• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KO"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB. I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pada kehidupan ini persaingan terjadi disetiap aspek. Mulai dari anak-anak sampai dengan orang yang sudah tua dalam menginginkan sesuatu pasti akan menemukan persaingan. Hal ini dikarenakan jumlah subjek yang menginginkan lebih banyak daripada objek yang diinginkan. Berdasarkan fenomena yang yang ada maka setiap individu yang bersaing akan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, untuk memenangkan suatu persaingan diperlukan strategi yang jitu.

Pengertian strategi secara umum adalah suatu cara/ teknik yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan menurut salah seorang ahli, Henry Mintzberg (1998), seorang ahli bisnis dan manajemen, bahwa pengertian strategi terbagi atas 5 definisi yaitu strategi sebagai rencana, strategi sebagai pola, strategi sebagai posisi (positions), strategi sebagai taktik (ploy) dan terakhir strategi sebagai perpesktif.

 Pengertian strategi sebagai rencana adalah sebuah program atau langkah terencana (a directed course of action) untuk mencapai serangkaian tujuan atau cita cita yang telah ditentukan; sama halnya dengan konsep strategi perencanaan.

 Pengertian strategi sebagai pola (pattern) adalah sebuah pola perilaku masa lalu yang konsisten, dengan menggunakan strategi yang merupakan kesadaran daripada menggunakan yang terencana ataupun diniatkan. Hal yang merupakan pola berbeda dengan berniat atau bermaksun maka strategi sebagai pola lebih mengacu pada sesuatu yang muncul begitu saja (emergent).

(2)

ataupun para penentu kebijakan; sebuah strategi utamanya ditentukan oleh faktor faktor ekternal.

 Pengertian strategi sebagai taktik, merupakan sebuah manuver spesifik untuk mengelabui atau mengecoh lawan (competitor)

 Pengertian strategi sebagai perspektif adalah mengeksekusi strategi berdasarkan teori yang ada ataupun menggunakan insting alami dari isi kepala atau cara berpikir ataupun ideologis.

Seiring dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi, semakin banyak pihak-pihak yang menggunakan strategi untuk memenangkan suatu persaingan maka terbentuklah suatu manajemen strategis agar strategi yang keluar sebagai pemenang merupakan strategi terbaik di antara strategi yang ada dalam suatu persaingan.

Pada akhirnya seluruh dari penerapan strategi itu adalah tercapainya tujuan, bagi pelaku bisnis sudah tentu tujuan tersebut berupa keuntungan/laba. Laba yang diperoleh sudah tentu berasal dari konsumen yang ada, baik itu konsumen baru atau konsumen lama sebagai pelanggan tetap. Sehingga diperlukannya suatu cara agar penjual memiliki konsumen yang loyal.

Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengangkat judul: MANAJEMEN STRATEGIS UNTUK MENDAPATKAN KONSUMEN YANG LOYAL.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada, maka penulis mencoba merumuskan beberapa masalah untuk dibahas pada makalah ini antara lain sebagai berikut:

1. Bagaimana pengamatan lingkungan yang dilakukan? 2. Bagaimana perumusan strategi yang diambil?

3. Bagaimana implementasi strategi di lapangan?

(3)
(4)

BAB. II PEMBAHASAN

Setiap pelaku usaha dalam menghadapi suatu persaingan dapat memanfaatkan salah satu bidang ilmu manajemen yaitu mengenai manajemen strategis. Proses dalam manajemen strategis meliputi empat element dasar, yaitu : (1) pengamatan lingkungan, (2) perumusan strategi, (3) implementasi strategi, dan (4) evaluasi dan pengendalian. Dihubungkan dengan pembahasan masalah yang ada, maka penulis akan mencoba menerapkan elemen tersebut dalam upaya untuk memperoleh konsumen yang loyal. Penggunaan bidang ilmu manajemen strategis ini diharapkan agar terciptanya suatu persaingan yang sehat, positif, dan berkesinambungan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pengguna barang/jasa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

2.1. Pengamatan Lingkungan

Dalam pengamatan lingkungan dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu: analisis eksternal dan analisis internal. Hal ini juga diketahui sebagai faktor strategis yang biasa di singkat sebagai analisi S.W.O.T yang berarti Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan), dan Threats (ancaman).

2.1.1 analisis eksternal

Lingkungan eksternal terdiri dari variable-variable (kesempatan dan ancaman) yang berada di luar lingkup dari perusahaan. Variable-variable tersebut membentuk suatu keadaan dalam perusahaan dimana perusahaan itu berada. Lingkungan ini memiliki dua bagian yaitu : lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama perusahaan. Beberapa elemen tersebut adalah pemegang saham, pemerintah, pemasok, komunitas lokal, pesaing, pelanggan, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus dan asosiasi usaha. Lingkungan kerja perusahaan sering disebut dengan industri. Lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum, kekuatan ini tidak berhubung langsung dengan ativitas-aktivitas jangka pendek perusahaan tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan jangka panjang. Hal-hal yang mempengaruhi lingkungan sosial ini antara lain adalah kekuatan-kekuatan ekonomi, sosikultural, teknologi, dan politik hukum yang berhubungan dengan perusahaan.

(5)

kita harus dapat mencari tahu keunggulan dan kelemahan dari pesaing yang memiliki industri yang sejenis. Dengan mengetahui apa keunggulan dan kelemahan pesaing maka kita dapat mencari solusi agar produk yang kita tawarkan menjadi solusi yang tepat bagi konsumen. Dari sisi konsumen kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dibutuhkan mereka, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada kita dapat menciptakan suatu produk yang bersaing dan paling dibutuhkan bagi konsumen.

2.1.2. Analisis internal

Lingkungan internal terdiri dari variable-variable (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam perusahaan. Variable-variable itu meliputi struktur, budaya dan sumber daya perusahaan. Varible-variable ini semua akan membentuk suatu suasana dimana pekerjaan dilakukan.

Struktur adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan komunikasi, wewenang, dan arus kerja. Struktur sering disebut sebagai rantai perintah dan digambarkan secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi. Budaya adalah pola keyakinan, pengharapan,dan nilai-nilai yang dibagikan oleh tiap anggota perusahaan. Norma-norma organisasi secara khusus dapat definisikan sebagai suatu prilaku yang dapat diterima anggota dari manajemen puncak sampai dengan karyawan paling bawah. Sumber daya adalah aset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa perusahaan. Aset itu dapat meliputi : keahlian orang, kemampuan dan bakat manajerial, seperti aset keuangan dan fasilitas pabrik.

Tujuan utama dari manajemen strategis ini adalah memadukan variabel-variabel internal perusahaan untuk mencapai kompetensi unik, yang memapukan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif secara terus menerus sehingga menghasilkan laba. Selain dari memadukan variabel internal juga harus selalu memperhatikan variabel eksternal karena dari situ bisa membantu meningkatkan omzet dan menekan biaya yang ada sehingga laba yang didapat akan semakin maksimal.

2.2. Perumusan strategi

Perumusan strategi merupakan pengembangan jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi meliputi menentukan misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai, pengembangan strategi, dan penetapan pedoman kebijakan.

(6)

Misi perusahaan adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi hidup. Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendiefinisikan tujuan dasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Dengan menyampaikan misi dari perusahaan maka diharapkan dapat diketahui oleh konsumen agar mempercayakan apa yang dibutuhkan kepada perusahaan tersebut dan bagi pihak pesaing dengan adanya misi maka mereka dapat mengetahui ketangguhan dan daya saing dari perusahaan. Misi memberitahukan tentang siapa kita dan apa yang kita lakukan.

2.2.2 Tujuan perusahaan

Agar memiliki fokus yang jelas maka hendaknya setiap perusahaan menetapkan tujuan yang jelas pula sebagaimana filosofi SMART ,yang telah disampaikan oleh George T. Doran dalam Management Review edisi November 1981, yaitu :

1. SPECIFIC, Kata yang pertama ini menekankan pentingnya menetapkan target yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas.

2. MEASURABLE, Kata yang kedua menekankan pentingnya kriteria yang digunakan untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target.

3. ATTAINABLE, Kata yang ketiga menekankan bahwa target harus realistis dan dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai.

4. RELEVANT, Kata keempat menekankan pentingnya memilih target yang tepat. Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim, departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target yang relevan. 5. TIMELY, Kata kelima menekankan pentingnya menepatkan target dengan

kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target.

