Analisis hasil Bahtsul Masail musyawarah nasional Nahdatul Ulama’ tahun 2014 terhadap hukum aborsi dalam peraturan pemerintah nomor. 61 tahun 2014 pasal 31 tentang kesehatan reproduksi.
Teks penuh
Dokumen terkait
Pada tanggal 21 juli 2014 disahkan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.Dala m PP tersebut dilegalkan aborsi bagi perempuan
Legalitas aborsi ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial, wanita hamil akibat pemerkosaan akan menghidupi anak dengan menjadi orang tua tunggal, wanita yang melahirkan akan
Hak-hak wanita korban perkosaan yang ingin melakukan aborsi tercermin dalam pengaturan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 yang mengatur bahwa
PP/61/2014 yang mengatur dibolehkannya aborsi akibat perkosaan karena perempuan yang mengandung janin, merupakan korban perkosaan yang menanggung beban trauma psikologis. Hal
Hasil penelitian ini ialah bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi membolehkan aborsi akibat perkosaan karena korban perkosaan
Sedangkan masalah aborsi karena perkosaan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi diperbolehkan apabila usia janin
Namun disisi lain tindakan aborsi tersebut dapat memberikan keterkaitan bahwa perempuan juga berhak memperoleh perlindungan hukum yang berkaitan dengan tindak pidana
Adapun fatwa MUI Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Aborsi adalah sebagai berikut: Pendapat mengenai peranan hukum pidana, dikemukakan antara lain oleh Sudarto bahwa: