• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN GADAI EMAS SECARA KONVENSIO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERBANDINGAN GADAI EMAS SECARA KONVENSIO"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERBANDINGAN GADAI EMAS SECARA KONVENSIONAL

DAN SYARIAH (STUDI KASUS PADA PERUM PEGADAIAN

UNIT BULURAN KENALI DAN BANK SYARIAH MANDIRI

CABANG JAMBI)

RD. DAMANHURI

Program Pascasarjana IAIN STS Jambi

Abstaract: The aims of this study are to determine how the operating mechanism Gold Pawn Shariah Mandiri Bank Branch in Jambi and Pawnshop Unit Buluran Recognize also to discover the factors that determine customer pawn the gorl in Shariah and conventional institutions. Data analysis methods used in this research is the qualitative analysis and also using a simple statistical method using frequency predictably statistical tools. The factors that determine the customer to choose the gold pawn Pawnshop is due to friendly service, promotion derived from advertising, the procedure is quick and easy, and a strategic location near the house, many branches / units, the system used in accordance with government regulations. While the factors that determine the customer chose to pawn gold in BSM because the service is friendly, the location is remote but strategically in the center of town, ATM facility, the system used was appropriate government regulations and Shari'ah. From the results of the study found that the operational mechanisms used by the Shari'ah Bank Mandiri as sharia pawnshops have not really done Shariah because there are still elements of interest (riba) in its implementation

Key words: Gold Pawn, service, customer, shari’ah, pawnshop, bank

A. PENDAHULUAN

Agama Islam mengajarkan kepada segenap umat manusia agar mereka dapat hidup saling tolong

menolong yang didasarkan pada rasa tanggung jawab bersama dalam hidup bermasyarakat,

dengan harapan agar dapat ditegakkan nilai-nilai keadilan dan dihindarkan dari

kesewnang-wenangan. Dalam islam ada peraturan yang membatasi tentang tingkah laku manusia yang dinamakan “muammalat”. Yakni sebuah ketentuan yang mengatur mengenai hubungan antar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, dengan tujuan agar penyimpangan tingkah laku

akan dapat diatasi. Salah satu institusi atau pranata social yang mengandung nilai social ekonomi

dalam Islam adalah gadai yaitu agar untuk manusia saling membantu antar sesamanya yakni

dengan memberikan pinjaman dengan menggunakan jaminan.

Perum Pegadaian adalah salah satu lembaga keuangan pemerintah yang bergerak di bidang

jasa penyaluran pinjaman kepada masyarakat atas dasar hokum gadai, yang ditunjukkan untuk

(2)

2

Berpijak dari kenyataan, Perum Pegadaian merupakan salah satu alternative bagi masyarakat

untuk mendapatkan pinjaman, dengan pelayanan yang mudah, cepat dan aman. Dalam kenyataan

menunjukkan bahwa sistem pelayanan yang mudah, cepat dan aman memang sangat dibutuhkan

oleh masyarakat, khususnya masyarakat ekonomi lemah. Kemudahan dan kesederhanaan dalam

prosedur memperoleh pinjaman merupakan modal dasar dalam mendekati pangsa pasar pegadaian. Sesuai dengan mottonya “mengatasi masalah tanpa masalah”, tujuan dasar pegadaian adalah memberikan pelayanan yang baik, yaitu usaha untuk memuaskan nasabah.

Sekilas lembaga ini memang terlihat sangat membantu. Dan tentu saja dengan menyuarakan

motto “mengatasi masalah tanpa masalah” nya, lembaga ini berhasil menfasir dan mencitrakan

dirinya dimata masyarakat sangat baik. Akan tetapi, disadari atau tidak ternyata dalam

prakteknya lembaga ini belum dapat terlepas dari persoalan.

