lunak yang mendasar dan hubungan-hubungannya.
3. Implementasi dan pengujian unit.
III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan langkah awal dalam metode pengumpulan data. Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Studi pustaka dilakukan pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya atau dari sumber sumber informasi lainnya. Dari studi pustaka inilah diperoleh landasan teori dan dasar dasar pengambilan keputusan untuk pengumpulan data selanjutnya. Maka dapat dikatakan bahwa studi pustaka dapat memengaruhi kredibilitas hasil penelitian yang dilakukan.
2. Observasi
Observasi merupakan langkah kedua dalam melakukan pengumpulan data setelah penulis melakukan studi pustaka. Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan tentang keadaan yang ada di lapangan. Dengan melakukan observasi, penulis menjadi lebih memahami tentang subyek dan obyek yang sedang diteliti. Maka dari itu penulis akan melakukan observasi pada usaha konveksi “Warhole Convection”.
3. Interview
dengan cara bertatap muka secara langsung antara pewawancara dengan informan. Wawancara dilakukan jika data yang diperoleh melalui observasi kurang mendalam. Dalam hal ini, penulis akan melakukan interview kepada pemilik, bagian keuangan, dan karyawan dari usaha konveksi “Warhole Convection”.
3.2 Instrumen Penelitian 1. Instrumen Observasi
Tempat : Usaha konveksi “Warhole Convection”
Waktu :
Responden :
1. Buku Penggajian 2. Buku Absensi
3. Petunjuk Ketentuan Waktu Masuk Karyawan 4. Jadwal Tugas Karyawan
5. Form Pegawai Baru
6. Petunjuk Ketentuan Jumlah Gaji
7. Petunjuk Ketentuan Bonus dan Jumlah Bonus 8. Form Penggajian
2. Instrumen Interview
Tempat : Usaha konveksi “Warhole Convection”
Waktu :
Responden : a. Untuk Pemilik
1. Bagaimana sistem penggajian yang ada selama ini? 2. Apakah sistem tersebut berjalan dengan lancar?
3. Kendala apa saja yang dialami ketika menggunakan sistem
6. Menurut anda apa saja yang harus ada untuk sistem yang baru? b. Untuk Bagian Keuangan
1. Bagaimana sistem penggajian yang ada selama ini?
2. Kendala apa saja yang dialami ketika menggunakan sistem tersebut?
3. Di bagian mana kesulitan dan kendala sistem tersebut sering terjadi?
4. Seberapa besar tingkat kesalahan sistem tersebut?
5. Seberapa besar kerugian yang dihasilkan dari kesalahan sistem tersebut?
6. Berapa waktu yang biasanya dibutuhkan untuk merekap absensi untuk mendapatkan perhitungan gaji dan bonus?
7. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk merekap data untuk pembuatan laporan?
8. Seberapa besar tingkat kesalahan yang sering terjadi dalam proses hitung dan rekap tersebut?
1. Bagaimana sistem penggajian yang ada selama ini?
2. Menurut anda seberapa besar tingkat kesulitan dalam mengurus dan mendapatkan gaji anda?
3. Apakah sering terjadi pembayaran gaji yang lewat dari waktunya? Jika iya, seberapa sering?
4. Apakah pernah terjadi kesalahan perhitungan? Jika iya, seberapa sering hal tersebut terjadi?
5. Menurut anda apa saja yang harus ada untuk sistem yang baru?
3.3 Metode Pengembangan Sistem
Menurut Jogiyanto, metode pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi. [ CITATION Jog01 \l 1033 ]
Metode yang digunakan oleh penulis dalam melakukan pembuatan sistem informasi penggajian berbasis desktop pada usaha konveksi Warhole Convection ini adalah metode pengembangan sistem dengan model Waterfall. Metode pengembangan sistem model Waterfall adalah metode yang dalam mengembangkan sistem menggunakan urutan yang dimulai dari analisis dan definisi persyaratan, lalu dilanjutkan dengan perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, dan yang terakhir adalah integrasi dan pengujian sistem. Namun dalam penelitian ini, sesuai dengan batasan masalah yang telah dibuat sebelumnya, pengembangan sistem informasi penggajian ini hanya akan sampai pada tahap implementasi.
Adapun tahapan tahapan dalam pengembangan sistem informasi ini yang mengadopsi model pengembangan Waterfall adalah sebagai berikut:
1. Analisis dan Definisi Persyaratan
sistem dirumuskan. Tujuan utama dari tahapan analisis ini adalah untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan dan persyaratan proses dari sistem baru. Ada enam aktifitas utama dalam tahapan ini yaitu: pengumpulan informasi, mendefinisikan kebutuhan sistem, memproritaskan kebutuhan, menyusun dan mengevaluasi alternatif dan mengulas kebutuhan dengan pihak pemilik usaha konveksi.
