ABSTRACT
This study aimed to provide empirical evidence on gross profit and net income in predicting future cash flo ws by examining each variable. Through this research, we can know what income concept that is best in predicting cash flow. The object of research is the Food and Beverage companies listed in Indonesia
Stock Exchange (IDX) from 2010 to 2011 who do not merge during the observation period, and consecutively registered during the observation
period. The method used in the selection of objects in this study was hypothesis method. Analysis model used in this stu dy is multiple regression analysis model performed with the aid of the computer program SPSS version 17.0 for Windows.
The results of this study indicate that net income has the best ability as compared with gross profit in predicting future cash flows. Partially only variable that proved significant net income affect the dependent variable (cash flow). However, simultaneously gross profit and net earnings have predictive ability for future cash flows.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai laba kotor, dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang dengan menguji masing-masing variabel. Melalui penelitian ini, dapat diketahui konsep laba manakah yang paling baik dalam memprediksi arus kas. Objek penelitian adalah perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2010 sampai 2011 yang tidak melakukan merger selama periode pengamatan, dan terdaftar secara berturut-turut selama periode pengamatan. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah pengujian hipotesis. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17.0 for Windows . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba bersih memiliki kemampuan yang paling baik dibandingkan dengan laba kotor dalam memprediksi arus kas masa depan. Secara parsial hanya variabel laba bersih yang terbukti signifikan mempengaruhi variabel dependen (arus kas). Namun, secara simultan laba kotor, dan laba bersih mempunyai memiliki kemampuan prediktif terhadap arus kas masa depan.
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRACT ... vii
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Kegunaan Penelitian ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 9
2.1 Kajian Pustaka ... 9
2.1.1 Informasi Akuntansi ... 9
2.1.3 Laporan Laba Rugi dan Kegunaannya ... 19
2.1.4 Laba Akuntansi ... 22
2.1.5 Laporan Arus Kas dan Kegunaannya ... 26
2.2 Kerangka Pemikiran... 28
2.3 PengembanganHipotesis ... 30
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN ... 31
3.1 Objek Penelitian ... 31
3.2 Metode Penelitian ... 31
3.2.1 Variabel Penelitian ... 32
3.2.2 Definisi Operasionalisasi Variabel ... 32
3.2.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 34
3.2.3.1 Populasi Penelitian ... 34
3.2.3.2 Sampel Penelitian ... 34
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 35
3.2.5 Jenis dan Sumber Data ... 36
3.2.6 Rancangan Pengolahan Data ... 37
3.2.7 Alat Analisis ... 37
3.2.8 PenetapanHipotesis ... 37
3.2.9 Pemilihan Tes Statistik dan PengujianHasil Statistik ... 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45
4.1 HasilPenelitian ... 45
4.1.1 GambaranUmum Perusahaan ... 45
4.1.1.2 PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) ... 47
4.1.1.3 PT Cahaya Kalbar Tbk ... 48
4.1.1.4 PT Davomas Abadi Tbk. ... 48
4.1.1.5 PT. Delta Djakarta Tbk. ... 49
4.1.1.6 PT. Fastfood Indonesia, Tbk ... 50
4.1.1.7 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ... 51
4.1.1.8 PT. Indo Food Sukses Makmur Tbk ... 51
4.1.1.9 PT. Multi Bintang Indonesia Tbk ... 52
4.1.1.10 PT. Mayora Indah Tbk. ... 53
4.1.1.11 PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. ... 54
4.1.1.12 PT Nippon Indosari Corpindo. ... 55
4.1.1.13 PT. Sekar Laut Tbk ... 56
4.1.1.14 PT. Siantar Top, Tbk ... 57
4.1.1.15 . Ultra Jaya Industri, Tbk ... 58
4.2 Analisis Deskriptif ... 59
4.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 64
4.3.1 Uji Asumsi Klasik ... 64
4.3.1.1 Uji Normalitas Data. ... 65
4.3.1.2 Uji Heteroskedastisitas ... 66
4.3.1.3 Uji Autokorelasi ... 68
4.3.1.4 Uji Mulitikolinieritas ... 70
4.3.2 Pengaruh Laba Kotor (Juta) (X1) dan Laba Bersih (Juta) (X2) terhadap Arus Kas (Y) ... 71
4.3.2.2 Pengujian Hipotesis Simultan (Uji F) ... 72
