• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER DAN GAYA HID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH CELEBRITY ENDORSER DAN GAYA HID"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH CELEBRITY ENDORSER DAN GAYA HIDUP

TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE OPPO F1

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Seminar Proposal Pemasaran

Dosen :

Sri Nastiti Andharini, Dra., M.M

Disusun Oleh :

Irma Wulandari

201410160311073

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Saat ini dunia memasuki era dimana segala sesuatu dalam kehidupan menggunakan informasi dan teknologi dan komunikasi dalam melakukan semua aktivitas. Hal ini kemudian mendorong tumbuhnya industri teknologi, informasi dan komunikasi menjadi suatu bisnis yang bersifat sunrise (bisnis yang berkembang dan bertumbuh pesat), dimana bisnis-bisnis di bidang teknologi, informasi dan komunikasi menjadi bisnis yang booming saat ini. Saat ini perusahaan-perusahaan industri telekomunikasi berlombalomba untuk mengeluarkan smartphone terbaru yang merupakan perangkat (gadget) paling populer saat ini yang dibawa dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Smartphone bahkan menjadi suatu kewajiban dalam keseharian dan menjadi identitas dari seseorang.

Pandangan atau tanggapan dari mahasiswa Universitas Muhammadya Malang terhadap gaya hidup, dari tahun ketahun tegnologi semakain berkembang begitu juga dengan gaya hidup yang semakin mengikuti jaman, seperti telekomunikasi yang berkembang tidak hanya melalui pesan singkat atau telepon, sekarang produk handphone sudah dilengkapi dengan aplikasi atau fitur-fitur canggih yang dijadikan trend masa kini dan menjadi gaya hidup seseorang memakai atau menggunakan smartphone.

Perusahaan harus mampu membaca apa yang diinginkan oleh konsumen sebelum mereka memproduksi produk mereka agar produk yang telah diproduksi tersebut diminati oleh banyak konsumen dan mereka memutuskan untuk membeli produk dari prusahaan tersebut. Menurut (Kotler dan Keller, 2009: 166) Perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana induvidu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli,menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

(3)

khusus atau non selebriti. Para selebriti digunakan dalam periklanan karena atribut populer yang dimilikinya seperti kecantikan, keberanian, bakat, jiwa olah raga (athleticisme), keanggunan, kekuasaan dan daya tarik seksual. Sementara tampilan orang-orang biasa yaitu non selebriti juga digunakan perusahaan untuk mendukung produknya dalam periklanan, misalnya keluarga muda, kelompok remaja (Shimp, 2003).

Penggunaan selebriti diharapkan mampu mengkomunikasikan suatu merek dan akhirnya dapat membentuk brand image positif pada produk yang diiklankan. Jika selebriti sebagai ikon dipersepsikan positif, diharapkan akan terbentuk brand image yang positif di benak konsumen (Wiryawan dan Pratiwi, 2009).

Gaya hidup atau pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya (Kotler, 2002)

Smartphone Oppo F1 saat ini telah banyak menjadi pilihan bagi masyarakat indonesia dikarenakan banyak hal yang menjadi pertimbangan antara lain karna harganya yang relatif lebih murah, Oppo F1 juga banyak menawarkan fitur-fitur pendukung dan desain yang terkesan mewah untuk menunjang gaya hidup masyarakat dan mendorong masyarakat luas untuk memilih Oppo F1. Oppo F1 juga menggunakan celebrity endoerser dalam iklannya yang membuat masyarakat lebih mudah mengenal smartphone oppo f1.

1.2 Rumusan Masalah

(4)

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh Celebrity Endoser Dan Gaya Hidup terhadap keputusan pembelian OPPO F1.

1.4 Manfaat

(5)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian keputusan pembelian

1. Pengertian Keputusan.

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga dan orang lain maupun mahkluk hidup lain dan tidak diperdagangkan. Menurut Kotler & Armstrong (2001: 226) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli.

Keputusan pembelian merupakan salah satu dari perilaku konsumen. Menurut Engel, Blackwell,dan Miniar dalam Suryani (2008:5) pemahaman terhadap perilaku konsumen mencakup pemahaman terhadap tindakan yang langsung dilakukan konsumen dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.

2. Tahap-tahap Proses Keputusan Pembelian.

Para konsumen melakukan lima tahap dalam melakukan pembelian. Kelima tahap tersebut tidak selalu terjadi, khususnya dalam pembelian yang tidak memerlukan keterlibatan yang tinggi dalam pembelian. Para konsumen dapat melewati beberapa tahap dan urutannya tidak sesuai.