Dengan mengacu pada syariat Islam, ketika perjanjian gadai pada Perum Pegadaian

ditunaikan terdapat unsure-unsur yang dilarang syariat. Hal ini dapat terlihat dari praktik gadai

itu sendiri yang menentukan adanya bunga gadai. Dan tentu saja pembayarannya haruslah tepat

waktu karena jika terjadi keterlambatan pembayaran, maka bunga gadai akan bertambah menjadi

dua kali lipat dari kewajibannya. Selain riba, ketidak jelasan, juga ikut srta menghiasi aktifitas

lembaga ini. Yang secara jelas terdapat kecenderungan merugikan salah satu pihak. Memang hal

ini tidaklah terlalu diperhatikan oleh masyarakat. Tetapi, ketika mereka terjebak dengan bunga

yang membengkak seti ketidak sanggupan untuk membayar, maka di sinilah letak permasalahan

itu muncul.

Oleh karena itu, muncullah produk-produk berbasis syari’ah di Indonesia, tidak terkecuali pegadaian. Perum pegadaian mengeluarkan produk berbasis syari’ah yang disebut dengan pegadaian syari’ah. Pada dasarnya, produk-produk berbasis syari’ah memilki karakteristik tidak memungut bunga, dan melakukan bisnis untuk memperoleh imbalan atas jasa dan atau bagi hasil.

Diharapkan, sistem ini akan memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam memperoleh

pinjaman tanpa bunga dan halal. Bagi Perum Pegadaian, bisnis syariah merupakan peluang yang

tidak bisa dilewatkan begitu saja. Apalagi, mayoritas warga Negara Indonesia yang

memanfaatkan jasa pegadaian adalah umat muslim.

Demikian pula dalam dunia perbankan, dengan dikeluarkannya Undang-undang Perbankan

yaitu Undang-undang no 10 tahun 1998, sebagai pengganti Undang-undang no 7 tahun 1992,

(3)

3

berkembangnya bank syari’ah, yaitu memperbolehkan bank konvensional mengkonversikan dirinya menjadi bank syari’ah dan memperbolehkan bank umum menjalankan dual banking sistem, yaitu operasi secara konvensional dan secar syari’ah sekalus sepanjang operasi ini dilakukan secara terpisah dengan membentuk cabang-cabang unit khusus syariah dikantor

pusatnya. Tentu saja hal ini menggerakkan sejumlah bank umum konvensional untuk membuka

Unit Usaha Syariah (UUS), yaitu : BMI, Bank Jabar, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dll.

Alasan didirikannya bank syariah di antaranya karena sistem bunga tidak terdapat pada bank

syariah. Dengan adanya bank syariah, maka semua umat terutama umat Islam diharapkan

terhindar dari riba untuk memperoleh kesejahteraan lahir batin dan sesuai dengan perintah

agamanya.

Kegioatan Bank Syariah pada umumnya sama dengan bank konvensional, yaitu sebagai

tempat penitipan dan penyimpanan uang, pemberian dan penyaluran kredit dan perantara dalam

lalu lintas pembayaran. Akan tetapi bank syariah memiliki keunikan tersendiri dibandingkan

perbankan konvensional baik dari segi fungsi, produk maupun dari segi operasionalnya.

Perbankan syariah memiliki keragaman produk. Produk-produk ini memiliki kekhasan dan

cirri-ciri yang berbeda. Produk tersebut dikembangakan dari akad-akad fiqih yang ada dalam Islam,

setiap produk yang dikembangkan tersebut tidak disamaratakan, masing-masing memiliki tata

cara dan persyaratan yang berbeda, perbedaan-perbedaan ini tentunya memiliki status dan

konvensi hukum yang berbeda pula.

Khusus mengenai produk rahn yang dikeluarkan oleh bank Syari’ah, produk ini merupakan

salah satu bentuk jasa pelayanan yang menjadi kebutuhan mayarakat yang tingkat kebutuhannya

sering mendesak. Hal ini disebabkan jasa gadai memiliki pelayanan yang cepat dari pembiayaan

lain di perbankan.

