• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matriks rencana terpadu dan program Investasi infrastruktur jangka Menengah bidang cipta karya (rpi2-jm Bidang ck)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Matriks rencana terpadu dan program Investasi infrastruktur jangka Menengah bidang cipta karya (rpi2-jm Bidang ck)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

rogram investasi Kabupaten Tana Tidung merupakan rekapitulasi dari dokumen

RPI2-JM yang telah disusun dengan mempertimbangkan kemampuan Kabupaten

Tana Tidung dari aspek teknis, aspek lingkungan dan sosial, aspek pendanaan,

maupun aspek kelembagaan dan berdasarkan prioritas menurut kebutuhan Kota untuk

memenuhi sasaran dan rencana pembangunan Kabupaten Tana Tidung.

Program investasi ini dimuat dalam Dokumen Rencana yang merupakan rekapitulasi dan

intisari dari RPI2-JM Kabupaten Tana Tidung yang menyampaikan rencana program dalam

sebuah ringkasan rencana investasi dan sumber pembiayaan yang merupakan bagian sinkronisasi

dan prioritas program di Kabupaten Tana Tidung yang dilengkapi dengan kesepakatan

pendanaan yang diwujudkan melalui persetujuan dan tanda tangan dari Bupati selaku kepala

daerah.

11.1 Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah

(RPI2-JM) Bidang Cipta Karya Kabupaten Tana Tidung

Berdasarkan tabel usulan program dan kegiatan pada setiap aspek teknis, maka

disusunlah tabel ringkas rencana program dan investasi bidang Cipta Karya.

Rencana ini menjabarkan skenario pengembangan Kabupaten Tana Tidung dan

pengembangan sektor bidang Cipta karya, usulan kebutuhan investasi yang disusun

P

BAB

Matriks rencana terpadu dan program

Investasi infrastruktur jangka

Menengah bidang cipta karya

(rpi2-jm Bidang ck)

Book

Sale

(2)

dengan berbasis demand ataupun target pencapaian sesuai dengan tujuan dan sasaran

pembangunan daerah, mekanisme pendanaan atau pembiayaan, skala prioritas

penanganan, dan rencana pelaksanaan program investasi.

Selanjutnya matriks RPI2JM Kabupaten Tana Tidung di sajikan pada tabel 11.1 dibawah

ini :

11.2 Matriks Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah

(RPI2-JM) Bidang Cipta Karya Kabupaten Tana Tidung di setiap Entitas

Setelah mendapatkan tabel program dan investasi berdasarkan sektor, maka untuk

menjamin keterpaduan program bidang Cipta Karya, usulan program-program

dikempelompokan kembali dan dibentuk matriks program yang disusun berdasarkan

entitas skala regional, kabupaten/kota, kawasan, dan lingkungan/komunitas.

(3)

Tabel 11.1

Format Kerangka Kerja Logis Program Investasi

InfrastrukturBidang PU/CiptaKarya

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

A. Permukiman

1 Permukiman kumuh Lingkungan kumuh menjadi sehat

Penataan permukiman

Peningkatan prasarana dan sarana

Penataan dan perbaikan PSD Permukiman Kumuh

Pembangunan jalan lingkungan, sanitasi dan air bersih

Output: Lingkungan sehat

Outcome: Masyarakat sejahtera

Peningkatan kesehatan masyarakat

Kesadaran masyarakat kurang

2 Keterbatasan lahan Optimalisasi pemanfaatan lahan

berdasarkana tata ruang yang ada

Zoning regulation pengembangan dan pemanfaatan lahan permukiman

Arahan Pengembangan penyediaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah

Pengembangan rusunawa

Pembangunan perumahan rusunawa dengan kelengkapan PSD

Alokasi

pemanfaatan lahan yang optimal sesuai dengan tata ruang yang ada

Tercapainya kebutuhan rumah dengan optimalisasi lahan

Kesadaran masyarakat kurang

3 Perkembangan permukiman di sempadansungai

Kondisi lingkungan hidup dapat terjaga

Pengembalian fungsi kawasan sesuai dengan peruntukannya

Relokasi permukiman di kawasan sempadan sungai

Relokasi penyiapan lahan baru untuk permukiman

Penyiapan lahan relokasi

Kondisi lingkungan hidup tetap terjaga

Kembalinya fungsi sungai sebagai kawasan transportasi air dan permukiman yang ada sudah terelokasi

