• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEORI PENUNJANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TEORI PENUNJANG"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TEORI PENUNJANG

1.1. Sejarah Kaos Polos

Kaos polos sendiri mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka.Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaospolosnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Dan puncaknya adalah ketika James Dean mengenakan kaos polos sebagai simbol pemberontakan kaum muda dalam Rebel Without A Cause (1955). Teknologi screenprint di atas kaos polos katun baru dimulai awal “60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos polos baru, seperti tank top , muscle shirt , scoop neck , v-neck dsb. Berbagai bentuk, gambar, atau kata-kata dalam kaos polos merupakan pesan akan pengalaman, perilaku dan status sosial. Kaos polosmengkomunikasikan berbagai lokasi atau identitas social seperti:

1. Tempat (HRC, Borobudur, Bali, Yogyakarta), 2. Bisnis (Coca Cola, Yamaha, Suzuki),

3. Tim (MU, Inter Milan),

4. Konser atau Acara Kesenian (Jakjazz),

5. Komoditas yang dianggap bernilai (VW,Harley Davidson),

6. Banyak juga yang mengkomunikasikan slogan (kaos-kaos Dagadu, Joger),

7. Fashion, 8. Komunikasi.

(2)

Meski sudah mulai mendunia sejak tahun 50-an, konvensi mode dunia tetap saja belum memasukkan kaos polos ke dalam kategori fashion. Kaos polos tetap saja dianggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas dikenakan sebagai pakaian luar. Memakai kaos polos masih juga dianggap sebagai tindakan yang unfashion. Karena itu pada masa musik heavy metal mulai digemari kalangan muda, mereka ini sengaja memilih seragam kaos polos sebagai bentuk penolakan terhadap konvensi arus utama mode dunia (high fashion). Menyobek beberapa bagian dari kaos polos bahkan merupakan bagian dari gaya subkultur punk. Bagi mereka ini bentuk fashion adalah unfashion.

Perubahan dalam bahan dan teknologi produksi kaos polos turut berperan dalam perubahan makna kaos polos dalam kehidupan sosial. Ditemukannya polyester dan bahan-bahan fiber artifisial, bersamaan dengan diperkenalkannya bahan drip-dry untuk pembuatan pakaian, penambahan variasi warna, gaya dan tekstur, membuat kaos polos semakin diterima sebagai pakaian luar. Meski begitu, dalam diferensiasi sistem fashion, hingga sekarang kaos polos masih digolongkan dalam kategori low fashion (unfashion). Berbeda dengan produk high fashion yang didesain dan dibuat secara khusus untuk orang-orang khusus, hampir semua kaos polos merupakan low fashion yang didesain untuk tujuan diproduksi secara massal.

Variasi kaos polos sebagai pakaian luar sekarang ini sangat beragam.Kaos polos diproduksi baik dalam warna-warna primer maupun dalam kombinasi yang lebih kompleks, beberapa di antaranya dilengkapi dengan saku untuk menyimpan alat tulis, rokok, atau benda kecil lainnya.Dengan begitu kaos polos tidak hanya dipakai oleh kalangan muda, laki-laki, atau mereka yang berasal dari golongan bawah saja, tetapi juga dipakai oleh siapa saja.Kita juga melihat kaos polos dipakai dalam berbagai aktivitas, dari bekerja hingga mengisi waktu senggang, seperti jalan-jalan di pusat pertokoan atau bermain golf.

(3)

1.2. Jenis – jenis Benang

Seperti yang kita ketahui, bahan dasar dari semua pakaian adalah benang. Untuk suatu benang menjadi kain kaos, harus melalui proses dirajut atau knitting. Baik jenis benang :

1. BENANG 20S

Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40S

Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis

(4)

rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

1.3. Jenis – jenis Rajutan

1. SINGLE KNITT (Contoh. Combed 20'S, S nya adalah single knitt) Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan hanya satu permukaan atau kaos tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT(Contoh. Combed 20'D, D nya adalah double knitt) Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga

penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.

3. LACOSTE

Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.

(5)

4. STRIPER atau YARN DYE

Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE

Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

1.4. Jenis – jenis Bahan Kaos Polos

Meskipun hampir setiap hari mengenakan kaos, banyak yang belum mengetahui jenis kain atau bahan pembuat kaos. Bagi yang sudah mengetahui jenis-jenis kaos, sering kali susah membedakan bahan kaos antara satu dengan yang lainnya. Jika anda mengalami hal serupa, jangan khawatir, karena Anda tidak sendirian.

Jenis bahan kaos yang beredar di pasaran sangat banyak.Jenis bahan kaos yang umum ditemukan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, PE, Hyget.

1. COTTON, ada 2 macam berdasarkan spesifikasi benang:

(6)

Serat benang lebih halus. (ini hal yang kadang jadi salah persepsi) maksudnya combed itu adalah proses pemilahan kapas dengan cara disisir atau comb. hasilnya bukan tampak serat lebih halus tapi serat kapas yang lebih panjang dan jarang ada nap (sambungan kapas dalam pilinan benang). Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.

