• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi 5 Pembelajaran PKn Kelas X SMK Tr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Materi 5 Pembelajaran PKn Kelas X SMK Tr"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Waktu : 8 x 45 Menit

Kompetensi Dasar :

Kompetensi Dasar :

6.1.

6.1.

Mendeskripsikan

Mendeskripsikan

infrastruktur dan

infrastruktur dan

suprastruktur politik di

suprastruktur politik di

Indonesia.

Indonesia.

6.2. Mendeskripsikan

6.2. Mendeskripsikan

perbedaan sistem politik

perbedaan sistem politik

di berbagai negara.

di berbagai negara.

6.3.

6.3.

Menampilkan peran serta

Menampilkan peran serta

dalam sistem politik di

dalam sistem politik di

Indonesia.

(3)

Waktu : 4 x 45 Menit

Waktu : 4 x 45 Menit

Standar

Kompetensi :

6.

Menganalis

is Sistem

Politik di

Indonesia.

.

Kompetensi Dasar :

Kompetensi Dasar :

6.1.

6.1.

Mendeskripsi

Mendeskripsi

kan

kan

infrastruktur

infrastruktur

dan

dan

suprastruk-tur politik di

tur politik di

(4)

(Indikator)

(Indikator)

Hasil Yang Diharapkan :

Hasil Yang Diharapkan :

Menguraikan pengertian sistem politik.

Mendeskripsikan ciri-ciri umum,

macam-macam sistem politik dan

demokrasi sebagai sistem politik.

Menganalisis infrastruktur politik dari

masa ke masa di Indonesia.

Menganalisis suprastruktur politik di

(5)

Pengertian Sistem Politik,

Pengertian Sistem Politik,

Fungsi dan Kapabilitas

Fungsi dan Kapabilitas

Ciri-ciri Umum dan Macam-macam

Ciri-ciri Umum dan Macam-macam

Sistem Politik

Sistem Politik

Demokrasi Sebagai Sistem Politik

Demokrasi Sebagai Sistem Politik

Rusandi S.

Rusandi S.

David Easton

David Easton

Robert Dahl, dll.

Robert Dahl, dll.

(6)

1. Sistem Politik

1. Sistem Politik

Dalam arti umum, politik adalah

macam-macam kgt dalam suatu sistem

politik/negara yg menyangkut proses

menentukan & sekaligus melaksanakan

tujuan-tujuan sistem itu

”.

Kata ”politik” (Yunani) ”polis” = negara

Kata ”politik” (Yunani) ”polis” = negara

kota.

kota.

“Polis” berarti “

“Polis” berarti “

city state

city state

” – mrp

” – mrp

segala aktivitas yg dijalankan oleh Polis

segala aktivitas yg dijalankan oleh Polis

untuk kelestarian dan perkem-bangannya

untuk kelestarian dan perkem-bangannya

politike techne

politike techne

” (politika).

” (politika).

Politik pada hakikatnya “

Politik pada hakikatnya “

the art and science

the art and science

of government

of government

” atau seni dan ilmu

” atau seni dan ilmu

memerintah.

memerintah.

a. Pengertian Sistem Politik

(7)

Lanjutan ...

Dalam pengertian lain, politik dapat diartikan :

Dalam pengertian lain, politik dapat diartikan :

Seni dan ilmu meraih kekuasaan secara konstitusio-

Seni dan ilmu meraih kekuasaan secara

konstitusio-nal maupun nonkonstitusiokonstitusio-nal.

nal maupun nonkonstitusional.

Usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujud-

Usaha yang ditempuh warga negara untuk

mewujud-kan kebaimewujud-kan bersama (teori klasik Aristoteles).

kan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).

Hal yang berkaitan dng penyelenggaraan pemerinta-

Hal yang berkaitan dng penyelenggaraan

pemerinta-han dan negara.

han dan negara.

Merupakan kegiatan yg diarahkan untuk mendapat-

Merupakan kegiatan yg diarahkan untuk

mendapat-kan & mempertahanmendapat-kan kekuasaan di masyarakat.

kan & mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

Segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelak-

Segala sesuatu tentang proses perumusan dan

pelak-sanaan kebijakan publik.

(8)

Lanjutan ...

Batasan sistem politik menurut beberapa ahli

Batasan sistem politik menurut beberapa ahli

;

;

a.

a.

Rusandi Simuntapura

Rusandi Simuntapura

, sistem politik ialah mekanisme

, sistem politik ialah mekanisme

seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik

seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik

dalam hubungan satu sama lain yang menunjukkan

dalam hubungan satu sama lain yang menunjukkan

suatu proses yang langgeng.

suatu proses yang langgeng.

b.

b. Sukarna

Sukarna

, sistem politik ialah tata cara mengatur neg.

, sistem politik ialah tata cara mengatur neg.

c.

c. David Easton

David Easton

, sistem politik dapat diperkenalkan sbg

, sistem politik dapat diperkenalkan sbg

interaksi yg diabstraksikan dari seluruh tingkah laku

interaksi yg diabstraksikan dari seluruh tingkah laku

sosial sehingga nilai-nilai dialokasikan secara otoritatif

sosial sehingga nilai-nilai dialokasikan secara otoritatif

kepada masyarakat.

kepada masyarakat.

d.

d. Robert Dahl

Robert Dahl

, sistem politik mrp pola yg tetap dari hubu-

, sistem politik mrp pola yg tetap dari

hubu-ngan antara manusia serta melibatkan sesuatu yg luas

ngan antara manusia serta melibatkan sesuatu yg luas

& berarti ttg kekuasaan, aturan-aturan, & kewenangan.

(9)

Sistem Tradisional,

ada pada masyarakat

pra-industrialisasi (Kelas Ningrat = menguasai tanah dan

produksi yg menduduki pemerintahan;

Tani

=

mene-rima kekuasaan dari kaum ningrat;

Menengah

=

men-duduki pemerintahan, militer dan agama).

Sistem Totalitarianism,

ingin mengendalikan

masya-rakat secara total (agama, keluarga, olah raga, dll).

Mereka memerlukan teknologi dan senjata modern.

Sistem Totalitarianism Ningrat,

kelas ini memegang

kekuasaan dengan metode totaliter dlm memerintah,

buruh & tani tidak memiliki cukup kekuatan. Proses

industrialisasi dan gerakan nasionalis mrp ancaman.

Lanjutan ...

