• Tidak ada hasil yang ditemukan

NATRIUM HIDROKSIDA NaOH SEBAGAI HIDROLIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "NATRIUM HIDROKSIDA NaOH SEBAGAI HIDROLIS"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) SEBAGAI HIDROLISA BASA DALAM PRE-TREATMENT PRODUKSI BIOGAS DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK (Eichornia crassipes)

Nama Kelompok :

Jaka Abdillah (2307100072) Gawa Reza Mahadin (2307100121)

Dosen Pembimbing :

(2)

LATAR BELAKANG

Pertumbuhan konsumsi energi

tiap tahun rata-rata di atas 5%

Produksi energi alternatif akan dapat mengganti 40 % penggunaan

energi fosil

Eceng gondok merupakan gulma

air yang banyak mengandung

selulosa

Pemanfaatan eceng gondok sebagai biogas

(3)

RUMUSAN MASALAH

1. Melimpahnya tanaman eceng gondok dan belum

dimanfaatkan secara maksimal

2. Kandungan lignin mempersulit proses degradasi

kandungan karbon organik dalam eceng gondok

(4)

TUJUAN PENELITIAN

1. Memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan

baku pembuatan biogas dengan proses

kontinyu

2. Mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH

pada pre-treatment eceng gondok sebagai

bahan baku biogas

3. Mengetahui pengaruh pre-treatment eceng

gondok yang menggunakan NaOH terhadap

produksi biogas pada proses kontinyu

(5)

MANFAAT PENELITIAN

1. Memberikan nilai lebih dalam pemanfaatan eceng gondok

sebagai bahan baku produksi biogas

2. Memberikan wawasan dalam pengolahan eceng gondok

menjadi biogas

3. Mengetahui pengaruh pre-treatment basa pada perubahan

kandungan lignoselulosa pada eceng gondok

4. Mengetahui pengaruh pre-treatment basa pada produksi

biogas

(6)

BATASAN MASALAH

1. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan biogas

adalah eceng gondok

2. Produksi biogas pada penelitian ini dilakukan pada proses

kontinyu

(7)

LIGNOSELULOSA

6

SELULOSA

Polimer

polisakarida linear dari glukosa

yang terbuat dari unit cellobiose. Selulola

disatukan

dengan

ikatan

hidrogen

sehingga menjadi kokoh

(8)

LIGNOSELULOSA

6

SELULOSA

HEMISELULOSA

Penyusun

dinding

lignoselulosa

yang

terdiri

dari

heteropolisakarida,

dan

dikelompokkan berdasarkan residu gula

utama

sebagai

penyusunnya

seperti

xylan, mannan, galactan dan glucan

(9)

LIGNOSELULOSA

6

SELULOSA

HEMISELULOSA

Polimer aromatik berasosiasi dengan

poli-sakarida

pada

dinding

sel

sekunder

tanaman

yang

berfungsi

untuk

membentuk

struktur

dan

melindungi tanaman dari bakteri

(A.T.W.M Hendriks, 2008)

(10)

ECENG GONDOK

Kingdom : Plantae

Filum : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida

Ordo : Liliales

Famili : Pontederiaceae Genus : Eichornia

Spesies : E. Crassipes

(Jun Cheng, 2009)

*(% driedWeight)

7

Composition* Leaves Stems Roots Cellulose 28,91 28,23 17,07 Hemicellulose 30,81 26,35 15,25 Lignin 4,59 17,44 14,63 Protein 20,97 6,80 2,60

(11)

PRE-TREATMENT

8

ECENG GONDOK LIGNOSELULOSA

SEBELUM PRE-TREATMENT

(12)

PRE-TREATMENT

8

ECENG GONDOK LIGNOSELULOSA

SEBELUM PRE-TREATMENT

SESUDAH PRE-TREATMENT

(13)

PRE-TREATMENT

8

ECENG GONDOK LIGNOSELULOSA

SEBELUM PRE-TREATMENT

SESUDAH PRE-TREATMENT

Jenis-jenis pre-treatment :

physical pretreatment

physico-chemical pretreatment

chemical pretreatment

biological pretreatment

(14)

CHEMICAL PRE-TREATMENT

Asam encer

Alkaline

Asam encer yang biasa digunakan adalah asam sulfat,

asam klorida, atau asam nitrat. Banyak digunakan

asam sulfat 0,5 – 1,5%. Yield xylose bisa mencapai 75

– 90%

(Wooley dkk.,1999 ; Sun dan Cheng, 2002)

Alkali yang dapat digunakan antara lain NaOH dan

Ca(OH)2. Dapat meningkatkan yield glukosa sebesar 85%.

(Hamelinck, 2003)

(15)

ANAEROBIC DIGESTION

(C6H10O5)n + n H2O n (C6H12O6) glukosa

Penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang menjadi senyawa yang sederhana (monomer). Contoh dalam proses ini adalah selulosa diubah menjadi gula, protein diubah menjadi asam amino dll.