Bank Syariah Mandiri merupakan salah satu bank syariah yang mempunyai produk berupa

gadai emas tapi juga berupa barang-barang yang bisa dijual, spserti barang-barang elektronik,

motor dan mobil, namun dalam penelitian ini penulis hanya meneliti produk berupa emas untuk

memudahkan perbandingan gadai emas antara gadai konvensional dengan gadai syariah. Berikut

ini adalah perkembangan jumlah nasabah dan jumlah dana yang telah dicairkan oleh Kantor

Perum Pegadaian unit Buluran Kenali dan Bank Syariah Mandiri untuk bulan Oktober s/d

(4)

4

Tabel 1.1 Perkembngan Jumlah Nasabah Gadai Emas dan Jumlah Dana yang Disalurkan

oleh Kantor Perum Pegadaian unit Buluran Kenali untuk Bulan Oktober s/d

Sumber : Perum Pegadaian Unit Buluran Kenali

Berdasarkan data diatas diketahui ada kenaikkan pada bulan November dengan jumlah

nasabah 1 orang atau sebesar 0,43 %, pada bulan Desember jumlah nasabah bertambah 24 orang

atau sebesar 10,39 %, sedangkan jumlah dana yang dicairkan pada bulan November 2010 naik

11,32%, dan Desember 2010 kenaikkan dana yang dicairkan adalah 11,86 %.

Tabel 1.2 Perkembangan Jumlah Nasabah Gadai Emas dan Jumlah Dana yang Disalurkan

oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Jambi untuk Bulan Oktober s/d Desember

tahun 2010.

Berdasarkan data diatas diketahui ada kenaikan pada bulan November dengan jumlah

nasabah bertambah 3 orang atau sebesar 37,5%, pada bulan Desember jumlah nasabah

(5)

5

emas yang digadaikan oleh nasabah semakin banyak sehingga dana yang dicairkan mencapai

Rp.2.800.000.000,-.

Dari data di atas, Nampak bahwa masyarakat yang memerlukan dana sangat berantusias

dalam mempergunakan emas mereka sebagai jaminan untuk mendapatkan dana baik melalui

pegadaian konvensional maupun Gadai emas syariah. Namun suatu hal yang perlu penelitian

lebih lanjut adalah pencarian factor-faktor yang menentukan nasabah memilih gadai seccara

syariah atau konvensional dan beberapa jauh perbedaan gadai emas secara konvensional dan

gadai emas secara syariah.

Oleh karena itu, secara ilmiah penulis memandang penting penelitian mengenai

perbandingan gadai emas secara konvensional dan syariah ( studi kasus Perum Pegadaian unit

Buluran Kenali dan Bank Syariah Mandiri cabang Jambi). Penielitian ini diharapkan ditujukan

(a) untuk mengetahui bagaimana mekanisme operasiona Gadai emas di Bank Syari’ah Mandiri

Cabang Jambi dan Perum Pegaidaian Unit Buluran Kenali; (b) ntuk mengetahui factor-faktor

apa saja yang menentukan nasabah memilih menggadaikan emasnya pad pegadaian syariah dan

pegadaian konvensional. Di samping itu, manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan

kegunaan, Diantaranya (a) hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Perbankan

maupu Perum pegadaian dan lembaga keuangan lainnya dalam menangani masalah gadai emas.

(b) bagi peneliti berikutnya peneliian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan di bidang

penelitian sejenis dan sebagai pengembangan penelitian lebih lanjut.

Bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan

kredit, baik dengan alat pembayaran sendiri, dengan uang yang diperolehnya dari orang lain,

dengan jalan mengedarkan alat-alat pembayaranberupa uang giral.1

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan,

dan menyalurkan kepada mayarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.2

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan

dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya

dlam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.3

1

Zainal Arifin, Memahami Bank Syariah (Lingkup, peluang, Tantangan dan Prospek) (Jakarta: Alvabet. 2000), hlm. 8.

2

Kasmir, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Keenam (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 8. 3

(6)

6

Apabila dilihat dari fungsi dan kegiatan usahanya, pegadaian merupakan salah satu lembaga

keuangan bukan bank yang focus kegiatan adalah memberikan pembiayaan. Pegadaian menjadi

suatu bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank dimana transaksi pembiayaan yang diberikan

mirip dengan pinjaman melalui kredit bank, namun diatur secara terpisah atas dasar hukum gadai

dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa.