4.3.3 Pengujian Hipotesis Parsial (Uji t) ... 73
4.3.4 Analisis Koefisien Determinasi ... 75
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 77
5.1 Simpulan ... 77
5.2 Saran ... 78
DAFTAR PUSTAKA ... 79
RIWAYAT HIDUP (CURRICULUM VITAE) ... 81
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Skema Penelitian... 30
Gambar 2 Data Laba Kotor Periode Tahun 2010 - 2011 ... 60
Gambar 3 Data Laba Bersih Periode Tahun 2010 - 2011 ... 62
Gambar 4 Data Arus Kas Periode Tahun 2010 - 2011 ... 64
Gambar 5 Uji Heteroskedastisitas dengan Menggunakan Scatterplot ... 66
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel I OperasionalisasiVariabel ... 34
Tabel II Daerah Keputusan Tes Durbin Watson ... 41
Tabel III Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi ... 43
Tabel IV Data Laba Kotor Periode Tahun 2010 - 2011 ... 59
Tabel V Data Laba Bersih Periode Tahun 2010 - 2011 ... 61
Tabel VI Data Arus Kas Periode Tahun 2010 - 2011 ... 63
Tabel VII Hasil Uji Normalitas ... 65
Tabel VIII Uji Heterokedastisitas dengan Metode Glejser ... 67
Tabel IX Pengujian Hipotesis ... 68
Tabel X Hasil Uji Autokorelasi ... 68
Tabel XI Hasil Uji Multikolinieritas ... 70
Tabel XII Hasil Perhitungan Regresi Linier Berganda ... 71
Tabel XIII Hasil Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ... 72
Tabel XIV Hasil Perhitungan Pengujian Parsial (Uji t) ... 73
Tabel XV Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi... 75
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Lampiran Data ... 83 Lampiran B Lampiran Output SPSS ... 84
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan masih diyakini sebagai alat yang handal bagi para pemakainya untuk mengurangi
ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi. Salah satu upaya untuk mengurangi ketidakpastian tersebut adalah dengan melakukan analisis
terhadap laporan keuangan perusahaan. Penilaian investor akan prospek laba di masa yang akan datang dapat diperoleh apabila investor memiliki informasi yang berhubungan dengan perusahaan.
Laporan keuangan melaporkan hasil historis, namun pemakai laporan keuangan lebih tertarik pada apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.
Karena itu, keahlian yang perlu dikembangkan oleh pemakai laporan keuangan adalah bagaimana menggunakan laporan keuangan historis untuk memprediksi masa yang akan dating (dalam Marisca, 2010) .
Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan adalah salah satu sumber informasi yang penting bagi para investor. Melalui laporan
keuangan, investor dapat menganalisis hasil kinerja manajemen dan melakukan prediksi perolehan laba di masa yang akan datang. Selain hal tersebut,
BAB I Pendahuluan 2
Salah satu jenis laporan keuangan yang terkait dengan prediksi arus kas
di masa depan adalah laporan arus kas. Semenjak dikeluarkannya PSAK No. 2 tahun 1994 yang aktif diberlakukan mulai 1 Januari 1995, laporan arus kas telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan serta menjadi keharusan bagi perusahaan untuk membuat laporan arus kas. Laporan arus kas ini taksiran arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.
Selain laporan arus kas, laporan laba rugi juga merupakan laporan keuangan yang terkait dengan prediksi arus kas di masa mendatang. Laporan
BAB I Pendahuluan 3
Penyajian informasi laba melalui laporan keuangan merupakan
fokus kinerja perusahaan yang penting dibandingkan dengan pengukuran kinerja yang mendasarkan pada gambaran meningkatnya dan menurunnya modal
bersih. Fokus kinerja tersebut mengukur keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan operasi yang profitable. Informasi laba memainkan peranan yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan
yang diterbitkan.
Pihak internal perusahaan secara umum lebih banyak memiliki informasi
berkaitan dengan kondisi nyata perusahaan dan prospeknya di masa (perceived noise ), dan dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang
sesungguhnya.
Investor dan kreditor merupakan pihak utama yang dituju dalam pelaporan keuangan, berkepentingan dengan arus kas yang masuk atas investasi yang telah
BAB I Pendahuluan 4
penerimaan kas mendatang dari dividen atau bunga dan perolehan kas mendatang dari penjualan, penebusan, atau jatuh temponya sekuritas atau pinjaman.
