Nilai Dan Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Nilai Dan Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

Nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat oleh masyarakat.sesuatu dikatakan mempunyai nilai,apabila mempunyai

/kegunaan,kebenaran,kebaikan,keindahan dan religiositas.sedangkan Norma merupakan ketentuan yang berisi perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus dipatuhi warga masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai.

Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sangat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan masyarakat.nilai dalam hal ini adalah ukuran,patokan,anggapan dan keyakinan yang dianut orang banyak dalam suatu masyarakat.keteraturan ini bisa terwujud apabila anggota masyarakat bersikap dan berperilaku sesuai dan selaras dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan sosial seperti,kegiatan bersama harus memerhatikan dan

melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.apabila dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengabaikan nilai dan norma sosial yang berlaku,tentunya ketertiban dan keteraturan sosial tidak akan terwujud.

Beberapa pandangan tentang nilai: a. Nilai bersifat Objektif

Pandangan ini menganggap bahwa nilai suatu objek itu melekat pada objeknya dan tidak tergantung pada subjek yang menilai.maksudnya,setiap objek itu memiliki nilai sendiri,meskipun tidak diberi nilai oleh seseorang/subjek.

b. Nilai bersifat Subjektif.

Pandangan ini beranggapan bahwa nilai dari sesuatu itu tergantung pada orang/subjek yang menilainya.suatu objek yang sama dapat mempunyai nilai yang berbeda bahkan bertentangan bagi orang yang satu dengan orang lain.suatu objek yang sama dapat dinilai baik atau buruk,benar atau salah,serta berguna atau tidak berguna tergantung pada subjek yang menilainya.

Nilai dibagi menjadi empat antara lain :

1.Nilai Etika merupakan nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh,misalnya kejujuran.nilai tersebut saling berhubungan dengan akhlak,nilai ini juga berkaitan dengan benar atau salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat.nilai etik atau etis sering disebut sebagai nilai moral,akhlak,atau budi pekerti.selain kejujuran,perilaku suka menolong,adil,pengasih,penyayang,ramah dan sopan termasuk juga ke dalam nilai ini.sanksinya berupa teguran,caci maki,pengucilan,atau pengusiran dari masyarakat.

2.Nilai Estetika atau nilai keindahan sering dikaitkan dengan benda,orang,dan peristiwa yang dapat menyenangkan hati(perasaan).nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni.meskipun sebenarnya semua ciptaan tuhan juga memiliki keindahan alami yang tak tertandingi.

3.Nilai Agama berhubungan antara manusia dengan tuhan,kaitannya dengan pelaksanaan perintah dan larangannya.Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan yang bermanfaat baik didunia maupun di akhirat,seperti rajin beribadah,berbakti kepada orangtua,menjaga kebersihan,tidak berjudi dan tidak meminum-minuman keras,dan sebagainnya.bila seseorang melanggar norma/kaidah agama,ia akan mendapatkan sanksi dari Tuhan sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.oleh karena itu,tujuan norma agama adalah menciptakan insan-insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,dalam pengertian mampu melaksanakan apa yang menjadi perintah dan meninggalkan

(2)

apa yang dilarangannya.adapun kegunaan norma agama,yaitu untuk mengendalikan sikap dan perilaku setiap manusia dalam kehidupannya agar selamat di dunia dan di akhirat.

4.Nilai sosial berkaitan dengan perhatian dan perlakuan kita terhadap sesama manusia di lingkungan kita.nilai ini tercipta karena manusia sebagai mahkluk sosial.manusia harus menjaga hubungan diantara sesamannya,hubungan ini akan menciptakan sebuah keharmonisan dan sikap saling

membantu.kepedulian terhadap persoalan lingkungan,seperti kegiatan gotong-royong dan menjaga keserasian hidup bertetangga,merupakan contoh nilai sosial.

berdasarkan proses terbentuknya,nilai dapat diklasifikasikan menjadi enam macam:

A.Nilai teori

Kegiatan untuk mengetahui identitas benda serta kejadian yang ada disekitarnya akan melahirkan nilai teori.teori ini muncul dengan diawali fenomena yang terjadi,kemudian dilakukan sebuah pengamatan.untuk mengetahui identitas mahkluk hidup maka hasilnya adalah pengetahuan tentang mahkluk hidup,seperti kehidupan flora dan fauna.

B.Nilai Ekonomi

Kegiatan untuk menilai kegunaan benda-benda untuk memenuhi kebutuhan akan melahirkan nilai ekonomi.nilai ekonomi berkaitan dengan ketersediaan,kecukupan sarana pemenuhan kebutuhan hidup.

C.Nilai Religi

Kepercayaan yang manusia anut atau agama

D.Nilai Estetis

Nilai estetis terbentuk bila manusia memahami yang indah melalui intuisi dan imajinasinya.

