• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR MIKROKONTROLLER RANCANG BANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS AKHIR MIKROKONTROLLER RANCANG BANG"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR MIKROKONTROLLER

RANCANG BANGUN PANEL EDUKASI INSTALASI LISTRIK USIA

DINI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega8535

Disusun oleh :

1. Arif Rochman 3.31.13.1.05 2. Juniadi Dwi Sasongko 3.31.13.1.11 3. Nur Rizki Kurniati 3.31.13.1.14 4. Wahyu Diky Kurniawan 3.31.13.1.21

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

(2)

i

TUGAS AKHIR MIKROKONTROLLER

RANCANG BANGUN PANEL EDUKASI INSTALASI LISTRIK USIA

DINI BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega8535

Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi nilai ujian akhir semester mata kuliah

Mikrokontroller

Disusun oleh :

1. Arif Rochman 3.31.13.1.05 2. Juniadi Dwi Sasongko 3.31.13.1.11 3. Nur Rizki Kurniati 3.31.13.1.14 4. Wahyu Diky Kurniawan 3.31.13.1.21

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG

(3)

ii

MOTTO dan PERSEMBAHAN

MOTTO :

1. Hidup tidak menghadiahkan barang sesuatupun kepada manusia tanpa bekerja keras.

2. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok adalah harapan.

3. Hadir terlambat memang lebih baik dari pada tidak hadir sama sekali tetapi bila

berkali-kali adalah suatu kecerobohan.

4. Menunggu kesuksesan adalah tindakan sia-sia yang bodoh.

5. Sejarah bukan hanya rangkaian cerita, ada banyak pelajaran, kebanggan dan harta

didalamnya.

6. Cara terbaik untuk keluar dari suatu persoalan adalah memecahkannya.

7. Kalau hari ini kita menjadi penonton bersabarlah menjadi pemain esok hari.

8. Ceroboh dan tidak bisa menahan emosi adalah sikap yang bisa berakibat fatal.

9. Harapan kosong itu lebih menyakitkan daripada kenyataan yang pahit sekalipun.

10.Setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah bila dikerjakan tanpa keengganan.

11.Jangan tunda sampai besok apa yang bisa engkau kerjakan hari ini.

12.Tidak ada kekayaan yang melebihi akal,dan tidak ada kemelaratan yang melebihi

kebodohan.

PERSEMBAHAN :

1. Ayah, Ibu, Kakak dan Adik-adik kami tersayang yang telah turut mendukung dan

membantu dengan sepenuh hati.

2. Bapak Syahid yang sudah membimbing kami dalam pembuatan alat ini

3. Teman-teman LT-2B yang sudah mendukung dan membantu.

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul “RANCANG BANGUN ALAT EDUKATIF KELISTRIKAN USIA 2-6 TAHUN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535” ini tepat pada waktunya. Laporan

Tugas Akhir ini disusun sebagai persyaratan untuk Ujian Akhis Semester 4 jurusan Teknik

Elektro Program Studi Teknik Listrik di Politeknik Negeri Semarang.

Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak menemui kendala, namun

berkat adanya bimbingan dari pembimbing maka akhirnya penyusunan laporan ini dapat

terlaksana dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Adi Wasono, B.Eng,, M. Eng. selaku Kepala Jurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Semarang.

2. Bapak Triyono, S.T, M. Eng. selaku Kepala Program Studi Teknik Listrik Politeknik

Negeri Semarang.

3. Bapak Syahid, S.T, M. Eng. selaku dosen pembimbing Mikrokontroler.

4. Keluarga penulis atas dukungan dan bantuannya selama penulis mengerjakan laporan.

5. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah terlibat

banyak membantu sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan.

Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak

kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saran ataupun kritik yang bersifat

membangun sangat diharapkan oleh penulis. Dan pada akhirnya harapan penulis laporan ini

dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan pembaca sehingga dapat menambah pengetahuan dan

wawasan.

Semarang, 14 Juni 2015

(5)

iv ABSTRAK

Rancang bangun panel edukasi kelistrikan usia dini tahun berbasis mikrokontroler

ATMega8535, seiring dengan majunya teknologi maka kehidupan juga diiringi dengan

inovasi-inovasi, alasan kuat yang mendorong terbentuknya alat edukatif ini, diawali dari jarangnya anak

mengenal alat kelistrikan disekelilingnya misalnya dirumah, cara kerja alat ini di variasi menjadi

2 macam mode yaitu mode tutorial dan mode game. Pada mode tutorial ketika push button yang

mewakili masing-masing komponen ditekan, maka LCD akan menampilkan nama komponen

yang dipilih. Pada mode game apabila menekan push button yang sesuai dengan nama komponen

yang ditampilkan oleh LCD maka akan keluar suara benar dan LCD akan menampilkan tulisan

benar namun jika tidak akan keluar suara salah dan display LCD akan menampilkan tulisan

salah. Alat ini dirancang bertujuan untuk mengenalkan nama alat kelistrikan di sekelilingnya

sehingga anak dapat mengetahui fungsi dari alat tersebut.

