TEORI EVOLUSI SEBELUM CARLES ROBERT DARWIN
(1958-1959)
TUGAS EVOLUSI
OLEH :
1. JUEN CARLLA WARELLA
NIM : 2012-40-153
2. VIESTA SAMPE
NIM : 2012-40-176
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2012
Pemahaman terhadap teori evolusi sangat penting untuk mengkaji tentang perkembangan makhluk hidup saat ini. Pada dasarnya teori evolusi mengatakan Evolusi adalah proses perubahan makhluk hidup seiring dengan berjalannya waktu, sehingga terbentuknya spesies baru. Menurut teori evolusi, makhluk hidup yang sekarang berbeda dengan makhluk hidup jaman dahulu. Nenek moyang makhluk hidup sekarang yang bentuk dan strukturnya (mungkin) berbeda mengalami perubahan-perubahan baik struktur maupun genetis dalam waktu yang sangat lama, sehingga bentuknya jauh menyimpang dari struktur aslinya dan akhirnya menghasilkan berbagai macam spesies yang ada sekarang. proses yang diperkirakan ini yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks, dan lebih terorganisir; terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapan dalam kondisi alamiah. tumbuhan dan hewan yang ada sekarang bukanlah makhluk hidup yang pertamakali berada di bumi, tetapi berasal dari makhluk hidup di masa lampau.
Jadi hasil dari pendapat para ahli tentang teori evolusi yaitu sebagian tidak dapat diterima oleh agama karena merupakan teori sains yang sangat mengguncang dunia ilmiah dan religius pada saat itu. Ketika faktor agama masih memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi panutan dalam kehidupan religius masyarakat, dikemukakannya teori evolusi tersebut menimbulkan guncangan dan perdebatan yang sengit baik pada dunia sains maupun agama.
Kata kunci : Evolusi, teori evolusi, Makhluk hidup dan Pandangan para ahli
PENDAHULUAN
Pada masa sekarang ini dapat dikatakan hampir semua ahli biologi dapat menerima teori evolusi biologis atau disingkat teori evolusi, walaupun teori tersebut disusun berdasarkan bukti-bukti tak langsung. Pokok dari teori evolusi itu adalah bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia dalam berbagai abad yang lalu telah berkembang dari makhluk yang berbentuk lebih sederhana. Semuanya itu melalui proses evolusi yang telah berlangsung beribu-ribu tahun, bahkan berjuta-juta tahun, dimulai dengan satu atau beberapa bentuk makhluk yang sederhana secara perlahan-lahan berkembang ke pelbagai bentuk (Widodo, 1989).
Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:
1. Teori Kreasi, Menyatakan bahwa kehidupan disebabkan oleh zat supranatural pada waktu istimewa. Setiap spesies sudah ada sejak zaman dahulu. Teori ini juga disebut teori penciptaan. Penciptaan adalah kepercayaan kuno bahwa manusia, kehidupan, bumi, dan seluruh jagad raya mempunyai asal-usul secara ajaib yang dihasilkan oleh campur tangan adikodrati suatu keberadaan yang maha tinggi yang umumnya disebut Tuhan. Campur tangan ini dapat dilihat entah sebagai suatu tindakan penciptaan dari ketiadaan (ex nihilo), atau dengan munculnya ketertiban dari keadaan kaos (chaos) yang ada sebelumnya. Di kalangan ilmuwan, ciptaanisme adalah termasuk pseudosains, yang tidak sesuai dengan metode ilmu pengetahuan.
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea) Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tidak hidup. Pengemukanya adalah Aristoteles. Teori ini didapat dari pengamatan terhadap lingkungan di sekitarnya. Misalnya saja bahwa cacing berasal dari tanah
3. Teori Kosmozoa, Teori ini menyatakan bahwa kehidupan berasal dari tempat lain di alam semesta, misalnya dari meteor yang jatuh. Salah satu teori menyebutkan asal-usul kehidupan mungkin berawal dari material organik yang dibawa meteorit yang jatuh ke Bumi. Barubaru ini, para ilmuwan Badan Antariksa AS (NASA) di Pusat Antariksa Johnson (JSC) menemukan material organik dalam sebuah meteorit purba yang mendukung teori tersebut. Radio isotopnya menunjukkan bahwa molekul organik yang terkandung di dalamnya terbentuk pada suhu minus 260 derajat Celcius atau dekat titik nol absolut. Mungkin umurnya lebih tua dari matahari. Struktur material organik tersebut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuknya mirip dengan bola kosong dengan permukaan kulit yang kaya akan karbon. Segumpal meteorit yang besarnya tidak lebih dari sebuah anggur mengandung lebih dari sejuta material tersebut. Secara teori, struktur material organik tersebut mirip dinding sel. Ia membentuk lingkungan yang bisa melindungi senyawa organik lainnya yang memungkinkan kehidupan sel pertama dapat berkembang.
