• Tidak ada hasil yang ditemukan

KROMATOGRAFI UNTUK OBAT.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KROMATOGRAFI UNTUK OBAT.docx"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Kimia Analis Non

Kimia Analis Non

P

P

angan Tingkat 

angan Tingkat 

IV 

IV 

ANALISIS OBAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI ANALISIS OBAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI

Saat ini, metode kromatograf merupakan metode utama yang digunakan Saat ini, metode kromatograf merupakan metode utama yang digunakan untuk analisis obat.

untuk analisis obat.

Ana

Analislisis is obaobat-obt-obataatan n dendengan gan krkromaomatogtograf raf   tahtahun un 1951955: 5: krkromaomatogtografraf kertas

kertas

(asending

(asending ! ! desending"desending"

#$#% ! #romatograf &as #$#% ! #romatograf &as

#romatograf

#romatograf  suatu  suatu proses proses pemisahanpemisahan 

 analit analit dalam dalam sampel sampel terdistribusi terdistribusi antara antara ' ' ase: ase: ase ase diamdiam dan ase gerak

dan ase gerak

Pembagian Kromatograf  Pembagian Kromatograf 

• )erdasark)erdasarkan an mekanisme pemisahan:mekanisme pemisahan:

-- #romatograf adsobsi#romatograf adsobsi

-- #romatograf partisi#romatograf partisi

-- #romatograf pasangan ion#romatograf pasangan ion

-- #romatograf penukar ion#romatograf penukar ion

-- #romatograf eksklusi ukuran#romatograf eksklusi ukuran

-- #romatograf afnitas#romatograf afnitas

• )erdasark)erdasarkan alat an alat yang digunakan:yang digunakan:

-- #romatograf kertas#romatograf kertas

-- #romatograf lapis tipis#romatograf lapis tipis

-- #romatograf air kiner*a tinggi (#$#%"#romatograf air kiner*a tinggi (#$#%"

-- #romatograf gas#romatograf gas

 %

 %abel 1. #lasifkabel 1. #lasifkasi %asi %eknik #romatoeknik #romatografgraf T Teekknniikk FFaassa a DDiiaamm FFaassaa Gerak  Gerak  B Beennttuukk MMeekkaanniissmmee Sorpsi yang Sorpsi yang Utama Utama #romatograf #romatograf kertas kertas #ertas #ertas (selulosa" (selulosa" $

$aaiirr ++llaannaarr ++aarrttiissi i ((aaddssoorrppssii,, pertukaran ion, pertukaran ion, eksklusi" eksklusi" #romatograf #romatograf apis

apis %ipis (#%ipis (#%"%"

Silia, Silia, selulosa, resin selulosa, resin penukar ion, penukar ion, $

$aaiirr ++llaannaarr ++aarrttiissi i ((aaddssoorrppssii,, pertukaran ion, pertukaran ion, eksklusi"

eksklusi"

sering disebut dengan

sering disebut dengan kromatograkromatograff kromatograf

(2)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

padatan yang porosnya dikendalikan #romatograf &as-air

$air &as #olom +artisi

#romatograf &as-padat

+adat &as #olom Adsorpsi

#romatograf $air #iner*a  %inggi (#$#%"

+adatan $air #olom +artisi yang dimodifkasi #romatograf $air ksklusi kuran +adatan dengan porositas yang dikendalikan

$air #olom ksklusi

#romatograf +enukar /on

0esin penukar ion

$air #olom +ertukaran ion #romatograf

kiral

+emilih kiral padatan

$air #olom Adsorpsi seara selekti 

Migrasi dan Retensi Solut 

#eepatan migrasi solute  ditentukan oleh perbandingan distribusinya ("   ditentukan oleh afnitas relati2e solute pada kedua ase (ase diam ! ase gerak"

3ilai : perbandingan konsentrasi solute dalam asa diam ($s" dan dalam

asa gerak ($m"

 4 Cs

Cm

$s 4 konsentrasi solute dalam asa diam

$m 4 konsentrasi solute dalam asa gerak

Semakin besar nilai , migrasi solute semakin lambat Semakin keil nilai , migrasi solute semakin epat Solut terelusi menurut perbandingan distribusinya

 6ika perbedaan distribusi antar solute ukup besar, maka ampuran-ampuran solute akan mudah dan epat dipisahkan

7aktu retensi (t0": 8aktu yang dibutuhkan solute untuk mele8ati kolom 

(3)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

aktor retardasi (0 ": *arak migrasi solute terhadap *arak u*ung asa

gerakn ya  kroma tograf planar

 Analisis Kualitati dan Kuantitati  Anaisis Kuaitati! 

Ada  pendekatan untuk analisis kualitati:

1. +erbandingan data retensi solute yang tidak diketahui dengan data retensi baku yang sesuai pada kondisi yang sama.

#romatograf planar: 0  senya8a baku dan 0  senya8a yang tidak

diketahui dibandingkan dengan ara dilakukan kromatograf seara bersama-sama untuk menghilangkan adanya 2ariasi kondisi bahan yang digunakan dan 2ariasi laboratorium.

#romatograf kolom: 8aktu retensi (t0" dan 2olume retensi (;0" senya8a

baku dan senya8a yang tidak diketahui dibandingkan dengan ara kromatograf seara berurutan dalam kondisi alat yang stabil dengan perbedaan 8aktu pengoperasian antar keduanya sekeil mungkin.

'. engan ara Spiking  untuk kromatograf kolom Spiking: sampel < senya8a baku

+roses analisis:

1" ilakukan proses kromatograf sampel yang tidak di-spiking

'" ilakukan proses kromatograf sampel yang telah di-spiking dengan senya8a baku

" 6ika sampel yang telah di-spiking  mengalami peningkatan tinggi punak=luas punak dibandingkan sampel yang tidak di-spiking, maka sampel mengandung senya8a yang diselidiki.

. >enggabungkan alat kromatograf dengan spetrometer massa

#romatograf gas < spetrometer massa  data spetra solute < 8aktu retensi

Spetra solute yang tidak diketahui dapat dibandingkan dengan spetra yang ada di database omputer atau dapat diintepretasikan sendiri. $ara ini dapat dilakukan untuk solute yang belum ada baku murninya.

Anaisis Kuantitati! 

ntuk men*amin kondisi yang digunakan dalam analisis kuantitati bersiat stabil dan reprodusibel, baik pada penyiapan sampel atau proses

(4)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

kromatograf, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam analisis kuantitati:

• Analit (solute" harus telah diketahui dan terpisah sempurna dari

komponen-komponen lain dalam kromatogram

• )aku dengan kemurnian yang tinggi dan telah diketahui harus

tersedia

• +rosedur kalibrasi yang sudah diketahui harus digunakan

ntuk kromatograf planar, luas berak (spot) atau kerapatan berak dapat diukur seara in situ atau dapat *uga dilakukan dengan ara: berak dikerok, dilarutkan dalam pelarut yang sesuai, dan ditentukan konsentrasinya dengan menggunakan teknik yang lain seperti dengan menggunakan spektrootometru ;, #$#%, dan sebagainya.

Sementara untuk kromatograf yang melibatkan kolom, kuantifkasi dapat dilakukan dengan melihat apakah diperoleh luas punak=tinggi punak yang proporsional dengan banyaknya senya8a yang diin*eksikan. Suatu kur2a kalibrasi dapat diturunkan dari luas punak=tinggi punak yang diperoleh dari berbagai maam larutan dengan konsentrasi tertentu.

