LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL Lingkungan Poli

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

TUGAS MID

LINGKUNGAN BISNIS GLOBAL

Lingkungan Politik dan Hukum dalam Bisnis Global

Kajian Teori Jurnal

PENERAPAN

E-COMMERCE

DALAM MENINGKATKAN DAYA

SAING USAHA

UNIKA OKTAVIANI DAMAU

C 202 16 054

MAGISTER MANAJEMEN PASCASARJANA

UNIVERSITAS TADULAKO

(2)

Pendahuluan

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Sebut saja perkembangan telepon atau telepon seluler dan internet, keberadaannya memberikan pengaruh bagi berbagai aspek kehidupan. Baik kehidupan secara individu, sosial maupun yang terkait dengan dunia usaha atau bisnis. Selain mempermudah dan mempercepat proses komunikasi dan informasi, teknologi informasi juga dimanfaatkan dalam kegiatan usaha atau bisnis. Banyak alat komunikasi dan informasi yang digunakan dalam kegiatan dunia usaha, seperti penggunaan telepon, fax, sms, email, website dan lain-lain. Sehingga muncullah istilah “e-commerce”. E-commerce (electronic E-commerce) adalah proses transaksi jual beli dengan menggunakan alat elektronik, seperti telepon dan internet.

Pertumbuhan E-commerce sebagai strategi bisnis sangat pesat, karena besarnya kontribusi E-commerce untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan memungkinkan untuk meningkatkan daya saing dalam persaingan bisnis yang semakin banyak menggunakan teknologi komputer. Hal ini dapat diperoleh jika E-commerce yang diterapkan dapat meningkatkan pelayanan, hubungan, dan keuntungan (Jr, Mcleod dan Schell, 2007). Sisi pandang inilah yang sering dijadikan acuan oleh banyak perusahaan dalam menerapkan E-commerce untuk kegiatan bisnisnya, dan kurang berfokus pada proses perencanaan menuju E-commerce. Sehingga yang didapat bukan kontribusi manfaat justru beban biaya dan beban operasional.

(3)
(4)

Tinjauan Pustaka

 Shim et al. (2000) dalam Suyanto (2003) mendefinisikan e-commerce (electronic

commerce) sebagai konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual-beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet.

 Menurut Turban dkk (2008) e-commerce merupakan jual beli atau pertukaran produk,

jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet.

E-commerce setidaknya memberikan enam buah dampak positif bagi operasi bisnis suatu

perusahaan (Yau, 2002). Keenam dampak tersebut yaitu: meningkatkan efisiensi, penghematan biaya, memperbaiki kontrol terhadap barang, memperbaiki rantai distribusi, membantu perusahaan menjaga hubungan yang lebih baik terhadap pelanggan dan membantu perusahaan dalam menjaga hubungan yang lebih baik terhadap pemasok.

 Adapun kendala yang dihadapi, dan merupakan sebuah tantangan bagi kita sekarang ini

adalah mengenai sekuritas dan metode pembayaran (Youssef dan Soliman, 2003).

 Menurut Burges, et al, 2003 ada beberapa faktor yang mendorong perusahaan dalam

memanfaatkan e-commerce: (1) penggunaan komputer dan teknologi informasi oleh sebuah perusahaan (2) penerapan e-commerce saat ini, dan rencana di masa yang akan datang (3) kendala dalam penggunaan e-commerce (4) keahlian dari staff teknologi informasi pada sebuah perusahaan.

 Pertumbuhan E-commerce sebagai strategi bisnis sangat pesat, karena besarnya

kontribusi E-commerce untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan memungkinkan untuk meningkatkan daya saing dalam persaingan bisnis yang semakin banyak menggunakan teknologi komputer. Hal ini dapat diperoleh jika E-commerce yang diterapkan dapat meningkatkan pelayanan, hubungan, dan keuntungan (Jr, Mcleod dan Schell, 2007).

E-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan,

pengiriman, pelayanan, dan pembayaran untuk berbagai produk dan jasa yang diperjualbelikan dalam pasar global berjaringan para pelanggan dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis seluruh dunia (O’Brien dan Marakas, 2009).

E-commerce juga meliputi aktivitas yang mendukung transaksi pasar, seperti iklan,

pemasaran, layanan pelanggan, pengiriman barang pesanan, dan pembayaran (Laudon dan Laudon, 2005).

 Sedangkan pendefinisian dalam arti yang luas menggunakan istilah E-business sebagai

(5)

pelanggan, kolaborasi dengan rekan bisnis, mendukung E-learning, dan mendukung transaksi secara elektronik di dalam perusahaan (Turban dkk, 2005).

 Berarti E-business meliputi Ecommerce dan juga proses manajemen internal perusahaan

dan untuk koordinasi dengan para pemasok dan mitra bisnis lain (Laudon dan Laudon, 2005).

 Bentuk perdagangan yang akan mendominasi nantinya adalah bentuk perdagangan

secara elektronik atau e-commerce (Zuhal Abdulqadir, 1999 dalam Yun, 1999).

 Purbo dan Wahyudi (2001) mengatakan bahwa perusahaan yang menggunakan

e-commerce akan mendapatkan keuntungan-keuntungan, yaitu (1) terbukanya aliran pendapatan baru (revenue stream) yang lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistim transaksi tradisional, (2) meningkatkan market exposure, (3) menurunkan biaya operasional (operating cost), (4) melebarkan jangkauan (global reach), (5) meningkatkan kesetiaan pelanggan (custumer loyalty), (6) meningkatkan manajemen pemasok (supplier management), (7) memperpendek waktu produksi dan (8) meningkatkan rantai nilai (value chain).

 D’Aveni (1994) dalam Syafar (2004) menyatakan keunggulan bersaing pada dasarnya

merupakan sesuatu yang dinamis, dan tidak dapat dipertahankan.

 Kotler (2003) mengatakan bahwa keunggulan bersaing adalah keunggulan atas pesaing

yang dengan cara mendapatkan jumlah pelanggan yang lebih besar, melalui harga yang lebih murah atau dengan menyediakan lebih banyak manfaat yang sesuai dengan penetapan harga yang lebih tinggi.

E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas,

tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (database), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-commerce ini (Siregar, 2010).

 Menurut Rahmati (2009) E-commerce singkatan dari Electronic Commerce yang artinya

(6)

 Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Electronic Commerce (Perniagaan

Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission (Hildamizanthi. 2011).

 Ada tiga faktor yang faktor dicermati oleh kita jika ingin membangun toko ecommerce

yaitu: variability, visibility, dan velocity (Sukamjati, 2009).

Ecommerce didefinisikan dari beberapa perspektif (Kalakota dan Whinston (1997) yaitu

berdasarkan komunikasi, proses bisnis, layanan, dan online.

Metode Penelitian

1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini terutama digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana fenomena aktivitas pelaku usaha dalam memanfaatkan e-commerce dalam meningkatkan daya saing usahanya.

2. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian terapan dan berdasarkan sifatnya termasuk penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan menggunakan konsep modus scanning untuk teknik pengumpulan datanya yaitu pengamatan dan investigasi (wawancara dan studi literatur/pustaka).

3. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif.

4. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Hasil dan Pembahasan

1. Penelitian ini melibatkan 10 responden sebagai sampel. Kesepuluh responden tersebut adalah para pelaku usaha baik dalam bidang perdagangan (barang/produk) maupun yang bergerak di bidang jasa (service) dengan rincian sebagai berikut: 80% responden adalah para pelaku usaha di bidang perdagangan (barang) dan sisanya sebanyak 20% adalah para pelaku usaha yang bergerak pada bidang jasa.