(4)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

4 Infrastruktur masih minim di kawasan pengembangan baru

Penyediaan infrastruktur yang cukup

Pengembangan pembangunan fisik infrastruktur

Peningkatan dukungan infrastruktur kawsan baru

Arahan rencana pengembangan fisik baru dengan penyediaan infrastruktur yang cukup

Pengembangan jaringan jalan, listrik, air bersih, jaringan jalan dan drainase

Terpenuhinya infrastruktur kawasan baru

Pengembangan dan

pembangunan infrastruktur dapat terpenuhi di kawasan baru

Kondisi geografis dan pembiayaan yang besar membutuhkan dukungan kerjasama antar semua pihak yang terkait

5 Berkembangnya industri rumah tangga yang polutif di kawasan padat kumuh

Lingkungan menjadi sehat

Penataan kawasan industri rumah tangga di permukiman

Pemberdayaan masyarakat dengan pembekalan skill yang yang cukup, pembinaan UKM dan penataan PSD permukiman

Penataan dan perbaikan PSD Permukiman Kumuh, pembekalan skill dan

pemberdayaan UKM masyarakat

Pembinaan UKM dan pembekalan skill yang didukung peningkatan pemenuhan PSD permukiman yang sesuai kebutuhan, penetapan kegiatan dan bentuk kegiatan di masyarakat

Output: Lingkungan sehat

Outcome: Masyarakat sejahtera

Peningkatan kesehatan lingkungan dan masyarakat

Kesadaran masyarakat kurang

B PBL

1 Tidak semua kawasan pengembangan memiliki acuan RTBL

Tersedianya Produk RTBL

Penyusunanan produk RTBL

Arahan penyusunan produk RTBL

Penyusunanan produk RTBL sebagai acuan pembangunan peran

Penyusunanan produk RTBL

Tersusunnya produk RTBL sebagai acuan pembangunan peran

Tersedianya produk RTBL sebagai acuan pembangunan peran

Penyelenggara pemerintah pusat melalui

Departemen PU dan Dinas Terkait (Pemerintah Daerah) 2 Semua kawasan tidak

mempunyai acuan

Tersedianya rencana induk

Penyusunan rencana induk

Arahan penyusunan

Peningkatan sistem proteksi

Penyusunan Rencana Induk

Tersusunnya Rencana Induk

Tersedianya Rencana Induk

(5)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

rencana induk proteksi kebakaran

proteksi kebakaran proteksi kebakaran rencana induk sistem proteksi kebakaran

kebakaran Sistem Proteksi Kebakaran

Sistem Proteksi Kebakaran RISPK

Sistem Proteksi Kebakaran peran

melalui

Departemen PU dan Dinas Terkait (Pemerintah Daerah) 3 Penurunan citra

kawasan sebagai akibat permukiman kumuh

Terwujudnya revitaliasai kawasan dan bangunan padat kumuh

Menyelenggarakan penataan permukiman

Arahan revitalisasai kawasan padat kumuh

Pembangunan PSD permukiman kumuh

Penetapan jenis kegiatan dan bentuk kegiatan di masyarakat

Lingkungan menjadi sehat, bersih dan nyaman

Berkurangnya kawasan kumuh peran

Penyelenggara pemerintah pusat melalui

Departemen PU dan Dinas Terkait (Pemerintah Daerah) 4 Penataan kawasan

parkir tidak terkelola secara optimal

Tertatanya kawasan parkir peran dengan pengelolaan yang optimal

Menyelenggarakan penataan kawasan parkir

Arahan penataan kawasan parkir peran

Penataan dan pengelolaan kawasan parkir

Penetapan peraturan tata aturan kawasan parkir dan area terbuka

Tertata dan terkelolanya kawasan parkir secara optimal

Tersedianya kawasan parkir yang sesuai dengan kebutuhan peran

Penyelenggara pemerintah pusat melalui

Departemen PU dan Dinas Terkait (Pemerintah Daerah) 5 Kurang ditegakannya

aturan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bangunan gedung

Terwujudnya penataan bangunan gedung yang sesuai dengan aturan keselamatan, kenyamanan dan kemanan

