• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAK KEWAJIBAN DAN PERILAKU KONSTITUSIONA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HAK KEWAJIBAN DAN PERILAKU KONSTITUSIONA"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

HAK, KEWAJIBAN, DAN PERILAKU KONSTITUSIONAL

SEBAGAI WARGA NEGARA INDONESIA

(Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas National Ideology dibimbing oleh Bapak Albar Adetary Hasibuan, M. Phil.)

Dibuat oleh: Kelompok 3 PSIK 2014

REGULER 1

1. Indri Putri D.O (145070200111013) 2. Haryadi Kurniawan (145070201111009) 3. Vindry Mercury A.D (145070201111001) 4. Ica Cristiningtyas (145070201111031)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA Jalan Veteran 65145 Malang Indonesia

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...1

DAFTAR ISI...2

Bab I Pendahuluan...4

1.1 Latar Belakang...4

1.2 Rumusan masalah...5

1.3 Tujuan...5

1.4 Batasan Masalah...5

Bab II Tinjauan Pustaka...6

2.1 Hak dan Kewajiban...6

2.1 Perilaku Konstitusional...10

BAB III Pembahasan...12

3.1 Hakikat Hak dan Kewajiban...12

3.2 Penerapan Hak dan Kewajiban Warga Negara...12

3.3 Cara Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban...22

3.4 Pengertian Perilaku Konstitusional...23

3.5 Penerapan Perilaku Konstitusional...23

3.6 Contoh perilaku konstitusional...24

BAB IV Penutup...27

4.1 Kesimpulan...27

4.2 Saran...28

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain, sehingga dalam praktiknya harus dijalankan dengan seimbang. Hak merupakan segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai anggota warga negara sejak masih berada dalam kandungan, sedangkan kewajiban merupakan suatu keharusan/kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut. Jika hak dan kewajiban tidak berjalan seimbang dalam praktik kehidupan, maka akan terjadi suatu ketimpangan yang akan menimbulkan gejolak masyarakat dalam pelaksanaan kehidupan individu baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.

Banyak sekali fenomena-fenomena yang menimpa negeri ini. Hal ini terjadi karena masyarakat kurang paham tentang hak dan kewajibannya. Sehingga dalam praktiknya hak dan kewajiban berjalan secara tidak seimbang. Sebagai warga Negara yang baik, mungkin mereka paham terhadap keseimbangan pemenuhan hak dan kewajiaban tetapi hawa nafsu telah menguasai akal pikiran mereka sehingga tertutup kebaikan di dalam jiwa mereka.

Perilaku konstitusional adalah perilaku-perilaku yang senantiasa berdasar dan hanya berpijak pada aturan-aturan penyelenggaraan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945. Perilaku konstitusional juga dapat diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan konstitusi sebuah negara. Sebaliknya, perilaku inkonstitusional ialah perilaku yang tidak sesuai dan bertentangan atau menyimpang dari konstitusi negara.

Sebagai warga negara yang baik adalah warga negara yang memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan negara, yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, maka setiap warga negara harus dan wajib untuk memiliki perilaku positif terhadap konstitusi (UUD), mempelajari isinya, mengkaji maknanya, melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, mengamalkan dalam kehidupan, dan berani menegakkan jika konstitusi dilanggar.

Namun yang terjadi sekarang ini perilaku konstutisional sudah tidak lagi ditegakkan oleh masyarakat. Banyak kasus huru hara di berbagaii tempat, ada yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, perilaku melanggar HAM, perilaku menentang kebijakan pemerintah dan perilaku sejenisnya.

(4)

1.2 Rumusan masalah

1. Bagaimana hakikat hak dan kewajiban warga Negara?

2. Bagaimana penerapan hak dan kewajiban warga Negara dalam konstitusi? 3. Bagaimana cara menyeimbangkan hak dan kewajiban?

4. Bagaimana hakikat perilaku konstitusional?

5. Bagaimana cara menerapkan sikap konstitusional dalam kehidupan sehari-hari? 6. Apa sajakah contoh perilaku konstitusional?

1.3 Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas matakuliah Pendidikan Kewaranegaraan. 2. Dapat memahami hakikat hak dan kewajiban warga Negara

3. Dapat memahami penerapan hak dan kewajiban warga Negara Indonesia dalam konstitusi

4. Dapat membantu memberikan gambaran mengenai solusi untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban.

5. Dapat memahami hakikat perilaku konstitusional

6. Dapat menerapkan sikap dan perilaku konstitusional dalam kehidupan sehari-hari 7. Dapat mengetahui contoh perilaku konstitusional

1.4 Batasan Masalah

(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hak dan Kewajiban

Hak warga negara adalah kewenangan yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan sesuatu, misalnya setiap warga negara mendapat hak perlindungan hukum Abdulkarim (2007:15).

