Dasar-dasar Pemikiran Kwu

27 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Ciri-ciri orang kreatif adalah 1. Mandiri.

2. Terbuka terhadap yang baru. 3. Percaya diri.

4. Berani mengambil resiko.

5. Melihat sesuatu dengan tidak biasa. 6. Memiliki rasa ingin tahu yang besar. 7. Dapat menerima perbedaan.

8. Objektif dalam berpikir dan bertindak.

Terdapat beberapa contoh-contoh kreativitas, yaitu : 1. Kreativitas ide 2. Kreativitas material 3. Kreativitas spontan 4. Kreativitas kejadian 5. Kreativitas organisasi 6. Kreativitas hubungan 7. Kreativitas dari hati.

Kegiatan yang bersifat kewirausahaan misalnya :

1. Menghasilkan produk baru dengan cara baru pula.

2. Menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru pula. 3. Mengkombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru.

4. Mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif. 5. Mendorong perilaku eksperimen dll.

(2)

1. Sikap mental. 2. Kepemimpinan. 3. Tata laksana. 4. Keterampilan.

Pemikiran kewirausahaan, kreativitas, inovasi dan kewirausahaan.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya Kemampuan untuk memecahkan suatu masalah dan memanfaatkan suatu peluang didasari oleh sifat kreativitas dari para pengelolanya, yaitu kemampuan untuk menciptakan gagasan baru dan menemukan cara baru dalam menyikapi masalah dan memanfaatkan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan gagasan-gagasan baru atau pemecahan kreatif

terhadapberbagai masalah dan dalam memanfaatkan peluang. Pengertian kreativitas dan inovasi secara singkat sering dianalaogkan : creativity – thinking new things, innovations = doing new things.

Kreativitas tidak selalu dihasilkan dari sesuatu yang tidak ada sering sekali merupakan perbaikan dari sesuatu yang telah ada. Sering juga gagasan baru timbul secara kebetulan yang penting untuk dipahami mengapa kreativitas dan inovasi tersebut merupakan cirri-ciri yang melekat kepada wirausaha.

Seperti kita ketahui wirausaha merupakan sumber pemikiran kreatif dan inovasi. Bagaimana alam pikiran seseorang wirausaha sehingga menjadi sumber kreativitas dan inovasi?

1. Seorang wirausaha selalu mengimpikan gagasan baru.

2. Selalu mencari peluang baru atau mencari cara baru menciptakan peluang baru.

3. Selalu berorientasi kepada tindakan.

4. Seorang pemimpi besar, meskipun mimpinya tidak selalu cepat direalisasikan. 5. Tidak malu untuk memulai sesuatu, walau dari skala kecil.

6. Tidak pernah memikirkan untuk menyerah, selalu mencoba lagi. 7. Tidak pernah takut gagal.

Kiat-Kiat Untuk Menjadi Kreatif

Beberapa kiat / kebajikan untuk medorong kreativitas bagi seluruh sumber daya manuasia dalam organisasi, antara lain :

1. Kreativitas harus dipandang sebagai suatu kebutuhan perusahaan. 2. Mempunyai sikap toleransi terhadap keberhasilan atau kegagalan.

(3)

3. Mendorong sikap keingintahuan. 4. Menyikapi masalah sebagai tantangan.

5. Mengadakan pelatihan-pelatihan kreativitas secara teratur.

6. Menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk terlaksananya kegiatan yang kretaif. 7. Memberikan penghargaan bagi kreativitas yang berhasil.

8. Membuat model-model teknik mengembangkan kreativitas untuk dipelajari untuk perorangan maupun kelompok.

Peran Bisnis Plan dalam Kewirausahaan

Gagalnya calon pengusaha atau pengusaha diawal usaha mereka adalah akibat tidak mampu merancang perencanaan bisnis (business plan) yang baik. Maka, begitu memasuki dunia bisnis, banyak hal yang tak terduga muncul dan tak tahu apa yang harus dilakukan. (Rhenald Khasali)

Business Plan adalah rancangan penyelenggaraan sebuah usaha bisnis secara menyeluruh terhadap semua aspek yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut. Ketika business plan kita sudah mantap, maka kita akan mendapatkan jaminan yang lebih serius dari pengelola bisnis yang bersangkutan.

Fungsi Awal Business Plan :

 Peta jalan. Business plan adalah juga peta jalan bagi perusahaan. Seperti kapan kita harus mulai berhenti untuk melakukan manuver seanjutnya. Dalam hal ini business plan dibutuhkan untuk pencapaian target yang telah kita tetapkan di awal tahun memulai suatu usaha. Dalam pembuatan peta, kita wajib melihat dari sisi global baru perlahan menuju sisi yang lebih lokal.