E.Nilai Sosial

Nilai sosial terbentuk bila orientasi(arah)penilaian tertuju pada hubungan antarmanusia,yang menekankan pada segi-segi kemanusiaan yang luhur.

F.Nilai Politik

apabila tujuan penilaian berpusat pada kekuasaan dan pengaruh yang terdapat dalam kehidupan masyarakat,akan terbentuk nilai politik.

Norma merupakan suatu aturan-aturan yang berisi perintah,larangan,dan sanksi-sanksi bagi yang melanggarnya.pada dasarnya norma merupakan nilai,tetapi disertai dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk

mendorong bahkan menekan perorangan,kelompok,atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial.

Norma sosial adalah aturan,standar(patokan) yang dipergunakan oleh anggota masyarakat sebagai petunjuk,perintah,anjuran,dan larangan.Dalam perkembangannya,suatu norma sosial akan

menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan.Norma-norma sosial tersebut oleh masyarakat dikenal,diakui,dihargai,dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari diberlakukannnya suatu norma pada dasarnya adalah untuk menjamin terciptannya ketertiban dalam masyarakat.

Secara umum kita dapat membedakan norma menjadi dua norma yaitu:

A.Norma khusus adalah aturan yang berlaku dalam kegiatan atau kehidupan khusus ,misalnya aturan olahraga,aturan pendidikan,atau aturan sekolah,dan sebagainnya.

(3)

B.Norma umum,adalah norma yang bersifat umum atau universal.

Didalam kehidupan masyarakat terdapat norma-norma (aturan-aturan)yang mengatur perilaku anggota masyarakat,yaitu sebagai berikut.

A.Norma Agama

Norma agama merupakan atuaran-aturan yang mutlak kebenarannya karena aturan-aturan tersebut berasal dari Tuhan Yang Mahakuasa.Kebenaran norma adalah mutlak.hal ini disebabkan oleh aturan dan sanksinya diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa.Norma agama berisi petunjuk Tuhan yang berupa perintah(kewajiban dan anjuran),larangan dan sanksinya bagi yang melanngar adalah di akhirat.

B.Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan merupakan aturan-aturan yang bersumber dari suara hati nurani manusia berupa perintah dan larangan hati nurani manusaia.contohnya kita harus jujur,mencintai sesama manusia,tidak boleh berbohong,dan tidak boleh menyakiti hati orang lain.Seorang yang melanggar norma ini akan menerima sanksi berupa perasaan tidak tentram,resah,gelisah dan sebagainya.

C.Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia dalam masyarakat.norma ini berisi perintah masyarakat yang harus dilaksanakan dan larangan masyarakat tidak boleh dilakukan.contohnya antara lain:

1).Jangan meludah sembarangan tempat.

2).Berbicara dengan orangtua berbahasa halus dan sopan. 3).Mengucapkan salam bila bertemu orang lain.

Pelanggarannya terhadap norma kesopanan akan menimbulkan sanksi dari masyarakat yang terwujud dalam bentuk teguran,caci maki,cemooh,diasingkan dari pergaulan,dan sebagainnya.

D.Norma Hukum

Norma hukum adalah seperangkat peraturan yang dibuat oleh negara atau badan yang

berwenang.norma hukum berisi perintah negara yang dilaksanakan dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh warga negara.sifat dari norma ini adalah tegas dan memaksa.

Sifat”memaksa”dengan sanksinya yang tegas inilah yang merupakan kelebihan dari norma hukum,jika dibandingkan dengan norma-norma yang lainnya.demi tegaknya hukum,negara mempunyai lembaga beserta aparat-apratnya di bidang penegakan hukum seperti polisi,jaksa,dan hakim.bila seseorang melanggar hukum,ia akan menerima sanksinya berupa hukuman misalnya hukuman

mati,penjara,kurungan,dan denda.

Adapun unsur-unsur atau ciri-ciri norma hukum adalah:

1).peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. 2).peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib

3).peraturan yang bersifat memaksa

4).sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas 5).berisi perintah dan larangan

(4)

6).peraturan itu harus dipatuhi dan ditaati oleh setiap orang.

Timbulnya norma hukum dalam masyarakat suatu negara,karena norma adat,norma agama,dan norma kesusilaan,dan dirasakan belum cukup untuk menjamin adanya suatu ketertiban dalam hidup

bermasyarakat.selain itu,dalam norma tersebut tidak adanya suatu paksaan dari alat-alat

negara.akibatnya seringkali orang mengabaikan norma agama,kesusilaan,dan kesopanan.Jadi,norma diadakan agar ditaati oleh masyarakat.