Meto"e Kuanti#kasi 1. >etode )aku ksternal

>etode yang paling umum untuk menetapkan konsentrasi senya8a yang tidak diketahui konsentrasinya dalam suatu sampel adalah dengan  plot  kalibrasi menggunakan baku eksternal. arutan-larutan baku ini disebut sebagai baku eksternal karena disiapkan dan dianalisis seara terpisah dari kromatogram senya8a tertentu yang ada dalam sampel. )aik sampel dan larutan baku masing-masing diin*eksikan dalam system kromatograf yang digunakan kemudian dianalisis dengan ara yang sama.

arutan baku (kadang-kadang disebut dengan kalibrator" disiapkan dengan konsentrasi tertentu yang sudah diketahui (misal ?,1@ ?,'@ ?, mg=m". se*umlah tertentu 2olume larutan ini diin*eksikan dan dianalisis lelu respon detetor (luas punak=tinggi punak" diplotkan terhadap konsentrasi sebagaimana dalam &ambar 1.

(5)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

'. >etode )aku /nternal

)aku internal merupakan senya8a yang berbeda dengan analit, meskipun demikian senya8a ini harus terpisah dengan baik selama proses pemisahan. )aku internal dapat menghilangkan pengaruh karena adanya perubahan-perubahan pada ukuran sampel. Seringkali perlakuan sampel memerlukan tahapan-tahapan yang dapat mengakibatkan berkurangnya sampel. 6ika baku internal ditambahkan pada sampel sebelum dilakukan preparasi sampel, maka baku internal dapat mengoreksi hilangnya sampel-sampel ini.

Syarat suatu senya8a dapat digunakan sebagai baku internal:

-  %erpisah dengan baik dari senya8a yang ditu*u atau dari

punak-punak yang lain

- >empunyai 8aktu retensi yang hamper sama dengan analit -  %idak terdapat dalam sampel

- >emiliki kemiripan siat-siat dengan analit dalam

tahapan-tahapan penyiapan sampel

-  %idak mempunyai kemiripan seara kimia8i dengan analit -  %ersedia dalam perdagangan dengan kemurnian yang tinggi

- Stabil dan tidak reakti terhadap sampel atau terhadap asa gerak - >empunyai respon detetor yang hampir sama dengan analit pada

konsentrasi yang digunakan.

engan metode baku internal, kur2a baku dihasilkan dengan menyiapkan beberapa larutan baku yang dibuat dengan ara menambahkan larutan baku internal yang konsentrasinya tetap ke dalam larutan sampel yang konsentrasinya ber2ariasi. Sebagai ontoh adalah penetapan kadar metomil dengan menggunakan baku internal benanilid (&ambar '."

#romatogram yang diberikan pada &ambar '. menggambarkan metodologi standar internal. i sini, metomil dikuantifkasi dengan menggunakan benanilid sebagai standar internal. engan menggunakan kur2a kalibrasi, kandungan metomil yang tidak diketahui dapat diketahui dari rasio antara luas kromatogram metomil dibagi dengan luas kromatogram benanilid.

. 3ormalisasi /nternal

ntuk tu*uan analisis tertentu, hanya *umlah relati2e analit dalam suatu multikomponen yang dibutuhkan. Bal ini dinormalisasi ke 1?? atau 1 dengan mengekspresikan *umlah relati2e masing-masing analit dalam suatu multikomponen sebagai presentase total (*ika digunakan normalisasi 1??" atau raksi (*ika digunakan normalisasi 1".

(6)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

3ormalisasi internal merupakan nilai tertentu dalam kromatograf untuk tu*uan kuantitati yang mana beberapa sampel dapat ditentukan seara bersama-sama dan konsentrasi absolute tidak dibutuhkan.

ntuk analisis kuantitati, diasumsikan bah8a lebar atau tinggi punak sebanding dengan konsentrasi. alam metode yang paling sederhana, diukur lebar atau tinggi punak, yang kemudian dinormalisasi (ini berarti bah8a setiap lebar atau tinggi punak diekspresikan sebagai suatu presentase dari total".

#omposisi relati2e dihitung dari respon alat, dan untuk kasus kromatograf digunakan luas punak masing-masing komponen dalam suatu ampuran menggunakan rumus berikut:

C D14  Ax

i=1 i=n  A 1  x100

E. >etode Standar Adisi

>etode standar adisi merupakan teknik analisis kuantitati yang mana serangkaian analit yang telah diketahui ditambahkan ke dalam sampel. engan menambahkan satu atau lebih larutan standar, suatu kur2a kalibrasi dapat disiapkan.

#onsentrasi analit dalam sampel dapat ditentukan dengan ekstrapolasi kur2a kalibrasi sebagaimana ditun*ukkan oleh gambar . ntuk metode ini, respon analit harus linier di kisaran konsentrasi yang digunakan dalam kur2a kalibrasi.

Suatu pendekatan praktek dalam metode standar adisi adalah dengan membagi sampel ke dalam beberapa bagian yang sama lalu menambahkan ke dalamnya standar dengan le2el konsentrasi yang meningkat. Sampel selan*utnya dianalisis dan respon 2ersus konsentrasi akhir diplotkan. #onsentrasi mula-mula dalam sampel selan*utnya dilakukan dengan ekstrapolasi pada sumbu FD.

TEKNIK $EN%IA$AN SAM$EL

alam banyak hal, sediaan obat tidak dapat dianalisis seara langsung dengan metode kromatograf tanpa didahului dengan tahap perlakuan atau

(7)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

penyiapan sampel. %u*uan utama penyiapan sampel adalah untuk menyediakan analit dalam suatu larutan yang bebas dari gangguan (intereren". /ntereren merupakan senya8a kimia apapun yang keberadaannya tidak dikehendaki.

 %ahap penyiapan sampel pada umumnya dikelompokkan men*adi tahap pengambilan sampel (sampling) dan tahap pembersihan sampel (clean up).  %u*uan akhir pengambilan sampel adalah untuk memperoleh sampel yang

representati2e (me8akili" dari suatu sediaan obat.

Pengambilan Sampel 

+engambilan sampel merupakan hal sangat penting dalam suatu analisis kimia. ntuk mengetahui kadar atau konsentrasi suatu senya8a tertentu dalam sampel, hanya dilakukan terhadap se*umlah keil sampel. $ara pengambilan sampel yang salah, meskipun metode analisisnya tepat dan teliti hasilnya, tidak akan memberikan hasil analisis yang benar (kadar=konsentrasi".

+engambilan sampel harus benar-benar me8akili populasinya. Ada dua maam ara pengambilan sampel dalam analisis kimia, yaitu:

1. +engambilan Sampel 0andom

$ara pengambilan sampel dilakukan terhadap bahan yang homogen (sama". >isalnya, bahan yang berbentuk larutan=suspensi, bahan yang berbentuk tablet, dsb. ntuk sampel padat, digerus dahulu hingga halus, baru kemudian diambil sampel seara random. Sedangkan untuk bahan yang berbentuk larutan=suspensi, harus digo*og terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pengambilan sampel.

'. +engambilan Sampel 0epresentati 

+ada pengambilan sampel representati2e ini, sampel diambil dari beberapa 8adah. #emudian dari beberapa 8adah ini, sampel diambil dari bagian-bagian yang berbeda pada setiap 8adah.

7adah 1 7adah ' 7adah  7adah E

)agian atas samping kanan samping kiri bagian ba8ah

(8)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

>asing-masing sampel diampur seara homogen kemudian diambil seara random untuk dianalisis.

Teknik Penyiapan Sampel 

+roduk-produk armasetik bersiat sangat kompleks dan biasanya mengandung senya8a-senya8a garam, asam, basa, protein, dan beberapa senya8a organi dengan siat fsika-kimia yang hampir sama dengan analit yang hendak diu*i. Sedangkan di sisi lain, analit biasanya berada dalam konsentrasi yang sangat keil dalam sampel-sampel ini. Gleh karena itu, diperlukan suatu prosedur penyiapan sampel untuk mengekstraksi dan mengisolasi analit yang hendak diu*i dari matriks yang sangat kompleks ini.