(7)

yang berupa inovasi dan usangnya suatu teknologi serta informasi yang berlebihan. Dan Ketiga, tekanan datang dari sektor sosial, seperti tanggung jawab sosial, peraturan pemerintah dan perubahannya, perlindungaan terhadap ancaman teroris, dan masalah etika. Adanya tekanan bisnis memaksa perusahaan untuk menyiapkan langkah-langkah responsif jika tekanan tersebut muncul. Di era bisnis yang pengaruh teknologi informasi yang semakin luas, jelas langkah-langkah responsif perusahaan akan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki dari teknologi informasi, dan secara umum dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori, yaitu: sistem strategis, fokus pada konsumen, pengembangan berkelanjutan, Restrukturisasi proses bisnis, pesanan secara masal dan pembuatan sesuai pesanan, serta kerjasama bisnis antar perusahaan. Keenam langkah responsif ini pada akhirnya melahirkan berbagai aplikasi-aplikasi E-commerce yang berkembang sekarang. 3. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Spicaalmilia dan Robahi (2007) menunjukkan

bahwa yang menjadi manfaat terbesar penggunaan e-commerce pada perusahaan adalah dapat meningkatkan omzet penjualan dengan persentase sebesar 31%, manfaat berikutnya adalah peningkatan jumlah pelanggan dengan persentase sebesar 25% dan yang berikutnya adalah perluasan jangkauan bisnis serta sarana promosi dengan 16% serta peluang terbukanya bisnis baru dan kepuasan pelanggan dengan persentase sama yaitu 5% serta yang terakhir adalah kemudahan hubungan relasi yaitu hanya 2 %. Berdasarkan analisis deskriptif faktor motif dapat disimpulkan bahwa faktor yang melandasi perusahaan terdorong menggunakan e-commerce terdiri dari enam faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi bagi perusahaan ketika ingin menerapkan e-commerce: mengakses pasar global sebesar 56%, mempromosikan produk sebesar 63%, membangun merek sebesar 56%,mendekatkan dengan pelanggan sebesar 74%, membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan sebesar 63% dan memuaskan pelanggan sebesar 56%. Berdasarkan analisis yang kedua yaitu analisis deskriptif faktor manfaat yang diperoleh perusahaan dengan adanya penerapan e-commerce terdiri dari dua faktor yaitu yang menjadi manfaat terbesar perusahaan setelah menerapkan e-commerce yaitu kepuasan konsumen sebesar 74% dan keunggulan bersaing sebesar 81%.

(8)

pelanggan, bukan sesuatu yang tidak mungkin dengan e-commerce. E-commerce juga bermanfaat dalam membangun database pelanggan yang komprehensif. Produsen dapat mempunyai informasi tentang pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanya sebagai informasi yang berharga. Database tersebut akan membantu produsen saat melakukan pemasaran dan strategi promosi agar dapat tepat sasaran.

Kesimpulan

1. Sebagai upaya mengembangkan bisnis, banyak hal yang perlu dilakukan, salah satunya adalah dengan menerapkannya sistem e-commerce. E-commerce dalam dunia usaha adalah penggunaan teknologi terkini seperti internet dalam memudahkan kegiatan-kegiatan bisnis. Melalui internet, pelaku usaha dapat dengan mudah berkomunikasi dan surat menyurat melalui email, chatting, dan lain sebagainya. Dapat mempromosikan produk melalui iklan online; juga dapat memperkenalkan perusahaan dan mencari pelanggan baru melalui laman (website).

2. Perencanaan bisnis strategis memerlukan suatu komitmen untuk menggunakan E-commerce dalam mencapai keunggulan bersaing. Salah satu komitmen yang harus dilakukan adalah melaksanakan intelijen bisnis yang bertujuan memahami peranan penting dari setiap elemen lingkungan. Pengaruh dari adanya peran penting elemen-elemen lingkungan dalam kegiatan bisnis perusahaan adalah dalam bentuk kekuatan pendorong yang akan mempercepat dan meningkatkan keunggulan bersaing dalam mencapai tujuan organisasi. Tetapi, di sisi lain elemen-elemen lingkungan juga berpengaruh sebagai kekuatan penghambat berkembangnya dan menurunkan daya saing perusahaan.

