• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 640-1369 Tanggal 31 Mei 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 640-1369 Tanggal 31 Mei 2004"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

KEPALA

BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Jakarta, 31 Mei 2004

Nomor : 640-1369 Kepada Yth.

Lampiran Perihal

: :

1 (satu)

Pelayanan dan kepastian hukum.

Sdr. Pengurus Pusat

Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Jl. RS. Fatmawati Raya No. 11 Jakarta Selatan.

Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 2 April 2004 Nomor 27/PP/IPPAT/ IV/2004 perihal seperti tersebut pada pokok surat di atas dengan ini dapat diberitahu-kan sebagai berikut :

1. Wilayah kerja Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Pasal 12 ayat (1) adalah satu wilayah kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.

2. Apabila terjadi pemecahan wilayah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) tahun sejak UU pembentukan Kabupaten/Kota, PPAT yang bersangkutan harus memilih salah satu wilayah Kabupaten/Kota, dan kalau tidak memilih daerah kerjanya hanya meliputi wilayah Kabupaten/Kota yang letak kantor PPAT yang bersangkutan.

3. Mengingat Kantor Pertanahan Perwakilan tidak mempunyai kewenangan

menandatangani Buku Tanah dan sertipikat, maka PPAT yang bersangkutan masih dapat melaksanakan pembuatan akta meliputi wilayah Kantor Pertanahan yang lama sampai dengan di wilayah pemekaran tersebut terbentuk Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud angka 1.

Demikian agar menjadi perhatian Saudara.

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

ttd

Prof. Ir. LUTFI I. NASOETION, MSc., Ph.D. NIP. 130367083

Tembusan :

1. Inspektur Utama.

2. Deputi Bidang Informasi Pertanahan.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas maka para Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi agar segera melakukann inventarisasi tanah-tanah

Pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten dan kota, sedangkan kewenangan di Bidang Hukum tidak termasuk dalam ketentuan Pasal 11 ayat 2

Sejalan dengan Surat Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 200-1291 tanggal 20 April 2000 dan Surat Deputi Bidang Umum Nomor 290-2750-DI.3 tanggal 8 September

Apabila hak atas tanah atau Hak Milik Satuan Rumah Susun yang bersangkutan dibebani Hak Tanggungan atas nama Bank Indonesia atau Bank Dalam Penyehatan atau BPPN,

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 telah ditetapkan mulai berlaku sejak tanggal 27 Agustus 2002, namun demikian dengan pertimbangan peraturan ini dapat diterima

Pendaftaran peralihan hak atas kaveling tanah matang tanpa rumah kepada Debitor atau pihak yang terkait dengan BPPN (selanjutnya disebut pihak terkait) atau

Penetapan seorang calon pembeli sebagai pemenang asset dalam penawaran umum, pada hakekatnya hanya menimbulkan privilege untuk membeli tanah hak yang merupakan asset

Untuk segera melaksanakan redistribusi kepada penerima tanah yang berhak dan memenuhi syarat sesuai pasal 8 dan 9 Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961, baik