(6)

v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAKSI ... iv

DAFTAR ISI... Error! Bookmark not defined. DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined. BAB I PENDAHULUAN

2.1.2 Pin-Pin pada Mikrokontroler ATMega 8535 ... 8

2.1.3 Bahasa Program Assembly AVR ... 10

3.3.1 Sistem Minimum Atmega8535 ... 14

(7)

vi

3.3.3 Rangkaian Push Button ... Error! Bookmark not defined.

3.3.4 Rangkaian LCD ... 18

3.3.5 Rangkaian LED ... 18

3.4 Detail SistemRangkaian ... 19

3.5 Program ... 19

3.6 Flowchart ... 31

BAB IV PENGUJIAN 4.1 Pengujian Mikrokontroler ATMega8535 ... 32

4.2 Pengujian Speaker ... 32

4.3 Pengujian Push Button ... 33

4.4 Pengujian LCD... 33

4.5 Pengujian LED ... 34

4.6 Pengujian Keseluruhan ... 34

4.7 Hasil Analisa ... 35

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 38

5.2 Saran ... 39

DAFTAR PUSTAKA ... 40

(8)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Mikrokontroller ATMega8535 ...5

Gambar 2.2 Konfigurasipin ATmega8535 (Data Sheet AVR) ...8

Gambar 2.3 Loudspeaker ...11

Gambar 2.4 Push Button ...11

Gambar 2.5 LCD ...12

Gambar 2.6 LED ...12

Gambar 3.1 Bagan Alir Panel Edukasi ...13

Gambar 3.2 Bagan Alir Kontrol Panel Edukasi ...14

Gambar 3.3 Sistem Minimum ATmega 8535 ...14

Gambar 3.4 Rangkaian Speaker ...16

Gambar 3.5 Rangkaian Push Button ...17

Gambar 3.6 Rangkaian LCD...18

Gambar 3.7 Rangkaian LED ...18

Gambar 3.8 Detail Rangkaian Panel Edukasi ...19

Gambar 3.9 Flowchart Program ...31

Gambar 4.1 Pengujian Speaker ...33

(9)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Fumgsi Port B ...9

Tabel 2.2 Fumgsi Port C ...9

Tabel 2.3 Fumgsi Port D ...10

Tabel 4.1 Mode Tutorial ...11

(10)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kemajuan dan perkembangan dunia terus melaju dan berkembang dengan pesat. Hal

ini terjadi di berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, social budaya, maupun bidang–

bidang eksakta dan teknologi. Dibidang teknologi, perkembangan elektronika sangat cepat

setelah ditemukanya piranti semikonduktor sebagai penyusun komponen aktif, apalagi

setelah adanya teknologi mikroprosesor dan mikrokontroler. Dengan peralatan tersebut dapat

diciptakan berbagai alat yang dapat membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai

macam kesulitan dan permasalahan. Dengan menggunakan teknologi mikroprosesor dan

mikrokontroller tersebut dapat diciptakan berbagai macam peralatan elektronika yang dapat

memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi manusia dalam melaksanakan tugas dan

pekerjaannya.

Salah satunya adalah perkembangan teknologi dibidang game dan edukasi.

Perkembangan dibidang ini sangat diperlukan oleh anak yang lebih sering menggunakan

gadget untuk bermain game yang terkadang tidak berkaitan dengan edukasi. Selain itu

kurang pengetahuannya anak usia 2-6 tahun di bidang listrik

Dengan memperhatikan hal tersebut maka dibuat alat untuk mengenalkan kepada

anak mengenai alat kelistrikan yang ada di sekelilingnya misalnya dirumah. Pada alat ini buat

panel dengan 2 mode push button yaitu mode tutorial dan mode game. Selain itu pada setiap

komponen (fitting, sakelar, stop kontak, kabel, MCB) masing-masing terhubung langsung

dengan push button, led, dan lcd. Pada mode tutorial ketika push button yang mewakili

masing-masing komponen ditekan, maka LCD akan menampilkan nama komponen yang

dipilih. Pada mode game apabila menekan push button yang sesuai dengan nama komponen

yang ditampilkan oleh LCD maka akan keluar suara benar dan LCD akan menampilkan

tulisan benar namun jika tidak akan keluar suara salah dan display LCD akan menampilkan

tulisan salah. Berangkat dari masalah ini, maka dibuat Tugas Akhir yang berjudul “Rancang

(11)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2 1.2 TUJUAN

Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah untuk merancang suatu game edukasi bagi

anak usia dini yang berbasis mikrokontroler. Fungsi utama dari alat ini adalah mengajarkan

anak untuk mengetahui nama-nama alat kelistrikan yang ada di sekitar rumah.

Alat ini pada prinsipnya menggunakan push button yang terdiri dari 2 mode yaitu

mode tutorial dan mode game. Pada mode tutorial saat menekan push button yang terdapat

pada masing-masing komponen maka LCD akan menampilkan nama komponen tersebut.

Pada mode game saat LCD menampilkan salah satu nama komponen maka anak harus

menekan push button yang sesuai dengan nama yang ditampilkan sehingga LCD akan

menampilkan tulisan benar dan speaker akan mengeluarkan suara benar namun jika tidak

menekan push button yang sesuai maka LCD akan menampilkan tulisan salah dan speaker

akan mengeluarkan suara salah.

1.3 RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan bagaimanakah cara merancang dan membuat panel

edukasi instalasi listrik usia dini berbasis mikrokontroler ATMega8535.