Sistem Politik Menurut

Sistem Politik Menurut

Kautsky

(10)

Sistem Totaliterianism Cendekiawan,

Sistem Totaliterianism Cendekiawan,

sistem ini

sistem ini

dipimpin kaum ningrat yang didukung oleh kaum

dipimpin kaum ningrat yang didukung oleh kaum

menengah/cendekiawan dan kapitalis.

menengah/cendekiawan dan kapitalis.

Sistem Demokrasi,

Sistem Demokrasi,

semua gol mempunyai kesem-

semua gol mempunyai

kesem-patan turut serta dlm proses politik dan pemerintah,

patan turut serta dlm proses politik dan pemerintah,

dengan ciri-ciri :

dengan ciri-ciri :

a.

a.

kedaulatan ada ditangan rakyat,

kedaulatan ada ditangan rakyat,

b.

b.

pemerintah berdsrkan persetujuan dari yang

pemerintah berdsrkan persetujuan dari yang

diperintah,

diperintah,

c.

c.

kekuasaan mayoritas,

kekuasaan mayoritas,

d.

d.

jaminan HAM dan jaminan golongan minoritas,

jaminan HAM dan jaminan golongan minoritas,

e.

e.

pemilu jujur dan adil,

pemilu jujur dan adil,

f.

f.

persamaan didepan hukum,

persamaan didepan hukum,

g.

g.

pembatasan kekuasaan secara konstitusional.

pembatasan kekuasaan secara konstitusional.

(11)

Kapabilitas,

Kapabilitas,

adalah kemampuan sistem politik

adalah kemampuan sistem politik

dalam menjalankan fungsinya (eksistensi) di

dalam menjalankan fungsinya (eksistensi) di

lingkungan yang lebih luas.

lingkungan yang lebih luas.

Konversi, menggambarkan kegiatan

Konversi,

menggambarkan kegiatan

pengolahan input menjadi ouput mulai dari :

pengolahan input menjadi ouput mulai dari :

penyampaian tuntutan, perangkuman

penyampaian tuntutan, perangkuman

tuntutan menjadi tindakan pembuatan aturan,

tuntutan menjadi tindakan pembuatan aturan,

pelaksanaan peraturan, menghakimi, dan

pelaksanaan peraturan, menghakimi, dan

komunikasi.

komunikasi.

Adaptif,

Adaptif,

yaitu menyangkut sosialisasi &

yaitu menyangkut sosialisasi &

rekruitmen yg bertujuan memantapkan

rekruitmen yg bertujuan memantapkan

bangunan struktur politik dari sistem politik.

bangunan struktur politik dari sistem politik.

Fungsi Sistem Politik

Fungsi Sistem Politik

2 Fungsi Utama Sispol : Perumusan kepentingan rakyat,

2 Fungsi Utama Sispol : Perumusan kepentingan rakyat,

& Pemilihan pemimpin serta pejabat pembuat kep.

(12)

Regulatif

Regulatif

, merupakan penyelenggaraan

, merupakan penyelenggaraan

pengawa-san terhadap tingkah laku individu

pengawa-san terhadap tingkah laku individu

dan kelompok yang ada di dalamnya.

dan kelompok yang ada di dalamnya.

Ekstraktif

Ekstraktif

, merupakan pengelolaan SDA dan

, merupakan pengelolaan SDA dan

SDM untuk mencapai tujuan dari sistem politik.

SDM untuk mencapai tujuan dari sistem politik.

Distributive

Distributive

,

,

hasil pengelolaan SDA untuk

hasil pengelolaan SDA untuk

didistri-busikan kepada masyarakat.

didistri-busikan kepada masyarakat.

Responsif

Responsif

, kemampuan sistem politik dlm

, kemampuan sistem politik dlm

menang-gapi tekanan dari masyarakat.

menang-gapi tekanan dari masyarakat.

Simbolik

Simbolik

, efektivitas simbol dari sistem politik

, efektivitas simbol dari sistem politik

ter-hadap lingkungan intra dan ekstra

ter-hadap lingkungan intra dan ekstra

masyarakat.

masyarakat.

Domestik dan Internasional

Domestik dan Internasional

, suatu sistem politik

, suatu sistem politik

berinteraksi di lingkungan domestik dan

berinteraksi di lingkungan domestik dan

interna-sional.

interna-sional.

Kapabilitas Sistem Politik

(13)

Lanjutan ...

1.

1.

Fungsi integrasi dan

Fungsi integrasi dan

adaptasi terhadap

adaptasi terhadap

masyarakat, baik ke

masyarakat, baik ke

dalam maupun keluar.

dalam maupun keluar.

2.

2.

Penerapan nilai-nilai

Penerapan nilai-nilai

dalam masyarakat

dalam masyarakat

berdasarkan

berdasarkan

kewenangan.

kewenangan.

3.

3.

Penggunaan kewenangan

Penggunaan kewenangan

atau kekuasaan, baik

atau kekuasaan, baik

secara sah ataupun tidak.

secara sah ataupun tidak.

SISTEM

SISTEM

POLITIK

POLITIK

MENCAKUP

(14)

b. Ciri-ciri Umum Sistem Politik

b. Ciri-ciri Umum Sistem Politik

Mempunyai kebudayaan

Mempunyai kebudayaan

politik

politik

.

.

Menjalankan fungsi-

Menjalankan

fungsi-fungsi

fungsi

.

.

Memiliki spesialisasi

Memiliki spesialisasi

.

.

Merupakan sistem

Merupakan sistem

campuran

campuran

.

(15)

Lanjutan ...

Cara kerja sistem politik berdasarkan input dan

output yg digambarkan oleh Hoogerwerf

SISTEM Sistem Budaya

(16)

c. Macam-macam Sistem Politik

c. Macam-macam Sistem Politik

Almond dan Powell, membagi 3 (tiga) katagori

Almond dan Powell, membagi 3 (tiga) katagori

sistem politik yakni :

sistem politik yakni :

o

Primitif yang

Primitif yang

intermittent

intermittent

(bekerja dng

(bekerja dng

sebentar-sebentar istirahat).

sebentar-sebentar istirahat).

o

Tradisional dengan struktur-struktur

Tradisional dengan struktur-struktur

bersifat pemerintahan politik yang

bersifat pemerintahan politik yang

berbeda-beda dan suatu kebudayaan

berbeda-beda dan suatu kebudayaan

“subyek”.

“subyek”.

o

Modern di mana struktur-struktur politik

Modern di mana struktur-struktur politik

yang berbeda-beda, berkembang dan

yang berbeda-beda, berkembang dan

mencerminkan aktivitas budaya politik

mencerminkan aktivitas budaya politik

(17)

Lanjutan ...