Contingency plan. Alangkah baiknya jika kita juga menyediakan beberapa versi business plan. Karena kondisi yang juga tidak akan pasti. Diperlukan banyak alternatif business plan. Meningkatkan daya nalar. Business plan diharapkan dapat meningkatkan daya nalar dari semua orang yang terlibat di dalamnya. Sehingga

(4)

semua orang yang ada dalam perusahaan bisa menjadi dewasa. Karena kedewasaan penting dimiliki setiap karyawan yang ada di perusahaan.

 Alat evaluasi. Business plan bisa dijadikan sebagai alat evaluasi. Karena di dalam business plan harusnya terdapat aturan – aturan yang harus dipatuhi sehingga juga memudahkan bagi pengusaha untuk mengetahui alasan dia mengalami peningkatan atau penurunan.

Dalam perencanaan bisnis ada 9 poin yang harus diperhatikan : Pertama: memilih bidang usaha

Dalam memilih bidang usaha yang perlu diperhatikan adalah: a. bidang usaha tersebut ada pasarnya

b. bidang usaha tersebut kita senangi

c. bidang usaha tersebut kita memiliki keahlian atau sumber daya manusia yang ahli di sekitar tempat usaha.

Kedua: estimasi (perkiraan). Dalam bisnis ada 3 model estimasi

1. Proyeksi 2. Prediksi 3. Intuisi

Ketiga: Studi klayakan

Studi kelayakan merupakan konsep untuk menentukan apakah suatu usaha layak atau tidak. Banyak usaha gagal karena tidak membuat studi kelayakan.

Manfaat studi kelayakan:

1. sebagai pembanding antara rencana dan pelaksanaan 2. bahan informasi(company profile)

3. pelengkap pengajuan kredit-kerjasama 4. pelengkap pengajuan izin usaha

Keempat:kondisi lokal

Dalam perencanaan bisnis perlu dipahami tentang kondisi lokal yang menyangkut: 1. Sumber daya manusia

2. Bahan baku tersedia

3. Keadaan lokal yang spesifik (agama, adat, kepercayaan, budaya) Kelima: Kapan Memulai

(5)

Keenam: Membuat Kebijaksanaan

Dalam perencanaan perlu ditentukan kebijaksanaan yang akan diambil, yaitu menyangkut: 1. Jenis usaha yang akan dikerjakan

2. Modal yang akan digunakan

3. Orang/lembaga yang akan diajak kerjasama 4. Asuransi mana yang akan dipakai?

5. Apa saja yang akan diasuransikan? 6. Kapasitas usaha

Ketujuh: Rencana Pemasaran 1. Memperkirakan penjualan 2. Mengukur kondisi pasar 3. Memilih teknik menjual 4. Membuat rencana penjualan 5. Menentukan harga

6. Rencana distribusi 7. Rencana promosi

Kedelapan: Rencana Produksi

Produksi adalah proses memanfaatkan bahan baku menjadi akhir melalui suatu kreasi Faktor yang perlu diperhatikan:

a. Dari perkiraan penjualan dapat ditentukan macam dan jumlah barang yang perlu diproduksi

b. Ada 2 model produksi :

- produksi berdasarkan pesanan - Produksi berdasarkan perkiraan

c. Lebih murah memproduksi dalam jumlah banyak d. Pembelian mesin/peralatan baru, harus dipikir matang Kesembilan: Rencana Keuangan dan Anggaran

Tujuan setiap usaha mendapatkan profit dengan menggunakan modal secara efisien. Maka daari itu perlu rencana penggunaan modal dan mengetahui bagaimana hasilnya. Dalam rencana tersebut yang berperan penting adalah :

1. Program keuangan 2. Anggaran

(6)

3. Pendapatan, pengeluaran dan laba yang diharapkan.

Berfikir Kreatif dalam Kewiraussahaan

Menurut Zimmerer tujuh langkah proses kreatif yaitu dengan menggunakan otak sebelah kiri yaitu[6]:

1. Persiapan (preparation), yaitu menyangkut kesiapan kita untuk berpikir kreatif.

2. Penyelidikan (investigation) dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan.

3. Transformasi (transformation), yaitu menyangkut kesamaan dan perbedaan pandangan diantara informasi yang terkumpul.

4. Penetasan (incubation), yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul.

5.Penerangan (illimination), yaitu ketika ada pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang yang terus-menerus.

