• Tidak ada hasil yang ditemukan

GRISEOFULVIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GRISEOFULVIN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

LABORATORIU

LABORATORIUM M TEKNOLOGITEKNOLOGI FARMASI FARMASI JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN SOLID JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN SOLID

SEMESTER IV

SEMESTER IV –  –  2016 2016  Nama

 Nama : Asyipa: Asyipa  NPM

 NPM :: A 141 068A 141 068

Zat

Zat aktif aktif : : GlieofulvinGlieofulvin

Jumlah Tablet : 60.000 Tablet Jumlah Tablet : 60.000 Tablet

Dosis

Dosis : : 125 125 mgmg

I.

I. PREFORMULASIPREFORMULASI I.1.

I.1. Nama Nama zat zat aktif aktif : : GriseofulvinGriseofulvin Struktur : Struktur : C C1717HH1717CLOCLO66 Berat molekul : 352.77 Berat molekul : 352.77 Pemerian

Pemerian : : Serbuk Serbuk kristal kristal putih putih sampai sampai kuning kuning gadinggading  pucat

 pucat tidak tidak berbau, berbau, tidak tidak berasa. berasa. UkuranUkuran zarah umumnya maksimum sampai 5 µm. zarah umumnya maksimum sampai 5 µm. Boleh terdapat beberapa zarah berukuran Boleh terdapat beberapa zarah berukuran lebih dari 30 µm.

lebih dari 30 µm. Kelarutan

Kelarutan : : Sangat Sangat Sukar Sukar larut larut dalam dalam air, air, Larut Larut dalamdalam kloroform P, Sukar larut dalam etanol (95%) kloroform P, Sukar larut dalam etanol (95%) P, dan dalam metanol P, Mudah larut dalam P, dan dalam metanol P, Mudah larut dalam tetrakloretana P.

(2)

Titik leleh : Antara 2170 dan sampai 2240.  pH : 6,5 sampai 7,5.

Khasiat : Antijamur

Sediaan yang ada dipasaran : - Grivin - Fungistop

Dosis yang ditentukan : 500mg dan 125mg

Untuk penggunaan terapi : Infeksi jamur pada kulit rambut dan kuku.

I.2. Informasi Aspek Farmakologi

Absorbsi : Absorbsi griseofulvin akan meningkat apabila obat ini diberikan bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak. Griseofulvin ini bersifat lipofil sehingga sukar larut dalam air. Absorbsi zat ini tergantung pada ukuran partikel.

Biotransformasi : Griseofulvin dimetabolisme di hepar menjadi 6 desmethyl griseofulvin dan akan dieliminasi melalui urin.

Distribusi : Akan menghasilkan konsentrasi puncak  plasma sebanyak 1 mikrogram/ml dalam

waktu 4 jam.

Eksresi : waktu paruh 9-21 jam dan kurang dari 1% dari dosis akan dijumpai pada urin tanpa  perubahan bentuk.

Mekanisme kerja : Griseofulvin merupakan obat antijamur yang bersifat fungistatik, berikatan dengan  protein mikrotubular dan menghambat

(3)

I.3. Zat tambahan

Kalsium difosfat

-

Rumus kimia :

-

Pemerian : Serbuk putih, tidak berbau, tidak berasa atau

kristal padal.

-

Kegunaan dalam formulasi: Pengisi

-

 pH : 7,4

-

Stabilitas : Tidak higroskopis, bahan yang relaif

stabil namun dalam kondisi tertentu dapat kehilangan air dari kristalisasi, maka harus disimpan ditempat tertutup dan kering.

(Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Hal 96)

Natrii alginat / Sodium alginat

-

Rumus kimia :

-

Pemerian : Berbau dan tidak berasa, warna

 putih, pucat, bubuk, berwarna coklat kekuningan.

(4)

-

 pH : Larutan natrium alginat stabil pada

 pH 4-10. pH dibawah 3 asam alginat diendapkan.

-

Stabilitas : Higroskopis, stabil jika disimpan

 pada kelembaban relatif rendah dan suhu dingin.

(Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Hal 656).

