PENGARUH EKSTRAK TANAMAN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth) TERHADAP SISTEM URINARIA MENCIT JANTAN (Mus musculus)
The Effect of Kratom Plant Extracts (Mitragyna speciosa) to Urinary System of Male Mice (Mus musculus)
Ayu Wulandari
Laboratorium Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura,Pontianak
Email: [email protected]
ABSTRAK
Percobaan ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak tanaman kratom (Mitragyna speciosa) pada sistem urinaria mencit jantan (Mus musculus). Mencit diamati kesehatannya selama 6 hari terlebih dahulu kemudian dipuasakan dengan diberi perlakuan kontrol yang berbeda (diberi akuades,ekstrak tanaman kratom dan uresix) selama 24 jam. Urin yang dihasilkan nanti nya akan di ukur volume dan pH nya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian kontrol ekstrak daun kratom dapat meningkatkan volume dan pH pada urin mencit,sehingga ekstrak daun kratom bersifat antidiuretik.
Kata kunci : ekstrak daun kratom, antidiuretik, volume dan pH urin
ABSTRAK
This experiment aims to look at the effect of kratom plant extracts (Mitragyna speciosa) in the urinary system of male mice (Mus musculus). Mice were observed health during 6 days in avdvance and then fasted treated with different controls (distilled water,kratom plant extracts and uresix) for 24 hours. Urine produce her later be measured its volume and pH. The experimental results showed that the control of kratom leaf extract is antidiuretic.
PENDAHULUAN
Mitragina speciosa tergolong dalam
famili Rubiaceae dan dikenal juga sebagai
sub famili Naucleoideae. Dikenal dengan
sebutan ketum atau biak-biak di Malaysia
dan kratom,kraton,kakuam,ithang dan
Thom di Thailand. Tanaman ini
ditemukan di daerah Asia tropis dan sup
tropis seperti Thailand,Laos,Kamboja dan
Malaysia. Tanaman ini juga ditemukan di
Kalimantan,Filipina,New Guinea,Afrika
Timur dan Barat dan India. Di Malaysia
tanaman ini banyak ditemukan di bagian
utara Semenanjung dan Selangor
(Sakaran,2014).
Tanaman dapat berfungsi sebagai
sumber alternatif untuk pengembangan
agen diuretik baru karena aktivitas
biologis mereka (Sravani,2010). Tanaman
obat Mitragina speciosa ini telah lama
digunakan oleh penduduk setempat di
Thailand dan Malaysia untuk mengobati
berbagai jenis penyakit. Daun nya
memiliki antipiretik,antidiare,analgesik
dan sifat anestesi (Burkill,1966 dalam
Senik,2012). Mitragina speciosa
memiliki opioid seperti yang
menyebabkan kecanduan
(Matsumoto,1966 dalam Senik,2012).
Dosis tinggi dari ekstrak (1000 mg/kg)
juga telah ditujukan untuk menstimulasi
hepatotoksitas akut berat dan
nefrotoksisitas ringan (Harizal,2010).
Penggunaan kratom oleh orang Melayu
asli sebagai pengganti opium ketika
opium itu sendiri tidak tersedia atau tidak
terjangkau (Holmes,1985 dalam
Jansen,1988).
Ginjal tersusun dari beberapa juta unit
fungsional (nefron) yang akan melakukan
ultrafiltrasi,reabsorpsi dan ekskresi. Kerja
ginjal dimulai saat dinding kapiler
glomerulus melakukan ultrafiltrasi untuk
besar air,ion-ion dan molekul-molekul
dengan berat rendah. Ultrafiltrat hasil
ultrafiltrasi ini dialirkan ke tubulus
proksimal untuk direabsorpsi melalui
brush border dengan mengambil
bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti
gula,asam-asam amino,vitamin dan
sebagainya. Sisa bahan-bahan buanagan
yang tidak diperlukan disalurkan ke
saluran penampung (collecting tubulus)
dan diekskresikan sebagai urin yang
dikeluarkan setiap harinya (Maxie,1985
dalam Soekmanto,2006).
Diuretik adalah obat yang
meningkatkan laju aliran sekresi urin
atrium dan digunakan untuk mengatur
volume dan komposisi cairan tubuh
dalam berbagai situasi klinis. Kebanyakan
obat diuretik memiliki efek buruk pada
kualitas hidup termasuk
impotensi,kelelahan. Diuretik alami
termasuk kafein dalam kopi,teh dan cola
yang menghambat Na+ reabsorpsi alkohol
dalam bir,anggur dan campuran minuman
lain yang menghambat sekresi ADH
(Niranjan,2012).
Diuretik berperan penting bagi pasien
hipertensi dan kongesti paru-paru.
Diuretik seperti manitol,diazit dan asam
ethacrinic sering digunakan. Diantara
diuretik ini memiliki beberapa efek racun.