Kewajiban warga negara adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan norma-norma yang berlaku, misalnya setiap warga negara Indonesia wajib membayar pajak Abdulkarim (2007:15).

Prayogi (2014) mengatakan bahwa hak dan kewajiban merupakan sesutau yang tidak dapat dipisahkan, dimana kedua hal tersebut harus berjalan seimbang. Dimana setiap warga negara memiliki hak untuk hidup layak tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya.

Kesadaran untuk menunaikan kewajiban masing-masing akan melahirkan suatu keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dalam hal ini, prinsip keadilan dapat diterapkan dengan baik serta memenuhi nilai kebenaran Abdulkarim (2007:15).

Murtono, dkk (2006:13) dalam bukunya menjelaskan bahwa setiap warga negara pasti merasakan betapa pentingnya suatu negara. Negara berkewajiban memenuhi seluruh hak warga negaranya. Dan hal itu secara jelas dapat dilihat dari tujuan suatu negara. Berdasarkan Pembukaan UUD 1945 tujuan negara Indonesia antara lain sebagai berikut:

1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 2. Memajukan kesejahteraan umum.

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan

4. Turut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

Berikut adalah pasal-pasal beserta ayatnya dalam Undang-undang Dasar 1945 yang berisi tentang hak dan kewajiban warga negara.

PASAL 27

(1) Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi

kemanusiaan.

(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

PASAL 28

Kemerdekaan berserikat berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya di tetapkan dengan undang-undang.

(6)

BAB XA**) HAK ASASI MANUSIA

PASAL 28 A

Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya.

PASAL 28 B

(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

(2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan diskriminasi.

PASAL 28 C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

PASAL 28 D

(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

(3) Setiap orang berhak memperoleh desempatan yang sama dalam pemerintan. (4) Setiap warga negara berhak atas status kewarganegaraan.

PASAL 28 E

(1) Setiap orang berhak memeluk agamanya dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dangan hati nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

PASAL 28 F

(7)

PASAL 28 G

(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia serta berhak memperoleh suaka politik dari negara lain

PASAL 28 H

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh

kesehatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan keadilan.

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.

PASAL 28 I

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran, dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak di perbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat distriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan perbedaan

(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah

(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

PASAL 28 J

(1) Setiap orang berhak menghormati hak asasi orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(2) Dalam menjalankan hak kebebasanya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

(8)

A G A M A PASAL 29

(1) Negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa.

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk aganamya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaanya itu.

BAB XII Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikut sertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undnag.

BAB XIII

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ****) PASAL 31

(1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi

nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Pasal 32

(9)

nilai-nilai Budayanya.**** )

(2)Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.**** )

BAB XIV

PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ****)

PASAL 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

PASAL 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

(4) Keuntungan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undan-undang.

2.1 Perilaku Konstitusional

Sumarsono (2013) berpendapat bahwa perilaku konstitusional adalah perilaku-perilaku yang senantiasa berdasar dan hanya berpijak pada aturan-aturan penyelenggaraan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945. Nurdiaman (2007:41) menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sudah bersepakat untuk menjadi golongan konstitusionalis, yaitu ingin berpegang teguh pada konstitusi sebagai dasar hukum tertulis. Oleh karena itu, warga negara memegang peranan yang penting dalam melaksanakan nilai-nilai konstitusional, dengan menunjukkan sikap yang mencerminkan konstitusi.

Nurdiaman (2007:41) Warga negara memegang peranan yang penting dalam melaksanakan nilai-nilai konstitusional, dengan menunjukkan sikap yang mencerminkan konstitusi. Disinal pentingnya masyarakat harus memiliki perilaku konstitusional yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menampilkan sikap positif yang sesuai dengan konstitusi dimaknai bahwa warga negara harus berperilaku sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Inilah yang disebut dengan perilaku konstitusional. Agar perilaku konstitusional dapat dijalankan dengan baik oleh setiap warga negara, maka perlu adanya kesadaran dalam setiap diri warga negara.

Pentingnya perilaku konstitusional adalah agar amanah konstitusi dapat dilaksanakan dengan baik sehingga konstitusi bernilai normatif, yakni aturan-aturan dalam konstitusi dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten, dijunjung tinggi, serta dilaksanakan sepenuhnya.