5. Teori Biogenesis, Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang ada sebelumnya. Teori ini didukung oleh beberapa penelitian, misalnya saja percobaan Fransisco Redi menggunakan dua buah toples berisi daging, dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa ulat yang ada pada daging di dalam toples berasal dari lalat yang hinggap dan bertelur di atas daging. Kemudian ada percobaan Lazzaro Spallanzani menggunakan dua buah labu yang berisi kaldu nutrient yang dipanaskan, percobaan ini disempurnakan oleh Louis Pasteur menggunakan labu leher angsa yang diisi kaldu nutrient yang dipanaskan, hasil percobaan membuktikan ada
mikroorganisme dari udara yang masuk ke kaldu dan menyebabkan air kaldu menjadi keruh.
6. Teori Evolusi, Evolusi adalah perubahan kimiawi dan fisik yang terjadi secara perlahan-lahan yang dimulai bahkan sebelum organisme tersebut muncul. Asal usul kehidupan melalui proses evolusi yaitu :
Evolusi Kimia
Evolusi Biologi
Teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup pertama merupakan hasil dari evolusi molekul anorganik. Sesuai percobaan, asal-usul kehidupan berasal dari sintesis dan akumulasi monomer organik pada kondisi abiotik. Agregat molekul yang dihasilkan secara abiotik adalah protobion. Sel-sel hidup dapat berasal dari protobion. Protobion tak dapat melakukan reproduksi namun dapat mempertahankan lingkungan kimia di dalamnya dan menunjukkan ciri-ciri hidup lainnya yaitu metabolisme.
Konsep evolusi adalah sesuatu yang kuno dari tulisan-tulisan Yunani, di mana filsuf berspekulasi bahwa semua makhluk hidup terkait satu sama lain, meskipun dari jarak jauh. Filsuf Yunani Aristoteles dianggap “tangga hidup” di mana organisme sederhana secara bertahap berubah ke bentuk yang lebih rumit. Penentang konsep ini dipimpin oleh beberapa teolog yang menunjuk ke catatan Alkitab tentang penciptaan sebagaimana diatur dalam Kitab Kejadian. Salah satu uskup, James Ussher, menghitung bahwa penciptaan terjadi pada tanggal 26 Oktober 4004 SM, pukul 9 pagi.
Penentang argumentasi kreasionis didorong oleh ahli geologi yang mendalilkan bahwa bumi jauh lebih tua dari 4.004 tahun. Pada 1785, James Hutton mendalilkan bahwa bumi dibentuk oleh perkembangan kuno peristiwa alam, termasuk erosi, gangguan, dan pengangkatan. Pada awal 1800-an, Georges Cuvier menyatakan bahwa bumi berusia 6.000 tahun, berdasarkan perhitungan. Pada tahun 1830, Charles Lyell menerbitkan bukti mendorong umur bumi mundur beberapa juta tahun.
Di tengah kontroversi atas geologi dan umur bumi, zoologi Perancis Jean Baptiste Lamarck de menyarankan teori evolusi didasarkan pada perkembangan sifat baru dalam menanggapi perubahan lingkungan. Misalnya, leher jerapah membentang karena meraih makanan. Teori Lamarck “digunakan atau tidak digunakannya” mendapat tempat di hati, dan konsep “karakteristik yang diperoleh” diterima sampai saat Charles Darwin, bertahun-tahun kemudian.
ISI
1. Plato
(427 – 347 SM)
Plato Percaya pada dua dunia, yaitu dunia yang ideal dan abadi, serta dunia maya (khayal) yang tidak sempurna. Kedua dunia tersebut dapat dipahami dengan menggunakan alat indera manusia.
Plato Membayangkan pencipta yang menciptakan dunia dari kehancuran kemudian menciptakan para dewa yang akan membuat manusia berjenis kelamin laki-laki, Perempuan dan hewan muncul dari hasil reinkarnasi jiwa laki-laki, makin cacat jiwa tersebut, makin rendah reinkarnasinya
Evolusi menurutnya akan mengubah dunia yang organismenya sudah ideal dan teradaptasi sempurna dengan lingkungannya.
