• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 DATA DAN ANALISA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 DATA DAN ANALISA"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

DATA DAN ANALISA

2.1 Sumber Data

Data beserta informasi yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini diperoleh penulis melalui beberapa sumber, antara lain:

• Data Formatif

Merupakan data yang berasal dari literatur seperti buku-buku literatur dan wawancara langsung dengan narasumber.

• Data Sumatif

Data Sumatif berasal dari survey yang penulis lakukan terhadap 65 koresponden di internet dan 50 koresponden yang berdomisili di Jayapura.

2.1.1 Wawancara

Untuk mendapatkan data yang akuzrat dan dapat dipertanggungjawabkan, Penulis melakukan penelitian lapangan secara langsung dengan metode wawancara dan survey. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya :

Dra. I.Fidela Rettob, MPA. Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua. Ibu Fidela memberikan informasi gambaran keadaan pariwisata kota Jayapura sekarang dan data sejarah jejak Jendral MacArthur di Jayapura.

(2)

4

Drs. Benhur Tommy Mano, MM. Walikota Jayapura. Beliau memberikan informasi dan pendapat akan pengetahuannya tentang kota Jayapura, serta membantu Penulis memenuhi data yang dibutuhkan dengan surat terusan darinya kepada BAPEDDA, PU, Dinas Pariwisata Jayapura, dan Kantor Perhubungan.

Marcell Siante, Pemandu Wisata Anjungan Papua di TMII yang memberikan informasi sejarah kependudukan Belanda, Jepang, sampai tentara sekutu PD II dengan taktik perang “Frog Jumping“ Jendral MacArthur di Jayapura.

Enos Deda, Ondoafi (Kepala Suku) Kampung Ayapo di Danau Sentani bagian timur. Pak Enos memberikan informasi cerita Asal Mula Legenda Danau Sentani, Kabupaten Jayapura.

Bapak Dahlan, Kepala Seksi Perlindungan Pengawetan dan Perpetaan Kantor Sumber Daya Alam (KSDA) Papua. Memberikan informasi seputar Teluk Youtefa dibantu anak buahnya serta menyampaikan harapan KSDA ke depannya akan Teluk Youtefa.

2.1.2 Literatur o Buku

Indonesia Papua - Sekilas Pandang Mengenai Papua | dikeluarkan oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua

Jelajah Jayapura - Eksotisme Alam Budaya Di Pintu Gerbang Papua | penulis : Yusak Laksmana | penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama • Etno Artistik Sentani – Motif Gaya Rias | penulis : Don A.L. Flassy |

(3)

5

• Mengenal Papua | penulis : Kal Muller | penerbit : Daisy World Books

o Brosur

• Indonesia Papua - Point Of Interest Map | dikeluarkan oleh : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua

• Welcome To Jayapura Regency | dikeluarkan oleh : Bureau of Culture and Tourism Jayapura Regency

• Jayapura Regency Papua - Indonesia | dikeluarkan oleh : Bureau of Culture and Tourism Jayapura Regency

o Peta

• Peta Wilayah Kotamadya Jayapura | arsip data BAPEDDA

• Peta Wisata Kabupaten Jayapura | dikeluarkan oleh : Bureau of Culture and Tourism Jayapura Regency

2.1.3 Website

• Pemerintah Provinsi Papua (http://www.papuacloud.com/) • Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPEDDA) Jayapura

(http://www.bapedda.jayapurakota.info)

• Profile kota Jayapura (http://www.indotoplist.com/info/jayapura) • Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Kab_Jayapura)

(4)

6

2.1.4 Hasil Angket

Penulis melalukan 2 buah survey. Pada survei pertama penulis melakukan survei dengan membagikan kuesioner online terhadap 65 responden dengan ragam usia mulai dari 20 hingga 40 tahun ke atas untuk mengetahui gambaran keinginan masyarakat tentang wisata alam dan pengetahuan umum yang mereka miliki mengenai Papua khususnya Jayapura.

Berikut hasil survei penulis yang pertama:

1. 29 orang (45%) responden adalah pria dan 36 orang (55%) sisanya adalah wanita.

2. 57 orang (88%) responden berusia 20-23 tahun. 3 orang (5%) sisanya berusia di atas 24-30 tahun, 5 (8%) orang responden dengan 30-40 tahun ke atas.

3. 54 orang (84%) responden adalah mahasiswa dan 11 responden (16%) sisanya sudah bekerja.

4. 63 orang (97%) responden suka berwisata/ travelling, 2 orang (3%) responden tidak suka berwisata.

5. 51 orang (78%) responden mencari keindahan alam dalam perjalanan wisatanya. 44 orang (68%) responden mencari pengalaman baru dalam perjalanan wisatanya. 40 orang (62%) responden suka bersantap kuliner dalam perjalanan wisatanya. 36 orang (55%) responden ingin mengunjungi tempat yang belum dikunjungi dalam perjalanan wisatanya. 35 orang (54%) responden suka mendokumentasikan foto dan video dalam perjalanan wisatanya. 24 orang (37%) responden menyukai budaya masyarakat setempat dalam perjalanan wisatanya.

(5)

7

Sedangkan 15 orang (23%) responden mencari cinderamata/oleh-oleh dalam perjalanan wisatanya.

6. 37 orang (57%) responden menyukai objek wisata pantai. 10 orang (15%) responden menyukai objek wisata gunung. 7 orang (11%) responden menyukai objek wisata kampung/pedesaan. 5 orang (8%) responden menyukai objek wisata bukit/lembah. 3 orang (5%) responden menyukai objek wisata air terjun. 1 orang (2%) responden menyukai objek wisata danau.

7. 58 orang (89%) tertarik untuk mengunjungi Papua, 7 orang (11%) ragu-ragu. 0 responden yang tidak tertarik untuk mengunjungi Papua. 8. 42 orang (65%) responden mengetahui kota Jayapura dan 23 orang

(35%) responden tidak mengetahui kota Jayapura.

Hasil survei yang kedua:

1. 21 orang (55,3%) responden adalah pria dan 17 orang (44,7%) sisanya adalah wanita.

