Tanggung Jawab Kita Sebagai Manajer Alam (1)

30  1253 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Makalah MPKT-B

Tanggung Jawab Kita Sebagai Manajer Alam

Oleh Home Group 1

Egi Rizky Septiana 1506690422

Muhammad Abdul Aziz 1506689774

Muthia Mazayya Pitari 1506690302

Nahla Savira Novelina 1506690233

Putri Aprilita 1506726832

Shafa Dwi Andzani 1506690063

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS INDONESIA

2016

(2)

Kata Pengantar

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “Tanggung Jawab Kita sebagai Manajer Alam”, suatu hal yang sangat penting bagi manusia yang derajatnya lebih tinggi dari makhluk lain dikarenakan kita dibekali akal yang harus kita gunakan dengan baik dalam menjaga dan memanfaatkan alam sebagai tempat kita hidup di Bumi.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah manajemen alam oleh manusia dan sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah MPKT-B. Dalam proses pendalaman materi manajemen alam ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Dr. Nani Nurhaeni S.Kp., M.N serta semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan dapat dijadikan salah satu acuan dalam pembahasan mengenai manajemen alam. Kami sadar masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu, kami berharap kritik dan saran dari dosen pembimbing dan pembaca demi perbaikan.

Depok, 27 Maret 2016

Tim Penulis

Abstrak

(3)

Makalah ini membahas tentang tanggung jawab manusia sebagai manajer alam. Kita sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran oleh Tuhan, tentu dengan akhlak mulia dan moral harus melakukan tugas sebagai pengelola sumber daya alam guna memenuhi segala kebutuhan sehari-hari. Selain melakukan pemanfaatan alam, manusia juga harus menjaga serta melestarikan alam agar sumber daya alam tidak habis dan dapat digunakan secara terus-menerus. Manusia diharapkan dapat menjaga keseimbangan alam yang telah ada. Namun banyak manusia yang memiliki rasa egoisme yang tinggi sehingga keseimbangan lingkungan sulit tercapai . Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya agar kita bisa menikmati dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tanpa harus merusaknya sehingga generasi selanjutnya juga dapat menikmati hasil dari alam yang kita jaga.

Kata kunci: manusia, lingkungan, pengelolaan, sumber daya alam

Daftar Isi

HALAMAN MUKA...i

KATA PENGANTAR...ii

ABSTRAK...iii

DAFTAR ISI...iv

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang Masalah...1

(4)

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan Penulisan...2

1.4 Metode Penulisan...2

1.5 Sistematika Penulisan...2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri...3

2.1.1 Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, dan Kesehatan Mulut...3

2.1.2 Air Rahasia Kehidupan...4

2.2.2 Cara Mewujudkan Lingkungan Sehat yang Bebas Penyakit...7

2.3 Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar...8

BAB III TANGGUNG JAWAB KITA SEBAGAI MANAJER ALAM...2

3.1 Wacana CL-2...i

(5)

3.2 LSPB yang Terkait dengan Wacana...i

3.2.1 Keterkaitan Materi LSPB 1 : Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri...2

3.2.2 Keterkaitan Materi LSPB 2 : Kita Sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan...2

3.2.3 Keterkaitan Materi LSPB 3 : Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar...2

3.2.4 Keterkaitan Materi LSPB 4 : Kita Sebagai Manajer Alam Global...2

3.2.5 Keterkaitan Materi LSPB 5 : Kita Sebagai Manajer Pembangunan...2

3.2.6 Keterkaitan Materi LSPB 6 : Kita Sebagai Manajer Penanggulangan Bencana...2

BAB IV PENUTUP...30

4.1 KESIMPULAN...i 4.2 SARAN

DAFTAR PUSTAKA

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negeri yang terkenal akan kekayaan alamnya. Namun, di sisi lain masih banyak permasalahan yang terjadi dalam upaya melestarikan alam Indonesia tersebut. Penyebabnya bukan hanya bersumber dari Indonesianya sendiri sebagai bagian dari bumi, akan tetapi manusia sebagai manajer alam sekitar juga belum cukup baik dalam menjaga keseimbangan alam. Masalah datang dari berbagai sektor meliputi lingkungan, kesehatan, hingga pertambahan jumlah penduduk.

Kelangsungan hidup manusia di masa depan tergantung pada keadaan masa kini. Jika manusia tidak dapat menjaga lingkungan di masa sekarang maka akan menimbulkan masalah baru yang dapat membahayakan kehidupan manusia sendiri, terutama untuk generasi selanjutnya. Masalah lingkungan biasanya disebabkan oleh pencemaran yang bersumber dari kegiatan manusia sehari-hari.

Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, memiliki resiko terjadinya bencana yang lebih besar. Penduduk diharuskan dapat meminimalisasi efek pasca terjadinya bencana. Pemerintah perlu bekerjasama dengan masyarakat dalam mengidentifikasi bencana. Bencana yang timbul tidak hanya disebabkan oleh alam, akan tetapi juga perilaku manusia yang mencemari lingkungan. Lingkungan yang sehat merupakan langkah awal dalam menanggulangi bencana.