2.2.3 Pegembangan strategi

(7)

2.2.4 Penetapan pedoman kebijakan

Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan perusahaan secara keseluruhan. Kebijakan juga merupakan pedoman luas yang menghubungkan perumusan strategi dan implementasi. Kebijakan perusahaan merupakan pedoman luas untuk divisi guna mengikuti strategi perusahaan. Kebijakan-kebijakan tersebut diinterpretasikan dan diimplementasikan melalui strategi dan tujuan devisi masing-masing. Jika suatu produk atau jasa yang diusulkan atau sudah ada saat ini tidak memiliki kemampuan mendominasi pasar sehingga diperlukan kebijakan agar dapat menyesuaikan dengan yang pasar minati.

2.3. Implementasi strategi

Implementasi strategi adalah suatu proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur. Proses ini sangat memungkinkan akan terjadinya perubahan budaya secara menyeluruh, struktur dan atau sistem manajemen dari perusahaan secara keseluruhan. Dalam kondisi tertentu pada saat implementasi strategi sangat dimungkinkan dilakukan perubahan drastis pada perusahaan dimana para manajer di level menengah dan bawah akan memberikan masukan kapada manajer puncak strategi khusus yang dapat dipergunakan sehari-hari dalam memanfaatkan alokasi sumber daya perusahaan.

Program adalah pernyataan aktivitas-aktivitas atau langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai. Program mlibatkan restrukturisasi perusahaan, perubahan budaya internal perusahaan, atau awal dari suatu usaha penelitian baru.

Anggaran adalah program yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan.

Prosedur adalah sistem langkah-langkah atau tekhnik-tekhnik yang berurutan yang menggambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan. Program secara khusus merinci berbagai aktivitas yang harus dikerjakan untuk menyelesaikan program-program perusahaan.

(8)

program sesuai tata urutan yang telah diatur dalam Standard Operating Procedure (SOP) maka diharapakan target yang ditetapkan tidak meleset jauh.

Agar dapat memperoleh konsumen yang loyal maka pada devisi/bagian yang bersentuhan langsung dengan konsumen hendaknya ditempatkan pegawai-pegawai yang ramah, memiliki sopan-santun dan ber-etika. Dengan memberikan pelayanan dengan penuh ketulusan diharapkan dapat menjadikan kosumen yang ada menjadi konsumen yang loyal, dikarenakan respon konsumen sangat dipengaruhi oleh pelayanan yang berikan oleh perusahaan. Sebaik apapun produk yang ditawarkan apabila tata cara penawarannya dilakukan tidak dengan baik maka tidak akan memberikan keuntungan kepada perusahaan malah sebaliknya hanya akan merusak nama baik yang ada. Dengan pelayanan yang baik maka diharapkan konsumen yang telah bertransaksi dengan perusahaan dapat menjadi “duta perusahaan” secara tidak langsung yang dapat merekomendasikan perusahaan kita kepada rekan dan kerabat mereka.

2.4. Evaluasi dan pengendalian

Pada tahapan ini yang akan dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap proses yang telah dilalui, setiap aktivitas-aktivitas perusahaan harus dilakukan monitoring dengan memperhatikan hasil yang telah dicapai dibandingkan dengan hasil yang diinginkan. Pada tahapan ini setiap manajer disemua level menggunakan informasi yang ada melakukan perbaikan dan memecahkan masalah yang ada. Elemen ini menunjukan secara tepat kelemaha-kelemahan yang dimiliki perusahaan dalam implementasi strategi yang telah ditetapkan sebelumnya dan mendorong proses keseluruhan untuk dimulai kembali.

Evaluasi kinerja dan pengendalian ini merupakan elemen terakhir dalam model manajemen strategis. Hasil dari evaluasi ini dapat langsung dimanfaatkan pada elemen implentasi strategis atau peerumusan strategi atau juga pengamatan lingkungan.

(9)

BAB. III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan bab sebelumnya maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan, antara lain sebagai berikut:

1. Pada setiap aspek kehidupan pasti akan ditemukan persaingan, dimana persaingan yang ada dapat berupa persaingan yang positif dan persaingan yang negatif;

2. Dengan memahami bidang ilmu manajemen strategis maka diharapkan yang ada hanya persaingan yang positif, sehat dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kualitas suatu produk atau jasa yang ditawarkan;

3. Proses dalam manajemen strategis meliputi empat element dasar, yaitu : pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi dan pengendalian;

4. Pengamatan lingkungan terdiri dari analisis eksternal (kesempatan dan ancaman) dan analisis internal (kekuatan dan kelemahan), kedua analisis ini umumnya diketahui juga sebagai analisis SWOT yang berarti Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan), dan Threats (ancaman);

5. Perumusan strategi meliputi kegiatan sebagai berikut : penentuan Misi perusahaan, Tujuan perusahaan, Pegembangan strategi, dan Penetapan pedoman kebijakan;

6. Dalam penentuan tujuan perusahaan agar dapat menggunakan filosofi SMART, yaitu : SPECIFIC, MEASURABLE, ATTAINABLE, RELEVANT, TIMELY;

7. Implementasi strategi adalah suatu proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur;

8. Evaluasi dan pengendalian merupakan tahap akhir dari elemen yang ada, dengan adanya evaluasi dan pengendalian ini maka diharapkan hasil yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang;

9. Pada tahapan evaluasi dan pengendalian diharapkan perusahaan dapat memperoleh umpan balik yang jelas, tepat, dan tidak bias sebagai bahan untuk menerapkan strategi berikutnya;

10. Keseluruhan dari elemen yang ada ini dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan perusahaan dan bersaing dengan para kompetitor;

(10)

Sebagai bagian akhir dari makalah ini maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Dalam menghadapi persaingan setiap perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, lebih baik lagi apabila dapat melakukan analisis SWOT sehingga memperoleh gambaran bagaimana penerapan strategi yang akan dibuat;

2. Dengan mengetahui Strenghts (kekuatan), Weakness (kelemahan), Oppurtunities (kesempatan), dan Threats (ancaman) yang ada maka perusahaan dapat meningkatkan daya saing terhadap perusahaan kompetitor;

3. Penerapan right man on the right place merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan efisiensi atas sumber daya perusahaan yang ada;

4. Penempatan petugas pada devisi/bagian yang bersentuhan langsung dengan konsumen hendaknya untuk pegawai yang ramah, memiliki sopan-santun dan ber-etika. Karena, dengan pelayanan yang baik maka diharapkan konsumen yang telah bertransaksi dengan perusahaan dapat menjadi “duta perusahaan” secara tidak langsung yang dapat merekomendasikan perusahaan kita kepada rekan dan kerabat mereka. Sehingga, perusahaan dapat memperoleh konsumen yang baru dan mempertahankan konsumen yang lama yang semuanya akan menjadi konsumen yang loyal.

(11)

1. Hunger, J.D. dan Thomas L. Wheelen, 2003, Manajemen Strategis, Yogyakarta: Penerbit Andi;

Referensi

Dokumen terkait

pada mahasiswa FKIP Universitas Lampung angkatan 2014 yang berasal dari. luar Propinsi Lampung dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis lakukan di SD Negeri 18 Banda Aceh tepatnya di kelas VI, penulis melihat kurangnya respon siswa terhadap materi pelajaran yang

Analisis spasial wilayah potensial PKL menghasilkan peta tingkat wilayah potensial yang tersebar sepanjang Jalan Dr.Radjiman berdasarkan aksesibilitas lokasi dan

Perlu diingat bahwa unsur-unsur tubuh sedimen dasar yang ada dalam sistem ini sama dengan unsur-unsur tubuh sedimen yang ada di muara sungai

Saiful Anwar Malang yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada penulis untuk bisa belajar serta memperoleh pengalaman selama menjalankan Praktek Kerja Profesi Apoteker di

Disarankan kepada perusahaan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi keselamatan kerja dan membuat variasi yang baru dalam mengkomunikasikan keselamatan kerja,

pilih tidak terdaftar dalam pemilu terdaftar dalam daftar pemilih

Penelitian umumnya mencakup dua tahap, yaitu penemuan masalah dan pemecahan masalah. Penemuan masalah dalam penelitian meliputi identifikasi bidang masalah, penentuan