• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI BISNIS KUE BANDUNG MAKUTA DALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI BISNIS KUE BANDUNG MAKUTA DALAM"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI BISNIS KUE BANDUNG MAKUTA DALAM MENARIK KONSUMEN

Kharisma Putri Pertiwi

Mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

Universitas Komputer Indonesia, Bandung.

Email: [email protected]

Abstract

The current technological developments facilitate the access of the public in seeking information, in addition the community is also facilitated in communicating between individuals remotely without face

to face face to face. The development of technology causes the Internet network can be useful for people's lives. The emergence of the internet makes the artists interested in opening an online business

by utilizing their social media accounts. This research is a qualitative research with phenomenology method.

Keywords: Business strategy, Online business, Online shopping, Attract consumers.

1. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemajuan teknologi membuat manusia dimudahkan dalam mencari kebutuhan sehari-hari, baik itu dari segi materil maupun non materil. Masyarakat dalam mencari kebutuhan rumah tangga biasanya mendatangi supermarket, pasar swalayan, toko/kios maupun warung. Namun dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi khususnya jaringan internet membuat masyarakat kini dapat dengan mudah membeli segala sesuatu yang dibutuhkan melalui aplikasi-aplikasi media sosial.

Berawal dari kemunculan internet di dunia membuat perkembangan pesat dari sisi teknologi global. Internet menjadikan sebuah wadah bagi setiap orang dalam membuka jaringan komunikasi secara luas, sehingga dapat emudahkan setiap orang dalam berwieausaha. Seperti yang disebutkan oleh Timothy Luke:

“an accurate census of internet users needs to be updated daily or weekly, not monthly or yearly, to keep track of its exponential growth... Numbers can be cited, but they become inaccurate even as they are reported.”

Berdasarkan kutipan di atas, internet merupakan ladang bagi sebagian orang, karena internet mampu menghasilkan keuntungan dengan pertumbuhan yang sangat signifikan, yang berlipat-lipat. Pendapat ini dipertegas oleh Saskia Sassen, sebagai berikut:

This is a particular moment in history of digital network, one when powerful corporate actors and

high-performance networs are

(2)

Kutipan yang dikemukakan oleh Saskia Sassen juga memperjelaskan bahwa dengan kemajuan teknologi setiap orang bukan hanya dapat berkomunikasi secara luas akan tetapi mereka juga dapat memuka modal usaha yang dapat dipasarkan secara global.

Kemajuan teknologi dengan kemunculan jaringan internet membuat ide baru di mata dunia seperti munculnya Bisnis Online. Bisnis online sekarang sedang banyak diminati oleh para pembisnis muda untuk melapakkan produk yang akan dijual. Masyarakat tidak perlu susah payah menyewa kios atau membeli sebuah ruko dalam mencari tempat/lapak untuk menjualkan produk yang dimilikinya. Kini dengan kemajuan teknologi, masyarakat dapat dengan mudah menjualkan produknya melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, WhatsApp, maupun melalui Online shopping (Onlineshop) Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Shopee, dll.

Kemajuan teknologi di era milenial ini membuat banyak kalangan artis tertarik membuka ide bisnis mereka melakui akun media sosialnya. Fenomena tersebut membuat jajaran artis berlomba-loba memanfaatkan peluang bisnis dengan membuat suatu produk yang nantinya akan mereka pasarkan kepada masyarakat. Sebagai contoh penulis mengambil ide bisnis kue yang dijalankan oleh artis Laudya Cynthia Bella dengan produk ‘Bandung Makuta’ produk kue tersebut dipasarkan di wilayah Bandung.

Kue yang sedang booming di kalangan pengguna media sosial Instagram disebut juga ‘Kue Kekinian’. Diuntungkan dengan banyaknya followers (pengikut) pada akun media sosial instagram yang dimiliki artis Laudya Cynthia Bella yang mencapai 20,4 M followers,

memudahkan ia memasarkan produk yang akan dijual kepada masyarakat.