Nilai dan Norma Kristiani

Apabila kita berbicara tentang nilai dan norma kristiani, kita harus juga mengirigat ajaran-ajaran Kristen, khususnya yang menyangkut pedomanpedoman hidup Kristen. Pedoman tersebut menyangkut etika Kristen. Etika Kristen inilah yang mengontrol, mengoreksi, dan mengarahkan perbuatan orang-orang Kristen dalam berbuat secara nyata atau perbuatan praktis. Dasar yang digunakan adalah firman Tuhan. Misalnya: Sepuluh Perintah Allah yang tercantum dalam Keluaran 20:1-17 dan yang disarikan di dalam Hukum Kasih (Matius 22:37-40; Markus 12:30-31; Lukas 10:27) yakni:

1. Mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan kita.

Hukum yang pertama mi merupakan ringkasan Sepuluh Perintah Allah nomor 1—5. 1. Mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

Hukum yang kedua mi merupakan ringkasan Sepuluh Perintah Allah nomor 6—10.

Nilai-nilai dan norma-norma kristiani, khususnya tentang kasih. diterangkan secara praktis di 1 Korintus 13:4—8, antara lain:

1. Sabar 2. Murah hati 3. Tidak cemburu

4. Tidak memegahkan diri dan tidak sombong

5. Tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan sendiri 6. Tidak pemarah dan tidak menyiinpan kesalahan orang lain

7. Tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran

8. Menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu Di dalam Alkitab, masih ada banyak petunjuk yang berkaitan dengan nilai dan norma kristiani yang semuanya mendidik, mengarahkan dan membangun orang Kristen dalam menjalankan hidupnya. Nilai dan norma kristiani erat hubungannya dengan praktik hidup antara iman dan perbuatan. Sementara, iman tanpa perbuatan itu pada hakikatnya iman itu mati (Yakobus 2:17).

(5)

Berikut ini adalah contoh-contoh nilai dan norma yang mencerminkan sifat Allah.

1. Kasih

Allah adalah kasih. Kasih Allah tidak terbatas pada kondisi tertentu. Ia mengasihi semua bangsa. Sekalipun Ia membenci dosa, ia mengasihi orang yang berdosa. Kasih tersebut mendorong Allah untuk bertindak dalam kemurahan, kesabaran dan belas kasihan. Kasih mendorong Allah untuk berkorban , memberikan yang terbaik untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Kasih itu mengampuni. (1 Kor 12 – jabarkan lingkupan kasih). Kasih Kristus adalah kejahatan yang dibalas dengan kebaikan,

kedengkian yang dibalas dengan keramahan. Ia tidak membalas setimpal dengan kejahatan kita (Maz 103:10, Luk 23:34, Ul 32:35). Kasih Kristus tidak membedakan orang terpelajar, orang kaya atau pun orang miskin dan tak berpendidikan. Kasih juga berarti menegur yang salah, tetapi dengan cara yang baik dan benar (Yoh 4:1-42).

Bagaimana kamu menerapkan kasih terhadap sesamamu? Berikan contoh-contohnya 2. Adil

Keadilan Allah adalah keadilan yang tidak berpihak kepada sekelompok manusia tertentu. Roma

mengatakan bahwa Allah tidak memandang bulu (favoritism). Keadilan selalu berpihak pada kebenaran. Karena Allah itu adil dan benar.

Sebagai manusia, kita diciptakan dengan rasa keadilan, sehingga ketika terjadi ketidakadilan, jiwa kita merasakan pemberontakan. Contohnya, bangsa Israel yang berteriak kepada Allah karena perlakuan Firaun yang semena-mena terhadap mereka. Dalam hal ini, Allah yang adil tidak membiarkan

ketidakadilan merajalela, sehingga Allah bertindak membebaskan mereka melalui kepemimpinan Musa. Salomo juga menunjukkan rasa keadilan ketika ia memutuskan kasus perebutan bayi oleh dua orang ibu. Lihatlah dalam kehidupan sehari-hari di sekelilingmy. Apakah keadilan telah ditegakkan dengan baik? Temukan kasus baru-baru ini melalui berita koran, majalah atau internet mengenai keadilan dan ketidak adilan. berikan tanggapanmy terhadap kasus tersebut.

Bagaimana kamu menerapkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contohnya. 3. Setia (Mat 28:14-30)

Allah adalah Allah yang setia, kesetiaan Allah nyata dalam janji dan penggenapannya, memelihara dan menopang seluruh ciptaanNya. Kristus pun setia dalam mengemban misi ketika datang ke dunia. Ia setia bahkan sampai mati di kayu salib (Fil 2:8), walaupun itu dijalaninya dengan penuh pergumulan.

Maka Allah juga menghendaki umat setia kepadaNya, melalui setiap hal yang dipercayakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita setia dalam perkara kecil maka tentu dipercaya dalam hal yang lebih besar. Pengorbanan Ishak adalah contoh kesetiaan Abraham kepada Allah.

