• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN BANK DAN REGULASI 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN BANK DAN REGULASI 1"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PERAN BANK SENTRAL

Peranan Bank Sentral sebagai

Lender of the Last Resort

Peran dari Bank Sentral sebagai 

lender of the last resort terhadap

sistem perbankan diperlukan karena

salah satu tugas pokok bank sentral

adalah mengatur dan menjaga

(3)

KENAPA BANK PERLU REGULASI

(DIATUR)?

Sebagai salah satu fungsi moneter, bank

memiliki peranan yang sangat besar dalam

menjaga kestabilan moneter dan perekonomian

disebuah negara. Sebagai sebuah lembaga

yang independen bank memiliki beberapa

keistimewaan dibandingkan dengan lembaga

keuangan lainnya sesuai dengan pengertian

bank yaitu lembaga keuangan yang diberikan

otoritas untuk menghimpun dana dari

masyarakat secara langsung dan

(4)

KENAPA BANK PERLU DIATUR ?

Bank menurut Pasal 1 UU No 7 Tahun

1992 tentang perbankan sebagaimana

telah diubah dengan UU No 10 tahun 1998

adalah :

“Badan usaha yang menghimpun dana

dari masyarakat dalam bentuk simpanan

dan manyalurkan kepada masyarakat

dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk

lainnya dalam rangka mengingkatkan

(5)

KENAPA BANK PERLU DIATUR ?

Bank memiliki fungsi untuk menjaga

kestabilan moneter, karena permasalahan

di perbankan dapat mengakibatkan

dampak yang serius bagi situasi

perekonomian di sebuah negara

Namun disisi lain bank dalam

menjalankan usahanya guna

(6)

 Resiko yang hadapi oleh bank tidak hanya berdampak

langsung pada karyawan, nasabah dan pemegang saham, namun juga berdampak pada perekonomian. Inilah yang sering disebut sebagai resiko sistemik.

 Resiko sistemik ini bisa terjadi bila bank sebagai sebuah

lembaga keuangan yang menjual “kepercayaan” sudah tidak lagi mendapat kepercayaan dari masyarakat, maka akan

terjadi penarikan dana oleh nasabahnya secara besar-besaran.

 Kejadian tersebut lebih dikenal dengan sebutan “run on a

bank”/ rush”, yang dapat terjadi ketika bank tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk membayar kembali nasabah yang ingin menarik dananya atau dengan kata lain bank

(7)

BISNIS BANK PENUH RESIKO

Akibat resiko tersebut tentunya akan berdampak

negatif bagi bank itu sendiri dan juga

perekonomian secara luas.

Untuk menghindari resiko tersebut, maka

otoritas perbankan merasa perlu untuk

membuat regulasi bukan hanya untuk

memastikan bahwa bank memiliki modal dan

likuiditas yang mencukupi, namun juga untuk

melindungi nasabah dan meningkatkan

(8)

RESIKO PERBANKAN

 Bank sebagai sebuah institusi keuangan yang memiliki izin

untuk melakukan banyak aktivitas, memiliki peluang yang sangat besar dalam memperoleh keuntungan, namun dalam menjalankan semua aktivitas tersebut, tentunya dibarengi dengan tingkat resiko yang tinggi pula.

 Sifat resiko tersebut sangat melekat pada seluruh aktivitas

perbankan (resiko inherent), mulai dari aktivitas bank,

produk, layanan dan kesemuanya itu berkaitan dengan uang.

 Atas dasar sifat uang yang bisa dimiliki siapapun dan sangat

mudah berpindah tangan itulah, maka segala aktivitas

(9)

RESIKO PERBANKAN

Resiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas

perbankan itu semestinya dideteksi serta

dikelola sebagaimana mestinya sehingga

tidak menimbulkan kerugian yang besar

bagi bank.

Untuk itu, setiap bank harus mengenali

resiko-resiko yang mungkin terjadi.

Pemahaman secara umum tentang

masing-masing resiko yang dihadapi sangatlah

(10)

RESIKO PERBANKAN

Resiko ini bukan untuk dihindari, namun

untuk dikelola secara baik tanpa harus

mengabaikan hasil maksimal yang ingin

dicapai. Resiko yang dapat dikelola secara

tepat akan memberikan manfaat kepada

bank dengan menghasilkan laba yang

atraktif

Untuk itulah BI menetapkan aturan bahwa

(11)

JENIS-JENIS RESIKO PERBANKAN

Pada intinya resiko yang dihadapi perbankan dapat

dibedakan menjadi dua jenis, yaitu resiko financial dan

resiko non-financial.

Resiko financial sangat terkait dengan kerugian yang

ditimbulkan secara langsung dan dapat dikalkulasikan

sedangkan resiko non-financial adalah resiko yang tidak

dapat dirasakan secara langsung maupun dikalkulasi

sebelumnya.