Klasifkasi sistem politik menurut

Alfan

:

Otoriter/Totaliter

Anarki

Demokrasi

Demokrasi dalam transisi.

Ramlan Surbakti

Ramlan Surbakti

mengklasifikasikan

mengklasifikasikan

sistem politik dengan kriteria

sistem politik dengan kriteria

:

:

1.

1.

Otokrasi Tradisional,

Otokrasi Tradisional,

2.

2.

Totaliter,

Totaliter,

3.

3.

Demokrasi,

Demokrasi,

4.

(18)

Lanjutan ...

Menurut

Almond

dan

Coleman,

macam-macam sistem

politik yg banyak berlaku di negara berkembang :

1. Demokrasi Politik,

2. Demokrasi Terpimpin,

3. Oligarki Pembangunan,

4. Oligarki Totaliter,

5. Oligarki Tradisional

SISTEM

SISTEM

POLITI

POLITI

K

(19)

d. Demokrasi Sebagai Sistem Politik

d. Demokrasi Sebagai Sistem Politik

Menurut Bingham Powel, Jr., sistem

Menurut Bingham Powel, Jr., sistem

politik

politik

demokrasi ditandai :

demokrasi ditandai :

Legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa

Legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa

pemerin-tah tersebut mewakili keinginan rakyatnya.

pemerin-tah tersebut mewakili keinginan rakyatnya.

Pengaturan yg mengorganisasikan perundingan

Pengaturan yg mengorganisasikan perundingan

untuk mem-peroleh legitimasi, dilaksanakan melalui

untuk mem-peroleh legitimasi, dilaksanakan melalui

pemilu.

pemilu.

Sebagian besar orang dewasa dapat mengikuti

Sebagian besar orang dewasa dapat mengikuti

proses pemili-han (memilih/dipilih).

proses pemili-han (memilih/dipilih).

Penduduk memilih secara rahasia dan tanpa

Penduduk memilih secara rahasia dan tanpa

dipaksa.

dipaksa.

Masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar

Masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar

(kebe-basan berbicara, berorganisasi dan pers).

(kebe-basan berbicara, berorganisasi dan pers).

Setiap partai politik berusaha untuk memperoleh

Setiap partai politik berusaha untuk memperoleh

dukungan.

(20)

1.

1.

Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 – 5

Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 – 5

orang.

orang.

2.

2.

Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik

Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik

pembelejaran.

pembelejaran.

3.

3.

Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan

Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan

dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan

dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan

terhadap wacana/kliping, dan ditulis pada lembar

terhadap wacana/kliping, dan ditulis pada lembar

kertas.

kertas.

4.

4.

Mempresentasikan atau membacakan hasil

Mempresentasikan atau membacakan hasil

kelompok.

kelompok.

5.

5.

Buatlah kesimpulan bersama.

Buatlah kesimpulan bersama.

6.

6.

Penutup.

Penutup.

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Infra Struktur Politik

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Infra Struktur Politik

dan Supra Struktur Politik, lakukan Strategi Pembelajaran dengan

dan Supra Struktur Politik, lakukan Strategi Pembelajaran dengan

Penugasan

Penugasan

Cooperative Integrated Reading and Composition

Cooperative Integrated Reading and Composition

(CIRC)

(CIRC)

atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis

atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis

:

:

Penugasan Praktik Kewarganegaraan

(21)

a. Infrastruktur Politik

a. Infrastruktur Politik

Berdasarkan teori politik, infra struktur

Berdasarkan teori politik, infra struktur

politik mencakup :

politik mencakup :

a.

a.

Partai politik (

Partai politik (

political party

political party

),

),

b.

b.

Kelompok kepentingan (

Kelompok kepentingan (

interest group

interest group

),

),

c.

c.

Kelompok penekan (

Kelompok penekan (

pressure group

pressure group

),

),

d.

d.

Media komunikasi politik (

Media komunikasi politik (

political

political

communication media

communication media

), dan

), dan

e.

e.

Tokoh politik (

Tokoh politik (

political fgure

political fgure

).

).

(22)

Hak dasar sebagai bangsa yg merdeka dan berdaulat serta

bebas dari segala macam bentuk penjajahan (Pembukaan

UUD 1945, alinea I), dan hak dasar sebagai warga negara :

Sebagai warga negara dan penduduk Indonesia (Pasal 26),

Bersamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27

ayat (1)),

Memperoleh pekerjaan & penghidupan yg layak (Pasa 27 ayat 2),

Kemerdekaan berserikat, mengeluarkan pikiran lisan dan tulisan

(Pasal 28),

Mempertahankan hidup sebagai hak asasi manusia (Pasal 28A)

Jaminan beragama dan pelaksanaanya (Pasal 29 ayat (2)),

Ikut serta dalam usaha hankam negara (Pasal 30),

Mendapat pendidikan (Pasal 31),

Mengembangkan kebudayaan nasional (Pasal 32),

(23)

b.

b.

Partai Politik (

Partai Politik (

Political Partai

Political Partai

) di Indonesia

) di Indonesia

Eksistensi parpol

mrp prasyarat,

baik sbg sarana

penyaluran

aspi-rasi rakyat,

mau-pun dalam proses

penyelenggaraan

negara melalui

wakil-wakilnya di

dalam badan

perwakilan rakyat.

Cara Memperoleh

Cara Memperoleh

Kekuasaan ;

Kekuasaan ;

Pertama

Pertama

, secara legal

, secara legal

(ikut pemilu legislatif).

(ikut pemilu legislatif).

Kedua

Kedua

, secara ilegal

, secara ilegal

(melakukan subversib,

(melakukan subversib,

revolusi atau

revolusi atau

coup

coup

d`etat)

(24)

1) Masa Pra Kemerdekaan

Budi Utomo (Jkt, 20 Mei 1908), mrp organisasi

Budi Utomo (Jkt, 20 Mei 1908), mrp organisasi

modern pertama yg melakukan perlawanan scr

modern pertama yg melakukan perlawanan scr

non fsik.

non fsik.

Dlm

Dlm

perkemba-ngannya menjadi

ngannya menjadi

partai-partai

partai-partai

politik yang

politik yang

didukung kaum

didukung kaum

terpelajar dan

terpelajar dan

buruh tani.

buruh tani.