Menyelenggarakan penataan dan penertiban bangunan gedung yang fungsional, andal dan efesien

Penyelenggraan penataan bangunan gedung yang fungsional

Pembinaan teknis bangunan gedung negara

Melakukan penugasan tenaga bantuan teknis kepada instansi pemegang anggaran Inventarisasi dan evaluasi tenaga teknis secara

Bangunan gedung memenuhi stndard keamanan, keselamatan dan kenyamanan

Seluruh bangunan gedung telah laik fungsi

Penyelenggara pemerintah pusat melalui

(6)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

berkala Pembinaan dan koordinasi secara berkala

Menyusun laporan bantuan teknis secara berkala

C Persampahan

1 Sampah bertambah pengelolaan belum optimal

Meningkatkan pengelolaan dan penataan lingkungan yang

Pengurangan sampah

Penanganan dengan sistem landfill dan incinerator komunal

Pengembangan program (Pelaksanaan 3R)

Penyuluhan dan pendampingan

Output: lingkungan sehat

Outcome: Masyarakat sejahetera

Sampah terbuang berkurang

Kesadaran masyarakat kurang

2 Rencana

pengembangan PS persampahan

Peningkatan kinerja

pengelolaan TPA

Pengurangan volume timbulan sampah

Penyediaan lahan sebagai area pengelolaan sampah dengan lokasi di Kabupaten Tana Tidung sekitar 25 Ha

Penyiapan dan Penyediaan area lahan TPA

Pengembangan area lahan TPA dari 15 Ha menjadi 20 Ha, tanah sudah dibebaskan

Sampah dapat terkelola dengan optimal

Sampah dapat tertangani secara optimal dengan jumlah timbulan sampah berkurang

Pembiayaan yang besar, tingkat kesadaran masyarakat

3 TPST pada setiap kelurahan belum

Pengurangan volunter timbulan

Pengembangan TPST pada setiap

Penyediaan TPST pada setiap

Rencana penyediaan TPST

Penyediaan TPST Sampah dapat tertangani secara

Timbulan sampah dapat

(7)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

tersedia sampah kelurahan kelurahan sebagai antisipasi volunter timbulan sampah

optimal berkurang dan kondisi

lingkungan sehat dan bersih

masyarakat

D PLP

1 Besarnya produksi limbah mencapai ... % tetapi

penanganannya belum optimal

Upaya

pembuangan air limbah dan tercapai secara optimal

Alternatif pembuangan air limbah dengan sistem individual dan komunal

Pengembangan sistem jaringan air limbah

Pembangunan sistem jaringan air limbah berupa ( IPAL dan SPAL )

Upayapembungan dan penyaluran air limbah secara optimal

Air

limbahdapatditan gani secara optimaldenganke tersediaansarana yang memadai

Kondisigeografis KabupatenTana Tidung akan mempengaruhi penyediaan sistemjaringan air limbah

2 Penyediaan Pengelolaan air limbah terbatas (MCK Plus)/ SANIMAS hanya terdapat di 2 Kelurahan

Meningkatkan cakupan pelayanan pengelolaan air limbah

Peningkatan pelayanan dan kualitas sistem air limbah untuk mencapai standard pelayanan minimal peran

Pengembangan pengelolaan SANIMAS

Peningkatan pelayanan dan kualitas air limbah dengan standard pelayanan minimal peran

Pembangunan sistem jaringan komunal dan MCK Plus/ SANIMAS

Peningkatan saluran air limbah dan sanitasi lingkungan

Tertanganinya air limbah dengan pengelolaan dan pelayanan yang memenuhi standard pelayanan minimal peran

Pembiayaan, kondisi geografis dan kesadaran masyarakat

3 Rencana penyediaan IPAL di Kawasan wisata

Peningkatan pelayanan pengeloalaan air limbah

Penyediaan prasarana dan sarana air limbah di

Penerapan mekanisme pengelolaan dan pelayanan air limbah yang memenuhi standard

pelayanan minimal

Peningkatan pengelolaan dan pelayanan sektor air limbah

Penyiapan DED IPAL, lahan dan pembiayaan IPAL

Terpenuhinya standard pelayanan minimal peran, meningkatnya pengelolaan air limbah dan kesehatan lingkungan di