Diuretik sintesis ini biasanya
menghambat sekresi kalium dan
menyebabkan kalium retensi (Devi,2011).
Khusus mencit yang digunakan untuk
penelitian adalah mencit balb/c,karena
hewan ini mudah untuk ditangani
(Newell,1988 dalam Widiyanti,2011).
Percobaan ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
Kratom (Mitragyna speciosa Korth)
terhadap sistem urinaria pada mencit
jantan (Mus musculus).
Percobaan ini dilakukan di
Laboratorium Biologi,Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan,Universitas
Tanjungpura Pontianak.
Bahan Coba
Hewan coba yang digunakan mencit
jantan strain Balb/c umur 2 bulan dengan
bobot badan berkisar antara 22,00 – 28,63
g ,yang berasal dari kota Bantul,UD
Wistar Jl.Parangtritis Km 8,Yogyakarta.
Hewan coba diaklimatisasi selama kurang
lebih enam hari. Selama masa
aklimatisasi hewan coba dibagi menjadi
tiga kelompok (A,B dan C)
masing-masing 3 ekor,diberi pakan BP 11 dan air
mineral serta dilakukan kontrol kesehatan
dengan cara dilakukan penimbangan
bobot badan.
Pengambilan Tanaman
Daun kratom yang digunakan
diperoleh dari desa Nanga Nyabau kota
Putussibau,Kabupaten Kapuas
Hulu,Provinsi Kalimantan Barat. Daun
dipilah dan dipotong tangkainya. Daun
dibersihkan dengan kain basah dan
dipotong menjadi beberapa bagian
selanjutnya dijemur dibawah sinar
matahari hingga didapat berat kering
konstan.
Ekstraksi
Sebanyak 200,4 g daun kratom
direndam dengan alkohol 70% 2 liter
selama 3 × 24 jam. Dilakukan
penyaringan sebanyak dua kali kemudian
dikering anginkan menggunakan kipas
angin. Ekstrak dimasukkan ke dalam
botol vial dan diuapkan dengan suhu 55
oC hingga didapat berat konstan (sampai
ekstrak mengental/pekat) seberat 54,67 g.
Sebelum diberikan pada hewan
coba,ekstrak daun kratom diambil
sebanyak 0,02 g dan dilarutkan dalam air
Pengukuran Volume dan pH Urine
Percobaan diuretik dilakukan dengan
menggunakan metode Cumming
(Turner,1965 dalam Panjaitan,2014).
Sebelum dilakukan percobaan,hewan
dipuasakan terlebih dahulu selama 18
jam. Kelompok A (A1,A2,A3) diberi
aquades dosis 0,14 ml/20 g BB. Dosis
cekok 3 hewan coba berturut-turut yaitu
0,17 ml; 0,20 ml dan 0,18 ml. Kelompok
B (B1,B2,B3) diberi ekstrak daun kratom
dosis 0,5 ml/20 g BB. Dengan dosis
cekok berturut-turut 0,16 ml ; 0,17 ml dan
0,18 ml. Kelompok C (C1,C2,C3) diberi
Uresix dosis 0,1 mg/20 g BB dengan
dosis cekok berturut-turut 0,13 ml; 0,13
ml dan 0,15 ml. Setelah selesai
pencekokan,mencit dimasukkan ke dalam
kandang dan ditampung urin nya selama
24 jam. Setelah 24 jam,urine diambil dan
diukur volume dan pH nya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
Kontrol Kelompok Dosis
Cekok
Hasil Rata-rata
Volume Urin (ml)
pH Urin
Volume Urin (ml)
pH Urin
Akuades A1 0,17 0,1 5 0,1 5
A2 0,20 0,1 5
A3 0,18 0,1 5
Ekstrak Daun Kratom
B1 0,16 0,3 6 0,367 6
B2 0,17 0,3 6
Uresix C1 0,13 0,1 7 0,13 5
C2 0,13 0,2 7
C3 0,15 0,1 7
Dari hasil percobaan yang disajikan
dalam tabel,dapat dilihat bahwa dengan
diberikan nya ekstrak daun kratom akan
meningkatkan volume dan pH urin pada
hewan uji. Dari ketiga perlakuan,hasil
kontrol akuades dan uresix menunjukkan
hasil volume urine yang hampir sama.
Sedangkan pada kontrol ekstrak daun
kratom dengan uresix,pH kontrol uresix
lebih tinggi. Hasil rata-rata volume dan
pH urine pada pengujian kontrol ekstrak
daun kratom jauh lebih tinggi banding
kontrol dengan aquades dan uresix. Hasil
rata-rata pada tabel diatas merupakan
hasil yang didapat dari metode SAS.
Daun kratom merupakan tanaman
yang memiliki sifat diuretik karena
mampu memacu kinerja ginjal karena
meningkatkan sekresi urin sehingga
Natrium dalam urin akan lebih banyak
dikeluarkan. Menurut BPOM (2015),
kratom mempunyai senyawa alkaloid
yang disebut mitraginin yang mempunyai
efek analgesik menyerupai morfin. Pada
manusia,tingkatan efek yang ditimbulkan
kratom tergantung pada dosis. Pada dosis
kecil akan menghasilkan efek stimulasi
seperti kokain sedangkan pada dosis yang
lebih besar akan menyebabkan efek
sedative-narkotik seperti morfin.
Pembentukan urin juga dipengaruhi
oleh hormon antidiuretika (ADH). Jika
ADH meningkat maka tubuh akan
mempertahankan kadar air dalam darah
dengan cara mengeluarkan air dari nefron
tubulus kontortus proksimal dan akan
diserap sehingga urine berkurang. Aziz
atrium dan ekskresi air juga menyediakan
efek yang kuat terhadap hipertensi yang
erat kaitannya dengan kontrol ginjal
sebagai pengatur keseimbangan asam
basa. Sasthianarayanan (2011) diuretik
biasanya digunakan untuk hipertensi dan
keseimbangan elektrolit.
Pada kontrol menggunakan akuades
tidak didapat kenaikan dan penurunan
pada hewan uji. Volume dan pH yang di
dapat tidak berubah meskipun dosis
cekok yang berbeda pada tiap hewan.
Pada kontrol menggunakan uresix didapat
pH hasil yang lebih tinggi sebanding
kontrol dengan ekstrak daun kratom.
Uresix merupakan obat diuretik yang
mengandung Furosemide yang bekerja
dengan cara membuang cairan berlebih di
dalam tubuh.
Pada hasil diatas dapat disimpulkan
bahwa pemberian ekstrak daun kratom
menghasilkan efek diuretik dengan
adanya peningkatan volume urin dan pH
yang dihasilkan.
KESIMPULAN
Hasil percobaan menunjukkan dengan
adanya pemberian ekstrak daun kratom
akan meningkatkan volume dan pH urin
pada mencit. Dapat pula dikatakan bahwa
ekstrak daun kratom bersifat antidiuretik.
UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih
kepada Dr.Ruqiah Ganda Putri Panjaitan,
S. Si, M. Si selaku dosen pengampu mata
kuliah Anatomi dan Fisiologi Hewan
yang telah memberikan pengarahan
tentang tata cara pembuatan jurnal
percobaan ini dan menjelaskan
tahapan-tahapan dalam pembuatan ekstrak
tanaman. Dan juga untuk asisten
praktikum yang telah membantu dalam
melakukan percobaan ini.
Aziz,Majid M,et al.2014.Photochemical Screening and Evaluation of The Diuretic Activity of Aqueous Methanol Extract from Aerial Parts of Mentha viridis Linn
Devi,Shree MS.2011.Acute Toxicity and Diuretic Activity of Mangifera
Indica L. Bark
extracts.International Journal of Pharma and Bio Sciences.2 (3) : 141-146.
Jansen,Karl L.R and Prast Colin J.1988.Ethnopharmacology of Kratom and The Mitragyna Alkaloids.Elsevier Scientific Publisher Ireland Ltd.23: 115-119.
Niranjan.et al..2012.Diuretic Activity of Achyranthes Aspera Leaves Extract.Internasional Research Journal of Pharmacy. 3 (4): 216-218.
Panjaitan,RGP.2014.Peningkatan
Kandungan Kalium urin Setelah Pemberian Ekstrak Sari Buah Belimbing Mans (Averrhoa carambola).Jurnal Veteriner.15 (1): 108-113.
Sakaran,Rani.et al.2014.An Insight Into The Effect of Mytragina speciosa Korth Extract on Various System
of The Body.Global Journey of Pharmacology. 8 (3): 340-346. Sathianarayanan.S.et al.2011.Diuretic
Activity of Aqueous and Alcoholic Extracts of Wrightia tinctoria.Internasional Journal of Phytopharmacology. 2 (1): 7-8.
Senik,Mohd H.et al.2012.Effect of Acute Administration of Mitragyna speciosa Korth. Standardized Methanol Extract in Animal Model of Learning and Memory.Journal of Medicinal Plants Research. 6 (6): 1007-1014.
Soeksmanto,Arif.2006.Pengaruh Ekstrak Butanol Buah Tua Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Jaringan Ginjal Mencit (Mus musculus).LIPI. 7 (3): 278-281. Sravani,P.et al.Evaluation of Diuretic
Activity of Xanthium strumarium L.Sree Vidyanikethan College of Pharmacy India. 1 (1): 31-34.
Widiyanti,Ni Luh PM.et al.2011.Perbandingan Respon Humoral Mencit Balb/c yang Diimunisasi Vaksin Limpa Penyakit Jembrana dengan Respon Humoral Sistem Sapi Sebagai Kontrol Terhadap Protein