• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 10: PERANCANGAN ARSITEKTURAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 10: PERANCANGAN ARSITEKTURAL"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

SOFTWARE ENGINEERING

(REKAYASA PERANGKAT LUNAK)

PTIK/JPTE/FT/UNM

BAB 10:

PERANCANGAN

ARSITEKTURAL

(2)

Muhlis Tahir

092904033

(3)

Memahami mengapa perancangan arsitektural

perangkat lunak sangat penting.

Memahami kemungkinan diperlukannya lebih dari satu

model untuk mendokumentasikan arsitektur sistem

Mengetahui sejumlah tipe arsitektur perangkat lunak

yang , yang mencakup struktur sistem, dekomposisi

modular dan kontrol.

Memahami bagaimana model arsitektur spesifik

domain dapat digunakan sebagai dasar untuk arsitektur

jalur-produk dan untuk membandingkan implementasi

(4)

Penstrukturan sistem

Model kontrol

Dekomposisi modular

Arsitektur spesifik-domain

(5)

Sistem-sistem besar selalu diuraikan menjadi

subsistem-subsistem yang memberikan

sekumpulan layanan yang berhubungan

Proses perancangan awal untuk

mengidentifikasi subsistem ini dan

menetapkan kerangka kerja untuk kontrol dan

komunikasinya disebut perancangan

arsitektural

Output proses perancangan ini disebut

(6)

 Tahapan awal dari proses perancangan sistem

 Sarana untuk link antara spesifikasi dengan perancangan

proses Dilakukan secara paralel dengan beberapa aktivitas spesifikasi

 Mengidentifikasi komponen utama sistem dan bagaimana komunikasi diantaranya

(7)

Komunikasi Stakeholder

• Arsitektur merupakan presentasi tingkat tinggi dari

sistem yang dapat digunakan sebagai fokus

pembahasan oleh berbagai stakeholder

Analisis Sistem

• Artinya apakah analisis dapat menggabungkan

kebutuhan fungsi dan non fungsi

Pemakaian Ulang Berskala Besar

• Perancangan ini mendukung konsep “reusable”

(8)

 Penstrukturan Sistem

• Sistem di dekomposisi ke dalam beberapa sub-sistem dan komunikasi diantara subsistem ini harus dapat diidentifikasi

 Pemodelan Kontrol

• Model umum hubungan kontrol antara bagian -bagian sistem ditetapkan

 Dekomposisi Modular

• Setiap sub-sistem yang teridentifikasi diuraikan menjadi modulmodul

PROSES PERANCANGAN

ARSITEKTURAL

(9)

Sub-sistem adalah sistem yg berdiri

sendiri yg operasinya tidak bertumpu

pada layanan yg disediakan oleh

subsistem-subsistem lain.

Modul adalah komponen sistem yg

menyediakan satu atau lebih layanan

untuk modul lain. Modul biasanya tidak

dianggap sebagai sistem yg independen.

(10)

Berbagai macam model arsitektur dapat

dihasilkan selama proses perancangan

Tiap-tiap model mewakili sudut pandang yang

berlainan

(11)

Model struktur statis yg menunjukkan

subsistemsubsistem atau komponen-komponen yang

akan dikembangkan sebagai unit-unit yang terpisah

Model dinamis menunjukkan struktur proses dari

sistem

Model interface mendefinisikan layanan yang

disediakan oleh setiap subsistem melalui interface

umum mereka

Model hubungan yang menunjukkan hubungan

seperti aliran data di antara subsistem-subsistem

(12)

Perancangan arsitektur bisa didasarkan pada

model atau gaya arsitektur tertentu.

Pengetahuan akan gaya arsitektur ini akan

menyederhanakan

masalah-masalah

yang

berkaitan dengan pendefinisian arsitektur

sistem.

Oleh karena itu sistem yang besar dan

(13)

 Kinerja

• Arsitektur harus dirancang

untuk melokalisasi operas-operasi kritis dalam sejumlah kecil

subsistem dengan komunikasi sesedikit mungkin antara

subsistem-subsistem.

 Keamanan

• Gunakan struktur berlapis untuk arsitekturnya, dengan aset yang paling pentingterlindung pada bagian dalam.

 Keselamatan

• Operasi-operasi yang

berhubungan dengan keselamatan sebaiknya berada dalam sejumlah kecil subsistem.

 Ketersediaan

• Sediakan komponen redundan dalam perancangan arsitektur

 Kemampuan Dipelihara • Arsitektur sistem harus

dirancang dengan menggunakan komponen kecil dan berdiri

sendiri, yang dapat diganti segera

(14)

 Berhubungan dengan

penguraian sistem menjadi satu set subsistem yang berinteraksi

 Pada tingkat yang paling

abstrak , desain arsitektural dapat digambarkan sebagai diagram blok di mana setiap blok pada diagram

merepresentasikan subsistem

 Model yang lebih spesifik menunjukkan bagaimana subsistem membagi data , mendistribusikan dan

interface dengan tiap-tiap subsistem

(15)

DIAGRAM BLOK SISTEM KONTROL ROBOT

PENGEPAK

(16)

Merupakan model struktural arsitektur untuk sistem

robot pengepak sistem robotik ini dapat mengepak

berbagai benda. Sistem ini menggunakan subsistem

menggunakan subsitem visi untuk memilih benda

pada ban berjalan,mengidentifikasi jenis benda

tersebut, dan memilih pengepak yang sesuai.

KETERANGAN GAMBAR DIAGRAM BLOK

SISTEM KONTROL ROBOT PENGEPAK

(17)

 Subsistem harus mempertukarkan data . Hal ini bisa

 dilakukan dengan dua cara :

 • Semua data bersama disimpan pada database pusat sehingga dapat

 diakses oleh semua subsistem. Model ini disebut model repositori.

 • Setiap subsistem memelihara database sendiri. Data dipertukarkan

 dengan subsistem lain dengan mengirimkan message

 Bila jumlah data yang dipertukarkan itu sangat besar .  Maka model repositori yang lebih sering digunakan

(18)
(19)

Merupakan contoh arsitektur toolset CASE yang

berdasarkan diatas repositori yang dipakai bersama.

Repositori bersama pertama untuk CASE tool

mungkin dikembangkan diawal tahun 1970-an oleh

perusahaan UK yang bernama ICL untuk mendukung

pengembangan sistem operasi mereka (McGuffin

et

al

., 1979). Model ini terkenal ketika Buxton(1980)

membuat proposal untuk environment. Stoneman

demi mendukung pengembangan sistem yang ditulis.

KETERANGAN GAMBAR ARSITEKTUR

TOOLSET CASE

(20)

 Keuntungan

• Efisien untuk pemakaian data bersama.

• Subsistem dapat menyetujui model data repositori yang merupakan kompromi antara berbagai kepentingan.

• Model pemakaian bersama dapat dimasukkan dalam skema repositori

 Kerugian

• Evolusi data menjadi sulit dan rumit

• Kebijaksanaan data dipaksa menjadi seragam

(21)

 Model Arsitektur client-server merupakan model sistem terdistribusi yang menunjukkan bagaimana data dan

pemrosesan didistribusikan pada serangkaian prosessor, komponen utamanya :

• Satu set server stand-alone yang memberikan layanan ke subsistem lainnya seperti printing, data management, etc.

• Satu set client yang minta layanan yang diberikan oleh server

• Satu set jaringan yang memungkinkan pelanggan mengakses layanan-layanan ini

(22)

ARSITEKTUR SISTEM PERPUSTAKAAN

FILM DAN GAMBAR

(23)

 Ini merupakan sistem hiperteks multiuser untuk menyediakan perpustakaan film dan foto. Pada sistem ini ada beberapa server yang menangani dan menampilan jenis media yang berbeda. Kerangka video ini harus ditransmisikan dengan cepat dan sinkron tetapi dengan resolusi yang relatif rendah. Kerangka ini dapat dikompres dalam penyimpanannya. Namun demikian, gambar diam harus harus menyediakan link kesistem informasi hiperteks.