Peristiwa Musa memukul tongkat untuk mengeluarkan air dari batu karang adalah contoh ketidak-setiaan ketika menghadapi pencobaan. Kemampuan untuk setia didasarkan pada keyakinan yang teguh atas janji Allah dan kepercayaan penuh atas pemeliharaan dan perlindungan Allah terhadap hidup kita. Kesetiaan diuji melalui rutinitas, rentangan waktu yang panjang, dan juga melalui kesulitan yang menghadang.

Kesetiaan melingkupi berbagai aspek kehidupan, baik kehidupan spiritualitas, studi, pekerjaan, relasi pertemanan, maupun pernikahan.

4. Rendah hati (Fil 2:8)

apakah yang dimaksud dengan rendah hati?

Allah adalah Allah yang rendah hati. Sekalipun Ia adalah pencipta yang maha kuasa, Allah yang kudus dan tidak berkompromi terhadap dosa, namun ketika Allah mendapatkan manusia melanggar hukum Allah, jatuh dalam dosa, Allah tetap mencari manusia (Kej 3:16), bahkan Allah memberikan yang terbaik kepada manusia yaitu AnakNya yang tunggal untuk mati di atas kayu salib bagi penebusan umat yang telah memberontak dihadapan-Nya.

Yesus adalah teladan kerendahan hati yang patut kita contoh. Allah yang mulia dan tak terbatas, menjadi manusia terbatas yang lahir di kandang yang hina, bahkan mati dengan cara yang paling hina di atas kayu salin, demi keselamatan manusia.

Contoh lain dalam Alkitab yang menunjukkan kerendahan hati adalah FIlemon terhadap Onesimus, sera Yusuf terhadap saudara-saudaranya ketika ia telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir.

(6)

Praktik Hidup Sesuai Nilai dan Norma Kristiani

Bacalah Lukas 10:25-37, Matius 22:35-40, Markus 12:28-34, Matius 5:44, dan Lukas 6:27, 35. Ayat-ayat tersebut menerangkan kasth yang berkaitan dengan perbuatan nyata dalam praktik hidup seseorang. Kasih telah menembus sampai wilayah musuh. Mengasihi orang yang memusuhi kita dan orang yang membenci kita, sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin kita lakukan. Namun, firman Tuhan hams kita lakukan dengan tanpa duka dan terpaksa. Bahkan dalam Mazmur 4:5, 37:1, 8 dikatakan bahwa kita boleh marah, tetapi tidak boleh berbuat dosa, namun kita tidak boleh marah hanya karena orang berbuat jahat kepada kita. Itu berarti kemarahan tidak boleh dibalas dengan kemarahan pula.

Kejahatan tidak boleh dilawan dengan kejahatan. Secara praktis, ada orang yang memberi saran demiki . apabila kamu dilempar batu, balaslah dan lemparlah orang itu dengan kapas. mi suatu ilustrasi yang mungkin dapat kita terima, namun ada unsur pembalasan dan dendam. Sementara, unsur pembalasan dan dendam itu justru tidak boleh bagi norma dan nilai-nilai kekristenan. Dalam hal mi, kita diingatkan tentang peristiwa di Taman Getsemani ketika Tuhan Yesus ditangkap dan Petrus membela-Nya dengan menggunakan pedang, namun kata Tuhan Yesus: “Masukkan pedang itu …“ (Matius 26:52; Yohanes 18:11).

Sikap yang Bertentangan dengan Nilai Kristiani

Contoh sikap yang bertentangan dengan nilai kristiani: iri hati, karena iri dan panas hati Kain

membunuh Habel (Kej 4:1-11); serakah seperti Daud yang menginginkan istri Uria yaitu Batsyeba dan merebutnya dengan cara yang tidak terpuji (2 Sam. 11:1-27).

Dalam kehidupan sehari-hari misalnya KKN. Banyak orang Kristen yang mengejar kepentingan sendiri, mengabaikan nilai-nilai kristiani sehingga mengorbankan kepentingan dan hidup sesamanya ketimbang melayani. Ada birokrat, politikus, dan masyarakat yang melakukan KKN. Karena keserakahan, pebisnis dan birokrat pemerintah melakukan monopoli perdagangan dan mengupayakan segala cara untuk untung sebesar-besarnya dengan tidak memikirkan kerugian masyarakat luas, seperti: harus membayar jauh lebih mahal dari sewajarnya. Tidak jarang seseorang menduduki jabatan tinggi dan menentukan bukan dkarena kemampuan dan dedikasinya, melainkan karena kedekatan hubungan keluarga dengan pejabat yang menetapkan jabatan di lembaga tersebut (nepotisme).

(7)

Pendidikan Agama Kristen

Nila dan Norma Dalam Masyarakat

disusun oleh :

Ryan Oktapratama

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :