“TUJUAN DAN PERANAN MANAJEMEN RISIKO BANK SYARIAH”
Makalah Ini Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Manajemen Resiko Bank Syariah”
Dosen Pengampu : Nurhudawi, S.E., M.Ak
DISUSUN OLEH Kelompok 1:
Anisah Rizqiyah (0503212032) Annisa Athaya Putri Lubis (0503212085) Aprilia Amanda (0503211026)
PRODI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2024
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan limpahan berkah, rahmat, karunia dan ridho-Nya serta memberi kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Manajemen Resiko Bank Syariah dan berjudul “Tujuan Dan Peranan Manajemen Risiko Bank Syariah”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nurhudawi, S.E., M.Ak selaku dosen pembimbing pada mata kuliah ini, yang sudah mempercayakan tugas ini kepada kami. Dan sumber-sumber artikel serta buku terpercaya yang sudah memberi kami informasi untuk menyelesaikan makalah ini.
Penyusunan makalah ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman para pembaca serta dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih terdapat beberapa kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari dosen dan teman-teman sejawat demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Medan, Februari 2024
Kelompok 1
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Resiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan yang berdampak negatif terhadap pandangan dan permodalan bank. Resiko-resiko tersebut tidak dapat dihindari, tetapi dikelola dan dikendadlikan. Upaya penting yang dilakukan bank dalam penyaluran pembiayaan tersebut adalah manajemen resiko. Manajemen resiko merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh orang atau lembaga dalam mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang bisa saja timbul dalam suatu pekerjaan atau bisnis. Penerapan manajemen resiko pada bank berperan besar dalam upaya meningkatkan shareholder value melalui penerapan strategi bisnis berbasis resiko.
Bank perlu melakukan manajemen risiko sebagai bentuk tahapan metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, serta menghentikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha bank. Bank syariah memiliki resiko yang lebih kompleks dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di sector lainnya. Kompleksitas persoalan perbankan tidak semata menyangkut organ-organ perusahaan tetapi juga melibatkan nasabah dan masyarakat luas serta kondisi stabilitas perekonomian dalam mencakup luas (Pramudya & Sukmaningrum 2020). Karena pada dasarnya manusia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa yang akan dating. Kerugian sendiri merupakan bentuk dari risiko dari ketentuan dan ketetapan Allah (Sunatullah).
B. Rumusan Masalah
1. Apa Itu Manajemen Risiko Bank Syariah?
2. Apa Tujuan Manajemen Risiko Bank Syariah?
3. Apa Peranan Manajemen Risiko Bank Syariah?
4. Bagaimana Karateristik Manajemen Resiko Bank Syariah?
C. Tujuan penulisan
1. Agar Dapat Memahami Apa Itu Manajemen Risiko Bank Syariah.
2. Agar Dapat Memahami Tujuan Manajemen Risiko Bank Syariah.
3. Agar Dapat Memahami Apa Peranan Manajemen Risiko Bank Syariah.
4. Agar Dapat Memahami Bagaimana Karakteristik Manajemen Bank Syariah.
BAB II PEMBAHASAN
A. Manajemen Risiko Bank Syariah
Istilah manajemen mengacu pada kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola. Seperti yang terjadi pada banyak bidang studi lainnya yang menyangkut human, maka manajemen tergolong yang sulit didefinisikan. Menurut Mary Parker Follett, Management is the art of getting things done through people. Manajemen merupakan seni dalam mencapai tujuan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan.1
Resiko adalah potensi kerugian akibat terjadinya suatu peristiwa (events) tertentu. Resiko dalam konteks perbankan merupakan suatu kejadian potensial, baik yang dapat diperkirakan (expected) maupun yang tidak dapat diperkirakan (unexpected) yang berdampak negatif terhadap pendapatan dan permodalan bank. Resiko juga dapat dianggap sebagai kendala dalam pencapaian suatu tujuan.2
Terdapat beberapa jenis resiko dalam perbankan syariah yaitu: 3
1. Resiko Kredit, Resiko yang disebabkan oleh adanya kegagalan coounterparty dalam memenuhi kewajibannya. Dalam bank syariah, resiko pembiayaan mencakup resiko produk dan resiko terkait pembiayaan koperasi.
2. Resiko Pasar, Resiko kerugian yang terjadi pada portofolio yang dimiliki oleh bank akibat adanya pergerakan variabel pasar (Adverse movement) berupa nilai tukar dan suku bunga
3. Resiko Likuiditas, Resiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo
4. Resiko Operasional, Resiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, human error, kegagalan sistem atau yang mempengaruhi operasional bank.
1 S.E., M.Si Sampurno Wibowo, “PENGANTAR MANAJEMEN BISNIS INTRODUCTION TO BUSINESS MANAGEMENT,” 2009.
2 Muhammad Iqbal Fasa et al., “MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA,” 2016.
3 Muhammad Iqbal Fasa, “MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA,” Jurnal Studi Ekonomi Dan Bisnis Islam 1, no. 2 (2016).