Contoh Bakteri : Bacteroides ruminicola, Propioni propionicus, Lactobacillus pentosus

Gambar Bacteroides sp

Proses Hidrolisis

(16)

ANAEROBIC DIGESTION

C6H12O6 2CH3CHOHCOOH CH3COOH

Glukosa Asam Laktat Asam Asetat C6H12O6 CH3CH2CH2COOH + 2CO2(g) + 2 H2(g) CH3COOH

Glukosa Asam butirat Asam Asetat

C6H12O6 CH3CH2COOH + CO2(g) + 3 H2(g) CH3COOH

Glukosa Asam Propionat Asam Asetat

Asidogenesis adalah perubahan glukosa menjadi asam organik sederhana (asam butirat, asam propionat dll), karbon dioksida, hidrogen dan ethanol

dengan bantuan bakteri asidogenesis. Asitogenesis adalah perubahan asam organik tersebut diuraikan oleh bakteri asetogenik menjadi asam asetat.

Contoh bakteri :Clostridium, Ruminococcus (Asidogenik)

Desulfovibrio, Aminobacterium ( Asitogenik)

Proses Asidogenesis dan Asitogenesis

(17)

ANAEROBIC DIGESTION

CH3(CH2)2COOH + 2 H2O + CO2(g) 4CH3COOH + CH4(g)

CH3CH2COOH + ½ H20 5/4 CO2(g) + 7/2 CH4(g)

CH3COOH CH4(g) + CO2

Proses Metanogenesis

Pada tahap methanogenesis, senyawa yang dihasilkan dari proses asetogenesis dan asidogenesis diubah menjadi gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium

(18)

BIOGAS

Biogas adalah suatu campuran gas-gas yang dihasilkan dari suatu proses fermentasi bahan organik oleh bakteri dalam keadaan anaerobik

(Sahidu,1983).

Feed Temperture Operasi ( oC )

Kandungan metana

(% mol) Sumber

Kotoran sapi 35 67, 27% Dery V, 2007

Eceng Gondok 35 65,8 % Biogas Utilization, 1986

(19)

PENELITIAN SEBELUMNYA

No Nama Peneliti Jurnal/Tahun/Judul Penelitian Hasil

1 Jun Chenga, Binfei Xiea, Junhu Zhoua,

Wenlu Songa, Kefa Cena

HydrogenEnergy/2009/Cogeneration of H2and CH4from water hyacinth by two-step

anaerobic fermentation

Pengaruh penambahan NaOH pada eceng gondok (akar,

daun, dan batang) sebagai pre-treatment, untuk meningkatkan

yield biogas 2 Jiying Zhu, Caixia

Wan

Bioresource Technology/2010/Enhanced solid-state anaerobic digestion of corn stover by

alkaline pretreatment

Solid-state anaerobic digestion of 5.0% NaOH-pre-treated corn stover produced 37% more biogas when compared to that of the untreated 3 V. Penaud, J.P.

Delgene`s, R. Moletta

Enzyme and microbial tech/1999/ Thermo-chemical pretreatment of a microbial biomass: influence of sodium hydroxide addition on solubilization and anaerobic biodegradability

Penambahan alkali agent 4 – 10 g NaOH/L meningkatkan

biodegradability rates sebesar 50 % dan COD solubilization 60.4 %

(20)

METODOLOGI PENELITIAN

PRE-TREATMENT

Massa Eceng gondok

: 160 gram

Rasio Eceng gondok : NaOH : air

: 1 gr : 0.01 gr : 1 ml

Lama

pre-treatment

: 2 hari

pH

pre-treatment

: 11-12

Suhu

pre-treatment

: 50

O

C

16

(21)

METODOLOGI PENELITIAN

ANAEROBIC DIGESTION

 pH 6,8 – 7,2

 Temperatur 30oC – 35oC

 Feed awal 14 liter

 Pembuatan feed awal dengan adonan eceng gondok : starter adalah 2 L : 3 L

 Pembuatan starter dengan adonan eceng gondok (air : eceng gondok hasil

pre-treatment = 1 L : 30 g) dengan kotoran sapi encer (kotoran sapi : air = 1 kg : 2 L) adalah 4 L : 3 L

 Pembuatan adonan eceng gondok untuk feed awal dengan air : adonan eceng

gondok 1 L : 30 g

 Pengadukan 1 kali sehari

Recycle ratio 0,5

 Pembuatan feed proses kontinyu dengan air : adonan eceng gondok 1 L : 30 gr

Rate umpan pada proses kontinyu 500 ml feed/hari

16

(22)

METODOLOGI PENELITIAN

Pretreatment

Eceng gondok : NaOH = 100 gram : 1 gram

Eceng gondok : NaOH = 100 gram : 3 gram

Anaerobic Digestion

Blanko (eceng gondok tanpa pre-treatment)

Eceng gondok : NaOH = 100 gram : 1 gram

Eceng gondok : NaOH = 100 gram : 3 gram

17 * Hasil Pre-treatment digunakan untuk bahan baku proses anaerobic digestion

(23)