Ada beberapa teknik penyiapan sampel, yaitu: 1. Analisis angsung

Sediaan-sediaan air biasanya dapat dianalisis seara langsung dengan ara dienerkan seara sederhana dengan ase gerak sebelum dilakukan pengu*ian. Setelah dienerkan, sampel dapat langsung dianalisis menggunakan kromatograf.

'. kstraksi +adat-$air

kstraksi ini dilakukan untuk mengambil senya8a dari bentuk sediaan padat (misal, sediaan bentuk tablet". kstraksi padat-air dilakukan dengan menggerus matriks padat hingga diperoleh serbuk yang halus. Serbuk yang telah halus kemudian dilarutkan dengan pelarut yang sesuai. Setelah itu dilakukan penyaringan atau sentriugasi untuk menghindari adanya partikulat-partikulat yang belum larut yang dapat mengganggu kiner*a kolom kromatograf.

. kstraksi $air-air

kstraksi air-air dilakukan dengan ara melakukan partisi sampel antara ' pelarut yang tidak saling berampur. Salah satu asenya seringkali berupa air, dan ase lainnya berupa pelarut organi seperti kloroorm atau petroleum eter. Analit yang bersiat polar akan terekstraksi ke dalam air dan dapat langsung dii*eksikan dalam system kromatograf. Sedangkan analit yang bersiat non polar akan terekstraksi dalam pelarut organi dan dapat diperoleh setelah dilakukan penguapan pelarut.

(9)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

 Ha %idak

 %idak

Ha

 #esetimbangan kimia yang melibatkan perubahan pB, kompleksisasi, pasangan ion, dan sebagainya digunakan untuk meningkatkan perolehan kembali analit dan=atau menghilangkan pengganggu

Masalah-masalah yang Sering Timbul dalam Ekstraksi Pelarut 

-  %erbentuknya emulsi

- Analit terserap=terikat kuat pada partikulat

- Analit terikat pada senya8a yang mempunyai berat molekul tinggi - Adanya kelarutan analit seara bersama-sama dalam kedua ase

 %er*adinya emulsi merupakan hal yang paling sering di*umpai. Gleh karena itu, *ika emulsi antara kedua ase ini tidak dirusak, maka recovery   (perolehan kembali" yang diperoleh kurang bagus. mulsi dapat dipeah dengan ara:

a. penambahan garam ke dalam ase air

b. pemanasan=pendinginan orong pisah yang digunakan

SA>+

Apakah sampel dalam bentuk

ilakukan pengaturan kimia8i (pB,

ilarutkan dalam pelarut yang sesuai

ase dibiarkan itambah pelarut

yang tidak ampur, digo*og kuat Sampel diletakkan

pada orong pisah

 %dk  Ha Apakah ' airan akukan pemeahan ase yang dikehendaki ilakukan pengukuran Apakah solute apkan hingga diperoleh konsentrasi yang Sampel siap

(10)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

. penyaringan menggunakan glass-wool

d. penyaringan menggunakan kertas saring

e. penambahan sedikit pelarut organi yang berbeda . sentriugasi

 6ika senya8a yang akan dilakukan ekstraksi pelarut berasal dari plasma, maka kemungkinan besar senya8a tersebut akan terikat kuat pada protein, sehingga recovery  (perolehan kembali" yang dihasilkan rendah. )eberapa ara yang dapat digunakan untuk memisahkan senya8a yang terikat pada protein, yaitu:

a. penambahan detergen

b. penambahan pelarut organi lain . penambahan asam kuat

d. pengeneran dengan air

e. penggantian dengan senya8a yang mampu mengikat lebih kuat

E. kstraksi ase +adat (Solid Phase ExtractionSPE)

S+ ini merupakan teknik yang relati2e baru dibandingkan dengan ekstraksi air-air. S+ epat berkembang sebagai alat yang digunakan untuk clean-up sampel-sampel yang kotor, misalnya sampel-sampel yang mempunyai kandungan matriks yang tinggi seperti garam-garam, protein, polimer, dsb.