B. Tinjauan Pustaka

1. Strategi Bisnis

Strategi adalah pola alokasi sumber daya yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan kinerjanya (Barney,

1997). Strategi juga dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan sumber daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi

menguntungkan sehingga

perusahaan benar – benar bisa

mencapai tujuan yang

diinginkannya. (Grant, 1995). Menurut Porter (1985) ada dua jenis dasar competitive advantage yang bisa dimiliki oleh perusahaan yaitu low cost dan differentiation. Atas dasar itu ada tiga strategi generik untuk bisa mencapai hasil yang lebih baik dari rata-rata di dalam suatu industri. Ketiga strategi generik itu terdiri dari: cost leadership, differentiation dan focus. Ditambah dengan dua variasi dari strategi focus yaitu: cost focus dan differentiation focus.

COMPETITIVE ADVANTAGE Lower

Cost Differentation

C

Leadership Differentation

Narrow

Target Cost Focus

Differentation Focus

(3)

Superior Performance (New York: The Free Press, 1985).

Strategi Promosi

Strategi promosi adalah

perencanaan, implementasi, dan

pengendalian komunikasi dari suatu organisasi kepada para konsumen serta sasaran lainnya. Setiap perusahaan dapat menerapkan dua strategi dalam mempromosikan produknya, yakni: Strategi Tarik dan Strategi Dorong. (Sumber: Entrepreneurship Menjadi Pembisnis Ulung hlm 293).

2. Internet

Sejarah mengenai internet dijabarkan dengan cukup baik oleh Reddick dan King (1996: 107-110). Berawal pada tahun 1957, Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), bertekad

mengembangkan jaringan

komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan penelitian militer. Sehingga memungkinkan para peneliti yang tersebat di Amerika Serikat dapat dengan mudah saling bertukar file komputer dan saling berkirim surat. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik). Kemudian pada tahun 1960 penelitian menghasilkan temuan bernama packet switching.

Pada tahun 1969 diluncurkan sebuah jaringan percobaan yang bernama, ARPA-net. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan computer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik. Namun karena pengembangan ARPA—net cukup rumit dikarenakan lokasi dan

computer yang digunakan

berbeda-beda, maka kemudian

dikembangkan lagi sebuah protokol yang dapat berjalan pada komputer yang berbeda-beda.

Pada 1970, dikembangkan sebuah protokol dengan nama Transmission Control Protocol (TCP) dan di tahun yang sama pula, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon (@) juga diperkenalkan sebagai

lambang penting yang

menunjukkan “at” atau

“pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai

dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan computer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System.

(4)

melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti semacam jaringan yang mampu menghubungkan seseorang dengan informasi dunia dan masyarakat global (Agung, 2003: 2). Sementara menurut Reddick dan King (1996: 100) “Internet adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan saling hubungan antara jaringan-jaringan komputer yang sedemikian rupa, sehingga

memungkinkan

komputer-komputer

itu berkomunikasi satu sama lain”. Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk.

Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif.

Internet dapat menghubungkan orang dari berbagai belahan dunia baik itu yang belum mengenal atau

yang sudah mengenal, baik itu dari suku, ras atau agama yang berbeda, semuanya dapat berkomunikasi langsung melalui media internet. Sebab di dalam media internet memang banyak sarana pendukung bagi manusia untuk melakukan komunikasi. Seperti yang diungkapkan oleh Tracy (1997: 2) ”…internet adalah semacam jagad raya yang terus menerus berkembang memiliki geografi, ‘cuaca’, dan budaya sendiri. Dalam dunia cyber ini, berbagai orang dalam penjuru dunia berkomunikasi melalui zona waktu yang berbeda tanpa saling bertatap muka, dan informasinya tersedia 24 jam sehari dari ribuan tempat”.

Dengan kemunculan jaringan internet memudahkan masyarakat khususnya para artis membuka peluang bisnisnya melalui akses

yang tersedia dengan

memanfaatkan adanya jaringan internet.

3. Media Sosial

Karjaluoto (2008: 2) mengungkapkan bahwa istilah media sosial menggambarkan sebuah media sehingga para pengguna dapat dengan mudah berpartisipasi dan memberi kontribusi di dalam media tersebut. Karakteristik umum yang dimiliki setiap media sosial yaitu adanya keterbukaan dialog antar para pengguna.