KETERANGAN GAMBAR ARSITEKTUR

SISTEM PERPUSTAKAAN FILM DAN

(24)

 Keuntungan

• Distribusi dari data dapat dilaksanakan secara langsung. • Mudah untuk menambah server yang baru maupun update server yang ada

 Kerugian

• No shared data model so sub-systems use different data organisation. data interchange may be inefficient

• Redundant management in each server

• No central register of names and services - it may be hard to

(25)

 Digunakan untuk memodelkan interfacing sub-sistem.

 Model ini mengorganisasikan sistem menjadi serangkaian

lapisan yang masing-masing menyediakan serangkaian layanan.

 Pendekatan mendukung pengembangan sistem inkremental. Sementara suatu lapisan dikembangkan, beberapa layanan yang diberikan oleh lapisan tersebut dapat disediakan bagi user.

 Kerugian pendekatan berlapis adalah bahwa penstrukturan sistem dengan cara ini mungkin sulit.

(26)

MESIN ABSTRAK VERSI MANAJEMEN

SISTEM

(27)

Gambar tersebut memiliki persamaan dengan

model Programming Support Environment dan

menunjukkan bagaimana sistem diintegrasikan

dengan memakai pendekatan mesin abstrak ini.

KETERANGAN GAMBAR MESIN ABSTRAK

VERSI MANAJEMEN SISTEM

(28)

Membahas bagaimana sistem diuraikan menjadi

subsistem-subsistem . Ada dua pendekatan umum

untuk model kontrol :

• Kontrol tersentralisasi dimana satu subsistem

memiliki tanggung jawab menyeluruh untuk kontrol.

• Kontrol berbasis event setiap subsistem dapat

menanggapi

event

yang

dibangkitkan

secara

eksternal.

(29)

S

atu subsistem ditujukan sebagai kontroler sistem dan

memiliki tanggung jawab untuk mengatur eksekusi subsistem-subsistem lainnya.

 Model Call-Return

• Model subrutin top-down biasa , dimana kontrol di mulai dari puncak hirarki subrutin dan melalui pemanggilan subrutin

diteruskan ketingkat yang lebih bawah

 Model Manager

 • Satu komponen sistem ditunjuk sebagai manajer sistem dan mengendalikan awal, akhir, dan koordinasi proses-proses sistem lainnya

(30)
(31)
(32)

Merupakan

ilustrasi

model

manajemen

tersentralisasi dari kontrol untuk sistem konkuren.

Model ini sering digunakan pada sistem real time

yang tidak memiliki batas waktu yang ketat.

Kontroler pusat menangani eksekusi serangkaian

proses yang berhubungan dengan sensor atau

akuator

KETERANGAN GAMBAR MODEL KONTROL

REAL-TIME

(33)

 Model kontrol event-drivent dikendalikan oleh event yang dibangkitkan secara eksternal

Ada dua prinsip even-drivent :

• Model Broadcast. Pada model ini suatu event, pada

prinsipnya melakukan penyiaran (broadcast) event ke semua subsistem

 • Model Interrupt-driven. Model ini digunakan secara

eksklusif pada siste real-time dimana interrupt eksternal dideteksi oleh sebuah interrupt handler

 Model event drivent yang lain termasuk spreadsheets dan sistem produksi

(34)

Model ini efektif dalam mengintegrasikan subsistem

yang terdistribusi melintasi komputer-komputer pada

suatu jaringan.

Subsistem memutuskan event mana yang mereka

butuhkan dan event dan message handler menjamin

bahwa event-event ini dikirimkan ke subsistem.

Sebuah

subsistem

dapat

secara

eksplisit

mengirimkan message ke subsistem lain.