#eunggulan S+ dibanding dengan ekstraksi air-air adalah:

• +roses ekstraksi lebih sempurna

• +emisahan analit dari pengganggu yang mungkin ada lebih

efsien

• >engurangi pelarut organi yang digunakan

• raksi analit yang diperoleh lebih mudah dikumpulkan • >ampu menghilangkan partikulat

Prosedur SPE

Ada ' strategi untuk melakukan penyiapan sampel menggunakan S+, yaitu:

• Strategi pertama

>emilih pelarut yang mampu menahan semua analit yang ditu*u pada pen*erap yang digunakan, sementara senya8a-senya8a yang mengganggu (intereren" akan terelusi. Analit yang tertahan pada pen*erap selan*utnya dielusi dengan se*umlah keil pelarut organi yang akan mengambil analit yang tertahan ini. Strategi ini digunakan *ika analit yang ditu*u berkadar rendah.

(11)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

• Strategi kedua

Strategi kedua adalah dengan mengusahakan supaya analit yang ditu*u keluar (terelusi", sementara senya8a pengganggu tertahan pada pen*erap.

 %ahap-tahap dalam prosedur S+ adalah: i. +engkondisian

!artridge (pen*erap" dialiri dengan pelarut sampel untuk membasahi permukaan pen*erap dan untuk meniptakan nilai pB yang sama sehingga perubahan-perubahan kimia yang tidak diharapkan ketika sampel dimasukkan dapat dihindari. +en*erap non polar ($1J dan pen*erap penukar ion" dikondisikan dengan

mengalirinya menggunakan methanol lalu akuades. +enuian yang berlebihan dengan air akan mengurangi recovery   analit. +en*erap-pen*erap polar seperti diol, siano, amino, dan silia harus dibilas dengan pelarut non polar seperti metilen klorida. ii. 0etensi (tertahannya" sampel

arutan sampel dile8atkan ke cartridge  baik untuk menahan analit yang ditu*u sementara komponen lain terelusi atau untuk menahan komponen yang tidak diharapkan sementara analit yang ditu*u terelusi.

iii. +embilasan

 %ahap ini penting untuk menghilangkan seluruh komponen yang tidak tertahan oleh pen*erap selama tahap retensi.

i2. lusi

 %ahap ini merupakan tahap akhir untuk mengambil analit yang ditu*u *ika analit tersebut tertahan pada pen*erap.

"ase SPE

Suatu pen*erap S+ harus dipilih sedemikian rupa sehingga mampu menahan analit seara kuat selama pemasukan sampel ke dalam cartridge. ntuk sampel-sampel yang bersiat ioni atau yang dapat terionisasi digunakan pen*erap penukar ion. raksi analit yang keluar dari S+ dapat langsung yang diin*eksikan ke system kromatograf atau dilakukan pengaturan pB untuk meminimalkan ionisasi sehingga dapat dipisahkan dengan kolom ase terbalik pada #$#%.

ntuk senya8a yang tertahan dalam pen*erap non polar (seperti $1J

dan pen*erap penukar ion" digunakan pelarut non polar. Sedangkan untuk senya8a yang tertahan dalam pen*erap silia, digunakan pelarut yang polar.

(12)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

 %abel 1. )erbagai *enis ase S+ dan kondisi-kondisinya

Mekanisme

$emisa&an  'enis Fase

 'enis Anait $earut untuk  memasukk  an sampe (loading solent! $earut untuk  mengeusi (eluting solent! Fase Norma Adsorpsi Silia, alumina, Korosil Sedikit polar sampai agak polar +elarut yang rendah (eD: heksana, kloroorm" +elarut yang tinggi (eD: methanol, etanol" ase terikat polar Siano, amino, diol Agak polar sampai sangat polar +elarut yang rendah (eD: heksana, kloroorm" +elarut yang tinggi (eD: methanol, etanol"

