• Tidak ada hasil yang ditemukan

Plot kampung kauman yang Hilang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Plot kampung kauman yang Hilang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Plot yang Hilang

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”- Anies Baswedan

“Mendidik adalah panggilan. Dengan mendidik kita telah memberikan sumbangsi dalam mewujudkan salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mencerdaskan kehidupan bangsa.”- Ilmal Satriani

Menjadi seorang relawan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Bukan hanya mengorbankan waktu dan tenaga. Tetapi hal yang sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan diri sendiri memang jauh lebih sulit daripada mengikuti ujian final di kelas dengan mata kuliah paling sulit yang dipandu oleh dosen paling killer sekalipun. Inilah salah satu plot dalam hidupku yang akan aku bagi bersama kalian.

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan utama bangsa Indonesia. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut yaitu melalui pendidikan. Pendidikan yang dimiliki oleh suatu bangsa akan berdampak pada peradaban bangsa tersebut. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan faktor utama untuk memajukan sebuah negara. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tugas pemerintah.

Aku pernah membaca sebuah kalimat. Awalnya aku tidak mengerti apalagi tersentuh dengan tulisan tersebut.

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”- Anies Baswedan

Disinilah aku menemukan diriku. Seorang pendidik yang dulunya aku tidak pernah mengira. Secara teknis aku adalah guru bagi mereka, tapi pada dasarnya akulah yang berguru kepada mereka. sebab sekolah memang tanpa batas, setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.

(2)

Di penghujung Oktober 2015 aku terbang ke Bumi Sriwijaya. Mengikuti kegiatan kepemudaan nasional. Sriwijaya Leaders Forum. Aku menikmati asap yang sebelumnya hanya aku nikmati di layar televisi. Aku sempat mengalami permasalahan pernafasan ketika pertama kali menginjakkan kaki. Namun, aku mencoba terbiasa. Kami mengikuti serangkaia kegiatan. Aku menikmati. Namun, disini plot hebat dalam hidupku dimulai. Ketika kami melakukan kegiatan yang diberi judul, youth action. Kami akan melakukan kegiatan tersebut di Desa Burai. Aku tidak pernah membayangkan. Namun, sebelum ke desa, kami akan melakukan kegiatan penggalangan dana. Tanpa modal seperserpun. Tanpa alat komunikasi. Survive di Pasar. Bersama dengan teman kelompok yang telah dibagi sebelumnya.

Aku bersama rekanku dari Jambi. Kami berkeliling tapi nampaknya belum ada yang mmepercayai kami. Kami masih asing. Aku melihat seorang bapak yang berjualan Telur Puyu. Akupun menghampirinya dan menceritakan perihal kami ada disini. Bapakpun dengan sennag hati. Kamipun bekerja sama. Kami menjual telur dengan harga yang naik sekitar seribu rupiah. Kamipun berkeliling pasar menawarkan jualan kami, sambil berteriak. Tello… tello…tello…. Alhamdulillah jualan kami laris terjual dan penghasilan kami diluar ekspektasi. Hal yang paling membuatku merasa berharga adalah Si Bapak Penjual Telur tersebut meniru cara kami berjualan. Jika selama ini bapak hanya berjualan di satu titik saja, tidak seperti kami yang berkeliling. Alhamdulillah saya merasa bahagia yang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Terima Kasih Ya Allah… telah memperjalankaku. Setiap orang adalah penginspirasi bagi lainnya.

Menghadapi generasi mudo Palembang di Desa Burai, mereka adalah remaja yang berusia sekitar duabelas hingga limabelas tahun. Mereka menceritakan pengalamannya. Problematika yang mereka hadapi. Rokok dan masalah yang mereka hadapi. Entah dimana saya langsung menggambarkan Paru-paru tak lupa Bronkus dan bronkiolus. Sayapun menjelaskan tentang bahaya rokok sambil mengingat pelajaran Biologi yang pernah saya tempuh di bangku SMP. Berbagai inspirasi kepada mereka. menceritakan tentang diriku apa adaya. Serta beberapa pengalam yang pernah saya lalui yang menurut saya bias memberi mereka secuil inspirasi. Serta proses bagaimana aku bias bersua dengan mereka. Tak lupa aku bertanya tentang apa yang akan mereka lalukan terhadap kampong mereka Tentang Palembang. Jika merek bertemu dengan Pejabat semisalnya Presiden atau setidaknya Pak Hattarajasa yang notabenenya adalah pejabat yang berasal dari wong kito galoh. Walaupun hanya sedikit inspirasi yang aku bagikan kepada mereka, tapi aku kembali merasakan sebuah kebahagian yang tak bias aku lukiskan pada sebuah tinta.