Dikutip dari

(http://digilib.uinsby.ac.id/9741/5/b ab%202.pdf) Karjaluoto (2008: 4) menjelaskan bahwa Media sosial ada 6 macam yaitu:

(5)

juga menyediakan ruang sehingga pembaca tulisan dapat memberi komentar. Banyak macam-macam blog di dunia, dan blog menjadi popular karena menyediakan perspektif yang utuh dan asli mengenai topik-topik tertentu.

2. Forum (Forums), yaitu sebuah situs dimana beberapa pengguna (users) dapat

menyusun topik dan

mengomentari topik yang dibuat. Semua orang yang mengunjungi situs tersebut dapat memberikan komentar. Selain itu, biasanya forum ini dijadikan rujukan bagi mereka yang tertarik pada suatu topik. Contoh dari forum yang cukup popular adalah kaskus. Di dalam kaskus terdapat berbagai topik yang diciptakan oleh para pengguna situs atau diusulkan oleh para pengunjung situs tersebut.

3. Komunitas Konten (content communities), yaitu situs yang memungkinkan pengguna (users) untuk memasang atau menyebarkan konten. Konten yang dipasang dan disebarkan biasanya berupa video atau foto untuk bercerita dan berbagi. Beberapa situs ini menyediakan layanan untuk voting, sehingga pengunjung dapat ikut menentukan relevansi konten yang akan dipasang dan disebarkan.

4. Dunia virtual (virtual worlds), merupakan sebuah situs yang menyediakan dunia virtual bagi para pengunjungnya. Yaitu dunia yang seolah-olah nyata, dikarenakan pengunjung bisa saling berinteraksi dengan pengunjung lainnya, namun pada dasarnya dunia tersebut hanya ada di dalam internet. Salah satu contoh yang cukup

popular dari dunia virtual adalah situs game on-line. Pengunjung dapat berinteraksi dan berjuang bersama dengan pengunjung lain atau dapat juga bersaing dengan pengunjung lain.

5. Wikis, yaitu situs penghasil data-data atau dokumen-dokumen. Dalam situs ini, pengunjung yang telah diterima sebagai pengguna (users) resmi dapat mengganti atau menambah konten yang ada dalam situs dengan sumber yang lebih baik. Wikipedia merupakan salah satu contoh dari situs wikis.

6. Jejaring Sosial (social networks), yaitu komunitas virtual yang memungkinkan pengguna (users) untuk berkoneksi dengan pengguna (users) yang lainnya. Beberapa situs jejaring sosial dibuat untuk memperluas jaringan

kelompok (contohnya

Instagram, Facebook, Twitter, dll), sementara ada beberapa yang dibuat berdasarkan wilayah tertentu saja (contohnya Linkedln).

4. Pengertian E-Bussiness

Ada beberapa definisi dari para ahli mengenai e-business. Berikut adalah beberapa definisi E-business menurut para ahli:

1. E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti

perancangan produk,

pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui

penggunaan teknologi

(6)

System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002). 2. Penggunaan internet dan

teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall). 3. E-business adalah mengenai

penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-business with Net.Commerce. Prentice Hall).

Dari beberapa definisi para ahli maka dapat disimpulkan bahwa E-Business adalah penggunaan teknologi informasi untuk memudahkan proses bisnis dalam melakukan e-commerce, dan menyediakan kerjasama untuk

mendukung komunikasi

perusahaan.

5. Bisnis Online

Dikutip dari

https://ariefdar.wordpress.com/20 13/01/29/pengertian-bisnis-online/ bahwa bisnis online saat ini bukan lagi menjadi istilah asing di Indonesia, baik kita yang

kesehariannya terbiasa

menggunakan internet ataupun tidak. Bahkan yang luar biasa adalah, jika kita memiliki kemampuan memasarkan di internet, sangat terbuka kesempatan luas untuk dapat membantu memasarkan produk-produk orang lain baik perorangan maupun perusahaan-perusahaan

dengan pendapatan yang menggiurkan.

Bisnis Online terdiri dari 2 kata yakni Bisnis dan Online. Bisnis adalah suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan oleh kelompok maupun individual, untuk mendapatkan laba dengan cara memproduksi produk maupun jasanya untuk memenuhi

kebutuhan konsumennya.