Aristoteles adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Dia merupakan murid Plato yang menyusun seluruh organisme ke dalam suatu ”skala alami”. Skala tersebut meliputi tingkat sederhana hingga tingkat paling kompleksi. Skala alami membahas bahwa semua bentuk kehidupan disusun menurut suatu skala atau tangga yang kompleksitasnya meningkat kearah atas. Setiap bentuk kehidupan mempunyai suatu tangga dengan anak tangganya masing-masing yang berada pada tingkatan yang berbeda-beda. Pandangannya mengenai hidup ini berlaku selama 2000 tahun, spesies diyakini telah permanent, sempurna, dan tidak berkembang lagi. Aristoteles mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks.
Anaximander juga merupakan seorang filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapat bahwa manusia berawal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.
Ia dipandang sebagai pelopor dari ajaran desendensi (ajaran penurunan ) oleh karena ia mengajarkan bahwa kosmos mungkin terbentuk dari kekacauan ( chaos ), kehidupan muncul dari zat mati, dan makhluk tingkat tinggi muncul dari makhluk tingkat rendah. Akan tetapi teori ini tidak berpengaruh terhadap alam pemikiran para sarjana di zaman itu. Namun setelah beberapa teori evolusi berkembang dengan pesat, maka dalam tulisan-tulisan para ahli ini dapat ditemukan kembali petunjuk-petunjuk tentang adanya pandangan para ahli tentang evolusi.
Empedoclas adalah seorang filosof Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang menjadi sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.
5. Teori evolusi Erasmus Darwin (1731-1802).
Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku yang berjudul Zoonamia yang menentang teori evolusi dari Lamarck.
Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
7. Teori evolusi Sir Charles Lyell (1797-1875).
Lyell adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul
Principles of Geology yang terbit pada tahun 1830. Lyell adalah salah satu ilmuan yang mampu membalikan gagasan tradisional tentang umur dan asal-usul bumi. Di dalam bukunya tersebut Lyell berpendapat bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang lama. Lyell mengemukakan bahwa gunung dan lembah dan ciri-ciri fisik permukaan bumi tidak diciptakan seperti bentuknya sekarang atau tidak dibentuk oleh bencana yang berturut-berturut, tetapi terbentuk oleh berlanjutnya proses vulkanis, pergolakan, erosi, glasiasi dan sebagainya dalam jangka waktu yang sangat lama dan masih berlangsung sampai sekarang.
bencana tidak bertanggung jawab atas alam yang ada di permukaan bumi. Konsep tentang uniformitarianisme diasumsikan bahwa hukum alam yang sama dan proses yang beroperasi di alam sekarang, selalu dioperasikan di alam semesta di masa lalu. Hal ini sering diringkas sebagai "saat ini adalah kunci ke masa lalu," karena meyakini bahwa segala sesuatu terus terjadi karena terbentuknya dunia pada awalnya.
Ide-ide di balik uniformitarianisme berasal dari karya ahli geologi Skotlandia James Hutton. Pada 1785, Hutton disampaikan pada pertemuan Royal Society Edinburgh bahwa bumi memiliki sejarah yang panjang dan bahwa sejarah ini dapat ditafsirkan dari segi proses saat diamati. Sebagai contoh, tanah terbentuk oleh pelapukan batuan dasar selama ribuan tahun. Dia juga menyarankan bahwa teori-teori supranatural tidak diperlukan untuk menjelaskan sejarah geologi Bumi.
Teori uniformitarianisme juga penting dalam membentuk perkembangan ide-ide dalam disiplin lain. Karya Charles Darwin dan Alfred Wallace tentang asal-usul spesies bumi adalah lanjutan ide-ide dari uniformitarianisme ke dalam ilmu biologi. Teori evolusi didasarkan pada prinsip bahwa keragaman spesies yang terlihat di bumi dapat dijelaskan oleh modifikasi sifat genetik seragam selama jangka waktu yang lama.
8. Teori evolusi Jean Baptise de Lamarck (1744 – 1829).
Jean Baptise de Lamarck seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, yang membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana dan yang modern memiliki suatu asal-muasal. memiliki suatu gagasan tentang use and disuse dan menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”. Dalam bukunya tersebut Lamarck mengatakan sebagai berikut :
Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Contoh yang dapat digunakan oleh Lamarck adalah jerapah.
Pada awalnya jerapah memiliki leher pendek. Karena makanannya berupa daun-daun yang tinggi, maka jerapah berusaha untuk dapat menjangkaunya. Karena terbiasa dengan hal ini maka semakin lama, leher jerapah menjadi semakin panjang dan pada generasi berikutnya akan lebih panjang lagi.