(9)

mengakses pasar global. Sehingga penerapan teknologi e-commerce merupakan salah satu faktor yang penting untuk menunjang keberhasilan suatu produk dari sebuah perusahaan. Manfaat penggunaan e-commerce bagi perusahaan adalah meningkatkan omzet penjualan, meningkatkan jumlah pelanggan, perluasan jangkauan bisnis, sarana promosi, peluang terbukanya bisnis baru, kemudahan hubungan dengan relasi dan kepuasan pelanggan.

4. Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi internet diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu melakukan implementasi teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah dengan menggunakan electronic commerce (e-commerce) untuk memasarkan berbagai macam produk atau jasa, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Dengan adanya layanan electronic commerce (e-commerce) ini maka pelanggan dapat mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang canggih saat ini para pelanggan yang ingin mengakses e-commerce tidak harus berada di suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak tempat tempat yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan menggunakan laptop/notebook ataupun dengan Personal Digital Assistant (PDA) dengan menggunakan teknologi wifi.

Daftar Pustaka

Aberg, J. dan Shahmehri, N., 2000. The Role of Human Web Assistants in E-Commerce: an Analysis and a Usability Study, Internet Research:Electronic Networking Applications and Policy, 10 (2): 114-125.

Anastasia Diana dan Fandy Tjiptono, 2007, E-Business, Yogyakarta: ANDI.

Burgess, et al. (2003), “Factors Affecting Adoption of Electronic Commerce Technologies by SMEs: an Australian Study”, Journal of Small Business and Enterprise Development, Vol. 10 No.3.

(10)

Gaertner, N. dan Smith, M., 2001. E-commerce in a Web-based Environment: Auditing Relative Advantages in The Australian Health Sector, Managerial Auditing Journal, 16 (6): 347-365.

Jain, Subhash C., 2001, Manajemen Pemasaran Internasional, Jilid 1, Edisi Kelima, Imam Nurmawan, Erlangga, Jakarta.

Jr, Mcleod, Raymond, and Schell, George P., 2007, Sistem Informasi Manajemen, Edisi Kesembilan, Heri Yuliyanto, Indeks, Jakarta.

Keegan, Warren J., 1996, Manajemen Pemasaran Global, Jilid 1, Edisi Revisi, Alexander Sindoro, Prenhallindo, Jakarta.

Kotler, Philip, (2003), “Marketing management”, 11th edition/ International Edition. Prentice Hall. New Jersey.

Laudon, Kenneth C., and Laudon, Jane P., 2005, Sistem Informasi Manajemen: Mengelola Perusahaan Digital, Edisi 8, Erwin Philippus, ANDI, Yogyakarta.

O’Brien, James A., and Marakas, George., 2009, Introduction to Information Systems, 15th ed., McGraw-Hill Higher Education.

Onno W Purbo dan Aang Arif Wahyudi (2001), “Mengenal E-commerce”, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Onno W. Purbo, 2001, Buku Pintar Internet Membangun Web Ecommerce, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Pergiwati, Ficah (2013), Efektifitas Situs E-commerce Bagi Penjual (Studi Deskriptif pada Perspektif Member Aktif TokoBagus.com) Skripsi.

Rahmati. 2009. Pemanfaatan E-commerce Dalam Bisnis Di Indonesia http://citozcome.blogspot.com/2009/05/pemanfaatan-e-commerce-dalambisnis-di.html. Diakses tanggal 06 Agustus 2015.

Rizal, Palil. 2011. The Effect of E-commerce on Malaysian tax System : An Empirical evidence from academicisns and Malaysian tax Practitioners. http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_7852.html. Diakses tanggal 01 Agustus 2015. Rosayustitia. 2009. Pengembangan Sistem E-commerce Dengan Teknologi Komponen Dan

Framework Berorientasi Obyek. http://rosayustitia.wordpress.com/2009/05/26/jurnal-2/. Diakses tanggal 06 Agustus 2015. 31

Suyanto, M, 2003. Strategi Periklanan pada E-commerce Perusahaan Top Dunia, Andi Yogyakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...