6. Pengujian (verivication), yaitu menyangkut ketepatan ide-ide seakurat mungkin dan semanfaat mungkin.

7. Implementasi (implemetation), yaitu mentransformasikan ide-ide ke dalanm praktek bisnis. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru, metode produksi baru, sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru, serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16),seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:[8]

1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru

2. Keberanian untuk menghadapi risiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian

3.Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi:

a) Usaha perencanaan

b) Usaha untuk mengkoordinir

c) Usaha untuk menjaga kelancaran usaha

d) Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha

4. Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi,melaksanakan,dan mengarahkan tujuan usaha.

Motif Berprestasi Kewirausahaan

[6]: [8]

(7)

Menurut Lerry Farel, untuk maju atau prestatif seorang pengusaha harus memiliki motifasi yang tinggi, inovatif, dan memiliki ambisi untuk maju/berkembang. Syarat lain untuk maju (prestatif) antara lain:

1. Memiliki komitmen dan tanggungjawab yang tinggi terhadap karir 2. Bersemangat terhadap masukkan dari berbagai pihak

3. Memiliki orientasi kedepan

4. Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi superior.[9]

5. Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi(Gede Anggan Suhandana, 1980:55).

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingg sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri:

1. Mengatasi sendiri kesulitan yang terjadi pada dirinya. 2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera.

3. Memiliki tanggung jawab personal yan tinggi. 4. Berani menghadapi risiko dan penuh perhitungan. 5. Menyukai tantangan.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu,yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana,1980:55). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yang dikenal dengan teori existence,relatedness,and growth (ERG).

Pertama, kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk physiological need and security need dari Maslow).

Kedua, ketergantungan (relatedness), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow)

Ketiga, kebutuhan perkembangan (growth), yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow).

Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. 2. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.

3. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan.

4. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow), yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan,dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff), yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan,bekerja sama daripada persaingan,dan saling pengertian. Menurut Stephen P.Robbins (1993:214),kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

Menurut Nasution (1982:26), Louis Allen (1986:70),ada tiga fungsi motif, yaitu[10]: 1. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy

(8)

2. Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu

3. Menyeleksi perbuatan,yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu

Dalam “Entrepreneur’s Handbook”,yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8),dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha,yakni:

1. Alasan keuangan. 2. Alasan sosial. 3. Alasan pelayanan. 4. Alasan pemenuhan diri.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

1. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha.

2. Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.

3. Objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku.

4. Hakikat kewirausahaan adalah suatu kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat dalam menghadapi tantangan hidup.

5. Sikap dan kepribadian kewirausahaan adalah suatu sikap/ watak yang memiliki ciri-ciri percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, kepemimpinan, keorisinilan dan berorientasi kemasa depan.

6. Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Selain itu keberhasilan berwirausaha sangat bergantung pada beberapa faktor, yaitu kemauan, kemampuan, peluang dan kesempatan.

enting Berpikir Kreatif dan inovatif dalam berwirausaha. Itu satu landasan yang paling kalian ketahui dalam membangun sebuah usaha meski usaha yang di bangun itu tidak begitu besar tapi kalian perlu memiliki sebuah kreatif dalam membangunnya. Berfikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap suatu masalah. Untuk berpikir kreatif diperlukan bahan-bahan dasar, bahan-bahan dasar inilah yang kemudian menentukan model pikiran seseorang.

Inovatifadalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru serta berbeda dengan yang lainnya, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.

(9)

Bagaimana cara memiliki sebuah kreatif dalam berwirausaha?

Apa sih yang perlu kita lakukan agar sebuah pemikiran kreatif muncul dan misa di aplikasikan ke dalam buah wirausaha? ya tentunya hal itu tidak mudah bagi yang baru memulai sebuah usaha, tapi ada hal-hal yang patut di coba dalam memunculkan sebuah pemikiran yang kreatif dalam berwirausaha, salah satunya yaitu dengan berikut ini:

o Bertanya

Kenapa harus bertanya? Karna dengan bertanya kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu di lakukan dan ha-hal yang perlu kita tidak lakukan, dan hal-hal lain sebagainya. Cobalah untuk selalu bertanya seperti ini “Apa ada cara yang lebih baik?” ketika menghadapi sebuah krisis pemikiran, dan usahakan kalian bertanya kepada kerabat kerabat terdekat kalian baik itu teman maupun keluarga dan diri sendiri.

o Jawaban

Setiap akibat pasti ada sebabnya, begitu juga sebuah pertanyaan pasti ada jawaban. Ketika kalian bertanya “Apa ada cara yang lebih baik?” pasti ada jawaban yang lebih dari satu dan itu akan menimbulkan sebuah kebimbangan dalam memilih satu jawab yang tepat, namun cobalah untuk secepat mungkin untuk menyadari kemungkinan banyak jawaban ketimbang satu jawaban yang benar, agar hal itu tidak menjadi sebuah kebimbangan dalam menentukan sebuah pemikiran yang kreatif.

