LAPORAN KASUS
LAPORAN KASUS
A.
A.
PENDAHULUANPENDAHULUANDinding perut menyokong dan melindungi struktur intraperitoneal dan retroperitoneal. Dinding perut menyokong dan melindungi struktur intraperitoneal dan retroperitoneal. Susunan otot yang kompleks pada dinding perut memungkinkan batang tubuh melakukan Susunan otot yang kompleks pada dinding perut memungkinkan batang tubuh melakukan gerakan berputar, menunduk, dan menegadah.
gerakan berputar, menunduk, dan menegadah.
Dinding perut terdiri atas beberapa lapis yaitu dari luar ke dalam, lapisan kulit terdiri Dinding perut terdiri atas beberapa lapis yaitu dari luar ke dalam, lapisan kulit terdiri dari kutis dan subkutis, lemak subkutan dan fasia superfisial (fasia scarpa), kemudian ketiga dari kutis dan subkutis, lemak subkutan dan fasia superfisial (fasia scarpa), kemudian ketiga otot dinding perut yaitu otot oblikus eksternus abdominis, oblikus internus abdominis, dan otot dinding perut yaitu otot oblikus eksternus abdominis, oblikus internus abdominis, dan tran
transvesversus rsus abdabdomiominis nis sertserta a perperitoitoniunium, m, fasifasia a trantransvesversalrsalis, is, lemalemak k prapraperperitoitonealneal, , dandan peritoneum. Otot
peritoneum. Otot dibagian depan dibagian depan tengah terdiri tengah terdiri atas seatas sepasang otot pasang otot rektus abdominis rektus abdominis dengandengan fasianya dipisahkan
fasianya dipisahkan oleh linea oleh linea alba pada alba pada garis tengah.garis tengah.
Dinding perut membentuk rongga perut yang melindungi isi ronga perut. integritas Dinding perut membentuk rongga perut yang melindungi isi ronga perut. integritas lapisan musculoapo
lapisan musculoaponeurosis neurosis dinding dinding perut perut sangat penting sangat penting untuk untuk mencegah terjadinya mencegah terjadinya herniahernia bawaan
bawaan maupun maupun didapat. didapat. Otot Otot dinding dinding perut perut juga juga berfungsi berfungsi dalam dalam pernapasan, pernapasan, prosesproses berkemih.
berkemih.
!ernia merupakan penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding !ernia merupakan penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongg
rongga a yang bersangkyang bersangkutan. "erdasarkutan. "erdasarkan an terjaditerjadinya, hernia nya, hernia dibagdibagi i atas, hernia atas, hernia bawaaabawaaan n atauatau ko
kongngenenitital al dadan n hehernrnia ia yayang ng dididadapapat. t. "e"erdrdasaasarkrkan an letletakaknynya, a, didibabagi gi beberdrdasaasarkrkan an leletak tak anatomisnya seperti hernia diafragma, inguinal, umbilikalis dan femoralis.
anatomisnya seperti hernia diafragma, inguinal, umbilikalis dan femoralis.
Sekitar #$ % hernia terjadi disekitar lipat paha, berupa hernia inguinal direk, indirek, Sekitar #$ % hernia terjadi disekitar lipat paha, berupa hernia inguinal direk, indirek, serta hernia femoralis, hernia insisional &%, hernia ventralis &%, hernia umbilikalis '%. serta hernia femoralis, hernia insisional &%, hernia ventralis &%, hernia umbilikalis '%. ada hernia di abdomen isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan ada hernia di abdomen isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan amusculoapponeurotik dinding perut. !ernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi hernia. amusculoapponeurotik dinding perut. !ernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi hernia.**
!ernia
!ernia insisioinsisional nal adalah adalah defek defek yang yang terjadterjadi mi melalui elalui bekas bekas luka luka operasoperasi. +i. +ni ni adalah adalah satusatu satu
satunya nya herhernia nia yayang ng benbenararbenbenar ar diadianggnggap ap iatriatrogeogeniknik. . !al !al ini ini terjterjadi adi karkarena ena kegkegagalagalanan menutupnya garis pada dinding abdomen setelah laparotomi. !ernia insisional terjadi ketika menutupnya garis pada dinding abdomen setelah laparotomi. !ernia insisional terjadi ketika semua lapisan kecuali kulit gagal dalam proses penyembuhan, ini adalah salah satu kondisi semua lapisan kecuali kulit gagal dalam proses penyembuhan, ini adalah salah satu kondisi yang paling banyak membutuhkan operasi meskipun sudah ada kemajuan di bidang teknik yang paling banyak membutuhkan operasi meskipun sudah ada kemajuan di bidang teknik bedah dan bahan jahitan.
bedah dan bahan jahitan.''