Penjelasan di atas memberi isyarat bahwa harus ada hubungan logis antara
laba (earnings) dan arus kas ke investor dan kreditor. Hubungan ini akan membantu investor dan kreditor dalam mengembangkan model untuk memprediksi arus kas di masa yang akan datang guna menilai
investasi atau kapitalnya (Suwardjono, 2007).
Laba memiliki potensi informasi yang sangat penting bagi pihak eksternal
dan internal perusahaan. Laba dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan serta memberikan informasi yang berkaitan dengan
kewajiban manajemen atas tanggung jawabnya dalam pengelolaan sumber daya informasi yang bermanfaat bagi investor. Laba dianggap mengandung informasi jika
BAB I Pendahuluan 5
saham maupun return saham, selalu menggunakan angka laba operasi atau laba per saham (Earnings Per Share) yang dihitung menggunakan angka laba bersih dan jarang yang menggunakan angka laba kotor.
Ditemukan tiga penelitian, yaitu Febrianto dan Widiastuty (2005) dan Daniarti dan Suhairi (2006) dan Ragil (2011) yang menggunakan variabel
laba kotor dalam penelitiannya. Febrianto dan Widiastuty (2005) menguraikan bahwa riset-riset akuntansi keuangan, terutama yang mencari hubungan angka laba dengan harga saham selalu menggunakan laba operasi atau
EPS yang dihitung menggunakan angka laba bersih dan tidak pernah angka laba kotor. Alasan dari penelitian yang dilakukan Febrianto dan Widiastuty (2005) berasal
BAB I Pendahuluan 6
menggunakan laba kotor. Penelitian tersebut meneliti kualitas laba kotor, laba
operasi dan laba bersih yang dilihat dari kekuatan proxy cumulative abnormal return, dan ditemukan bahwa laba kotor direaksi paling kuat.
Daniarti dan Suhairi (2006) juga menggunakan laba kotor sebagai salah satu prediktor dari ekspektasi return saham berdasar pada penelitian yang dilakukan oleh Febrianto dan Widiastuty (2005),
ditemukan bahwa laba kotor terbukti direaksi pasar. Kemudian pada penelitian ini laba kotor digunakan sebagai variabel yang diduga
berpengaruh terhadap expected return saham, dan ditemukan bahwa laba kotor memliki pengaruh yang signifikan.
Ragil (2011) menyatakan bahwa informasi komponen laba dan arus kas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap arus kas masa depan. Berdasarkan ketiga penelitian tersebut, yang mengindikasikan bahwa laba kotor direaksi paling
kuat oleh pasar dan berpengaruh terhadap expected return saham.
Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai “Pengaruh Laba Kotor dan Laba Bersih dalam Memprediksi Arus Kas di Masa Mendatang: Studi Empiris pada Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2011.”
1.2 Identifikasi Masalah
BAB I Pendahuluan 7
1. Apakah laba kotor berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas di masa
mendatang ?
2. Apakah laba bersih berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas di masa
mendatang ?
3. Apakah laba kotor, dan laba bersih berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas di masa mendatang ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah laba kotor berpengaruh secara signifikan terhadap arus
kas dimasa mendatang.
2. Untuk mengetahui apakah laba bersih berpengaruh secara signifikan terhadap arus ks dimasa mendatang
3. Untuk mengetahui apakah laba kotor, dan laba bersih berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas di masa mendatang
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kegunaan, sebagai berikut :
1. Memberikan informasi bagi pengguna laporan keuangan sebagai bahan evaluasi untuk mengambil keputusan investasi
BAB I Pendahuluan 8
3. Memberikan pembuktian empiris mengenai kemampuan laba
akuntansi dalam memprediksi arus kas sehingga dapat digunakan bagi peneliti lain, khususnya masalah yang berkaitan dengan kemampuan
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal komparatif yang merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan sebab
akibat antara dua variabel atau lebih. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba kotor dan laba bersih sebagai variabel independen dan variabel dependen adalah cash flow (arus kas). Variabel independen yaitu laba kotor dan laba bersih
diduga mempengaruhi variabel dependen yaitu cash flow (arus kas).
3.2Metode Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian hipotesis, khususnya
pengujian hipotesis kausal atau sebab akibat, yaitu hipotesis yang menyatakan
hubungan suatu variabel yang dapat menyebabkan perubahan variabel lainnya
(Nur Indriantoro, 2002:89).
