• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ni Luh Putu Indriyani Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ni Luh Putu Indriyani Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI PERTUMBUHAN DUA SPESIES ANNONA PADA FASE BIBIT Ni Luh Putu Indriyani

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dua spesies

Annona

sebagai

bahan perbanyakan vegetatif. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika mulai bulan Pebruari 2007 sampai Agustus 2008. Perlakuan terdiri dari dua

spesies

Annona

yaitu sirsak (

Annona muricata

) dan sirsak gunung (

Annona montana

Macf.). Setiap perlakuan terdiri dari 42 tanaman. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman sirsak mempunyai pertumbuhan yang sama dengan tanaman sirsak gunung pada umur 6 bulan, yang dicerminkan oleh tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering total tanaman yang tidak berbeda nyata. Pertumbuhan tanaman sirsak yang tidak berbeda nyata dengan tanaman sirsak gunung memungkinkan untuk memakai sirsak gunung sebagai batang bawah.

Kata kunci :

Annona

spp; Pertumbuhan

ABSTRACT. Indriyani, N.L. P. 2010. Evaluation of the growth of two Annona species on the Seedling Phase. The aim of the research was to evaluate the growth of

two

Annona

species for vegetative propagation. The research was conducted at Aripan Experimental Field, Indonesian Tropical Fruit Research Institute, from February 2007 until

August 2008. The treatment consisted of two species

Annona

namely soursop (

Annona

muricata

L.) and mountain soursop (

Annona montana

Macf.). Each of treatment consisted of 42 plants. The observed data were analized using T test. The result showed that the soursop had the same growth with wild soursop at 6 months age. That was shown by plant height, stem diameter, root dry weight, dry weight of plant above the ground and total plant dry weight were not different. The growth of soursop was not different with mountain soursop enable the mountain soursop as rootstock.

Keywords :

Annona

spp; Growth

Tanaman sirsak biasanya diperbanyak secara generatif yaitu melalui biji. Perbanyakan dengan biji akan menghasilkan tanaman yang beragam karena tanaman sirsak menyerbuk silang. Bunga sirsak merupakan bunga yang berumah satu dimana dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari. Akan tetapi waktu masaknya putik dan tepung sari tidak bersamaan sehingga menyebabkan terjadinya penyerbukan silang. Untuk mengatasi keragaman yang ditimbulkan dari perbanyakan melalui biji maka perlu dilakukan perbanyakan secara vegetatif antara lain dengan penyambungan.

Perbanyakan vegetatif memerlukan ketersediaan batang bawah dan batang atas. Batang bawah berperan dalam sistem perakaran, sedangkan batang atas berperan dalam produksi dan mutu. Pemilihan batang bawah harus didasari atas kemampuannya beradaptasi dengan kondisi tanah tertentu, iklim, hama dan penyakit, faktor-faktor lain yang tidak menguntungkan serta kemampuannya dalam mempengaruhi hasil dan mutu

(2)

buah (Hartman dan Kester 1976). Verma

et al

. 2001.

dalam

Ali

et al

. 2006 menyatakan bahwa batang bawah dari spesies yang berbeda mempengaruhi vigor, bentuk pertumbuhan dan produktivitas dari batang atas serta adaptasinya terhadap iklim dan kondisi tanah yang merugikan. Selanjutnya Pinto (2006) menyatakan bahwa pemilihan batang bawah didasarkan atas pertumbuhan tanaman yang vigor dan subur dengan kompatibilitas yang baik dengan batang atasnya, menghasilkan tanaman dengan pembungaan yang teratur dan tahan terhadap kondisi dingin, kering, serta hama dan penyakit.

Famili

Annonaceae

mempunyai berbagai macam spesies diantaranya sirsak

(

Annona muricata

L.) dan sirsak gunung/ sirsak liar (

Annona montana

Macf.). Keragaman sumber daya genetik ini perlu digali potensinya sehingga dapat dimanfaatkan antara lain untuk perbanyakan tanaman.