+nsiden hernia meningkat dengan bertambahnya usia, hal ini kemungkinan dikarenakan +nsiden hernia meningkat dengan bertambahnya usia, hal ini kemungkinan dikarenakan meningkatnya penyakit yang membuat peningkatan tekanan intraabdomen dan berkurangnya meningkatnya penyakit yang membuat peningkatan tekanan intraabdomen dan berkurangnya kekuatan jaringan penunjang.
B
B.. KKAASSUUSS
asien lakilaki umur $# tahun masuk rumah sakit umum anutapura dengan keluhan asien lakilaki umur $# tahun masuk rumah sakit umum anutapura dengan keluhan adanya benjolan pada daerah bekas operasi di perut kanan bawah yang dialami sejak tahun adanya benjolan pada daerah bekas operasi di perut kanan bawah yang dialami sejak tahun sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang berdiri
berdiri atau atau melakukan melakukan aktivitas aktivitas dan dan menghilang menghilang ketika ketika berbaring, berbaring, asien asien memiliki memiliki riwayatriwayat operasi apendisitis * tahun lalu. enurut pasien setelah operasi pasien dirawat di ruang +- operasi apendisitis * tahun lalu. enurut pasien setelah operasi pasien dirawat di ruang +- karena hipertensi dan selama diruang +- pasien mengeluhkan sering batukbatuk, infeksi karena hipertensi dan selama diruang +- pasien mengeluhkan sering batukbatuk, infeksi luka setelah operasi tidak ada.
luka setelah operasi tidak ada.
"erdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah *&/0& mmhg, 1adi 2& 3/m, "erdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah *&/0& mmhg, 1adi 2& 3/m, reg
reguleuler, r, kuakuat t angangkatkat, , resprespirairasi si *&3*&3/m, /m, suhsuhu u '# '# c. c. adada a pempemerieriksaksaan an abdabdomeomen n di di daedaerahrah kuadran kanan b
kuadran kanan bawah terdapat benjolan sebesar awah terdapat benjolan sebesar telapak tangan orang telapak tangan orang dewasa dengan ukudewasa dengan ukuranran #
# 3 3 4 4 cmcm, , bbenentutuk k titidadak k teteraratuturr, , beberbrbatatas as tetegagas, s, wawarnrna a kukulilit t sasamma a dedengngan an kukulilitt sek
sekitaritarnynya,koa,konsinsistenstensi si kenkenyayal, l, di di tentengah gah benbenjoljolan an terterdapdapat at jarijaringangan n siksikatratrik ik berberbenbentuk tuk memanjang dengan ukuran 43 cm didaerah
memanjang dengan ukuran 43 cm didaerah Mc Burney Mc Burney, warna kecoklatan., warna kecoklatan. "erdasa
"erdasarkan hasil rkan hasil anamnanamnesis, pemeriksaan fisik maka esis, pemeriksaan fisik maka pada kasus ini pada kasus ini didiadidiagnosignosis s !erni!erniaa insisio
insisional nal dan dilakuakan tindakan operatif herniorafi. ada dan dilakuakan tindakan operatif herniorafi. ada tindaktindakan an operatoperatif if hernioherniorafirafi dilakukan insisi pada titik
dilakukan insisi pada titik Mc Burney Mc Burney, kemudian insisi pada kutis, subkutis, fasia scarpa, otot, kemudian insisi pada kutis, subkutis, fasia scarpa, otot oblikus eksternus abdominis, otot oblikus internus abdominis, otot transversus abdominis, oblikus eksternus abdominis, otot oblikus internus abdominis, otot transversus abdominis, fasia transversalis, lemak peritoneal, peritoneum. ada saat
fasia transversalis, lemak peritoneal, peritoneum. ada saat dilakukan insisi pada peritoneum dandilakukan insisi pada peritoneum dan di identifikasi isi hernia adalah usus,kemudian dilakukan tindakan heriorafi
di identifikasi isi hernia adalah usus,kemudian dilakukan tindakan heriorafi berupa pembebasan berupa pembebasan kantong hernia, kantong hernia di buka, isi hernia dibebaskan, dilakukan pemasangan mesh kantong hernia, kantong hernia di buka, isi hernia dibebaskan, dilakukan pemasangan mesh dan
dan dilakukan penjahitan dilakukan penjahitan luka. Setelah luka. Setelah dilakukan tindakan dilakukan tindakan operatif pasien dirawat operatif pasien dirawat selama 4selama 4 hari diruangan garuda bawah kemudian pasien dianjurkan untuk rawat jalan dan kontrol di hari diruangan garuda bawah kemudian pasien dianjurkan untuk rawat jalan dan kontrol di poli.