Sarekat Islam (1912),

Muhammadiyah (1912),

Indische Partij (1912),

PKI (1921),

PNI (1927),

Partai Rakyat Indonesia (1930),

Partai Indonesia (1931),

(25)

2)

2)

Masa Pasca Kemerdekaan (Tahun 1945 – 1965)

Masa Pasca Kemerdekaan (Tahun 1945 – 1965)

Tumbuh suburnya partai-partai politik, didasarkan

Tumbuh suburnya partai-partai politik, didasarkan

pada Maklumat Pemerintah tgl. 3 Nov 1945

pada Maklumat Pemerintah tgl. 3 Nov 1945

.

.

KLASIFIKASI PARTAI POLITIK MENURUT DASAR/ASASNYA

KLASIFIKASI PARTAI POLITIK MENURUT DASAR/ASASNYA

Ketuhanan

Ketuhanan KebangsaanKebangsaan MarxismeMarxisme NasionalismeNasionalisme

 Partai Masjumi,

 Partai Sjarikat Indonesia,

 Pergerakan Tarbiyan

Islamiah (Perti),

 Partai Kristen Indonesia

 Partai Nasional Indonesia (PNI)

 Partai Indonesia Raya (Parindra)

 Partai Rakyat Indonesia (PRI)

 Partai Demokrasi Rakyat (Banteng)

 Partai Rakyat Nasional (PRN)

 Partai Kebangsaan Indonesia (Parki)

(26)

Alfan, mengelompokkan partai politik

hasil

Pemilu 1955 :

1. Aliran Nasionalis

(Partai Buruh, PNI, PRN,

PIR Hazairin, Parindra, SKI, dan

PIR-Wongsonegoro).

2. Partai Islam

(Masjumi, NU, PSII, dan

Perti).

3. Aliran Komunis

(PKI, SOBSI dan BTI).

4. Aliran Sosialis

(PSI, dan GTI).

5. Aliran Kristen

(Partai Katolik, dan

Parkindo).

(27)

Kehidupan politik masa demokrasi liberal

Kehidupan politik masa demokrasi liberal

(1955 – 1959), banyak ditandai pergantian

(1955 – 1959), banyak ditandai pergantian

kabinet.

kabinet.

Persaingan antar elit partai politik besar,

Persaingan antar elit partai politik besar,

telah mem-bawa negara pada instabilitas

telah mem-bawa negara pada instabilitas

politik, sehingga mandeknya pemb ekonomi

politik, sehingga mandeknya pemb ekonomi

& rawannya keamanan.

& rawannya keamanan.

Lanjutan ...

Akibat konflik berkepanjangan pada Badan

Akibat konflik berkepanjangan pada Badan

Konstituante (merumuskan UUD yang

Konstituante (merumuskan UUD yang

bersifat), mendorong Presiden Soekarno

bersifat), mendorong Presiden Soekarno

mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

yang selanjutnya melahirkan demokrasi

yang selanjutnya melahirkan demokrasi

terpimpin.

(28)

3)

3)

Masa Orde Baru (Tahun 1966 - 1998)

Masa Orde Baru (Tahun 1966 - 1998)

Orde Baru

(1966)

melakukan

pembenahan

institusi

politik, karena

jumlah parpol

yang banyak,

tidak

menjamin

stabilitas

politik

Parpol Peserta Pemilu 1971 :

Parpol Peserta Pemilu 1971 :

Golongan Karya (Golkar),

Golongan Karya (Golkar),

Partai Nasional Indonesia (PNI),

Partai Nasional Indonesia (PNI),

Nahdatul Ulama (NU),

Nahdatul Ulama (NU),

Partai Katolik,

Partai Katolik,

Partai Murba,

Partai Murba,

Partai Syarikat Islam Indonesia

Partai Syarikat Islam Indonesia

(PSII),

(PSII),

Ikatan Pendukung Kemerdekaan

Ikatan Pendukung Kemerdekaan

Indonesia (IPKI),

Indonesia (IPKI),

Partai Kristen Indonesia

Partai Kristen Indonesia

(Parkindo),

(Parkindo),

Partai Muslimin Indonesia

Partai Muslimin Indonesia

(Parmusi),

(Parmusi),

Partai Islam Perti (Persatuan

Partai Islam Perti (Persatuan

Tarbiyah Islamiyah)

(29)

Lanjutan ...

Hasil Pemilu 1971, menunjukkan kemenangan Golkar.

Berdasarkan

Berdasarkan

UU No. 3

UU No. 3

Tahun 1975,

Tahun 1975,

Pemilu 1977

Pemilu 1977

& 1982 hanya

& 1982 hanya

diikuti 3 (tiga)

diikuti 3 (tiga)

peserta :

peserta :

PPP (ke-Islaman & ideologi

Islam)

Golkar (kekaryaan dan

keadilan sosial)

PDI (demokrasi,

kebangsaan/ nasionalisme

dan keadilan).

Terjadi penyederhanaan partai politik ;

Partai

berbasis Islam

(NU, Parmusi, PSII, dan Partai

(30)

Lanjutan ...

Perbandingan Perolehan Suara Partai

Perbandingan Perolehan Suara Partai

Peserta Pemilu Selama Orde Baru

Peserta Pemilu Selama Orde Baru

No

No Tahun Tahun

Pemilu

Pemilu

Partai Politik Peserta Pemilu

Partai Politik Peserta Pemilu

Partai Persatuan

Partai Persatuan

Pembangunan

Pembangunan

(PPP)

(PPP)

Golongan Karya

Golongan Karya

(Golkar)

(Golkar) Partai Demokrasi Partai Demokrasi Indonesia (PDI)Indonesia (PDI)

1.

1. 19711971 14.833.942 (96)14.833.942 (96) 34.348.673 (236)34.348.673 (236) 5.516.849 (30)5.516.849 (30) 2.

2. 19771977 18.722.138 (99)18.722.138 (99) 39.313.354 (232)39.313.354 (232) 5.459.987 (29)5.459.987 (29) 3.

3. 19821982 20.871.880 (94)20.871.880 (94) 48.334.724 (242)48.334.724 (242) 5.919.702 (24)5.919.702 (24) 4.

4. 19871987 13.701.428 (61)13.701.428 (61) 62.783.680 (299)62.783.680 (299) 9.324.708 (40)9.324.708 (40) 5.

5. 19921992 16.624.647 (62)16.624.647 (62) 66.599.331 (282)66.599.331 (282) 14.565.556 (56)14.565.556 (56) 6.