5. Resiko Hukum, Resiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, seperti: adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang- undangan yang mendukung atau kelemahan perjanjian seperti tidak terpenuhinya syarat keabsahan suatu kontrak atau pengikatan agunan yang tidak sempurna.
6. Resiko Reputasi, Resiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan bank atau adanya persepsi negatif terhadap bank.
7. Resiko Strategis, Resiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penerapan dan pelaksanaan strategi bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau bank tidak mematuhi/ tidak melaksanakan perubahan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengelolaan resiko strategis dilakukan melalui penerapan sistem pengendalian internal secara konsisten.
8. Resiko Kepatuhan, Resiko yang disebabkan oleh tidak dipatuhinya ketentuan- ketentuan yang ada, baik ketentuan internal maupun eksternal.
9. Resiko Imbal Hasil, Resiko akibat perubahan tingkat imbal hasil yang dibayarkan kepada nasabah karena terjadi perubahan tingkat imbal hasil yang diterima bank dari penyaluran dana, yang dapat memengaruhi perilaku nasabah dana pihak ketiga bank 10. Resiko Investasi, Resiko akibat bank ikut menanggung kerugian usaha nasabah yang
dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil.
Istilah manajemen risiko berasal dari kata to Manage berarti control, dalam bahasa Indonesia, dapat di artikan pengendalian, menangani, dan mengelola. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat di artikan sebagai penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Stephen P. Robbin memberikan pemahaman bahwa manajemen sebagai proses mengkoordinasi dan mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja agar dapat di selesaikan secara efisien dan efektif dengan melalui orang lain. Manajemen risiko merupakan rangkaian prosedur dan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi, memantau, mengukur dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank
Dalam perspektif Islam, manajemen resiko merupakan usaha untuk menjaga amanah Allah SWT akan harta kekayaan demi untuk kemaslahatan manusia. Dalam perspektif Islam, kegiatan manajemen resiko adalah kegiatan dengan cara berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT pada harta kekayaan demi untuk kebaikan perusahaan. Berbagai sumber ayat Qur’an telah memberikan kepada manusia akan pentingnya pengelolaan resiko ini.
Keberhasilan perusahaan yang mengelola resiko, dapat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja perusahaan lebih baik. Dengan demikan, peningkatan kinerja perusahaan dengan
mengelola resiko yang baik dapat bisa dimaknai sebagai keberhasilan perusahaan dalam menjaga amanah Allah SWT.4
Perspektif Islam dalam pengelolaan resiko suatu organsiasi dapat dikaji dari kisah Yusuf dalam mentakwilkan mimpi sang raja pada masa itu. Kisah ini termaktub dalam Qur’an surat Yusuf (12) ayat 46-49 sebagai berikut :
Artinya : “(setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf Dia berseru): "Yusuf, Hai orang yang Amat dipercaya, Terangkanlah kepada Kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orangorang itu, agar mereka mengetahuinya.; Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.; kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang Amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.; kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.” (Q.S. Yusuf Ayat 46-49).
Dari kisah tersebut, bisa dikatakan bahwa pada tujuh tahun kedua akan timbul kekeringan yang dahsyat. Ini merupakan suatu resiko yang menimpa negeri Yusuf tersebut.
Namun dengan adanya mimpi sang raja yang kemudian ditakwilkan oleh Yusuf maka kemudian Yusuf telah melakukan pengukuran dan pengendalian atas resiko yang akan terjadi pada tujuh tahun kedua tersebut. Hal ini dilakukan Yusuf dengan cara menyarankan kepada rakyat seluruh negeri untuk menyimpan sebagian hasil panennya pada panenan tujuh tahun pertama demi menghadapi paceklik pada tujuh tahun berikutnya. Dengan demikian maka terhindarlah bahaya kelaparan yang mengancam negeri Yusuf tersebut. Sungguh suatu
4 Hamdi Agustin and Hasrizal Hasan, “TEORI MANAJEMEN RESIKO BANK SYARIAH,” Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking and Finance 5 (2022).
pengelolaan resiko yang sempurna. Proses manajemen resiko diterapkan Yusuf melalui tahapan pemahaman resiko, evaluasi dan pengukuran, dan pengelolaan resiko.
B. Tujuan Manajemen Resiko Bank Syariah
Dalam rangka meminimalisasi resiko yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank, maka bank harus menerapkan manajemen resiko, yaitu serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan resiko yang timbul dari kegiatan usaha bank5. Adapun tujuan manajemen resiko adalah: (1) Menyediakan informasi tentang resiko kepada pihak regulator; (2) Memastikan bank tidak mengalami kerugian yang bersifat unacceptable; (3) Meminimalisasi kerugian dari berbagai resiko yang bersifat uncontrolled; (4) Mengukur eksposur dan pemusatan resiko; (5) Mengalokasikan modal dan membatasi resiko.
Sasaran kebijakan manajemen resiko adalah mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan jalannya kegiatan usaha bank dengan tingkat resiko yang wajar secara terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan. Dengan demikian, manajemen resiko berfungsi sebagai filter atau pemberi peringatan dini (early warning system) Implementasi Manajemen Resiko Bank Syariah terhadap kegiatan usaha bank. Meskipun unsur pokok dari manajemen resiko meliputi identifikasi, mengukur, memonitor, dan mengelola berbagai eksposur resiko.
Namun, semua hal tersebut tidak akan dapat diimplementasikan tanpa disertai dengan proses dan sistem yang jelas. Keseluruhan proses manajemen resiko harus meliputi seluruh departemen atau divisi kerja dalam lembaga sehingga tercipta budaya manajemen resiko.
C. Peranan Manajemen Resiko Bank Syariah
Keberhasilan manajemen mencapai kinerja ditentukan oleh keberhasilan manajemen dalam mengelola risiko-risiko yang melekat pada setiap kegiatan bisnis Perusahaan 6. Perusahaan yang telah memahami dan mengelola risiko dengan baik adalah perusahaan dapat menarik investor. Manajemen risiko berperan dalam memberikan jaminan yang wajar terhadap pencapaian sasaran organisasi, memberikan perlindungan kepada para pemangku jabatan terhadap akibat buruk yang mungkin terjadi. Pengungkapan manajemen risiko merupakan pengungkapan atas risiko-risiko yang dikelola perusahaan dalam mengendalikan risiko yang akan datang 7. Informasi megenai manajemen risiko terdapat pada laporan keuangan bank. Informasi yang dipublikasikan sebagai pengumuman akan memberikan
5 Zainul Arifin, DASAR-DASAR MANAJEMEN BANK SYARIAH (Tanggerang: Azkia Publisher, 2009).
6 Maychael Maychael and Dewi Cahyani Pangestuti, “Peran Manajemen Risiko Dalam Memoderasi Rasio Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan,” Owner 6, no. 4 (October 1, 2022): 3398–3411,
https://doi.org/10.33395/owner.v6i4.1137.
sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi yang dipublikasikan sebagai pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Manajemen risiko memberikan pemahaman kepada perusahaan untuk mengelola risiko di seluruh unit bisnis dan membantu mereka untuk meningkatkan pengembalian modal dan efisiensi modal.
Nocco & Stulz (2006) dalam Munawwaroh (2017)8menemukan bahwa perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif jangka panjang. Manajemen risiko memberikan manfaat mikro bagi perusahaan dengan menentukan tanggung jawab pengambilan risiko pada tingkat yang lebih rendah. Manajemen risiko berperan dalam melindungi modal dan mengoptimalkan return terhadap risiko9. Skala operasi yang luas dan volume usaha yang terus meningkat, membuat sektor perbankan di Indonesia harus menerapkan pola pengelolaan risiko secara terintegrasi untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan seluruh eksposur risiko.
D. Karakteristik Manajemen Resiko Bank Syariah
Perbankan syariah adalah salah satu unit bisnis dengan demikian bank syariah juga akan menghadapi manajemen risiko. Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang rentan akan risiko. Secara garis besar, risiko yang di hadapi oleh bank syariah relaatif sama dengan bank konvensional. Namun bank syariah memiliki keunikan tersendiri dalam menghadapi risiko karena harus mengikuti prinsip-prinsip syariah 10
Pada dasarnya proses manajemen risiko dapat dilakukan melaui tahapan-tahan sebagai berikut di antaranya: 1) Identifikasi risiko Dalam mengidentifikasi bentuk risiko yang di hadapi atau terjadi oleh sebuah lembaga, dapat dilakukan dengan menelusuri sumber risiko sampai terjadinya risiko yang tidak diinginkan, 2) Evaluasi dan pengukuran risiko Dalam tahapan ini dilakukan untuk memahami karakteristik risiko dengan lebih baik sehingga dapat lebih mudah di kendalikan. 3) Pengelolaan risiko Setiap bisnis akan menghadapi risiko sendiri dan karakteristik risikonya juga berbeda. Dalam hal ini memerlukan pengelolaan
7 Devica Pratiwi and Budi Kurniawan, “Pengaruh Penrapan Manajemen Resiko Terhadap Kinerja Keuangan …,”
Jurnal Akuntansi Bisnis, vol. 73, n.d.
8 Zahrotul Munawwaroh, Uin Syarif, and Hidayatullah Jakarta, “ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN,” Jurnal Administrasi Pendidikan, 2017.