Keberadaan Perum pegadaian juga diharapkan dapat menekan munculnya lembaga keuangan

non formal yang cenderung merugikan masyarakat seperti praktik ijon, pegadaian gelap, bank

gelap, rentenir dan lain-lain.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN NASABAH MENGGADAIKAN EMAS

PADA PEGADAIAN SYARIAH DAN PRGADAIAN KONVENSIONAL

Dalam menghadapi lingkungan yang relative cepat berubah khususnya persaingan dalam bisnis

dituntut strategi pemasaran yang mampu menciptakan keunggulan bersaing. Oleh karena itu

keadaan perusahaan untuk mencapai keunggulan tersebut harus maksimal. Faktor-faktor tersebut

menentukan nasabah untuk menggadaikan emasnya.

a) Pelayanan

Setiap orang yang pergi ke sebuah bank/pegadaian untuk menggunakan sebuah

produk yang ditawarkan dan juga menginginkan diberikan pelayanan yang memuaskan

dan terbaik, baik dengan pelayanan dari segi produk yang mereka inginkan, maupun dari

segi penyambutan kepada konsumen yang dating, baik dengan keramahan, senyuman,

maupun dari segi kebersihan bank.

b) Promosi

Promosi yaitu memberikan informasi tentang suatu produk kepada konsumen.

Menentukan media promosi yang tepat sesuai dengan kondisi pasar yang ada seperti :

brosur yang menarik, media elektronik, mengadakan pengajian rutin antar nasabah,

pengelola, pengurus, meberikan bonus bagi nasabah yang berprestasi, mengadakan

(7)

7 c) Prosedur

Prosedur yang tidak berbelit-belit atau mudah akan menentukan nasabah dalam

menggadaikan emasnya. Kecepatan dan kemudahan prosedur mempercepat nasabah

untuk mendapatkan uangnya tanpa harus menghabiskan waktu mereka.

d) Lokasi

Lokasi adalah suatu tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik.

Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan

perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan.

Peritmbangan-pertimbangan yang cermat dalam menentukan lokasi meliputi

factor-faktor : 4

1) Lokasi yang dilalui mudah dijangkau sarana transportasi umum.

2) Lokasi dapat dilihat dengan jelas dari tepi jalan.

3) Tempat parker yang luas dan aman.

4) Lingkungan, yaitu daerah sekitar mendukung jasa yang ditawarkan.

e) Biaya yang harus ditanggung

Biaya yang harus ditanggung dalam menggadaikan emasnya sangat menentukan

nasabah untuk menggadaikan emasnya. Nasabah akan mencari tempat dimana biaya yang

harus ditanggungnya paling sedikit.

f) Fasilitas yang ada di tempat pegadaian

Fasilitas yang ada di tempat pegadaian baik banyaknya cabang/unit pegadaian

maupun adanya fasilitas ATM menentukan seseorang nasabah untuk menggadaikan

emasnya. Semakin banyak cabang/ unit pegadaian yang mudah ditemui nasabah maka

semakin memudahkan nasabah untuk memilih pegadaian. Demikian pula dengan adanya

fasilitas ATM akan memudahkan nasabah untuk mendapatkan dana yang dipinjamnya

dan mengambil dana tersebut kapan saja mereka mau pada saat nasabah memerlukan

uang tersebut.

4

Yuliani, Pengaruh Lokasi, Harga dan Pelayanan terhadap keputusan berbelanja Konsumen di ABC Swalayan

(8)

8 g) Sistem yang digunakan

Ada perbedaan antara pegadaian konvensional dengan pegadaian syariah, yaitu

pada sistem yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatannya. Pada Perum Pegadaian

sebagai pegadaian konvensional terdapat sistem bunga dalam mebayar pinjamannya,

sedangkan di BSM tidak dengan sistem bunga tetapi dengan qardh yaitu pinjaman tanpa

menggunakan bunga tapi ada biaya pemeliharaan/ijarah atas barang yang disimpan di

BSM. Faktor ini menetukan karena bagi sebagian orang sistem bunga yang dipakai oleh

lembaga [egadaian ada yang membuat mereka tidak jadi menggadaikan emasnya

sehingga lebih memilih lembaga yang menggunakan sistem syariah, namun ada pula

yang tidak peduli karena lembaga pegadaian tersebut sudah mendapat legitimasi dari

pemerintah dan itu lebih baik daripada meminjam kepada rentenir.

Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank yang memiliki

kegiatan menyalurkan bantuan dana pinjaman tampil sebagai alternative penyandang dana untuk

mengatasi kebutuhan masyarakat pengusaha kecil menengah. Perum Pegadaian dapat disebut

juga sebagai lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu.

Jaminan nasabah tersebut digadaikan kemudian ditaksir oleh pihak pegadaian untuk menilai

besarnya jaminan barang tersebut pada saat itu. Besarnya nilai taksir jaminan akan

mempengaruhi jumlah pinjaman. Namun kini, bank diperbolehkan untuk melaksanakan gadai

berupa gadis emas syariah. Gadai emas syariah ini merupakan produk yang merupakan bagian

dari kegiatan bank yang memilki produk syariah. Bank dapat menjalankan usaha yang

berdasarkan prinsip syariah lainnya dalam mengeluarkan produknya. Semua produk bank syariah

termasuk gadai emas diperbolehkan oleh Undang-undang asalkan tidak bertentangan dengan

prinsip syariah.

C. MEKANISME OPERASIONAL GADAI EMAS DI PERUM PEGADAIAN

Ketentuan-ketentuan gadai Emas Pada Perum Pegadaian:

1. Barang Jaminan

a. Semua barang yang layak dan bernilai dimungkinkan untuk dijual seperti : tekstil

/ kain, arloji/jam, elektronik, computer, motor, mobil, kamera, sepeda,

(9)

9

b. Emas berupa perhiasan emas, koin emas Iuang emas), dan emas batangan dengan

kadar emas murni minimal 16 karat atau 67%. Jenis warna emas meliputi emas

merah, emas kuning, emas putih dan logam mulia.5

Untuk penelitian ini, penulis hanya mengkhususkan emas sebagtai jaminan barang

yang digadaikan.

2. Besarnya pinjaman

a. Maksimal pinjaman yang diberikan sebesar 92% dari nilai taksiran agunan emas

sesuai harga pasar. Besarnya nilai uang pinjaman yang diberikan lebih kecil

daripada nilai pasar dari barang digadaikan. Perum Pegadaian secara sengaja

mengambil kebijakan ini guna mencegah munculnya kerugian.

b. Minimal pinjaman Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah).6

3. Lamanya waktu pinjaman

a. Jangka waktu maksimal pinjaman selama 4 bulan (120 hari) dan dapat

diperpanjang sesuai kebijakan perum pegadaian.

b. Perhitungan tariff sewa modal dihitung per 15 hari.

c. Masa tenggang selama dua minggu (15 hari) sejak tanggal jatuh tempo.

4. Biaya yang harus dibayar

a. Biaya sewa modal ditetapkan sesuai golongan pembiayaan.

b. Biaya masa tenggang Rp. 1.000 per gram bila pelunasan lewat waktu.

c. Biaya administrasi awal sebesar 1% dari peminjaman.7

5. Akad Kredit

Akad kredit pada Perum Pegadaian menggunakan satu akad, yaitu perjanjian gadai

yang tertera pada Surat Bukti Kredit.

5

Kasir Perum Pegadaian Unit Buluran Kenali, Rudi, wawancara, 25 Oktober 2011 6

Ibid. 7

(10)

10 6. Prosedur pemberian kredit

Pelaksanaan perjanjian kredit gadai dimulai setelah syarat-syaratnya dipenuhi oleh

nasabah yang meliputi :

a. Fotokopi KTP atau kartu tanda pengenal lainnya (SIM, Paspor);

b. Barang jaminan yang memenuhi persayrakatan

c. Surat kuasa dari pemilik barang yang dikuasakan;

d. Mengisi formulir permintaan kredit;

e. Menandatangani perjanjian kredit ( SBK ).