Menurut Jogiyanto (2007:41) hipotesis (hypothesis) adalah dugaan yang akan
diuji kebenarannya dengan fakta yang ada. Desain penelitian ini menjelaskan hubungan antar variabel yang selanjutnya dapat diuji secara statistik dengan asumsi-asumsi paradigma kuantitatif yang dibangun selama proses penelitian, yaitu
untuk mengetahui bagaimana pengaruh laba kotor dan laba bersih dalam memprediksi
Bab III Objek dan Metode Penelitian 32
3.2.1 Variabel Penelitian
Berdasarkan hipotesis pada bagian sebelumnya, variabel dalam penelitian ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Variabel independen (bebas), adalah variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Penelitian ini menggunakan laba kotor (X1),
laba bersih (X2).
2. Variabel dependen (terikat), adalah variabel yang dijelaskan atau yang dipengaruhi oleh variabel independen. Penelitian ini menggunakan cash flow
(arus kas) sebagai variabel (Y).
3.2.2 Definisi Operasionalisasi Variabel
Untuk mempermudah pemahaman tentang teknis penelitian yang akan dilakukan, berikut ini disampaikan operasionalisasi variabel yang akan digunakan di dalam
penelitian. yang berhubungan dengan penciptaan produk tersebut kemudian dikelompokkan
sebagai cost barang terjual. Variabel ini akan dihitung sebagai rasio perubahan dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya
Laba Kotor (LK)
=
Bab III Objek dan Metode Penelitian 33
b. Laba Bersih (LB) - X3
Angka yang menunjukkan selisih antara seluruh pendapatan dari kegiatan operasi perusahaan maupun non-operasi perusahaan. Variabel
ini akan dihitung sebagai rasio perubahan dibandingkan dengan laba tahun sebelumnya.
c. Cash flow (Arus Kas) - (Y)
Arus kas, yaitu total arus kas yang merupakan penjumlahan dari arus kas operasi, investasi, dan pendanaan. Periode pengamatan yang digunakan adalah
tahun 2010-2011. Arus kas adalah laporan keuangan yang menginformasikan mengenai jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar atau sumber dan pemakaian kas dalam suatu perusahaaan, yang secara umum
dirumuskan sebagai berikut:
Secara sistematik keseluruhan variabel dalam peneltian ini dapat disajikan dalam matriks operasionalisasi variabel berikut ini:
Laba Bersih
Bab III Objek dan Metode Penelitian 34 mengenai jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar atau sumber dan pemakaian kas dalam suatu
perusahaaan.
Rasio
3.2.3 Populasi dan Sampel Penelitian
3.2.3.1 Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang berturut-turut
listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 – 2011, dan mempublikasikan laporan keuangan selama dua tahun (2010 – 2011) dalam mata uang rupiah.
3.2.3.2 Sampel Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 sampai dengan 2011. Metode yang digunakan dalam pemilihan objek pada penelitian ini adalah purposive
sampling , yaitu metode pemilihan objek dengan beberapa kriteria tertentu. Kriteria yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :
Bab III Objek dan Metode Penelitian 35
2. Mengungkapkan dan menyajikan secara lengkap data yang dibutuhkan.
3. Terdaftar secara berturut-turut selama periode pengamatan.
4. Data yang digunakan tidak boleh bernilai negatif agar tidak menimbulkan outlier
pada proses screening data.
Penentuan sampel dalam penelitian ini mengambil emiten yang tergolong dalam sektor keuangan selama periode 2010 – 2011 sebanyak 15 perusahaan.
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Teknik pengumpulan data dengan melakukan identifikasi, memahami, dan menganalisis data-data berupa laporan keuangan (selama tahun 2010 – 2011 yang
telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di BAPEPAM) yang listing di Bursa Efek Indonesia (selama 2010 – 2011).
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini dilakukan penulis untuk mendapatkan data teoritis yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan pembahasan masalah yang
diteliti. Dalam studi kepustakaan ini penulis memerolehnya dari berbagai sumber, yaitu buku-buku, dokumen-dokumen perusahaan yang berkaitan dengan
Bab III Objek dan Metode Penelitian 36
3.2.5 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dalam bentuk rasio yaitu data yang dinyatakan dengan angka-angka yang menunjukkan nilai atau
besarnya variabel yang diwakilinya. Jika dilihat dari segi cara memperolehnya, penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat pihak lain). Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah laporan laba rugi dan laporan arus kas perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam sektor makanan dan minuman yang
terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data tersebut diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id), Indonesia Capital Market Directory (ICMD),
dan www.duniainvestasi.com.
Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pooling data (pooling time series and cross sectional) dengan pengamatan cross section yang
berulang, pooling data memungkinkan peneliti mempelajari dinamika perubahan dalam kurun waktu tertentu. Pooling data dapat memberikan hasil studi yang kaya
dan powerfull karena menggunakan dua dimensi yaitu ruang dan waktu. Kombinasi antara time series dan cross section dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas data yang tidak mungkin diperoleh jika hanya menggunakan satu
Bab III Objek dan Metode Penelitian 37
3.2.6 Rancangan Pengolahan Data
Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dikumpulkan dan kemudian diolah agar dapat dianalisis dan digunakan untuk menguji hipotesis. Adapun
langkah-langkah yang akan dilaksanakan dengan pengolahan data adalah :
1. Mendapatkan data tahunan yang meliputi laba kotor dan laba bersih dari masing-masing emiten untuk tiap tahun selama periode penelitian.
2. Mendapatkan data laporan arus kas masing-masing emiten.
3. Melakukan pengolahan data dengan menggunakan SPSS dengan tahapan sebagai
berikut: Masukkan data excel ke program SPSS, kemudian klik Analyze, pilih regression, kemudian pilih linier, pindahkan variabel X1, X2 ke dependen, dan Y
ke independen, kemudian klik Ok.
4. Melakukan analisis dan penarikan kesimpulan atau hasil yang diperoleh selama melaksanakan pengamatan dan penelitian.
3.2.7 Alat Analisis
Alat analisis dalam melakukan penelitian ini adalah dengan pengujian hipotesis, berkaitan dengan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari laba kotor dan laba bersih dalam memprediksi arus kas di masa mendatang.
3.2.8 Penetapan Hipotesis
Bab III Objek dan Metode Penelitian 38
dibuktikan dalam penelitian ini berkaitan dan berhubungan antara variabel-variabel
bebas dan variabel terikat. Adapun hipotesis-hipotesis yang akan diuji secara statistik dalam penelitian ini secara simultan adalah sebagai berikut:
Hipotesis 1:
Ho1 (β1, β2, β3 = 0) : Tidak Terdapat pengaruh yang signifikan dari Laba Kotor terhadap arus kas dimasa mendatang.
Ha1 (β1, β2, β3 ≠ 0) : Terdapat pengaruh yang signifikan dari Laba Kotor terhadap arus kas dimasa mendatang.
Hipotesis 2
Ho2 (β2≤ 0) : Tidak Terdapat pengaruh yang signifikan dari Laba Bersih terhadap
arus kas dimasa mendatang
Ha2 (β2 > 0) : Terdapat pengaruh yang signifikan dari Laba Bersih terhadap arus kas
dimasa mendatang
Hipotesis 3
Ho3 (β3≤ 0) : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari laba kotor dan laba
bersih terhadap arus kas di masa mendatang.
Ha3 (β3 > 0) : Terdapat pengaruh yang signifikan dari laba kotor, dan laba bersih
terhadap arus kas di masa mendatang.
3.2.9 Pemilihan Tes Statistik dan Pengujian Hasil Statistik
Untuk menguji hipotesis yang akan diajukan, dilakukan pengujian secara kuantitatif untuk menghitung apakah terdapat pengaruh dari variabel independen terhadap
Bab III Objek dan Metode Penelitian 39
linier berganda dan bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruh antara
variabel-variabel independen dengan variabel dependennya. Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda dilakuakan pengujian keabsahan persamaan regresi
berdasarkan asumsi klasik terhadap data mentah yaitu uju normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastis antara variabel bebas. Jika asumsi-asumsi klasik tersebut dapat terpenuhi maka koefisien regresi data penelitian
merupakan pemikiran terbaik tak bias. Pengujian asumsi-asumsi ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS for Windows 17.0.