o Diri Sendiri Vs Kebiasaan

Jangan sekali-sekali menantang diri anda dalam hal yang sering kalian lakukan, karna hal itu akan menimbulkan sesuatu yang membuat kita jenuh dalam segala hal baik itu dalam

(10)

kebiasaan rutin agak kita dapat sesuatu hal yang baru dan yang pastinya akan menimbulkan sebuah pemikiran yang kreatif dalam berwirausaha.

o Masalah

Dalam membangun sebuah wirausaha jangan takut salah, karna sebuahwirausaha itu tanpa kesalahan tidak mungkin sukses, dan selalu mencoba untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda karna dengan begitu masalah yang muncul tidak mematahkan semangat kita untuk menjalankan usaha yang telah di bangun dan akan memunculkan pemikiran yang lebih kreatif lagi dalam berwirausaha.

o Bermimpilah sebelum tidur.

Bagaimana caranya kita bisa bermimpi kalau belum tidur, itu hal yang sangat sulit di lakukan, kerna pada dasarnya mimpi itu muncul ketika kita telah tidur, jadi Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovasi, dan dengan begitu sebuah mimpi kita sebelum tidur akan terjadi dan ketika tidur kita akan mudah melanjutkan mimpi itu.

konsep berpikir kreatif kewirausahaan

Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan

Menurut Zimmererr(1996)”1 untuk mengembangkan keterampilan berfikir, seseorang menggunakan otak sebelah kanan.

Sedangkan untuk belajar mengembangkan ketrampilan berpikir digunakan otak sebelah kiri, ciri-cirinya :

• Selalu bertanya : Apa ada cara yang lebih baik?

• Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan kebiasaan rutin • Mencoba untuk melihat masalah dari perspektif yang berbeda • Menyadari kemungkinan banyak jawaban ketimbang satu jawaban yang benar

(11)

• Melihat kegagalan dan kesalahan sebagai jalan untuk mencapai sukses • Mengkorelasikan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan inovasi

• Memiliki ketrampilan helicopter yaitu kemampuan untuk bangkit di atas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari perspektif yang lebih luas kemudian memfokuskannnya pada kebutuhan untuk berubah

Menurut Teodore Levit”2 , kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu enurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.

Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana”3 (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda.

________________________

1. Suryana,Dr.M.Si,2006.Kewirausahaan,pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses.Jakarta:Salemba Empat.Halaman

2. Ibid.

3. Suryana,Dr.M.Si,2003.Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 24

Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (inovation isthe ability to apply creative solutions to those problems ang opportunities to enhance or to enrich people’s live).

“Sometimes creativity involves generating something from nothing. However, creativity is more likely to result in colaborating on the present, in putting old things together in the new ways, or in taking something away to create something simpler or better”.

Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu : 1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.

(12)

2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.

Berpikir Kreatif

Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana seseorang mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap masalah. Dalam berpikir kreatif, seseorang dituntut untuk dapat memperoleh lebih dari satu jawaban terhadap suatu persoalan dan untuk itu maka diperlukan imajinasi. Adapun berpikir analitis adalah berpikir yang sebaliknya menggunakan suatu pendekatan logis menuju ke jawaban tunggal.

Sebenarnya dalam menghadapi masalah kita membutuhkan kedua jenis berpikir tersebut, yaitu berpikir logis-analitis dan berpikir kreatif. Berpikir logis-analitis sering disebut dengan berpikir konvergen, karena cara berpikir ini cenderung menyempit dan menuju ke jawaban tunggal. Sementara itu berpikir kreatid sering disebut sebagai berpikir divergen, karena disini pikiran didorong untuk menyebar jauh dan meluas dalam mencari ide-ide baru.

Proses Berpikir Kreatif

Dalam berpikir kreatif proses yang terjadi ternyata melalui beberapa tahapan tertentu. Suatu ide tidak dapat dengan tiba-tiba muncul di dalam benak kita. Ide-ide terjadi setelah berbagai macam simbol diolah di alam bawah sadar kita. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam terjadinya berpikir kreatif, mau tidak mau akan melewati beberapa tahap. Adapun tahap-tahap tersebut antara lain adalah :

1. Persiapan

Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kreatif, dilakukan dalam bentuk formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainnya. Zimmerer”4 mengemukakan tujuh langkah untuk memperbaiki pikiran kita agar dapat berpikir kreatif yaitu :

1. Hindari sikap untuk tidak belajar. Dalam setiap situasi selalu ada peluang untuk dapat dipelajari.

2. Belajar banyak. Jangan hanya mempelajari keahlian yang kita miliki karena bidang lain tidak menutup kemungkinan untuk bisa dijadikan sebagai peluang inovasi.

