SMA BUDI UTOMO PERAK
JOMBANG RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP-01) 2014/2015
Satuan Pendidikan : Pengukuran Besaran : 1- 2 - 3
: 9 X 45 menit
A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. KOMPETENSI DASAR
1.1 Bertambah Keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi. 3.1 Memahami hakikat fisika dan prinsip-prinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian, dan aturan angka
penting)
4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan
C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI Sikap :
1. Menunjukkan rasa tanggung jawab dalam belajar mandiri maupun kelompok 2. Menunjukkan kedisiplinan dalam melakukan percobaan
3. Menunjukkan keaktifan dalam mengeluarkan pendapat/menghargai pendapat teman Pengetahuan :
2. Menjelaskan besaran turunan
3. Memahami fungsi bagian-bagian alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ), dan volume ( gelas ukur )
4. Menentukan ketelitian ( skala terkecil ) alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ), dan volume ( gelas ukur )
5. Membaca skala terbaca pada alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ) dan volume ( gelas ukur )
6. Mengubah satuan besaran dalam bentuk lambang dimensi 7. Menyebutkan jumlah angka penting dalam suatu bilangan
8. Menulis angka sangat kecil dan atau sangat besar dalam bentuk penulisan sederhana ( notasi ilmiah )
Ketrampilan : Proses :
1. Menyajikan data hasil diskusi kelompok serta pengukuran besaran menggunakan alat ukur yang sesuai
2. Menulis angka hasil pengukuran dalam bentuk bilangan ilmiah
3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok serta pengukuran besaran menggunakan alat yang sesuai
Psikomotor :
1. Melakukan pengukuran besaran menggunakan alat ukur yang sesuai
D. TUJUAN PEMBELAJARAN Sikap :
Selama dan setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :
1. Menunjukkan rasa tanggung jawab dalam belajar mandiri maupun kelompok 2. Menunjukkan kedisiplinan dalam melakukan percobaan
3. Menunjukkan keaktifan dalam mengeluarkan pendapat/menghargai pendapat teman Pengetahuan :
Selama dan setelah membaca, mengamati dan ditunjukkan jangka sorong, mikrometer, neraca dan melakukan percobaan dengan menggunakan alat tersebut diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan tujuh besaran pokok 2. Menjelaskan besaran turunan
3. Memahami fungsi bagian-bagian alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ), dan volume ( gelas ukur )
4. Menentukan ketelitian ( skala terkecil ) alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ), dan volume ( gelas ukur )
5. Membaca skala terbaca pada alat ukur besaran massa ( neraca ), panjang ( jangka sorong, mikrometer ) dan volume ( gelas ukur )
6. Mengubah satuan besaran dalam bentuk lambang dimensi 7. Menyebutkan jumlah angka penting dalam suatu bilangan
8. Menulis angka sangat kecil dan atau sangat besar dalam bentuk penulisan sederhana ( notasi ilmiah )
Ketrampilan :
Selama dan setelah melakukan percobaan diharapkan siswa dapat : Proses :
2. Menulis angka hasil pengukuran dalam bentuk bilangan ilmiah
3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok serta pengukuran besaran menggunakan alat yang sesuai
Psikomotor :
1. Melakukan pengukuran besaran menggunakan alat ukur yang sesuai
E. MATERI PEMBELAJARAN Materi : PENGUKURAN Sub Materi : Pengukuran Besaran
Pengukuran Besaran
Dalam Fisika, pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran standar. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengukuran antara lain:
Dalam mengukur suatu besaran, tentunya anda perlu memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang hendak diukur. Misalnya, anda diminta mengukur panjang sebuah meja, tentunya anda dapat menggunakan mistar atau alat ukur panjang lainnya yang sesuai.