1. Uji Asumsi Klasik
Hasil dari regresi linier berganda akan dapat digunakan sebagai alat prediksi yang
baik dan tidak bias apabila memenuhi uji asumsi klasik, yaitu sebagai berikut :
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari
populasi yang berdistribusi normal. Salah satu cara untuk mengujinya adalah dengan Uji Kolmogorov–Smirnov. Uji ini memerlukan asumsi distribusi yang
kontinu. Uji Kolmogorov–Smirnov berkehendak untuk menguji hipotesis bahwa tidak ada beda antara dua buah distribusi, atau untuk menentukan
apakah distribusi dua buah populasi mempunyai bentuk yang serupa
(Moh. Nazir : 2009 : 486).
b. Uji Multikolinieritas
Bab III Objek dan Metode Penelitian 40
koefisien regresi tidak dapat ditentukan serta standar deviasi tidak terhingga.
Jika terdapat multikolinieritas kurang sempurna maka koefisien regresi meskipun berhingga akan mempunyai standar deviasi yang besar hingga
koefisien-koefisien tidak dapat ditaksir dengan mudah. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di anatara variabel bebas (tidak terjadi multikolineritas).
Uji multikolinieritas dilakukan dengan melihat tolerance value dan Variance Inflation Factor (VIF). Toleransi mengukur variabilitas variabel bebas yang
terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Multikolinieritas terjadi jika nilai VIF di atas nilai 10 atau tolerance value
di bawah 0.01. Nilai VIF dapat dihitung dengan rumus: VIF = 1
Tolerance
c. Uji Autokorelasi
Asumsi Ordinary Least Square mensyaratkan tidak terjadi autokorelasi dalam
persamaan regresi. Autokorelasi merupakan korelasi antara anggota seri observasi yang disusun menurut urutan waktu (seperti data time series) ruang (seperti cross sectional). Untuk mendeteksikan ada atau tidaknya autokorelasi
dilakukan pengujian Durbin Watson (DW) dan dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS 17.0. Dimana nilai Durbin Watson (DW) tersebut
Bab III Objek dan Metode Penelitian 41
Tujuan uji heterokedastisitas adalah menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari suatu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Jika varian residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Dan jika variansnya berbeda maka
disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Pengujian heterokedastisitas dalam penelitian ini menggunakan metode gambar Scatterplot dan uji Korelasi Rank Spearman
dengan menggunakan SPSS 17.0.
Untuk menguji ada tidaknya heterokedastisitas dengan uji Korelasi Rank
Spearman (Gujarati, 2004 ; 143), dengan rumus sebagai berikut:
Bab III Objek dan Metode Penelitian 42
2. Penetapan Persamaan Regresi Linier Berganda
Model linier hubungan antar variabel-variabel penelitian diatas adalah sebagai berikut: Y = α + β1.X1it + β2.X2it + ε
dimana:
Y = Arus Kas
X1 = Laba Kotor
X2 = Laba Bersih α = Konstanta.
β1 –β2 = Parameter.
ε = Faktor penggangu (faktor-faktor lain yang mempengaruhi di luar
Laba Kotor,Laba Operasi dan Laba Bersih). i = Menunjukkan suatu perusahaan tertentu. t = Menunjukkan tahun tertentu.
3. Uji F
Untuk mengetahui variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat maka dapat digunakan uji F menurut Gujarati (2004 ; 149) yaitu sebagai berikut :
Keterangan:
Bab III Objek dan Metode Penelitian 43
n = jumlah sampel
k = jumlah variabel bebas.
4. Uji t
Untuk menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat digunakan pengujian korelasi secara parsial (uji t) yaitu dengan membandingkan
ttabel dengan thitung (Gujarati, 2004:152), dimana thitung diperoleh dari rumus sebagai
berikut :
5. Analisis Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi
Korelasi Berganda dan Korelasi Multipel (t) digunakan untuk mengetahui seberapa erat hubungan keseluruhan variabel bebas (variabel independen) dengan variabel terikat (variabel dependen). Untuk mengetahui seberapa erat
hubungannya maka nilai t tersebut disesuaikan dengan pengelompokkan nilai hubungan (Sugiyono, 2008:214) yang tergambar dalam Tabel III berikut ini:
Tabel III
Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi
Terhadap Koefisien Korelasi
Interval Korelasi Tingkat Hubungan
Bab III Objek dan Metode Penelitian 44
Melalui korelasi multipel tersebut dapat diketahui besarnya koefisien determinasi
multipel (R2). Nilai koefisien determinasi multipel menunjukkan besarnya pengaruh/kontribusi variabel independen terhadap variabel dependennya. Apabila
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Dari hasil penelitian mengenai “Pengaruh Laba Kotor dan Laba Bersih terhadap Arus
Kas” maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil pengujian secara parsial dapat disimpulkan bahwa Laba Kotor memiliki pengaruh namun tidak signifikan terhadap Arus Kas dengan total
pengaruh sebesar -0,0470 atau -4,70%;
2. Dari hasil pengujian secara parsial dapat disimpulkan bahwa Laba Bersih
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Arus Kas dengan total pengaruh sebesar 0,3995 atau 39,95%;
3. Dari hasil pengujian secara simultan dapat disimpulkan bahwa variabel X (Laba
Kotor dan Laba Bersih) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y (Arus Kas) sebesar 35,2%, sedangkan sisanya sebesar 64,8% merupakan
pengaruh dari faktor lain yang diabaikan penulis.