Gambar 1 : Pasien sebelum dilakukan pembedahan
Gambar 2 : Prosedur tindakan operasi
(a) (b)
(e) (f)
(g) 5eterangan 6
a) Di lakukan disenfeksi
b) Dilakukan insisi pada titik c burney
c) Dilakukan insisi pada kutis, subkutis, fasia scarpa, otot oblikus eksternus abdominis, otot oblikus internus abdominis, otot transversus abdominis, fasia transversalis, lemak peritoneal, peritoneum.
d) Dilakukan insisi pada peritoneum dan di identifikasi isi hernia adalah usus
e) Dilakukan tindakan hernioraphy, pembebasan kantong hernia sampai di lehernya, kantong di buka dan isi hernia dibebaskan
f) Dilakukan pemasangan mesh
g) Dilakukan penjahitan pada bagian kulit C. DISKUSI
ada kasus ini diagnosis ditegakan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
"erdasarkan anamnesis didapatkan pasien masuk rumah sakit dengan keluhan benjolan di daerah bekas operasi pada perut kanan bawah yang dialami sejak tahun sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang berdiri atau melakukan aktivitas dan menghilang ketika berbaring, benjolan tidak terasa nyeri. ual, muntah tidak ada. "uang air besar dan buang air kecil biasa. Demam tidak ada. asien memiliki riwayat operasi apendisitis * tahun lalu dan setelah dilakukan operasi pasien dirawat di ruang +- karena hipertensi dan selama diruang +- pasien mengeluhkan sering batuk batuk.
"erdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah *&/0& mmhg, 1adi 2& 3/m, reguler, kuat angkat, respirasi *&3/m, suhu '# c. ada pemeriksaan abdomen pada daerah kuadran kanan bawah terdapat benjolan sebesar telapak tangan orang dewasa dengan ukuran # 3 4 cm., bentuk tidak teratur, berbatas tegas, warna kulit sama dengan kulit sekitarnya, konsistensi kenyal, di tengah benjolan terdapat jaringan sikatrik berbentuk memanjang dengan ukuran 43 cm didaerah Mc Burney, warna kecoklatan.
"erdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik kasus tersebut sudah sesuai dengan teori di mana hernia insisional merupakan penonjolan peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun yang lama, sekitar & % luka operasi abdomen menimbulkan hernia insisonal. Secara klinis, hernia insisional tampak sebagai tonjolan di dekat sayatan bedah. !ampir semua operasi abdomen memungkinkan terjadinya hernia insisional didaerah bekas luka. Sebenarnya hernia ini dapat terjadi pada semua sayatan, namun cenderung sering terjadi pada daerah garis lurus dari prosesus 3iphodeus lurus hingga ke pubis. 7anda pertama yang biasanya muncul dan menjadi perhatian pasien adalah munculnya benjolan asimtomatik
didaerah sayatan bekas operasi, semakin lama hernia tersebut bisa menjadi lebih besar dan menjadi nyeri dengan gerakan atau batuk.8aktor resdeposisi yang berpengaruh dalam terjadinya hernia sikatrik adalah infeksi luka operasi, dehisensi luka, tehnik penutupan luka operasi yang kurang baik, 9enis insisi, obesitas, peningkatan tekanan intraabdomen seperti pada asites, distensi usus pasca bedah, batuk karena kelainan paru dan lubang fasia akibat trokar pada laparoskopi yang tidak terjahit.ada pasien ini mengeluhkan benjolan pada daerah bekas operasi di perut kanan bawah yang dialami sejak tahun sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang berdiri atau melakukan aktivitas dan menghilang ketika berbaring, hal ini sesuai dengan teori dimana hernia
insisional merupakan penonjolan peritoneum melalui bekas luka operasi yang baru maupun yang lama. asien memiliki riwayat operasi apendisitis, dan pasien mengeluhkan sering batukbatuk setelah dilakukan tindakan operasi yang mana keluhan batukbatuk merupakan
salah satu faktor resiko terjadinya hernia insisisional.
:ambar
;. Setelah laparotomy medial bawah ". Setelah operasi apendiks.
5lafikasi !ernia enurut sifatnya*
. !ernia <eponibel
"ila isi hernia dapat keluar masuk. sus dapat keluar bila berdiri dan saat mengedan masuk kembali saat berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri
.
*. !ernia +reponibel
"ila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke dalam rongga perut, pada kasus ini biasanya disebabkan perlengketan isi kantong kepada peritoneum kantong hernia yang disebut hernia akreta. ada keadaan ini masih tidak ada keluhan nyeri seta belum ada tanda sumbatan usus.
'. !ernia +nkarserata
"ila isi hernia semakin banyak yang masuk akan terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong hernia terperangkap dan tidak dapat kembali ke rongga perut dan dapat menyebabkan gangguan pasase. ada keadaan ini akan timbul gejala ileus antara lain perut kembung, muntah dan obstipasi.
4. !ernia Strangulata
ada hernia ini terjadi gangguan vaskularisasi. Di sebut hernia richter bila strangulasi hanya menjepit sebagian dinding usus. ada keadaan ini nyeri timbul lebih
hebat dan kontinyu, daerah benjolan menjadi warna merah dan pasien menjadi gelisah
.
:ambar * 5eterangan
() 5ulit dan jaringan subkutan, (*)lapisan otot atau apponeurosis, (') peritoneum parietale dan jaringan dan jaringan praperitoneal, (4) kantong hernia dinding usus. ;. !ernia reponibel tanpa inkarserata dan strangulasi
". !ernia ireponibel atau hernia akreta karena perlekatan. 7idak ada gejala atau gangguan pasase isi usus.
-. !ernia inkarserata dengan ileus obstruksi usus
D. !ernia strangulata, bila ileus obstruksi disertai nekrosis sampai gangren akibat gangguan peredaran darah.
:ambar ' 5eterangan 6
. !ernia <ichter tanpa ileus obstruksi *. !ernia <ichter dengan ileus obstruksi enurut 7erjadinya,*
1. !ernia bawaan atau kongenital 2. !ernia didapat atau akuistia.
enurut =etaknya$,
. !ernia +nguinalis
erupakan hernia isi perut yang tampak di daerah sela paha (regio inguinalis) yang terbagi menjadi 6
!ernia inguinalis +ndirek (lateralis)
!ernia disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior, dan disebut indirek karena keluar dari dua pintu dan saluran yaitu anulus dan kanalis inguinalis.
!ernia inguinal direk (medialis)
!ernia inguinalis direk adalah hernia yang kantongnya menonjol langsung ke anterior melalui dinding posterior canalis inguinalis medial terhadap arteri vena epigastrika inferior. Disebut sebagai hernia direk karena hernia yang langsung menonjol melalui segetiga hesselbach.
*. !ernia 8emoralis
!ernia femoralis pada lipat paha merupakan penonjolan kantong di bawah ligamentum inguinal di antara ligamentum lakunare di medial dan vena femoralis di lateral, hernia femoralis disebabkan oleh peninggian tekanan intraabdominal yang kemudian akan mendorong lemak preperitonial ke dalam kanalis femoralis yang akan menjadi pembuka jalan terjadinya hernia. 8aktor penyebab lainya adalah kehamilan multipara, obesitas dan degenerasi jaringan ikat karena usia lanjut.