Masalah lain yang sering muncul adalah mengenai populasi penduduk. Bumi diperkirakan tidak dapat menampung seluruh populasi manusia pada suatu waktu karena pertumbuhan manusia yang sangat pesat. Pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak terkendali dapat menurunkan kualitas hidup manusia, khususnya dalam kesehatan dan kelayakan hidup. Pencegahan penyakit dapat dicegah dengan memperbaiki gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur .

(7)

penyebab masalah tersebut. Dengan demikian, kami perlu menggali informasi seluas-luasnya mengenai sebab-akibat suatu masalah, khususnya yang terkait dengan bencana, kesehatan, dan populasi.

1.2 Rumusan Masalah

a. Apa saja masalah atau poin penting yang terdapat dalam wacana?

b. Apa peran kita sebagai manager alam ?

c. Bagaimana keterkaitan LSPB dengan Wacana ?

d. Apa masalah - masalah yang terjadi di Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan

a. Mengetahui poin penting yang ada di wacana

b. Mengetahui peran kita sebagai manager alam

c. Mengetahui keterkaitan antara LSPB dengan masalah yang ada di wacana

d. Mengetahui masalah - masalah yang ada di Indonesia

1.4 Metode Penulisan

Penulis memakai metode studi literatur dan kepustakaan dalam penulisan makalah ini. Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media lain seperti web, e-books, dan perangkat lainnya yang menggunakan bantuan internet.

1.5 Sistematika Penulisan

(8)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri

2.1.1 Kesehatan, Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Mulut

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan merupakan sebuah kesejahteraan fisik, sosial dan mental yang lengkap, serta bukan hanya kondisi dimana seseorang tidak terserang suatu penyakit. Konsep tersebut dikenal dengan konsep segitiga kesehatan. Sementara itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, kesehatan merupakan keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang melalukan kegiatan sosial dan ekonominya secara produktif. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa kesehatan merupakan sumber daya hidup bagi seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang, yaitu latar belakang, gaya hidup, serta kondisi-kondisi sosial dan ekonomis. Faktor-faktor tersebut dinamakan faktor penentu kesehatan. Latar belakang seseorang mencakup lingkungan tempat tinggal orang tersebut, dimana dipengaruhi oleh ketersediaan air bersih, perumahan yang memadai, serta lingkungan masyarakat dan jalan yang aman.

(9)

manajemen stres, dan hidup bersih. Hidup bersih sendiri salah satunya dapat dilakukan dengan cara menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Mulut yang tidak dirawat dengan baik akan berisiko terserang penyakit mulut, seperti sakit gigi, penyakit gusi, kanker mulut, kanker tenggorokan, dan sebagainya. Maka dari itu, kesehatan mulut dan gigi harus dipertahankan dengan baik dengan cara makan makanan sehat, tidak merokok atau menggunaka tembakau, tidak mengonsumsi alkohol, menjaga kebersihan mulut dengan rajin menggosok gigi (fluorodisasi), serta sering mengonsumsi sayuran untuk menghindari risiko kanker mulut.

2.1.2 Air Rahasia Kehidupan

Air memegang peranan penting dalam kehidupan. Komposisi utama setiap organisme yang ada di Bumi tersusun dari air dan membutuhkan air. Air terbagi menjadi dua, yaitu air bersih dan sehat dan air yang tercemar. “Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak”(Permenkes, 1990). Air yang sehat adalah air yang tidak merugikan kesehatan pemakainya (Wagner & Lonik, 1959).

Air bersih dan sehat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan standar hidup manusia. Air dapat meningkatkan kesehatan dengan mengonsumsi air putih 8 gelas per hari, sehingga akan mendapatkan manfaat-manfaat dari air putih, yaitu tubuh lebih bugar, menyehatkan jantung, memperlancar sistem pencernaan, membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat kanker, perawatan kecantikan, kesuburan, sebagai obat stroke, memiliki efek relaksasi, dan menguruskan badan. Selain itu, mengonsumsi air bersih dan sehat juga menurunkan penyebaran penyakit, terutama penyakit yang bersumber dari air.

Penyakit-penyakit ini dikelompokkan menjadi 4, yaitu :

1. Waterbone mechanism yaitu pathogen yang berasal dari dalam air sehingga memunculkan penyakit-penyakit, seperti kolera, tifoid, hepatitis viral, disentri bastler, dan polomielitis

(10)

3. Water-related insect vector mechanism, yaitu agen penyakit yang ditularkan melalui gigitan serangga yang berkembang di dalam air. Contoh penykitnya, filariasis, malaria, dan dengue.

4. Water based mechanism, penyebaran dengan agen penyebab penyakit yang memiliki siklus hidup di dalam air. Contoh penyakitnya, skistosomiasis. Air bersih dan sehat juga turut meningkatkan standar hidup manusianya, karena manusia berhubungan dengan kegiatan yang memerlukan air, seperti memasak, mencuci, dan mandi. Sebaliknya, air yang tercemar tidak bisa meningkatkan status kesehatan manusia dan sering kali menimbulkan dampak yang buruk. Air tercemar mengandung gas-gas berbahaya seperti hydrogen sulfida dan metana, mineral berbahaya seperti: nitrat, kobalt, selenium, air raksa, fluorida, dan kadmium. Bila air memiliki kandungan tersebut dan manusia yang mengonsumsinya akan keracunan.