7. Prosedur Pelunasan Kredit

Hak gadai berakhir dengan pelunasan uang pinjaman nasabah yang mengembalikan

pinjamannya dengan membawa SBK ke Perum Pegadaian dan menyerahkan SBK

kepada kasir yang selanjutnya menghitung bunga pinjaman.

8. Pelelangan

Perum pegadaian sebagai kreditur mempunyai kewenangan untuk melakukan

eksekusi langsung terhadap benda yang menjadi jaminan apabila debitur wanprestasi

yakni benda yang digaddaikannya tersebut tidak diambil sampai jangka waktu yang

ditentukan yaitu secara lelang.

D. MEKANISME OPERASIONAL GADAI EMAS DI BANK SYARIAH MANDIRI

Mekanisme operasional gadai syariah sangat penting untuk diperhatikan, karena jangan sampai

operasional gadai syariah tidak efektif dan efisien. Mekanisme operasional gadai syariah

haruslah tidak menyulitkan calon nasabah yang akan meminjam uang atau akan meakukan akad

hutang-piutang. Akad yang dijalankan, termasuk jsa produk yang dijual juga harus selalu

berlandaskan syariah (al-Qur’an, al-Hadist, dan Ijma Ulama), dengan tidak melakukan kegiatan

usaha yang mengandung unsur riba.

Praktek gadai BSM yang menggunakan sistem syariah harus dapat membuktikan kepada

masyarakat bahwa sistem yang digunakan terbebas dari unsure riba serta menjadi sebuah solusi

(11)

11

alternative selain produk lain yang ditawarkan BSM dalam memperoleh kemudahan melakukan

pinjaman. Analisa Ketentuan-ketentuan gadai Emas pada Bank Syariah Mandiri:

1. Barang Jaminan

a. Barang yang bisa dijadikan agunan/jaminan gadai yaitu Emas berupa perhiasan

emas, koin emas (uang Emas) dan emas batangan dengan kadar emas murni

minimal 16 karat atau 67%.

b. Jenis warna meliputi emas merah, emas kuning, emas putih dan logam mulia.

2. Besarnya pinjaman

a. Maksimal pinjaman yang diberikan sebesar 90% dari nilai taksiran agunan emas

sesuai harga pasar. Besarnya nilai uang pinjaman yang diberikan lebih kecil

daripada nilai pasar dari barang yang digadaikan. BSM secara sengaja mengambil

kebijakan ini guna mencegah munculnya kerugian.

b. Minimal pinjaman Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah)

3. Lamanya waktu pinjaman

a. Jangka waktu maksimal pinjaman selama 4 bulan dan dapat diperpanjang sesuai

kebijakan bank.

b. Masa tenggang selama dua minggu (15 hari) sejak tanggal jatuh tempo.

4. Biaya yang ditanggung nasabah

a. Biaya administrasi dibayar awal periode gadai.

b. Biaya ijarah atas penitipan barang wajib dibayar sekaligus oleh nasabah kepada

bank pada saat pelunasan.

5. Akad kredit

Pada Bank Syariah Mandiri akad kredit menggunakan dua perjanjian yaitu akad

qardh dalam rangka rahn dan akad ijarah yang tertera pada Surat Bukti Gadai Emas

BSm. Akad Qardh dalam rangka rahn, nasabah hanya dikenakan biaya administrasi

pada awal perjanjian, sedangkan akad ijarah dibayar pada saat pelunasan sesuai

(12)

12 6. Prosedur pemberian kredit

Pelaksanaan perjanjian gadai dimulai setelah syarat-syaratnya dipenuhi oleh nasabah

yang meliputi :

a. Fotokopi KTP atau kartu tanda pengenal lainnya (SIM, Paspor);

b. Barang jaminan yang memenuhi persyaratan

c. Menyerahkan NPWP untuk pinjaman diatas Rp 100 juta.