1.4 BATASAN MASALAH

Agar permasalahan yang dibahas dalam laporan Tugas Akhir ini tidak menyimpang

jauh dari pokok pembahasan, maka dalam penulisan laporan Tugas Akhir dengan judul “Rancang Bangun Panel Edukasi Instalasi Listrik Usia Dini Berbasis Mikrokontroler ATMega8535” ini ditetapkan pokok-pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:

1. Menggunakan mikrokontrol ATMega8535 sebagai pusat pengendali.

2. Menggunakan push button sebagai penentu komponen yang dipilih.

3. Menggunakan komponen listrik seperti stop kontak, kabel, sakelar, fitting, MCB.

4. Menggunakan speaker sebagai indikator suara.

5. Menggunakan LCD untuk menampilkan nama komponen.

(12)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 3

1.5 METODE PENELITIAN

1. Pustaka

Yaitu teknik pengumpulan data dari buku, internet, maupun berbagai literature

mengenai rancangan aplikasi yang dibuat.

2. Observasi

Metode observasi adalah system pengumpulan data dengan cara melakukan

pengamatan secara langsung yang diteliti,

3. Wawancara

Yaitu dengan melakukan berbagai Tanya jawab dengan ahli

4. Analisis

Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, proses selanjutnya adalah analisis

terhadap data dan permasalah yang ada untuk kemudian dicari pemecahan atau jalan

keluar yang terbaikdari permasalahan yang timbul.

5. Perancangan

Setelah ditemukan gambaran pemecahan masalah, kemudian dilakukan tahap

perancangan aplikasi.

6. Modeling

Setelah semua unsure dirancang sedemikian rupa kemudian dilakukan modeling

objek untuk kemudian dituangkan secara langsung dalam perancangan alat .

1.6 SISTEMIKA PENULISAN LAPORAN

Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman maka penulis membuat

sistematika pembahasan bagaimana sebenarnya prinsip kerja system pengendalian Panel

Edukasi dengan menggunakan mikrokontroller, maka penulis menulis laporan ini sebagai

berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisikan mengenai latarbelakang, rumusan masalah, tujuan penulisan,

batasan masalah, serta sistematika penulisan.

BAB II. LANDASAN TEORI

Landasan teori, dalam bab ini dijelaskan tentang teori pendukung yang digunakan

(13)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 4 mikrokontroller ATmega8535 (hardware dan software), bahasa program yang digunakan.

Serta karakteristik dari komponen – komponen pendukung.

BAB III. PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dibahas perancangan dari alat, yaitu diagram blok dari

rangkaian, skematik dari masing – masing rangkaian dan diagram alir dari program yang

akan diisikan ke mikrokontroller ATmega8535.

BAB IV. PENGUJIAN

Pada bab ini akan dibahas hasil analisa dari system kerja alat melalui program yang

digunakan.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan penutup yang meliputi tentang kesimpulan dari pembahasan yang

dilakukan dari laporan ini serta saran apakah rangkaian ini dapat dibuat lebih efisien dan

dikembangkan perakitannya pada suatu metode lain yang mempunyai system kerja yang

(14)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Mikrokontroler ATMega8535

Mikrokontroller merupakan sebuah system computer yang seluruh atau sebagian besar

elemnnya dikemas dalam suatu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer.

Lebih lanjut, mikrokontroler merupakan system computer yang mempunyai satu atau beberapa

tugas yang sangat spesifik, berbeda daengan PC (Personal Computer) yang memiliki beberapa

fungsi. Perbedaan antara computer dengan mikrokontroller.

Mikrokontroller adalah sebuah system microprocessor dimana didalamnya sudah terdapat

CPU, ROM, Ram, I/O, Clock dan peralatan internal lainnya yang sudah saling terhubung dan

terorganisasi dengan baik oleh pabrik pembuatnya dan dikemas dalam satu chip yang siap pakai,

sehingga kita tinggal memprogram isi ROM sesuai aturan penggunaan oleh pabrik yang

membuatnya menurut Winoto (2008:3).

Teknologi yang digunakan pada mikrokontroler AVR berbeda dengan mikrokontroller

seri MCS-51. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computer), sedangkan seri

MCS-51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computer). Mikrokontroler AVR dapat

dikelompokkan menjadi empat kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga

ATMega, dan keluarga AT89RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas

adalah memori, kelengkapan periperal dan fungsi-fungsi tambahan yang dimiliki. Berikut ini

penjelasan lebih lengkap mengenai Mikrokontroller ATMega8535

Gambar 2.1 Mikrokontroller ATMega8535

ATMega8535 adalah mikrokontroller CMOS 8 bit daya rendah berbasis arsitektur RISC.

(15)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 6 1 MIPS per MHz, hal ini membuat ATMega8535 dapat bekerja dengan kecepatan tinggi

walaupun dengan penggunaan daya rendah. Mikrokontroller ATmega8535 memiliki

beberapa fitur atau spesifikasi yang menjadikannya sebuah solusi pengendali yang efektif

untuk berbagai keperluan. Fitur-fitur tersebut antara lain:

Fitur-fitur yang dimiliki oleh mikrokontroler ATmega8535 adalah sebagai berikut:

1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu port A, port B, port C, dan port D.

2. ADC internal sebanyak 8 saluran.

3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan pembandingan.

4. CPU yang terdiri atas 32 buah register.

5. SRAM sebesar 512 byte.

6. Memori Flash sebesar 8 kb dengan kemampuan Read While Write.

7. Port antarmuka SPI

8. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi.

9. Antarmuka komparator analog.

10.Port USART untuk komunikasi serial.

11.Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz.

12.Dan lain-lainnya.

2.1.1 Konstruksi ATmega8535

Mikrokontroler ATmega8535 memiliki 3 jenis memori, yaitu memori program, memori

data dan memori EEPROM. Ketiganya memiliki ruang sendiri dan terpisah.

a. Memori program

ATmega8535 memiliki kapasitas memori progam sebesar 8 Kbyte yang terpetakan dari alamat

0000h – 0FFFh dimana masing-masing alamat memiliki lebar data 16 bit. Memori program ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian program boot dan bagian program aplikasi.

b. Memori data

ATmega8535 memiliki kapasitas memori data sebesar 608 byte yang terbagi menjadi 3 bagian

yaitu register serba guna, register I/O dan SRAM. ATmega8535 memiliki 32 byte register serba

guna, 64 byte register I/O yang dapat diakses sebagai bagian dari memori RAM (menggunakan

instuksi LD atau ST) atau dapat juga diakses sebagai I/O (menggunakan instruksi IN atau OUT),

(16)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 7 c. Memori EEPROM

ATmega8535 memiliki memori EEPROM sebesar 512 byte yang terpisah dari memori program

maupun memori data. Memori EEPROM ini hanya dapat diakses dengan menggunakan

register-register I/O yaitu register-register EEPROM Address, register EEPROM Data, dan register EEPROM

Control. Untuk mengakses memori EEPROM ini diperlakukan seperti mengakses data eksternal,

sehingga waktu eksekusinya relatif lebih lama bila dibandingkan dengan mengakses data dari

SRAM.

ATmega8535 merupakan tipe AVR yang telah dilengkapi dengan 8 saluran ADC internal

dengan fidelitas 10 bit. Dalam mode operasinya, ADC ATmega8535 dapat dikonfigurasi, baik

secara single ended input maupun differential input. Selain itu, ADC ATmega8535 memiliki

konfigurasi pewaktuan, tegangan referensi, mode operasi, dan kemampuan filter derau yang amat

fleksibel, sehingga dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan ADC itu sendiri.

ATmega8535 memiliki 3 modul timer yang terdiri dari 2 buah timer/counter 8 bit dan 1

buah timer/counter 16 bit. Ketiga modul timer/counter ini dapat diatur dalam mode yang berbeda

secara individu dan tidak saling mempengaruhi satu sama lain. Selain itu, semua timer/counter

juga dapat difungsikan sebagai sumber interupsi. Masing-masing timer/counter ini memiliki

register tertentu yang digunakan untuk mengatur mode dan cara kerjanya.

Serial Peripheral Interface (SPI) merupakan salah satu mode komunikasi serial

syncrhronous kecepatan tinggi yang dimiliki oleh ATmega8535. Universal Syncrhronous and

Asyncrhronous Serial Receiver and Transmitter (USART) juga merupakan salah satu mode

komunikasi serial yang dimiliki oleh ATmega8535. USART merupakan komunikasi yang

memiliki fleksibilitas tinggi, yang dapat digunakan untuk melakukan transfer data baik antar

mikrokontroler maupun dengan modul-modul eksternal termasuk PC yang memiliki fitur UART.

USART memungkinkan transmisi data baik secara syncrhronous maupun asyncrhronous,

sehingga dengan memiliki USART pasti kompatibel dengan UART. Pada ATmega8535, secara

umum pengaturan mode syncrhronous maupun asyncrhronous adalah sama. Perbedaannya

(17)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 8 2.1.2 Pin-pin pada Mikrokontroler ATmega8535

Gambar 2.2 Konfigurasi pin ATmega8535 (Data Sheet AVR)

Konfigurasi pin ATmega8535 dengan kemasan 40 pin DIP (Dual Inline Package)

dapat dilihat pada gambar 2.1. Dari gambar di atas dapat dijelaskan fungsi dari masing-masing

pin Atmega8535 sebagai berikut:

1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan catu daya.

2. GND merukan pin Ground.

3. Port A (PortA0…PortA7) merupakan pin input/output dua arah dan pin masukan ADC.

4. Port B (PortB0…PortB7) merupakan pin input/output dua arah dan dan pin fungsi khusus,

(18)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 9 Tabel 2.1 Fungsi Khusus Port B

5. Port C (PortC0…PortC7) merupakan pin input/output dua arah dan pin fungsi khusus, seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.2 Fungsi Khusus Port C

Pin Fungsi khusus

PC7 TOSC2 ( Timer Oscillator Pin2)

6. Port D (PortD0…PortD7) merupakan pin input/output dua arah dan pin fungsi khusus, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.

Pin Fungsi Khusus

PB7 SCK (SPI Bus Serial Clock)

PB6 MISO (SPI Bus Master Input/ Slave Output)

PB5 MOSI (SPI Bus Master Output/ Slave Input)

PB4 SS (SPI Slave Select Input)

PB3 AIN1 (Analog Comparator Negative Input)

OC0 (Timer/Counter0 Output Compare Match Output)

PB2 AIN0 (Analog Comparator Positive Input)

INT2 (External Interrupt 2 Input)

PB1 T1 (Timer/ Counter1 External Counter Input)

PB0 T0 T1 (Timer/Counter External Counter Input)

(19)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 10 Tabel 2.3 Fungsi Khusus Port D

Pin Fungsi khusus

PD7 OC2 (Timer/Counter Output Compare Match Output)

PD6 ICP (Timer/Counter1 Input Capture Pin)

PD5 OC1A (Timer/Counter1 Output Compare A Match

Output)

PD4 OC1B (Timer/Counter1 Output Compare B Match Output)

PD3 INT1 (External Interrupt 1 Input)

PD2 INT0 (External Interrupt 0 Input)

PD1 TXD (USART Output Pin)

PD0 RXD (USART Input Pin)

7. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler.

8. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.

9. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.

10.AREFF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.

2.1.3 BAHASA PROGRAM ASSEMBLY AVR

Pemrograman mikrokontroler ATmega8535 dapat menggunakan low level language

(assembly) dan high level language tergantung compiler yang digunakan. Bahasa Assembler

mikrokontroler AVR memiliki kesamaan instruksi, sehingga jika pemrograman satu jenis

mikrokontroler AVR sudah dikuasai, maka akan dengan mudah menguasai pemrograman

keseluruhan mikrokontroler jenis mikrokontroler AVR. Namun bahasa assembler relatif lebih

sulit dipelajari dari pada bahasa C.

Untuk pembuatan suatu proyek yang besar akan memakan waktu yang lama serta

penulisan programnya akan panjang. Sedangkan bahasa C memiliki keunggulan dibanding

bahasa assembler yaitu independent terhadap hardware serta lebih mudah untuk menangani

project yang besar. Bahasa C memiliki keuntungan-keuntungan yang dimiliki bahasa assembler

(bahasa mesin), hampir semua operasi yang dapat dilakukan oleh bahasa mesin, dapat dilakukan

dengan bahasa C dengan penyusunan program yang lebih sederhana dan mudah. Bahasa C

(20)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 11 2.2 Loudspeaker

Loudspeaker atau sering disebut pengeras suara adalah komponen elektronika yang

mampu mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara. Proses mengubah sinyal ini dilakukan

dengan cara menggerakkan komponennya yang berbentuk selaput. Dalam setiap sistem

penghasil suara, penentuan kualitas suara terbaik tergantung dari speaker. Pada dasarnya, speaker

merupakan mesin penerjemah akhir, kebalikan dari mikrofon. Speaker membawa sinyal elektrik

dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Speaker

menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang dihasilkan oleh mikrofon

yang direkam dan dikodekan.

Gambar 2.3 Loudspeaker

2.3 Push Button

Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi sebagai pemutus atau penyambung arus

listrik dari sumber arus ke beban listrik. Suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar

tekan start, stop reset dan saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC

(normally close) dan NO (normally open).

Gambar 2.4 Push Button

(21)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 12 LCD (Liquid Crystal Display) adalah modul penampil yang banyak digunakan karena

tampilannya menarik. LCD yang paling banyak digunakan saat ini ialah LCD M1632 refurbish

karena harganya cukup murah. LCD M1632 merupakan modul LCD dengan tampilan 2x16 (2

baris x 16 kolom) dengan konsumsi daya rendah. Modul tersebut dilengkapi dengan

mikrokontroler yang didesain khusus untuk mengendalikan LCD.

LCD yang umum, ada yang panjangnya hingga 40 karakter (2x40 dan 4x40), dimana kita

menggunakan DDRAM untuk mengatur tempat penyimpanan karakter tersebut.

Gambar 2.5 Liquid Crystal Display (LCD) 2 x 16

2.5 LED

LED merupakan salah satu jenis dioda yang mengubah energi perpindahan electron – electron yang jatuh dari pita konduksi ke pita valensi menjadi cahaya. Berwana – warninya cahaya yang dipancarkan ini, dikarenakan jenis bahan yang digunakan berbeda – beda. Bahan – bahannya antara lain gallium, arsen dan fosfor. Penggunaan LED biasanya berhubungan dengan

segala hal yang dilihat oleh manusia, seperti untuk mesin hitung, jam digital, dan lain – lain.

(22)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 13

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 DESKRIPSI KERJA

Dalam penggunaan alat ini memiliki cara kerja yang sangat sederhana, dengan basis

pemrograman pada mikrokontroller. Cara kerjanya Panel Edukasi ini menggunakan Push

Button. Push Button ini berfungsi sebagai inputan mikrokontroller yang mengkontrol 2 mode

yaitu mode tutorial dan game di panel tersebut.

Gambar 3.1 Bagan Alir Panel Edukasi

Penjelasan Diagram:

1. Power Supply ini digunakan untuk menghidupkan mikrokontroller ATMega8535.

2. Push Button 1 akan mengaktifkan mode tutorial dan push button 2 akan mengaktifkan

mode game yang akan dibaca oleh program pada mikrokontroller ATMega8535.

3. Setelah program diproses dalam mikrokontroller, pada mode tutorial ketika push

button ditekan maka data hasil pemrosesan akan dikeluarkan melalui LCD yang akan

menampilkan nama instalasi listrik yang dipilih.

4. Pada mode game, LCD akan menampilkan nama instalasi listrik yang harus dipilih

sehingga ketika push button yang sesuai dengan nama komponen ditekan, maka LCD

akan menampilkan tulisan benar dan speaker akan mengeluarkan suara benar namun

(23)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 14 maka LCD akan menampilkan tulisan salah dan speaker akan mengeluarkan suara

salah.