Sodium Starch Gluconate

-

Rumus kimia :

-

Pemerian : Serbuk purih, tidak berbau, tidak

 berasa.

-

Kegunaan dalam formula : Desintegran.

-

 pH : 5,5 –  7,5

-

OTT : Dengan asam askorbat.

-

Stabilitas : Disimpan pada tempat yang kering

dan sejuk.

(Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Hal 701)

Polyethylene Glycol 6000

-

Rumus kimia :

-

Pemerian : Putih atau putih kekuningan,

konsistensi seperti pasta hingga lilin dan berbau khas lemah.

-

Kegunaan dalam fomula : Lubrikan.

-

 pH : 4,5 –  7,5.

(5)

-

Stabilitas : Stabil dalam air dan larutan tidak

higroskopis dan tidak akan berbau tengik meskipun tidak bisa menghambat pertumbuhan mikroba. (Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Hal 454)

Natrium Lauril Sulfat

-

Rumus kimia :

-

Pemerian : Putih atau kuning pucat, kristal, rasa

 pahit, dan bau samar zat lemak.

-

Kegunaan dalam formulasi : Glidan, Anti Adheren.

-

 pH :

--

Stabilitas : Kurang stabil dalam penyimpanan

normal, pada pH 2,5 bisa terhidrolisis menjadi lauril alkohol dan sodium  bisulfat.

(Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Hal 687) II. FORMULASI / TEKNIK PEMBUATAN

a. Formula yang akan dibuat. Formulasi :

R/ Griseofulvin 125mg Kalsium difosfat q.s  Natrium alginat 3%

Sodium starch dluconate 3% Polyethylene glycol 6000 1%  Natrium lauril sulfat 2%

(6)

c. Alasan pemilihan metode dan zat tambahan :

a) Metode yang digunakan adalah kempa langsung karena dosis Griseofulvin setiap tabletnya kecil, yaitu 125mg yang apabila dilakukan / digunakan metode granulasi ditakutkan zat aktif akan hilang dengan proses granulasi.

 b) Kalsium difosfat, Digunakan sebagai zat pengisi karena kalsium difosfat mempunyai kemampuan untuk menambahkan bobot tablet dan bersifat netral sehingga tidak menganggu peran zat khasiat (inert).

c)  Natrium alginat, Ditambahkan 3% karena berperan sebagai  pengikat.

d) Polyethylene glycol 6000, Dipilih karena PEG 6000 dapat memberikan pengurangan friksi tablet dengan cetakan sehingga tidak terjadi penempelan tablet pada cetakan dan  bersifat inert.

e) Sodium lauril sulfat, Dipilih karena dapat mengulangi gaya gesek antar partikel serbuk pada formula sehingga dapat meningkatkan daya alir serbuk.

III. PERHITUNGAN

a. Kekuatan sediaan : setiap tablet mengandung gliseofulvin 125mg

 b. Bobot tablet : 350mg

c. Jumlah tablet : 60.000 tablet III.1. Untuk setiap tablet

 Fase dalam : (100 –  3) % = 97% 0,97 X 350mg = 339,5 mg 1. Griseofulvin : 125mg 2. Kalsium difosfat : (350mg)  –   (125 + 10,85 + 10,85 + 3,5 + 7) (350mg) –  155,87mg 194,13mg

(7)

3.  Natrium Alginat : 3

100 X 339,5 mg = 10,85 mg

4. Sodium starch gluconate : 3

100 X 339,5 mg = 10,85 mg

 Fase luar : 3%

1. Polyethylene glycol 6000 : 1

100 X 350mg = 3,5 mg

2.  Natrium lauril sulfat : 2

100 X 350mg = 7 mg Untuk 60.000 tablet 1. Griseofulvin : 125 mg X 60.000 = 7.500.000 mg 2. Kalsium difosfat : 194,13 mg X 60.000 = 11.647.800 mg 3.  Natrium alginat : 10,85 mg X 60.000 = 611.100 mg 4. Sodium starch glukonate : 10,85 mg X 60.000 =

611.100 mg

5. Polyethylene glycol 6000 : 3,5 mg X 60.000 = 210.000 mg

6.  Natrium lauril sufat : 7 mg X 60.000 = 420.000 mg

III.2. Penimbangan

1. Griseofulvin : 7.500.000 mg 2. Kalsium difosfat : 11.647.800 mg 3.  Natrium alginat : 611.100 mg 4. Sodium starch glukonate : 611.100 mg 5. Polyethylene glycol 6000 : 210.000 mg 6.  Natrium lauril sufat : 420.000 mg

III.3. Bobot granul teoritis : 21.000.000 mg

IV. PROSEDUR PEMBUATAN

Griseofulvin digerus terlebih dahulu, kalsium difosfat, natrium alginat, sodium starch gluconate diayak terlebih dahulu dengan  pengayak nomor 80 mess. Kemudian semua zat ditimbang sesuai dengan yang dibutuhkan. Dimasukkan gliseofulvin, kalsium

(8)

difosfat, natrium alginat dan sodium starch glukonate kedalam wadah diaduk sampai homogen. Kemudian dievaluasi kompresibilitas, sudut istirahat, dan kecepatan alir. Kemudian ditambahkan fase luar dan dilakukan evaluasi.

V. PROSEDUR EVALUASI

V.1. Evaluasi campuran serbuk (fasa dalam) a. Persen kompresibilitas

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 10 gram. Setelah itu serbuk dimasukkan kedalam gelas ukur 100 ml, dan volume curah diamati. Setelah itu gelas ukur dipasang di atas alat kompresibility tester , setelah itu volume mampat diamati. Persen kompresibilitas dihitung.

 b. Daya alir serbuk

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 30 gram. Setelah itu serbuk di alirkan melalui corong getar. Waktu alir di amati. Setelah itu daya alir di hitung.

c. Sudut istirahat serbuk

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 30 gram. Setelah itu serbuk di alirkan melalui corong getar. Diameter dan tinggi gunungan serbuk di amati. Setelah itu sudut istirahat serbuk di hitung.

V.2. Evaluasi massa siap cetak a. Persen kompresibilitas

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 30 gram. Setelah itu serbuk di alirkan melalui corong getar. Waktu alir di amati. Setelah itu daya alir di hitung.

 b. Daya alir serbuk

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 30 gram. Setelah itu serbuk di alirkan melalui corong getar. Waktu alir di amati. Setelah itu daya alir di hitung.

(9)

Pertama-tama campuran serbuk ditimbang sebanyak 30 gram. Setelah itu serbuk di alirkan melalui corong getar. Diameter dan tinggi gunungan serbuk di amati. Setelah itu sudut istirahat serbuk di hitung

V.3. Evaluasi tablet

a. Keseragaman bobot tablet

Hasil produksi di ambil sebanyak 20 tablet. Tablet di timbang satu per satu dan di catat. Rata  –   rata dan standar deviasi di hitung

 b. Keseragaman ukuran tablet (diameter dan tebal tablet)

Hasil produksi di ambil sebanyak 20 tablet. Tablet diukur diameter dan tebalnya satu per satu menggunakan jangka sorong dan di catat. Rata –  rata dan standar deviasi di hitung c. Kekerasan tablet

Hasil produksi di ambil sebanyak 20 tablet. Tablet diukur kekerasannya menggunakan alat hardness tester dan di catat. Rata –  rata dan standar deviasi di hitung

d. Waktu hancur

Hasil produksi di ambil sebanyak 6 tablet. Setelah itu dimasukkan ke dalam tabung pada alat desintegrant tester . Setelah itu pada alat dinaik turunkan sampai pada tablet  pertama sampai semua tablet. Hasil pengamatan dicatat dan

hitung selisih waktu hancur pada waktu hancur pada tablet  pertama sampai waktu hancur pada tablet terakhir. Pengujian

dilakukan duplo. e. Friabilitas

Hasil produksidiambil sebanyak 20 tablet, setelah itu 20 tablet ditimbang.lalu dimasukkan ke dalam  friability tester  selama 4 menit. Tablet ditimbang kembali menggunakan nerasa analitik.

(10)

Hasil produksidiambil sebanyak 20 tablet, setelah itu 20 tablet ditimbang.lalu dimasukkan ke dalam  friksibility tester  selama 4 menit. Tablet ditimbang kembali menggunakan nerasa analitik.

VI. KEMASAN

Logo

Logo yang digunakan pada sediaan formulasi Griseofulvin yaitu logo tanda bulatan dengan lingkaran hitam dengan dasar merah yang didalamnya terdapat huruf “K” yang menyentuh garis tepi, itu melambangkan bahwa griseofulvin termasukobat keras.

Logo : Obat keras

Label :

6.1 Penjelasan yang terdapat pada kemasan dan brosur produk 1.  Nama dagang

2.  Nama generic

3.  Nama Industri Farmasi :

4. Bentuk sediaan

5. Komposisi

6. Indikasi :

Infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku, kadas pada tubuh, kulit kepala dan kaki atlit.

(11)

7. Kontra indikasi :

Porfiria, gangguan sel hati, dan Hipersensitif. 8. Efek samping :

Sakit kepala, pusing, mual, diare. 9. Aturan pakai :

Dewasa 1 kali sehari 1 tablet 500mg Anak 10 mg/kgBB/hari

10. Nomor batch

 Nomor ini merupakan suatu identitas produksi yang diberikan oleh industri farmasi terhadap suatu obat dalam satu satuan produksi.

 No.Batch : M6050146 Keterangan :

M6 : Tahun pembuatan obat 05 : Bulan pembuatan obat 01 : Sediaan peroral

46 : Nomer urut pembuatan / pengolahan/ Batch ke-1 yang buat 11. Nomor registrasi

 Nomor registrasi adalah nomor yang diberikan sebagai tanda obat telah terdaftar di BPOM dan mendapat izin edar.

 No. Registrasi : DKL1613401310A1 Keterangan :

D : Menunjukan nama dagang K : Golongan obat keras

L : Obat jadi produksi dalam negeri (Lokal) 16 : Tahun pendaftaran obat jadi

134 : Menunjukan nomer urut obat jadi

013 : Nomor urut obat jadi yang disetujui oleh masing-masing  pabrik

10 : Menunjukkan bentuk sediaan obat jadi (tablet) A : Sediaan obat jadi yang pertama disetuji

(12)

1 : Kemasan utama

Daftar Pustaka

 Ebook. Briths Nasional Farmakofe. 2009. Volume I dan II.

Parta, Ketut. Dkk. 2010. Informasi Spesialite Obat Indonesia (ISO). Volume 47. Ikatan Apoteker Indonesia : Jakarta.

 Farmakofe Indonesia. Edisi III, IV dan V.

Rowe. C. Sheskey dan Quinin M.C. 2009.  Handbook Of Pharmaceutical  Excipients. Edisi VI. Pharmaceutical press. Chocago.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian model busur api listrik tegangan rendah berbasis Jaringan Syaraf Tiruan ini berhasil menirukan waveform dari target yang diajarkan, sehingga model

Posisi pinjaman yang diberikan berdasarkan klasifikasi lapangan usaha di Surabaya, beberapa diantaranya mengalami peningkatan, diantaranya seperti: Kota Surabaya, sektor lapangan

Menurut Kompas (19/6/2012), jika yang dimaksud dengan “negara kesejahteraan “adalah tata kenegaraan, di mana pemerintah menyediakan atau menyelenggarakan/ mengelola seluruh

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang pekerjaan umum, bidang perumahan, bidang tata ruang dan

Sehingga dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang tidak mau mencatatkan pernikahannya tersebut, maka fenomena yang muncul saat ini dalam masyarakat tentang pernikahan sirri

Sebaran ukuran panjang cangkang, tinggi, lebar, panjang hinge, jumlah garis pertumbuhan dan berat basah daging pensi di Sungai Batang Antokan lebih bervariasi jika

Peneliti juga menyebarkan angket respon siswa setelah pembelajaran sulam payet kaligrafi Arab diterapkan, hasil dari respon siswa yaitu Pelajaran seni budaya lebih

In summary, as far as we are concerned, there not exist practically any work that include, within the same proposal, a service-oriented model-driven development method where