d. Mengisi formulir permohonan gadai secara lengkap;

e. Menandatangani perjanjian gadai ( Surat bukti gadai)

f. Membuka rekening tabungan

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN NASABAH MEMILIH

MENGGADAIKAN EMAS DI PERUM PEGADAIAN

a. Pelayanan

Setiap orang yang pergi kelembaga pegadaian untuk menggadaikan emasnya

menginginkan diberikan pelayanan yang baik dari segi produk maupun dari segi

penyambutan kepada nasabah.

b. Promosi

Promosi merupakan salah satu dari variable dari segi pemasaran untuk mengonkomsikan

produk perusahaan sehingga konsumen mengetahui dan tertarik untuk membeli.

c. Prosedur

Prosedur yang mudah tidak berbelit-belit akan membuat nasabah tertarik untuk

menggadaikan emasnya pada lembaga pegadaian yang diinginkan.

d. Lokasi

Lokasi menjadi salah satu yang menpengaruhi nasabah karena kedekatan nasabah dan

lokasi bank atau lokasi pegadaian yang mudah dijangkau.

e. Biaya yang ditanggung nasabah

Biaya yang ditanggung nasabah akan memperngaruhi nasabah untuk menggadaikan

emasnya.

f. Fasilitias

Fasilitas yang ada ditempat pegadaian ikut menentukan nasabah dalam memilih tempat

(13)

13 g. Sistem yang digunakan

Sistem yang digunakan forum pegadaian sebagai pegadaian konvensional terdapat sistem

bunga dalam membayar pinjamannya berupa uang sewa modal.

F. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN NASABAH MENGGADAIKAN EMAS

DI BANK SYARIAH MANDIRI

a. Pelayanan

Bank Syariah Mandiri juga selalu ramah dalam melayani nasabahnya. Pelayanan yang

ramah sangat menentukan nasabah untuk menggadaikan emasnya di Bank Syariah

Mandiri

b. Promosi

Informasi yang diperoleh nasabah sebagian besarnya adalah dari teman yang sudah

pernah menggadaikan emasnya ditempat tersebut, sebgian kecil mengetahui dari brosur

BSM dan Internet.

c. Prosedur

Bagi nasabah prosedur penggadaian emas di BSM cukup mudah. Dengan membawa

barang jaminan berupa emas dan KTP serta membuka rekening di BSM maka proses

pencairan dana dapat dilaksanakan dengan cepat.

d. Lokasi

Lokasi BSM cukup strategis yaitu terletak dipusat kota jambi dan mudah dilalui semua

kendaraan dan BSM juga mempunyai fasilitas ATM yang sudah tersebar dibeberapa

tempat.

e. Biaya yang ditanggung nasabah

BSM tidak menggunakan sistem bunga tetapi dengan qardh yaitu pinjaman tanpa

menggunakan bunga, namun nasabah dikenakan biaya pemeliharaan atau ijarah atas

barang yang disimpan di BSM.

f. Fasilitas

Kelebihan BSM adalah karena adanya fasilitas ATM, dengan adanya ATM dana yang

dipinjam oleh nasabah akan lebih aman karena nasabah akan bisa mengambil dana

(14)

14 g. Sistem yang digunakan

BSM sebagai pegadaian syariah harus memperbaiki sistem yang digunakan dalam

melaksanakan gadai emas tersebut, jangan mengatas namakan syariah tetapi dalam

pelaksanaannya masih konvensional sehingga harapan nasabah untuk menggadaikan

emas dengan sistem yang syariah benar-benar terwujud.

H. SIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas dapat kiranya enuis mengemukakan kesimpulan bahwa terdapat

perbedaan dan persamaan antara gadai emas pada Perum Pegadaian dan gadai emas pada Bank

Syari’ah Mandiri, sebagai berikut:

1. Perbedaan antara mekanisme operasional Perum Pegadaian dan bank Syari’ah Mandiri yaitu

pada Perum Pegadaian barang jaminan berupa barang yang layak dan bernilai untuk dijual,

besarnya pinjaman minimal Rp. 20.000,-, Biaya administrasi sebesar 1% dari pinjaman,

akadnya berupa satu akad perjanjian, uang hasil lelang diambil di Perum Pegadaian Pusat

yang tidak diambil lebih dari 1 tahun maka uang kas Negara. Sedangkan pasa BSM jaminan

berupa emas, besarnya pinjaman minimal Rp. 500.000,-, biaya administrasi sebesar Rp.