Buah sirsak berbentuk oval atau jantung, kadangkala tidak teratur, miring atau berlekuk. Buah sirsak yang berukuran besar mempunyai biji sampai 200 bahkan lebih (Morton 1987). Panjang biji beragam antara 1-2 cm dan berat biji antara 0,33-0,59 gram

dengan warna hitam pada saat panen, tetapi kemudian menjadi coklat tua (Pinto

et al.

,

2005).

A. muricata

dapat beradaptasi pada daerah dengan curah hujan sangat tinggi

(sampai 4000 mm/tahun), tetapi tidak toleran terhadap drainase yang jelek (Villachica 1996

dalam

Elisea

et al

. 1998).

Sirsak gunung (

Annona montana

Macf.) mempunyai bentuk buah hampir bulat

dan kulit buah berwarna hijau tua dengan duri pendek yang lunak. Daging buah berwarna kuning, beraroma khas dan kualitasnya rendah serta mempunyai banyak biji bernas yang

berwarna coklat muda dengan berat berkisar antara 0,51-0,64 gram (hasil observasi).

A.

montana

Macf. dapat dipakai sebagai batang bawah bagi

Annona

yang lain (Morton 1987). Selama ini buah dari sirsak gunung tidak dimanfaatkan karena kualitas buahnya yang rendah. Jika dilihat dari jumlah dan ukuran bijinya tampaknya sirsak gunung mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai batang bawah. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi pertumbuhan dari sirsak gunung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk

mengevaluasi pertumbuhan dua spesies

Annona

(

Annona muricata

L. dan

Annona

montana

Macf) sebagai bahan perbanyakan vegetatif

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan di KP Aripan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, mulai bulan Pebruari 2007 sampai Agustus 2008. Perlakuan terdiri dari dua spesies Annona yaitu:

(3)

A. sirsak (

Annona muricata

L.)

B. sirsak gunung(

Annona montana

Macf.)

Setiap perlakuan terdiri atas 42 tanaman.

Biji sirsak dan sirsak gunung dibersihkan dari daging buah dan selanjutnya disemaikan pada media tanah + pupuk kandang + pasir (1 : 1 : 1). Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan dan pengendalian hama penyakit.

Parameter pengamatan meliputi :

• tinggi tanaman; diukur dari atas permukaan tanah sampai titik tumbuh tanaman

• jumlah daun

• jumlah cabang/tanaman

• persentase tanaman bercabang (%); dihitung jumlah tanaman yang bercabang dibagi

dengan jumlah sampel tanaman

• jumlah stomata; penghitungan jumlah stomata dilakukan dengan melapisi bagian

bawah daun dengan kutek. Setelah kering, kutek dilepaskan dari daun dan diletakkan pada objek glass yang telah ditetesi air, selanjutnya ditutupi dengan cover glass. Penghitungan stomata dilakukan di bawah mikroskop dan dihitung pada luasan 1 x 1

mm2

• diameter batang; diukur 9 cm diatas permukaan tanah dan dilakukan pada akhir

pengamatan

• berat kering akar; dilakukan pada akhir pengamatan

• berat kering bagian atas tanaman; dilakukan pada akhir pengamatan

• berat kering total tanaman; dilakukan pada akhir pengamatan

Pengamatan pertama dilakukan 2 bulan setelah semai dan pengamatan selanjutnya dilakukan dengan interval satu bulan untuk tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan persentase tanaman bercabang. Pengamatan parameter lainnya dilakukan pada akhir pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t pada taraf 0,05 kecuali parameter persentase jumlah tanaman bercabang (%) dilakukan

secara diskriptif.

Gambar 1. Penampilan buah dan biji sirsak gunung (a, b, c) serta biji sirsak (d)

Appearance of fruit and seed of mountain

soursop

(

a, b, c

)

and soursop seed

(

d

)

(4)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil uji t menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada tinggi

tanaman sirsak (

Annona muricata

L.) dan sirsak gunung (

A. montana

Macf.) sampai

tanaman berumur 6 bulan (Tabel 1). Pengamatan pertumbuhan diakhiri sampai umur 6 bulan karena pada saat itu tanaman sudah siap disambung.

Tabel 1. Tinggi tanaman sirsak

(A. muricata

L.) dan sirsak gunung (

A. montana

Macf.)

pada umur 2-6 bulan.

Tinggi tanaman (cm)

Jenis sirsak / Spesies Umur (bulan)

2 3 4 5 6

A.Sirsak

(A. muricata

L.) 10,50 tn 16,21 tn 26,48 tn 34,38 tn 41,09 tn

B. Sirsak gunung (

A. montana

Macf.) 10,23 15,27 25,78 35,87 42,44

Keterangan : tn = tidak nyata

Berbeda dengan tinggi tanaman, jumlah daun pada tanaman sirsak berbeda nyata dan lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah daun pada tanaman sirsak gunung seperti terlihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Jumlah daun sirsak(

A. muricata

L.) dan sirsak gunung (

A. montana

Macf.) pada

umur 2-6 bulan.

Jumlah daun (helai)

Jenis sirsak / Spesies Umur (bulan)

2 3 4 5 6

1.Sirsak

(A. muricata

L.) 4,12** 14,70** 14,70* 22,50** 33,50**

2. Sirsak gunung (

A. montana

Macf.) 3,12 10,45 10,50 14,30 19,20

Keterangan :

* = nyata pada taraf 0.05 ** = nyata pada taraf 0.01

Pada Tabel 3 terlihat bahwa jumlah cabang pada tanaman sirsak dan sirsak gunung mulai berbeda nyata pada umur 4 bulan. Cabang pada tanaman sirsak mulai tumbuh setelah umur 3 bulan, sedangkan cabang pada sirsak gunung mulai tumbuh setelah umur 4 bulan.

Tabel 3. Jumlah cabang/tanaman pada sirsak (

A. muricata

L.) dan sirsak gunung (

A.

montana

Macf.) pada umur 2-6 bulan.

Jumlah cabang

Jenis sirsak / Spesies Umur (bulan)

2 3 4 5 6

1.Sirsak

(A. muricata

L.) 0 0 0,.21** 1,14** 1,26**

2. Sirsak gunung (

A. montana

Macf.). 0 0 0 0,17 0,21

Keterangan : ** = nyata pada taraf 0.01

Pada Tabel 4 terlihat bahwa tanaman sirsak sudah bercabang lebih dari 50% pada umur 5 bulan, sedangkan percabangan pada tanaman sirsak gunung hanya mendekati 15% sampai umur 6 bulan. Tampak disini bahwa tanaman sirsak lebih cepat membentuk

(5)

cabang dan jumlah cabangnya lebih banyak dibandingkan sirsak gunung. Adanya jumlah cabang yang lebih banyak menyebabkan jumlah daun sirsak lebih banyak dibandingkan dengan jumlah daun sirsak gunung.

Tabel 4. Persentase tanaman bercabang (%) pada sirsak

(A. muricata

L.) dan sirsak

gunung (

A. montana

L.) pada umur 2-6 bulan

Persentase tanaman bercabang (%)

Jenis sirsak / Spesies Umur (bulan)

2 3 4 5 6

1.Sirsak

(A. muricata

L.) 0 0 11,91 59,53 66,67

2. Sirsak gunung (

A. montana

Macf.) 0 0 0 9,20 14,29

Hasil uji t menunjukkan bahwa jumlah stomata berbeda nyata antara tanaman sirsak dan sirsak gunung, sedangkan diameter batang, berat kering akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering total tanaman tidak berbeda nyata (Tabel 5). Jumlah stomata pada sirsak gunung lebih banyak daripada jumlah stomata pada sirsak.

Stomata merupakan jalan untuk pertukaran gas seperti CO2, O2 maupun uap air dengan

atmosfer kloroplas dan di dalam kloroplas terdapat klorofil yang berguna dalam proses fotosintesa. Walaupun tanaman sirsak gunung mempunyai jumlah daun lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman sirsak, namun adanya stomata yang lebih banyak menyebabkan kandungan klorofil juga lebih banyak sehingga memungkinkan laju fotosintesa sirsak gunung mendekati laju fotosintesa pada sirsak. Dengan demikian pertumbuhan tanaman dalam hal ini diameter batang, berat kering akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering total tanaman tidak berbeda nyata.