2. 17 orang (44,7%) responden berusia 17-23 tahun. 15 orang (39,5%) sisanya berusia di atas 24-30 tahun, 6 orang (15,8%) responden dengan 30-40 tahun ke atas.

3. 24 orang (63,2%) responden adalah karyawan, 7 orang (18,5%) responden adalah mahasiswa, 5 orang (13,2%) responden adalah wiraswasta, 2 orang (5,3%) responden adalah fotografer.

4. 32 orang (84,2%) responden merupakan penduduk asli Jayapura, 6 orang (15,8%) responden merupakan pendatang dari luar Papua.

(6)

8

5. 30 orang (78,9%) responden menganggap pantai adalah daya tarik utama Jayapura, 6 orang (15,8%) responden menganggap Danau Sentani adalah daya tarik utama Jayapura, 2 orang (5,3%) responden menganggap alam yang berbukit dan bergunung-gunung menjadi daya tarik utama Jayapura,

2.2 Profil Jayapura 2.2.1 Sejarah Jayapura

Jayapura adalah ibukota provinsi Papua, Indonesia. Kota ini merupakan ibukota provinsi yang terletak paling timur di Indonesia.

Sebelum Perang Dunia II, kota Jayapura diduduki oleh Pemerintah Belanda dimana oleh Kapten Sachse diberi nama Hollandia pada tanggal 7 Maret 1910.

Arti Holandia adalah : Hol = lengkung; teluk, land = tanah; tempat. Jadi Hollandia artinya tanah yang melengkung atau tanah / tempat yang berteluk. Negeri Belanda atau Holland atau Nederland - geografinya menunjukkan keadaan berteluk-teluk. Geografi kota Jayapura hampir sama dengan garis pantai utara negeri Belanda itu. Kondisi alam yang berlekuk-lekuk inilah yang mengilhami Kapten Sache untuk mencetuskan nama Hollandia di nama asli Numbay. Numbay diganti nama sampai 4 kali ; Hollandia – Kotabaru – Sukarnopura – Jayapura, yang sekarang dipakai adalah "Jayapura".

Arti nama dari Jayapura sendiri adalah 'Kota Kemenangan' yang dalam bahasa Sanskerta, Jaya yang berarti Kemenangan dan Pura yang berarti Kota.

(7)

9

Sesuai perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat maka status Kabupaten Jayapura dibentuk menjadi kota administratif. Kemudian berdasarkan Undang-Undang No. 6 tahun 1993 secara resmi status Kota Administratif Jayapura ditingkatkan menjadi Kotamadya Jayapura.

Walikota

Walikota pertama : Drs. Florens Imbiri | periode 1979 - 1989

Walikota kedua : Drs. Michael Manufundu, MA. | periode 1989 - 1993 Walikota ketiga : Drs. R. Roemantyo | periode 1994 - 1999

Walikota keempat : Drs. M. R. Kambu M. Si | periode 2000 - 2005 Walikota kelima : Drs. M. R. Kambu M. Si | periode 2005 - 2010 Walikota keenam : Drs. Benhur Tommy Mano, MM. | 2011 – 2016

2.2.2 Lambang Kota Jayapura

Gambar 2.1

Wadah lambang daerah berbentuk perisai berpaju lima berwarna dasar kuning emas dan di dalamnya terdapat tulisan KOTA JAYAPURA yang menggambarkan unsur-unsur sebagai pusat pemerintahan, pembangunan, perdagangan, industri, pendidikan, wisata, dan olah raga yang keseluruhannya

(8)

10

merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat di daerah pada khususnya.

Dalam lambang daerah ini digambarkan beberapa hal sebagai berikut :

Setangkai padi berwarna kuning dengan jumlah biji 21 buah dan setangkai bunga kapas terdiri dari 9 (sembilan) buah yang berwarna putih serta kelopak kapas berwarna hijau daun yang diikatkan dengan pita berwarna merah putih dengan lilitan 9 (sembilan) kali dan ujung pita berjurai 3 (tiga) yang kesemuanya melambangkan terbentuknya Kotamadya Daerah Tingkat II Jayapura pada tanggal 21 September 1993 di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dua buah perisai warna dasar putih berukur motif khas Jayapura masing-masing perisai berjumlah 4 (empat) dengan ukiran warna hitam, menggambarkan monumen sejarah rakyat Irian Jaya khususnya di Jayapura untuk kembali ke wilayah Republik Indonesia, disampai itu kota Jayapura merupakan kota yang memiliki potensi budaya yang tinggi.

Pondasi/pondamen bersusun 3 (tiga) ditandai dengan warna hijau tua, biru laut dan merah menggambarkan bahwa daerah ini wilayahnya terdiri dari tanah berbukit, lautan bebas serta posisi dan letaknya berada di wilayah paling timur Indonesia yang berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG). • Motto “PRASETYA ADI KARYA“ berarti tekad untuk mewujudkan karya

(9)

11

Arti warna dalam lambang daerah :

Warna Kuning : keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keagungan. Warna Biru : Pengabdian, kesetiaan dan kebijaksanaan.

Warna Merah Putih : Semangat dinamis yang berani dan dilandasi ketulusan dan kesucian.

Warna Hijau : Kesuburan, kemakmuran, untuk menuju kesejahteraan.

2.2.3 Visi dan Misi Kota Jayapura Visi

Visi Kota Jayapura adalah “Membangun Jayapura menuju kota BERIMAN yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera serta Mewujudkan suatu kesejahteraan umum Kota Jayapura yang berlandaskan “BERIMAN”. Beriman menggarap potensi, bijak memanfaatkan peluang dan bersinergi memecahkan masalah untuk mencapai masyarakat sejahtera yang maju dan mandiri.

“BERIMAN” sebagai akronim dari bersih, rapi, indah, manusiawi, aman dan nyaman maka motto tadi perlu diabadikan sekaligus sebagai Visi Kota Jayapura.

Secara maknawiyah “BERIMAN” berarti yakin terhadap Tuhan yang Maha Esa serta takwa atas aturan-Nya. Bila hal itu dijadikan sebagai landasan bertindak bagi masyarakat Kota Jayapura maka akan memperoleh keberhasilan yang maksimal.

(10)

12

Misi

Dalam rangka mencapai visi tersebut diatas, maka Misi Kota Jayapura adalah: • Menjadikan Kota Jayapura Agamais, hidup takut dan taat kepada

Tuhan.

• Mewujudkan Kota Jayapura yang makin bersih, rapi, indah, manusiawi, aman dan nyaman.

• Mewujudkan kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan. • Menjadikan Kota Jayapura sebagai;

o Kota Perdagangan dan Jasa. o Kota Pendidikan.

o Kota Parawisata dan Pengembangan Budaya Seni dan Olah Raga.

• Menjadikan Kota Jayapura sebagai pusat Pemerintahan dan Pembangunan di Tanah Papua.

2.2.4 Geografi

Posisi / Letak

Kota Jayapura berdiri sejak tanggal 21 September 1993 berdasarkan

Undang-Undang No. 6 tahun 1993 terletak dibagian Utara Propinsi Papua pada 1o28’17,26”-3o58’082” Lintang Selatan dan 137o34’10,6”-141o0’8,22” Bujur Timur.

(11)

13

Lokasi

Luas Kotamadya Jayapura adalah 940 Km atau 94.000 Ha, terdiri dari 4 Kecamatan, berbagi habis menjadi 11 desa dan 16 kelurahan.

Wilayah Kotamadya mempunyai batas administratif : • Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik.

Selatan berbatasan dengan Kecamatan Arso Kabupaten Jayapura. Timur berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG).

Barat berbatasan dengan Kecamatan Sentani dan Depapre Kabupaten Jayapura.

Dari seluruh luas wilayah yang ada, terbagi dalam kelurahan dan Kampung dengan luas masing - masing sebagai berikut :

(12)

14

Ketinggian dari Permukaan Air Laut

Topografi daerah cukup bervariasi, mulai dari dataran hingga landai dan berbukit / gunung 700 meter di atas permukaan air laut.

Kondisi Daerah

Kota Jayapura dengan luas wilayah 94.000 Ha terdapat 30% yang tidak layak huni, karena tediri dari perbukitan yang terjal, rawa-rawa dan hutan dlindungi dengan kemiringan 40% bersifat konservasi dan hutan lindung.

Iklim

Kota Jayapura tergolong beriklim tropis basah dengan suhu minimum 29o C dan maksimum 31,8o C, curah hujan rata-rata 146 mm/ht. Kelembaban udara rata-rata 80,42 %.

Musim

Musim hujan dan musim kemarau tidak teratur. Kelembaban udara rata- rata bervariasi antara 79% - 81% di lingkungan perkotaan sampai daerah pinggiran kota keadaan iklim seperti ini sangat menunjang bidang pertanian dan peternakan.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Kotamadya Jayapura dengan luas wilayah 94.000 ha. didominasi oleh kawasan terbuka berupa hutan sekunder sampai primer. Kawasan terbuka meliputi fungsi lindung dan fungsi budidaya.

(13)

15

Secara terperinci pemanfaatan lahan di Kotamadya Jayapura yang dikelompokan dalam kawasan berdasarkan fungsinya kawasan lindung dan kawasan budidaya adalah sebagai berikut:

Sumber: RUTR, Studi GLD & Analis

Tabel 2.1 Pemanfaatan lahan Kota Jayapura

Pemanfaatan

Kawasan Penggunaan Lahan

Luas Areal ( Ha ) Pemanfaatan (% ) Kawasan Budidaya Kawasan Lindung Pemukiman Wilayah Produksi Alang – Alang Rawa/Pesang Surut Danau

Jumlah Kawasan Budidaya

Hutan yang belum difungsikan Hutan lindung Peg.Djar Hutan lindung Abepura Cagar Alam peg. Cycloop Taman wisata Tel. Youtefa Taman Wisata Hutan Tel. Youtefa

Jumlah Kawasan Lindung

8.537.82 3.082.00 1.875.00 75.00 650.00 14.219.821 68.891.20 2.246,00 561.20 6.431.78 1.650.00 79.780.18 79.780.00 9.08 3.28 1.99 0.09 0.69 15.13 73.29 2.39 0.60 6.84 1.76 84.87 84.87 Jumlah Total 94.000.00 100.00

(14)

16

2.2.5 Kabupaten Jayapura

Kabupaten Jayapura adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Sentani, 33 km dari Kota Jayapura, dengan kepala pemerintahan Bupati, memiliki luas 61.493 km², dengan populasi 112.369 jiwa.

Batas Wilayah

Utara : Samudra Pasifik

Selatan : Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Yahukimo Barat : Kabupaten Sarmi.

Timur : Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura

Pemerintahan

Jarak terjauh dari barat ke timur 336 km, dibagi menjadi 24 distrik, 261 kampung dan 7 kelurahan. Distrik terkecil adalah Sentani dan Sentani Timur.

(15)

17

Distrik 1. Airu

Kampung/Desa: Aurina, Hulu Atas, Muara Nawa, Pagai 2. Demta

Kampung/Desa: Ambora, Demta, Kamdera, Muaif, Muris Kecil, Yakore, Yougapsa

3. Depapre

Kampung/Desa: Entiyebo, Kendate, Tabla Supa, Waiya, Wambena, Yepase, Yewena

4. Ebungfau

Kampung/Desa: Abar, Babrangko, Ebungfa, Homfolo, Khameyaka 5. Gresi Selatan

Kampung/Desa: Bangai, Iwon, Klaisu, Omon 6. Kaureh

Kampung/Desa: Lapua, Sebum, Soskotek, Umbron, Yadauw 7. Kemtuk

Kampung/Desa: Kwansu, Mamda, Mamda Yawan, Mamei, Nanbom, Sama, Sekori, Skoaim, Soaib, Yebeyab Kecil

8. Kemtuk Gresie

Kampung/Desa: Braso, Bring, Demetim, Demokaiti, Hatib, Ibub, Jagrang, Nembugresi, Pupehabu, Swentab, Yanbra

(16)

18

9. Namblong

Kampung/Desa: Besum, Karya Bumi, Sanggai, Sermai Atas, Sermai Bawah, Imestum, Yakasib

10. Nimbokrang

Kampung/Desa: Benyom Jaya I, Benyom Jaya II, Bunyom, Berap, Hamograng, Nimbokrang, Nembukrang Sari, Rhepang Muaif, Wahab 11. Nimboran

Kampung/Desa: Benyom, Gemebs, Imsar, Kaitemung, Kuipons, Kuwase, Meyu, Oyengsi, Pobaim, Singgri, Singgriway, Tabri, Yenggu Baru, Yenggu Lama

12. Ravenirara

Kampung/Desa: Nehibe, Newa, Yongsu Dosoyo, Yongsu Safari 13. Sentani

Kampung/Desa: Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Sentani Kota, Sereh, Yobeh, Yoboi

14. Sentani Barat

Kampung/Desa: Dosay, Maribu, Sabron Sari, Sabron Yaru, Waibon 15. Sentani Timur

Kampung/Desa: Asei Besar, Asei Kecil, Ayapo, Nendali, Nolokla, Puay, Yokiwa

16. Unurum Guay

(17)

19

17. Waibu

Kampung/Desa: Dondai, Doyo Baru, Doyo Lama, Kwadeware, Sosiri, Yakonde

18. Yapsi

Kampung/Desa: Bumi Sahaja, Kwarja, Nawa Mukti, Nawa Mulia, Ongan Jaya, Purnama Jati, Tabeyan, Taqwa Bangun

19. Yokari

Kampung/Desa: Buseryo, Endokisi, Maruwai, Meukisi, Snamai

(18)

20

2.2.6 Penduduk

Penduduk kotamadya Jayapura heterogen, terdiri dari semua suku yang ada di Indonesia ini terwakili di Jayapura. Jumlah penduduk Kotamadya Jayapura tahun 2010 adalah 256.705 jiwa dengan laju pertumbuhan 4,10 % per tahun.

Tabel 2.2 Jumlah penduduk Kota Jayapura

Jumlah Kepadatan Penduduk Per Distrik Tahun 2011

Sumber : BPS Statistik Jayapura

Tabel 2.3 Jumlah Kepadatan Penduduk Per Distrik Tahun 2011

No Distrik Jumlah Penduduk Luas Wilayah (Km2) Kepadatan

1 Jayapura Utara 63.039 51,00 1.305 2 Jayapura Selatan 66.937 43,40 1.542 3 Abepura 73.157 155,70 414 4 Muara Tami 11.137 626,70 18 5 Heram 40.435 63,20 562 Jumlah 256.705 940,00 258

(19)

21

Dengan adanya pemekaran tingkat distrik/kelurahan/kampung, kepadatan masing-masing distrik tidak berbeda jauh. Distrik Jayapura Utara dengan kepadatan 1.243 orang/km2 selanjutnya Jayapura Selatan 1.016 orang/km2. Sedangkan Abepura memiliki kepadatan 363 orang/km2, Heram 342 orang/km2, dan Distrik Muara Tami 18 orang/km2.

Analisa tentang pertumbuhan penduduk mengalami pelonjakan disebabkan karena adanya kemudahan sarana transportasi kapal laut dan pesawat udara serta arus urbanisasi penduduk dari desa ke kota.

2.2.7 Suku, Bahasa, dan Agama

Suku

Penduduk asli Jayapura atau Papua adalah ras Melasnesia. Penduduk di kota Jayapura terdiri dari berbagai suku / etnis dengan sistem kekerabatan ke ondoafi (kepala suku) yang membawahi beberapa kepala suku. Setiap suku memiliki corak budaya yang khas dan unik, misalnya bahasa daerah dan tarian seperti; tarian-tarian perang, tarian-tarian memanen ikan, tarian-tarian mensyukuri panen (pesta rakyat).

Bahasa

Kota Jayapura menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama masyarakatnya, namun memilki dialeg. Dialeg bahasanya umumnya sama di seluruh daerah Papua lainnya. Dialeg bahasanya terdengar seperti singkatan

(20)

22

kata; seperti: tidak = tra, kita = kitong (kita orang), sa = saya, ko = kamu, jangan = jang, su = sudah.

Untuk bahasa daerah, kota Jayapura memiliki 9 bahasa daerah dari 13 suku, yaitu:

Sumber: Wawancara Walikota

Tabel 2.4 Jumlah suku dan bahasa di Kota Jayapura

No Nama Suku Bahasa Daerah

1 Skow Sae Skow Mabo Skow Yambe

Sama

2 Nafri Warke Ada

3 Nafri Sembekra Ada

4 Yoka Waena Sama 5 Tobati Laut Tobati Enggros Sama

6 Kayu Batu Ada

7 Kayu Pulo Sibi Ada

8 Kayu Pulo Youwe Ada

(21)

23

Agama

Mayoritas agama di Jayapura adalah Kristen Protestan. Adapun jumlah pemeluk agama dan tempat ibadah dapat dirinci sebagai berikut :

Sumber : Kantor Depag Kota Jayapura

Tabel 2.5 Jumlah Persebaran Agama di Kota Jayapura Tahun 2011

2.2.8 Flora dan Fauna Flora

Pada hamparan datar dengan ketinggian tidak melebihi 75 m dpl, dengan jenis tanah organosol-aluvial, didominasi oleh vegetasi bakau-bakauan (Rizophora apiculata, Rizophora stylosa dan Bruguiera sp). Khusus di tepi barat pantai Teluk Youtefa, setelah bakau-bakauan juga dijumpai adanya pohon konifer dari jenis cemara pantai (Casuarina marine). Sedangkan di bagian utara yang menghadap ke Teluk Yos Sudarso didominasi oleh pohon kelapa (Cocos nucifera) dan juga terdapat Ketapang (Terminalia cattapa), Pandanus spp, bintangur (Callophyllum inophyllum), Baringtonia asiatica dan Xylocarpus sp.

No Distrik Islam Kristen Katolik Hindu Budha Total 1. 2. 3. 4. 5. JAPUT JAPSEL ABEPURA M. TAMI HERAM 28.823 32.181 19.546 5.621 9.335 39.686 32.214 21.814 11.225 14.042 12.122 8.656 15.177 3.363 5.791 452 273 584 - 260 679 713 358 7 88 81.762 74.037 57.479 20.216 29.516 JUMLAH 95.506 118.981 45.109 1.569 1.845 263.010

(22)

24

Pada areal perbukitan yang memiliki jenis tanah latosol, banyak ditemukan vegetasi hutan hujan tropis seperti tumbuhan dari jenis pohon Merbau (Intsia bijuga), Matoa (Pometia pinnata), Beringin (Ficus benyamina), Ketapang (Terminalia catapa), jenis pandan-pandanan (Pandanus sp), pohon pinang, tumbuhan perdu serta beberapa jenis paku-pakuan, jenis palem (Arthocarpus comunis) dan jenis-jenis anggrek seperti Dendrobium sp, Gramathophyllum papuanum, Paphiopedilum sp dan Bulbophyllum sp

Fauna

Pada Kota Jayapura, khususnya di Hutan Kawasan onservatif Teluk Youtefa terdapat beberapa jenis satwa dari kelompok aves antara lain Alap-alap (Haliastur indus), Nuri Merah Kepala Hitam (Lorius lory), Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita), Raja Udang, Rangkong (Buceros bicornis), Nuri Ekor Panjang (Alisterus chloropterus), Burung Elang, Burung Bangau dan beberapa jenis burung laut.

Jenis-jenis reptil yaitu Morelia viridis, Liasis sp, Ular Boa (Candoia aspera dan Candoia carinata), Biawak (Varanus sp), Kadal (Mabouya sp dan Tiliqua sp), Tokek (Gecko gecko) dan lain-lain. Jenis-jenis serangga yaitu laba-laba, kumbang dan kupu-kupu. Beberapa jenis katak (Bufo sp dan Rana sp).

Sedangkan jenis mamalia yaitu Tikus (Melomys moncktoni, Rattus sordidus), Kelelawar (Pteropus conspicillatus, Dobsomia minor, Malloglossus minimus, dll), Kus kus (Phalanger sp), dan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan satwa eksotik.

Beberapa jenis ikan komersil yang ada di Teluk Youtefa adalah Ikan Bolanak (Valamungil speigleri), Ikan Kombong (Rastralinger kanarguta),

(23)

25

Cumi-cumi (Sepia sp), Ikan Merah (Lutjanus malabarucus), Ikan Kakap (Lutjanus argentimuculatus, Lutjanus altifrontalis), Kerapu (Epinechulus tanvina), Bubara (Caranx sexfasciatus), jenis-jenis ikan hias, ikan lele, udang (Artemia sp), beberapa jenis karang serta biota laut lainnya.

2.2.9 Informasi Infastruktur dan Fasilitas Pendukung 2.2.9.1 Perhubungan

Jalan Umum

Kota Jayapura dengan panjang jalan 381,83 Km yang terdiri dari bermacam jenis jalan yaitu primer berfungsi sebagai jalan regional sekunder sebagai jalan pusat kota dan kolektor jalan di luar kota.

Transportasi

No Jenis Kendaraan Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. Sepeda Motor Mobil Penumpang Mobil Barang Mobil Bus Kendaraan Khusus 52.779 12.254 4.408 680 7.662 Total 77.783 Sumber: Dinas Perhubungan Jayapura 2010

(24)

Pelabuhan Laut

Pelabuhan Kota Jayapura dikelola oleh PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia Wilayah IV Cabang Jayapura. Kunjungan kapal bongkar muat dan turun naik penumpang di pelabuhan Jayapura. • Tarif Angkutan Kota

Tarif angkutan Penumpang jenis : mobil bus tarip terendah Rp. 1.600,- (umum) dan Rp. 1.000,- ( pelajar ) yaitu untuk jurusan Terminal Youtefa - Yoka. Sedangkan tarif tertinggi Rp. 7.000,- (umum) dan Rp. 4.200,- (pelajar) yaitu jurusan Terminal Youtefa - Perbatasan RI-PNG.

Untuk angkutan penumpang non bus tarif terendah Rp. 800,- (umum) dan Rp. 500,- (Pelajar) yaitu untuk jurusan lokal Jayapura. Sedangkan tarif tertinggi Rp. 2.000,- (umum) dan Rp.1.300,-(pelajar) yaitu jurusan Terminal Youtefa - Perumnas II,II- Uncen Baru.

Untuk tarif angkutan lain-lain adalah sebagai berikut :

• Tarif angkutan mobil taxi (angkot) argometer pembayaran pertama sampai dengan 2 km adalah Rp. 4.062,22- ,pembayaran selanjutnya Rp. 2.031,11,- /km .

• Tarif angkutan kendaraan sewa dan pariwisata adalah Rp.1.018,39/km, dan Rp.45.261,90 / Jam sedangkan untuk perhari sebesar Rp.407.357,13.

(25)

27

• Tarif sewa untuk mobil penumpang 12 seat Rp. 964,58,- /km atau Rp. 47.633,67,- /jam, atau Rp.428.703,00/ hr. tarif sewa untuk mobil penumpang 24 seat Rp. 72.703,94,- /jam atau Rp. 654.327,94,- /hr.

• Tarif sewa untuk mobil barang Rp. 56.362,55- /hari atau 62.262,51,- /jam.

2.2.9.2 Penginapan

Data Usaha Hotel di Jayapura Tahun 2011

No Nama Hotel Alamat Kelas

1 Hotel Tirta Mandala * Jl. Samudra No. 42 Mandala - Jpr Bintang 1

2 Hotel Muspagco Jl. Raya Polimak Entrop - Jpr Melati

3 Hotel Triton Jl. A. Yani 52 Jayapura Melati

4 Hotel Agung Jl. Argapura No.37 Argapura-Jpr Melati

5 Hotel Ayu Jl. Tugu II APO - Jayapura Melati

6 Hotel Relat Indah *** Jl. Perintis Kelapa No. 22 Argpr-Jpr Bintang 3

7 Hotel Andalucia ** Jl. Tanjung Ria No. 05 DOK IX Bintang 2

8 Hotel Kartini Jl. Perintis 2 Klufkamp - Jpr Melati

9 Hotel Rais Jl. Pantai Kelapa 28 Argapura-Jpr Melati

10 Hotel Pasific Jl. Tanjung Kamboja 28 Werf-Jpr Melati 11 Hotel Youtefa View Jl. Soa Siu No.13 Dok V Bw-Jpr Melati

12 Hotel Asia Jl. Perikanan No.15 Hamadi-Jpr Melati

13 Hotel Erma Shita Jl. Batu Putih 17 Polimak Melati

14 Hotel Sederhana Jl. Halmahera No. 2 Kota Jayapura Melati 15 Hotel Permata Jl. Olahraga No. 3 Paldam - Jpr Melati

16 Hotel Axton Jl. Duku No.28 Tasangkapura-Jpr Melati

(26)

28

18 Hotel Mulia Idaman Jl. Raya Abepura Entrop 12 Melati 19 Hotel Papua Jl. Percetakan No. 7 Kota Jayapura Melati 20 Hotel Yasmin *** Jl. Percetakan Negara Jayapura Bintang 3

21 Hotel 99 Jl. Argapura 1 No. 2 Argapura-Jpr Melati

22 Hotel Numbay Jl. Trikora Dok V Atas Melati

23 Hotel Swiss Bell **** Jl. Pasifik Permai Ruko Dok II - Jpr Bintang 4

24 Hotel Humbold Bay Jl. Koti Jayapura Melati

25 Hotel Matoa *** Jl. A. Yani - Jpr Bintang 3

26 Hotel Yudisyah Jl. Argapura II Jayapura Melati

27 Hotel Delima Jl. Kelapa II Bel. Term Entrop-Jpr Melati

28 Hotel Musi Jl. RPH Gren Blk.Rmh Pem Hewan Melati

29 Hotel Savay Irja Jl. Rawa No. 1 Hamadi - Jpr Melati

30 Hotel Mutiara Jl. STM YPK Kotaraja - Jpr Melati

31 Hotel Lembah Vuria Jl. Lembah Furia Kotaraja Melati

32 Hotel New Season Jl. Raya Abepura No.17 Entrop-Jpr Melati

33 Hotel Danny Jl. Raya Abepura Entrop Melati

34 Hotel Jayapura Jl. Olahraga No.4 (533216) Melati

35 Besiji Inn Jl. Tanjung Ria No. 78 Base - G-Jpr Melati 36 Hotel Cenderawasih Kotaraja Jl. Bucend IV Kotaraja Melati 37 Hotel Cenderawasih Abadi Jl. Klp. II Perum Entrop Grand Indah Melati

38 Hotel Mahkota Jl. Hamadi Tanjung 1 Melati

39 Hotel Mario Muramu Jl. Perintis 1 Klufkamp Melati

40 Hotel Aston **** Jl. Percetakan Jayapura Bintang 4

41 Hotel Kotaraja Jl. Kalong Kotaraja Dlm - Jpr Melati

42 Hotel Hamadi Beach Jl. Pantai Hamadi Melati

43 Hotel Mahkota Teluk Bayur Jl. Kampwolker, Waena Melati

Sumber: Dinas Pariwisata Jayapura

(27)

29

2.2.10 Kunjungan Wisatawan

No Negara Asal Jumlah

1 AMERIKA 31 2 AUSTRALIA 79 3 ARGENTINA 5 4 BRUNAI DARUSALAM 34 5 BANGLADES 1 6 CHINA 20 7 CANADA 10 8 DENMARK 9 9 INGGRIS 15 10 INDIA 29 11 JEPANG 33 12 JEKO SLOVAKIA 2 13 MALAYSIA 363 14 NIGERIA 6 15 PHILIPHINA 18 16 P N G 1349 17 PHILIPINA 7 18 SELANDIA BARU 10 19 SWISS 10 20 SRILANKA 11 21 SALOMON 1 2043

Sumber: Kantor Imigrasi Jayapura

(28)

30

Total Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tahun 2011

No Sumber Jumlah

1 Pelintas Batas RI-PNG / Imigrasi

6672

2 Visa Kunjungan / Imigrasi 2043

Total 8715

Tabel 2.9 Total Kunjungan Wisatawan Asing Tahun 2011

2.3 Highlight Pariwisata Jayapura Teluk Youtefa

Sebuah teluk dengan panorama yang sangat indah. Teluk ini secara resmi memang sangat indah, namun mempunyai arti khusus dalam Perang Dunia II, baik segi tentara Jepang maupun tentara Sekutu dan Amerika Serikat, karena letak teluk ini sangat strategis. Pada tanggal 19 April 1942 bala tentera Jepang masuk di Teluk Yotefa dan mendarat di PIM dan Abe pantai. Dengan diyakininya, bahwa letak Hollanda sangat strategis, maka Jepang melabuhkan dua buah kapal perang beserta marinirnya di Teluk Yotefa pada 6 Mei 1942.

(29)

31

Gambar 2.5

Diteluk ini masih terdapat peninggalan sejarah Perang Dunia II berupa bangkai-bangkai kapal Jepang maupun Sekutu yang tenggelam, sedang di Abe Pantai dibangun sebuah tugu peringatan Pendaratan tentara Jepang. Ternyata teluk yang terlindung ini menjadikan Hollandia sebagai tumpuan pertahanan Jepang. Begitu pula Perbekalan yang dimiliki Jepang di Hollandia diakui sekutu sebagai satu-satunya pusat Perbekalan yang terbesar dan terkuat oleh bala tentara Jepang di seluruh wilayah Pasifik.

Pantai Base G

Pantai yang indah membentang disepanjang Samudera Pasifik. Pasirnya putih dan airnya yang jernih menjadikan pantai ini ideal bagi penggemar renang mandi di sinar matahari. Tempat ini pada saat diduduki tentara Sekutu dijadikan sebagai Basis G. Pantai ini dapat dicapai dengan berbagai jenis kendaraan.

(30)

32

Penangkaran Buaya Entrop

Penangkaran buaya ini terletak di daerah Entrop wilayah kecamatan Jayapura Selatan 5 Km dari kota Jayapura. Entrop adalah nama orang Belanda yang pertama kalinya tinggal di tempat ini. sekitar 500 meter dari jalan raya Abepura terdapat penangkaran buaya dalam berbagai jenis ukuran dengan jumlah ribuan ekor. Sering dikunjungi oleh masyarakat kota Jayapura maupun wisatawan dan dapat dicapai dengan jenis kendaraan.

Gambar 2.7 • Toko Souvenir

Disini terdapat banyak macam ukiran khas Papua yang dapat dibeli. Terletak di Pasir Hamadi, 4 Km dari pusat kota Jayapura ke arah selatan yang ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Serta Aneka Batik Papua yang menjual berbagai macam batik dengan motif kahs Papua.

(31)

33

Monumen Jendral Douglas MacArthur

Tugu Pendaratan tentara sekutu ini didirikan untuk mengenang Pendaratan tentara Sekutu pada tanggal 22 April 1944 pukul 10.00 pagi di Pantai Hamadi. Operasi Pendaratan ini diberi nama Sandi RECKLESS dibawah pimpinan Jenderal Douglas MC Arthur dengan dibantu Laksamana D.E. Barbey dan Letnan Jenderal R.L. Einchelberger. Jenderal Douglas MC Arthur yang bermarkas komando diatas kapal induk NAHSVILLE mengerahkan personil dari Devisi Infantri ke-24, ke-32 dan ke-41 Amerika Serikat yang berjumlah 55.000 orang terdiri dari 37.500 orang pasukan tempur dan 18.000 orang non tempur dengan keahlian dalam berbagai bidang terutama tehnik.

Gambar 2.9

Pada jam 10.00 pagi pada tanggal 22 April 1994 Jenderal Douglas MC Arthur mendarat di Pantai Hamadi. Sebagai peringatan mendaratnya tentara sekutu tersebut, pada kaki tugu tersebut bertuliskan: “HERE THE ALLIED

(32)

34

FORCED LANDED ON APRIL 22, 1944”. Di Pantai Hamadi kini terdapat sebuah tugu yang didirikan oleh Angkatan Darat Kerajaan Belanda (Koninkijke Land Macht) pada tahun 1955, menjelang penyerahan tugasnya atas pengamanan Irian Barat kepada Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninkijke Zee Macht).

Danau Sentani

Danau Sentani merupakan danau yang terletak di Jayapura – Papua, Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitas 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75mdpl, menjadikannya sebagai Danau terbesar di Papua.

Kiasan dari nama Sentani oleh penduduk kampung setempat, memiliki arti “Di Sini kami tinggal dengan Damai”.

(33)

35

2.4 Data Penerbit

Gambar 2.11

Buku “Jayapura Journey: Sepotong Surga Tersembunyi di Papua” ini akan diterbitkan oleh R&W Publishing. R&W Publishing terletak di Jalan Merpati Raya no. 45 Jakarta, Indonesia.

R&W Publishing didirikan di Jakarta pada tahun 2004. Nama R&W

merupakan kepanjangan fari Red and White atau merah dan putih, yang merupakan warna bendera nasional Indonesia. Dengan nama tersebut, penerbit R&W Publishing mengusung semangat untuk mempromosikan seni dan sejarah Indonesia kepada khalayak internasional pada umumnya. Buku-buku cetakan R&W Publishing juga bertekad untuk menghasilkan Buku-buku dengan tema yang berkualitas diimbangi dengan kulitas cetakan yang tinggi dan memiliki desain yang unik.

R&W Publishing memiliki target yaitu para pembaca dewasa muda ke

atas. Buku-buku yang sudah diterbitkan oleh R&W Publishing pun sangat beragam, mulai dari buku desain, seni, fotografi, social poilitik, alam, budaya, music, fashion, dan lain-lain. Contoh beberapa judul buku yang telah diterbitkan antara lain yaitu 101 butterflies of Indonesias Lowland; After 10

Years: Friends Call Us Unkle; A Walk in The Clouds; Bisikan Alam; Energi

Positif: 100 Opini Tokoh Indonesia Era Kepemimpinan SBY; Kamus Brand; Kopassus: Untuk Indonesia; Yuni Jie: Contemporary Urban Living, dan lain-lain.

(34)

36

2.5 Target

2.5.1 Target Primer (Target Umum) Demografi:

Jenis kelamin : Pria dan wanita

Usia : 22-35 tahun

Kelas sosial : A - B Level

Pekerjaan : Karyawan, Mahasiswa, Pekerja Seni, Professional,

Fotografer, Entrepreneur.

Penghasilan : Diatas UMR

WNI dan WNA Geografi :

• WNI yang tinggal di Pulau Jawa, khususnya Jakarta dan sekitarnya.

• WNA dari negara-negara Eropa dan Amerika, negara tetangga (ASEAN) yang bekerja atau tinggal di Indonesia, dan Timika atau Freeport.

Psikografi : Peduli dan mencintai etnik budaya Indonesia, Memiliki ketertarikan dengan hal-hal yang berbau Papua, Sibuk dan butuh liburan, Petualang (explorer), Menyukai pantai dan tempat yang eksotis, Mapan, Fotografer, Backpaker, Suka diving, Pecinta alam, Menyukai pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi, Mencari pengalaman baru yang belum pernah didapat, Menyukai sejarah.

(35)

37

2.5.2 Target Sekunder

Pengunjung Festival Danau Sentani (FDS) dan Festival Holdt Numbay.

Demografi:

Jenis kelamin : Pria dan wanita

Usia : 25-55 tahun

Kelas sosial : A –B Level

Hobby : Menyukai kebudayaan dan sejarah Papua, pecinta wisata alam

Penghasilan : Diatas UMR

WNI dan WNA Geografi : • Wisatawan Nusantara

• Wisatawan mancanegara dari negara-negara Eropa dan Amerika, negara tetangga (ASEAN), dan wisatawan yang berlibur ke Bali.

Psikografi : Mencintai keindahan alam Papua, Hobby/suka menghadiri festival kebudayaan dan kesenian di Papua, Menyukai pantai, Menyukai sejarah Papua, Petualang, Tidak mempersoalkan biaya karena mencari pengalaman yang didapatkan di tempat lain.

(36)

38

2.6 Faktor Pendukung dan Penghambat 2.6.1 Faktor Pendukung

• Keindahan alam Jayapura yang belum begitu terekspose kepada khalayak umum di luar Papua.

• Banyaknya buku pengetahuan tentang Papua yang dibuat oleh warga negara asing.

• Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua memiliki potensi untuk dijadikan destinasi wisata utama di Papua sebagai etalase / pintu masuk para wisatawan.

• Kekuatan destinasi Kota Jayapura yang unik dan indah karena di dalam kota ada kampung, di dalam kota ada teluk di dalam teluk (Teluk Youtefa), topografi yang berbukit-bukit dengan posisi gunung yang berdekatan dengan pantai, serta merupakan lokasi bersejarah semasa Perang Dunia ke-2.

• Masyarakat Jayapura yang ramah kepada wisatawan dan memiliki keaneragaman suku yang masih dipimpin oleh Ondoafi (kepala suku) di setiap kampungnya.

2.6.2 Faktor Penghambat

• Sulitnya mencari informasi mengenai tempat wisata di Jayapura.

• Masih kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke Jayapura karena biaya dan letaknya yang jauh berada di wilayah ujung Timur Indonesia.

(37)

39

• Kurangnya investor yang masuk, sehingga promosi dan pemberdayaan objek wisata hanya dikelola oleh pemerintah setempat dengan pengetahuan yang tebatas serta anggaran dana negara yang terbatas. • Kurangnya promosi yang dilakukan pemerintah setempat untuk

mempromosikan tempat-tempat pariwisata di Papua, khususnya Jayapura. • Minimnya pengetahuan ilmu desain dalam membuat suatu promosi baik

itu buku, poster, brosur, website, dll.

2.7 Analisis SWOT Pengembangan Kepariwisataan Jayapura 2.7.1 Kekuatan (Strengths)

• Letak geografis yang begitu strategis, yaitu sebelah timur berbatasan dengan negara PNG dan sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik.

• Visi dan misi Kota Jayapura dalam mendukung kepariwisataan. • Taman wisata alam Teluk Youtefa (adanya teluk di dalam teluk). • Kota Jayapura sebagai kota pendidikan (Pusat Pendidikan di Papua). • Jayapura memiliki 13 Suku asli.

• Potensi nilai sejarah di kota Jayapura yang mendukung.

• Visi dan misi pariwisata Kota Jayapura sebagai daerah pariwisata unggulan 2016.

• Sarana wisata yang cukup memadai di Kota Jayapura yaitu: 42 hotel, 15 restaurant, 59 BPW.

(38)

40

2.7.2 Kelemahan (Weakness)

• Belum termanfaatkan dengan maksimal potensi geografis tersebut. • Kurangnya koordinasi lintas sektor.

• Sarana objek pariwisata yang masih kurang memadai.

• Kompetensi kuantitas dan kualitas SDM yang belum memadai. • Perairan Teluk Youtefa yang tercemar dengan sampah.

• Permasalahan pada hak tanah (tanah yang dianggap sebagai tanah adat masyarakat setempat) dan pungutan liar di lokasi objek pariwisata di Jayapura.

• Belum adanya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kota Jayapura.

• Kurangnya sosialisasi (promosi pariwisata tentang Jayapura).

• Kurangnya investor / kurang terlibatnya masyarakat lokal pada industri pariwisata (hotel, restaurant, dll.).

• Degradasi budaya di Jayapura.

• Pemasaran pariwisata Jayapura masih lemah.

2.7.3 Peluang (Opportunity)

Potensi pengembangan wisata perbatasan, shopping, sejarah, ekowisata, dan bahari.

• Kesempatan berusaha dan membukakan lapangan kerja bagi warga Jayapura dalam bidang pariwisata.

(39)

41

• Tingginya minat masyarakat untuk menikmati daya tarik wisata Kota Jayapura.

• Dinamisnya promosi dan usaha pariwisata di kota Jayapura.

• Penetapan kawasan-kawasan pariwisata strategis di Kota Jayapura.

2.7.4 Ancaman (Threats)

• Kesadaran masyarakat terhadap pariwisata masih rendah.

• Perubahan sosial politik yang mengarah kepada egoism kedaerahan dan situasi keamanan yang tidak kondusif.

• Urbanisasi yang tidak terkendali. • Wisatawan beralih ke destinasi lain.

• Terjadi kecemburuan sosial dari masyarakat lokal (asli) karena tidak terlibat dalam industri pariwisata yang semakin menjamur.

• Adanya kesan penjualan atau komersialisasi budaya.

• Dampak negatif yang dibawa wisatawan asing ke Kota Jayapura. • Rusaknya terumbu karang san spesies ikannya atau laut tercemar.

Gambar

Tabel 2.1 Pemanfaatan lahan Kota Jayapura
Tabel 2.3 Jumlah Kepadatan Penduduk Per Distrik Tahun 2011
Tabel 2.4 Jumlah suku dan bahasa di Kota Jayapura
Tabel 2.5 Jumlah Persebaran Agama di Kota Jayapura Tahun 2011
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengecekan keabsahan temuan, peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:.. Triangulasi, merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu

Mengenalkan kembali pagelaran wayang kulit beserta permasalahan-permasalahan saat ini menggunakan adegan goro-goro membuat penonton dengan mudah menerima informasi

Process Capital : proses, aktifitas, dan infrastuktur untuk penciptaan, pemakaian bersama, pemindahan, dn penyebaran pengetahuan yang dapat memberikan sumbangan kepada

Proposal Skripsi ini disusun dari hasil penelitian yang dilakukan penulis dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajad kesarjanaan strata satu

Pada kehamilan trimester pertama anemia dapat menyebabkan abortus, Missed abortus, dan kelainan kongenital, pada trimester kedua dapat terjadi persalinan prematus,

 Didalam Java, kita akan memiliki class Customer dengan atribut Address  Di dalam database, kita dapat memiki tabel CUSTOMER yang menunjuk. pada ADDRESS menggunakan kolom foreign

Penelitian mengenai pemerolehan kalimat pada anak usia 4;0-5;0 menarik untuk dikaji, karena pada usia ini penguasaan sintaksis pada anak sudah cukup baik, dimana

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi pihak rumah sakit untuk merumuskan kebijakan penanganan terhadap pasien khususnya untuk menerapkan relaksasi