• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agama dan Potensi Konflik di Papua

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Agama dan Potensi Konflik di Papua"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa kasus yang sangat tendensius adalah konflik antar umat beragama di Moro Filipina (Islam dengan Kristen), pembantaian muslim Rohingnya oleh umat Budha di

Secara politik orang Papua asli dibeking oleh UU Otsus yang memberikan prioritas kepada orang Papua asli (putra-putri daerah asli) untuk menjadi pemimpin politik namun

STAIN Sorong selaku perguruan tinggi agama Islam di Sorong, Papua Barat, dengan berbagai ahli agama, ahli pendidikan, ahli hukum, serta sivitas akademiknya diharapkan menjadi

Karakteristik komunitas Muslim di Sitiarjo dapat dipilah menjadi dua ranah lapisan masyarakat yakni masyarakat Muslim awam dan kalangan elit yang meliputi para tokoh agama maupun

Dengan TAP MPR Nomor IV tahun 1999, dikatakan oleh Sumule sebagai satu-satunya solusi untuk politik- hukum yang tersedia untuk menyelesaikan kasus Papua, walaupun saat itu

Kondisi perempuan Papua menjadi tampak dan memang lebih dramatis karena ke- kerasan yang dialaminya tidak hanya bersumber dari dominasi laki-laki yang secara absah diteguhkan di

Papua. Anak laki-laki mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki non Papua mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan

Selanjutnya pasca perdamaian, peran ulama tidak hanya memberikan pengetahaun kepada masyarakat, sebagian ulama ikut berpartisipasi dalam politik praktis.Hal ini merupakan salah