Tercapainya penyediaan IPAL dan

tertanganinya pengelolaan air limbah dengan standard pelayanan

(8)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

peran minimal peran 4 Belum tersedianya

sarana dan prasarana air limbah IPAL di Kabupaten

Peningkatan pengelolaan air limbah domestik maupun non domestik

Pengembangan jaringan pengelolaan air limbah IPAL di Kabupaten

Mekanisme penyediaan IPAL Skala Peran dengan standard pelayanan minimal peran

Peningkatan pengelolaan air limbah domoestik dan non domestik dengan standard pelayanan minimal peran

Penyediaan IPAL untuk limbah domestik dan non domestik

Dengan penyediaan IPAL skala peran Air limbah domestik maupun non domestik dapat terkelola secara optimal

Air limbah domestik dan non domestik dapat tertangani dengan peningkatan pengelolaan dan pelayanan cakupan air limbah peran

Pembiayaan besar, konisi geografis, dan kesadaran masyarakat akan sanitasi lingkungan

5 IPLT terbatas Meningkatnya cakupan pelayanan dan pengelolaan air limbah Peningkatan pengelolaan lumpur tinja dari tangki septik

Pengelolaan lumpur tinja dalam rangka

perlindungan terhadap lingkungan dan sumber daya air

Peningkatan cakupan pelayanan dan pengelolaan air limbah

Pengembangan sistem off site

Pembangunan dan pengembangan jaringan IPLT

IPLT skala peran terbangun dengan pengembangan jaringan dan pelayanan pengelolaan lumpur tinja

Tersediaanya IPLT Skala peran

Pembiayaan yang besar dan kondisi geografis

E Drainase

1 Belum optimalnya pelayanan drainase di Kabupaten

Meningkatkan pelayanan drainase peran yang optimal

Penataan sistem drainase peran

Pengembangan sistem drainase terpisah

Pengembangan dan peningkatan pembangunan prasarana dan sarana drainase

Penataan drainase lingkungan dan normalisasi sungai

Upaya peningkatan pelayanan drainase peran yang optimal

Tingkat genangan pada sistem drainase berkurang

(9)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

peran 2 Kawasan genangan

banjir

Kabupaten bebas banjir dan genangan

Pengembangan sistem drainase secara terpadu

Arahan pengendalian banjir dan pengembangan jaringan drainase secara menyeluruh di Kabupaten

Program pengendalian banjir

Normalisasi sungai, perbaikan drainase dan pembangunan baru jaringan drainase

Tertanganinya kawasan rawan banjir dengan perbaikan sistem drainase primer, skunder.

Kapasitas drainase yang tersedia dapat menampung kebutuhan pengaliran air limpasan, pengendalian banjir dapat teratasi dan bebas dari genangan banjir

Pembiayaan, kesadaran masyarakat akan kebersihan menjaga lingkungan dan kondisi geografis.

3 Perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai

Pengaturan tata ruang peruntukan pemanfaatan ruang yang sesuai

Pengendalian pembangunan yang tidak seimbang dan cenderung menyalahi aturan tata ruang

Arahan pengendalian pembangunan

Evaluasi dan pengendalian, insentif dan disinsetif dalam pemanfaatan lahan

Evaluasi pelaksanaan pembangunan, pengendalian dan pengawasan pembangunan peran

Terkendalinya pembangunan yang mengacu pada tataran legitimasi hukum tata ruang

Pembangunan dapat dikendalikan sesuai dengan peraturan tata ruang yang ada

Kesadaran masyarakat, lemahnya pengawasan 4 Berkurangnya

lahanLindungsebagai daerah tangkapan dan resapan air

Mempertaankan kawasanLindungse bagai area resapan air dan RTH

Pengendalian dan pengawasan pembangunan yang mengacu pada tata ruang Kabupaten

Koordinasi pengawasan pembangunan antar kawasan

Arahan pengembangan koordinasi pembangunan antar kawasan dengan pengendalian pembangunan

Pengendalian pembangunan pada kawasan konservasi, pelestarian kawasan resapan air dan perluasan RTH