Pengukuran berdasarkan caranya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengukuran tunggal dan pengukuran berulang. Umumnya pengukuran tunggal dilakukan jika besaran yang diukur tidak berubah-ubah sehingga hasil pengukuran tunggal dianggap cukup akurat, misalnya pengukuran panjang pensil. Adapun pengukuran berulang dilakukan jika hasil pengukuran diharapkan memiliki ketelitian yang tinggi, misalnya hasil pengukuran diameter sebuah kelereng sering berbeda jika diukur di bagian yang berbeda.
Aspek Aspek Pengukuran
Setiap pengukuran dapat memiliki kesalahan yang berbeda beda, bergantung pada keadaan alat ukur, perbedaan tingkat ketelitian alat ukur, metode pengukuran, dan kemampuan orang yang mengukurnya. Oleh karena itu, salah satu cara mengurangi kesalahan pengukuran adalah pengetahuan yang cukup mengenai sifat-sifat alat ukur. Untuk mengetahui sifat sifat alat ukur, digunakan beberapa istilah teknis yang perlu anda ketahui. Adapun beberapa istilah teknis yang dimaksud antara lain
Mistar
Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0,5 mm (0,05 cm).
Jangka Sorong
Dalam praktiknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm), untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong.
Mikrometer Skrup
Alat ukur panjang yang paling teliti adalah mikrometer sekrup yang memiliki ketelitian 0,001 mm, biasanya digunakan oleh para teknisi mesin, terutama pada saat penggantian komponen mesin yang mengalami keausan.
2. Alat Ukur Massa
NERACA TIGA LENGAN
Sepeti namanya, neraca ini mempunyai tiga lengan dan satu cawan tempat benda. Neraca yang dalam bahasa inggris disebut ohaus triipel beam ini mempunyai bagian-bagian sebagai berikut :
►Bagian - bagian Neraca Tiga lengan 1. Knop atau pemutar kalibrasi
2. Pemberat atau anting yang diletakkan di masing-masing lenganyang bisa di geser ke kanan dan kekiri 3. Tempat beban temapt untuk memasang beban atau benda yang ingin di ukur
4. Titik nol garis kesetimbangan., titik ini untuk mengkalibrasi sebelum digunakan dan untuk keseimbangan ketika pengukuran sudah di lakukan
5. Lengan neraca yang terdiri dari tiga lengan . Untuk neraca 3 lengan yang ada seperti gambar di atas terdiri dari tiga lengan dengan skala maksimal berbeda.
Skala tiap lengan adalah sebagi berikut ini :
Lengan depan dengan skala maksmial 10gram dengan skala 0, 1, 2, 3,...10 gram, dan tiap skal masih dibagi lagi menjadi skala lebih kecil yaitu 0,1 gram
Lengan tengah dengan sala maksimal 100 gram dengan skla 0, 10,20 ...100 gram
Lengan belakang dengan skala maksmial 500 gram dengan skala 0,100, 200 ... 500 gram ► Langkah-langkah pengukuran massa dengan neraca tiga lengan adalah sebagi beriku ini : 1. Setiap lengan jangan lupa berada pada skala 0
2. Kalibrasi terlebih dahulu, dengan cara memutar skrup knop pemutar kalibrasi di bagian belakang, sampai seimbang atau jarum penunjuk menunjukkan anka titik nol, hal ini dilakukan agar pengukrannya lebih tepat.