5.2 Saran
1. Bagi perusahaan
Dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan dijadikan
gambaran dan tolok ukur bagi pihak manajemen perusahaan. Bagi perusahaan yang diteliti, sebaiknya memerhatikan faktor-faktor lainnya yang digunakan
BAB V Simpulan dan Saran 78
demikian karena penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, baik dalam pemilihan sampel maupun output pengujian. Masih banyak faktor lainnya yang dapat mempengaruhi arus kas di masa yang akan datang tersebut.
2. Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, baik dalam pemilihan sampel maupun output pengujian. Pada penelitian selanjutnya, para peneliti yang
akan menggunakan laba sebagai variabel, Dianjurkan untuk menambah jumlah sampel, serta mengambil variabel-variabel tambahan dalam model penelitian sehingga dapat diperoleh prediktor yang lebih baik dan sampel
penelitian yang berbeda dari yang telah diambil penulis. Dengan demikian, diharapkan akan memberikan hasil yang lebih berguna bagi perkembangan
DAFTAR PUSTAKA
Bandi dan Rahmawati. 2005. Relevansi Kandungan Informasi Komponen Arus Kas dan Laba Dalam Memprediksi Arus Kas Masa Depan. Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol. 5 No.1.
Daniati, Ninna dan Suhairi. 2006. Pengaruh Kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham . SNA IX Padang.
Febrianto, R. dan E. Widiastuty. 2005. Tiga Angka Laba Akuntansi : Mana yang Lebih Bermakna Bagi Investor? SNA VIII (Solo): 159-169.
Financial Accounting Standards Board. 1980. Statements of Financial Accounting Concepts. Connecticut: John Wiley and Sons Inc.
FASB. (1987). Statement of Financial Accounting Concept No.1 – The Objectives Of Financial Statement. Connecticut: FASB Publication.
FASB. (1987). Statement Of Financial Accounting Standards No.95 Connecticut: FASB Publication.
Ghozali, I. dan A. Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Semarang : Badan Penerbit Undip.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS . Semarang : Badan Penerbit Undip.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS . Semarang : Badan Penerbit Undip.
Gujarati, Damodar N. 2004. Basic Econometrics. Fourth edition. Singapore. McGraw-Hill Inc.
Hartono, Jogiyanto. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Edisi 1. Yogyakarta: BPFE. Hartono, Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kelima.
BPFE. Yogyakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta.
80
Kieso, Donald E. dan Jerry J. Weygandt. 2002. Akuntansi Intermediate. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Kieso, Donald E. dan Jerry J. Weygandt. 2002. Akuntansi Intermediate. Jilid 3. Jakarta : Erlangga.
Kieso, Weygandt, dan Warfield. 2002. Akuntansi Intermediate. Edisi Kesepuluh. Erlangga, Jakarta.
Kieso, Weygandt, dan Warfield. 2008. Akuntansi Intermediate. Edisi Kedua Belas. Erlangga, Jakarta.
Marisca Dwi Ariani. 2010. Pengaruh Laba Kotor, Laba Operasi dan Laba Bersih Dalam Memprediksi Arus Kas di Masa Mendatang (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)
Wijayanti, T.H. 2006. Analisis Pengaruh Perbedaan Antara Laba Akuntansi dan Laba Fiskal Terhadap Persistensi Laba, Akrual, dan Arus Kas .
STIE Atma Bakti Surakarta. SNA IX Padang. www.idx.co.id
www.bi.go.id
www.finance.yahoo.com