Belum cukup seminggu di Kota Daeng aku diberi kesempatan menimbah ilmu di Taiwan. Summer School 2015. Aku menjadi delegasi. Aku merasa sangat bahagia. Sebab ini adalah kali pertama aku meninggalkan Negeriku, Indonesia. aku merasa bahagia. Aku menikmati anugrah yang telah diangurehakan Sang Ilahi dengan penuh kesyukuran. Alhamdulillah… terima Kasih Ya Allah.

(3)

Aku mengenang ketika berada di Desa Burai. Di sebuah desa yang di kelilingi tembusan sungai Musi (Kata teman2). Aku ingat senyum polos Daniel dan teman-temannya. Ketika Daniel bercerita ketika dia dewasa, menjadi pejabat atau setidaknya ketika di bersua dengan pemerintah. Polos dan aku menikmati semunya. Aku berharap bias kembali bersua bersama mereka kelak.

Di awal tahun 2016 aku memilih bergabung pada sebuah NGO. Entah mengapa aku memilih mencari kesibukan. Ketika teman kelasku telah memperisapkan ujian Akhir aku sibuk mecari kesibukan di luar. Sambil mencari Plot yang hilang dalam diriku. Entah apa dan mengapa? Aku smepat diragukan oleh Koordinator relawan pada NGO tersebut, untuk bergabung dengan mereka. entahlah waktu yang akan menjawab semuanya.

Apa yang anda fikirkan ketika mendengar kata Panti Asuhan? Panti Asuhan di tengah kota? Di sebuah kanal. Ya, disitulah tempatku berbagi dan menimbah ilmu. Aku mengira adik-adik di Panti Asuhan mudah untuk ditaklukkan seperti peserta didik di dalam kelas. Ternyata tidaklah mudah menaklukkan mereka. awalnya aku sempat bertanya. ‘Apakah kami diterima jadi relawan?’. Menaklukkan mereka bukan hanya memenagkan hati mereka tapi terlebih dahulu haruslah mengalahkan ego yang kita miliki.

Aku sanagt bahagia bias bertemu dengan adik-adik di panti. Berbagi bersama mereka adalah hal yang menyenagkan. Melihat tawa mereka. melihat ekspresi mereka adalah penghilang penat. Melihat tawa dan sambutan mereka adalah jawaban plot yang hilang dari dalam diriku. Terima kasih, adik-adikku.

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat luasnya masalah pembuatan biogas dapat dibuat dari berbagai macam bahan baku (kotoran hewan atau sampah) dan bahan reaktor dapat bemacam-macam maka

Objektif kajian adalah untuk mengenal pasti tahap pengaruh televisyen (pelakon, keganasan, senjata, situasi, ditiru, kesan) terhadap murid-murid sekolah, mengenal pasti

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan atau mengembangkan variabel lain selain dari variabel yang digunakan pada penelitian ini yang diduga mempengaruhi

Daerah proyek yang keadaan lapanganya atau pada tempat – tempat lokasi bangunan yang masih berupa hutan, maka sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, agar terlebih

Prosentase angka kematian ternak 5% 7,6% 6% - 5.2.21 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak... 5.2.22.22 Pengembangan budidaya ternak kambing/domba

Kesenian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul bermacam – macam jenis kesenian yang ada di Gunungkidul khususnya di desa Kemadang masih banyak dari tabel dibawah merupakan

M eteorologi mengenal sistem skala dalam melakukan sebuah analisis. Skala global merupakan skala meteorologi yang paling luas. Skala global dapat mempengaruhi fenomena meteorologi

HUMAS dari Badan POM dalam kegiatan “Badan POM Sahabat Ibu” dalam melakukan pemberitaan/menyebarkan informasi yang bertujuan untuk mendapatkan respon positif dengan