METODOLOGI PENELITIAN

PROSEDUR KERJA PROSES PRE-TREATMENT

160 gr eceng gondok kering

Eceng gondok : NaOH : air = 1 gr : 0.01 gr : 1ml Analisa lignin, selulosa, dan

hemiselulosa

Menganalisa lignin, selulosa, dan hemiselulosa, Mengatur pH

menambahkan HCl

Pre-treatment suhu 50oC

A

(24)

20

Keterangan alat

1. Tanki Feed 2. Air pendingin 3. Feed Masuk 4. Thermometer

5. Pompa 6. Gas Holder 7. Manometer 8. Heater

1

2 3

4

5

6 7 8

(25)

20

METODOLOGI PENELITIAN

PROSEDUR KERJA STARTER

3,6 liter air

1,8 kg kotoran sapi

8,4 liter

starter

(26)

20

METODOLOGI PENELITIAN

PROSEDUR KERJA FEED AWAL

8,4 liter

starter

168 gram eceng gondok hasil pre-treatment 5,6 liter air

(27)

5

METODOLOGI PENELITIAN

PROSEDUR KERJA DIGESTER ANAEROBIC

(28)

PEMBAHASAN

21

Hasil analisa komposisi awal dari Eceng Gondok

(Eichornia Crassipes )

Komponen

% berat

Lignin

11,69

Selulosa

37

(29)

37,00%

33,6% 33,54%

0%

Kadar NaOH

PEMBAHASAN

23 Kandungan SELULOSA setelah pretreatment pada berbagai variabel

(30)

35,50%

Kadar NaOH

PEMBAHASAN

24 Kandungan HEMISELULOSA setelah pretreatment pada berbagai

(31)

11,69%

Kadar NaOH

PEMBAHASAN

25 Kandungan LIGNIN setelah pretreatment pada berbagai variabel kadar

(32)

9,22% 9,72% 9,35%

% selulose

% hemiselulosa

% lignin

PEMBAHASAN

26

% DEGRADASI Cellulotic Material hasil pretreatment pada berbagai

(33)

PEMBAHASAN

27 Hubungan MLSS terhadap waktu fermentasi

pada berbagai variabel kadar NaOH

Hubungan MLVSS terhadap waktu fermentasi

pada berbagai variabel kadar NaOH

Perbandingan eceng gondok dengan NaOH Blanko 1% NaOH (w/w) 3% NaOH (w/w)

17 gram/L

18 gram/L

21 gram/L

Perbandingan eceng gondok dengan NaOH Blanko 1% NaOH (w/w) 3% NaOH (w/w)

(34)

PEMBAHASAN

28 Hubungan COD terhadap waktu fermentasi

pada berbagai variabel kadar NaOH

% degradasi COD pada NaOH 3 %

(35)

PEMBAHASAN

29 . Hubungan rate produksi biogas terhadap waktu fermentasi

pada tiap kadar NaOH

Proses Batch Proses Kontinyu

Volume Biogas terbesar dari Reaktor 3 (NaOH 3%)

pada hari ke- 6

(36)

PEMBAHASAN

30 Hubungan volume akumulasi biogas terhadap waktu fermentasi

pada berbagai variabel kadar NaOH

12,127 liter

10,403 liter

(37)

PEMBAHASAN

31

Komponen Kadar NaOH dalam Pretreatment

Blanko 1% 3%

CH4 75,59% 76,50% 78,47

CO2 24,40% 23,49% 21,52

Lower Heating

Value (Kcal/kg) 5678,291 5746,65 5895,387

(38)

KESIMPULAN

32

1. Eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku

pembuatan biogas

2. Kadar NaOH dalam

pre-treatment

berbanding lurus dengan

degradasi lignin dengan degradasi paling tinggi sebesar 30,77 %

untuk NaOH 3%

Referensi

Dokumen terkait

Second, studies mention several common problems in the EFL reading classroom such as insufficient vocabulary, problems understanding linguistic complexity including lexical

Kata kunci: Senam Pramuka, Senam Ayo Bergerak Indonesia, Tingkat Kesegaran Jasmani. Tingkat kesegaran jasmani Dewan Pasukan Galang Putri SMP Negeri 22 Semarang kurang

2) Jika Najib memilih untuk berkerjasama ,Muhyiddin mendapat habuan yang lebih baik jika beliau menentang.Namun keadaan ini akan merugikan Najib (SETUJU,TENTANG).. 3)

yang dilaksanakan melalui ijab dan kabul meskipun transaksi itu melibatkan komitmen kedua belah pihak, ataupun hanya dengan ijab saja komitmen itu dari salah satu

Penulisan skripsi tentang “Stereotip antara Masyarakat Lokal dan Masyarakat Pendatang” di Gampong Keude Matangglumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen dimana

[r]

Dengan penguasaan potensi bahasa yang baik, seorang aktor dalam dialog maupun monolog akan mampu menghidupkan karakter tokoh yang diperankan.. Begitu juga pesan

(intramural) dan di luar sekolah (ekstramural) sebagai upaya memperkuat proses pembentukan karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai dan moral