• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Ats Plc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Ats Plc"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 BAB 1

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Pada zaman sekarang dimana listrik merupakan salah satu kebutuhan Pada zaman sekarang dimana listrik merupakan salah satu kebutuhan utama yang sangat penting hampir di semua aspek kehidupan, sehingga utama yang sangat penting hampir di semua aspek kehidupan, sehingga membuat beberapa tempat yang membutuhkan supply listrik terus menerus membuat beberapa tempat yang membutuhkan supply listrik terus menerus seperti sektor industri dan bandara sangat bergantung terhadap supply listrik seperti sektor industri dan bandara sangat bergantung terhadap supply listrik yang kontinyu. Bahkan ada beberapa tempat yang mengharuskan agar supply yang kontinyu. Bahkan ada beberapa tempat yang mengharuskan agar supply listrik tidak terputus sama sekali agar tidak menimbulkan bahaya terhadap listrik tidak terputus sama sekali agar tidak menimbulkan bahaya terhadap keselamatan seseorang, seperti Rumah Sakit.

keselamatan seseorang, seperti Rumah Sakit.

PLN sebagai sumber utama tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya PLN sebagai sumber utama tidak selamanya kontinu dalam penyalurannya sehingga dibutuhkan generator set (genset) sebagai back-up suplai utama (PLN). sehingga dibutuhkan generator set (genset) sebagai back-up suplai utama (PLN). Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya maka diperlukan sistem kontrol otomatis tersebut biasanya ataupun sebaliknya maka diperlukan sistem kontrol otomatis tersebut biasanya disebut Automatic Transfer Switch (ATS) - Automatic Main Failure (AMF) atau disebut Automatic Transfer Switch (ATS) - Automatic Main Failure (AMF) atau sistem interlok PLN - Genset.

sistem interlok PLN - Genset.

Fungsi Dari A.M.F(Automatic Main Failure) Adalah Secara Automatic Fungsi Dari A.M.F(Automatic Main Failure) Adalah Secara Automatic Menghidupkan (Start)

Menghidupkan (Start) Genset ketika Genset ketika suplai Listrik dari PLN suplai Listrik dari PLN Gagal / Padam.Gagal / Padam.

Fungsi dari

Fungsi dari A.T.S (Automatic A.T.S (Automatic Transfer Switch) AdTransfer Switch) Adalah alah Secara AutomaticSecara Automatic Membuka

Membuka Suplay Suplay listrik dari listrik dari genset genset dan mendan menutup suputup suplay lay listrik dari listrik dari PLN PLN dandan sebaliknya membuka suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay listrik dari sebaliknya membuka suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay listrik dari genset secara Automatic ketika Supay listrik dari

(2)

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah 

 Bagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik padaBagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik pada suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu.

suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu. 

 Bagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidakBagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidak menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis. menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis.

C.

C. Batasan MasalahBatasan Masalah

Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun menggunakan PLC.

menggunakan PLC.

D.

D. TujuanTujuan

Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem kelistrikan

kelistrikan ATS ATS (Auto (Auto Transfer Switch) Transfer Switch) baik secara baik secara konvensional konvensional maupunmaupun menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat.

menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat. a.

a. Tujuan internalTujuan internal 

 Sebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasiSebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasi kelistrikan.

kelistrikan.  b.

 b. Tujuan eksternalTujuan eksternal 

 Sebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS diSebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS di masyarakat.

(3)

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah 

 Bagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik padaBagaimana membuat sistem kelistrikan yang dapat menyuplai listrik pada suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu.

suatu jaringan atau instalasi secara kontinyu. 

 Bagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidakBagaimana agar sistem kelistrikan yang akan dibuat tersebut aman dan tidak menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis. menimbulkan masalah terhadap jaringan serta dapat bekerja secara otomatis.

C.

C. Batasan MasalahBatasan Masalah

Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Merancang dan merangkai suatu sistem kelistrrikan ATS (Auto Transfer Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun Switch) yang dapat bekerja secara otomatis baik secara konvensional maupun menggunakan PLC.

menggunakan PLC.

D.

D. TujuanTujuan

Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem Diharapkan agar mahasiswa dapat melakukan perangkaian sistem kelistrikan

kelistrikan ATS ATS (Auto (Auto Transfer Switch) Transfer Switch) baik secara baik secara konvensional konvensional maupunmaupun menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat.

menggunakan PLC sesuai dengan gambar rancangan yang telah dibuat. a.

a. Tujuan internalTujuan internal 

 Sebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasiSebagai tugas akhir pada mata kuliah praktikum bengkel otomasi kelistrikan.

kelistrikan.  b.

 b. Tujuan eksternalTujuan eksternal 

 Sebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS diSebagai acuan dalam pembuatan sestem kelistrikan ATS di masyarakat.

(4)

BAB II BAB II

LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI

1.

1. ATS(Auto Transfer Switch)ATS(Auto Transfer Switch) 

Tr

Tr a

ansfe

nsfer

r Switch

Switch

Transfer switch adalah sebuah saklar listrik yang menghubungkan sumber Transfer switch adalah sebuah saklar listrik yang menghubungkan sumber tenaga listrik dari sumber utama ke sumber siaga. Switch dapat dioperasikan tenaga listrik dari sumber utama ke sumber siaga. Switch dapat dioperasikan secara manual atau secara otomatis. Sebuah Transfer Switch Otomatis (ATS) secara manual atau secara otomatis. Sebuah Transfer Switch Otomatis (ATS) sering dipasang di mana generator cadangan terletak, sehingga generator dapat sering dipasang di mana generator cadangan terletak, sehingga generator dapat memberikan daya listrik sementara jika sumber listrik terputus.

memberikan daya listrik sementara jika sumber listrik terputus.

 PengoperasianPengoperasian T

 Trra

ansfe

nsfer

r Switch

Switch

Selain mentransfer beban ke generator cadangan, sebuah ATS juga Selain mentransfer beban ke generator cadangan, sebuah ATS juga memerintahkan generator cadangan untuk memulai, berdasarkan tegangan yang memerintahkan generator cadangan untuk memulai, berdasarkan tegangan yang dipantau pada pasokan utama. Transfer switch mengisolasi generator cadangan dipantau pada pasokan utama. Transfer switch mengisolasi generator cadangan dari PLN, ketika generator hidup dan menyediakan listrik sementara. Kemampuan dari PLN, ketika generator hidup dan menyediakan listrik sementara. Kemampuan kontrol dari saklar transfer mungkin secara manual saja, atau kombinasi otomatis kontrol dari saklar transfer mungkin secara manual saja, atau kombinasi otomatis dan manual. Transisi beralih modus dari tansfer switch Transisi Terbuka (OT) dan manual. Transisi beralih modus dari tansfer switch Transisi Terbuka (OT) (tipe biasa), atau Transisi Closed (CT).

(tipe biasa), atau Transisi Closed (CT).

Misalnya,di sebuah rumah dilengkapi dengan generator cadangan dan ATS, ketika Misalnya,di sebuah rumah dilengkapi dengan generator cadangan dan ATS, ketika  pemadaman listrik PLN terjadi, ATS akan memberitahu generator cadangan untuk  pemadaman listrik PLN terjadi, ATS akan memberitahu generator cadangan untuk memulai. Setelah ATS melihat bahwa generator siap untuk menyediakan tenaga memulai. Setelah ATS melihat bahwa generator siap untuk menyediakan tenaga listrik, ATS memutus sambungan rumah untuk PLN dan menghubungkan listrik, ATS memutus sambungan rumah untuk PLN dan menghubungkan generator untuk panel utama listrik rumah itu. Generator memasok listrik kebeban generator untuk panel utama listrik rumah itu. Generator memasok listrik kebeban listrik rumah, tetapi tidak terhubung dengan PLN. Isolasi generator dari sistem listrik rumah, tetapi tidak terhubung dengan PLN. Isolasi generator dari sistem distribusi diperlukan untuk melindungi generator dari kelebihan beban, dan untuk distribusi diperlukan untuk melindungi generator dari kelebihan beban, dan untuk mencegah hubungan singkat dengan jaringan listrik dari PLN. Ketika jaringan mencegah hubungan singkat dengan jaringan listrik dari PLN. Ketika jaringan

(5)

listrik PLN dan generator dimatikan. Sebuah transfer switch dapat diatur untuk listrik PLN dan generator dimatikan. Sebuah transfer switch dapat diatur untuk memberikan daya hanya untuk sirkuit kritis atau seluruh listrik (sub) panel. memberikan daya hanya untuk sirkuit kritis atau seluruh listrik (sub) panel. Beberapa transfer switch memungkinkan untuk pelepasan beban atau prioritas Beberapa transfer switch memungkinkan untuk pelepasan beban atau prioritas sirkuit opsional, seperti pemanasan dan pendinginan peralatan.

sirkuit opsional, seperti pemanasan dan pendinginan peralatan. Lebih kompleksLebih kompleks darurat switchgear digunakan dalam instalasi generator cadangan yang besar, darurat switchgear digunakan dalam instalasi generator cadangan yang besar, sehingga beban akan lancar ditransfer dari PLN kegenerator sinkron, dan kembali, sehingga beban akan lancar ditransfer dari PLN kegenerator sinkron, dan kembali, instalasi tersebut berguna untuk mengurangi permintaan beban puncak dari PLN. instalasi tersebut berguna untuk mengurangi permintaan beban puncak dari PLN.

2.

2. Generator SetGenerator Set

Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik  pada

 pada saat saat terjadi terjadi gangguan, gangguan, dimana dimana suplai suplai tersebut tersebut digunakan digunakan untuk untuk bebanbeban  prioritas.

 prioritas.

Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik listrik. Genset atau sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan sebagai sistem ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau “off 

cadangan listrik atau “off --grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhangrid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan  pemakai).

 pemakai). Genset Genset sering sering digunakan digunakan oleh oleh rumah rumah sakit sakit dan dan industri industri yangyang mempercayakan sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang mempercayakan sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial menghasilkan listrik. Generator tidak ada akses untuk secara komersial menghasilkan listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini

(6)
(7)

Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut: 1. Rangka stator

Terbuat dari besi tuang, rangka stator maerupakan rumah dari bagian-bagian generator yang lain.

2. Stator

Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator  berfungsi sebagai tempat GGL induksi.

3. Rotor

Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub magnet dengan lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan sikat-sikat.

4. Cincin geser

Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan  poros dan rotor.

5. Generator penguat

Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai sumber arus.

Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan medanmagnet berputar. Generator itu disebut dengan generator  berkutub dalam, dapat dilihat pada gambar berikut.

Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya

(8)

GGL itu tidak berputar. Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi danarus yang besar.

(9)

Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas:

1. Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole).

Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang banyak. Diameter rotornya besar dan berporos pendek.

2. Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole). Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm), dengan jumlah kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor dibuat alur-alur untuk tempat lilitan penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti kutub.