Menurut Fatwa (2009), semua fungsi konstitusi ada di UUD 1945, antara lain: 1. Membatasi kekuasaan Negara (fungsi limitatif)

(10)

3. Fungsi proteksi, yaitu dimuatnya Hak Asasi Manusia dalam UUD.

4. Fungsi melindungi kaum minoritas, baik kaum minoritas ras, agama maupun golongan yang berbeda dengan kaum mayoritas.

5. Fungsi transformatif atau social engineering. Meskipun penutur bahasa Jawa merupakan mayoritas, tetapi para pendiri negara kita memilih bahasa Melayu sebgai bahasa persatuan agar masyarakat Indonesia menjadi demokratis.

(11)

PEMBAHASAN

3.1 Hakikat Hak dan Kewajiban

Hak adalah segala sesuatu yang pantas dan mutlak untuk didapatkan oleh individu sebagai anggota warga negara sejak masih berada dalam kandungan. Hak pada umumnya didapat dengan cara diperjuangkan melalui pertanggungjawaban atas kewajiban. Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Contoh hak : hak untuk hidup, hak untuk mempunyai keyakinan dan lain-lain.

Kewajiban merupakan segala sesuatu yang dianggap sebagai suatu keharusan / kewajiban untuk dilaksanakan oleh individu sebagai anggota warga negara guna mendapatkan hak yang pantas. Kewajiban pada umumnya mengarah pada suatu keharusan / kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut . Dengan kata lain kewajiban adalah sesuatu yang sepatutnya diberikan. Contoh kewajiban : Dalam jual beli, bila kita membeli suatu barang, maka kita wajib membayar barang tersebut.

Dalam pelaksanaannya, setiap orang yang menikmati haknya terkandung pula kewajiban yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Sebagai seorang warga negara, seseorang tidak boleh hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban atau hanya melaksanakan kewajiban tanpa menuntut haknya, hal tersebut dapat dikatakan tidak adil. Hak dan kewajiban yang dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia harus dilaksanakan dan dipelihara dengan baik agar tercipta kehidupan yang sesuai dengan konsep selaras, serasi, dan seimbang.

Ketimpangan akan hak dan kewajiban yang terjadi akan menimbulkan gejolak dalam kehidupan baik dari kalangan individu maupun kelompok. Gejolak tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan atas tidak berjalannya hak dan kewajiban secara seimbang. Oleh sebab itu, untuk menghindari adanya gejolak pada masyarakat mengenai ketimpangan akan hak dan kewajiban tersebut diperlukan kesadaran secara mendasar pada individu akan kewajiban yang harus dipenuhi guna mendapatkan hak yang pantas dan sesuai atas pelaksanaan kewajiban tersebut.

3.2 Penerapan Hak dan Kewajiban Warga Negara

Sesuai dalam Murtono, dkk (2006:13) Negara memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh hak warga negaranya. Dan hal itu secara jelas dapat dilihat dari tujuan suatu negara. Berdasarkan Pembukaan UUD 1945 tujuan negara Indonesia antara lain sebagai berikut:

1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 2. Memajukan kesejahteraan umum.

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa, dan

4. Turut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

(12)

tinggal. Dan kewajiban negara adalah melindungi dan menyejahterakan warga negara yang akan menimbulkan timbal balik bagi warga negara terhadap negara.

Penerapan hak dan kewajiban warga negara dalam konstitusi yaitu sebagai berikut:

PASAL 27

(1) Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

Hak : Untuk diperlakukan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan Kewajiban : Menjunjung hukum dan pemerintahan.

(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Hak : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Kewajiban : Tiap-tiap warga negara wajib mendapatkan pekerjaan yang ada dan mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Hak : Setiap warga negara berhak ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Kewajiban : Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

PASAL 28

Kemerdekaan berserikat berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya di tetapkan dengan undang-undang.

Hak : Mengeluarkan pikiran (berpendapat berserikat dan berkumpul)

Kewajiban : Untuk memiliki kemampuan berorganisasi dan melaksanakan aturan-aturan lainnya, di antaranya: semua organisasi harus berdasarkan Pancasila sebagai azasnya, semua media pers dalam mengeluarkan pikiran (pembuatannya selain bebas harus pula bertanggung jawab dan sebagainya.

BAB XA**) HAK ASASI MANUSIA

PASAL 28 A

Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Hak : Setiap orang berhak untuk hidup

Kewajiban : Setiap orang harus mempertahankan hidup dan kehidupannya.

(13)

(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

Hak : Setiap orang berhak membentuk keluarga.

Kewajiban : Melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

(2) Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan diskriminasi.

Hak : Setiap orang berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Kewajiban : Melindungi anak dalam kekerasan dan diskriminasi yang menimpa anak tersebut.

PASAL 28 C

(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Hak : Setiap orang berhak mengembangkan diri, berhak mendapat pendidikan, memperoleh manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi kesejahteraan manusia.

Kewajiban : Harus mengembangkan diri kita untuk membawa kita kehidupan yang lebih maju dan sejahtera.

(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Hak : Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Kewajiban : Setiap orang haruslah kolektif untuk memajukan dirinya untuk membangun bangsa dan negaranya.

PASAL 28 D

(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Hak : Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan , perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta yang sama di hadapan hukum.

Kewajiban : Kita sebagai warga negara haruslah mempunyai jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang harus kita miliki, sehingga kita sama di hadapan hukum.

(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

Hak : Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja

(14)

(3) Setiap orang berhak memperoleh desempatan yang sama dalam pemerintan. Hak : Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan

Kewajiban : Kita sebagai warga negara wajib atau harus menggunakan kesempatan dalam pemerintahan.

(4) Setiap warga negara berhak atas status kewarganegaraan. Hak : Setiap warga negara berhak atas kewarganegaraan

Kewajiban : Setiap warga negara harus mengakui status kewargaan kita

PASAL 28 E

(1) Setiap orang berhak memeluk agamanya dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.

Hak : Setiap orang berhak bebas memilih agama dat beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran yang lain.

Kewajiban : Kita harus memilih agama dan beribadat menurut kepercayaannya itu sendiri, harus memilih kewarganegaraan dan bertempat tinggal.

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dangan hati nuraninya.

Hak : Setiap orang berhak atas kebebasanmeyakioni kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.

Kewjiban : Setiap orang harus meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sesuai dangan sikap nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

Hak : Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluaarkan pendapat.

Kewajiban : Setiap orang harus mampu berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

PASAL 28 F

Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak mencari, memperoleh, memiliki menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia

Hak : Setiap orang berhak untuk berkomunikasi daan memperoleh informasi

Kewajiban : Setiap orang wajib mengembangkan informasi yang kita dapat dan menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang benar.

(15)

(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Hak : Setiap orang berhak mendapatkan rasa aman dan bebas dari ancaman.

Kewajiban : Setiap orang wajib melindungi diri sendiri, keluarga kehormatan, martabat, harta benda yang di bawah kekuasaan dan melindungi diri sendiri dna lainnya.

(2) Setiap orang berhak untuk bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia serta berhak memperoleh suaka politik dari negara lain

Hak : Setiap orang bebas dari penyiksaan, dan memperoleh suaka politik

: Setiap orang wajib melindungi dan menghindari dari penyiksaan, perlakuan yang merendahkan derajat dan martabat manusia dan berambisi untuk mendapatkan suaka politik dari negara lain.

PASAL 28 H

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Hak : Setiap orang berhak atas pelayanan kesehatan

Kewajiban : Setiap orang wajib mempunyai rasa percaya diri untuk menuju kehidupan yang sejahtera lahir dan batin dan memilih tempat tinggal yang bersih dan sehat dan wajib memperoleh pelayanan kesehatan.

(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesehatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan keadilan.

Hak : Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama

Kewajiban : Setiap orang wajib percaya bahwa setiap warga negara akan mendapatkan kemudahan dan wajib memeperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan keadilan.

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Hak : Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagaimana manusia yang bermartabat

Kewajiban : Kita sebagai warga negara harus menjamin sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagaimana manusia yang bermartabat.

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.

Hak : Setiap orang berhak mendapat perlindungan hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih oleh siapapun

(16)

PASAL 28 I

(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran, dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak di perbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.

Hak : Setiap orang berhak untuk hidup, untuk tidak disiksa, kemerdekaan pikiran, dan hati nurani, beragama, untuk tidak di perbudak, untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan untuk tidak tuntut atas dasar hukum yang berlaku.

Kewajiban : Hak asasi manusia yang dapat dijunjung tinggikan dalam keadaan apapun.

(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat distriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.

Hak : Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif.

Kewajiban : Setiap warga berhak mendapt perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif

(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan perbedaan

Hak : Setiap warga negara berhak memiliki identitas budaya dan hak masyarakat tradisional

Kewajiban : Kita sebagai warga negara wajib dihormati selaras denagan perkembangan zaman dan peradaban

(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah

Hak : Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara terutama perintah.

Kewajiban : Hak asasi manusia adalah : tanggung jawab negara, terutama pemerintah

(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

Hak : Setiap warga negara berhak menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum.