4. Menggeser skalanya mulai dari lengan yang besar dan jangan sampai melebihi titik nol , baru skala yang kecil sampai menunjukkan keseimbangan di titik nol ( dua garis sejajar)
5. Membaca hasil pengukuran dengan menjumlahkan setipa skala mulai dari yang besar hingga yang kecil agar lebih mudah seperti contoh di bawah ini
Misalkan saja, pada neraca tiga lengan yang ditunjukkan oleh masing-masing lengannya adalah sebagai berikut :
skala tengah 300 gram skala belakang 80 gram skala depan 2,5 gram _______________________ + Hasil pengukuran 382,5 gram
Kesalahan Pengukuran
Dalam melakukan pengukuran tidak lepas adanya kesalahan-kesalahan antara lain :
1. Kesalahan kaliberasi, yaitu kesalahan yang disebabkan oleh penyesuaian pembubuhan nilai pada garis skala pada saat pembuatan skala
2. Kesalahan titik nol, yaitu tergesernya penunjuk nol yang sebenarnya dari garis nol pada skala 3. Kesalahan alat lainnya
4. Gesekan
5. Kesalahan paralaks
6. Kesalahan pada arah pandang ketika membaca nilai skala
7. Keadaan saat bekerja. Pemakaian alat dalam keadaan yang berbeda dengan keadaan pada waktu alat dikaliberasi ( pada suhu, kelembapan udara, dan tekanan yang berbeda) akan menyebabkan terjadinya kesalahan
Dimensi
Dimensi adalah cara penulisan lambang-lambang atau simbol-simbol besaran dasar. Dimensi suatu besaran menunjukkan cara besaran tersebut tersusun dari besaran-besaran pokok dengan mudah dirunut dari besaran pokoknya
No Besaran Pokok Dimensi
Nama besaran Simbol
1 Massa M [ M ]
Mari kita lihat kembali besaran turunan. Coba kita tulis dimensi besaran turunan dalam tabel dibawah ini
N0 Besaran TurunanNama Satuan dan Dimensi
Besaran Simbol Satuan Dimensi
1 Kecepatan V m/s [L][T]
2 Massa jenis P Kg/m3 [M][L]-3
3 Muatan Listrik Q C [I][T]-1
4 Tekanan E J= Kgm/s2 [M][L]2[T]-2
5 Gaya F N = Kgm/s2 [M][L][T]-2
Angka Penting
Angka penting adalah semua angka hasil pengukuran yang terdiri atas angka pasti dan angka taksiran Contoh :
22,56 maka angka ke-1, angka ke-2, angka ke-3 disebut angka pasti dan angka ke-4 disebut angka taksiran
Aturan Angka Penting :
1. Semua angka bukan nol adalah angka penting
2. Angka nol yang terletak diantara bukan nol adalah angka penting
3. Angka nol disebelah kanan bukan nol termasuk angka penting, kecuali ada penjelasan lain, penjelasan bisa berupa garis bawah atau ditebalkan pada angka terakhir yang dianggap bukan penting
4. Angka nol yang hanya terletak disebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak disebelah kiri maupun kanan koma desimal, bukan angka penting
NOTASI ILMIAH
Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil sampai ukuran yang sangat besar . Misalnya massa bumi kira-kira 5.980.000.000.000.000.000.000.000 kg.Sungguh angka yang luar biasa. Bagaimana untuk menyederhanakan penulisan angka tersebut ? Kita dapat
menggunakan bilangan sepuluh berpangkatnyang dikenal dengan notasi ilmiah dengan bentuk a x 10 n a menyatakan angka penting yang nilainya 1< a< 10 dan n menyatakan orde ( pangkat )
Aturan penulisan angka penting dalam notasi ilmiah :
a. Jika angka > 10, geser koma ke kiri ( depan ) sehingga hanya menyisakan satu angka ndi kiri ( depan koma ). Orde menyatakan berapa kali menggeser koma ( menggeser ke kiri orde bernilai positif )
b. Jika angka tersebut <1, maka geserlah koma kekanan ( belakang ) sehingga hanya menyisakn satu angka di kiri ( depan ) koma
Keuntungan penulisan dengan notasi ilmiah
1. Memudahkan menentukan banyak angkapenting pada hasil pengukuran 2. Memudahkan menentukan orde besaran yang diukur
3. Memudahkan dalam perhitungan 4. Memudahkan dalam menulius
5. Memudahkan dalam mengingat nilai besaran
F. METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pendahuluan
Peserta didik termotivasi dengan ditunjukkan sebuah spidol kemudian
salah satu siswa menyebutkan besaran – besaran .apa saja yang dimiliki oleh spidolSiswa menjawab :
-
Panjang spidol-
Diameter spidol-
Massa spidol-
Volume spidolo
Peserta didik menjawab pertanyaan guru berupa “ dari besaran-besaran yang telah disebutkan manakah yang merupaka besaran pokok dan manakah yang merupakan besaran turunan?” dengan jawabano
Besaran pokok : panjang, diameter, massao
Besaran turunan : volume spidolo
Siswa diminta untuk mengukur panjang spidol menggunakan penggaris besar dan penggaris kecil.Peserta didik menjawab pertanyaan guru kepada siswa “Apa yang membedakan antara penggaris besar dan penggaris kecil ?”
