• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman 1 dari 2 KETERBUKAAN ATAS INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL

TENTANG

PENANDATANGANAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TERKAIT DENGAN TANAH PT ALAM MAKMUR INDAH

Merujuk pada:

(i) Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015, tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan Informasi atas

Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik; dan

(ii) Ketentuan Peraturan I-E Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.: Kep-306/BEJ/07-2004,

tanggal 19 Juli 2004, tentang Kewajiban Penyampaian Informasi;

bersama ini kami informasikan bahwa PT Agung Podomoro Land Tbk. (“Perseroan”) menyampaikan

Informasi atau Fakta Material sebagai berikut:

1. Tanggal kejadian: 22 Desember 2016

2. Jenis Informasi atau

Fakta Material:

Penandatanganan perjanjian:

(i) Conditional Sale and Purchase Agreement (Perjanjian Pengikatan Jual Beli terkait dengan tanah atau “PPJB”) dan

(ii)Conditional Sale and Purchase Agreement relating to 11,2 percent of the issued share capital of PT Trans Heksa Karawang (Perjanjian Pengikatan Jual Beli terkait dengan saham PT Trans Heksa Karawang atau “PPJB Saham THK”),

pada hari Kamis, tanggal 22 Desember 2016 antara PT Alam Makmur Indah, entitas anak Perseroan yang sebagian besar sahamnya dimilliki secara langsung oleh Perseroan (“AMI”) dan PT CFCity Karawang Real Estate Development (“Calon Pembeli”).

Calon Pembeli bukan merupakan pihak terafiliasi dari Perseroan dan karenanya transaksi dimaksud bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009, tanggal 25 Nopember 2009, tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu (“Peraturan No. IX.E.1”).

3. Uraian Informasi atau

Fakta Material:

Perseroan dengan ini memberitahukan bahwa pada hari Kamis, tanggal 22 Desember 2016, AMI yang merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan saham oleh Perseroan sebesar 70%, telah menandatangani PPJB dan PPJB Saham THK dengan Calon Pembeli sehubungan dengan rencana transaksi sebagai berikut:

(i) rencana penjualan atas tanah-tanah yang dimiliki oleh AMI yang

berlokasi di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang dibuktikan dengan kepemilikan atas Sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah-tanah tersebut yang terbagi dalam 2 (dua) bagian tanah masing-masing seluas kurang lebih 1.053.161 m2 (“Tanah 1”) dan seluas kurang lebih 1.109.724 m2 (“Tanah 2”) yang akan dialihkan kepada Calon Pembeli dengan syarat-syarat dan ketentuan yang sebagaimana diatur lebih lanjut dalam PPJB; dan

(2)

Halaman 2 dari 2 Karawang, suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia (“THK”), atau seluruhnya sebanyak 12.176.080 (dua belas juta seratus tujuh puluh enam ribu delapan puluh) saham yang mewakili 11,2% (sebelas koma dua persen) saham dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam THK yang akan dialihkan kepada Calon Pembeli dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut dalam PPJB Saham THK.

(selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”).

Rencana Transaksi akan dilaksanakan setelah terpenuhinya seluruh syarat-syarat pendahuluan sebagaimana diatur lebih lanjut dalam PPJB dan PPJB Saham THK, termasuk atas diperolehnya persetujuan dari instansi pemerintah yang berwenang sehubungan dengan Rencana Transaksi.

AMI merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan dan jasa termasuk kegiatan usaha pembangunan yang meliputi real estate dan developer, karenanya rencana penjualan atas Tanah 1 dan Tanah 2 yang dimiliki oleh AMI kepada Calon Pembeli sebagaimana telah disebutkan di atas merupakan kegiatan usaha utama AMI.

4. Dampak kejadian,

informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten atau Perusahaan Publik:

Mengingat Rencana Transaksi dilakukan oleh AMI yang merupakan anak perusahaan Perseroan, maka secara langsung pelaksanaan Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Namun demikian, dalam hal AMI melakukan pembagian dividen kepada Perseroan, maka hasil keuntungan dari penjualan Tanah 1 dan Tanah 2 termasuk penjualan saham AMI dalam THK, secara tidak langsung akan memberikan keuntungan secara finansial (profit) kepada Perseroan.

5. Keterangan lain-lain: Bahwa selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas, pada

saat ini tidak terdapat kejadian, informasi atau fakta material lain yang tidak kami ungkapkan sehubungan dengan informasi di atas.

Jakarta, 22 Desember 2016

PT Agung Podomoro Land Tbk.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian tesis ini adalah: Pemegang Sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Pengelolaan yang tidak ada perjanjian dan persetujuan dari Pemerintah Kota Pekanbaru

tanah yang tidak diterbitkan sertifikat adalah Hak Guna Bangunan atas4. tanah Hak Milik, Hak Pakai atas tanah Hak Milik, dan Hak Sewa

Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai Atas Tanah: Pemegang Hak Guna Bangunan berhak menguasai dan mempergunakan tanah yang diberikan dengan Hak Guna Bangunan

Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai, pemberian Hak Guna Bangunan atas tanah Hak

(2) Atas kesepakatan antara pemegang Hak Guna Bangunan dengan pemegang Hak Milik, Hak Guna Bangunan atas tanah Hak Milik dapat diperbaharui dengan pemberian Hak Guna Bangunan baru

a. Kepemilikan atas tanah yang bersifat primer adalah hak atas tanah yang berasal dari Negara, seperti hak milik, hak guna usaha, hak bangunan atas

Sehingga pemegang Hak Guna Bangunan hanya memegang sertipikat Hak Guna Bangunan sebagai alat bukti kepemilikan tanpa bisa melakukan perbuatan hukum yang berkaitan dengan tanah yang

Herlina, T., Tinjauan Yuridis Tentang Kedudukan Sertifikat Hak Guna Bangunan Yang Tidak Memiliki Izin Mendirikan Bangunan Di Atas Tanah Ulayat Yang Di Sakralkan, Doctoral Dissertation