3. Diskusikan ide-ide kita dengan orang lain. 4. Himpun artikel-artikel yang penting.

(13)

5. Temui profesional atau asosiasi dagang dan pelajari cara mereka memecahkan persoalan. 6. Gunakan waktu untuk belajar sesuatu dari orang lain.

7. Kembangkan keterampilan menyimak gagasan orang lain.

2. Penyelidikan

Dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman mendalam tentang masalah atau keputusan. Untuk menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang suatu bidang, seseorang pertam-tama harus mempelajari masalah dan memahami komponen-komponen dasarnya.

3. Transformasi

Tahap tranformasi menyangkut persamaan dan perbedaan pandangan di antara informasi yang terkumpul. Transformasi adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang ada tentang infomasi yang terkumpul. Dalam tahap ini diperlukan dua tipe berpikir, yaitu berpikir konvergen dan divergen. Berpikir konvergen adalah kemampuan untuk melihat persamaan dan hubungan diantara beragam data dan kejadian. Sedangkan berpikir divergen adalah kemampuan melihat perbedaan antara data dan kejadian yang beraneka ragam.

______________________

4. Suryana,Dr.M.Si,op.cit.,Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 24

4. Penetasan

Penetasan merupakan penyiapan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul. Pikiran bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksikan informasi.

5. Penerangan

Penerangan akan muncul pada tahap penetasan, yaitu ketika terdapat pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang. Pada tahap ini, semua tahap sebelumnya muncul secara bersama dan menghasilkan ide-ide kreatif serta inovatif.

(14)

6. Pengujian

Pengujian menyangkut validasi keakuratan manfaat ide-ide yang muncul yang dapat dilakukan pada masa percobaan, proses simulasi, tes pemasaran, pembangunan proyek percobaan, pembangunan prototipe dan aktifitas lain yang dirancang untuk membuktikan ide-ide baru yang akan diimplementasikan.

7. Implementasi

Implementasi adalah transformasi ide ke dalam praktik bisnis. Zimmerer”5 mengemukakan beberapa kaidah atau kebiasaan kewirausahaan yaitu :

1. Create, innovate, and activate yaitu ciptakan, temukan dan aktifkan. Wirausaha selalu memimpikan ide-ide baru dan bertanya “apa mungkin” atau “mengapa tidak” dan menggunakan inovasinya dalam kegiatan praktis.

2. Always be on the look out for the new opportunities, yaitu selalu mencari peluang baru. Wirausaha harus selalu usaha mencari peluang atau menemukan cara baru untuk menciptakan peluang.

3. Keep it simple, yaitu berpikir sederhana. Wirausaha selalu mengharapkan umpan balik dengan mungkin dan berusaha dengan cara yang tidak rumit.

_________________________

5. Suryana,Dr.M.Si,op.cit.,Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 24

4. Try it, fix it, do it, yaitu selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya. Wirausaha berorientasi pada tindakan. Bila ada ide, wirausaha akan segera mengerjakannya.

5. Shoot for the top, yaitu selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin cepat mencapai sasaran. Wirausaha tidak pernah segan, mereka selalu bermimpi besar. Meskipun tidak selalu benar, mimpi besar adalah sumber penting untuk inovasi dan visi.

6. Don’t be ashamed to start small, yaitu jangan malu untuk memulai dari hal-hal yang kecil. Banyak perusahaan besar yang berhasil karena dimulai dari usaha kecil.

7. Don’t fear failure : learn form it, yaitu jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan. Wirausaha harus tahu bahwa inovasi terbesar berasal dari kegagalan.

(15)

8. Never give up, yaitu tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah.

9. Go for it, yaitu berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan. Orang yang pantang menyerah selalu mengejar apa yang belum dicapainya.

Namun,dalam buku Suryana”6 perlu dicermati pula bahwa terdapat sikap-sikap yang menjadi suatu hambatan dalam berpikir kreatif, yaitu :

· Rasa Takut. Rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif.

· Rasa Puas. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru.

· Rutinitas Tinggi. Rutinitas menjadi hambatan untuk memanfaatkan kemampuan berpikir kreatif. perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan’ akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu, perluas lingkungan sosial dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan.

_____________________________

6. Suryana,Dr.M.Si,2003.Toward a theory of Entrepreneurship.

· Kemalasan Mental. Orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru. · Birokrasi. Proses birokrasi yang terlalu berliku-liku sering mematahkan semangat orang untuk

berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang.

(16)

· Terpaku pada masalah. Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif.