Dengan menjawab : Skalanya
KetelitiannyaPeserta didik memperhatikan tema yang disampaikan oleh guru tentang
pengukuran besaran menggunakan alat ukur panjang , massa dan waktuPeserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang disampaikan
guru
Inti
Peserta didik bergabung dengan kelompok masing-masing yang telah
ditentukan oleh guru kemudian guru membagikan LKS-01 pada tiap anggota kelompokPeserta didik menerioma beberapa jenis alat ukur (penggaris, jangka
sorong, micrometer, neraca tiga lengan, gelas ukur)Peserta didik mengamati bagian – bagian, fungsi dan skala pada
masing – masing alat ukur.Peserta didik menerima obyek benda yang akan diukur besarannya
Peserta didik menentukan alat yang sesuai untuk mengukur obyek
Peserta didik melakukan eksplorasi dari berbagai sumber belajar
(buku paket, internet, dll) untuk mengetahui fungsi bagian – bagian jangka sorong, micrometer, dan neraca tiga lengan, kemudian siswa menentukan ketelitian (skala terkecil) dari masing-masing alat ukur serta cara membaca skala hasil pengukuran sesuai panduan pada LKS-01.
Peserta didik melakukan percobaan untuk pengukuran besaran
menggunakan alat ukur sesuai panduan pada LKS-01.Peserta didik menentukan massa jenis benda padat yang telah
disediakan oleh guruPeserta didik menyajikan data hasil diskusi kelompok serta
pengukuran besaran panjang menggunakan alat ukur jangka sorong dan mikrometer sesuai panduan LKS-01.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan hasil pengukuran sesuai panduan LKS-01.
Peserta didik melakukan tanya jawab hal – hal yang belum dipahami.
Penutup o Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan dan senantiasa bersikap ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.
o Peserta didik atau kelompok yang berkinerja baik menerima penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) dari guru
o Peserta didik menerima tugas rumah
o Peserta didik menerima pesan dari guru untuk mempelajari tema yang akan dipelajari pertemuan berikutnya
10
menit
Pertemuan II :
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Alokasi
waktu
Pendahuluan
o
Peserta didik dibimbing guru melakukan evaluasi terhadap
tugas rumah yang diberikan sebelumnya
o
Peserta didik bersama guru melakukan refleksi tentang
materi pertemuan sebelumnya, yaitu tentang besaran
pokok, besaran turunan, serta pengukuran besaran dengan
menggunakan alat ukur
o
Peserta didik menjawab pertanyaan guru “ apakah didalam
besaran besaran turunan ada besaran yang memiliki satuan
sama?, dengan menjawab ada dan menyebutkan
besaran-besarannya
o
Peserta didik menjawab pertanyaan guru “ apakah didalam
pengukuran kemarin kalian mengalami perbedaan dalam
membaca skala pada alat ukur?” Dengan menjawab ; “
yaa..ada perbedaan antara satu anggota dengan anggota
kelompok lain saat membaca skala pada alat ukur “
o
Peserta didik memperhatikan arahan guru tentang tema
pada pertemuan hari ini, yaitu kesalahan pengukuran,
dimensi, angka penting dan notasi ilmiah
o
Peserta didik mendengarkan tujuan pembelajaran yang
disampaikan guru
Inti
o
Peserta didik bergabung dengan kelompok heterogen
masing-masing dan menerima LKS -02
o
Peserta didik membaca materi yang berkaitan tentang
kesalahan pengukuran, dimensi, angka penting dan notasi
ilmiah
o
Peserta didik melakukan diskusi dengan kelompok
masing-masing untuk menyelesaiakan permasalahan yang diberikan
pada LKS – 02
o