9 Agung Supriyadi and Christina Tri Setyorini, “Pengaruh Pengungkapan Manajemen Risiko Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kinerja Keuangan Di Industri Perbankan Indonesia,” Owner (Riset Dan Jurnal Akuntansi) 4, no. 2 (August 2, 2020): 467, https://doi.org/10.33395/owner.v4i2.257.
10 Akbar et al., “Manajemen Risiko Di Perbankan Syariah,” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 1, no. 2 (2022).
risiko tersebut. Pada umumnya pengelolaan risiko dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menghindari atau menahan, memverifikasi. Cara termuda adalah dengan menghindari jenis risiko, dalam situasi ini risiko dapat di tahan atau ditanggung sendiri. Teknik verifikasi biasanya banyak dilakukan untuk menyebarkan risiko kepada berbagai asset sehingga kemungkinan mengahdapi kerugian dapat di kecilkan 11
11 Rizki Ramadiyah, “Model Sistem Manajemen Resiko Perbankan Syariah,” Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 2014.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Manajemen risiko merupakan rangkaian prosedur dan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi, memantau, mengukur dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank. Dalam perspektif Islam, manajemen resiko merupakan usaha untuk menjaga amanah Allah SWT akan harta kekayaan demi untuk kemaslahatan manusia. Dalam perspektif Islam, kegiatan manajemen resiko adalah kegiatan dengan cara berusaha untuk menjaga amanah Allah SWT pada harta kekayaan demi untuk kebaikan perusahaan.
Adapun tujuan manajemen resiko adalah: (1) Menyediakan informasi tentang resiko kepada pihak regulator; (2) Memastikan bank tidak mengalami kerugian yang bersifat unacceptable; (3) Meminimalisasi kerugian dari berbagai resiko yang bersifat uncontrolled;
(4) Mengukur eksposur dan pemusatan resiko; (5) Mengalokasikan modal dan membatasi resiko.
Manajemen risiko berperan dalam memberikan jaminan yang wajar terhadap pencapaian sasaran organisasi, memberikan perlindungan kepada para pemangku jabatan terhadap akibat buruk yang mungkin terjadi. Pengungkapan manajemen risiko merupakan pengungkapan atas risiko-risiko yang dikelola perusahaan dalam mengendalikan risiko yang akan dating. Pada umumnya pengelolaan risiko dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menghindari atau menahan, memverifikasi. Cara termuda adalah dengan menghindari jenis risiko, dalam situasi ini risiko dapat di tahan atau ditanggung sendiri. Teknik verifikasi biasanya banyak dilakukan untuk menyebarkan risiko kepada berbagai asset sehingga kemungkinan mengahdapi kerugian dapat di kecilkan.
B. Saran
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.
Sehingga bisa terus menghasilkan penelitian dan karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang.
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, Hamdi, and Hasrizal Hasan. “TEORI MANAJEMEN RESIKO BANK SYARIAH.” Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking and Finance 5 (2022).
Akbar, Eril, Muhammad Wahyudin Abdullah, and Murtiadi Awaluddin. “Manajemen Risiko Di Perbankan Syariah.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 1, no. 2 (2022).
Arifin, Zainul. DASAR-DASAR MANAJEMEN BANK SYARIAH. Tanggerang: Azkia Publisher, 2009.
Fasa, Muhammad Iqbal. “MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.” Jurnal Studi Ekonomi Dan Bisnis Islam 1, no. 2 (2016).
Fasa, Muhammad Iqbal, Kandidat Doktor, Ekonomi Islam, Uin Sunan, and Kalijaga Yogyakarta.
“MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA,” 2016.
Maychael, Maychael, and Dewi Cahyani Pangestuti. “Peran Manajemen Risiko Dalam Memoderasi Rasio Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan.” Owner 6, no. 4 (October 1, 2022): 3398–3411.
https://doi.org/10.33395/owner.v6i4.1137.
Munawwaroh, Zahrotul, Uin Syarif, and Hidayatullah Jakarta. “ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN.” Jurnal Administrasi Pendidikan, 2017.
Pratiwi, Devica, and Budi Kurniawan. “Pengaruh Penrapan Manajemen Resiko Terhadap Kinerja Keuangan
….” Jurnal Akuntansi Bisnis. Vol. 73, n.d.
Ramadiyah, Rizki. “Model Sistem Manajemen Resiko Perbankan Syariah.” Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 2014.
Sampurno Wibowo, S.E., M.Si. “PENGANTAR MANAJEMEN BISNIS INTRODUCTION TO BUSINESS MANAGEMENT,” 2009.
Supriyadi, Agung, and Christina Tri Setyorini. “Pengaruh Pengungkapan Manajemen Risiko Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Kinerja Keuangan Di Industri Perbankan Indonesia.” Owner (Riset Dan Jurnal Akuntansi) 4, no. 2 (August 2, 2020): 467. https://doi.org/10.33395/owner.v4i2.257.