• Tidak ada hasil yang ditemukan

Afriyani Anzari Makalah MPKTB Polusi Uda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Afriyani Anzari Makalah MPKTB Polusi Uda"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Afriyani Anzari

NPM : 1206204001

Kelas : 8

Makalah MPKT B

Polusi Udara di Kota Besar

BAB I

Pendahuluan

1. Latar Belakang

Udara merupakan media lingkungan yang memiliki peranan penting bagi kebutuhan dasar manusia. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kulaitasnya sehingga dapat memberikan daya dukung bagi makhluk hidup untuk hidup secara optimal. Namun, seiring berjalannya waktu, udara tidak lagi sehat untuk makhluk hidup dan telah tercemar. Hal tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Dan hal ini lah yang menjadi dasar adanya pembahasan mengenai polusi udara. Polusi udara sudah menjadi masalah besar di kota-kota besar dan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti topografi, kependudukan, iklim, cuaca dan tingkat perkembangan sosio ekonomi dan industrialisasi. Masalah-masalah ini akan meningkat keadaannya jika jumlah penduduk perkotaan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Polusi udara perkotaan diperkirakan memberi kontribusi bagi 800.000 kematian tiap tahun. Hal itu berdasarkan data dari WHO/UNEP. Saat ini banyak sekali negara berkembang menghadapi masalah polusi udara yang jauh lebih serius dibandingkan negara maju. Polusi udara dapat membawa pengaruh bagi kesehatan dan peningkatan angka kematian. Hal tersebut berakibat pada penurunan produktivitas dan peningkatan pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, polusi udara juga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup penting.

2. Tujuan Makalah

Adapun tujuan pembuatan makalah ini, antara lain: *Menganalisis polusi udara di perkotaan.

*Menjelaskan penyebab dan dampak polusi udara.

*Memberikan contoh kasus yang berkaitan dengan polusi udara. *Memberikan solusi untuk mengurangi polusi udara.

(2)

BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Polusi Udara

Polusi udara adalah sejenis gas yang dapat membahayakan makhluk hidup dan berasal dari asap hasil kegiatan manusia seperti asap kendaraan bermotor, asap-asap sisa pembakaran dan pabrik-pabrik tertentu atau sejenis yang lainnya yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Polusi dapat menimbulkan penyakit karena di dalam polusi itu terkandung virus-virus penyakit yang dapat membahayakan kesehatan kita. Banyak penduduk yang mengeluh karena banyaknya polusi udara, sampai sekarang pun belum ada cara ampuh untuk menangani polusi udara karena semakin hari penggunaan kendaraan bermotor semakin banyak yang asap-asapnya dapat memicu banyaknya tingkat polusi di udara. Tingkat polusi udara di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan salah satu studi melaporkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ketiga di dunia. World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan atau partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City.

B. Penyebab Polusi Udara

1. Asap Kendaraan Bermotor

(3)

CO merupakan racun bagi fungsi-fungsi darah, SO2 dapat menimbulkan penyakit sistem pernafasan.

2. Pabrik-Pabrik Industri

Bagi pabrik industri yang bahan bakunya banyak menggunakan zat-zat kimia organik maupun anorganik sangat rentan menyebabkan polusi di udara. Hasil pembuangan dari pabrik-pabrik industri itulah yang akan menimbulkan racun. Berbagai bentuk penyakit akan timbul pada masyarakat di sekitar pabrik atau pada pekerjanya sendiri akibat masuknya zat-zat buangan ke dalam tubuh. Contoh penyakit yang ditimbulkan akibat gas buangan pabrik yaitu Pneumokoniosis, yaitu segolongan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan debu-debu dalam paru-paru.

3. Pembakaran Sampah Rumah Tangga

Proses pembakaran sampah walaupun skalanya sangat kecil tetapi sangat berperan dalam menambah jumlah zat pencemar di udara terutama debu dan hidrokarbon. Hal penting yang perlu diperhitungkan dalam emisi pencemaran udara oleh sampah adalah emisi particulat akibat proses pembakaran, sedangkan emisi dari proses dekomposisi yang perlu diperhatikan adalah emisi HC atau hidrokarbon dalam bentuk gas methana. Zat atau gas polutan ini tidak hanya berbahaya bagi lingkungan tetapi juga berbahaya langsung terhadap manusia. Polutan yang dihasilkan akibat pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan pemicu kanker.