'. !ernia mbilikalis
erupakan hernia kongenital pada umbilikus yang hanya tertutup peritoneum dan kulit akibat penutupan yang inkomplet dan tidak adanya fasia umbilikalis. !ernia ini terdapat kirakira *& % bayi dan angka ini lebih tinggi pada bayi prematur. 4. !ernia araumbilikalis
erupakan hernia melalui suatu celah garis tengah di tepi kranial umbilikus, yang jarang terjadi di tepi kaudalnya. enutupan secara spontan jarang terjadi sehingga
umumnya diperlukan tindakan operasi untuk koreksi. $. !ernia >pigastrika
!ernia yang keluar melalui defek di linea alba di antara umbilikus dan prosesus 3ipodeus. +si hernia berupa penonjolan jaringan lemak preperitoneal dengan atau tanpa kantong peritoneum.
?. !ernia @entralis
!ernia ventralis adalah nama umum untuk semua hernia di dinding perut bagian anterolateral. 1ama lainya adalah hernia insisional dan hernia sikatrik. !ernia insissional merupakan penonjolan peritoneum melalui luka bekas operasi yang
baru maupun yang lama. 5ebanyakan hernia ventralis oleh insisi pada tubuh yang sebelumnya tidak sembuh secara tepat atau terpisah karena tegangan abnormal. #. !ernia =umbalis
Di daerah lumbal antara iga A++ dan krista iliaka, ada dua buah trigonum masing masing trigonum kostolumbal superiorn (:rinfelt) berbentuk segitiga terbalik dan trigonum kostolumbalis inferior atau trigonum iliolumbalis (petit) berbentuk segitga. 7rigonum :rijeflt di batasi di kranial oleh iga A++, di anterior oleh tepi bebas m. ObliBus internus abdominis, sedangkan tutupnya . =atisimusdorsi.
0. !ernia =ittre
erupakan sebutan untuk divertikulum meckel yang mengalami herniasi. <egio yang sering adalah di daerah ingiunal yaitu $& % femoral *&%, umbilikal *&%. :ejala klinis yang ditimbulkan adalah perlahan dibandingkan hernia lainya, dan dapat berupadistensi abdominal, nyeri, demam, dan vomitus.
2. !ernia spieghell
erupakan hernia ventralis dapatan yang menonjol di linea semilunaris dengan atau tanpa isinya melalui fasia spieghel. !ernia ini hampir selalu ditemukan lebih tinggi dari letak pembuluh darah epigastrika inferior. Diagnosis ditegakan dengan ditemukan adanya benjolan di sebelah c burney bagian kanan maupun sebelah kiri pada tepi lateral . <ectus abdominis. +si hernia dapat terdiri dari usus, omentum atau ovarium.
&. !ernia obturatoria
!ernia obturatoria ialah hernia melalui foramen obturatoria. !ernia ini sering pada wanita tua dan sukar di diagnosis sebelum operasi. !ernia ini dapat berlangsung dalam empat tahap. ulamula tonjolan lemak retroperitoneum masuk ke dalam kanalis obturatorius, disusul oleh tonjolan peritoneum parietal. 5antong hernia ini mungkin diisi oleh lekuk usus yang dapat mengalami inkaserasi parsial, sering secara <ichter atau total.
Diagnosis dapat ditegakan atas dasar adanya keluhan nyeri seperti ditusuktusuk dan parastesia didaerah panggul, lutut, dan bagian medial paha akibat penekanan pada n. Obturatorius (tanda howship romberg) yang patognomonik. ada colok
dubur atau pemeriksaan vaginal dapat ditemukan tonjolan hernia yang nyeri yang merupakan tanda (!oeship <omberg). engelolaan bedah dengan pendekatan transperitoneal atau preperitoneal.
8aktor resdeposisi yang berpengaruh dalam terjadinya hernia sikatrik adalah 6 +nfeksi luka operasi
7ehnik penutupan luka operasi yang kurang baik 9enis insisi
Obesitas
eningkatan tekanan intraabdomen seperti pada asites, distensi usus pasca bedah.
