PENETAPAN HARGA PROVENUE GULA PASIR PETANI PRODUKSI TAHUN 2000 (Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 145/KPTS-VII/2000 tanggal 7 Juni 2000)
MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Menimbang :
a. bahwa kebijakan penetapan harga provenue gula pasir petani produksi tahun 2000 dimaksudkan untuk menghindarkan kerugian petani tebu dan meningkatkan gairah menanam tebu dan taraf hidup petani serta menjaga kepentingan konsumen walaupun pada dasarnya tata niaga gula bebas sesuai mekanisme pasar;
b. bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan harga provenue gula pasir produksi dalam negeri bagian petani produksi tahun 2000.
Mengingat :
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 355/M Tahun 1999 mengenai pembentukan Kabinet Periode 1999-2004;
2. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 568/KMK.01/1999 tentang Penetapan Tarip Bea Masuk atas Impor Beras dan Gula;
3. Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 717/MPP/Kep/12/1999, tentang Pencabutan Tata Niaga Gula dan Beras.
Dalam hal gula eceran setempat dibawah harga provenue gula tersebut pada Amar Pertama, maka petani/kelompok tani yang mengolahkan tebunya kepada pabrik gula dengan Sistem Bagi Hasil, menerima hasil gulanya 90 persen dalam bentuk uang dari pembelian perusahaan gula melalui koperasi/KUD penyalur kredit dengan harga provenue tersebut pada amar Pertama, setelah diperhitungkan dengan kredit produksi yang diterima dari Bank pemberi kredit, sedangkan sisanya yang 10 persen diberikan dalam bentuk natura.
Ketiga :
Keempat :
Pembelian gula bagian petani tersebut dilakukan melalui PT. Perkebunan Nusantara II, PT. Perkebunan Nusantara VII, PT. Perkebunan Nusantara X, PT. Perkebunan Nusantara XI, PT Rajawali Nusantara Indonesia termasuk PT. Kebon Agung, PT. Perkebunan Nusantara XIV.
Kelima :
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan memiliki daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2000.
Keenam :
Keputusan ini hanya berlaku untuk gula tani produksi tahun 2000.
Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 7 Juni 2000 Menteri Kehutanan dan Perkebunan, ttd