 Pengenalan masalah

(6)

 Pencarian Informasi.

Konsumen mungkin tidak berusaha secara aktif dalam mencari informasi sehubungan dengan kebutuhannya. Seberapa jauh orang tersebut mencari informasi tergantung pada kuat lemahnya dorongan kebutuhan, banyaknya informasi yang dimiliki, kemudahan memperoleh informasi, tambahan dan kepuasan yang diperoleh dari kegiatan mencari informasi. Biasanya jumlah kegiatan mencari informasi meningkat tatkala konsumen bergerak dari keputusan situasi pemecahan masalah yang terbatas kepemecahan masalah yang maksimal.

 Evaluasi alternatif

Informasi yang didapat dari calon pembeli digunakan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai alternatif-alternatif yang dihadapinya serta daya tarik masing-masing alternatif. Produsen harus berusaha memahami cara konsumen mengenal informasi yang diperolehnya dan sampai pada sikap tertentu mengenai produk merek dan keputusan untuk membeli.

 Keputusan pembelian

Produsen harus memahami bahwa konsumen mempunyai cara sendiri dalam menangani informasi yang diperolehnya dengan membatasi alternatif-alternatif yang harus dipilih atau dievaluasi untuk menentukan produk mana yang akan dibeli.

 Perilaku setelah pembelian

(7)

produk dengan cara membantu konsumen menemukan informasi yang membenarkan pilihan konsumen melalui komunikasi yang diarahkan pada orang-orang yang baru saja membeli produknya.

Menurut Kotler (1995;70) ada empat indikator keputusan pembelian, yaitu: 1. Kemantapan pada sebuah produk.

2. Kebiasaan dalam membeli produk.

3. Memberikan rekomendasi kepada orang lain. 4. Melakukan pembelian ulang.

2.2.1 Celebrity Endorser

Pengertian Celebrity Endorser Menurut Shimp, (2003:459), endorser adalah pendukung iklan atau yang dikenal juga sebagai bintang iklan untuk mendukung suatu produk. Sedangkan selebriti adalah tokoh (aktor, penghibur atau atlet) yang dikenal karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari produk yang đidukungnya (Shimp 2003:460). Selebriti dipandang sebagai individu yang disenangi oleh masyarakat dan memiliki keunggulan atraktif yang membedakannya dari individu lain.

Shimp (2003:460) berpendapat bahwa celebrity endorser adalah menggunakan artis sebagai bintang iklan di media-media, mulai dari media cetak, media sosial, maupun media telivisi. Selain itu selebriti digunakan karena atribut kesohorannya termasuk ketampanan, keberanian, talenta, keanggunan, kekuatan, dan daya tarik seksualnya yang sering mewakili daya tarik yang diinginkan oleh merek yang mereka iklankan. Penggunaan celebrity endorser diharapkan mampu mewakili citra merk yang berdampak pada keputusan pembelian.

 Peran Celebrity Endorser

Berikut ini adalah beberapa peran selebriti sebagai model iklan yang bisa digunakan perusahaan dalam sebuah iklan (Schiffman dan Kanuk dalam Mahestu Noviandra, 2006:65-74):

a. Testimonial, jika secara personal selebriti menggunakan produk tersebut maka pihak dia bisa memberikan kesaksian tentang kualitas maupun benefit dari produk atau merek yang diiklankan tersebut.

(8)

c. Actor, selebriti diminta untuk mempromosikan suatu produk atau merek tertentu terkait dengan peran yang sedang ia bintangi dalam suatu program tayangan tertentu.

d. Spokeperson, selebriti yang mempromosikan produk, merek atau suatu perusahaan dalam kurun waktu tertentu masuk dalam kelompok peran spokerperson. Penampilan mereka akan diasosiasikan dengan merek atau produk yang mereka wakili.

Penggunaan selebriti sebagai bintang iklan diyakini memiliki daya tarik tersendiri. Selain memiliki keuntungan publisitas dan kekuatan memperoleh perhatian dari konsumen, selebriti juga mempunyai kekuatan untuk dijadikan sebagai alat untuk membujuk, merayu, serta mempengaruhi konsumen sasaran, yaitu dengan ketenaran yang dimilikinya. Dengan memanfaatkan ketenaran tersebut diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian terhadap produk yang diiklankannya.