(10)

6. Mesin Diesel

Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor bakar ditinjau dari cara memperoleh energi termalnya. Untuk membangkikan listrik sebuah mesin diesel menggunakan generator dengan sistem  penggerak tenaga disel atauyang biasa dikenal dengan sebutan Genset (Generator

Set).

Keuntungan pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover - Design dan instalasi sederhana

- Auxilary equipment sederhana - Waktu pembebanan relatif singkat

- Konsumsi bahan bakar relatif murah dan hemat

Kerugian pemakaian mesin diesel sebagai Prime Mover

- Berat mesin sangat berat karena harus dapat menahan getaran serta kompresi

yang tinggi.

- Starting awal berat, karena kompresinya tinggi yaitu sekitar 200 bar.

- Semakin besar daya maka mesin diesel tersebut dimensinya makin besar pula, hal tersebut menyebabkan kesulitan jika daya mesinnya sangat besar.

Ada 2 komponen utama dalam genset yaitu:

1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel/engine 2. Generator.

Cara Kerja Mesin Diesel

Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator. Pada mesin diesel/engine terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimampatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (± 30 arm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar

(11)

disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis.

Pada mesin diesel penambahan panas atau energi senantiasa dilakukan pada tekanan yang konstan. Pada mesin diesel, piston melakukan 2 langkah pendek menuju kepala silinder pada setiap langkah daya.

1. Langkah ke atas yang pertama merupakan langkah pemasukan dan  penghisapan, di sini udara dan bahan bakar masuk sedangkan poros engkol  berputar ke bawah.

2. Langkah kedua merupakan langkah kompresi, poros engkol terus berputar menyebabkan torak naik dan menekan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran. Kedua proses ini (1 dan 2) termasuk proses pembakaran.

3. Langkah ketiga merupakan langkah ekspansi dan kerja, di sini kedua katup yaitu katup isap dan buang tertutup sedangkan poros engkol terus berputar dan menarik kembali torak ke bawah.

4. Langkah keempat merupakan langkah pembuangan, disini katup buang terbuka dan menyebabkan gas akibat sisa pembakaran terbuang keluar. Gas dapat keluar karena padaproses keempat ini torak kembali bergerak naik keatas dan menyebabkan gas dapat keluar. Kedua proses terakhir ini (3 dan 4) termasuk  proses pembuangan.

5. Setelah keempat proses tersebut, maka proses berikutnya akan mengulang kembali proses yang pertama, dimana udara dan bahan bakar masuk kembali.

C. PLC

Perangkat keras PLC pada dasarnya tersusun dari empat komponen utama  berikut: Prosesor, Power supply, Memori dan Modul Input/Output. Secara

(12)

fungsional interaksi antara ke-empat komponen penyusun PLC ini dapat diilustrasikan pada gambar 2.1 berikut:

Sistem input/output diskret pada dasarnya merupakan antarmuka yang

mengkoneksikancentral processing unit (CPU) dengan peralatan input/output luar. Lewat sensor-sensor yang terhubung dengan modul ini, PLC mengindra  besaran-besaran fisik (posisi,gerakan, level, arus, tegangan) yang terasosiasi

dengan sebuah proses atau mesin. Berdasarkan status dari input dan program yang tersimpan di memori PLC, CPU mengontrol perangkat luar yang terhubung

(13)

Dengan perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak PLC yang begitu luar biasa, Dewasa ini hampir semua PLC praktis yang beredar dipasaran telah dilengkapi dengan berbagai instruksi yang sangat beragam. Jenis instruksi pada PLC ini pada dasarnya dapat kita katagorikan kedalam beberapa kelompok berikut ini:

 Kelompok instruksi dasar : instruksi –  instruksi yang termasuk katagori ini merupakan instruksi dasar logika, seperti NOT, AND, dll.

  Kelompok instruksi Perbandingan (Comparison): instruksi-instruksi yang termasuk katagori ini berkaitan dengan operasi-operasi perbanding.

  Kelompok instruksi Timer/Counter: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi timer dan counter

 Kelompok instruksi Aritmatika: instruksi-instruksi untuk operasi aritmatika

 Kelompok instruksi operasi Logika: Instruksi-instruksi untuk mengeksekusi operasi-operasi logika

  Kelompok instruksi Rotasi/Geser : Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi penggeseran dan rotasi data

  Kelompok instruksi Konversi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan  pengubahan tipe data

  Kelompok instruksi Manipulasi Data: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan manipulasi data

  Kelompok instruksi Transfer Data: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan transfer, penyalinan, dan pertukaran data

  Kelompok instruksi Lompat/Interupsi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan operasi lompat dan interupsi.

  Kelompok instruksi Sistem: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan deteksi kesalahan

(14)

 Kelompok instruksi Komunikasi: Instruksi-instruksi yang berkaitan dengan  pertukaran data dengan perangkat luar lewat komunikasi serial

Secara khusus kita akan membahas komponen-komponen  soft PLC seperti timer, counter internal serta fungsi penting lain yang banyak digunakan dalam aplikasi sistem kontrol sekuensial di industri. Karena nama-nama fungsi yang  berkaitan dengan komponen-komponen tersebut sangat spesifik untuk setiap vendor PLC, maka untuk memudahkan pembahasan, dalam bab ini penjelasannya akan mengacu pada salah satu merk PLC saja yaitu PLC produk dari LG dan sebagai bahan perbandingan, disini akan diberikan juga instruksi padanannya dalam format PLC OMRON dalam box catatan (jika ada). Untuk mempercepat  pemahaman tentang materi ini, maka sebaiknya kita mencoba memprogramnya

(15)

D. Komponen Utama ATS

1. Kontaktor

Kontaktor adalah komponen elektromekanik yang dapat berfungsi sebagai penyambung dan pemutus rangkaian, yang dapat dikendalikan dari jarak  jauh pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya gaya elektromagnet.