Sedangkan kata Online menurut kamus.web.id adalah suatu kegiatan yang terhubung melalui jaringan komputer yang dapat diakses melalui jaringan komputer lainnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Bisnis Online adalah proses aktifitas dimana seorang produsen (pedagang) mendistibusikan dagangannya (produk) melalui bantuan kecanggihan teknologi internet, bisa melalui online shopping, maupun jejaring sosial media Instagram, facebook, twitter, dll.

C. Rumusan Masalah

 Bagaimana Strategi Bisnis Bandung Makuta?

 Bagaimana Cara Promosi Bandung Makuta?

 Bagaimana Respon Konsumen dari strategi bisnis Bandung Makuta?

D. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan penulis adalah sebagai berikut:

1. Maksud Penulisan

Untuk mengetahui bagaimana Strategi Bisnis Kue Bandung

Makuta dalam Menarik

(7)

2. Tujuan Penulisan

Tujuan dari adanya tulisan ini adalah:

 Untuk mengetahui bagaimana Strategi Bisnis Bandung Makuta?

 Untuk mengetahui bagaimana Cara Promosi Bandung Makuta?

 Untuk mengetahui bagaimana Respon Konsumen dari strategi bisnis Bandung Makuta?

2. METODE RISET

Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan dasar teori fenomenologi. Dimana saat ini ‘Kue Kekinian’ yang dimiliki Laudya Cynthia Bella dengan brand Bandung Makuta sebuah produk kue yang pertama kali diperkenalkan melalui media online dari akun sosial medianya hingga terkenal (booming) di kalangan masyarakat sekitar khususnya oleh para pengguna sosmed (sosial media) instagram.

Fenomena tersebut seolah-olah menyadarkan kita bahwasanya efek yang ditimbulkan dari keberadaan media sosial terlihat sangat jelas karena dengan memposting produk yang akan kita jual di media sosial yang kita miliki, masyarakat dapat tahu dan tertarik atau tidak terhadap produk tersebut. Subjek dari tulisan karya ilmiah ini adalah brand kue Bandung Makuta. Penulis juga melihat komentar-komentar dari para netizen (pengguna sosial media Instagram dan Facebook) sebagai subjek pendukung (informan key) karya ilmiah dan bahan acuan penulis dalam menunjang tulisan ini.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis ialah menggunakan studi pustaka. “Menurut J. Supranto, studi pustaka adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan materi data atau informasi melalui jurnal ilmiah, buku-buku referensi dan bahan-bahan publikasi yang tersedia diperpustakaan (Ruslan, 2003:31).”

Adapun studi pustaka yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data yang berkenaan dengan tulisan yang dilakukan mencakup beberapa cara yang diantaranya: 1. Studi Literatur

Pengambilan data dengan cara membaca dan mempelajari berbagai buku, dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan tulisan ini dan pencarian suatu usaha untuk mendapatkan informasi dengan cara mencari sumber-sumber dari literatur yang relevan dan berhubungan dengan masalah dari tulisan ini.

2. Penelusuran Data Online

Penulis mencari referensi acuan melalui alamat website e-journal yang berhubungan dengan kebutuhan penulis. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan layanan internet dengan cara membuka alamat pada mesin pencari (search engine).

Penelusuran data online menurut Burhan Bungin yaitu: “Tata cara melakukan penelusuran data melalui media online seperti internet atau media jaringan lainnya yang menyediakan fasilitas online, sehingga memungkinkan peneliti dapat memanfaatkan data informasi online yang berupa data maupun data informasi teori, secepat atau semudah mungkin dan dapat dipertanggung jawabkan secara akademis (Bungin, 2008:148).

(8)

memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong, 2005:248).”