20.000,- ditambah asuransi, adanya dua akad yaitu qardh dalam rangka rahn dan ijarah, uang

hasil lelang dikirim ke rekening nasabah danjika tidak ada rekening tidak diambil lebih dari

satu tahun uang untuk dikirim ke (LAZNAS) BSM Ummat.

2. Faktor-faktor yang menentukan nasabah untuk memilih menggadaikan emas di Perum

Pegadaian adalah karena pelayanan rumah, promosi yang didapat dari iklan, prosedurnya

cepat dan mudah, lokasi dekat rumah dan strategis, fasilitsanya banyak cabang/unit, system

yang digunakan sesuai dengan peraturan pemerintah. Sedangkan factor-faktor yang

menentukan nasabah memilih menggadaikan emas di BSM karena pelayanan ramah, lokasi

jauh tapi strategis karena di pusat kota, ada fasilitas ATM, system yang digunakan sudah

sesuai peraturan pemerintah dan syari’ah.

(15)

15

manfaat dari emberian utang, baik berupa tambahan, hadiah atau manfaat lainnya, padahal

manfaat-manfaat ini jelas merupakan riba; biaya ijarah dihitung per 15 hari, seharusnya per

hari sehingga yang dihitung sesuai dengan waktu penyimpanan; jika ada kelebihan hasil

lelang, bagi nasabah yang tidak mempunyai rekening dan tidak dimbil lebih dari 1 tahun maka

akan langsung disalurkan ke LAZNAS BSM Ummat. Hal ini berarti bank secara sepihak

meminta nasabah mengalihkan hak miliknya kepada bank dengan ersyaratan waktu tertentu, padahal hokum gadai dalam Syari’ah Islam tidak memperbolehkan pengalihan hak milkik nasabah selaku pemberi gadai kepada bank syari’ah selaku penerima gadai. Seharusnya bank memberitahukan kepada nsasabah karena identitas dan tempat tinggal nasabah telah diketahui

pada saat akad.

BIBLIOGRAFI

Arifin, Zainal. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, (Lingkup, peluang, Tantangan dan Prospek), Alvabet. Jakarta. 2000

Kasmir. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2002

Rudi. Kasir Perum Pegadaian Unit Buluran Kenali, Wawancara. 25 Oktober 2011

Referensi

Dokumen terkait

Memenuhi surat Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Rl Nomor : 115/TuakaBin/XII/2017 tanggal 18 Desember 2017 perihal tersebut pada pokok surat Bersama ini dengan hormat kami

Kata yang mengandung arti yang sama atau mirip disebut sinonim, seperti yang dikemukakan oleh J.W.M Verhaar (2001:394) “sinonim adalah kata-kata yang memiliki

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan konsentrasi belajar pada subjek (U) setelah diberikan intervensi brain gym , yang mana subjek sudah dapat

Subjek dari gadai emas syariah yang dilakukan oleh lembaga keuangan bank adalah Bank sebagai pemberi pinjaman dan penerima gadai (al-Murtahin), dan nasabah baik nasabah

1. Cara pengambilan keputusan yang objektif dari sekolah yang di dalamnya terdapat persayaratan dan kriteria yang harus dimiliki untuk menyeleksi penerimaan siswa

Beberapa pengunjung berkomentar sama bahwa desain dan arsitektur Masjid Islamic Center Dato Tiro ini telah banyak mengundang daya tarik bagi masyarakat lokal

Pada kedua lokasi tersebut kurang mendapatkan cahaya sehingga ketika dilakukan perangkap dengan menggunakan cahaya serangga jenis ini langsung mendekat.Secara

Pandangan yang mengharamkan sebagaimana fatwa Salafi Wahabi, seperti pendapat Al-Utsaimin, seorang ulama Saudi Arabia yang menyatakan bahwa mengucapkan selamat