3.2 RANGKAIAN ALAT

Gambar 3.2 Bagan Alir Kontrol Panel Edukasi

3.3 DAFTAR KOMPONEN dan FUNGSI 3.3.1 Sistem Minimum ATmega 8535

(24)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 15 Rangkaian diatas adalah system minimum yang dimana system tersebut harus

dipenuhi agar mikrokontroler ATmega8535 dapat digunakan atau untuk memproses data

yang diinginkan. Ada beberapa komponen dan fungsinya yaitu :

1. Power Supply

Power supply digunakan sebagai inputan mikro controller atau tegangan supply 5

Volt yang terhubung pada VCC (Port tegangan supply mikrokontroller) , AVCC

(Pin tegangan suplai untuk port A dan ADC) , Aref (pin referensi tegangan analog

untuk ADC ) , Power on reset (sebagai reset pada mikrokontroller).

2. Power on Reset

Reset dapat dilakukan secara manual maupun otomatis saat power diaktifkan

(power on reset). Power on reset berfungsi me-reset sesaat setelah mendapatkan

tegangan masukan awal dari catudaya. Rangkayan power on reset dibentuk oleh

sebuah kapasitor dan sebuah resistor. Setiap kali catudaya dihidupkan, rangkaian

akan menahan pin RST pada keadaan taraf logika tinggi selama beberapa saat,

tergantung lamanya pengisian kapasitor. Untuk me-reset secara sempurna,

tegangan pada pin RST harus ditahan pada taraf logika tinggi hingga osilator

berdetak selama dua siklus mesin. Agar program dapat di-reset sewaktu-waktu

tanpa harus mematikan lalu menghidupkan catudaya, ditambahkan push button

switch yang dihubungkan kesumber tegangan setelah melewati resistor untuk

membatasi aliran arus yang masuk kedalam mikrokontroler.

3. Port ISP (InsystemProggramming)

Rangkaian ini bertujuan sebagai tempat penyalur atau tempat dimana USB

Downloader dicolokan sehingga program yang telah kita build akan terdownload

ke mikrokontroller.Keunggulan rangkaian ini adalah tidak perlu kita melepas IC

dari system ketika akan diberi program.

4. Oscilator

Rangkaian ini bertujuan untuk menentukan lama atau cepatnya IC dalam

mengeksekusi data informasi per satu intruksi (instruksi assembler). Dengan

rumus kecepatan T=1

(25)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 16 XTAL1 (Input penguat osilator inverting dan input pada rangkaian operasi clock

internal) dan XTAL2 (Output dari penguat osilator inverting).

3.3.2 Rangkaian Speaker

Speaker digunakan sebagai indikator bunyi pada saat push button pada mode

tebak-tebakan ditekan. Suara yang dihasilkan oleh speaker di setting 2 variasi yaitu

benar dan salah.

Gambar 3.4 Rangkaian Push Button

3.3.3 Rangkaian Push Button

Tombol yang dipasang sebagai masukan tersebut adalah jenis tombol tekan

(26)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 17 dihidupkan pertama kali, akan menuliskan logika 0 pada semua port yang digunakan

otomatis terkonfigurasi sebagai masukan impedensi rendah, program akan membaca

kaki port logika 0 karena masukan tombol tekan disambung ke-ground.

Gambar 3.5 Rangkaian Push Button

3.3.4 Rangkaian Display LCD

Perangkat ini digunakan sebagai output atau penampil dari hasil yang sudah

diproses pada mikrokontroler. Pada mode pembelajaran ketika push button yang

(27)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 18 menampilkan nama komponen tersebut. Sedangkan pada mode tebak-tebakan display

LCD menampilkan nama komponen yang harus dipilih.

Gambar 3.6 Rangkaian Push Button

3.3.5 Rangkaian Driver LED

Gambar 3.7 Rangkaian Driver LED

Rangkaian diatas adalah driver LED yang dimana memiliki prinsip kerja , jika

PORTD 0 pada IC bernilai 0 maka akan terjadi aliran arus menuju B (base) pada

(28)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 19 dimana rangkaian akan terhubung dengan Grounding yang akan menyebabkan

LED menyala saat mendapat input.

3.4 DETAIL SISTEM RANGKAIAN

Gambar 3.8 Detail Rangkaian Panel Edukasi

3.5 PROGRAM

#include <mega8535.h>

#include <delay.h>

#include <lcd.h>

#asm

(29)
(30)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 21

lcd_putsf("MANA SAKLAR?"); //MULAI SAKLAR

while(2)

lcd_putsf("MANA FITTING?"); //MULAI FITTING

(31)
(32)
(33)
(34)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 25

} //AKHIR STOP KONTAK

if (PINB.5==0) //MCB

{

lcd_clear();

lcd_gotoxy(6,0);

(35)
(36)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 27 } //AKHIR FITTING

else if(PINB.3==0) //SAKLAR

{

else if(PINB.6==0) // SAKLAR

{

lcd_clear();

lcd_gotoxy(6,0);

lcd_putsf("SALAH");

(37)
(38)
(39)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 30 if (PINB.5==0)

{

PORTA.3=0;

PORTA.0=PORTA.2=PORTA.1=PORTA.4=1;

delay_ms(30);

lcd_clear();

lcd_gotoxy(2,0);

lcd_putsf("STOP KONTAK");

}

else if (PINB.6==0)

{

PORTA.4=0;

PORTA.0=PORTA.2=PORTA.3=PORTA.1=1;

delay_ms(30);

lcd_clear();

lcd_gotoxy(5,0);

lcd_putsf("KABEL");

}

}

}

}

(40)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 31 3.6 FLOWCHART

(41)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 32

BAB IV

PENGUJIAN

4.1 Pengujian Mikrokontroller ATMega8535

Karena pemrograman panel edukasi menggunakan mode ISP (In System Programming)

Mikrokontroller harus dapat deprogram langsung pada papan rangkaian dan rangkaian

mikrokontroller harus dapat dikenali oleh program downloader. Pada pengujian ini berhasil

dilakukan dengan dikenalinya jenis mikrokontroller oleh program downloader yaitu

ATMega8535.