2. Desain (Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak)
Tahapan desain adalah tahapan mengubah kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil. Pada tahapan ini dilakukan dua aktifitas yaitu:
a. Perancangan Sistem, yaitu aktifitas dimana semua fitur-fitur fungsional dari sistem dipilih dari tahapan analisis. Hasil dari aktifitas ini yaitu deskripsi fungsional sistem mengenai data dan proses yang terjadi dalam sistem yang baru dan deskripsi yang detail dari spesifikasi sistem yang meliputi: Input (data apa saja yang menjadi input), Output (informasi apa saja yang menjadi output), dan Proses (prosedur apa saja yang harus dieksekusi untuk mengubah input menjadi output). Tahap ini akan menghasilkan beberapa dokumen seperti dokumen model data, dokumen model proses, rancangan tabel sampai hierarki antar modul.
b. Perancangan Perangkat Lunak, yaitu aktifitas dimana bentuk rancangan perangkat lunak yang akan dibuat dirumuskan. Aktifitas utama yang dilakukan pada tahapan ini adalah perancangan tampilan antar muka untuk pengguna.
3. Implementasi dan Pengujian Unit
sistem yaitu pengujian dimana sistem yang telah dihasilkan harus mampu berjalan dan digunakan dengan sebagaimana mestinya tanpa adanya error yang fatal baik itu dari segi sintaks maupun logika. Sedangkan pengujian dari sisi klien atau pengguna yaitu sistem yang dihasilkan harus mudah dijalankan dan dipahami oleh klien yang merupakan pengguna akhir dari sistem.
Begitu pula dengan analisa data yang dilakukan, analisa data dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah analisis data untuk data yang bersifat kualitatif. Langkah langkah yang dilakukan dalam analisa data kualitatif adalah sebagai berikut:
1. Proses Kategorisasi
Yaitu proses menyusun kembali catatan dari hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan sebelumnya menjadi bentuk yang lebih sistematis. Jawaban jawaban yang telah didapatkan akan dikategorikan secara sistematis. Penggunaan data yang sering muncul adalah salah satu cara yang paling mudah dalam melakukan kategorisasi ini. Setelah dikategorikan maka selanjutnya diteliti kembali apakah anggota kategori tersebut telah masuk ke dalam kategori yang benar. Jika ternyata terdapat anggota yang berbeda dari yang lain, maka harus dimasukkan ke dalam kategori lain yang sesuai atau jika tidak ada maka perlu dibuatkan kategori baru.
2. Proses Prioritas
melakukan interpretasi. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk menentukan prioritas kategori adalah: kategori yang paling sering muncul, dianggap sebagai yang paling dipercaya, merupakan hal yang unik atau memiliki ciri khas tersendiri, membuka peluang adanya kemungkinan penyelidikan lebih lanjut, atau kategori yang berharga atau bersifat material.
3. Proses Penentuan Kelengkapan
IV DESAIN SISTEM
4.1 Desain Tampilan Masukan Tampilan login:
Gambar 4.1 – Tampilan Login
Pada tampilan login diatas pegawai Bag. Keuangan melakukan login agar dapat masuk ke dalam sistem informasi ini.
Gambar 4.2 – Tampilan Inputan Pegawai Baru
Melalui form diatas, pegawai Bag. Keuangan memasukkan data data pegawai baru.
Tampilan absensi pegawai:
Gambar 4.3 – Tampilan Absensi Pegawai
Pembayaran Gaji Pegawai:
Gambar 4.4 – Tampilan Pembayaran Gaji Pegawai
Gambar diatas menunjukkan tampilan ketika bagian keuangan melakukan pembayaran gaji pegawai. Disitu akan dicatat NIP, nama pegawai, berapa gaji pokok dan bonusnya, total, serta kapan gaji tersebut dibayarkan.
4.2 Desain Proses
Gambar 4.5 – Context Diagram Sistem Informasi Penggajian Warhole Convection
Keterangan context diagram diatas adalah sebagai berikut:
1. Karyawan memberikan biodata kepada Sistem Informasi. Karyawan juga melakukan absensi setiap hari yang datanya masuk ke sistem. Dari sistem karyawan akan mendapatkan slip gaji.
2. Bag. Keuangan akan memberikan rincian dan daftar gaji sesuai dengan jabatan/tugasnya dan akan menerima laporan gaji dari sistem.
3. Pimpinan akan menerima laporan gaji dan laporan karyawan dari sistem. 4.3 Desain Tampilan Keluaran
Gambar 4.6 – Tampilan Laporan Gaji Pegawai
Gambar diatas adalah tampilan untuk pencetakan laporan. Laporan bisa dicetak berdasarkan periode bulan dan tahun tertentu.
Tampilan laporan absensi pegawai:
Gambar 4.7 – Tampilan Laporan Absensi Pegawai
Gambar diatas adalah tampilan untuk pencetakan laporan absensi pegawai. Laporan bisa dicetak berdasarkan periode bulan dan tahun tertentu.
1. Al-Fatta, Hanif. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta : Andi Offstt 2007.
2. Jogiyanto, HM. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi Offstt 2001.
3. Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Penggajian dan Laporan SPT Tahunan untuk Karyawan di Perusahaan Konveksi CV. "X". Yulia, Liliana and Freddy, Tjoa. 2009.
4. Sistem Informasi Penggajian Karyawan pada Commenditaire Vennontschap (CV) RGL Bordir dan Konveksi Pacitan. Reistiana, Meita and Sukadi. 2014.
5. Sidik, Betha. MySQL untuk Pengguna, Administrator, dan Pengembang Aplikasi Web. Bandung : Informatikat 2005.