Setiap subsistem dapat mengaktifkan subsistem

(35)
(36)

Digunakan untuk sistem real-time dengan response

mendadak

Ada sejumlah tipe interrupt yang diketahui,yang

didefinisikan handler untuk setiap tipenya.

Tiap–tiap tipe interrupt dihubungkan dengan lokasi

memori di mana alamat handler di simpan.

Kerugiannya ialah bahwa pemrograman menjadi

kompleks dan validasi menjadi sulit.

(37)
(38)

 Bentuk lain dari level struktur dimana subsistem didekomposisi ke dalam modul-modul

 Ada dua model yg dapat digunakan untuk menguraikan

subsistem menjadi modul :

• Model berorientasi objek. Sistem diuraikan menjadi serangkaian objek yang berkomunikasi

• Model aliran data. Sistem diuraikan menjadi Moduls fungsional yang menerima data input dan

mentransformasikannya

(39)

Struktur sistem dimana serangkaian objek yang

terhubung longgar dengan interface yang terdefinisi

dengan baik

Dekomposisi berorientasi objek membahas kelas

objek, atribut, dan operasinya .

Ketika diimplementasikan,objek dibuat dari

kelas-kelas ini dan suatu model kontrol digunakan untuk

mengkordinasikan operasi objek, contoh kelas

INVOICE pada gambar di bawah.

(40)

MODEL OBJEK SISTEM PEMROSESAN

INVOICEMODEL OBJEK SISTEM PEMROSESAN

INVOICE

(41)

Merupakan

contoh

model

arsitektural

berorientasi objek untuk sistem pemrosesan

faktur. Sistem ini dapat mengeluarkan faktur

untuk

pelanggan,menerima

pembayaran

mengeluarkan resi untuk pembayaran ini dan

bisa berfungsi sebagai sebagai pengingat

faktur-faktur yang tidak dibayar.

KETERANGAN GAMBAR MODEL OBJEK SISTEM

PEMROSESAN INVOICEMODEL OBJEK SISTEM

(42)

Pada model aliran data , transformasi fungsional

memproses input dan menghasilkan output

Model ini kadangkala disebut model pipa (pipe) dan

filter mengikuti istilah pada sistem UNIX

Varian model aliran data ini telah dipakai sejak

komputer pertama kali digunakan untuk pemrosesan

otomatis

Tidak berapa cocok untuk sistem interaktif

(43)
(44)

Sebuah organisasi telah mengeluarkan faktur

kepada pelanggan . Sekali seminggu pembayaran

yang telah dilakukan dipasangkan dengan fakturnya.

Untuk faktur yang telah dibayar, diberikan satu resi.

Untuk faktur yang belum dibayar dalam waktu yang

telah ditentukan, dikeluarkan dan peringatan.

KETERANGAN GAMBAR MODEL OBJEK SISTEM

PEMROSESAN INVOICEMODEL OBJEK SISTEM

(45)

 Model arsitektur yang spesifik bagi suatu domain aplikasi yang dapat digunakan

 Ada dua tipe model arsitektur spesifik :

• Model Generik. Merupakan abstraksi dari sejumlah sistem riil.

• Model referensi . Lebih abstrak dan mendeskripsikan kelas sistem yang lebih besar.

 Model generik adalah pendekatan bottom-up models;

 Model referensi adalah pendekatan top-down models

(46)

 Kompiler adalah model generik yang baik, kompiler mencakup : • Lexical analyser • Symbol table • Syntax analyser • Syntax tree • Semantic analyser • Code generator

 Model generik kompiler dapat diorganisasikan dengan

(47)
(48)

Komponen-komponen yang membentuk compiler dapat

diorganisasikan menurut model arsitektural yang berbeda.

Sebagaimana ditunjukan oleh garlan dan shaw (1993), compiler dapat diimplementasi dengan memakai model komposit.

Arsitektur aliran data dapat digunakan , dengan tabel simbol berfungsi sebagai repositori untuk data yang dipakai bersama. Fase analisis leksikal, sintatik, dan semantik diatur secara

sekuensial.

KETERANGAN GAMBAR MODEL

COMPILER

(49)
(50)

Model ini masih digunakan secara luas. Model ini efektif dalam lingkungan batch dimana program dikomplikasi dan dieksekusi tanpa interaksi user. Namun demikian, model ini kurang efektif jika compiler akan diintegrasi denagn alat bantu pemrosesan bahasa lain seperti sistem edit terstruktur, debugger interaktif, program pretty printer, dll. Komponen-komponen sistem generik dengan demikian dapat di organisasikan pada model

berbasiskan repositor.

KETERANGAN GAMBAR SISTEM

PEMROSESAN BAHASA

(51)

 Model referensi biasanya diturunkan dari studi domain

 aplikasi

 Model ini merepresentasikan arsitektur yang ideal,

 yang mencakup semua fitur yang dapat dimiliki sistem

 Contoh arsitektur referensi adalah model OSI layer

 OSI model merupakan model untuk sistem komunikasi

(52)
(53)

 Model referensi OSI merupakan model kerangka kerja yang diterima secara global bagi pengembangan standar yang lengkap dan terbuka. Model OSI membantu menciptakan standar terbuka antar system untuk saling berhubungan dan saling berkomunikasi terutama dalam bidang teknologi informasi.

 Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7

lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh The International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai Layer .

KETERANGAN GAMBAR OSI

REFERENCE MODEL

(54)

Tujuan OSI

 Koordinasi berbagai kegiatan.

 Penyimpanan data.

 Manajemen sumber dan proses.

 Keandalan dan keamanan sistem pendukung perangkat lunak.

 Membuat kerangka agar sistem / jaringan yang mengikutinya

dapat saling berkomunikasi/ saling bertukar informasi, sehingga tidak tergantung merk dan model peralatan.

 3 layer pertama adalah interface antara terminal dan jaringan

KETERANGAN GAMBAR OSI

REFERENCE MODEL (1)

(55)

Arsitektur

PL

merupakan

kerangka

kerja

fundamental bagi penstrukturan sistem.

Sistem yang besar jarang mengikuti satu model

arsitektur, biasanya gabungan dari beberapa model

Model

dekomposisi

sistem

mencakup

model

repositori, model client-server, model mesin abstrak.

Model kontrol mencakup kontrol tersentralisasi dan

model event

Model dekomposisi modular mencakup model aliran

data dan model objekModel arsitektur spesifik

(56)

Gambar

DIAGRAM BLOK SISTEM KONTROL ROBOT  PENGEPAK

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Deutsch dan Bontekoei (1999), falsafah awal ditemui berkaitan dengan bidang psikologi muncul sejak zaman Socrates lagi iaitu permulaan kepada zaman

Desa- desa yang mempunyai tingkat kemiskinan tinggi umumnya berada di wilayah-wilayah dataran tinggi dengan sistem pertanian lahan kering dan mempunyai tingkat keterjangkauan

Penerapan pembangkit listrik pada mobil listrik tidak dapat diterapkan pada mobil listrik karena kecilnya arus pengisian, dibandingkan dengan besar tegangan yang digunakan untuk

In the following paragraphs we shall use some known theorems. One of our purposes is to generalize this approximation.. We remark that the Taylor ’ s polynomial can be written as the

Namun perlu diingat, rasa haus dan IDWG akan lebih tinggi pada pasien dengan dialisat hipertonik.Waktu dan frekuensi dialisis telah dikemukakan sebagai faktor yang juga mempengaruhi

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu dalam menempuh ujian akhir Program Studi S.1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surabaya

Data keluaran yang diperoleh dari proses aplikasi fuzzy untuk mendukung pemilihan universitas adalah urutan universitas yang direkomendasikan berdasarkan kriteria yang

Gaya tersebut kontradiktif dengan gaya kepemimpinan yang dilakukan saat ini, yaitu pemimpin cenderung. memberikan perintah dan menanyakan