Dampak finansial dari resiko non-finansil ini tidak dapat

(12)

RESIKO FINANCIAL

DAN RESIKO NON FINANCIAL

Resiko financial yang terdiri dari :

resiko kredit,

resiko pasar,

resiko operasional

Sedangkan resiko non-finansial terdiri dari

resiko bisnis,

resiko stratejik,

resiko reputasional,

resiko likuditas,

(13)

RESIKO FINANCIAL

a. Resiko Kredit

Resiko kredit dapat diartikan sebagai kerugian yang ditimbulkan sehubungan dengan ketidakmampuan

peminjam/debitur atau pihak lawan/counterparty untuk

memenuhi kewajibannya atau membayar kembali dana yang dipinjamkannya secara penuh pada saat jatuh tempo atau sesudahnya.

b. Resiko Pasar

Resiko pasar ini terjadi karena adanya pergerakan harga pasar yang menyebabkan perubahan tingkat suku bunga dan atau kurs valuta asing sehingga menimbulkan selisih (kerugiaan) .  c. Resiko Operasional

(14)

RESIKO NON FINANCIAL

d. Resiko Bisnis

Resiko bisnis sangat berkaitan erat dengan

persaigan yang terjadi antar bank dan langkah

yang dapat ditempuh bank dalam menghadapi

perubahan pasar. Resiko ini bersifat jangaka

pendek dan jangka menengah.

e. Resiko Stratejik

(15)

RESIKO NON FINANCIAL

f. Resiko reputasi

Resiko reputasi adalah resiko potensial pada sebuah

perusahaan yang diakibatkan adanya opini public

yang negative tentang perusahaan tersebut. Resiko

reputasi ini seringkali dikaitkan dengan nama baik.

g. Resiko likuiditas

Adalah resiko yang disebabkan bank tidak mampu

memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo

h. Resiko kepatuhan

(16)

DAMPAK RESIKO PERBANKAN

Sebagai dampak atas terjadinya

resiko dalam perbankan, kerugian

yang ditimbulkan bukan saja

berimbas pada perekonomian namun

juga pada stakeholder (pemangku

(17)

DAMPAK RESIKO

TERHADAP PEMEGANG SAHAM

a. Dampak resiko terhadap pemegang saham

Kegagalan bank dalam mengelola resiko bukan saja

berdampak pada bank tersebut namun juga pada

pemegang saham, diantaranya :

• Hilangnya investasi mereka karena perusahaan

mengalami kebangkrutan

• Menurunnya nilai investasi mereka karena harga saham

yang turun akibat reputasi yang buruk atau penurunan

laba

• Tidak memperoleh deviden karena perusahaan

mengalami kerugian

(18)

DAMPAK RESIKO TERHADAP

KARYAWAN

b. Dampak resiko terhadap karyawan

Pengelolaan resiko yang tidak tepat juga

berdampak terhadap karyawan yang terlibat

langsung maupun tidak, seperti :

• Pengurangan bonus atau gaji karena dampak

dari penurunan laba

• Adanya tindakan indispliner karena

kesengajaan yang dapat menimbulkan kerugian

• Dan yang terparah adalah pemutusan

(19)

DAMPAK RESIKO

TERHADAP NASABAH

c. Dampak resiko terhadap nasabah

Meskipun dampak kegagalan dalam

pengelolaan resiko ini tidak langsung dan

tidak terlihat namun dapat dirasakan , seperti

:

• Menurunnya kualitas layanan yang

diberikan

• Berkurangnya jenis produk yang ditawarkan

• Krisis likuiditas

(20)

DAMPAK RESIKO

BAGI PEREKONOMIAN

 d. Dampak resiko bagi perekonomian

Sebagai sebuah lembaga yang mengelola uang sebagai aktivitas utamanya, bank memiliki resiko yang melekat dan berdampak sistemik.

 Resiko sistemik secara spesifik adalah resiko kegagalan

bank yang dapat merusak perekonomian secara

keseluruhan dan secara langsung berdampak kepada karyawan, nasabah dan pemegang saham.

Referensi

Dokumen terkait

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Tbk dengan kode BJBR.JK dan Index Harga Saham Gabungan dengan kode JKSE pada www.finance.yahoo.com Investasi saham bagi

(2009) berpendapat bahwa bank syariah dengan Proporsi Dana Pihak Ketiga yang lebih kecil daripada dana pemegang saham cenderung tidak mengelola Profit Distribution

PORTFOLIO – beli sahamnya aja, tidak terlibat langsung mengelola business model, resiko usaha sebatas saham yang dimilikinya aja. Kesamaan: Dua-duanya bicara investasi,

BNI berupaya menjadi Bank yang menunjukkan kinerja unggul untuk memberikan nilai investasi yang memuaskan bagi para pemegang saham, menjadi the bank of choice dengan

Penggunaan pada akad wadiah nasabah hanya menabung saja tetapi bank dapat mengelola dana titipan sehingga bank mendapatkan keuntungan, bank juga bisa memberikan

Tentu saja harapan para pemegang saham ialah, dengan semakin meningkatnya pemahaman tentang ajaran Islam oleh karyawan sebagai SDM Bank Syariah, akan semakin meningkat

BNI berupaya menjadi Bank yang menunjukkan kinerja unggul untuk memberikan nilai investasi yang memuaskan bagi para pemegang saham, menjadi the bank of choice dengan

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemegang saham bank dalam mengawasi dan mengontrol manajemen bank dalam mengelola NIM bank, bagi manajemen bank dapat