1.2. COTTON CARDED

Serat benang kurang halus.Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC (TETERON COTTON)

Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan.Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( COTTON VISCOSE)

Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose.Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton.Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. POLYESTER dan PE

Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik.Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

(7)

5. HYGET

Jenis bahan ini juga terbuat dari plastik, namun lebih tipis.Banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai.Jenis bahan kaos diatas umumnya digunakan untuk kaos oblong.

Sedangkan untuk kaos berkerah atau biasa disebut kaos polo, biasanya digunakan bahan PIQUE. Bahan ini biasa disebut LACOSTE.LACOSTE sendiri adalah merek kaos yang banyak menggunakan bahan ini.Selain lacoste, yang banyak menggunakan jenis bahan ini adalah POLO RALPH LAUREN.

1.5. Jenis – jenis Cat Sablon

Tinta bahan kaos terdiri dari 2 jenis tinta, yaitu tinta yang berbasis air atau waterbase inks dan tinta yang berbasis minyak atau solvenbase. Tinta solvenbase sering disebut dengan istilah plastisol.

3.5.1. JENIS CAT WATERBASE a. CAT RUBBER

Tinta ini digunakan khusus untuk sablon diatas kain gelap sebab tinta ini bersifat pekat, dapat menutup permukaan warna kain dengan baik.Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsingkan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya.Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan.Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar, bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua.Untuk

(8)

mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna nila atau ungu.

b. CAT TRANSPARAN

Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap.Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras.Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

c. CAT EXTENDER

Tinta ini bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang.Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

d. CAT SUPER WHITE

Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

(9)

Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.

f. CAT SOLVENBASE/PLASTISOL

Tinta ini berbahan dasar PVC dan harganya cukup mahal serta membutuhkan peralatan khusus untuk pengeringannya.Sebab tinta ini tidak dapat kering dengan sendirinya seperti tinta waterbase pada umumnya. Untuk dapat kering dengan baik, tinta ini memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing. Setelah pengeringan dengan benar, tinta plastisol ini memiliki daya rekat yang sangat baik.Tinta ini sering digunakan untuk menciptakan efek-efek yang menakjubkan seperti high density. Dan t-shirt yang menggunakan tinta plastisol selalu diberi peringatan "Do not iron on design", sebab tinta ini akan meleleh jika terkena panas secara langsung dari setrika.

3.5.2. JENIS CAT PLASTISOL

a. CAT ALL PURPOSE:

Tinta ini berbentuk transparan, bersifat seperti extender pada tinta waterbase.Sebab tinta ini hanya baik digunakan pada kain berwarna putih atau terang.

(10)

Tinta ini mempunyai sifat seperti rubber dalam waterbase, hanya saja tinta ini mempunyai daya tutup yang lebih baik pada permukaan bahan jika dibandingkan dengan tinta rubber.Tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density.

c. CAT ATHLETIC PLASTISOL:

Tinta ini bersifat lentur atau elastis sehingga sangat cocok untuk penyablonan diatas kain polymesh, spandex atau kain dengan motif berlubang-lubang.

d. CORK BASE:

Berjenis plastisol, tinta ini dapat digunakan untuk teknik high density yang akan menghasilkan efek seperti busa atau gabus. Tinta ini memiliki kelenturan dan fleksibelitas yang tinggi sehingga cukup baik untuk penyablonan diatas bahan yang memiliki kelenturan tinggi seperti bahan Spandek dan Rib. Tinta ini juga tidak diperbolehkan untuk di dry clean, bleach atau disetrika.

e. SHIMMER GOLD & BASE:

Tinta dari jenis plastisol ini diformulasikan untuk menghasilkan warna seperti metalik.Tinta ini berbentuk pasta dan siap pakai. Tinta ini sangat baik digunakan untuk heat transfer, baik itu cold peel maupun hot peel. Sangat baik digunakan pada kain knitting, cotton, polyster dan rayon. Tidak disarankan untuk pemakaian pada kain jenis nylon atau lycra.

(11)

Tinta yang bersifat transparan, tinta ini menghasilkan efek sablon yang mengkilap dan terkesan basah.

g. WILFLEX LUNA CLEAR:

Tinta plastisol transparan yang tidak terlihat dengan sinar lampu biasa, akan muncul jika terkena sinar ultraviolet.

h. NATURAL SUADE:

Tinta plastisol yang menghasilkan efek kulit yang sangat lembut.