"atuk karena kelainan paru dan lubang fasia akibat trokar pada laparoskopi yang tidak terjahit.
5eadaan umum pasien yang kurang baik, seperti pada malnutrisi.
:ejala dan tanda hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia atau sifat hernianya. Sebagian besar hernia bersifat asimptomatik dan kebanyakan ditemukan pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.5eluhan yang didapat pada pasien dengan hernia reponibel adalah adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri, batuk, bersin, atau mengedan dan menghilang saat berbaring, keuhan nyeri jarang di jumpai, nyeri yang disertai mual dan muntah baru timbul bila terjadi inkarserata karena ileus atau strangulasi karena nekrosis.
enatalaksanaan tindakan operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakan. rinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi dan hernioplasti. ada herniotomi, dilakukan pembedahan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka, dan isi hernia
dibebaskan bila ada perlengketan, kemudian direposisi. 5antong hernia di jahit setinggi tinggi mungkin lalu di potong.$,?
7erapi operatif berupa herniotomy dan herniplasty bertujuan untuk menutup defek di lapisan muskuloaponeurosis, bila defek besar, di perlukan mesh. ada kasus ini dilakukan tindakan opertaif herniorapy dan dilakukan pemasangan mesh untuk menutup defek agar tidak terjadi tegangan.?
engenalan prostetik telah merevolusi pembedahan hernia dengan konsep tension free repair. eskipun berbagai prosedur pembedahan telah diadopsi untuk perbaikan hernia insisional, tetapi implantasi dari prosthetic mesh tetap menjadi metode yang paling efisien dalam menangani hernia insisional.'
DAFTAR PUSTAKA
. Sjamsuhidajat <., 5arnadihardja C., rasetyo 7.O.!., <udiman < *&&. "uku ;jar
+lmu bedah. >disi '. >:-. 9akarta.
*. Sabiston. !ernia dalam "uku ;jar "edah "agian *, 9akarta 6 >:-. 224.**0*4$. '. !ammed f. Dkk. +ncisional !ernia <epair by reperitoneal (Sublay) esh
+mplantation @ol 6' 1o. januarijune *&&2.
4. Schwart, shires, spencer. ;bdominal Call !ernias. rinciples of surgery. $ th >dition.
7he c :raw!ill -ompaines, +nc, 200. $*$$44
$. Schwart, !ernia dinding abdomen dalam intisari prinsipprinsip ilmu bedah, edisi
@+, jakarta 6 >:-, *&&&, $&2$0
?. Stead =:, et all,. 8irst aid for the surgery clerkship, international edition, 7he
c:raw !ill -.ompainess, inc, singapore, *&&', '&#
LAPORAN KASUS
STATUS KOAS
"agian +lmu "edah 8akultas 5edokteran dan +lmu 5esehatan niversitas 7adulako alu
I. IDENTITAS
1ama 6 7n. ;hmad 7anggal asuk 6 Selasa, #&'*&$
95 6 =akilaki <uangan 6 :aruda bawah
;gama 6 +slam <umah Sakit 6 <S ;nutapura
;lamat 6 jln anggis
II. ANAMNESIS
Keluhan utama 6"enjolan pada daerah bekas operasi di perut kanan bawah Ria!at Pen!a"it Se"a#an$ 6
5eluhan dialami sejak tahun sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang berdiri dan pada saat melakukan aktivitas terutama ketika mengangkat barang yang berat dan menghilang ketika berbaring, benjolan tidak terasa nyeri. ual, muntah tidak ada. "uang air besar dan buang air kecil biasa. Demam tidak ada. +nfeksi luka setelah operasi tidak ada.
Ria!at %en!a"it &ahulu6
asien memiliki riwayat operasi apendisitis * tahun lalu, dan menurut pasien setelah operasi pasien dirawat di ruang +- karena hipertensi dan selama diruang +- pasien mengeluhkan sering batukbatuk.
Ria!at %en$$unaan '(at 6
;mlodipin & mg (3), dan icardis 0& mg (3) Ria!at %e!a"it lain 6
asien memiliki riwayat hipertensi, riwayat penyakit diabetes melitus tidak ada.