Gambar 1. Simbol kontak-kontak Kontaktor

Gambar 2. Bentuk Fisik Kontaktor 

Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja berdasarkan kemagnetan, artinya bekerja bila ada gaya kemagnetan. Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan arus listrik akan menjadi magnet dan menarik inti magnet yang bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan  beberapa kontak bantu bisa kontak NC atau NO.

(16)

Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan menghantarkan arus dari kontak –  kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya, kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja. Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor magnet jauh lebih baik dari pada saklar biasa.

Relay dan Kontaktor (Relay and Magnetic Contactor)

Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat m

agnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya.

Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu  juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja

tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya. Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO (Normally Open= Bila

(17)

coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung ) dan kontak NC (Normally Close= Sebaliknya dengan Normally Open). Seperti dijelaskan pada gambar

dibawah ini.

Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A,

(18)

50Amper dan seterusnya. Seperti pada gambar dibawah ini.

 gambar kontak internal pada Kontaktor 

 gambar kontak internal pada relay

(19)

Perhatikan bagaimana lampu akan menyala ketika switch saklar dihubungkan ke sumber listrik. Mengapa begitu

repot 

 menggunakan kontaktor untuk menyalakan sebuah lampu bohlam? Mengapa rangkain ini menggunakan dua buah sumber

listrik yang berbeda?

Itulah yang disebut Rangkain Pengendali dan Rangkain Utama.

Time Delay Relay (Timer) dan Thermal Over Load Relay (Tripper)

Sebagaimana yang telah diterangkan diatas, maka pada kedua komponen ini Timer dan Tripper juga mempunyai kontak NO dan NC. Dan yang membedakannya hanya pada kondisi pengaktifannya saja.

(20)

akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri. Misalnya ketika kita telah menetapkan 10 detik, maka kontak NO dan NC akan bekerja 10 detik setelah kita menghubungkan timer dengan sumber arus listrik. Perhatikan gambar Timer di bawah ini.

Sedikit berbeda dengan kontak NO dan NC yang terdapat di Timer, padaTripper (Thermal Over Load Relay) kontak NO dan NC nya bekerja karena mendapat daya tekan dari bimetal trip yang terdapat di dalamnya. Bimetal Trip ini akan melengkung apabila resistance wire dilewati arus lebih besar dari nominalnya dan menekan lengan kontak, sehingga kontak NC  berubah menjadi kontak NO.

Kegunaan NO dan NC

(21)

tersebut digunakan semaksimal mungkin untuk sebuah  rangkaian pengendali pada rangkaian utama.

2. Sekering Dan MCB

Pengaman sistem daya bisa menggunakan sekering atau Miniatur Circuit Breaker (MCB). Sekering sering disebut juga dengan pengaman lebur atau fuse. Fungsi sekering adalah mengamankan peralatan atau instalasi listrik dari gangguan hubung singkat.

MCB sering disebut juga pengaman otomatis. Pengaman otomatis ini memutuskan sirkit secara otomatis apabila arusnya melebihi setting dari MCB tersebut. Pengaman otomatis dapat langsung dioperasikan kembali setelah mengalami pemutusan (trip) akibat adanya gangguan arus hubung singkat dan  beban lebih.

Gambar 2. Bentuk Fisik Kontaktor

MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari bimetal yang panas akibat arus

(22)

satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll. MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut.

Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).

contoh

Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :

6A x 220v = 1.200 Watt 

Beberapa kegunaan MCB :

a. Membatasi Penggunaan Listrik

 b. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet ) c. Mengamankan Instalasi Listrik

d. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi kerusakan instalasi listrik

3. Kontaktor Timer (Time Delay Relay)

Kontaktor timer adalah kontaktor yang digunakan sebagai relai penunda waktu yang fungsinya untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol kerangkaian tertentu yang bekerja secara otomatis. Misal dari star ke delta secara otomatis. Prinsipnya sama saja dengan kontaktor, hanya saja memiliki waktu tunda operasi. Kontaktor timer ini memiliki kontak NO dan juga kontak NC, seperti pada magnetik kontaktor, hanya bekerjanya berdasarkan delay waktu

(23)

yang telah ditentukan. Biasanya kontaktor timer ini disebut timer/TDR.

 TDR dengan Waktu Tunda Hidup (On Delay)

Timer ini bekerja dari normalnya dengan tunda waktu sesuai dengan setting yang diberikan. Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi daya, kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka kontaktor akan kembali terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC masih tetap tertutup hingga  beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis  berubah status dari tertutup (off) menjadi terbuka (on) dan akan tetap terbuka selama relay mendapat catu daya. Jika catu daya diputus, maka relay akan kembali tertutup.

 TDR dengan Waktu Tunda Mati (Off Delay)

Timer ini bekerjanya berkebalikan dengan timer On Delay, saat kontaktor magnit mendapat tegangan dan aktif, maka kontak akan langsung aktif juga,

(24)

yang aktif tadi akan menjadi tidak aktif setelah waktu yang ditentukan. Untuk  NO, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NO akan berubah status menjadi

tertutup dan akan tetap tertutup selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC akan berubah status menjadi terbuka dan akan tetap terbuka selama koil diberi catu. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu, misalnya 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari terbuka menjadi tertutup.