 Indikator Celebrity Endorser

Menurut Shimp (2003:470) mengatakan lima atribut khusus endorser dijelaskan dengan akronim TEARS, dimana TEARS terserbut terdiri dari:

a. Truthworthiness (dapat dipercaya) Mengacu pada kejujuran, integritas dan kepercayaan diri dari seorang sumber pesan.

b. Expertise (keahlian) Mengacu pada pengetahuan, pengalaman atau keahlian yang dimiliki oleh seorang endorser yang dihubungkan dengan merek yang didukung seorang endorser yang diterima sebagai seorang yang ahli pada merek yang didukungnya akan lebih persuasif dalam menarik audience daripada seorang endorser yang tidak diterima sebagai seorang yang ahli.

c. Attractiveness (daya tarik fisik) Mengacu pada diri yang dianggap sebagai hal yang menarik untuk dilihat dalam kaitannya dengan konsep kelompok tertentu dengan daya tarik fisik.

d. Respect (kualitas dihargai) Kualitas yang dihargai atau digemari sebagai akibat dari kualitas pencapaian personal.

(9)

2.3.1 Gaya Hidup

Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.

Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya. Adler (dalam Hall & Lindzey, 1985) menyatakan bahwa gaya hidup adalah hal yang paling berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam hubungannya dengan 3 hal utama dalam kehidupan yaitu pekerjaan, persahabatan, dan cinta sedangkan Sarwono (1989) menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah konsep diri. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002). Menurut Susanto (dalam Nugrahani,2003) gaya hidup adalah perpaduan antara kebutuhan ekspresi diri dan harapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak berdasarkan pada norma yang berlaku. Oleh karena itu banyak diketahui macam gaya hidup yang berkembang di masyarakat sekarang misalnya gaya hidup hedonis, gaya hidup metropolis, gaya hidup global dan lain sebagainya.

Bentuk-bentuk gaya hidup

Menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain;

a. Industri Gaya Hidup

(10)

kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan.

b. Iklan Gaya Hidup

Dalam masyarakat mutakhir, berbagai perusahaan (korporasi), para politisi, individu-individu semuanya terobsesi dengan citra. Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus (subtle) arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik. Iklan juga perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.

c. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup

Pemikiran mutakhir dalam dunia promosi sampai pada kesimpulan bahwa dalam budaya berbasis-selebriti (celebrity based-culture), para selebriti membantu dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru yang dikenal sebagai anak-anak E-Generation, menjadi seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti (celebrity-inspired identity)-cara mereka berselancar di dunia maya (Internet), cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas.

d. Gaya Hidup Mandiri

Kemandirian adalah mampu hidup tanpa bergantung mutlak kepada sesuatu yang lain. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, serta berstrategi dengan kelebihan dan kekurangan tersebut untuk mencapai tujuan. Nalar adalah alat untuk menyusun strategi. Bertanggung jawab maksudnya melakukan perubahan secara sadar dan memahami betuk setiap resiko yang akan terjadi serta siap menanggung resiko dan dengan kedisiplinan akan terbentuk gaya hidup yang mandiri. Dengan gaya hidup mandiri, budaya konsumerisme tidak lagi memenjarakan manusia. Manusia akan bebas dan merdeka untuk menentukan pilihannya secara bertanggung jawab, serta menimbulkan inovasi-inovasi yang kreatif untuk menunjang kemandirian tersebut.

(11)
(12)

2.2 PENELITIAN TERDAHULU

(13)

Citra Merek Terhadap Keputusan

Pembelian Honda Beat.

CE dan CM tidak berpengaruh signifikan. Secara persial CE

berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

2.3 KERANGKA PEMIKIRAN

H1

H2

2.4 HIPOTESIS

Berdasarkan tujuan penelitain, rumusan masalah yang di ajukan, telaah pustaka, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H1 : Celebrity Endorser berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk OPPO F1.

H2 : Gaya Hidup berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk OPPO F1.

Keputusan Pembelian (Y)

Gaya Hidup (X2) Celebrity Endorser

(14)

BAB III

3.1Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis mengambil lokasi di Universitas Muhammadiyah Malang.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel Penelitian dari penelitian ini terdiri dari : 1. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variable independen.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Keputusan Pembelian (Y).

2. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variable yang mampu untuk mempengaruhi variable dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Celebrity Endorser (X1) Dan Gaya Hidup (X2)

3.3 Oprasional Variabel

(15)

indikator yang menunjukkan indikator yang dimaksud. Adapun variavel penelitian beserta definisi operasionalnya dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:

N

o Variabel Definisi Indikator Keterangan 1 Keputusa

Kebudayaan Hal yang kompleks, yang meliputi ilmu Sosial Seperti kelompok

(16)

disampaikan oleh

(daya tarik fisik) Mengacu pada diriyang dianggap sebagai hal yang menarik

Ultirian purchace Dimana konsumen hanya membelanjakan indulgences Individu mencoba

untuk hidup Lifestye luxuries Menawarkan manfaat

(17)

quality dari sebuah merek

Aspiratioal

luxuries Memuaskan konsumendengan aspek emosionalnya, melalui pembelian, konsumen dapat

mengekspresikan dirinya, sistem nilai, minat dan hasratnya, dan didalam hal ini yang dimaksudkan adalah kehidupan di kota-kota besar.

3.4 Unit analisa, populasi, sampel

Populasi

Ukuran Populasi yang diambil dalam penelitian ini tidak teridentifikasi atau tidak di ketahui secara pasti. Dalam penelitian ini populasi yang di maksud adalah Pembeli smartphone Oppo F1.

Sampel

Karena Sampel adalah sebagian untuk diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Sampel penelitian adalah pengguna Oppo F1. Metode pengambilan sampel di lakukan dengan cara Accidental sampling yaitu bentuk pengambilan sampel di Universitas Muhammadya Malang, kepada pembeli Oppo F1 yang dapat menjadi sumber data yang akan menjadi sampel penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling (pengambilan sampel berdasarkan kemudahan) yang diambil sebagai anggota sampel adalah orang-orang yang mudah ditemui atau yang berada pada waktu yang tepat, mudah ditemui dan dijangkau (Widayat,2004). Frankel dan Wallen dalam Widayat (2004) menyarankan, besar sampel minimum untuk penelitian deskriptif sebanyak 100. Frankel dan Wallen (1993:92) menyarankan besar sampel minimum untuk :

(18)

2. Penelitian korelasional sebanyak 50 3. Penelitian kausal-perbandingan sebanyak

30/group

4. Penelitian eksperimental sebanyak 30/15 per group

Jumlah sampel yang ditentukan peneliti adalah 100 orang yang menjadi pengguna OPPO F1. Dalam pengambilan sampel ini, peneliti mendatangi orang – orang yang di predeksi pengguna Smartphone OPPO F1 yang berada di Universitas Muhammadya Malang.

3.5 Prosedur pengumpulan data

Pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner yang dibagikan langsung kepada pembeli Oppo F1 merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden, agar peneliti memperoleh data lapangan atau empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Supardi,2005:127). Cara pengumpulan data tersebut dilakukan dengan prosedur :

1. Responden diberi kuesioner,

2. Sambil mengisi kuesioner, ditunggu dan diberikan penjelasan jika belum jelas terhadap apa yang dibaca,

3. Setelah responden mengisi kemudian jawaban tersebut ditabulasi, diolah, dianalisis dan disimpulkan.

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner. Dengan melakukan penyebaran kuesioner responden untuk mengukur persepsi responden digunakan Skala Likert (Durianto,dkk,2001). Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1 - 5 untuk mewakili pendapat dari responden. Nilai untuk skala tersebut adalah :

(19)

3.6 Metode Analisa Data dan Uji Hipotesis

3.6.1 Metode Analisa Data

a. Uji Validitas

Validitas adalah suatu derajat ketepatan/kelayakan instrumen yang digunakan untuk mengukr apa yang digunakan untuk mengukur apa yang akan diukur. Validitas instrumen adalah ketepatan dari suatu instrumen akan dikatakan memiliki taraf validitas yang baik, jika betul-betul mengukur apa yang hendak diukur.

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrumen ini adalah Product Moment dari Karl Pearson, sebagai berikut:

Kemudian hasil dari rxy dikonsultasikan dengan harga kritis product moment (r tabel), apabila hasil yang diperoleh r hitung > rtabel, maka instrumen tersebut valid. Dalam praktiknya untuk menguji validitas kuesioner akan menggunakan bantuan software Microsoft Office Excel dan Statistical Product and Service Solution (SPSS).

b. Uji Reliabilitas

Suharsimi Arikunto (2006: 154) menyatakan “Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat

(20)

kembali pada obyek yang berlainan pada waktu yang berbeda atau memberikan hasil yang tetap.

Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus cronbach alpha sebagai berikut:

Apabila koefisien Cronbach Alpha (r11) ≥ 0,7 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel (Johnson & Christensen, 2012). Jika nilai alpha > 0,7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficient reliability) sementara jika alpha > 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat. Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

 Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

 Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi

 Jika alpha antara 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat

 Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah

(21)

memang lebih mudah dan praktis jika menggunakan software SPSS.

c. Teknik Analisis Data

Sumber data pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari penyebaran kuesioner pada konsumen smartphone Oppo F1. Data sekunder adalah data yang diperoleh dan sudah disajikan oleh pihak lain seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan buku-buku literatur yang relevan dengan pembahasan penelitian ini

Populasi penelitian ini adalah bagi para pembeli Oppo F1 yang berusia 17 tahun ke atas dan memiliki Oppo F1. Metode penentuan sampel dengan Accidental sampling (Sugiyono, 2009: 122), jumlah sampel sebanyak 50 responden. Keputusan Pembelian (Y) Gaya Hidup (X2) Celebrity Endorser (X1)

Penelitian ini menggunakan teknik Analisis Regresi Linier Berganda, untuk mengetahui ketergantungan suatu variabel terikat dengan satu atau lebih variabel bebas. Dalam analisis, peneliti dibantu dengan program computer Statitical Pacage of Social Science (SPSS) versi 15.0 for Windows. Melalui persamaan regresi linier berganda dibawah ini. Υ = α + β X + β X + µi 1 1 2 2 ………..……(3) Dimana :

Y = Keputusan Pembelian X1 = Celebrity Endorser X2 = Gaya Hidup α = Konstanta

β1- β 2 = Koefisien regresi dari X1-X2

µi = Variabel pengganggu (residual error) yang mewakili faktor lain berpengaruh terhadap Y namun tidak dimasukkan dalam model.

4. Uji Hipotesis

(22)

Uji T ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2,…..Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Dalam hal ini, apakah masing-masing variabel Celebrity Endorser dan Gaya Hidup secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian.

Sebagai dasar pengambilan keputusan dapat digunakan kriteria pengujian sebagai berikut :

1. Apabila t hitung ≥ t tabel dan tingkat signifikansi < α(0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.

2. Apabila t hitung ≤ t tabel dan tingkat signifikansi ≥ α(0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Uji hipotesis parsial ini digunakan untuk menguji semua hipotesis yaitu H1 dan H2.

Uji Regresi Simultan (Uji F)

Uji F yaitu pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas (X) secara bersama-sama dapat berpengaruh terhadap Variabel terikat (Y). Rumusnya (Ghozali,2011):

F= R

2 /K 1−R2/(nk−1)

Dimana:

R2 : koefisien determinasi berganda

n : jumlah responden k : jumlah variabel bebas

Koefisien regresi berganda dan regresi diuji signifikansinya dengan menggunakan uji F yaitu dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel

dengan ketentuan sebagai berikut :H0 : β1=0 tidak ada hubungan antar

variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas.

(23)

a) Jika FhitungFtabel , maka H0 diterma dan Ha ditolak b) Jika Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak dan Ha diterima Dasar pengambilan keputusan:

a. Jika probabilitas (signifikansi)> 0,05 (α) atau F hitung < F tabel berarti hipotesis tidak terbukti maka H0 diterima Ha ditolak bila dilakukan secara simultan.

Referensi

Dokumen terkait

ANP adalah teori umum pengukuran relative yang digunakan untuk menurunkan rasio prioritas komposit dari skala rasio individu yang mencerminkan pengukuran relative

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Split Plot dengan 2 faktor yaitu: varietas sebagai petak utama, dan pemberian dosis giberelin

Nilai R/C Ratio yang diperoleh pada usaha kue Semprong (kasippi) di Usaha Mega Rezky sebesar 1,48 berarti usaha tersebut dinyatakan layak, karena setiap penambahan

Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur yang populer dijadikan produk makanan. Untuk membudidayakan jamur diperlukan media tanam yaitu baglog. Meningkatnya permintaan jamur

Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas X2 SMA Negeri 2 Yogyakarta

Dengan adanya keluhan rasa sakit yang dirasakan operator diantaranya rasa pegal dan nyeri pada otot leher, punggung, bahu, lengan, pergelangan tangan dan kaki, yang

Oleh karena itu untuk mewujudkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, KKP Kelas II Cilacap dituntut mampu menangkal risiko kesehatan yang mungkin masuk dari Negara lain atau

Basri et al.(1998) mencoba pengupasan dan pemolesan pada rotan Lambang, Batang, Tohiti dan Noko. Proses pengupasan dan pelurusan rotan berdiameter besar dapat dilakukan keadaan