· Stereotyping. Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif.

Sikap dan Kepribadian Wirausaha

Alex Inkeles dan david H. Smith (1974:19-24)”7 adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realitas terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan mempunyai keahlian, respek, hati-hati, dan memahami produksi.

__________________________

7. Suryana,Dr.M.Si,2003/2009.Kewirausahaan Teury dan Praktek.

Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal”8 , yaitu:

1. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. 2. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional.

3. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. 4. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang.

5. Selalu berencana dalam segala kegiatan.

6. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 7. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu.

8. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. 9. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian,(1972)”9).

(17)

Menurut Harsojo (1978:5)”10, modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan.

2. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. 3. Berorientasi pada masa kini dan masa depan.

4. Meyakini kemampuan sendiri.

5. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 6. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi.

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang, tantangan dan perubahan sosial, misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Menurut Yurgen Kocka (1975)”11, “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan, bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri, tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan, pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita, (1982:44).

_______________________

8. Aliaras Mudiardjo Wahid.2006,Membangun Karaakter dan Kepribadian Kewirausahaan,Yogyakarta:Graha media.

9. Buku filsafat Administrasi.tahun 1972 10. Google :scbid.com

11. Wirasasmita Yuyun,1982.Manajemen Sumber Daya Manusia. Halaman 44

Dalam konteks ini, juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta

(18)

pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah, dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo, 1982;1)”12. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi, yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru, metode produksi baru, sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru, serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16)”13, seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:

1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru.

2. Keberanian untuk menghadapi resikop, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian.

3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi

(1) usaha perencanaan,

(2) usaha untuk mengkoordinir,

(3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha,

(4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha.

4. Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi, melaksanakan, dan mengarahkan tujuan usaha. ______________________

12. Heidjrachman Ranupandojo, 1982.Rural industrialization in Third World countries. Sterling Publishers.Halaman 1

13. www.Repository.upi.edu

Menurut Kathleen L. Hawkins & Peter A. Turla (1986)”14 pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. 1. Kepribadian, aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas, disiplin diri, kepercayaan diri, keberanian menghadapi risiko, memiliki dorongan, dan kemauan kuat.

(19)

2. Hubungan, dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal, kepemimpinan, dan manajemen.

3. Pemasaran, meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga, perilklanan dan promosi.

4. Keahlian dalam mengatur, diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan, perencanaan, dan penjadwalan, serta pengaturan pribadi.

5. Keuangan, indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang.

David Mc Clelland (1961:205)”15 mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan, yaitu:

1. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat, dan bukan atas dasar kebetulan belaka.

2. Energik, khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. 3. Tanggung jawab individual.

4. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya, dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan.

5. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang.

6. Memiliki kemampuan berorganisasi, meliputi kemampuan, kepemimpinan, dan manajerial. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru, teknologi baru, metode produksi baru, akses pasar baru, dan pangsa pasar baru (Schumpeter, 1934)”16. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”, yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko, (2) mandiri, (3) berkreasi menciptakan nilai tambah, (4) selalu mencari peluang, (5) berorientasi ke masa depan.

_________________________

14. www.Kumpulan tugas dan Makalah Ekonomi.info 15. Clelland David Mc.1961.Work and Motivation.

(20)

Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha, yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko, sikap positip, dan optimis, keberanian mandiri, dan memimpin, dan kemauan belajar dari pengalaman.

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977)”17, faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan, kemampuan, dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang.

Motif Berprestasi Tinggi

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32)”18 Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.

Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934)”19 tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs). Menurut Teori Herzberg”20, ada dua faktor motivasi, yaitu:

_________________________

17. Jahja Sujuti.1977.Dasar-dasar Kewirausahaan.

18. Suryana,Dr.M.Si,op cit.2003.Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 32 19. Maslow H.Abraham.1954.Motivation and Personality

(21)

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34)”21 1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. 2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. 3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.

4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.

5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fiftyfifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.

Motivasi (Motivation) berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti to move atau menggerakkan, (Steers and Porter, 1991:5)”22, sedangkan Suriasumantri (hal.92)”23 berpendapat, motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang.

Secara umum motif sama dengan drive. Beck (1990: 19), berdasarkan pendekatan regulatoris, menyatakan “drive” sama seperti sebuah kendaraan yang mempunyai suatu mekanisme untuk membawa dan mengarahkan perilaku seseorang.

Sejalan dengan itu, berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991: 452) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi. Lokus penyebab instrinsik mencakup (1) kemampuan, (2) usaha, dan (3) suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan.