2.1.3 Going Green

Going green adalah usaha untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya lingkungan yang sehat. Lingkungan yang sehat haruslah bersih, hijau, nyaman, dll. Upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan telah banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan reuse dan recycle. Mempelajari dan menerapkan upaya pelestarian lingkungan sangatlah penting bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di bumi.

2.1.4 Makan Sehat dan Makanan Sehat

Makan sehat artinya adalah makan secara sehat. Makan sehat depat dilakukan dengan cara mengkonsumsi Makanan Kesehatan. Makanan Kesehatan adalah makanan yang mempunyai manfaat bagi kesehatan yang berarti bila kita mengkonsumsi makanan tersebut dapat mencegah penyakit. Makanan Kesehatan ini bertolakbelakang dengan Junk Food. Junk Food adalah makanan berkalori tinggi tapi rendah untuk gizi yang lainnya. Makan sehat juga baik jika dilakukan bersamaan dengan kegiatan fisik seperti berolahraga .

(11)

gula. Perubahan untuk makan secara lebih sehat juga termasuk belajar tentang mengarah keseimbangan, carilah variasi, dan latihan kesederhanaan. Mengarah keseimbangan. Usahakan setiap hari untuk memakan dari setiap kelompok makanan sayuran dan buah-buahan, produk biji-bijian, susu dan turunannya, daging dan alternatifnya. Dengarkan tubuh Anda. Makanlah saat lapar, dan berhenti ketika Anda merasa puas. Carilah Variasi. Jadilah petualang. Pilih makanan yang berbeda di masing-masing kelompok makanan. Misalnya, jangan meraih apel setiap kali Anda memilih buah, dengan memakan berbagai macam makanan setiap hari akan membantu Anda mendapatkan semua nutrisi yang Anda butuhkan. Latihlah kesederhanaan. Jangan makan terlalu banyak atau terlalu sedikit dari satu jenis makanan. Semua makanan, jika dimakan dalam jumlah sedang, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Bahkan memakan makanan yang manis-manispun bukan masalah.

Makan berbagai variasi makanan sehat dan seimbang , jauh lebih memuaskan, dan jika dilakukan bersamaan dengan melakukan lebih banyak kegiatan fisik, Anda lebih mungkin mendapatkan berat badan yang sehat serta mempertahankannya dibanding dengan jika diet.

2.1.5 Diet Sehat dan Seimbang

(12)

2.2 Kita Sebagai Manajer Lingkungan Sekitar

2.2.1 Pengertian Lingkungan Sehat

Lingkungan sehat memiliki arti yaitu lingkungan yang jauh dari kondisi yang menimbulkan penyakit. Lingkungan yang bersih akan menunjang terwujudnya hidup sehat. Makna dari lingkungan bersih hidup sehat adalah lingkungan yang kita tempati memberikan kesan baik terhadap indra dan memberikan makna kesehatan.

2.2.2 Cara Mewujudkan Lingkungan Sehat yang Bebas Penyakit

Lingkungan memiliki potensi bahaya yaitu berupa penyakit - penyakit menular. Potensi bahaya lingkungan disebut juga hazard. Jenis hazard dibedakan menjadi empat. Hazard biologi adalah bahaya yang berkaitan dengan makhluk hidup yang berada di lingkungan sekitar. Contoh dari hazard biologi ini adalah virus, bakteri, jamur, binatang, dan tanaman. Hazard biologi ini dapat memberikan pengaruh atau dampak terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, hazard biologi yang ditimbulkan oleh virus, seperti kita ketahui bahwa virus merupakan mikroorganisme yang lebih banyak memiliki dampak negatif daripada dampak positif, virus ini merupakan bahaya bagi lingkungan karena virus-virus tersebut dapat menimbulkan sebuah penyakit contohnya penyakit ebola, polio, dan hepatitis. Selain itu, hazard dapat berupa kimia dan fisik, serta psikososial.

(13)

Melakukan intervensi merupakan salah satu cara untuk menghindari hazard. Sementara untuk menyehatkan lingkungan hidup manusia terutama lingkungan fisik dapat dilakukan dengan upaya sanitasi. Sanitasi Lingkungan adalah upaya dan usaha individu serta masyarakat untuk mengontrol dan mengendalikan lingkungan hidup yang berbahaya bagi kesehatan serta yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia. Menurut Entjang, 2002 sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia. Selain itu terdapat penyebab yang menyebabkan sanitasi lingkungan yang buruk yaitu karena kurangnya fasilitas sanitasi, kurangnya sumber daya manusia akan pentingnya sanitasi yang baik dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Contohnya seperti membuang limbah rumah tangga di sungai dan eksploitasi air tanah untuk kepentingan fasilitas hotel, apartemen dan perkantoran. Adapun negara yang memiliki sanitasi rendah yaitu negara Afrika dengan 31 %, negara Oseania dengan 53 % dan negara Asia Selatan dengan 36 %. Sanitasi lingkungan yang buruk memiliki banyak dampak yaitu kematian usia dini, beban penyakit seperti penyakit trakhoma yaitu infeksi Chlamydia trachomatis yang disebarkan oleh musca sorbens sejenis lalat, penyakit kulit, penyakit kolera yaitu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri vibrio cholera, penyakit diare, parasit cacing yang terdiri dari ascariasis, hookworms, dan

schistosomiasis, penyakit hepatitis A dan hepatitis E, penyakit tifoid dan penyakit demam berdarah.

(14)

aktivitas hariannya. Sanitasi memiliki enam aktivitas inti yaitu manajemen kualitas air, monitoring suplai air dan sanitasi, pengawasan dan pencegahan kolera, air dan sanitasi pada keadaan berbeda, manajemen sumber air, dan beberapa aktivitas lain. Selain itu terdapat upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi sanitasi buruk dengan cara tidak merusak sumber mata air, tidak membuang sampah ke sungai, melakukan penyaringan limbah pabrik, melakukan praktik kebersihan pribadi seperti melakukan cuci tangan dengan sabun, tidak melakukan MCK di sungai dan membuat sumur resapan air.

2.3 Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar

2.3.1 Pengertian dan Fungsi Air

Air menjadi kebutuhan sehari-hari manusia dan makhluk hidup lainnya dalam melangsungkan hidup. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air [ CITATION Mar12 \l 1057 ]. Air dalam tubuh manusia rata-rata yaitu 60%, namun berkisar antara 40%-80% [ CITATION Lau11 \l 1057 ]. Fungsi air dalam tubuh manusia, yaitu melancarkan pencernaan & mencegah konstipasi, melancarkan sirkulasi darah, mengatur temperature tubuh, membuang racun & sisa zat dalam tubuh, melumasi sendi, menjaga kelembaban, kelemutan, & elastisitas kulit, dan sebagai pelarut nutrient dan medium reaksi biokimia dalam tubuh. Pentingnya fungsi air dalam tubuh manusia menjadi hal yang perlu diperhatikan setiap individu.

Setiap individu kehilangan sekiranya 1.5000 ml air setiap harinya. Jika hal ini tidak diimbangi dengan pemasukkan air, maka akan berakibat fatal bagi tubuh manusia. Manusia dapat mengalami dehidrasi. Dehidrasi terdiri dari dehidrasi ringan, dehidrasi sedang dan dehidrasi berat [ CITATION Har16 \l 1057 ]. Lebih dari 40% populasi manusia tinggal di negara yang kurang suplainya dan 15 juta bayi meninggal setiap tahunnya [ CITATION Har16 \l 1057 ]. Pasukan air yang kurang dan air yang tidak memenuhi kriteria air bersih menjadi penyebab lain dari masalah kesehatan manusia.

(15)

berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung zat-zat berbahaya dan tidak mengandung kuman penyakit. Cara memenuhi kriteria air tersebut yaitu dengan mengelolanya. Pengelolaan air terbagi menjadi tiga tahap, yaitu primary treatment, secondary treatment, dan tertiary treatment. Tahap ini dinamakan

treatment plan. Cara tersebut terdiri dari tiga tahap yaitu. Pada tahap pertama air melewati proses screening dan fitrasi yang berguna untuk memisahkan limbah padat. Selanjutnya, pada tahap kedua terjadi proses sedimentasi agar materi padat yang tersisa dapat dipidahkan. Terakhir, pada ketiga air diberi klorin dan disinfektan lain untuk membunuh kuman pada air tersebut. Air pun digunakan dalam kepentingan lainnya.

Air dalam bidang transportasi air berfungsi sebagai jalur transportasi seperti kapal air, perahu, jet ski, dan lain sebagainya. Selain dalam transportasi, bidang industri dan jasa air dapat menjadi komponen penting dalam proses produksi. Dalam bidang pertanian air berfungsi dalam irigasi tanaman. Dalam bidang rekreasi air dapat berfungsi sebagai sarana bermain. Dalam bidang perkotaan air memiliki banyak fungsi seperti penggunaan publik, komersial, dan lain-lain. Dalam bidang domestic air berfungsi dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari seperti MCK, minum dan masak.

2.3.2 Pengelolaan Sampah

Sampah menjadi permasalahan umum dalam masalah kebersihan lingkungan. Pada perkotaan, Sampah dikelompokkan menjadi empat, yaitu plastik, kertas, logam, dan sampah organik. Pengelompokkan sampah ini dapat memudahkan proses daur ulang sampah. Seperti pada plastik dapat diolah menjadi kerajinan tangan, kemudian sampah organik yang dapat di olah menjadi kompos yang ekonomis. Sampah kertas merupakan jenis sampah terbanyak diperkotaan. Jumlahnya mencapai 35% dari total sampah lainnya. Namun, sampah kertas ini dapat di daur-ulang menjadi kertas kembali. Sampah yang terus meningkat akan berdampak buruk bagi kehidupan.

(16)

selain itu bau busuk tersebut dapat mengakibatkan gangguan pernafasan, seperti ispa [CITATION Mem14 \l 1057 ]. Sampah yang tidak ditagani dengan baik dapat memicu zat-zat kimia yang berbahaya. Pada kasus ini, zat tersebut berasal dari limbah pabrik-pabrik produksi kimia. Limbah berbahaya ini perlu dikendalikan agar tidak mengakibatkan hal-hal yang merugikan, dengan menetapkan prioritas. Prioritasnya termasuk pembentukan siapa yang bertanggung jawab, penyediaan dana untuk membersihkannya, dan memperbaiki standar pembuangan. Limbah berbahaya ini dapat dicegah dengan cara :

1. Pembelian bahan baku yang tepat sehingga tidak membuang-buang bahan 2. Perbaikan teknik dan desain pabrik menjadi ramah lingkungan

3. Penggantian zat kimia yang tidak beracun.

Air yang tercemari oleh sampah dapat berakibat buruk bagi kehidupan. Efek nyata yang ditimbulkan yaitu polusi air yang juga dapat merugikan lingkungan dan menimbulkan penyakit bagi manusia. Polusi air yang ditimbulkan yaitu leachate. Leachate merupakan limbah cair yang timbul masuknya air eksternal yang masuk ke dalam timbunan sampah. Leachate biasanya berasal dari limbah pabrik-pabrik [ CITATION Qas00 \l 1057 ]. Dampak dari leachate yaitu mutu air yang menurun sehingga tidak baik untuk digunakan, sebab kandungan zat kimia didalamnya bersifat racun. Manajemen yang dapat dilakukan, yaitu :

1. Tanah pembuangan

Cara ini yaitu menyiapkan area khusus sebagai tempat pengumpulan sampah. Daerah yang disiapkan yaitu daerah yang jauh dari penduduknya. 2. Pemecahan secara mikrobilogis

Menggunakan bakteri dan mikroorganisme untuk mendegredasi atau menguraikan limbah.

3. Permukaan yang Terkurung (Surface Impoundment)

Limbah disimpan pada kolam-kolam yang dibuat khusus dengan lapisan pelindung yang dapat mencegah perembesan limbah.

4. Pembuangan sumur secara disposal

(17)

2.4 Kita Sebagai Manajer Alam Global

2.5 Kita sebagai Manajer Pembangunan

2.5.1 Klasifikasi Material

Material di bumi tersebar banyak sekali jenisnya, namun bahasan pokok pada materi ini ialah mengenai material apa saja yang dapat memengaruhi penyusunan material mutakhir atau material terbarukan.. Material mutakhir merupakan jenis material yang dirancang khusus untuk aplikasi teknologi tinggi dan difungsikan untuk proses yang spesifik dan rumit. Material mutakhir diaplikasikan ke berbagai bidang seperti space-craft, electronics, health, dan

energetic. Bahan penyusunnya terdiri atas :

a. Logam : Logam menempati golongan IA, IIA dan B (logam transisi). Telah dipergunakan manusia sejak 3000 SM dimulai pada zaman tembaga, zaman perunggu sampai kepada zaman besi. Dapat dijumpai berbagai pengaplikasian logam dalam kehidupan sehari-hari, misalnya peralatan makan.

b. Keramik : Berbagai cara pembuatan keramik adalah : glass forming, particulate forming, dan cementation. Dapat dijumpai pengaplikasiannya dalam bidang keteknikan dan rekayasa. c. Polimer : Polimer adalah molekul besar yang tersusun atas monomer,

merupakan material dari turunan minyak bumi.

d. Komposit : Penggabungan material-material berbeda untuk memperoleh sifat material yang lebih baik.

2.5.2 Teknologi Pembangunan

Kemajuan lingkungan sangat sejajar dengan kemajuan teknologi, dan tak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya perkembangan teknologi tersebut berbanding lurus dengan kerusakan lingkungan yang ada. Maka dari itu kita harus memikirkan teknologi yang ramah lingkungan agar pembangunan yang bersih dan sehat dapat dilakukan. Contoh teknologi ramah lingkungan di antaranya ialah produk teknologi yang menggunakan teknik pengomposan, sel bahan bakar, tenaga angin, tenaga surya, hidroelektrik, sampai motor listrik.

(18)

pelayanan prima kepada masyarakat secara online. Dalam bidang kesehatan, istilah pembangunan berbasis IT ini dikenal dengan istilah e-health yang berperan dalam pelayanan pasien, penelitian dan pendidikan bidang kesehatan, pengendalian penyakit serta pemantauan kesehatan masyarakat secara umum. Sehingga dalam pengembangan dan pengimplementasiannnya, melibatkan beberapa institusi seperti Pemerintah (meliputi jajaran Kementerian, Konsil dan Dinas Kesehatan), Institusi pelayanan kesehatan (Rumah sakit, klinik, apotek), Institusi pendidikan, serta Institusi pembiayaan kesehatan seperti asuransi. (Menkes, 2012)

2.5.3 Pengertian Infrastruktur

Pengertian infrastruktur menurut American Public Works Association

(Stone, 1974 dalam Kodoatie, R.J., 2005) ialah fasilitas atau prasarana fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi kepemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan similar yang memfasilitasi manusia dalam memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi.

Dalam hal ini dapat dikatakan infrastruktur berkelanjutan jika pembangunan tersebut terjadi secara intens dan terus-menerus disamping ada permasalahan yang melatarbelakanginya seperti terjadinya degradasi lingkungan yang semakin tidak terkontrol. Sehingga infrastruktur pembangungan berkelanjutan dapat disimpulkan dengan bagaimana seseorang mampu memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

2.6 Kita Sebagai Manajer K3 Lingkungan

2.6.1 Pengertian Bencana Alam

(19)

Menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana merupakan pertemuan dari tiga unsur, yaitu ancaman bencana, kerentanan, dan kemampuan yang dipicu oleh suatu kejadian.

Bencana memiliki berbagai dampak, diantaranya yaitu timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerusakan harta benda, mengganggu psikologis, kerusakan struktur bangunan, kerusakan infrastruktur (komunikasi, energy, pendidikan, dan transportasi), gangguan kesehatan, gangguan suplai air bersih, dan gangguan distribusi makanan dan barang.

Mengingat dampak yang luar biasa tersebut, maka penanggulangan bencana alam harus dilakukan dengan menggunakan prinsip dan cara yang tepat. Selain itu, penanggulangan bencana alam juga haru menyeluruh tidak hanya pada saat terjadi bencana tetapi pencegahan sebelum terjadi bencana dan rehabilitasi.

2.6.2 Jenis-jenis Bencana Alam

Jenis-jenis bencana menurut Undang-Undang No.24 Tahun 2007, antara lain: 1) Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau

serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

2) Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah penyakit.

(20)

2.6.3 Mitigasi Bencana

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Ada empat hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu:

1) Tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana.

2) Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana. 3) Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara

penyelamatan diri jika bencana timbul. 4) Pengaturan dan penataan kawasan bencana.

2.6.4 Kejadian Luar Biasa

Kejadian Luar Biasa adalah kejadian yang melebihi keadaan biasa, pada satu /sekelompok masyarakat tertentu. (Mac Mahon and Pugh, 1970; Last, 1983, Benenson, 1990). Kejadian Luar Biasa merupakan peningkatan frekuensi penderita penyakit, pada populasi tertentu, pada tempat dan musim atau tahun yang sama. (Last, 1983). Sedangkan, menurut Undang-undang Wabah 1969 Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya suatu kejadian kesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu.

Secara umum, penyebab terjadinya Kejadian Luar Biasa adalah perubahan keseimbangan dari agent yang dapat disebabkan oleh:

a) Kenaikan jumlah atau virulensi dari agent

b) Adanya agent penyebab baru atau yang sebelumnya tidak ada c) Keadaan yang mempermudah penularan penyakit

d) Perubahan imunitas penduduk terhadap agent yang pathogenten

(21)

Pemerintah Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat; Sarana Penunjang dan Anggaran Biaya; Stretegi dan Penanggulangan KLB; Sumber Daya Manusia; dan Sistem Konsultasi dan Referensi. Namun, penanggulangan KLB dibeberapa daerah masih rendah, hal tersebut disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, kurang meratanya perhatian pemerintah pada daerah tertentu, dan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap perubahan lingkungan sekitar.

2.6.5 Pencegahan KLB

Pencegahan terhadap KLB dapat dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini (SKD). Sistem Kewaspadaan Dini adalah suatu tatanan pengamatan yang cermat dan teliti terhadap distribusi dan faktor-faktor risiko kejadian yang memungkinkan terbangunnya sikap tanggap terhadap perubahan sehingga dapat dilakukan antisipasi seperlunya. SKD bertujuan untuk evaluasi tindakan penanggulangan yang dijalankan dan memantau kasus baru dan komplikasinya.

(22)

BAB III

TANGGUNG JAWAB KITA SEBAGAI MANAJER ALAM

3.1 Wacana CL-2

Merajut Ilmu untuk Negriku Bangsa Indonesia, sampai saat ini, masih menghadapi berbagai masalah. Seperti, tingginya kasus penyakit tidak menular mematikan di Indonesia. Hal itu, erat kaitannya dengan kebiasaan tidak sehat masyarakat yang dilakukan setiap hari. Kebiasaan tidak sehat tersebut mulai dari pola makan tinggi garam, gula, dan lemak; kebiasaan merokok; hingga minimnya olah raga, yang ringan sekali pun. Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengungkapkan, berdasar data World Health Organization (WHO) pada 2014, sekitar 71 persen kematian di Indonesia disebabkan penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan jenis penyakit non-infeksi yang disebabkan oleh menurunnya fungsi sel, jaringan dan organ, sejalan dengan bertambahnya usia manusia. Namun, pada kenyataannya, semakin banyak masyarakat usia muda yang terkena penyakit degenartif tersebut. Oleh karena itu, perlu diapresiasi keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji dan menetapkan batas normal asupan gula, garam, dan lemak. Peraturan menteri kesehatan (permenkes) itu menyebutkan, orang dengan asupan gula lebih dari 50 gram, natrium/garam lebih dari 2.000 miligram, dan lemak total 67 gram per hari berisiko terkena hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

(23)

arbovirosis seperti demam dan chikungunya, infeksi saluran pencernaan, penyakit zoonosa termasuk flu burung dan rabies, MERS, penyakit infeksi baru dan yang muncul kembali, serta keracunan pangan.