(31)

4) Masa/ Era Reformasi (Tahun 1999 s.d. Sekarang)

Berdasarkan UU No. 3/1999, partai-partai politik di

Berdasarkan UU No. 3/1999, partai-partai politik di

Indonesia diberikan kesempatan hidup kembali

Indonesia diberikan kesempatan hidup kembali

mengikuti pemilu multi partai (diikuti 48 parpol).

mengikuti pemilu multi partai (diikuti 48 parpol).

No

No

Nama Partai Politik

Nama Partai Politik

No

No

Nama Partai Politik

Nama Partai Politik

1.

Partai Indonesia Baru (PIB)

Partai Kristen Indonesia (Krisna) Partai Nasional Indonesia (PNI) Partai Aliansi Demokrat Indonesia P. Kebangkitan Muslim Indonesia Partai Umat Islam (PUI)

Partai Kebangkitan Umat (PKU) Partai Masyumi Baru (PMB)

P. Persatuan Pembangunan (PPP) P. Syarikat Islam Indonesia (PSII) P. Demokrasi Indonesia Perj (PDIP)

12.

Partai Kebangsaan Merdeka (PKM) P. Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Rakyat Demokrat (PRD) P. Syarikat Islam Indonesia 1905 Partai Katolik Demokrat

(32)

c. Kelompok Kepentingan (

Interest Group

)

Jenis-jenis kelompok kepentingan :

Kelompok Anomik (kelompok spontan & tidak

memiliki nilai/norma),

Kelompok Asosiasional (biasanya jarang terorganisir

dan kegiatannya kadang-kadang),

Kelompok Institusional ( mrp kelompok pendukung

kepentingan institusional ; seperti partai politik,

korporasi bisnis, dll.),

Kelompok Assosiasonal (mrp kelompok yg

(33)

Kegiatan kelompok kepentingan di dalam

Kegiatan kelompok kepentingan di dalam

suatu negara, sangat bergantung kepada

suatu negara, sangat bergantung kepada

sistem politik pemerintah apakah

sistem politik pemerintah apakah

menerapkan sistem kepartaian tunggal/ dua

menerapkan sistem kepartaian tunggal/ dua

partai/ lebih.

partai/ lebih.

Lanjutan ...

Pada sistem partai

Pada sistem partai

tunggal, kelompok

tunggal, kelompok

kepentingan sangat

kepentingan sangat

dibatasi, karena

dibatasi, karena

pemerintahan totaliter.

pemerintahan totaliter.

Pada umumnya dianut

Pada umumnya dianut

oleh negara komunis

oleh negara komunis

(Rusia, RRC, Vietnam,

(Rusia, RRC, Vietnam,

Korea Utara, Kuba dll.).

Korea Utara, Kuba dll.).

Pada sistem dua partai/

Pada sistem dua partai/

lebih, kelompok

lebih, kelompok

kepentingan

kepentingan

berpeluang tumbuh dan

berpeluang tumbuh dan

berkembang dengan

berkembang dengan

pesat. Pada umumnya

pesat. Pada umumnya

dianut oleh

dianut oleh

negara-negara yang

negara yang

Demokratis.

(34)

d. Kelompok Penekan (

Pressure Group

)

Kelompok penekan, dpt dipergunakan

Kelompok penekan, dpt dipergunakan

rakyat untuk menyalurkan aspirasinya dgn

rakyat untuk menyalurkan aspirasinya dgn

sasaran mempengaruhi atau membentuk

sasaran mempengaruhi atau membentuk

kebijaksanaan pemerintah.

kebijaksanaan pemerintah.

Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga Swadaya Masyarakat

(LSM),

(LSM),

Organisasi sosial keagamaan,

Organisasi sosial keagamaan,

Organisasi Kepemudaan,

Organisasi Kepemudaan,

Organisasi Lingkungan Hidup,

Organisasi Lingkungan Hidup,

Organisasi pembela Hukum dan

Organisasi pembela Hukum dan

HAM,

HAM,

Yayasan atau Badan hukum

Yayasan atau Badan hukum

(35)

e. Media Komunikasi Politik (

Political Communication

Media

)

Media komunikasi politik, dpt berfungsi utk

Media komunikasi politik, dpt berfungsi utk

menyam-paikan informasi dan persuasi mengenai politik baik

paikan informasi dan persuasi mengenai politik baik

dari pemerintah kpd masyarakat maupun sebaliknya.

dari pemerintah kpd masyarakat maupun sebaliknya.

Dapat memainkan

Dapat memainkan

peran penting thd

peran penting thd

penyampaian

penyampaian

informasi serta

informasi serta

pembentukan

pembentukan

/mengubah pendapat

/mengubah pendapat

umum dan sikap politik

umum dan sikap politik

publik.

publik.

Media komunikasi ;

Media komunikasi ;

surat kabar, telefon,

surat kabar, telefon,

faximile, internet,

faximile, internet,

televisi, radio, film,

televisi, radio, film,

dan sebagainya.

(36)

f. Tokoh Politik (

Political Figure

)

Pengangkatan tokoh politik dilakukan

Pengangkatan tokoh politik dilakukan

melalui proses :

melalui proses :

Transformasi dari peranan-

Transformasi dari

peranan-peranan non-politis (keagamaan,

peranan non-politis (keagamaan,

kebudayaan, status sosial, dll.)

kebudayaan, status sosial, dll.)

untuk memainkan peranan politik

untuk memainkan peranan politik

yang bersifat khusus.

yang bersifat khusus.

Pengangkatan dan penugasan

Pengangkatan dan penugasan

untuk menjalankan tugas-tugas

untuk menjalankan tugas-tugas

politik.

(37)

Legitimati elit politik,

Legitimati elit politik,

Masalah kekuasaan,

Masalah kekuasaan,

Representativitas elit politik,

Representativitas elit politik,

dan

dan

Hubungan antara pengang-

Hubungan antara

pengang-katan tokoh-tokoh politik

katan tokoh-tokoh politik

dengan perubahan politik.

dengan perubahan politik.

Menurut Lester G. Seligman, bahwa proses

Menurut Lester G. Seligman, bahwa proses

pengangkatan tokoh-tokoh politik berkaitan dgn :

pengangkatan tokoh-tokoh politik berkaitan dgn :

(38)

g. Suprastruktur Politik

g. Suprastruktur Politik

Merupakan

Merupakan

mesin

mesin

politik resmi

politik resmi

sebagai

Pada Negara Monarki, pemerintahan

Pada Negara Monarki, pemerintahan

dikuasi oleh keluarga bangsawan. Raja/

dikuasi oleh keluarga bangsawan. Raja/

Ratu, berperan sebagai lambang

Ratu, berperan sebagai lambang

kebesaran/alat pemersatu. Kabinet dpt

kebesaran/alat pemersatu. Kabinet dpt

dibentuk berdasarkan pemilu (tergan-

dibentuk berdasarkan pemilu (tergan-

tung tkt pendemokrasiannya).

tung tkt pendemokrasiannya).