____________________

21. Suryana,Dr.M.Si,op cit.2003.Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 33-34

22. Richard M. Steers, Lyman W. Porter, Gregory A. Bigley. Richard M. Steers, Lyman W. Porter, Gregory A. Bigley.1996 halaman 5.

(22)

Lokus penyebab ekstrinsik meliputi (1) sukar tidaknya tugas, (2) nasib baik (keberuntungan), dan (3) pertolongan orang lain. Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2)

meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976: 74-75).

Namun, Travers (1982:435). mengatakan bahwa ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan.

Uraian di atas menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada dua indikator dalam motivasi berprestasi (tinggi), yaitu kemampuan dan usaha. Namun, bila dibandingkan dengan atribusi intrinsik dari Wainer, ada tiga indikator motivasi berprestasi tinggi yaitu: kemampuan, usaha, dan suasana hati (kesehatan). Berdasarkan uraian di atas, hakikat motivasi berprestasi dalam penelitian ini adalah rangsangan-rangsangan atau daya dorong yang ada dalam diri yang mendasari kita untuk belajar dan berupaya mencapai prestasi belajar yang diharapkan. 2. Selalu Perspektif

Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang

memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.

Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana,2003 : 33-34)”28 :

(23)

dirinya.

2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.

3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.

5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty).

Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian

keberhasilan sangat rendah.

Motif Berprestasi Kewirausahaan

Berbagai macam teori motivasi juga mampu menjelaskan motivasi orang melakukan kegiatan usaha sebagai seorang wirausaha:

1. Motif berprestasi kewirausahaan (Teori David McClelland, 1961):

seorang wirausaha melakukan kegiatan usaha didorong oleh kebutuhan untuk berprestasi, berhubungan dengan orang lain dan untuk mendapatkan kekuasaan baik secara finansial maupun secara sosial.Wirausaha melakukan kegiatan usaha dimotivasi oleh:

a. Motif berprestasi (need for achievement)

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh keingginan mendapatkan prestasi dan pengakuan dari keluarga maupun masyarakat.

b. Motif berafiliasi (need for affiliation)

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh keinginan untuk berhubungan dengan orang lain secara sosial kemasyarakatan.

c. Motif kekuasaan (need for power)

Orang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh keingginan mendapatkan kekuasaan atas sumberdaya yang ada. Peningkatan kekayaan, pengusahaan pasar sering menjadi

pendorong utama wirausaha melakukan kegiatan usaha.

2. Motif Kebutuhan Maslow (Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, 1970):

Teori hirarki kebutuhan Maslow mampu menjelaskan motivasi orang melakukan kegiatan usaha. Maslow membagi tingkatan motivasi ke dalam hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang rendah sampai yang berprioritas tinggi, di mana kebutuhan tersebut akan mendorong orang untuk melakukan kegiatan usaha.

3. Physiological Need

(24)

kebutuhan hidup sehari-hari, fisiologi seperti; makan, minum, kebutuhan hidup layak secara fisik dan mental.

4. Security need

Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa aman atas sumberdaya yang dimiliki, seperti: investasi, perumahan, asuransi, dan lain-lain.

5. Social need

Motivasi seseorang melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi kebutuhan sosial, berhubungan dengan orang lain dalam suatu komunitas.

6. Esteem need

Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa kebanggaan, diakuinya potensi yang dimiliki dalam melakukan kegiatan bisnis.

7. Self actualization need

Motivasi melakukan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Keingginan wirausaha untuk menghasilkan sesuatu yang diakui secara umum bahwa hasil kerjanya dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tuntutan Kreativitas dalam Bisnis Masa Kini

Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dalm pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new think). Contoh lain bila kita membeli air mineral kemasan , maka yang akan kita ucapkan adalah membeli aQua., meskipun yang kita peroleh tidak selalu merek aQua. Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kretivitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang.(doing new think).

Mempertahankan eksistensi usaha harus di iringi upaya mencari sesuatu yang baru, dan mengembangkan apa yang sudah ada agar manjadi lebih baik. Contoh kasus yang telah disebut sebelumnya memberi pelajaran kepada kita betapa pentingnya kretivitas dalam memberikan sumbangan keberhasilan suatu usaha .suatau proses tidak dating begitu saja , meski datangnya sering kali datangnya melalui hal-hal kecilyang menurut kita tidak berarti dan tidak ada gunanya .namun kemudian biasanya kita baru menyadari setelah orang lain melakukannya.

