• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) PADA BERBAGAI TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RESPON TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) PADA BERBAGAI TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI PADI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Rerata Jumlah Buah Total per Tanaman pada Perlakuan Ketebalan Mulsa
Tabel 2 Rerata Bobot Segar Buah per Tanaman pada Perlakuan Ketebalan Mulsa
Tabel 3 Rerata Suhu Tanah Pukul 06.00 WIB pada Perlakuan Ketebalan Mulsa  Perlakuan
Tabel 5 Rerata Bobot Kering Gulma Pada TanamanTomat Akibat Perlakuan KetebalanMulsa

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan pemberian mulsa organik tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, waktu berbunga dan bobot buah tomat..

Pengaruh interaksi antara varietas dan aplikasi NAA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terlihat pada peubah tinggi tanaman pada umur pengamatan 42

Penanaman tomat dilakukan satu minggu setelah pemberian pupuk organik dengan jarak tanam 50x50 cm sebanyak 20 populasi tanaman per petak. Pemberian mulsa sekam padi diberikan

Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair jerami padi terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum) maka dilakukan analisis data dengan

Penanaman tomat dilakukan satu minggu setelah pemberian pupuk organik dengan jarak tanam 50x50 cm sebanyak 20 populasi tanaman per petak. Pemberian mulsa sekam padi diberikan

Pengaruh interaksi antara varietas dan aplikasi NAA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat terlihat pada peubah tinggi tanaman pada umur pengamatan 42

Semakin tebal mulsa jerami yang diaplikasikan, maka proses dekomposisi jerami tersebut semakin lama yang menyebabkan mulsa jerami dengan tingkat ketebalan paling tinggi yaitu ketebalan

Rangkuman hasil sidik ragam jumlah daun helai akibat pemberian respon pemberian mulsa jerami padi dan pupuk organic cair limbah buah pepaya terhadap pertumbuhan dan produksi bawang