Pada Negara Republik, elit

Pada Negara Republik, elit

politik ada yang memegang

politik ada yang memegang

kekuasaannya secara diktator.

kekuasaannya secara diktator.

Namun juga banyak yang

Namun juga banyak yang

bersifat demokratis

bersifat demokratis

(tergantung Konstitusi/UUD

(tergantung Konstitusi/UUD

negaranya).

(39)

Lanjutan ...

Perkembangan ketatanegaraan modern, pd umumnya

Perkembangan ketatanegaraan modern, pd umumnya

elit politik pemerintah dibagi dalam kekuasaan :

elit politik pemerintah dibagi dalam kekuasaan :

Eksekutif (pelaksana undang-undang),

Eksekutif (pelaksana undang-undang),

Legislatif (pembuat undang-undang), dan

Legislatif (pembuat undang-undang), dan

Yudikatif (mengadili pelanggaran undang-undang)

Yudikatif (mengadili pelanggaran undang-undang)

Dgn sistem pembagian atau pemisahan kekuasaan.

Dgn sistem pembagian atau pemisahan kekuasaan.

Didukung infra

Didukung infra

struktur politik

struktur politik

(rakyat, partai

(rakyat, partai

politik & ormas),

politik & ormas),

dlm pemerintahan

dlm pemerintahan

(40)

wakil-Lanjutan ...

Mekanisme pemerintahan (

Mekanisme pemerintahan (

infrastruktur dan

infrastruktur dan

suprastruktur politik

suprastruktur politik

) dapat memenuhi fungsinya,

) dapat memenuhi fungsinya,

manakala Sistem Politik mampu :

manakala Sistem Politik mampu :

1.

1.

Mempertahankan pola (tata cara, norma-norma dan

Mempertahankan pola (tata cara, norma-norma dan

prosedur-prosedur yang berlaku).

prosedur-prosedur yang berlaku).

2.

2.

Menyelesaikan ketegangan (menyelesaikan, konflik &

Menyelesaikan ketegangan (menyelesaikan, konflik &

perbedaan pendapat) yg memuaskan semua pihak.

perbedaan pendapat) yg memuaskan semua pihak.

3.

3.

Melakukan perubahan (kemampuan adaptasi dgn

Melakukan perubahan (kemampuan adaptasi dgn

perkembangan baik di dalam maupun luar negeri).

perkembangan baik di dalam maupun luar negeri).

4.

4.

Mewujudkan tujuan nasional (kristalisasi keinginan

Mewujudkan tujuan nasional (kristalisasi keinginan

masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut).

masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut).

5.

(41)

Penugasan Praktik Kewarganegaraan

Penugasan Praktik Kewarganegaraan

2

Langkah-langkah :

Bentuk kelompok dgn anggota antara 3 – 4 orang.

Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik

pembelejaran.

Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan

menemukan ide pokok serta memberi tanggapan thd

wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas.

Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.

Buatlah kesimpulan bersama.

Penutup.

(42)

Waktu : 4 x 45 Menit

Waktu : 4 x 45 Menit

Standar

Kompetensi :

6.

Menganalis

is Sistem

Politik di

Indonesia.

.

Kompetensi Dasar :

Kompetensi Dasar :

6.2. Mendeskripsikan

6.2. Mendeskripsikan

perbedaan sistem

perbedaan sistem

politik di berbagai

politik di berbagai

negara.

negara.

6.3.

6.3.

Menampilkan

Menampilkan

peran serta dalam

peran serta dalam

sistem politik di

sistem politik di

(43)

(Indikator)

(Indikator)

Hasil Yang Diharapkan :

Hasil Yang Diharapkan :

Mendeskripsikan pendekatan sistem politik

negara.

Menganalisis perbedaan sistem politik negara

(Inggris, RRC, dan Republik Indonesia).

Menganalisis partisipasi politik warga negara.

Menganalisis faktor-faktor pendukung

(44)

Pendekatan Sistem Politik

Pendekatan Sistem Politik

Negara

Negara

Perbedaan Sistem Politik Negara

Perbedaan Sistem Politik Negara

Inggris

Inggris

RRC

RRC

Indonesia

Indonesia

Partisipasi

SISTEM POLITIK

SISTEM POLITIK

DAN PERAN

DAN PERAN

SERTA DALAM

SERTA DALAM

SISTEM POLITIK

SISTEM POLITIK

DI

DI

INDONESIA

INDONESIA

Bentuk Partisipasi

(45)

Sejarah

Sosiologis

Kultural / Budaya

Psycho-Sosial

(Kejiwaan masyarakat)

Filsafat

Ideologi

Konstitusi dan Hukum

Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda. Utk

Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda. Utk

mempelajari proses politik suatu negara diper-lukan

mempelajari proses politik suatu negara diper-lukan

beberapa pendekatan :

beberapa pendekatan :

a. Pendekatan Sistem Politik Negara

a. Pendekatan Sistem Politik Negara

PENDEKATAN

PENDEKATAN

YANG

YANG

DILAKUKAN

DILAKUKAN

DIDASARKAN

DIDASARKAN

PADA :

PADA :

(46)

b. Perbedaan Sistem Politik Negara

b. Perbedaan Sistem Politik Negara

a). Sistem Politik Negara Inggris

a). Sistem Politik Negara Inggris

No

No Faktor Yang Faktor Yang

Mempengaruhi

Mempengaruhi Uraian / KeteranganUraian / Keterangan

1.

1. Latar Belakang Latar Belakang Sejarah

Sejarah Sejak abad 19, Inggris berubah menjadi masyarakat industri modern. Para politisi mulai menyesuaiakan sistem politik Sejak abad 19, Inggris berubah menjadi masyarakat industri modern. Para politisi mulai menyesuaiakan sistem politik tsb. Mereka juga dihadapkan pada masalah upaya

tsb. Mereka juga dihadapkan pada masalah upaya

memba-ngun kesejahteraan warganegaranya.

ngun kesejahteraan warganegaranya.

2.