Gambar 2.1

Komponen-komponen analisis data Sumber: Miles & Huberman (1992:20)

Dalam penelitian diperlukan tahap-tahap penelitian yang memungkinkan peneliti untuk tetap berada pada jalur yang benar dan memiliki langkah-langkah yang akan diambil dalam penelitian. Tahapan-tahapan ini berguna sebagai sistematika proses penelitian yang akan mengarahkan peneliti dengan patokan jelas sebagai gambaran dari proses penelitian dan digunakan sebagai analisis data. Data yang diperoleh dari lapangan dilakukan analisis melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1. Reduksi Data (Data reduction):

Kategorasasi dan mereduksi data, yaitu melakukan pengumpulan terhadap informasi penting yang tekait dengan arah penelitian, selanjutnya data dikelompokkan sesuai topik masalah. Dalam pelaksanaan di lapangangan peneliti mengumpulkan beberapa data langsung dari informan, karena peneliti melakukan wawancara secara langsung. 2. Pengumpulan Data (Data collection):

Data yang dikelompokkan selanjutnya disusun dalam bentuk narasi-narasi, sehingga terbentuk rangkaian informasi yang bermakna sesuai dengan masalah penelitian. Setelah mereduksi data, memilah data-data yang sesuai selanjutnya peneliti mengkelompokan data-data tersebut, contohnya peneliti melakukan sesi tanya jawab sesuai dengan topic permasalahan yang di tentukan oleh peneliti.

3. Penyajian Data (Data display): Melakukan interpretasi data yaitu

menginterpretasikan apa yag telah diintepretasikan informan terhadap

masalah yang diteliti.

Menjabarkan/menyajukan data sesuai yang peneliti butuhkan melakukan interpretasi dari komunikasi antarpribadi saudara kembar yang akan di teliti. 4. Penarikan Kesimpulan (Conclusion

Drawing/verification): Pengambilan kesimpulan berdasarkan susunan narasi yang telah disusun pada tahap ketiga, sehingga dapat memberi jawaban atas masalah penelitian. Melakukan verifikasi hasil analisis data dengan informan yang didasarkan pada kesimpulan tahap keempat. Tahap ini dimaksudkan untuk menghindari kesalah interpretasi dari hasil wawancara dengan informan yang dapat mengaburkan makna persoalan sebenarnya dari fokus penelitian. Menyimpulkan keseluruhan data serta mengecek kembali dari hasil wawancara dari informan, guna memberikan hasil yang valid, tahap akhir ketika data telah diperoleh dari kedua saudara kembar tersebut.

Teknik analisis data yang dilakukan penulis yakni mengamati/observasi akun media sosial Insagram dari brand (produk) Bandung Makuta @bandungmakuta. Selain mengamati dua akun media sosial Bandung Makuta, penulis juga mengamati dari media sosial Facebook produk tersebut. Sehingga pada akhirnya penulis dapat menaik benang merah dari maksud serta tujuan yang diinginkan penulis dalam menyusun karya ilmiah mengenai Strategi Bisnis Bandung Makuta dalam Menarik Konsumen.

Strategi Bisnis Bandung Makuta  Profil Bandung Makuta

(9)

selalu sejuk juga seolah menjadi pelengkap dan alasan utama kerinduan orang-orang terhadap kota ini. Tak heran, banyak yang hilir mudik kembali ke kota ini hanya karena ingin merengkuh memori yang kerap memanggil untuk kembali.

Atas alasan itulah, Laudya Cynthia Bella yang notabene berasal dari Bandung, ingin menghadirkan sesuatu yang baru—yang merepresentasikan dan menjadi “mahkota” kota Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki kesan tersendiri yang selalu membuatnya ingin pulang, membuatnya selalu merasa bahwa Kota Bandung merupakan rumah yang “ngangenin”.

Kata “ngangenin” tersebut kemudian diselipkan ke dalam tagar khas Makuta, yaitu #initehngangenin, yang menyiratkan makna bahwa Makuta akan menjadi salah satu alasan orang-orang rindu pada kota Bandung. Makuta sendiri memiliki arti “mahkota”, yang diharapkan dapat menjadi mahkota dan ikon kota Bandung. Sehingga, ketika mengingat “Bandung”, orang-orang akan mengingat Makuta juga sebagai oleh-oleh khas Bandung—sesuatu yang paling melekat dengan kota Bandung.

Lokasi toko kue Bandung Makuta pertama kali muncul di Jl. Vandenter No. 02 Kebon Pisang, Sumur Bandung. Kemudian Laudya Cynthia Bella membuka toko keduanya yang berlokasi di Jl. Aruna No. 15 Bandung.

 Strategi Pemasaran Bandung Makuta Strategi pemasaran/marketing yang dilakukan oleh pihak manajemen Bandung Makuta sangat menarik hati para konsumen. Seperti dua contoh strategi marketing yang penulis ambil sebagai sample yang dilakukan oleh Bandung Makuta demi menarik minat konsumen.

Gambar 2.2

Strategi Marketing Bandung Makuta Sumber: @bandungmakuta (Instagram)

Pada Gambar 2.2 Bandung Makuta melalkukan give away bagi konsumen (pembeli) yang melalukan capture foto (dalam sebuah video) pada saat Bandung Makuta tepat berada di posisi depan Gedung Sate Bandung. Capture foto tersebut kemudian akan diundi siapa yang akan menjadi pemenangnya dengan melakukan syarat dan ketentuan yang berlaku. Maka akan dipilih 3 orang pemenang yang akan mendapatkan merchandise dari pihak Bandung Makuta.

Kemudian strategi bisnis yang dilakukan oleh Bandung Makuta yakni membuka sunatan massal secara gratis. Selain kegiatan amal yang dilakukan oleh pihak bandung makuta. Hal tersebut juga bertujan agar citra dan brand dari Bandung Makuta lebih dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu agar masyarat membeli produk kue yang dijual.

(10)

 Promosi Bandung Makuta

Dikutip dari buku Bamford, Charles E dan Garry D Bruton, Enrepreneurship: A Small Business Approach (New York: McGraw-Hill, 2011 hlm 227) menjelaskan bahwa: “Promotion is the means by which we make our product or service known to potential costumers. The most readly seen versions of such promotion are the visual advertisements seen in a newspaper, viewed on the internet, heard on a radio station, or seen on television.”

Promosi merupakan bagian dari strategi marketing pemasaran suatu produk. Penjualan kue Bandung makuta pertama kali di publikasikan oleh pemiliknya yakni artis tersohor Laudya Cynthia Bella. Dengan memanfaatkan jumlah followers (pengikut) akun instagramnya mencapai 20,4 Miliar Bella memperkenalkan produk kuenya yang dengan cepat dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Berbagai macam promosi yang dilakukan brand Bandung makuta demi menarik minat para konsumennya. Sebagai salah satu contoh Bandung makuta akan mempromosikan produk kuenya di Jakarta. Karena notabene-nya Bandung makuta hanya di produksi di Bandung sehingga strategi promosi yang dilakukan oleh pihak manajemen Bandung Makuta membuat ide dengan membuka booth di Kota Kasablanka tersebut. Seperti caption yang tertulis di akun instagram @bandungmakuta: “Di tahun 2018 ini @bandungmakuta bakal datang Ke Jakarta, Spesial buat kamu. Temukan rasa Rindu yang diberikan Bandung makuta Urang bandung aja suka apalagi Jakarta pasti doyan dah.”

Gambar 2.4 Promosi Bandung Makuta Sumber: @bandungmakuta (Instagram)

 Respon Konsumen Bandung Makuta Setelah beragam promosi yang dilakukan pihak Bandung Makuta menimbulkan respon/komentar dari para netizen (masyarakat pengguna media sosial) yang telah mencoba produk kue Bandung Makuta. Salah satu contoh penulis mengambil dai media sosial facebook Bandung Makuta Cake.

Gambar 2.5 Respon Konsumen Sumber: Bandung Makuta Cake

(Facebook)

(11)

agar masyarakat turut mencoba kue tersebut.

Tidak jauh bersebeda dengan Nyayu, komentar netizen yang bernama Vhtry Clau juga memberi respon positf mengenai produk kue Bandung Makuta ia menuliskan: “Nih kue sumpah demi apapun enaknya luarbiasa apalagi yang rasa cheese, karamel favorit banget. Pulang dari Bandung kalo ga bawa Bandung makuta nyesel sampai Jakarta melekat di hati manis dan mumernya.”

Kedua komentar tersebut dapat disimpulkan bahwa produk kue Bandung Makuta telah berhasil memikat hati para konsumennya dalam hal pemasaran, strategi pasar, dan dari segi kualitas produk tidak mengecewakan para konsumen.