Kewajiban : Setiap warga negara mempunyai hak asasi manusia yang dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

PASAL 28 J

(17)

Hak : Setiap warga negara harus tertib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kewajiban : Setiap orang eajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(2) Dalam menjalankan hak kebebasanya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghorsemata-matan atas hak hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Hak : Setiap warga negara harus menjalankan lain hak kebebasanya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak hak dan kebebasan orang.

Kewajiban : Sebagai warga negara untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan yang adil sesuai dengan pertimbangan, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

BAB XI A G A M A

PASAL 29

(1) Negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa.

Hak : Untuk mengembangkan dan menyempurnakan hidup moral keagamaannya, sehingga di samping kehidupan materiil juga kehidupan spiritualnya terpelihara dengan baik.

Kewajiban : Untuk percaya terhadap Tuhan Yang Maha Esa Misalnya :

1.Mengembangkan sikap menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda.

2.Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk aganamya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaanya itu. Hak : Setiap warga negara wajib untuk beragama dan berkepercayaan.

Kewajiban : Setiap warga negara berhak memeluk agamanya masisng-masing dan beribadat menurut kepercayaannya.

BAB XII

(18)

(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usah pertahanan dan keamanan negara.

Hak : Setiap warga negara berhak ikut serta dalam upaya pertahanan dan keamanan negara.

Kewajiban : Setiap warga negara wajib ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara.

(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Hak : Rakyat berhak mengikuti usaha pertahanan dan keamanan negara.

Kewajiban : Rakyat bersama komponen penting negara wajib memperhatikan dan mengamankan negara dari berbagai ancaman.

(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

Hak : Negara berhak mendapatkan perlindungan Tentara Nasional Indonesia dari berbagai ancaman.

Kewajiban : Tentara sebagai alat negara wajib memepertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Hak : Masyarak berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kewajiban : Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikut sertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undnag.

Hak : Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik indonesia berhak berkomunikasi atau berhubungan dalam menjalankan tugasnya dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Kewajiban : Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

BAB XIII

(19)

(1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Hak : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang baik.

Kewajiban : Setiap warga negara wajib mendapatkan pendidkan yang diselenggarakan oleh pemerintah minimal belajar 9 tahun.

(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Hak : Setiap warga negara berhak mengikuti pendidikan dasar agar negara kita bisa maju dan teknologi pendidikan semakin tinggi.

Kewajiban : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar 9 tahun dan pemerintah wajib membiayainya, agar semua warga negara yang tidak mampu bisa mengikuti program pendidikan yang di biayai oleh pemerintah itu sendiri.

(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Hak : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak yang mulia.

Kewajiban : Pemerintah wajib mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakawaan serta ahlak mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Hak : Segala warga negara berhak mendapatkan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen.

Kewajiban : Setiap warga negara wajib mengikuti program-program pendidikan yang dianggarkan oleh pemerintah untuk kemajuan bangsa.

(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Hak : Setiap warga negara berhak memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa.

Kewajiban : Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Pasal 32**** )

(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai Budayanya.

(20)

Kewajiban : Setiap warga Negara wajib mematuhi peraturan-peraturan dalam bidang kependidikan, kewajiban memelihara alat-alat sekolah, kebersihan dan ketertibannya, kewajiban ikut menanggung biaya pendidikan, dan kewajiban memelihara kebudayaan nasional dan daerah.

(2)Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Hak: Setiap warga Negara berhak menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari dan berhak mendapatkan rasa aman dalam menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Kewajiban: Setiap warga Negara wajib melestarikan bahasa daerah sebagai aset kekayaan budaya daerah

BAB XIV

PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ****)

PASAL 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Hak : Negara berhak menyusun perekonomian atas asas kekeluargaan

Kewajiban : Negara wajib menyusun perekonomian atas asas kekeluargaan

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Hak : Negara berhak mengatur cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan untuk menguasai hajat hidup orang banyak

Kewajiban : Negara wajib mengatur cabang-cabang produksi yang penting bangi negara dan untuk menguasai hajat hidup orang banyak.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Hak : Negara berhak memberikan akses sumber daya alam yang telah di kuasai untuk kesejahteraan rakyat.

Kewajiban : Setiap warga negara wajib mendapatkan sumber daya alam yang telah dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.

PASAL 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Hak : Fakir miskin dan anak-anak terlantar berhak mendapatkan perawatan dari negara. Kewajiban : Negara wajib memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Hak : Setiap masyarakat yang lemah dan tidak mampu berhak mendapatkan jaminan sosial dan diberdayakan oleh negara.

(21)

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Hak : Setiap warga negara berhak atas pelayanan kesehatan.

Kewajiban : Negara harus menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

(4) Keuntungan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undan-undang

Hak : Undang-undang berhak mengatur pelaksanaan pasal Kewajiban : Undang-undang wajib mengatur pelaksanaan pasal.

3.3 Cara Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban

Sebagai warga negara yang baik kita harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Perilaku menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, khususnya dalam pengertian mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan seharusnya sudah menjadi budaya masyarakat indonesa. Contohnya dalam kehidupan antara lain sebagai berikut:

1. Ada supremasi hukum yang telah menjamin hak-hak tiap warga negara. 2. Pemerintah sadar akan tanggung jawabnya sebagai pemerintah yang sudah

dipulih oleh rakyat, yaitu memberikan hak-hak rakyat.

3. Pemerintah sadar akan tanggungjawabnya sebagai pemerintah yang sudah dipilih rakyat dengan cara memenuhi dan memberikan hak-hak rakyatnya. 4. Orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan haknya, yaitu

gaji.

5. Siswa apabila belajar dengan rajin, maka akan mendapat kepandaian.

6. Jika kita selalu menghormati dan memperlakukan orang lain dengan baik, maka kita juga akan dihormati dan diperlakukan dengan baik.

7. Warga negara diberi kesadaran atau sosialisasi tentang hak dan kewajiban. 8. Ada lembaga seperti Komnas HAM

9. Warga negara tidak hanya menuntut hak, tetapi juga melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia.

10. Melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dan tahu apa yang menjadi hak masig-masing.

11. Melalui interaksi yang terus menerus dan terorganisir diri dalam komunitasnya dan melembaga, maka warga negara, terutama orang miskin, perempuan, pemuda, dan kaum marginal lainnya dapat membangun kesadaran kolektif dan solidaritas sosial, memperoleh pengetahuan dan dapat memahami hak‐hak dasarnya sebagai warga negara dan memperjuangkan hak‐haknya

12. Dalam proses memperoleh hak-hak mereka, warga negara diharapkan

menunjukkan partisipasi dan peran aktif dalam proses pengambilan keputusan atau proses pembuatan undang-undang ataupun peraturan dan kebijakan sehubungan dengan hak-hak mereka sebagai warga negara yaitu bebas menyatakan pendapat.

(22)

Jadi, untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara kita harus tahu hak dan kewajiban kita. Laksanakan apa yang menjadi kewajiban kita serta perjuangkan apa yang menjadi hak kita. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi,maka kehidupan masyarakat akan aman dan sejahtera.

3.4 Pengertian Perilaku Konstitusional

Perilaku konstitusional diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan konstitusi sebuah negara. Sebaliknya, perilaku inkonstitusional ialah perilaku yang tidak sesuai dan bertentangan atau menyimpang dari konstitusi negara. Sebagai warga negara yang baik adalah warga negara yang memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan negara, yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, maka setiap warga negara harus dan wajib untuk memiliki perilaku positif terhadap konstitusi (UUD), mempelajari isinya, mengkaji maknanya, melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, mengamalkan dalam kehidupan, dan berani menegakkan jika konstitusi dilanggar. Perilaku konstitusional wajib dimiliki dan diterapkan oleh semua warga negara, karena perilaku konstitusional dapat menciptakan keadaan yang tertib, disiplin, dan sesuai dengan hukum.

3.5 Penerapan Perilaku Konstitusional

Agar perilaku Konstitusional dapat terwujud maka harus dilandasi dengan sikap yang positif terhadap UUD 1945. Warga Negara yang mendukung berlakunya UUD 1945 akan sangat mempengaruhi berlakunya sikap konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menampilkan sikap positif yang sesuai dengan konstitusi dimaknai bahwa warga negara harus berperilaku sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Inilah yang biasa disebut dengan perilaku konstitusional. Agar perilaku konstitusional dapat dijalankan dengan baik oleh setiap warga negara, maka perlu adanya kesadaran dalam setiap diri warga negara.

Pentingnya perilaku konstitusional adalah agar amanah konstitusi dapat dilaksanakan dengan baik sehingga konstitusi itu sendiri akan bernilai normatif, yakni aturan-aturan dalam konstitusi dilaksanakan secara konsekuen dan konsisten, dijunjung tinggi, serta dilaksanakan sepenuhnya.

Penerapan Perilaku Konstitusional · a. Bersikap Terbuka

(23)

· b. Mampu mengatasi masalah

Setiap warga Negara harus memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. sikap ini penting untuk di kembangkan karena akan membentuk kebiasaan menghadapimasalah, sehingga kalau sebelumnya hanya menjadi penonton, pengkritik atau menyalahkan oranglain, sekarang menjadi orang yang mampu member solusi ( jalan keluar ). kemampuan untukmengatasi masalah konstitusi negara akan memberikan iklim dan suasana yang semakin baik dalammenata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

c. Menyadari Adanya Perbedaan

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa yang memiliki masyarakat yang sangat beragam sehingga tertanami stilah bhineka tunggala ika ( berbeda-beda namun tetap satu ). Perbedaan harus diterima sebagai suatu kenyataan atau realitas masyarakat di sekitar kita baik agama, suku bangsa, adat istiadat, dan budayanya. Dengan bersikap seperti ini akan memudahkan kesatuan dan persatuan Bangsa.

· d. Memiliki Harapan Realistis

Negara Indonesia dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk terbesar keempat didunia memiliki permasalahan yang lebih kompleks dalam berbagai sektor kehidupan. Dalam penyelenggara kehidupan Negara, sangat penting bagi warga Negara untuk mampu memahami situasi dan kondisi Negara dalam kebijakan yang diambil, sehingga dalam keputusan nanti akan menghasilkan sesuatu yang bermamfaat bagi semua warga negara.

e. Penghargaan Terhadap Karya Bangsa Sendiri

Bangsa Indonesia harus bangga terhadap hasil karya bangsa sendiri. Salah satu karya bangsa untuk kelangsungan kehidupan bangsa Indonesia adalah “ kemerdekaan dan kedaulatan bangsa” dalam penyelenggaraan Negara. Karena bangsa lain akan menghargai bangsa kita setelah kita menghargai bangsa sendiri.

f. Mau menerima dan memberi umpan balik

Kesadaran untuk tunduk dan patuh terhadap konstitusi Negara sangat diperlukan dalam rangkamenghormati produk-produk konstitusi yang dihasilkan oleh para penyelenggara Negara.

3.6 Contoh perilaku konstitusional

Perilaku konstitusional wajib dimiliki dan diterapkan oleh semua warga negara,karena perilaku konstitusional dapat menciptakan keadaaan yang tertib, disiplin, dan sesuai dengan hukum.

Berikut adalah contoh sikap konstitusional :

A. Perilaku konstitusional bagi penyelenggara Negara

1. MPR

(24)

 Memberhentikan presiden dan atau wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD

2. Presiden dan kementrian negara

 Tidak pernah menghianati negara

 Mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas sebagai presiden dan wakil presiden

 Mengajukan rancangan UU kepada DPR

 Menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan UU 3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

 Bersidang sedikitnya sekali dalam setahun  Membentuk undang-undang

 Membahas rancangan undang-undang bersama presiden 4. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

 Mengajukan undang-undang tentang otonomi daerah, hubungan antar pusat dan daerah

 Pembentukan dan pemekaran atau penggabunngan daerah,dll kepada DPR

5. Komisi Pemilihan Umum (KPU)

 Menyelenggarakan pemilu yang langsung,bebas, rahasia, jujur, dan adil 6. Badan Pemeriksa Keuangan (KPU)

 Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara  Menyerahkan laporan hasil pemeriksaan kepada DPR, DPD, DPRD 7. Makamah Agung (MA)

 Menguji peraturan perundang-undangan di bawah indang-undang 8. MahkamahKonstitusi (MK)

 Memutuskan sengketa kewenangan yang diberikan UUD

 Memutuskan pembubaran partai politik, perselisihan tentang hasil

 Menjaga ketrtiban dan keamanan masyarakat

B. Perilaku konstitusional warga negara

1. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain

2. Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku, baik peraturan lalu lintas, sekolah dan lain sebagainya

3. Tidak main hakim sendiri

4. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

5. Adanya keterbukaan dan etika dalam menghadapi suatu permasalahan 6. Mengembangkan sikap sadar dan rasional

7. Menjalani persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan

8. Pelaksanaan pemilihan umum secara transparan, jujur, adil, dan bebas, serta sesuai dengan peraturan yang berlaku

9. Pengambilan keputusan dengan musyawarah

10. Pelaksanaan demokrasi atau aksi-aksi secara damai bukan dengan kekerasan 11. Membayar pajak tepat waktu

(25)

Selain sikap Konstitusional seperti tadi juga terdapat beberapa sikap yang harus dijunjung dalam menghargai dan menjalankan Konstitusi negara yaitu

a. Memahami Pancasila dan UUD 1945

b. Berperan serta dalam menegakan Pancasila dan UUD 1945 c. Mengembangkan pola hidup taat aturan

Berikut adalah contoh perilaku inkontitusional yang perlu dihindari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara :

a. Melanggar apa yang menjadi isi konstitusional atau melanggar aturan dan norma yang telah ditetapkan didalam konstitusi

b. Menyalahguknakan konstitusi untuk kepentinngan pribadi atau kelompok, ataupun untuk memperkaya diri sendiri (korupsi)

(26)

4.1 Kesimpulan

Hak adalah segala sesuatu yang berhak didapatkan dan layak diterima oleh tiap individu sebagai warga negara terhitung sejak berada dalam kandungan. Sedangkan yang dimaksud dengan kewajiban adalah segala sesuatu yang harus kita lakukan atau kerjakan sebagai anggota warga negara untuk mendapatkan hak yang pantas. Dalam hal ini, hak dan kewajiban saling memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya. Sehingga diperlukan keseimbangan dalam menjalankan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar tidak terjadi kesalahpahaman. Karena ketimpangan dalam penerapan hak dan kewajiban dapat menimbulkan berbagai masalah dari kalangan individu maupun kelompok. Antara lain seperti ketidakpuasan atas tidak berjalannya hak dan kewajiban secara selaras dan seimbang.

Penerapan hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilihat pada pembukaan UUD 1945 dan juga kita dapat mengetahuinya lewat pasal-pasal yang ada dalam batang tubuh UUD 1945, antara lain dari pasal 27 sampai pasal 34. Dan cara-cara untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban antara lain dengan lebih mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan. Terutama kita harus mengetahui posisi diri kita sendiri, dimana kita harus tahu kapan kita harus melaksanakan kewajiban kita, dan kapan kita akan mendapatkan hak kita. Dengan begitu, hak dan kewajiban pun akan berjalan seimbang dan selaras.

Perilaku konstitusional yaitu perilaku yang sesuai dengan konstitusi negara. Sebaliknya perilaku inkonstitusional adalah perilaku yang tidak sesuai atau bertentangan dengan konstitusi negara. Untuk mewujudkan perilaku konstitusional itu harus dilandasi dengan sikap yang positif terhadap UUD 1945. Pentingnya perilaku konstitusional yaitu agar amanah konstitusi dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam menerapkan perilaku konstitusional kita harus bersikap terbuka, mampu mengatasi masalah, sadar akan adanya perbedaan, memiliki harapan realistis, memberi penghargaan terhadap karya bangsa, mampu menerima dan memberi umpan baik. Perilaku konstitusional wajib dimiliki oleh semua warga negara, karena perilaku konstitusional ini dapat menciptakan keadaan yang tertib, disiplin, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ada tiga sikap yang harus dijunjung dalam menghargai dan menjalankan konstitusi negara, yaitu :

a. Memahami pancasila dan UUD 1945

b. Berperan serta dalam menegakan Pancasila dan UUD 1945 c. Mengembangkan pola hidup dan tetap menaati aturan yang ada

Perilaku inskontitusional perlu dihindari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena perilaku inkostitusional itu melanggar dari isi konstitusi atau melanggar aturan dan norma yang ada. Perilaku inkonstitusional dapat menyalahgunakan konstitusi yaitu untuk kepentingan pribadi atau kelompok, ataupun untuk memperkaya diri sendiri (korupsi).

4.2 Saran

Saran yang dapat diberikan antara lain adalah

(27)

b. Bagi mahasiswa, untuk senantiasa mendalami dan melaksanakan hak-hak dan kewajiban sekaligus perilaku konstitusional yang termaktub dalam UUD 1945 sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

(28)

Abdulkarim, Aim. 2007. Pendidika Kewarganegaraan: Membangun Warga Negara yang Demokratis. Jakarta: Grafindo Media Pratama.

Almatin. 2014. Contoh Perilaku Konstitusional dan Inkonstitusional dalam Aspek Ideologi. (Online). (http://brainly.co.id/tugas/152120, diakses 24 April 2014). Fatwa, M. 2009. Potret Konstitusi Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta: PT Kompas

Media Nusantara.

Murtono, Sri dkk. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan. Bogor: Quadra.

Nurdiaman, Aa. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Berbangsa dan Bernegara. Bandung: Primubi Mekar.

Prayogi, Arief. 2014. Hak dan Kewajiban Warga Negara. (Online).

(http://prezi.com/ci78xxqfb6hu/hak-dan-kewajiban-warga-neara/, diakses 24 Maret 2014).

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin

(2) Dalam menajlan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang.. ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan

Dalam menjalankan dah dan kewajiban, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh Undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas

 Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin peng-akuan

menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan

Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk

kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan. serta penghormatan atas

Pasal 28J ayat 2 “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta