• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 110-2683 Tanggal 24 September 2002

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 110-2683 Tanggal 24 September 2002"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Jakarta, 24 September 2002

Nomor Sifat Lampiran perihal

: : : :

110-2683 Segera ---

Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002

Kepada Yth. :

1. Sdr. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi

2. Sdr. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota

Di

Seluruh Indonesia

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 tentang Tarif Atas Jenis Pemerintah Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional, yang meruoakan peraturan pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, bersama ini disampaikan peraturan dimaksud dan untuk pelaksanaannya agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 telah ditetapkan mulai berlaku sejak tanggal 27 Agustus 2002, namun demikian dengan pertimbangan peraturan ini dapat diterima oleh para Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota tidak dalam waktu yang bersamaan, maka untuk adanya keseragaman di seluruh Indonesia pelaksanannya selambat-lambatnya tanggal 10 Oktober 2002.

2. Khusus mengenai uang pemasukan nepada Negara, agar seluruhnya disetorkan kepada Kas Negara, sedangkan untuk alokasi penerimaannya untuk Pemerintah Propinsi maupun Kabupaten/Kota akan ditetapkan kemudian oleh Menteri Keuangan RI sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Mengingat kegiatan pelayanan pertanahan harus tetap berjalan maka sambil menunggu persetujuan ijin penggunaan langsung dari Departemen Keuangan, untuk sementara kegiatan pelayanan yang sudah berjalan dengan mempergunakan pola DIKS antara lain Konsolidasi tanah secara swadaya, Redistribusi Tanah Swadaya, Pekerjaan bidang Pengukuran dan Pemetaan dan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral tetap dilaksanakan seperti biasa. Sedangkan untuk kegiatan pelayanan pertanahan yang belum tersedianya DIKS-nya seperti Pemeriksaan Tanah, Pendaftaran Tanah dan Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah dan Pelayanan Informasi Pertanahan, pengelolaannya berdasarkan pada tata cara yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 08-IV-1999 yaitu :

Tarif pelayanan tersebut diterima dan dibukukan oleh Bendaharawan Khusus;

Bendaharawan Khusus yang bersangkutan menyetorkan kepada Bendaharawan Pengguna;

(2)

4. Pengenaan uang pemasukan kepada Negara dapat dipergunakan rumus sebagaimana ditetapkan dalam peraturan tersebut dan mengacu kepada batas tidak terkena BPHTB sebagaimana ditetapkan pada masing-masing kabupaten/kota yang mengacu pada Pasal 1 angka 11, 12, 13 Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2002 termaksud. Mengenai jangka waktu pembayaran uang pemasukan kepada Negara dilaksanakan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 6 (enam) bulan berturut-turut sejak ditetapkannya Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah.

5. Semua kegiatan yang berkaitan dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) dengan pihak lain atau serupa dengan itu, untuk pengenaan tarif atas jenis pelayanan serta penggunaannya harus berdasarkan kepada ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2002 ini, kecuali untuk SPK yang kegiatannya sedang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2002 tetap menggunakan ketentuan yang lama sesuai dengan perjanjiannya.

6. Pengecualian sebagaimana ditetapkan pada Pasal 21 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 akan ditetapkan tersendiri oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan RI.

7. Untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan pertanahan kepada masyarakat diharapkan semua Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002 beserta penjelasannya kepada masyarakat dan mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan DPRD setempat sesuai dengan pelaksanaan Undnag-undang Nomor 22 Tahun 1999.

Demikian agar menjadi maklum dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Prof. Ir. Lutfi L. Nasoetion, MSc, Ph.D NIP. 130 367 083

Tembusan, disampaikan kepada Yth :

1. Bapak Menteri Keuangan RI. 2. Bapak Menteri dalam negeri.

3. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

4. Sd. Gubernur Kepala Daerah Propinsi di seluruh Indonesia. 5. Ketua DPRD Propinsi di seluruh Indonesia.

6. Sd. Bupati/Walikota Kepala Daerah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. 7. Ketua DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila hak atas tanah atau Hak Milik Satuan Rumah Susun yang bersangkutan dibebani Hak Tanggungan atas nama Bank Indonesia atau Bank Dalam Penyehatan atau BPPN,

Dalam rangka mencapai obyektifitas dalam penge- lolaan dan pengembangan Pola Karier Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional berdasarkan sistem

Petikan dan Salinan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai di proses di Badan Pertanahan Nasional, secara kolektif dikirimkan kepada

Lulus Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional, dengan syarat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Strata 1, Strata 2 dan Strata

Yang dimaksud dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) dan (2) dan Pasal 4 ayat (4) adalah surat keterangan dari

1) Perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten/kota adalah pelaksanaan dan penetapan letak tepat rencana kegiatan pembangunan yang telah jelas anggarannya baik

K.26-25/V.7-46/99 tanggal 1998 perihal Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil sebagai Pelaksana Tugas telah diberi penegasan dengan surat Menteri Negara

Apabila terjadi pemecahan wilayah Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) tahun sejak UU pembentukan Kabupaten/Kota, PPAT yang bersangkutan harus memilih salah satu