3.5.3. JENIS CAT DAN TEKNIK LAINNYA:

a. YELLOW SPARKLE

Bubuk yang diformulasikan untuk menimbulkan kesan berkelip-kelip, serta memiliki tampilan yang glosy.Untuk mencetak bubuk ini, sebelumnya harus mencetakkan tinta plastisol sebagai dasar sekaligus sebagai perekat bubuk ini. b. FOIL TRANSFER

Aluminium foil dalam bentuk lembaran seperti kertas.Selain warna silver dan gold, foil juga tersedia dalam macam warna dan motif.Untuk media tempelnya foil ini membutuhkan lem khusus.

c. FLOCK

Teknik sablon yang menghasilkan efek cetakan seperti beludru.Terdapat dua jenis flock, bubuk dan lembaran.Untuk lembaran membutuhkan lem khusus sebagai media perekatnya.

d. SUGAR PRINTING

Aplikasi sablon yang berbentuk bubuk transparan mirip gula pasir. e. GLOW IN THE DARK

(12)

Berbentuk serbuk yang menyerap dan memantulkan sinarnya kembali didalam ruangan gelap.

f. REFLECTIVE POWDER

Serbuk yang dapat memantulkan sinar jika terkena cahaya lampu atau sinar matahari.

g. DISCHARGE AGENT

Adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencabut warna dasar kain, sehingga warna bahan menjadi putih/grey.Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahan pewarna kainnya harus dipilih dengan yang dischargeable. h. DISTRESSED atau VINTAGE

Teknik inovasi grafik dengan membuat tekstur sehingga gambar terlihat pecah-pecah dan terlihat usang/kuno.

i. SHATTER BASE

Jenis tinta untuk menciptakan kesan pecah (krack). Tinta ini diciptakan agar mudah pecah saat mengering dan untuk pengeringan membutuhkan flash curing.

j. ROCK BASE

Teknik high density menggunakan tinta rock base untuk menghasilkan cetakan dengan permukaan kasar seperti batu.

k. SUBLIMATION TRANSFER

Gambar yang dicetak diatas kertas transfer, yang kemudian ditransfer ke kaos menggunakan hotpress. Sublimation transfer umumnya terbagi dalam menjadi dua jenis, hot peel dan cold peel.

l. HOT PEEL

Gambar yang diprint diatas kertas transfer. m. COLD PEEL

(13)

Kertas transfer yang berisi gambar jadi dengan berbagai jenis pilihan. Jenis cold peel ini jika diaplikasikan diatas kain kaos akan menghasilkan tekstur seperti tinta rubber, dan dapat diaplikasikan diatas dasar bahan terang maupun gelap sebab dalam pembuatannya cold peel menggunakan tinta plastisol.

n. RHINESTONES HEAT PRESS

Aplikasi yang digunakan untuk dekorasi dalam garmen, mempunyai beragam nama sesuai dengan bahan yang digunakan, anatara lain nailheats, rhinestones dan swarovski crystals. Cara pengaplikasiaannya hanya dengan memanaskannya dengan mesin hot press pada suhu 160 derajat celcius selama 10 detik.

o. HIGH FREQUENCY WELDING

Proses aplikasi menggunakan mesin high frequency, seperti aplikasi plastik PVC diatas kain.

p. EMBOSS PRINT

Aplikasi yang menggunakan mesin press tekanan tinggi untuk menciptakan hasil emboss diatas bahan.

1.6. Fungsi Kaos Polos

• Kaos oblong untuk kampanye pemasaran.

• Kaos oblong untuk kampanye politik/pilkada/pemilu

• Kaos oblong untuk seragam panitia dan peserrta family gathering. • Kaos oblong untuk seragam panitia pameran.

• Kaos oblong untuk seragam panitia konser musik, dsb.

(14)

FINISHING

Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.

1. TUBULAR/BULAT

Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Callendar dan setting bukan jenis tubular tapi proses finishingnya jadi cotton pun bisa di setting. bedanya callendar prosesnya dengan uap(steam) sedangkan setting dengan roll panas(kayak strikaan).Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.

2. OPENSET / FINISH BELAH

Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal.Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus. Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.

3. MERCERIZED/NON MERCERIZED: MERCERIZED

Jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras.Contoh untuk

(15)

jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti : Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.

NON MERCERIZED

Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur.Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.

4. BIO ENZYM dan BIO COMPACT

Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized.Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri.Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah.Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.

5. ROTARY PRINT

Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.

Referensi

Dokumen terkait

Laundry rumah sakit adalah tempat pencucian linen yang dilengkapi dengan sarana penunjangnya berupa mesin cuci, alat dan disinfektan, mesin uap (steam

ƒ Derajat kesehatan karyawan terutama usaha pencegahan terhadap berbagai faktor lingkungan sehingga munculnya penyakit dapat dihindari. ƒ Keseimbangan ekologi dan sumber

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara

Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa ada kesamaan variabel yang digunakan peneliti dalam melihat perkembangan kemiskinan disuatu daerah, dan variabel yang

Fermentasi substrat cair adalah proses fermentasi yang terjadi pada medium yang konsistensinya cair.. Dalam menjalankan fermentasi substrat cair ditentukan oleh sifat-

Bioremediasi Embah tekstil menggunakan biofilm konsorsium bakteri lokal dalam reaktor anaerobik-aerobik dengan waktu tinggallimbah 6 hari mampu menurunkan nilai total

Yadyana (2006) mengungkapkan bahwa kualitas auditor yang baik, efektif dan efisien dan lingkup pemeriksaan audit yang tidak diibatasi dapat menyebabkan semakin

murahan yang ditawarkan oleh pedagang keliling dan mengorbankan aspek akurasi. Keakuratan antara lain dapat dilihat dari aspek:kecermatan penyajian, benar