4. Kabel

 Kabel NYA

Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.

(25)

 Kabel NYAF

Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi.

5. Terminal Strip

Terminal Strip adalah suatu alat listrik yang terbuat dari bahan campuran yang digunakan untuk menghubungkan pada suatu instalasi listrik, pemasangan alat listrik ini menggunakan cara system tertutup.

(26)
(27)

6. Panel

A. Panel

Panel adalah sebuah komponen litrik untuk mengalirkan tenaga listrik dan penempatan komponen-komponen listrik yang bersifat  pengontrolan semi otomatis dan otomatis.

 Panel Daya

Panel daya adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan daya atau tenaga listrik dari pusat gardu listrik ke panel distribusi.

 Panel Distribusi Daya

Adalah tempat menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari  panel daya ke beban instalasi tenaga dan instalasi tegangan.

Fungsi Panel yaitu : 1. Sebagi penghubung

2. Sebagai pemutus 3. Sebagai pembagi 4. Sebagai pengaman 5. Sebagai Pengontrol.

Panel dibagi menjadi dua yaitu

:

1. Panel Listrik 2. Panel Kontrol

(28)

2. Dipasang pada tempat yang mudah dicapai.

3. Didepan panel ruangannya ruangannya harus bebas. 4. Penel tidak ditempatkan pada tempat yang lembab.

Faktor-faktor yang dipenuhi oleh sebuah panel yaitu : 1. Semua penghantar dan kabel harus disusun rapi.

2. Semua bagian yang bertegangan harus dilindung. 3. Mudah diperluas jika diperlukan.

4. Mempunyai keandalan yang tinggi.

Kontruksi panel harus kuat, dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tahan terhadap pengaruh kelembaban.

Gambar contoh Panel

Pintu panel dibuat untuk melindungi peralatan-peralatan yang ada di dalam kotak panel secara keseluruhan. Bahan yang digunakan untuk membuat  pintu panel sama dengan untuk membuat kotak panel yang tidak mudah

terbakar.

(29)

Selain alat-alat diatas, adapun alat-alat yang digunakan untuk mengerjakan suatu instalasi listrik, antara lain :

(30)

1. Tang Pengupas

Gambar Tang Pengupas

Berfungsi untuk mengupas kabel atau kawat penghantar yang akan digunakan untuk penyambungan.

2. Tang Buaya

Gambar Tang Buaya Berfungsi untuk menjepit dan memotong kabel saja. 3. Tang Pemotong

(31)

Berfungsi untuk memotong kabel atau kawat penghantar dengan ukuran sesuai dengan benda kerja.

4. Tang Kombinasi

Gambar Tang Kombinasi

Berfungsi untuk menjepit, memotong dan memuntir benda yang akan

dikerjakan seperti kabel atau kawat yang digunakan pada instalasi penerangan. 5. Tang Pembulat

Gambar Tang Pembulat

Berfungsi untuk membulatkan kabel atau kawat penghantar misalkan  pembuatan mata itik.

(32)

Gambar Obeng minus dan Obeng Plus

Berfungsi untuk memutar atau mengencangkan dan mengendurkan skrup / baut yang digunakan untuk menempelkan benda pada papan kerja.

7. Ragum

Gambar 2.18.10 Ragum

Digunakan untuk menjepit benda kerja agar lebih mudah dalam

melaksanakan kerja terhadap benda kerja, kalau pada instalasi digunakan untuk meluruskan kabel.

8. Mistar Baja.

Gambar Mistar Baja

Mistar baja yaitu alat yang digunakan untuk mengukur benda kerja dengan menunjukkan perbandingan langsung antara pengukur dengan benda kerja yang diukur. Alat ini terbuat dari bahan baja putih halus dan luntur serta anti karat. Guna kelenturan mistar adalah untuk memudahkan mengukur panjang

(33)
(34)

BAB III

ALAT DAN BAHAN

A. Bahan

- MCB 3 phasa - MCB 1 Phasa - Kontaktor - Auxelery

- Terminal sambungan kabel - Kabel NYAF 1 x 1,5 mm - Box Panel - Busbar - Lampu Indikator - Wirring chanel - Kabel NGA 1 x 2,5 mm - PLC Spefikasi Bahan No Nama

Barang Spesifikasi Teknis Volume

1 Box Panel Panel Dimensi mm 1000x800x300 1 Ketebalan plat mm >2

Warna standart abu-abu instrument

Ukur dan

1. Lampu Panel 3

(35)

Terminal 2. Lampu Indikator PLN Pcs ~220V/5W/50Hz 1 3. Lampu Indikator Genset Pcs ~220V/5W/50Hz 1 4. Terminal Pcs ~380V 22 2 Pengaman MCB 3 Fasa Voltage V(AC) 220/380 3 Current A 1O Breaking Capasity Ka 3 Standart IEC MCB 1 Fasa Voltage V(AC) 220 5 Current A 2 Standart IEC 3 Control Main Kontaktor Voltage V(AC) 380/415 8

Main Contact Pole 3 NO + 1 NC

Current A 100

Aux

Kontaktor

Voltage V(AC) 220 5

Current A 6

Main Contact Pole 2 NO + 2 NC

ON Delay Voltage V(AC) 220 3

Current A 6

Main Contact Pole 1 NO + 1 NC 4 Kabel NYF untuk

Kontrol

Panjang M merah/Biru 30/15

Warna standart merah/Biru

Diameter Mm 1,5

Voltage V(AC) 220

Current A

(36)

 NYF untuk Daya

Panjang M merah/Biru 15/10

Warna standart merah/hitam

Ukuran Mm 4

Voltage V(AC) 380

Current A >10

Standrt SNI

B. Alat

Adapun peralatan yang digunakan adalah sebagai beikut : - Tang Kombinasi - Tang Potong - Tang Pembulat - Gergaji - Bor - Obeng minus - Obeng Plus - Kikir - Ragum - Meteran - Tespen

(37)

BAB IV

LANGKAH KERJA PEMBUATAN ATS

Adapun langkah kerja yang dilakukan selama pengerjaan Rancang Bangun Automatic Transfer Switch (ATS) berbasis Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebagai berikut :

1. Survei Peralatan yang akan digunakan

2. Membuat diskripsi kerja ATS , Membuat Gambar rangkaian (Kontrol, start genset , dan daya)

3. Membuat tata letak komponen yang akan digunakan pada panel

4. Membuat ladder diagram PLC, kode menemonic, instalasi I/O PLC dan membuat tabel I/O instalasi PLC.

5. Merancang kerangka panel ATS

6. Memasang komponen pada kerangka panel yang telah dibuat.

7. Merancang rangkaian daya ATS pada komponen yang telah dipasang. 8. Merancang instlasi I/O pada PLC.

9. Menginputkan program (kode mnemonic) pada PLC dengan menggunakan Consule (PC).

10. Melakukan pengetesan rangkaian PLC terhadap rangkaian daya 11. Mengembalikan peralatan dan pembersihan

(38)

BAB V ANALISIS

Pada rancang bangun Atomatic Transfer Switch (ATS) berbasis

Programmable Logic Controller (PLC) ini, praktikan akan melakukan anlisis dari  praktikum yang telah dilakukan.

A. Deskripsi kerja ATS

Penjelasan :

1. Ketika jaringan PLN hidup COS Auto 2 akan berubah menjadi NO, dan COS Auto 2 akan memutuskan jaringan dari generator, dan COS Auto 1 menghubungkan sumber PLN dengan beban

(39)

2. Ketika jaringan PLN mati,Genset akan starting otomatis , maka COS Auto 1 akan terputus, genset bakan hidup selama 10 detik terlebih dahulu, agar tegangan dan frekuensi yang dihasilkan stabil,setelah stabil baerulah COS Auto 2 terhubung ke beban.

3. Ketika jaringan PLN hidup kembali, COS Auto 1 akan menutup setelah waktu tunda 5 sekon habis dan menghubungkan jaringan PLN ke  beban,disertai COS Auto 2 akan terputus, tetapi genset dalam keadaan

standby selama 10 sekon, setelah 10 sekon berjalan generator baru mati secara otomatis.

4. Dan jika jaringan pln hidup kembali, COS auto 1 akan menutup setelah 5 sekon kemudian dan menghubungkan jaringan PLN ke beban,disertai COS auto 2 akan terputus. Tetapi genset dalam keadaan standby selama 10 sekon, ternyata jaringan PLN mati kembali, maka COS auto 1 akan langsung membuka dan COS auto 2 akan langsung menutup sehingga genset yang masih hidup langsung terhubung ke beban.

B. Perancangan Rangkaian ATS

Disini praktikan melakukan perancangan berbagai rangkaian untuk memudahkan praktikan dalam membuat atau melakukan pengerjaan nantinya, adapun rancangan yang praktikan lakukan adalah :

1. Membuat timming chart

(40)
(41)

- Timming chart I/O PLC

(42)
(43)

Rangkaian kontrol yang praktikan simulasikan menggunakan fluidsim

Dari rangkaian diatas praktikan dapat menjelaskan bahwa ketika beban

mendapatkan sumber dari sumber PLN, maka kontaktor 1 akan mengaktifkan timmer untuk menunda beban langsung dihubungkan ke beban, kemudian k2  pun aktif maka beban telah terhubung dengan sumber PLN, dan kontaktor

untuk sumber genset akan di putuskan karena adanya interlock antar Kontaktor PLN (K2) dengan Kontaktor genset (K5).

Saat sumber PLN mati maka secara otomatis rangkaian ATS akan bekerja memulai untuk melakukan start genset, setelah genset hidup tidak langsung sumber dari genset dihubungkan ke beban, tetapi di tunda dulu menggunakan timer agar tegangan dan frekuensi yang dihasilkan genset stabil, setel ah

(44)

waktu tunda habis maka beban akan disuplai dari sumber genset, dan kontaktor (K5) akan meng off kan kontaktor PLN (K2).

3. Membuat rancangan Instalasi I/O PLC dan membuat tabel I/O PLC

Merancang rangkaian instalasi PLC yaitu input PLC dan Output dari PLC, disini input plc yaitu anak kontak kontaktor (K1) yang di  pasangkan pada alamat 000.00 dan untuk output PLC sendiri yaitu 010.00 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber PLN (K2), 010.01 untuk start genset, 010.02 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber genset (K5) , dan 010.03 untuk off genset. Berikut rangkaian instalasi I/O PLC :

(45)

Tabel I/O PLC

4. Membuat ladder diagram PLC, dan juga membuat kode mnemonic untuk  program plc.

(46)

C. Pengerjaan Panel Dan pemasangan Komponen

 Membuat Rancangan/sketsa posisi lampu indicator

Adapun bentuk sketsa atau rancangan yang akan dilakukan sebagai berikut :

 Pengeboran Pintu Panel

Pada tahap pengeboran, jenis bor yang di pakai yaitu jenis bor yang khusus untuk dan mempunyai jangkauan hasil pengeboran 2 cm. Agar  pada saat pengeboran tidak terjadi panas yang ditimbulkan oleh gesekan

mata bor dengan pintu panel yang akan dibor, permukaan pintu panel diberi air, sehingga mengurangi panas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kehausan pada mata bor. Apabila tidak ditanggulangi tentu akan menebabkan mata bor cepat rusak.

 Pengikiran Hasil Pengeboran

Setelah pengeboran selesai, dilakukan penyesuaian diameter lobang untuk  penempatan lampu indicator. Sehingga lobang yang telah siap dibor tadi  perlu diperbesar dengan menggunakan kikir. Jenis kikir yang digunakan yaitu kikir bulat. Dalam teknik pengikiran, pintu panel diletakkan pada  permukaan yang datar, dan dihimpit menggunakan badan pratikan, hal ini  bertujuan untuk mengurangi kebisingan pada saat melakukan pengikiran.

(47)

 Pemasangan Lampu Indikator

Jumlah lampu Indikator yang akan dipakai 5 buah dengan spesifikasi :

No Warna Spesifikasi Jumlah 1 Merah 220 V 3 buah 2 Hijau 220 V 1 buah 3 Kuning 220 V 1 buah

Gambar Dokumentasi Kerja Pintu Pane

1 2

5 4

(48)

Keterangan

1. Lampu Indikator Fasa R 2. Lampu Indikator Fasa S 3. Lampu Indikator Fasa T

4. Lampu Indikator sumber PLN 5. Lampu Indikator Sumber GENSET

 Pemasangan kedudukan komponen pada box panel ATS serta pemasangan

rel kabel (wiring Kabel)

Pada pratikum ini, semua pratikan bekerja sama untuk memasang dan merancang kedudukan komponen control pada box panel, dimana rancangan harus tersusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan  pengelompokan pemasangan komponen sehingga dengan memperhatikan tata letak komponen, apabila terjadi kerusakan akan memudahkan untuk melakukan pengecekan.

Adaun alat dan komponen yang digunakan yaitu :

1. Bor Baja 2. Palu 3. Pensil 4. Siku-siku 5. Obeng 6. Gergaji Besi 7. Profil G 8. Wiring Kabel 9. Skrup 10. Meteran

(49)

Pertama urutan pengerjaan yang dilakukan yaitu menyiapkan semua  peralatan dan memeriksa kembali kondisi peralatan yang dipinjam, karena kondisi  peralatan akan mempengaruhi keefisienan memanfaatkan waktu dalam melakukan  pekerjaan.

Dalam melakukan perancangan dan pemasangan, seorang pratikan harus memanege semua pratikan yang ada dalam kelompok tersebut, karena keaktifan dan team work dari pratikan sangan dibutuhkan untuk kelancaran melakukan  pratikum.

Pada pengerjaan ini, masing-masing pratikan diberi tanggung jawab masing masing, seperti melakukan pemotongan wiring kabel, perancangan kedudukan, pemboran serta tahap pemasangan.

Adapun bentuk kerangka panel yang akan dipasangkan komponen ATS adalah seperti berikut:

Tata Letak Komponen Pada Panel  Box Panel yang akan dikerjakan Pada pemasangan kedudukan komponen harus diatur sedemikian rupa, seperti pemasangan busbar harus Paling atas,agar tidak mudah dijangkau,sedangkan MCB dipasang pada bagian bawah karena apabila terjadi  pemutusan kita mudah untuk menjangkau dan tidak menyentuh benda lain seperti  busbar, kemudian untuk PLC di pasang di bagian tengah kerangka, dan kontaktor

(50)

di pasang dekat dengan PLC, tetapi PLC tidak boleh dipasang berdekatan dengan MCB. Seperti gambar dibawah ini :

Gambar Tata letak komponen pada kerangka panel

 Pemasangan rangkaian daya ATS

Pemasangan rangkaian daya yang praktikan lakukan adalah seperti gambar dibawah ini :

Pemasangan rangkaian daya ini praktikan lakukan terlebih dahulu sebelum  praktikan melakukan pemasangan rangkaian lainnya, pada rangkaian daya

ATS ini praktikan akan menjelaskan rangkaian yang di rancang, sebagaai  berikut dari MCB 3 Fasa untuk sumber dari PLN,dihubungkan ke kontak

(51)

 busbar , kemudian MCB 3 fasa untuk sumber dari genset dihubungkan kekontak utama kontaktor (K5) dan keluaran dihubungkan ke busbar juga. Busbar disini berfungsi sebagai tempat pergantian sumber yang akan menyuplay beban, dan MCB 3 fasa untuk beban dihubungkan langsung ke  busbar.

Berikut gambar hasil pemasangan rangkaian daya yang teah selesai :

 Pemasangan dan Pengetesan Rangkaian instalasi I/O PLC serta rangkaiaan daya ATS.

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan pemasangan instalasi I/O PLC , merancang rangkaian instalasi PLC yaitu input PLC dan Output dari PLC, disini input plc yaitu anak kontak kontaktor (K1) yang di  pasangkan pada alamat 000.00 dan untuk output PLC sendiri yaitu 010.00 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber PLN (K2), 010.01 untuk start genset, 010.02 untuk mengaktifkan kontaktor penghubung sumber genset (K5) , dan 010.03 untuk off genset. Berikut rangkaian instalasi I/O PLC :

(52)

Rangkaian instalasi I/O PLC hasil pemasangan Instalasi I/O PLC

 Penginputan Program menggunakan Konsul (PC)

Setelah selesai melakukan pemasangan instalasi I/O PLC dan rangkaian daya , maka praktikan melakukan penginputan program yang telah dibuat dalam bentuk kode mnemonic, sebelum

melakukan penginputan praktikan memastikan konsul PLC

terpasang dengan benar, dan membuka pasword konsul, kemudian menghapus program yang lama, setelah itu barulah praktikan bisa menginputkan kode mnemonic,berikut kode mnemonic yang akan diinputkan:

(53)

Kode mnemonic ATS D. Pengetesan dan Pengujian

Setelah melakukan penginputan kode mnemonic tersebut, maka pr aktikan melakukan pengetesan atau pengujian rangkaian ATS tersebut:

a) Pengujian Rangkaian kontrol

 pengetesan yang praktikan lakukan terlebih dahulu yaitu pengujian rangkaian kontrol,setelah melakukan pengujian rangkaian kontrol  beroperasi sesuai diskripsi kerja,rangkaian kontrol yang telah dibuat  berjalan lancar dengan memperhatikan indikator pada output PLC.  b) Pengujian rangkaian Daya

selanjutnya praktikan melakukan pengujian dengan menggunakan

rangkaian daya ats, pada percobaan awal yang praktikan lakukan awalnya semua berjalan dengan lancar, kemudian setelah dilakukan pemadaman sumber pln maka beban akan disupplay oleh sumber dari genset, kemudian saat sumber PLN hidup lagi, maka saat pergantian sumber terjadi trouble

(54)

shoting, karena interlocknya pada masing-masing kontaktor belum dipasang. Kemudian praktikan melakukan perbaikan dengan

menambahkan anak kontak kontaktor masing-masing (k PL dan K genset) dibuat dalam interlock, atau saling mengunci, sehingga ketika PLN aktif maka K genset akan Off, dan begitu juga saat PLN off maka K genset aktif kemudian K PLN Off. berikut pengetesan yang praktikan lakukan

 bersama instruktur :

(55)

BAB VIII PENUTUP

A. Kesimpulan

 Ketika sumber PLN mati, maka untuk menjalankan rangkaian kontrol

untuk menghidupkan generator dan melakukan interlock diperlukan sumber sendiri, oleh karena itu dibutuhkan UPS yang dapat menyediakan supply listrik sesaaat ketika sumber PLN mati

 Pengoperasian ATS dengan menggunakan PLC dianggap lebih efektif

karena hanya membutuhkan rangkaian yang lebih sederhana dan komponen yang lebih sedikit.

 Dalam masa pengerjaan untuk rangkaian ATS secara konvensional tidak

mengalami kendala yang begitu sulit, tetapi dalam pengerjaan ATS dengan PLC terjadi sedikit masalah dikarenakan input 000.00 yang digunakan  pada PLC bermasalah.

 Untuk hasil pengerjaan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa

 praktek pembuatan sistem ATS yang kami lakukan sukses baik untuk konvensional maupun PLC.

(56)

DAFTAR PUSTAKA http://www.cpsc.gov/cpscpub/prerel/prhtml08/08286.html  http://www.neca-neis.org/newsletter/report.cfm?articleID=6976  http://electric-mechanic.blogspot.com/2010/10/prinsip-kerja-elektro-mekanis-magnetik.html http://  Electrical%20Switcboard%20(Panel%20Listrik)%20%C2%AB%20duniatehnikku .htm http://www.Fungsi%20Miniatur%20Circuit%20Breaker%20(MCB)%20_%20Ind  ra%20Blog%27s.htm http://www.jenis-jenis-kabel.html http://www.Kontaktor-Adalah-Peralatan-Listrik-Yang-Bekerja-Berdasarkan.htm http://www.Ragam-Sambungan-Kabel-Sesuaikan-Kebutuhan.htm http://www.tdr-time-delay-relay-kontaktor-timer.html http://www.Transfer_switch.htm

(57)

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR BENGKEL OTOMASI

MERANCANG DAN MERANGKAI SISTEM ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH)

BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)

MENGESAHKAN,

Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

Firmansyah ST, MT. Tri Artono ST, Mkom.  NIP. 19641220 199003 1 001 NIP. 19690109

199601 1 001

Mengetahui : Kepala Bengkel Listrik

Ir. Dedi Erawadi, M.Kom  NIP. 19640901 199601 1 001

Gambar

Gambar 1. Simbol kontak-kontak Kontaktor
Gambar 2. Bentuk Fisik Kontaktor
Gambar Terminal Trip
Gambar contoh Panel
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa ketua program keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Bisnis dan Manajemen Kabupaten Kuningan, menyebutkan bahwa

4.Mengambil pendapat dalam masalah-masalah fikih dan agama dari apa yang telah disusun oleh salah seorang dari imam terkemuka tersebut adalah diperbolehkan, dan

Dari hasil penelitian, komunikasi interpersonal yang efektif bagi tenaga pendidik dalam pencapain prestasi belajar, diantaranya: Di MTs Nahdliyatul Islamiyah Blumbungan

Dari hasil pengujian hipotesis mengenai ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kemenarikan interper- sonal konselor dan motivasi siswa SMA Negeri dalam mengikuti

Sesuai dengan amanat pasal 13 UU No.14 Tahun 2008, dan Keputusan Bupati Buleleng Nomor: 042/258/HK/2015 Tentang Penetapan Pejabat Pengelola Informasi dan

Beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan di daerah lain, tentang pengaruh tambang terhadap kehidupan masyarakat, antara lain : Haswanto (2000) pembangunan pedesaan dan

[r]