ase terbalik Gktadesilsilok san Bidroobik (sangat non polar" +elarut yang tinggi (air, methanol, etanol" +elarut yang rendah (eD: heksana, kloroorm" ase terikat non polar (sangat hidroobik" Gktilsiloksan Bidroobik (sangat non polar" +elarut yang tinggi (air, methanol, etanol" +elarut yang rendah (eD: heksana, kloroorm" ase terikat non polar (agak hidroobik" Sikloheksil, enil, dienil Agak non polar +elarut yang tinggi (air, methanol=ai r, asetonitril=a ir" /ntermediet (metilen klorida, etil asetat" ase terikat non polar (hidroobik

)util etil, metil Sedikit polar sampai +elarut yang tinggi (air" sampai +elarut yang tinggi (eD: asetonitril,

(13)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

rendah" agak non

polar pelarut sedang (etil asetat" methanol" $enukar Anion emah Amino primer,

amino sekunder )ersiat ioni (dapat diionkan", bersiat asam Air atau buLer (pB4p#a<' " a buLer (pB4p#a-'" b nilai pB yang mana pen*erap atau analit men*adi netral  buLer dengan kekuatan ioni yang tinggi #uat Amino kuartener )ersiat ioni (dapat diionkan", bersiat asam Air atau buLer (pB4p#a<' " d buLer (pB4p#a-'" e nilai pB yang mana pen*erap atau analit men*adi netral  buLer dengan kekuatan ioni yang tinggi $enukar Kation emah Asam karboksilat )ersiat ioni (dapat diionkan", bersiat basa Air atau buLer (pB4p#a-'" g buLer (pB4p#a<'" h nilai pB yang mana pen*erap atau analit men*adi netral i buLer dengan kekuatan ioni yang tinggi

#uat Asam alkil

sulonat, asam sulonat aromatik )ersiat ioni (dapat diionkan", bersiat basa Air atau buLer (pB4p#a-'"  * buLer (pB4p#a<'" k nilai pB yang mana pen*erap atau analit men*adi netral l buLer dengan kekuatan ioni yang tinggi

(14)

Kimia Analis Non Pangan Tingkat 

IV 

DAFTAR $USTAKA

Abdul 0ohman. '??9. #romatogra$ untuk %nalisis &bat . Hogyakarta: &raha /lmu.

Referensi

Dokumen terkait

) *eflek #ahaya 9iperiksa mata kanan dan kiri sendiri) sendiri. Satu mata ditutup dan penderita disuruh melihat  auh supaya tidak ada akomodasi dan supaya otot sphin#ter

Hal ini menandakan bahwa daya dukung (potensi lahan) di Kabupaten Majene masih tergolong bagus sehingga masih perlu dilakukan suatu upaya pengembangan guna

Hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh bahwa kelompok dengan prediksi risiko tinggi PKV dalam 10 tahun berdasarkan jenis kelamin lebih banyak pada laki-laki

Berdasar pada analisis secara organoleptis, spektroskopi IR dan analisis jarak lebur serta perbedaan kelarutan (Tabel 3) dapat diduga bahwa senyawa natrium pentagamavunonat-0 yang

Penelitian yang dilakukan oleh Firdaus dan Hosen (2013) dan juga Jackson dan Fethi (2000), memberikan hasil negatif signifikan, hal tersebut menunjukkan

Sekarang mungkin permainan akan berlanjut sebagai berikut : 3...Kg7 Pada endgame ini Raja hitam tidak hanya harus digiring ke pinggir papan, tetapi harus dipaksa ke petak pojok,

Hasil analisis menunujukkan penanda kohesi yang ditemukan dalam wacana iklan politik partai Gerindra adalah katafora dan repetisi sedangkan pada wacana iklan

– – closed system closed system •• Open system Open system -- boundaries permit the crossing of matter boundaries permit the crossing of matter -- energy may cross the boundaries