• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS_POTENSI_PENDAPATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS_POTENSI_PENDAPATAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS POTENSI PENDAPATAN

ANALISIS POTENSI PENDAPATAN

Mengenali Potensi Pendapatan

Mengenali Potensi Pendapatan

Potensi adalah sesuatu yang sebenarnya sudah ada, hanya saja belum didapat Potensi adalah sesuatu yang sebenarnya sudah ada, hanya saja belum didapat atau diperoleh di tangan. Karena potensi tersebut bersifat tersembunyi , maka perlu atau diperoleh di tangan. Karena potensi tersebut bersifat tersembunyi , maka perlu diteliti besarnya potensi yang ada, termasuk potensi pendapatan. Dan menidentifikasi diteliti besarnya potensi yang ada, termasuk potensi pendapatan. Dan menidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan merupakan bagian dari salah satu upaya factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan merupakan bagian dari salah satu upaya mengenali potensi.

mengenali potensi.

Potensi pendapatan suatu daerah berbeda-beda disebabkan oleh factor Potensi pendapatan suatu daerah berbeda-beda disebabkan oleh factor demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi, dan lingkungan yang demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi, dan lingkungan yang berbeda-beda. Namun terkadang suatu potensi tidak dapat diolah akibat keterbatasan sumber beda. Namun terkadang suatu potensi tidak dapat diolah akibat keterbatasan sumber daya manusia, permodalan, dan peraturan perundangan yang membatasi. Jika dilihat daya manusia, permodalan, dan peraturan perundangan yang membatasi. Jika dilihat dari kepemilikan potensi dan kemampuan mengelola potensi yang ada, suatu daerah dari kepemilikan potensi dan kemampuan mengelola potensi yang ada, suatu daerah dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu :

dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu : 1.

1. Memiliki potensi Memiliki potensi dan kdan kemampuan mengelola emampuan mengelola yang yang tinggitinggi 2.

2. Memiliki potensi Memiliki potensi yang yang tinggi tinggi kemampuan mengelola kemampuan mengelola rendahrendah 3.

3. Memiliki potensi yang Memiliki potensi yang rendah tetapi rendah tetapi memiliki kemampuan mengelola memiliki kemampuan mengelola yang yang tinggitinggi 4.

4. Memiliki potensi Memiliki potensi yang yang rendah dan rendah dan kemampuan kemampuan mengelola rendahmengelola rendah Pemetaan potensi pendapatan

Pemetaan potensi pendapatan

Factor eksternal seperti perkembangan perekonomian regional dan global juga Factor eksternal seperti perkembangan perekonomian regional dan global juga dapat mempengaruhi pertumbuhan potensi ekonomi nasional dan daerah. dapat mempengaruhi pertumbuhan potensi ekonomi nasional dan daerah. Sumber-sumber utama pendapatan suatu daerah secara umum dapat dilihat pada data sumber utama pendapatan suatu daerah secara umum dapat dilihat pada data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dapat dirinci ke masing-masing Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dapat dirinci ke masing-masing sector. PDRB sektoral untuk menentukan nilai PDRB suatu daerah yaitu :

sector. PDRB sektoral untuk menentukan nilai PDRB suatu daerah yaitu : 1.

1. Sektor Sektor Pertanian, Pertanian, meliputi meliputi :: 2.

2. Sektor PSektor Pertambangan dan ertambangan dan Penggalian, meliputi Penggalian, meliputi :: 3.

3. Sektor Sektor Industri, Industri, meliputi meliputi :: 4.

4. Sektor Sektor Listrik, Gas, Listrik, Gas, dan dan Air Air BersihBersih 5.

5. Sektor Sektor Konstruksi Konstruksi (Bangunan)(Bangunan) 6.

6. Sektor Sektor Perdagangan, Perdagangan, Hotel, Hotel, dan dan RestoranRestoran 7.

7. Sektor Sektor Pengangkutan Pengangkutan dan dan KomunikasiKomunikasi 8.

8. Sektor KSektor Keuangan, euangan, Persewaan, Persewaan, dan dan Jasa Jasa PerusahaanPerusahaan 9. Jasa-jasa

9. Jasa-jasa  Analisa Tip

 Analisa Tipologi Klassologi Klassen merupakaen merupakan teknik pengen teknik pengelompokan sualompokan suatu sektor dengantu sektor dengan melihat pertumbuhan dan kontribusi sektor tertentu terhadap total PDRB suatu daerah, melihat pertumbuhan dan kontribusi sektor tertentu terhadap total PDRB suatu daerah,

(2)

sehingga kita dapat memetakan potensi daerah secara sektoral kedalam empat kategori :

1. Sektor unggulan (prima)

Sektor prima adalah sektor yang paling dominan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Karena sektor tersebut pertumbuhannya tinggi dan kontribusinya terhadap PDRB besar

2. Sektor potensial

Sektor potensial adalah sektor yang juga memberikan kontribusi tinggi bagi perekonomian daerah tetapi pertumbuhan sektor tersebut lambat dan cenderung menurun.

3. Sektor berkembang

Sektor berkembang adalah sektor yang sedang mengalami peningkatan, yang diindikasikan dengan pertumbuhan tinggi tetapi kontribusinya masih rendah.

4. Sektor terbelakang

Sektor terbelakang adalah sektor yang menjadi kelemahan daerah yang diindikasikan dengan pertumbuhan lambat dan kontribusi terhadap PDRB rendah.

Penentuan suatu sektor apakan masuk ke salah satu kategori diatas adalah didasarkan pada perhitungan laju petumbuhan kontribusi sektoral dan rerata besar kontribusi sektoralnya terhadap PDRB.

 Analisa Tipologi Klassen juga bermanfaat untuk mengidentifikasi peta potensi ekonomi secara maksro tetapi tidak menunjukkan jumlah riil potensi yang ada. Untuk mengetahui potensi riil pendapatan yang dimiliki oleh suatu pemerintah daerah, diperlukan identifikasi dan penghitungan potensi dengan basisi mikro. Penghitungan pendapatan basis mikro dilakukan dengan cara survey dan observasi terhadap objek dan subjek pajak kemudian dilakukan penghitungan (assessment)  potensi pendapatan yang ada, sedangkan penghitungan pendapatan basisi makro dilakukan dengan teknik estimasi dengan model regresi ekonometrik yang menggunakan variable makro ekonomi sebagai proksi.

Penghitungan potensi pendapatan basis mikro dilakukan dengan cara menghitung potensi pendapatan untuk masing-masing objek pendapatan. Potensi suatu penerimaan pajak dan retribusi secara umum dapat dihitung dengan mengalikan tarif suatu pajak/retribusi dengan basis pajak/retribusi. Tarif pajak/retribusi disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundangan. Sementara penentuan basis pajak perlu dilakukan penghitungan secara objektif, sebab basis pajak/retribusi ini akan mempengaruhi besarnya potensi pendapatan.

(3)

Potensi Pendapatan Pajak/Retribusi = Basis Pajak/Retribusi X Tarif Pajak Retribusi

Langkah-langkah yang dilakukan :

 Mengidentifikasi objek pendapatan pajak hotel  Menentukan hotel yang akan diteliti

 Melakukan observasi untuk memperoleh data kelas atau jenis kamar, tarif kamar,  jumlah kamar, tingkat hunian kamar

 Menghitung rata-rata hunian kamar  Menghitung potensi pajak

Menghitung Potensi Pajak Restoran

Sebagai dasar pengenaan pajak restoran adalah omzet penjualan. Dalam hal ini penjual atau pemilik restoran merupakan wajib pungut, sedangkan para pembeli adalah subjek pajaknya. Penjual akan membebankan pajak restoran kepada pembeli sebesar tarif pajak dikalikan dengan jumlah rupiah makanan/minuman yang dibeli sehingga  jumlah seluruhnya yang dibayarkan pembeli sudah termasuk di dalamnya pajak

restoran. Selanjutnya pemilik restoran sebagai wajib pungut berkewajiban menyetorkan pajak restoran tersebut kepada pemerintah daerah.

Langkah-langkag menghitung potensi pajak restoran adalah :  Menidentifikasi objek pendapatan pajak restoran

 Menentukan restoran yang akan diteliti potensi pajak restorannya

 Melakukan observasi untuk memperoleh data omzet penjualan, jumlah pengunjung restoran, jumlah meja atau kursi tersedia, daftar menu dan harga dsb

 Menghitung rata-rata omzet penjualan  Menghitung potensi pajak restoran

Potensi Pajak Restoran = Rata-Rata Omzet Penjualan X 360 Hari X Tarif Pajak Restoran Menghitung potensi pajak hiburan

Jenis hiburan yang bias dipungut pajak hiburan antara lain, bioskop, pertunjukan, konser music, dan sebagainya. Pajak hiburan sebagai dasar pengenaan pajak adalah omzet penjualan tiket. Besarnya pajak hiburan adalah jumlah omzet penjualan tiket dikalikan dengan tarif pajak.

Langkah-langkah menghitung pajak hiburan :  Mengidentifikasi objek pajak hiburan

(4)

 Menentukan penyelenggara hiburan yang akan diteliti potensi pajaknya

 Melakukan observasi untuk memperoleh data omzet penjualan tiket, tingkat kunjungan, jumlah kursi tersedia, frekuensi pertunjukan, harga tiket masuk, dsb  Menghitung perkiraan omzet penjualan

 Menghirung potensi pajak hiburan Menghitung potensi pajak parker

Terdapat dua jenis pungutan parker, yaitu pajak parkir dan retribusi parkir. Pajak perkir merupakan pajak yang dikenakan atas penyelenggaraan parkir diluar jalan yang dikelola oleh orang pribadi maupun badan baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang desediakan sebagai usaha utama termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran.

Langkah-langkah menghitung potensi pajak parkir adalah :

 Menidentifikasi objek pendapatan pajak parkir, yakni identifikasi penyelenggara tempat parkir diluar badan jalan oleh orang pribadi atau badan.

 Menentukan tempat parkir yang akan diteliti potensi pajak parkirnya

 Melakuan observasi untuk memperoleh data jumlah kendaraan yang parkir, tarif parkir yang dikenakan untuk masing-masing kendaraan bermotor, luas area perkir, daya tamping, dsb

 Menghitung rata-rata pendapatan parkir per hari  Menghitung potensi pajak perkir

Potensi Pajak Parkir = Rata-Rata Pendapatan Parkir X 360 Hari X Tarif Pajak Parkir Menghitung potensi pajak reklame

Objek reklame yang dapat dipungut pajak adalah Reklame papan, billboard, megatron dan LED, Reklame kain, Reklame stiker, Reklame selebaran, Reklame berjalan , Reklame udara, Reklame suara, Reklame Film dan Reklame peragaan. Sedangkan subjek pajak reklame adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan atau melakukan pemasangan reklame. Wajib pajak reklame adalah orang pribadi, badan atau pihak ketiga (agen reklame) yang menyelenggarakan reklame.

Dasar pengenaan Pajak Reklame = Nilai sewa reklame x Tarif Pajak Reklame

Nilai Sewa Reklame adalah NJOP ditambah nilai strategis. Factor penentu besranya Nilai sewa Reklame adalah :

(5)

 Lokasi penempatan Reklame (daerah protocol, ekonomi, dan lingkungan)  Jenis reklame

 Jangka waktu penyelenggaraan  Ukuran media reklame

Nilai Sewa Reklame = Biaya Pemasangan + Biaya Pemeliharaan + Nilai Strategis Lama Pemasangan

Faktor yang mempengaruhi biaya pemasangan reklame :  Jenis reklame

 Ukuran reklame (luas dan ketinggian)  Sudut pandang reklame

 Nilai Jual Pajak Objek Reklame wilayah pemasangan reklame

Nilai strategis wilayah pemasangan reklame ditentukan oleh beberapa indicator, antara lain :

 Tingkat keramaian lalulintas kendaraan sekitar lokasi pemasangan reklame   Tingkat kerawanan terhadap kecelakan lalulintas di sekitar lokasi

pemasangan reklame

 Tingkat kepadatan/keramaian orang sekitar lokasi pemasangan reklame  Ada tidaknya pusat aktivitas di sekitar wilayah pemasangan reklame

 Karakteristik kawasan pemasangan reklame (wilayah bebas,umum, selektif dan khusus)

Menghitung Potensi Retribusi Daerah

Menghitung potensi retribusi daerah adalah dengan mengalikan basis retribusi daerah dengan tarif retribusi yang ditetapkan. Pada dasarnya retribusi memiliki jenis yang lebih beragam dan fleksibel dibandingkan dengan pajak daerah, namun tidak semua retribusi tersebut potensial dalam memberikan kontribusi PAD secara signifikan. Pungutan daerah berupa retribusi memiliki perbedaan mendasar disbanding dengan pungutan pajak. Perbedaannya adalh pungutan retribusi memiliki keterkaitan langsung dengan suatu pelayanan. Pembayar pajak daerah tidak memperoleh imbalan secara langsung atas uang pajak yang mereka bayarkan, sedangkan pembayar retribusi bias memperoleh imbalan berupa jasa yang dapat dinikmati secara langsung.

(6)

Menghitung Potensi Retribusi Pasar

Retribusi pelayanan pasar adalah pungutan sebagai pembayaran atas penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan kios, los, atau took di kawasan pasar dan tempat perdagangan umum yang disediakan oleh pemerintah daerah. Jenis pasar ynag dapat dikenakan retribusi pelayanan pasar meliputi, pasar umum dan pasar hewan.

Untuk menghitung retribusi pasar perlu dikumpulkan data :

 Fasilitas pasar  Jenis dagangan

 Jumlah petugas pemungut  Tarif retribusi

 Jumlah kios dan los

 Luas pasar dan area kaki lima  Data penerimaan retribusi tahunan

 Perhitungan potensi retribusi pasar umum

[(Jumlah Kios x TR) + (Jumlah Los x TR) + (Jumlah Kaki 5 x TR)] x[∑Aktivitas Sebulan x 12]  Penghitungan potensi retribusi pasar hewan

[(Jumlah Hewan Besar x TR) + (Jumlah Hewan Kecil x TR)] x [∑ Aktivitas Sebulan x 12]

Menghitung potensi retribusi parkir

Retribusi parkir dikenakan atas jasa penggunaan tepi jalan umum yang merupakan fasilitas milik pemerintah sebagai tempat parkir.

Langkah-langkah menghitung potensi retribusi parkir adalah :

 Menentukan tempat parkir tepi jalan umum yang akan diteliti potensi retribusi

parkirnya

 Melakukan pbservasi untuk memperoleh data jumlah kedaraan yang perkir,

tarif parkir yang dikenakan untuk masing-masing kendaraan bermotor, luas area perkir, daya tampung, dsb

 Menghitung rata-rata jumlah kendaraan yang parkir per hari  Menghitung potensi retribusi parkir

Referensi

Dokumen terkait

“Karena kasus tersebut, tahun ini kami tidak bisa melanjutkan proyek pengadaan bus,” tambah Ahok yang bersama Jokowi dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur pada

PURNOMO Aqidah Akhlak MI ISLAMIYAH KUNIRAN Bojonegoro Lulus 60 12050523520221 SITI NIKMATUL KHOIRIYAH Aqidah Akhlak MI... YAZID Aqidah Akhlak

dan revitalisasi pendidikan muhammadiyah Ceramah Diskusi Presentasi Mahasiswa dapat menjelaskan kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan di Indonesia Presensi FGD Aktifitas

Di sisi lain variabilitas karakter morfologi padi payo dengan kriteria sempit sampai sangat sempit yaitu warna helai daun, warna lidah daun, warna pelepah daun, warna leher

Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada penelitian yang akan dibahas kali ini lebih menekankan tentang pro dan kontra di balik fenomena

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying mempengaruhi tugas perkembangan remaja korban bullying , namun terdapat faktor yang dapat menghambat dampak tersebut, yaitu

Dari hasil penelitian mengenai pengaruh jumlah ignition booster pada kabel busi dan penambahan methanol dalam premium terhadap konsumsi bahan bakar pada Yamaha Mio

Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepadatan penduduk, Jumlah murid, jarak dan waktu tempuh, kepadatan penduduk digunakan untuk mengetahui