I. Pendahuluan
Bagian pendahuluan skripsi karya seni tari "Patra Yudha" membahas latar belakang pentingnya keseimbangan antara pengembangan dan pelestarian seni tari di Bali dalam konteks globalisasi. Skripsi ini meneliti karya tari kreasi baru yang berjudul "Patra Yudha", yang terinspirasi dari cerita Srikandi Maguru Manah, menekankan pada tema keangkuhan dan konsekuensinya. Judul "Patra Yudha" sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti "perang tanding". Skripsi ini juga menjelaskan tujuan umum dan khusus dari karya tari tersebut, serta ruang lingkup garapan yang meliputi bentuk, durasi, jumlah penari, kostum, musik pengiring, dan lokasi pementasan. Secara keseluruhan, pendahuluan ini menetapkan konteks dan tujuan penelitian karya tari ini.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang skripsi ini membahas pentingnya pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional Bali di tengah kemajuan zaman. Penulis menekankan tanggung jawab moral seniman akademis untuk menyeimbangkan kedua aspek ini. Tari kreasi baru, sebagai fokus penelitian, dijelaskan sebagai bentuk pengembangan seni tari yang tetap berakar pada tradisi namun memberikan kebebasan berekspresi dalam berbagai aspek koreografi. Penulis memilih tema keangkuhan yang relevan dengan kehidupan masyarakat, diilustrasikan melalui cerita Srikandi Maguru Manah, sebagai dasar penciptaan karya tari "Patra Yudha".
1.2 Ide Garapan
Bagian ini menjelaskan ide garapan tari "Patra Yudha" yang terinspirasi dari cerita Srikandi Maguru Manah dalam Ensiklopedi Wayang Purwa I. Penulis memfokuskan pada persaingan memanah antara Dewi Srikandi dan Dewi Larasati, mengeksplorasi perbedaan karakter kedua tokoh sebagai inti dari karya tari. Penggunaan media gerak dalam bentuk tari kreasi bebancihan menjadi pilihan utama untuk mengekspresikan ide dan pesan moral cerita.
1.3 Tujuan Garapan
Tujuan garapan diuraikan secara umum dan khusus. Tujuan umum meliputi penciptaan karya tari inovatif, partisipasi dalam pelestarian budaya, dan peningkatan pengalaman berkreativitas. Tujuan khusus mencakup penciptaan tari duet, pemaduan tari dan vokal, serta penyampaian pesan moral tentang pentingnya pengendalian diri, kerendahan hati, dan konsekuensi tindakan. Tujuan-tujuan ini menunjukkan bagaimana karya tari tersebut bertujuan untuk mencapai nilai pendidikan dan pembelajaran.
1.4 Manfaat Garapan
Manfaat garapan karya tari ini dijelaskan sebagai tambahan pada khazanah tari kreasi di Bali dan ISI Denpasar. Karya ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi koreografer muda untuk tetap berkreativitas sambil melestarikan seni tari Bali. Ini menunjukkan nilai praktis dan dampaknya terhadap perkembangan seni tari di Bali.
1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup karya tari "Patra Yudha" dijelaskan secara detail, meliputi bentuk bebancihan, durasi, jumlah penari, kostum, sumber gerak, struktur garapan, iringan musik, dan lokasi pementasan. Deskripsi ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang aspek-aspek teknis dan estetis karya tari tersebut. Pembagian struktur garapan menjadi lima bagian, yaitu flashback, pepeson, pengawak, pengecet, dan pesiat, juga dijelaskan secara singkat, menunjukkan perencanaan yang sistematis.
II. Kajian Sumber
Bagian ini membahas sumber-sumber acuan yang digunakan dalam skripsi, meliputi sumber literatur, wawancara, dan diskografi. Sumber literatur mencakup berbagai buku tentang seni tari Bali, wayang purwa, dan prinsip-prinsip koreografi. Wawancara dilakukan dengan dosen kesusastraan dan seniman kerawitan untuk memperkuat ide garapan. Diskografi mencakup berbagai rekaman audio-visual tari Bali yang relevan dengan tema dan gaya tari yang dikembangkan. Penggunaan beragam sumber ini menunjukkan landasan teori yang kuat dan pendekatan penelitian yang komprehensif.