Peserta didik membuat laporan hasil diskusi kelompoknya
masing-masing
o
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya
70 menit
Penutup
o Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini, serta mendorong siswa untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan dan senantiasa bersikap ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.o Peserta didik atau kelompok yang berkinerja baik. menerima penghargaan (misalnya pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan)
o Peserta didik menerima tugas rumah
o
Peserta didik menerima pesan untuk mempelajari tema yang
akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
10 menit
Pertemuan III Ulangan Harian
H. SUMBER DAN MEDIA BELAJAR o Buku Paket Siswa o Lembar Kerja Siswa
o Jangka sorong, mikrometer, dan neraca
Teknik Bentuk Instrumen Pengamatan sikap Lembar pengamatan sikap dan rubrik Penilaian Kinerja Lembar penilaian kinerja dan rubrik
2. Contoh Instrumen a. Pengamatan sikap
1) Lembar Pengamatan Sikap
No Aspek yang dinilai 3 2 1 Keterangn
1 Tanggung jawab dalam belajar dan bekerja baik secara
individu maupun berkelompok
2 Kedisiplinan dalam melakukan percobaan
3 Menghargai pendapat orang lain
2) Rubrik Penilaian Sikap
No Aspek yang dinilai Skor Rubrik
1 Tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok
3 Tekun dalam menyelesaikan tugas dengan hasil
terbaik yang bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
2 Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas, namun belum menunjukkan upaya terbaiknya
1 Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak selesai
2 Kedisplinan dalam melakukan percobaan
3 Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur,
hati-hati dalam melakukan percobaan
2 Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur,
kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
1 Mengamati hasil percobaan sesuai prosedur,
kurang hati-hati dalam melakukan percobaan
3 Menghargai pendapat orang lain
3 Aktif dalam tanya jawab, dapat mengemukaan
gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
2 Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan
gagasan atau ide, menghargai pendapat siswa lain
1 Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut mengemukaan
gagasan atau ide, kurang menghargai pendapat siswa lain
Tabel penilaian :
1 Tanggungjawab dalam belajar dan bekerja baik secara individu maupun berkelompok 2 Ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan
percobaan
3 Menghargai pendapat orang lain Rata – rata
Perhitungan Nilai :
b. Penilaian kinerja
No Aspek yang Dinilai Skor Rubriknya
1 Kelengkapan dalam
menyajikan data hasil diskusi
3 Siswa menyajikan data hasil diskusi dengan lengkap dan sempurna 2 Siswa menyajikan data hasil diskusi
dengan lengkap dan kurang sempurna 1 Siswa menyajikan data hasil diskusi
kurang lengkap dan kurang sempurna 2 Kemampuan
mempresentasikan hasil diskusi
3 Dalam mempresentasi hasil diskusi baik, benar dan bagus
2 Baik, tidak lengkap
1 Kurang baik dan tidak bagus
3 Cara melakukan pengukuran panjang menggunakan jangka sorong dan mikrometer
3 Benar dan tepat
2 Benar, kurang tepat
1 Kurang benar, kurang tepat
Tabel penilaian kinerja
No Aspek yang dinilai Nilai Paraf guru
1 Kelengkapan dalam menyajikan data hasil diskusi
2 Kemampuan mempresentasikan hasil diskusi
3 Cara melakukan pengukuran panjang menggunakan jangka sorong dan mikrometer
Rata – rata
Perhitungan Nilai :