Agar kita memiliki keunggulan dibandingkan dengan orang oleh para pesaingdan dapat mempertahankan eksistensi usaha kita . maka kita harus terus berupaya mencari sesuatu yang baru dan mengembangkan apa yang sudah ada agar menjadi lebih baik.oleh karena itu, kreativitas sangat diperlukan oleh setiap pengusaha. Seorang wirausahawan harus

(25)

memastikan bahwa kreativitas yang selama ini dilakukan ,bila usang atau tidak terpakai lagi harus ada solusi yang lebih kreatif lagi. Kreativitas menyangkut dengan keputusan-keputusan yang kita inginkan, dan bagaimana melakukannya dengan lebih baik lagi. Para peneliti membedakan tipe kretivitas dalam kehidupan sehari-hari,yaitu :

· Membuat atau menciptakan ,yaitu proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada. · Mengombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling bekaitan dan menjadi

bermanfaat.

· Memodifikasian sesuatu yang memang sudah ada.

DAFTAR PUSTAKA

1. Suryana,Dr.M.Si,2006.Kewirausahaan,pedoman praktis kiat dan proses menuju sukses.Jakarta:Salemba Empat.Halaman

2. Suryana,Dr.M.Si,2003.Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 24 3. Suryana,Dr.M.Si,2003.Toward a theory of Entrepreneurship.

4. Suryana,Dr.M.Si,2003/2009.Kewirausahaan Teury dan Praktek.

5. Aliaras Mudiardjo Wahid.2006,Membangun Karaakter dan Kepribadian Kewirausahaan,Yogyakarta:Graha media.

6. Buku filsafat Administrasi.tahun 1972 7. Google :scbid.com

8. Wirasasmita Yuyun,1982.Manajemen Sumber Daya Manusia. Halaman 44

9. Heidjrachman Ranupandojo, 1982.Rural industrialization in Third World countries. Sterling Publishers.Halaman 1

10. www.Repository.upi.edu

11. www.Kumpulan tugas dan Makalah Ekonomi.info 12. Clelland David Mc.1961.Work and Motivation.

13. Schumpeter.1982.The Theory of Economic Development. 14. Jahja Sujuti.1977.Dasar-dasar Kewirausahaan.

15. Suryana,Dr.M.Si.2003.Entrepreneurship And The New Venture Formation.Halaman 32 16. Maslow H.Abraham.1954.Motivation and Personality

17. Dikutip dari artikel yang berjudul The motivation to Work.1993

Cara Berpikir Kreatif Dalam Kewirausahaan

Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan merupakan dasar dari pemikiran bagi semua pebisnis yang hendak mendapatkan kesuksesan pada hidup mereka. Dengan berpikir kreatif maka anda akan memiliki 1001 cara untuk menyelesaikan semua tantangan dalam bisnis yang

(26)

pasti dihadapi oleh seorang wirausahawan. Pasang surut sudah menjadi hal biasa di dalam bisnis sehingga pikiran kreatif akan menjadikan kedua hal tersebut menjadi tenaga dan motivasi yang akan membuat usaha yang mereka buat semakin berkembang dan semakin baik lagi. Pikiran kreatif sendiri bukan sesuatu yang “taken for granted”. Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan adalah sebuah pola pikir yang sudah dibangun sejak dini untuk membuat ide-ide yang dikeluarkan oleh otak kemudian dikreasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan inovasi dan bahkan discovery terhadap suatu keputusan dalam bisnis.

Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan dan cara

mengolahnya

Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan tidak datang atas firman Tuhan, namun berpikir kreatif adalah sebuah proses untuk membebaskan anda dari belenggu atau sama juga dengan anti konservatif. Sedangkan untuk menjadi orang yang kreatif paling tidak dibutuhkan dua suplemen untuk otak dan tubuh mereka. Yang pertama adalah suplemen untuk otak. Suplemen ini juga masih dibagi menjadi dua yakni suplemen yang datang dari makanan dan suplemen yang datang dari informasi sekitar anda. Tentu dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi maka asupan yang akan diserap oleh otak dengan baik sehingga kinerja otak akan semakin encer. Sedangkan informasi sudah pasti akan mempengaruhi cara dan apa yang akan diambil sebagai sebuah keputusan untuk masalah-masalah yang dihadapi dalam dunia bisnis.

Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan juga membutuhkan dua syarat yang harus dipenuhi. Syarat yang pertama adalah dengan meninggalkan semua rasa emosi anda baik yang disukai maupun yang dibenci. Permasalahannya adalah ketika anda memasukan rasa atau emosi kedalam pengambilan sebuah keputusan misalnya, akan sangat berdampak kepada hasil itu sendiri. Anda harus menghindarkan sebuah keputusan yang didasari oleh rasa

“keinginan”, karena sebenarnya yang anda harus lakukan adalah keputusan yang didasarkan pada “kebutuhan”.

(27)

Figur

Memperbarui...

Related subjects :