2.1 Sumber Literatur
Sumber literatur skripsi ini meliputi berbagai buku yang membahas tentang wayang purwa, seni tari Bali, prinsip koreografi, dan estetika. Buku-buku tersebut digunakan untuk membangun landasan teori, menjelaskan konsep tari kreasi baru, dan menganalisis berbagai aspek estetika dalam karya tari. Pilihan buku yang beragam menunjukkan kedalaman riset dan pemahaman teori yang komprehensif.
2.2 Sumber Wawancara
Sumber wawancara meliputi dosen kesusastraan dan seniman kerawitan. Wawancara dengan dosen kesusastraan memberikan wawasan tentang cerita Srikandi Maguru Manah dan karakter tokoh-tokohnya. Wawancara dengan seniman kerawitan memberikan informasi tentang pilihan musik pengiring yang sesuai dengan tema dan karakter karya tari. Penggunaan wawancara memperkaya data dan perspektif dalam penelitian.
2.3 Sumber Discografi
Sumber diskografi meliputi rekaman pementasan tari dan video yang relevan. Rekaman-rekaman ini digunakan sebagai referensi untuk pengembangan gerak tari, karakter tokoh, dan aspek-aspek visual pementasan. Penggunaan sumber diskografi menunjukkan upaya pengkajian yang menyeluruh dan penggunaan berbagai sumber referensi dalam menunjang penelitian.
III. Proses Kreativitas
Bagian ini menjelaskan proses kreatif penciptaan karya tari "Patra Yudha", yang dibagi menjadi tiga tahapan: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tahap eksplorasi meliputi pencarian ide, konsultasi, dan perencanaan. Tahap improvisasi meliputi percobaan gerak, musik, dan penentuan jumlah penari. Tahap pembentukan meliputi penuangan ide, latihan, dan penyempurnaan. Penjelasan proses kreatif ini memberikan wawasan tentang bagaimana karya tersebut terwujud, menekankan pada proses berpikir dan bertindak yang sistematis.
3.1 Tahap Eksplorasi (Penjajakan)
Tahap eksplorasi meliputi perenungan, pencarian ide, konsultasi dengan dosen kesusastraan, pencarian pendukung tari, dan kontak dengan penata musik. Tahap ini menunjukkan proses awal penciptaan karya yang melibatkan berbagai pertimbangan dan keputusan penting. Dokumentasi yang terinci dalam bentuk tabel memberikan bukti proses yang sistematis dan terencana.
3.2 Tahap Improvisasi (Percobaan)
Tahap improvisasi meliputi percobaan gerak, penyesuaian musik, dan penentuan jumlah penari. Proses percobaan ini menunjukkan bagaimana karya tari tersebut dikembangkan dan disempurnakan melalui berbagai percobaan dan penyesuaian. Tabel yang menunjukkan tahapan dan hasilnya memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan proses kreatif.
3.3 Tahap Pembentukan (Forming)
Tahap pembentukan meliputi penuangan ide, latihan rutin, penyempurnaan gerak dan ekspresi, dan pemantauan kostum. Tahap ini menunjukkan bagaimana karya tari tersebut mencapai bentuk finalnya melalui latihan intensif dan bimbingan dari dosen pembimbing. Tabel yang mencatat kegiatan dan hasilnya menunjukkan proses yang terstruktur dan berkesinambungan.
IV. Wujud Garapan
Bagian ini mendeskripsikan karya tari "Patra Yudha" secara detail, meliputi deskripsi garapan, analisis pola struktur, analisis estetik, dan analisis simbol. Analisis ini meliputi aspek-aspek teknis seperti struktur garapan, tata rias, busana, tata panggung, pencahayaan, pola lantai, dan properti. Analisis estetik meliputi wujud, bobot, dan penampilan karya. Bagian ini memberikan pemahaman yang lengkap tentang karya tari tersebut dari berbagai aspek.
4.1 Deskripsi Garapan
Deskripsi garapan menjelaskan secara detail mengenai karya tari "Patra Yudha", termasuk sumber cerita, tema, durasi, jumlah penari, kostum, dan musik pengiring. Deskripsi ini memberikan gambaran umum tentang karya tari tersebut dan elemen-elemen penting yang membentuknya. Ini penting untuk konteks pendidikan karena menggambarkan bagaimana elemen-elemen koreografi disatukan.
4.2 Analisis Pola Struktur
Analisis pola struktur menjelaskan struktur garapan karya tari yang dibagi menjadi lima adegan, yaitu flashback, pepeson, pengawak, pengecet, dan pesiat, masing-masing dengan suasana dan pencahayaan yang berbeda. Analisis ini menunjukkan bagaimana struktur garapan tersebut mendukung penyampaian cerita dan pesan moral. Ini penting untuk aspek pendidikan karena menunjukkan bagaimana cerita divisualisasikan.
4.3 Analisis Estetik
Analisis estetik membahas nilai keindahan karya tari dari aspek wujud (visual), bobot (isi), dan penampilan. Analisis ini meliputi struktur garapan, tata rias, busana, tata cahaya, pola lantai, iringan musik, dan vokal. Analisis ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen tersebut menciptakan nilai estetis dan bagaimana nilai estetika dapat di analisis secara akademis.
4.4 Analisis Simbol (Jika Ada)
Jika terdapat analisis simbol dalam skripsi, bagian ini akan menjelaskan simbol-simbol yang digunakan dalam karya tari dan maknanya. Analisis ini menunjukkan bagaimana simbol-simbol tersebut memperkaya makna dan pesan moral karya tari. Analisis simbol penting karena menunjukkan bagaimana makna tersirat dapat digunakan dalam karya seni.
4.5 Analisis Materi (Jika Ada)
Jika terdapat analisis materi dalam skripsi, bagian ini akan menjelaskan penggunaan materi dalam karya tari dan bagaimana materi tersebut berkontribusi terhadap nilai estetis dan makna karya. Analisis ini menunjukkan pemahaman terinci mengenai pemilihan dan penggunaan materi dalam karya seni. Ini menunjukkan kedalaman analisis yang diterapkan.
4.6 Analisis Penyajian (Jika Ada)
Jika terdapat analisis penyajian, bagian ini akan menjelaskan bagaimana karya tari tersebut disajikan kepada penonton dan bagaimana penyajian tersebut mempengaruhi pemahaman dan apresiasi penonton terhadap karya. Analisis ini mempertimbangkan aspek presentasi dan bagaimana itu mempengaruhi pemahaman karya secara keseluruhan. Ini menunjukkan konteks pementasan dalam karya seni.
V. Penutup
Bagian penutup skripsi karya seni tari "Patra Yudha" berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan merangkum hasil penelitian dan temuan-temuan penting. Saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan karya tari dan penelitian selanjutnya. Bagian ini menyimpulkan seluruh pembahasan dan memberikan arah pengembangan di masa depan.
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan merangkum seluruh pembahasan dalam skripsi, menekankan pada proses kreatif, analisis estetika, dan nilai pendidikan dari karya tari "Patra Yudha". Kesimpulan ini menunjukkan pemahaman komprehensif penulis terhadap karya dan proses penciptaannya. Ini penting dalam konteks pendidikan karena menunjukkan kemampuan sintesis penulis.
5.2 Saran-saran
Saran-saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan karya tari dan penelitian selanjutnya. Saran ini dapat berupa saran untuk pengembangan teknik koreografi, penggunaan musik dan kostum, atau penelitian lebih lanjut tentang tema keangkuhan dalam seni tari Bali. Saran-saran menunjukkan kemampuan penulis dalam memberikan masukan konstruktif untuk perkembangan seni tari.