III. PEMERIKSAAN FISIK.
"" 6 ?* 5g 7" 6 ?$ cm :-S 6 >4@$?
Status generalisata 6 Sakit Sedang/ -omposmentis/ :ii 5urang 7anda @ital 6
7D 6 *&/0& mm!g ernapasan 6 *& 3/menit 1adi 6 2& kali/menit
Ke%ala ) 1ormocephal
Mata ) 5onjungtiva anemis ()* Sklera ikterus () Mulut ) "ibir sianosis (), tonsil 767 tidak hiperemis
Lehe# ) assa 7umor (), 1yeri 7ekan (), Deviasi 7rakea () Th'#a"+ )
+nspeksi 6 Simetris kiri F kanan
alpasi 6 assa 7umor (), 1yeri 7ekan (), @okal 8remitus kiri F kanan
erkusi 6 Sonor bilateral
;uskultasi 6 "unyi ernapasan 6 @esikuler
"unyi 7ambahan 6 <honki /, Cheeing /
,antun$ )
+nspeksi 6 +ktus cordis tidak tampak alpasi 6 +ktus cordis tidak teraba erkusi 6 "atas jantung kesan normal ;uskultasi 6 "9 +/++ murni reguler, bising () A(&'men
+nspeksi 6 ada daerah kuadran kanan bawah terdapat benjolan sebesar telapak tangan orang dewasa dengan ukuran (p 3 l) # 3 4 cm., bentuk tidak teratur, berbatas tegas, warna kuit sama dengan kulit sekitarnya, di tengah benjolan terdapat jaringan sikatrik berbentuk memanjang dengan ukuran (p3l) 43 cm didaerah Mc burney, warna kecoklatan.
;uskultasi 6 eristaltik (G), kesan normal
erkusi 6 7impani
alpasi 6 assa 7umor (G), konsistensi kenyal (G) 1yeri 7ekan () , hepar dan lien tidak teraba.
-enitalia ) :enitalia eksterna udem (), eritema ()
E"+t#emita+ ) Deformitas (), ;kral !angat (G)
I. RESUME
asien lakilaki umur $# tahun masuk dengan keluhan adanya benjolan daerah bekas operasi di perut kanan bawah yang dialami sejak tahun sebelum masuk rumah sakit, benjolan tersebut dirasakan membesar ketika pasien sedang berdiri dan pada saat melakukan aktivitas terutama ketika mengangkat barang yang beratdan menghilang ketika berbaring, asien memiliki riwayat operasi apendisitis * tahun lalu dan ada riwayat hipertensi.
"erdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah *&/0& mmhg, 1adi 2& 3/m, reguler, kuat angkat, respirasi *&3/m, suhu '# c.. ada pemeriksaan abdomen pada daerah kuadran kanan bawah terdapat benjolan sebesar telapak tangan orang dewasa dengan ukuran # 3 4 cm., bentuk tidak teratur, berbatas tegas, warna kuit sama dengan kulit sekitarnya,konsistensi kenyal, di tengah benjolan terdapat jaringan sikatrik berbentuk memanjang dengan ukuran 43 cm didaerah Mc burney, warna kecoklatan.
. DIA-NOSIS A/AL !ernia +nsisional de3tra
I. PEMERIKSAAN PENUN,AN- =aboratorium
Darah <utin
<"- 6 4 0' 3 &*/= (4,$ ?.$) (1)
C"- 6 $.*& 3 &2/= (4,&H &,&) (1)
!b 6 4.# g/d= (*0) (1)
!ct 6 44.2 % ('$$*) (1)
lt 6 $# ribu/ul ($&4$&) (1)
5imia Darah
:DS 6 2& mg/d= (#&*&&) (1) reum 6 ** mg/d= (& $&) (1) 5reatinin 6 .'2 mg/d= (&.#& H .*&) (I)
S:7 6 4 (#'*) (1)
S:O7 6 * (?'&) (1)
II.DIA-NOSIS AKHIR
!ernia +nsisional de3tra
III. PENATALAKSANAAN Me&i"ament'+a ) +@8D 8utrolit *& tpm ;mlodipin & mg (3) icardis 0& mg (3) +nj. -eftria3one gr/* jam/iv +nj. 5etorolac '& mg/0 jam/iv +nj. <anitidin amp/* jam/iv N'n Me&i"ament'+a )
7irah baring Diet lunak Tin&a"an
)
Dilakukan disenfeksi
*)
Dilakukaninsisi pada titik c burney
')
Dilakukan insisi pada kutis, subkutis, fasia scarpa, otot oblikus eksternus
otot transversus abdominis, fasia transversalis,lemak peritoneal, peritoneum.