ATMega menggunakan Kristal dengan frekuensi 8MHz, apabila Chip Signature sudah

dikenali dengan baik dalam waktusingkat, bias dikatakan rangkaian mikrokontroller bekerja

dengan baik dengan mode ISP nya.

4.2 Pengujian Speaker

Pengujian rangkaian speaker dimaksudkan untuk mengecek apakah speaker bekerja

dengan baik. Untuk mengetahui apakah speaker bisa berfungsi dengan baik, dapat dilakukan

(42)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 33 Gambar 4.1 Pengujian speaker

Pengujian speaker dapat dilakukan dengan menghubungkan kutub posisitf dan kutub

negatif pada speaker dengan baterai 3 volt. Setelah dicek speaker masih mengeluarkan bunyi,

sehingga speaker dalam keadaan baik.

4.3 Pengujian Push Button

Push button digunakan untuk memilih komponen tertentu yang terdapat pada panel

edukasi. Terdapat 6 buah push button yaitu 2 buah push button digunakan menjadi push button

menu atau mode. Dan 4 push button yang digunakan untuk mewakili masing-masing komponen.

4.4 Pengujian LCD

Tujuan pengujian rangkaian LCD adalah untuk mengecek apakah LCD bekerja dengan

baik. Untuk mengetahui apakah LCD berfungsi dengan baik atau tidak, bisa dilakukan dengan

menghubungkannya dengan catu daya yang diberi tegangan 5 Volt. Rangkaian yang digunakan

(43)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 34 Gambar 4.2 Pengujian LCD

Pin – pin pada LCD yang dihubungkan antara lain pin VSS dihubungkan dengan ground

pada catu daya dan VDD dihubungkan dengan kutub positif +5 Volt pada catu daya. Untuk

mengatur tingkat kecerahan atau kontras dari LCD dilakukan dengan cara menghubungkan pin

VEE dengan trimpot. Setelah rangkaian tersebut dihubungan dengan arus listrik, LCD dapat

menyala dengan baik dan layak digunakan.

4.5 Pungujian LED

Tujuan pengujian rangkaian LED adalah untuk mengecek apakah LED bekerja dengan

baik. Untuk mengetahui apakah LED berfungsi dengan baik atau tidak, bisa dilakukan dengan

menghubungkannya dengan catu daya. Jika LED menyala saat push button ditekan maka LED

berfungsi dengan baik.

4.6 Pengujian Keseluruhan

Pengujian keseluruhan sistem dilakukan setelah semua rangkaian dan perangkat lunak

diintegrasikan menjadi satu sistem. Pengujian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa

(44)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 35 4.7 HASIL ANALISA

Dalam melakukan uji coba dapat dihasilkan tabel data sebagai berikut : Tabel 4.1 Mode Tutorial :

NO Nama

Komponen Push Button

Kondisi LCD

1 Stop Kontak PB 1 Ditekan Stop Kontak

2 Fitting PB 2 Ditekan Fitting

3 MCB PB 3 Ditekan MCB

4 Kabel PB 4 Ditekan Kabel

(45)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 36 Tabel 4.2 Mode Game :

(46)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 37 Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik dan benar pada mode tutorial dan mode game.

Pada mode tutorial :

1. Ketika push button 1 yang terdapat pada komponen stop kontak ditekan maka display LCD akan menampilkan nama komponen stop kontak.

2. Ketika push button 2 yang terdapat pada komponen fitting ditekan maka display LCD akan menampilkan nama komponen fitting.

3. Ketika push button 3 yang terdapat pada komponen MCB ditekan maka display LCD akan menampilkan nama komponen MCB.

4. Ketika push button 4 yang terdapat pada komponen kabel ditekan maka display LCD akan menampilkan nama komponen kabel.

5. Ketika push button 5 yang terdapat pada komponen sakelar ditekan maka display LCD akan menampilkan nama komponen sakelar.

Pada mode game :

1. Ketika pada display LCD menampilkan tulisan stop kontak maka harus menekan push button 1 yang mewakili komponen stop kontak sehingga display LCD muncul tulisan benar dan speaker mengeluarkan suara benar namun jika yang ditekan bukan push button 1 maka LCD menampilkan display salah dan speaker akan mengeluarkan suara salah. 2. Ketika pada display LCD menampilkan tulisan fitting maka harus menekan push button

2 yang mewakili komponen fitting sehingga display LCD muncul tulisan benar dan speaker mengeluarkan suara benar namun jika yang ditekan bukan push button 2 maka LCD menampilkan display salah dan speaker akan mengeluarkan suara salah.

3. Ketika pada display LCD menampilkan tulisan MCB maka harus menekan push button 3 yang mewakili komponen MCB sehingga display LCD muncul tulisan benar dan speaker mengeluarkan suara benar namun jika yang ditekan bukan push button 3 maka LCD menampilkan display salah dan speaker akan mengeluarkan suara salah.

4. Ketika pada display LCD menampilkan tulisan kabel maka harus menekan push button 4 yang mewakili komponen kabel sehingga display LCD muncul tulisan benar dan speaker mengeluarkan suara benar namun jika yang ditekan bukan push button 4 maka LCD menampilkan display salah dan speaker akan mengeluarkan suara salah.

(47)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG Page 38

BAB 5

PENUTUP

Dengan telah berakhirnya penyusunan laporan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada

semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis telah

memperoleh berbagai pengalaman yang berharga dimana pengalaman tersebut merupakan

bekal untuk terjun ke dunia kerja. Tugas laporan microkontroller ini sangat bermanfaat

karena dapat dijadikan masa penjajakan diri sehingga dapat mengevaluasi seberapa besar

ilmu yang telah kita dapat di pelajaran yang lalu.

5.1 Kesimpulan

Dalam pembuatan tugas akhir semester “RANCANG BANGUN PANEL EDUKASI

INSTALASI LISTRIK USIA DINI BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535”

ini dapat diambil kesimpulan antara lain:

a. Rancangan system pada panel edukasi ini menggunakan mikrokontroller ATMega8535.

b. Output keluaran yang di hasilkan oleh input push button sesuai dengan yang di harapkan,

yaitu:

1. Jika tegangan input pada push button komponen yang dipilih stop kontak maka output

yang ditampilkan LCD adalah stop kontak.

2. Jika tegangan input pada push button komponen yang dipilih fitting maka output yang

ditampilkan LCD adalah fitting.

3. Jika tegangan input pada push button komponen yang dipilih MCB maka output yang

ditampilkan LCD adalah MCB.

4. Jika tegangan input pada push button komponen yang dipilih kabel maka output yang

ditampilkan LCD adalah kabel.

5. Jika tegangan input pada push button komponen yang dipilih sakelar maka output

yang ditampilkan LCD adalah sakelar.

c. Jika LCD menampilkan nama salah satu komponen yang harus dipilih dengan menekan

push button yang benar maka speaker akan mengeluarkan suara benar dan LCD

menampilkan suara benar namun jika yang ditekan push button yang tidak sesuai maka

(48)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG Page 39 5.2 SARAN

Berdasarkan pengalaman selama pembuatan aplikasi yang telah dilakukan, berikut adalah

beberapa saran yang penting untuk diperhatikan :

1. Push button memudahkan dalam menentukan mode dalam Rancang Bangun Panel

Edukasi Instalasi Listrik Usia Dini Berbasis Mikrokontroler ATMega8535.

2. LCD mempermudah untuk menampilkan nama komponen yang dipilih menggunakan

(49)

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 40

DAFTAR PUSTAKA .

Marry, (2010), Jenis-Jenis Mikrokontroler, http://m4rry.blogspot.com.

Next System., (2011), Pelatihan Mikrokontroler dan Robotik, http://edukasi.nextsys.web.id.

Prasimax Mikron., (2001), Kontrol Peralatan Listrik dgn Mikrokontroler

http://www.mikron123.com.

Putra, Agfianto Eko, 2005. Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/53 (Teori dan Aplikasi),

Yogyakarta : Gava Media.

Artanto (2009), Mikrokontroler adalah sebuah alat pengendali (kontroler) berukuran mikro.

Jakarta: Artanto.

Budiharto, W., (2004), Interfacing Komputer dan Mikrokontroler, Jakarta: PT Elex Media

Komputindo.

Dr. Agfianto E. Putra., (2012), Mikrokontroler DSP &Embedded Electronics(Lecturer,

Consultant, Author) http://agfi.staff.ugm.ac.id).

Iswanto, (2008), Design dan Implementasi Sistem Embedded Mikrokontroler ATMega8535

Gambar

Gambar 2.1 Mikrokontroller ATMega8535
Gambar 2.2 Konfigurasi pin ATmega8535 (Data Sheet AVR)
Tabel 2.1 Fungsi Khusus Port B
Tabel 2.3 Fungsi Khusus Port D
+7

Referensi

Dokumen terkait

menghasilkan kadar air irisan ubi kayu yang rendah, serta suhu dan lama pengeringan akan berpengaruh terhadap laju penguapan air irisan ubi kayu, semakin tinggi

menikah dan lebih dikenal dengan nama Ibu Soed) adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu

Ketika suatu reaksi kimia berlangsung, maka akan terjadi perubahan komposisi dan terbentuk zat baru yang mungkin memiliki warna yang berbeda.. Contoh reaksi kimia

Memiliki hubungan yang baik dan kemampuan untuk mengakomodasi orang lain, terutama jika menjadi bagian dari tim suksesor dianggap valid karena adanya kesamaan jawaban yang

Riset difokuskan pada analisis dan manajemen risiko secara umum dengan pendekatan riset terpopuler adalah kuantitatif dan hibrid kualitatif - kuantitatif dan

[r]

sumber daya manusia atau karyawan yang ada dalam suatu organisasi atau. perusahaan sehingga berimplikasi terhadap kinerja karyawan yang

Kegiatan Usaha Bergerak dalam bidang usaha Pengembangan Real Estat, Golf dan Country Club Jumlah Saham yang ditawarkan 3.209.687.973 Saham Biasa Atas Nama Seri B dengan Nilai