2. Kondisi Kondisi Sosiologis

Sosiologis Kondisi masyarakat Inggris dalam waktu cepat mampu bersaing dengan negara–negara lain yang lebih dahulu Kondisi masyarakat Inggris dalam waktu cepat mampu bersaing dengan negara–negara lain yang lebih dahulu merintis ke arah industrialisasi. Meskipun masyarakat

merintis ke arah industrialisasi. Meskipun masyarakat

Inggris ”bersifat kekotaan”, namun tetap menghendaki

Inggris ”bersifat kekotaan”, namun tetap menghendaki

sistem monarki dengan satu raja dan banyak bangsa.

sistem monarki dengan satu raja dan banyak bangsa.

3.

3. Kondisi Kondisi Kultural/

Kultural/

Budaya

Budaya

Sebagian masyarakat Inggris dikenal sebagai masyarakat

Sebagian masyarakat Inggris dikenal sebagai masyarakat

yang disiplin dan taat pada aturan. Nilai-nilai dan

yang disiplin dan taat pada aturan. Nilai-nilai dan

kebudayaan politik diwariskan dari generasi ke generasi

kebudayaan politik diwariskan dari generasi ke generasi

melalui suatu rangkaian pengalaman dalam keluarga, di

melalui suatu rangkaian pengalaman dalam keluarga, di

sekolah dan ditempat kerja.

(47)

Lanjutan ...

4. Kondisi

Psycho-Sosial / Kejiwaan

masyarakat

Mayoritas masyarakat sangat menghormati simbol-simbol kekuasaan negara (ratu/raja, lembaga pemerintah, dll). Mereka senantiasa menunjukkan ketaatannya kepada undang-undang politik azasi.

5. Pedoman

Filsafat Masyarakat sangat mendukung rejim yang berkuasa, manakala para penguasa juga mentaati undang-undang politik asasi, dan jika dilanggar maka akan mengahadapi perlawanan. Kejahatan sangat tercela dan dianggap melawan masyarakat.

6. Paham atau Ideologi yang diterapkan

Penerapan ideologi negara, adalah ideologi liberal. Dalam kehidupan sehari-hari, sangat menghormati kebebasan dan hak-hak asasi manusia.

7. Pedoman

Konstitusi dan Hukum

(48)

Lanjutan ...

Penyelenggaraan pemerintah, dilaksanakan

Penyelenggaraan pemerintah, dilaksanakan

oleh :

oleh :

Kabinet (Perdana menteri dan dewan menteri) serta

parlemen (Majelis Rendah dan Majelis Tinggi).

Parlemen dalam merumuskan kebijakan pemerintah

dibatasi, karena cara kerjanya diawasi oleh kabinet.

(49)

No Faktor Yang Mempengaruhi Uraian / Keterangan

1. Latar Belakang

Sejarah Proses kehidupan sistem politik di China, merupakan produk revolusi menggantikan sistem kerajaan yang telah bertahan berabad-abad. Revolusi demi revolusi, menjadikan Partai Komunis Cina (PKC) sebagai penguasa dan membentuk pemerintahan komunis sampai dengan sekarang.

2. Kondisi Sosiologis Pada masyarakat Cina, lembaga-lembaga sosial yang dominan adalah keluarga. Mereka mengakui wewenang kekuasaan para pemimpinnya atas tingkah laku sosialnya. Kesetiaan harus diarahkan pada kepentingan kolektif dan bukan pada ikatan-ikatan pribadi.

3. Kondisi Kultural/

Budaya Pemerintah Cina sejak tahun 1949, telah mengupayakan pendidikan sabagai salah satu alat yang paling efektif untuk mengubah sikap politik orang-orang Cina. Melalui pendidikan, masyarakat ikut menanggung beban sosialisasi dan menciptakan masyarakat yang melek huruf sebagai syarat pendidikan politik dan keterlibatan politik.

b). Sistem Politik Negara RRC

(50)

Lanjutan ...

Sebelum menjadikan Partai Komunis Cina berkuasa, selalu dilanda perang saudara. Dewasa ini, mereka bangga karena memiliki kekayaan budaya tinggi yang diwariskan oleh para pendahulunya.

5. Pedoman

Filsafat Mayoritas masyarakat Cina memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Sifat-sifat antusiasme, kepahlawanan, pengorbanan, dan usaha bersama – mendapatkan nilai tinggi. Azas percaya diri sendiri mempunyai implikasi nasional maupun internasional. 6. Paham atau

Ideologi yang

diterapkan

Revolusi Cina telah berlangsung selama puluhan tahun sebelum partai komunis menjadi kekuatan yang besar dalam politik Cina dan mulai menguasai pemerintahannya. Anti imperialisme merupakan unsur paling kuat dalam pembentukan ideologi komunis.

7. Pedoman Konstitusi dan

Hukum

(51)

Lanjutan ...

Penguasa Komunis Cina selalu

berupaya :

Mengikutsertakan warganya dalam

kegiatan politik secara teratur dan

terorganisir melalui ; gerakan masa,

keanggotaan dalam organisasi masa, dan

partisipasi dalam pengelolaan unit-unit

produksi).

Dalam kaderisasi calon-calon pemimpin

komunis, dilakukan ; rekruitmen aktivis,

kader dan anggota partai.

Masuk menjadi anggota PKC merupakan

tindakan yang menentukan dalam

(52)

c). Sistem Politik Negara Republik Indonesia

c). Sistem Politik Negara Republik Indonesia

No MempengaruhiFaktor Yang Uraian / Keterangan

1. Latar Belakang

Sejarah Bangsa Indonesia harus menghadapi kolonial Belanda dan bala tentara Jepang untuk mewujudkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pasca proklamasi kemerdekaan, para pemimpin Indonesia terlibat dalam proses politik dengan mencari format berdasarkan demokrasi Pancasila.

2. Kondisi

Sosiologis Masyarakat Indonesia yang multi agama, ras dan antar golongan telah dipersatukan dalam kesatuan politik dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, upaya saling menghormati dan kerja sama dalam membangun kerukunan hidup penting untuk ditegakkan.

3. Kondisi Kultural/ Budaya

(53)

Lanjutan ...

Bangsa Indonesia, sebelum menjadikan Pancasila sebagai dasar negara selalu dapat dipecah belah oleh bangsa lain. Dengan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa Indonesia sangat menentang segala mecam bentuk penjajahan. 5. Pedoman

Filsafat Pancasila dalam sistem politik Indonesia, telah dijadikan dasar dan motivasi dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasionalnya sebagaimana terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945.

6. Paham atau Ideologi yang

diterapkan

Ideologi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, akan selalu dikaitkan dengan proses politik dalam pengaturan penyelengga-raan pemerintahan negara yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dalam struktur politik, Pancasila menjadi sumber segala sumber hukum. 7. Pedoman

Konstitusi dan Hukum

(54)

Demokrasi di Indonesia dgn sistem

demokrasi

Pancasila dengan prinsip :

a. Harus berdasarkan Pancasila sebagaimana

disebut di dalam Pembukaan UUD 1945,

serta penjabaran-nya dalam Batang Tubuh

& Penjelasan UUD 1945.

b.Menghargai dan melindungi hak-hak asasi

manusia.

c. Dalam ketatanegaraan, harus berdasar

atas kelem-bagaan yang diharapkan segala

sesuatunya dapat diselesaikan melalui

saluran-saluran tertentu sesuai UUD 1945.

d.Bersendi atas hukum sebagaimana

(55)

Lanjutan ...

Sistem politik Demokrasi Pancasila menghargai

Sistem politik Demokrasi Pancasila menghargai

nilai-nilai musyawarah sebagai berikut:

nilai musyawarah sebagai berikut:

1.

1.

Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat;

Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat;

2.

2.

Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;

Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;

3.

3.

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil

Mengutamakan musyawarah dalam mengambil

keputusan untuk kepentingan bersama;

keputusan untuk kepentingan bersama;

4.

4.

Musyawarah harus diliputi olh semangat kekeluargaan;

Musyawarah harus diliputi olh semangat kekeluargaan;

5.

5.

Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima

Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima

dan melaksanakan keputusan musyawarah;

dan melaksanakan keputusan musyawarah;

6.

6.

Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai

Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai

dengan hati nurani yang luhur;

dengan hati nurani yang luhur;

7.

7.

Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-

Keputusan yang diambil harus dapat

dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan YME,

jawabkan secara moral kepada Tuhan YME,

menjun-jung tinggi harkat & martabat manusia, serta nilai-nilai

jung tinggi harkat & martabat manusia, serta nilai-nilai

kebenaran dan keadilan.

(56)

Lanjutan ...

Demokrasi Pancasila pada hakikatnya

Demokrasi Pancasila pada hakikatnya

demokrasi

demokrasi

yang bercorak khas Indonesia, yang

yang bercorak khas Indonesia, yang

penerapannya

penerapannya

dijabarkan dalam :

dijabarkan dalam :

Pemerintahan Berdasarkan Hukum.

Pemerintahan Berdasarkan Hukum.

Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia

Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia

Pengambilan Keputusan Berdasakan Musyawarah

Pengambilan Keputusan Berdasakan Musyawarah

Peradilan yang Bebas dan Merdeka

Peradilan yang Bebas dan Merdeka

Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Sosial

Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Sosial

Politik (Orsospol)

Politik (Orsospol)

(57)

Pengambilan keputusan sesuai dengan

Pengambilan keputusan sesuai dengan

prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila :

prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila :

a.

a.

Keseimbangan antara hak dan kewajiban,

Keseimbangan antara hak dan kewajiban,

b.

b.

Persamaan,

Persamaan,

c.

c.

Kebebasan yang bertanggungjawab,

Kebebasan yang bertanggungjawab,

d.

d.

Mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Lanjutan ...

Aspek - aspek Demokrasi Pancasila :

Aspek - aspek Demokrasi Pancasila :

a.

a.

Aspek formal

Aspek formal

b.

b.

Aspek materiil

Aspek materiil

c.

(58)

Penugasan Praktik Kewarganegaraan

Penugasan Praktik Kewarganegaraan

3

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Sistem Politik di

Berbagai Negara, dilanjutkan Penugasan dengan menjawab

pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

1. Berikan penjelasan singkat, apa sajakah perbedaan pokok dlm

menen-tukan cara bekerjanya sistem politik sebagai berikut :

No

Cara Kerja

Uraian Singkat

1. Sosial Politik

...

...

2. Rekruitmen

Politik

...

...

3. Komunikasi

Politik

...

...

(59)

Lanjutan ...

3. Dalam sistem politik negara Cina berdasarkan Konstitusi Tahun 1954,

terdapat 3 elit politik yang sangat berpengaruh. Berikan penjelasan

singkat tugas pokok elit politik tersebut !

Konggres Rakyat

Nasional

Dewan

Negara

Mahkamah Rakyat

Tertinggi

...

...

...

...

...

.

4. Tuliskan persamaan dan perbedaan Demokrasi Terpimpin dan

Demokrasi Pancasila yang pernah dipraktikkan dalam sistem politik

negara Inodnesia !

Demokrasi Terpimpin

Demokrasi Pancasila

...

(60)

c. Peran Serta Dalam Sistem Politik di Indonesia

c. Peran Serta Dalam Sistem Politik di Indonesia

a.Partisipasi

Politik

Warga

Negara

Partisipasi politik,

merupakan penentuan sikap dan

keterlibatan hasrat setiap individu dalam situasi dan

kondisi organisasinya, sehingga pada akhirnya :

Mendorong individu tersebut berperan serta

dalam pencapaian tujuan organisasi,

Referensi

Dokumen terkait

dialami oleh siswa dalam menulis teks deskripsi sebagai berikut: a) siswa dinilai masih sulit membedakan antara tema dengan judul dalam teks deskripsi karena

Jika HP menerima, dalam waktu garansi yang ditetapkan, pemberitahuan adanya kerusakan produk perangkat keras yang ditanggung dengan garansi HP, maka HP akan melakukan

1) Hubungan antara pemimpin dengan bawahan (leader-member relations). a) Menunjukkan tingkat kualitas hubungan yang terjadi antara atasan dengan bawahan. b) Sikap

Tradisi calon pengantin wanita duduk bersanding dengan calon pengantin wanita duduk bersanding dengan calon pengantin pria pada saat ijab kabul di balai Kantor Urusan Agama

Berdasarkan analisa data dan pembahasan dapat diketahui bahwa waktu tunggu angkutan umum di dalam terminal Cikarang untuk AKDP 1 tidak sesuai dengan ketentuan/syarat dari

Menurut Sudarsono (dalam Surya Admadja, 2009: 9) diversifikasi Produk merupakan suatu usaha penganekaragaman sifat dan fisik, baik yang dapat diraba/tidak dapat diraba (barang

Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah dosis sari buah belimbing ( Averrhoa carambola L.) dan variabel tergantung yaitu efek anti-inflamasi dan analgesik sari