Pelestarian kawasanLindungseb agai area resapan air dan RTH

KawasanLindung tetap terjaga, RTH yang berimbang dan kawasan resapan air yang memadahi

Lemahnya pengawasan pembangunan,lema hnya institusi dalam pengendalian perijinan pembangunan

(10)

No Isu/Permasalahan

Per Kawasan Tujuan/Sasaran

Pendekatan / Strategi Pembangunan

Kebijakan Program Ruang Lingkup

Kegiatan Output/Outcome

Performance Indicator

Asumsi dan Resiko

1 Belum optimalnya pelayanan air bersih

Pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui sistem jaringan

Pengembangan air tanahsebagai air baku

Pengembangan sistem air bersih dengan sistem komunal

Penyusunan rencana teknis jaringan air bersih

Pembangunan jaringan air bersih dan

pengembangan distribusi pelayanan

Pemenuhan kebutuhan penduduk akan air bersih dapat tercapai secara optimal

Peningkatan dan pemenuhan kebutuhan air bersih

Adanya tingkat kebocoran distribusi 2 Kerusakan hutan

lindung/ catcemen area (ketergantungan air baku) pada kawasanLindungyang rusak

Melestarikan kawasan hutan lindung sebagai catcemen area

Pengendalian perusakan hutan lindung sebagai akibat

pemanfaatan yang kurang terkendali

Arahan pengembangan dan pelestarian kawasanLindungh utan lindung sebagai catcemen area

Pengembalian fungsi hutan lindung

Rehabilitasi hutan, pelestarian kawasan konservasi

Terjaganya fungsi hutan lindung sebagai kawasan konservasi

KawasanLindung tetap terjaga sebagai catcemen area

Penyalahgunaan pemanfaatan lahan, perusakan hutan, kesadaran masyarakat, rehabilitasi hutan memerlukan biaya yang mahal 3 Penyediaan Jaringan

air bersih yang masih kurang merata

Penambahan jaringan air bersih

Pembangunan jaringan air bersih

Arahan

pengembagan dan penambahan jaringan air bersih

Peningkatan cakupan pelayanan penyediaan air bersih

Penambahan jaringan air bersih

Peningkatan cakupan pelayanan penyediaan air bersih

Cakupan pelayanan penyediaan air bersih merata di wilayah

Pembiayaan, kondisi

topografi/geografis wilayah

4 Peningkatan power listrik

Suplay listrik untuk mendukung produksi air bersih

Pembangunan power plan

Arahan

peningkatan daya listrik

Peningkatan daya listrik dengan pembangunan power plan

Penyediaan dan pembangunan power plan sesui kebutuhan

Tercukupinya kebutuhan pemenuhan power listrik untuk produksi air bersih

Terbangunnya power plan sesuai kebutuhan dan optimalnya produksi air bersih

Pembiayaan cukup besar

Gambar

Tabel 11.1

Referensi

Dokumen terkait

sebuah realita yang sering menjadi penghambat dari tercapainya kehidupan harmonis yang keberadaanya tidak bisa dilupakan adalah sangat majemuknya kehidupan manusia baik dari

sebesar paling tinggi 100% (seratus per seratus) dari PBB-P2 yang terutang dalam bal objek pajak terkena bencana alam atau sebab lain yang luar biasa sebagaimana dimaksud dalam

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN BANTUL TENTANG PEMBERIAN PENGURANGAN PAJAK PARKIR YANG TERUTANG. KESATU :

Bahan penelitian adalah data rekam medis pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Immanuel Bandung yang memuat data mengenai jenis kelamin, umur, pekerjaan, predileksi tertinggi

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA bidang agama adalah terciptanya suasana kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang penuh keimanan dan ketaqwaan,

7.2 Kondisi untuk penyimpanan yang aman, termasuk ketidakcocokan Bahan atau campuran tidak cocok.. Pertimbangan untuk nasihat lain •

Analisis Faktor merupakan nama umum yang menunjukkan suatu kelas prosedur, utamanya untuk mereduksi data atau meringkas, dari variabel yang banyak diubah menjadi

Sistem informasi expert system yang dibangun merupakan sistem informasi berbasis web, yaitu sistem yang mampu memberikan informasi tentang penyakit yang