Tabel 5. Jumlah stomata, diameter batang, berat kering akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering total tanaman pada umur 6

Jenis sirsak / Spesies

Jumlah stomata / mm2 Diameter batang (cm) Berat kering akar (g) Berat kering bag. atas tanaman (g) Berat kering total tanaman (g)

1.Sirsak

(A. muricata

L.) 70,26 ** 5,83 tn 3,39 tn 5,78 tn 9,17 tn

2. Sirsak gunung (

A.

montana

Macf.) 110,90 5,76 2,95 5,54 8,49

Keterangan : ** = nyata pada taraf 0.01% tn = tidak nyata

KESIMPULAN

- Tanaman sirsak mempunyai pertumbuhan yang sama dengan tanaman sirsak

gunung pada umur 6 bulan, yang dicerminkan oleh tinggi tanaman, diameter batang, berat kering akar, berat kering bagian atas tanaman dan berat kering total tanaman

(6)

yang tidak berbeda nyata

- Pertumbuhan sirsak dan sirsak gunung yang tidak berbeda nyata memungkinkan

untuk memakai sirsak gunung sebagai batang bawah.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, S.A., E. Bonkoungou, C. Bowe. C. De Kock, A. Godara and J.T. Williams. 2006. Fruits for the future 2 Revised Edision. Ber and other jojobes. Ziziphus species. Southampton Centre for Underutilized Crops. United Kingdom. 289 p.

Elisea, R.N., B. Schaffer,J.H. Crane and A.M. Colls. 1998. Impact of Flooding on Annona Species.

Proc. Fla. State Hort. Soc

. 111 : 317-319.

Hartman, H.T. and D.E. Kester. 1976. Plant Propagation 3rd. Prentice Hall of India Private

Limited. New Delhi. 662 p.

Morton, J.F. 1987. Fruits of Warm Climate. Media Incorporated. pp. 75-80.

Pinto, A.C. de Q., M.C.R. Cordeiro, S.R.M. de Andrade, F.R. Ferraira, H.A. de C. Filgueiras, R.E. Alves and D.I. Kinpara. 2005. Annona species. International Centre for Underutilized Crops, University of Southampton. UK. 263 p.

Pinto, A.C. de Q. 2006. Practical Manual No 5. Annona species. Manual for extention workers and farmers. RPM Print and Design. Chichester. England UK. 27 p.

in

Botany. http://www.eoearth.org/article/Stomata

Lembar Tanya Jawab.

Nama Penanya : Dr. Liferdi, MS

Instansi : Balitbu Tropika

Isi Pertanyaan : 1. Mengapa penelitian sudah dihentikan sampai 6

bulan

Jawaban : 1. Karena pada umur 6 bulan tersebut kondisi bibit

Gambar

Gambar 1. Penampilan buah dan biji sirsak gunung (a, b, c) serta biji sirsak (d)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis hasil penelitian tindakan dari siklus I sampai siklus III, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams

Selanjutnya dari hasil analisa data dengan menggunakan korelasi product moment diperoleh hasil r sebesar 0,462 dengan nilai p sebesar 0,000, hal ini berarti bahwa ada hubungan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber benih varietas lokal yang ditanam oleh sebagian besar petani responden (94%) berasal dari benih yang dihasilkan petani sendiri

Hal ini dapat diukur dari organisasi dinas kesehatan mempunyai perencanaan yang lebih baik dalam pe- nyimpanan dan distribusi vaksin, petugas imunisasi mengetahui tentang

Untuk lebih meningkatkan pelaksanaan PAK di sekolah maka penulis mengusulkan kegiatan going and seeing agar dapat memperkaya peserta didik dalam memperkembangkan iman mereka

Jadi, masyarakat bahari/maritim dipahami sebagai kesatuan-kesatuan hidup manusia berupa kelompok-kelompok kerja (termasuk satuan-satuan tugas), komunitas sekampung atau

tampak bahwa semua perlakuan yang diuji baik dengan pupuk standar maupun penggunaan pupuk NPK (12-12-17) merek BINTANG TANI pada semua dosis yang dicoba tidak