3. KESIMPULAN

Hasil kesimpulan mengenai Strategi Bisnis Kue Bandung Makuta dalam Menarik Konsumen menunjukkan bahwa: 1. Kemajuan teknologi dengan

kemunculan jaringan internet membuat ide baru di mata dunia seperti munculnya Bisnis Online. Bisnis online sekarang sedang banyak diminati oleh para pembisnis muda untuk melapakkan produk yang akan dijual. Masyarakat tidak perlu susah payah menyewa kios atau membeli sebuah ruko dalam mencari tempat/lapak untuk menjualkan produk yang dimilikinya. 2. Kemajuan teknologi di era milenial ini

membuat banyak kalangan artis tertarik membuka ide bisnis mereka melakui akun media sosialnya. Fenomena tersebut membuat jajaran artis berlomba-loba memanfaatkan peluang bisnis dengan membuat suatu produk yang nantinya akan mereka pasarkan kepada masyarakat. Sebagai contoh penulis mengambil ide bisnis kue yang dijalankan oleh artis Laudya Cynthia Bella dengan produk ‘Bandung Makuta’ produk kue tersebut dipasarkan di wilayah Bandung.

3. Promosi merupakan bagian dari strategi marketing pemasaran suatu produk. Penjualan kue Bandung makuta pertama kali di publikasikan oleh pemiliknya yakni artis tersohor Laudya Cynthia Bella. Dengan memanfaatkan jumlah followers (pengikut) akun instagramnya mencapai 20,4 Miliar Bella memperkenalkan produk kuenya yang dengan cepat dapat dikenal oleh masyarakat luas. Berbagai macam promosi yang dilakukan brand Bandung makuta demi menarik minat para konsumennya.

4. Produk kue Bandung Makuta telah berhasil memikat hati para konsumennya dalam hal pemasaran, strategi pasar, dan dari segi kualitas produk tidak mengecewakan para konsumen.

4. REFERENSI A.Sumber Buku:

M. E. Porter, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance (New York: The Free Press, 1985)

Soegoto, Eddy Soeryanto. 2014. Enterepreneurship: Menjadi Pembisnis Ulung. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Bamford, Charles E dan Garry D Bruton, Enrepreneurship: A Small Business Approach (New York: McGraw-Hill, 2011)

B. Internet Searching:

Isma, Lathifah. "Online Shop di Era Multi Teknologi". 10 Januari 2018.

http://catatanilmukomunikasi.blo gspot.co.id/2014/08/online-shop-di-era-multi-teknologi.html Muhamad Arief Darmawan. "Pengertian

Bisnis Online". 10 Januari 2018. https://ariefdar.wordpress.com/2013/01/

(12)

https://www.instagram.com/bandungma kuta/?hl=id (diakses pada tanggal 11 Januari 2018)

Gambar

Gambar 2.1 Komponen-komponen analisis data
Gambar 2.2 Strategi Marketing Bandung Makuta
Gambar 2.5 Respon Konsumen

Referensi

Dokumen terkait

Saat pertama kali saya memasuki SMKN 1 Bandung, untuk pertama kalinya yaitu saat saya melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah tersebut, kesan pertama saya untuk

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) mengetahui faktor-faktor strategis internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Ramen AA, (2)

Dari hasil evaluasi menggunakan analisis SWOT ke Sembilan elemen blok bangunan pada Business Model Canvas mengenai kekuatan dan kelemahan, peluang, serta ancaman yang

Skripsi berjudul Strategi Marketing Toko Kopeah M Iming dalam Mempertahankan Brand Image (Analisis Deskriptif pada Toko Kopeah M Iming Bandung), telah

Program Mobile printer adalah merupakan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh BMT-UGT Sidogiri dan merupakan kali pertama yang tidak.. dimiliki oleh BMT lainnya.Inilah

Pengelolaan toko online dengan menggunakan BBM, pertama kali yang harus dilengkapi adalah salah satunya perangkat smartphone baik black berry, PC tablet,

Apabila ada penjual online yang mengeluhkan tidak ada penjualan meskipun telah menggunakan strategi membangun brand yang telah dijelaskan sebelumnya, maka fitur