4. Asap Vulkanik

Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap letusan gunung berapi yang menebarkan partikel-partikel debu di udara menyebabkan polusi di udara yang berdampak buruk bagi masyarakat di sekitar pegunungan. Hal itu dapat memicu penurunan kesehatan bagi masyarakat pegunungan tersebut.

5. Asap dari Pembakaran Batu Bara

Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik dapat membebaskan partikel, nitrogen oksida dan sulfur dioksida ke udara yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan pertumbuhan tumbuhan.

6. Chloro Fluoro Carbon (CFC)

CFC yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan seperti kulkas, AC, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray serta alat pemadam kebakaran juga menjadi salah satu penyumbang bagi polusi di udara. Gas ini juga dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi.

7. Timbal

(4)

berbentuk debu atau partikulat yang berbahaya jika terhirup oleh manusia terutama oleh anak-anak.

C. Dampak Polusi Udara

1. Polusi udara yang terjadi sangat berpotensi mengganggu kesehatan.

Menurut perhitungan kasar dari World Bank tahun 1994 dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta, jika konsentrasi partikulat (PM) dapat diturunkan sesuai standar WHO, diperkirakan akan terjadi penurunan polusi udara tiap tahunnya. Tetapi saat ini yang sangat memprihatinkan adalah dalam kurun waktu dekat ada 1400 kasus kematian bayi prematur, 2000 kasus rawat di rumah sakit, sebanyak 49.000 kunjungan ke gawat darurat, 600.000 serangan asma, 124.000 kasus bronchitis pada anak, 31 juta gejala penyakit saluran pernafasan, dan 7,6 juta hari kerja yang hilang akibat gangguan saluran pernafasan. Suatu jumlah yang sangat signifikan dari sudut pandang kesehatan masyarakat dan itu semua dikarenakan polusi udara yang semakin banyak setiap tahunnya. Dari sisi ekonomi, pembiayaan kesehatan akibat polusi udara juga diperkirakan mencapai hampir 220 juta dolar pada tahun 1999. Dapat dibayangkan total biaya kesehatan pada tahun ini jika melihat bahwa setiap tahunnya polusi udara di Jakarta semakin meningkat.

Selain itu, polusi udara juga dapat berakibat pada terganggunya kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Anak-anak dapat mudah terserang penyakit anemia. Hal itu dikarenakan masuknya timbal dalam sel-sel darah merah yang merupakan salah satu unsur penyebab polusi udara. Timbal yang masuk ke dalam tubuh akan merusak sel-sel darah merah yang seharusnya dikirim ke otak. Akibatnya, terjadilah gangguan pada otak. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah anak dapat mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Dalam hal pertumbuhan fisik, keberadaan timbal ini akan berdampak pada beberapa gangguan, seperti keterlambatan pertumbuhan anak dan gangguan pendengaran pada anak.

Pada orang dewasa, timbal dapat mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan. Timbal juga mengganggu fungsi jantung, fungsi pernafasan, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker. Bagi ibu hamil, timbal akan membawa dampak yang buruk bagi janin yang dikandungnya, menghambat tumbuh kembang otaknya bahkan dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil tersebut.

2. Dampak polusi udara pada lingkungan dan tumbuhan

Polusi udara dapat berdampak negatif pada keseimbangan lingkungan. Fotosintesis tumbuhan dapat terhambat akibat adanya tingkat polusi udara yang tinggi. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis. Jika tumbuhan dapat terganggu akibat polusi udara, maka hal ini akan berdampak pada lingkungan yang akan terganggu keseimbangannya karena berkurangnya tumbuhan di alam.

(5)

Hujan asam terjadi karena banyaknya senyawa CO2 di atmosfer. Hujan asam ini dapat mempengaruhi kualitas air permukaan, merusak tanaman, melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah dan air permukaan, serta bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

4. Efek rumah kaca dan kerusakan lapisan ozon

Secara ilmiah, ozon berfungsi untuk menyaring 99% radiasi sinar ultraviolet. Penipisan lapisan ozon yang diakibatkan oleh peningkatan polusi di udara dapat berdampak pada peningkatan radiasi sinar ultraviolet ke bumi. Jika hal ini terus terjadi maka akan berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit kanker kulit, kanker mata, dan katarak. Partikel-partikel radioaktif juga dapat menyebabkan kanker.

D. Solusi untuk Mengurangi Polusi Udara

1. Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Hal ini dapat menjadi solusi yang baik dalam mengurangi polusi di udara karena akan mengurangi asap kendaraan bermotor yang membahayakan kesehatan manusia.

2. Lakukan penghijauan dan reboisasi. Hal itu dapat menurunkan polusi udara oleh CO2

3. Perbanyak jalur hijau atau RTH di kota-kota besar. Hal ini sangat berarti karena akan menghidupkan banyak tumbuhan yang berperan penting dalam menyerap CO2 di udara.

4. Memasang penyaring udara pada cerobong asap pabrik untuk menyaring partikel-partikel yang bercampur asam agar tidak tersebar ke udara.

5. Menetapkan kawasan industri yang jauh dari kawasan pemukiman warga, mengurangi pemakaian minyak bumi dan batu bara pada industri dan pembangkit listrik.

6. Memanfaatkan alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya dan energi panas bumi untuk menggantikan energiminyak bumidan batu bara.

7. Pengawasan yang ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar dan melarang warga membakar semak belukar di sekitar hutan.

8. Perlunya ketentuan hukum Internasional yang mengikat bagi semua warga yang melakukan percobaan nuklir di kawasan terbuka.

9. Pemberian sanksi yang tegas bagi negara yang melakukan pelanggaran diharapkan dapat mengurangi dampak radioaktif.

(6)

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Polusi udara merupakan fenomena yang sangat membahayakan kelangsungan hidup makhluk hidup. Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya polusi di udara. Faktor penyebab polusi udara dapat membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Selain itu, polusi udara juga akan membawa dampak yang buruk bagi tumbuhan dan keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukannya solusi-solusi untuk mengurangi jumlah polusi yang tersebar di udara.

Lampiran

Daftar Pustaka

fat.net76.net/PencemaranUdara/materi2.html. Diakses pada tanggal 25 Mei 2013.

www.dnaberita.com/berita-82744--penyebab-dan-dampak-polusi-udara.html. Diakses pada tanggal 25 Mei 2013.

ikrommustofa.blogspot.com/2011/12/pencemaran-udara-di-negeri-tropis.html?m=1. Diakses pada tanggal 25 Mei 2013.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan dilakukannya hal tersebut diharapkan mahasiswa dapat mengenali emosinya sendiri, memotivasi diri sendiri, mengatur bagaimana emosi agar tetap stabil,

Hermanto (2008: 6) dalam jurnal penelitiannya menyatakan bahwa pada umur-umur awal anak, pembentukan organ artikulasi baik pradasar maupun dasar merupakan prasyarat

Peralatan yang digunakan untuk karakterisasi terdiri dari spektrofotometer UV-Vis (PG Intruments Ltd. T70) untuk mengukur sifat absorpsi bahan, spektrofotometer

Maka dari itu, terus menerus melakukan pencermatan masalah G30S demi pelurusan sejarah adalah mutlak penting Tanpa menunggu terbukanya isi kotak Pandora-G30S dan

(2007) Laboratorium Pemrograman dan Informatika Teori Universitas Islam Indonesia Yogyakarta [4] dengan permasalahan yaitu Seringkali penyelesaian masalah jalur

Sehubungan dengan diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Kandeman, praktikan merasa perlu untuk mengetahui lebih dalam tentang

Kelas verba yang ditemukan pada data terdiri dari (1) verba murni, yakni verba yang tidak berasal dari kelas kata lain, (2) verba denominal, yakni verba yang terbentuk dari nomina,

PERBEDAAN PANDANGAN HITLER DENGAN DOENITZ DALAM STRATEGI PERANG ANGKATAN BERSENJATA JERMAN : PERANAN U-BOAT PADA BLOKADE INGGRIS DI LAUTAN ATLANTIK 1939- 1944.. Universitas