Permasalahan yang ada, juga berkaitan dengan kebijakan pembangunan di segala bidang. Kebijakan pemerintah tentang AC misalnya, industri pendingin ruangan diwajibkan mengeluarkan AC dengan mengadopsi teknologi R32 karena memiliki potensi penipisan Ozon 0 (nol) sehinga dianggap efisien dalam mengurangi dampak pemanasan global dan perusakan Ozon. Selain itu, peristiwa tebing longsor di Cianjur, Banjarnegara, dan Kabupaten Solok Selatan, merupakan masalah-masalah yang juga harus diantisipasi. Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Peraturan Pemerintah No 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Nasional, harus ditegakkan. Bahkan, Bonus demorafi, yang diperkirakan akan terjadi di Indonesia di tahun 2030, pun juga menyimpan risiko banyak permasalahan yang akan muncul. Permasalahan-permasalahan itu, mendorong kita semua untuk ikut berkontribusi dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman, penyakit, atau risiko bencana. Bangsa Indonesia, memiliki calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki potensi menjadi manajer alam yang bijaksana, manajer Negara Kesatuan Republik Indonesia yang jujur dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing dan memiliki kemampuan kerjasama yang baik.

3.2 LSPB yang terkait dengan Wacana

3.2.1 Keterkaitan Materi LSPB 1 : Kita Sebagai Manajer Tubuh Kita Sendiri

(24)

cukup, manajemen stres, dan hidup bersih. Hidup bersih sendiri salah satunya dapat dilakukan dengan cara menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Selain rutin berolah raga dengan memperhatikan asupan gizi yang seimbang, kita juga harus mengkonsumsi air secara cukup, Air bersih dan sehat berperan dalam meningkatkan kesehatan dan standar hidup manusia. Air dapat meningkatkan kesehatan dengan mengonsumsi air putih 8 gelas per hari, sehingga akan mendapatkan manfaat-manfaat dari air putih, yaitu tubuh lebih bugar, menyehatkan jantung, memperlancar sistem pencernaan, membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat kanker, perawatan kecantikan, kesuburan, sebagai obat stroke, memiliki efek relaksasi, dan menguruskan badan. Selain itu, mengonsumsi air bersih dan sehat juga menurunkan penyebaran penyakit, terutama penyakit yang bersumber dari air.

Air bersih dan sehat juga turut meningkatkan standar hidup manusianya, karena manusia berhubungan dengan kegiatan yang memerlukan air, seperti memasak, mencuci, dan mandi. Sebaliknya, air yang tercemar tidak bisa meningkatkan status kesehatan manusia dan sering kali menimbulkan dampak yang buruk. Air tercemar mengandung gas-gas berbahaya seperti hydrogen sulfida dan metana, mineral berbahaya seperti: nitrat, kobalt, selenium, air raksa, fluorida, dan kadmium. Bila air memiliki kandungan tersebut dan manusia yang mengonsumsinya akan keracunan.

Dalam memperhatikan asupan gizi yang baik, kita harus mengetahui pola hidup sehat terlebih dahulu, pola hidup sehat dapat tercapai dengan cara makan sehat. Makan sehat artinya adalah makan secara sehat. Makan sehat depat dilakukan dengan cara mengkonsumsi Makanan Kesehatan. Makanan Kesehatan adalah makanan yang mempunyai manfaat bagi kesehatan yang berarti bila kita mengkonsumsi makanan tersebut dapat mencegah penyakit. Makanan Kesehatan ini bertolakbelakang dengan Junk Food. Junk Food adalah makanan berkalori tinggi tapi rendah untuk gizi yang lainnya. Makan sehat juga baik jika dilakukan bersamaan dengan kegiatan fisik seperti berolahraga .

(25)

Perubahan untuk makan secara lebih sehat juga termasuk belajar tentang mengarah keseimbangan, carilah variasi, dan latihan kesederhanaan.

3.2.2 Keterkaitan Materi LSPB 2 : Kita Sebagai Manajer Kesehatan Lingkungan

Dalam wacana CL-2 paragraf 1 kalimat 1 dan 2 yang berbunyi “Bangsa Indonesia, sampai saat ini, masih menghadapi berbagai masalah. Seperti, tingginya kasus penyakit tidak menular mematikan di Indonesia.” Hal tersebut mempunyai keterkaitan dengan LSPB karena kita sebagai calon pemimpin bangsa tentunya harus membangun dan menata lingkungan dengan baik dan bertanggung jawab demi menciptakan Indonesia yang sehat sehingga akan mengurangi resiko masalah penyakit.

Negara Indonesia merupakan merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang sedang mengalami krisis dalam pemenuhan infrastruktur seperti adanya kendala dalam implementasi, koordinasi dan penyediaan SDM. Infrastruktur ini berupa saluran irigasi, saluran air baku dan air minum, instalasi air minum, pengolahan sampah, hingga bangunan publik yang masih sangat minim ketersediannya namun sangat diperlukan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam segi ekonomi, sosial, budaya ataupun kesehatannya. Masyarakat di Indonesia juga masih minim tingkat kesedarannya dalam melakukan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan lingkungan. Salah satu contohnya seperti masih banyak masyarakat yang membuang limbah rumah tangga di sungai sehingga air yang ada di sungai menjadi kotor dan menyebabkan sanitasi yang buruk. Sanitasi yang buruk akan menyebabkan banyak penyakit sepeti penyakit kulit, penyakit kolera dan hepatitis A serta hepatitis E. Oleh karena itu, Pemerintah memberikan segala upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi air dengan baik untuk mengurangi resiko penyakit.

3.2.3 Keterkaitan Materi LSPB 3 : Kita Sebagai Manajer Alam Sekitar

(26)

Manusia yang tidak dapat menjaga lingkungan dan memperhatikan prilaku mereka terhadap alam dapat memperburuk kondisi alam. Perbuatan sederhana yang berdampak buruk yaitu sampah yang tidak dikelola dan tercemarnya air akibat sampah maupun pabrik. Polusi udara yang ditimbulkan dari sampah dapat berupa bau yang ditimbulkan dari sampah. Hal ini dapat berdampak pada kesehatan manusia, contoh penyakitnya yaitu ispa. sampah pun dapat menyebabkan polusi-polusi lainnya.

Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi bahan yang mencemari tanah dan menimbulkan zat-zat berbahaya. Zat-zat berbahaya ini dapat berupa zat kimia yang berasal dari pabrik-pabrik kimia. Limbah berbahaya ini dapat dicegah dengan cara pembelian bahan baku yang tepat sehingga tidak membuang-buang bahan, perbaikan teknik dan desain pabrik menjadi ramah lingkungan dan penggantian zat kimia yang tidak beracun. Manajemen yang dapat dilakukan, yaitu tanah pembuangan, pemecahan secara mikrobilogis, permukaan yang Terkurung (Surface Impoundment), dan pembuangan sumur secara disposal

3.2.4 Keterkaitan Materi LSPB 4 : Kita Sebagai Manajer Alam Global

3.2.5 Keterkaitan Materi LSPB 5 : Kita Sebagai Manajer Pembangunan

Dalam wacana CL-2 paragraf 3 kalimat 6 yang berbunyi “Permasalahan-permasalahan itu mendorong kita semua untuk ikut berkontribusi dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman, penyakit, atau risiko bencana.” tersebut mempunyai keterkaitan dengan LSPB karena kita sebagai calon pemimpin bangsa nantinya harus membangun dan menata lingkungan secara bijaksana dan bertanggung jawab demi menciptakan Indonesia yang sehat.

(27)

memenuhi kebutuhan masyarakat dalam segi ekonomi, sosial, budaya ataupun kesehatannya.

Pembangunan infrastruktur saat ini menghadapi permasalahan global seperti masalah lingkungan yang mengalami degradasi. Perubahan iklim yang dipicu oleh tidak terkontrolnya emisi gas karbon mengakibatkan meningkatnya intensitas bencana alam. Urbanisasi yang tidak terkendali mengakibatkan lingkungan menjadi tidak sehat serta tingkat individualistis yang semakin tinggi mengakibatkan rasa kurang kepedulian seseorang terhadap kelestarian lingkungan yang berpengaruh kepada kesehatan masyarakat.

Upaya terbaik bagi pemerintah ialah melakukan strategi pembangunan infrastruktur berkelanjutan juga green building sebagai salah satu cara mengurangi dampak negatif dari pembangunan infrastruktur yang tidak terkontrol agar manfaat pembangunan infrastruktur dapat terus diterima oleh generasi selanjutnya, seperti penyediaan air minum dan sanitasi yang baik, pengurangan risiko banjir, sistem irigasi yang lebih baik, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan transportasi kota dan penyediaan akses jalan dan jembatan ke lokasi yang jauh hingga pengelolaan sampah yang baik perlu untuk dilakukan. Tidak hanya bermanfaat bagi sektor pemerintahan, dengan begitu tingkat kesehatan masyarakat akan semakin meningkat jika dalam pengupayaan infrastruktur, masyarakat turut mengimbanginya dengan meningkatkan dampak positif seperti meningkatkan perekonomian keluarga dan kualitas hidup yang baik, kontribusi aktif dalam pekerjaan, sampai memanfaatkan pelayanan yang tersedia dengan baik dan bertanggung jawab yang otomatis kesadaran akan pendayagunaan SDM semakin meningkat dan bahkan lebih menghargai keberadaan lingkungan yang menjadi penunjang keberhasilannya.

3.2.6 Keterkaitan Materi LSPB 6 : Kita Sebagai Manajer Penanggulangan Bencana

(28)
(29)

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Manusia memiliki tanggung jawab terhadap alam. Sebagian kerusakan yang terjadi dibumi diakibatkan oleh ulah manusia. Sebagai contoh kerusakan yang disebabkan oleh manusia yaitu sampah dan limbah. Sampah yang tidak di pilah sebelum dibuang dan tidak dikelola dengan baik. Pabrik-pabrik yang megeluarkan limbah berbahaya tidak dikelolan dengan baik sebelum pembuangan yang akan berdampak bagi lingkungan dan manusia. Pada kejadian luar biasa, perlu dilakukan mitigasi dan manajemen yang baik.

4.2 Saran

(30)

Daftar Pustaka

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...