Melihat adanya kecenderungan makhluk sederhana berubah menjadi makhluk yang lebih kompleks dengan prinsip adanya proses perubahan menuju kesempurnaan. Perubahan menjadi sempurna ini menurut Lamarck karena harus beradaptasi pada lingkungannya. Proses adaptasi ini dijelaskan Lamarck melalui dua hal. Pertama, adanya proses use (menggunakan) dan disuse (tidak menggunakan) dari bagian-bagian tubuh organisme, bergantung pada kebutuhannya.
Organ tubuh yang digunakan secara luas untuk menghadapi lingkungan akan berkembang lebih besar, sedangkan bagian tubuh yang kurang digunakan akan mengalami penyusutan. Kedua, Lamarck berkeyakinan adanya pewarisan sifat-sifat yang diperoleh. Keadaan otot bisep yang semakin besar akibat penggunaan terus-menerus akan diwariskan kepada keturunannya. Dengan kata lain, keturunan akan lahir dengan sifat otot bisep besar dengan sendirinya.
a. Pada awalnya seluruh jerapah berleher pendek, sementara daun-daunan makanannya di pohon harus dijangkau karena letaknya yang tinggi.
b. Karena sering menjangkau daun, leher jerapah semakin panjang sehingga jerapah generasi berikutnya semakin tinggi.
c. Penyesuaian dan pewarisan hasil adaptasi ini berlanjut sehingga jerapah masa kini berleher panjang.
Teori jerapah berleher panjang menurut Lamarck dan Erasmus Darwin.
9. August Weismann (1934 – 1914).
Weismann berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan dalam penurunannya, melainkan berdasarkan pada prinsip genetika. Weismann melakukan percobaan untuk membuktikan teorinya tersebut. Perlakuan diberikan kepada dua tikus yang dipotong ekornya dan kemudian kedua tikus tersebut dikawinkan. Hasilnya adalah generasi keturunannya masih berekor panjang sampai generasi ke-21. Dari percobaan yang dilakukan tersebut maka akhirnya Weismann menarik kesimpulan seperti berikut:
1. Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
PENUTUP
Kesimpulan
Walaupun teori asal usul makhluk hidup melalui proses evolusi adalah yang paling dapat ditelaah secara ilmiah, namun tetap tidak lepas dari berbagai kritik. Kritik ini berdasarkan pada antropoegosentris, pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia di bumi, karena mempunyai kemampuan berpikir, berakhlak, dan berspirit, maka ia tidak mungkin berkerabat dengan makhluk hidup lain di dunia ini, sebab ia diciptakan terpisah dari spesies lain. Atau dengan kata lain bertentangan dengan teori kreasionisme, menolak evolusi dan menganggap bahwa manusia diciptakan terpisah dari spesies lain dan langsung seperti bentuknya sekarang.
DAFTAR PUSTAKA
Jurnal :
1. Judul Jurnal :
Evolusi Sel Sebagai Dasar Perkembangan Makhluk Hidup Saat ini. Aprizal Lukman
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan P MIPA, FKIP Universitas Jambi Jl. Raya Jambi-Ma. Bulian Km. 15, Mendalo Darat, JAMBI 36124
- Lukman, aprizal. 2008. Evolusi Sel Sebagai Dasar Perkembangan Makhluk Hidup Saat ini. Jambi : Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan P MIPA, FKIP Universitas Jambi.
2. Judul Jurnal :
Teori-teori munculnya manusia modern, oleh Toetik Koesbardiati Dosen Jurusan Antropologi FISIP Unair, Surabaya.
- Koesbardiati, Toetik. 2002. Teori-teori munculnya manusia modern. Surabaya : Jurusan Antropologi FISIP Unair
3. Judul Jurnal
Kritik dan pandangan Harun Yahya terhadap teori evolusi manusia ( Evolusionisme), oleh Muhammad Khadafi. Jurusan Aqidah dan filsafat , Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
- Khadafi, Muhammad. 2008. Kritik dan pandangan Harun Yahya terhadap teori evolusi manusia ( Evolusionisme). Yogyakarta : Jurusan Aqidah dan filsafat , Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
4. Evolusi dan entropi , oleh Ahmad Abu Hamid .dosen Jurusan pendidikan fisika FMIPA Universitas negeri Yogyakarta.
- Abu Hamid, Ahmad. 2007. Evolusi dan entropi. Yogyakarta : jurusan pendidikan fisika FMIPA Universitas negeri Yogyakarta.
Teks Book
1. Eka-Citta bersatu dalam dharma
- Silva, Lily. 2008. Eka-Citta bersatu dalam dharma. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada 2. Evolusi
- Suryo. 2001. Genetika Strata 1. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Website
1. http://www.academia.edu/5035358/EVOLUSI_Paper_ini_diajukan_untuk_memenuhi_tugas_pada_mata_kuliah_Biolo gi_Umum