4)
Dilakukan insisi pada peritoneum dan di identifikasi isi hernia adalah usus
$)
Dilakukan tindakan hernioraphy, pembebasan kantong hernia sampai di lehernya, kantong di
buka dan isi hernia dibebaskan
6)
7)
Dilakukan penjahitan pada bagian kulit
FOLLOW UP N o Tangga l & Jam Follow Up Tanda Tanga n 1 17/03-15 06.30
S : Nyeri beka !"erai (#).
$ : %%& : %' 120/80 g* N 80 +/* S 36.5!,* P 18 +/
aa : . ei (-)/(-)* S. kerik (-)/(-)
%!rak : P eiker (#)/(#)* (-)/(-)* (-)/(-) Status lokalis
<egio 6 ;bdomen
+nspesi 6 Dinding perut datar, mengikuti gerak nafas, tampak jaringan bekas operasi ;uskultasi 6 eristaltik (G) kesan menurun
erkusi 6 7impani
alpasi 6 1yeri tekan disekitar bekas operasi : P! !" eri!ra"y 0
P : rki "! !" &' ; 28 "
<. ,e=ria+!e 1 gr/ 12 <a/ & +nj. 5etorolac '& mg/0 jam/iv
+nj. <anitidin amp/* jam/iv ;sam traneksamat amp/0 jam
3 4 18/03/1 5 19/03/1 5 20/03/1 5 06.30
S 6 1yeri bekas operasi (G), belum ";"
$ : %%& : %' 120/80 g* N 80 +/* S 36,* P 18 +/
aa : . ei (-)/(-)* S. kerik (-)/(-)
%!rak : P eiker (#)/(#)* (-)/(-)* (-)/(-) Status lokalis
<egio 6 ;bdomen
+nspesi 6 Dinding perut datar, mengikuti gerak nafas, tampak jaringan bekas operasi ;uskultasi 6 eristaltik (G) kesan normal
erkusi 6 7impani
alpasi 6 1yeri tekan disekitar bekas operasi
: "! !" eri!ra"y ari ke 1 P : &' ; 28 "
<. ,e=ria+!e 1 gr/ 12 <a/ & +nj. 5etorolac '& mg/0 jam/iv
+nj. <anitidin amp/* jam/iv Syr Solac '3
-S 6 1yeri bekas operasi (), ";" normal
$ : %%& : %' 120/80 g* N 80 +/* S 36,* P 18 +/
aa : . ei (-)/(-)* S. kerik (-)/(-)
%!rak : P eiker (#)/(#)* (-)/(-)* (-)/(-) Status lokalis
<egio 6 ;bdomen
+nspesi 6 Dinding perut datar, mengikuti gerak nafas, tampak jaringan bekas operasi ;uskultasi 6 eristaltik (G) kesan normal
erkusi 6 7impani
alpasi 6 1yeri tekan disekitar bekas operasi
: "! !" eri!ra"y ari ke 2 P : rki "! !"
&' r!i 28 "
<. ,e=ria+!e 1 gr/ 12 <a/ & +nj. 5etorolac '& mg/0 jam/iv
+nj. <anitidin amp/* jam/iv Syr Solac '3
:anti verban
S 6 1yeri bekas operasi ()
$ : %%& : %' 120/80 g* N 80 +/* S 36,* P 18 +/
aa : . ei (-)/(-)* S. kerik (-)/(-)
%!rak : P eiker (#)/(#)* (-)/(-)* (-)/(-) : "! !" eri!ra"y -3 P : rki "! !" i= a e=eaa 3+1 -efi3im *3 5ontrol poli