29 BAB IV
GAMBARAN UMUM PENELITIAN
4.1 Profile TRANS TV
Berdasarkan data yang didapat dari instansi, diketahui jika PT. Televisi Transformasi Indonesia ini memiliki nama on air “TRANS TV”. stasiun televisi ini berlokasi di Jalan Kapten P. Tendean kav. 12-14A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Terhitung sejak tahun 2001 silam, TRANS TV memulai siaran udara pertama kali dengan uji coba Trans Tune In.
Segmentasi TRANS TV terfokus pada keluarga Indonesia dengan format umum agar dapat memenuhi semua kebutuhan hiburan, informasi dan edukasi masyarakat Indonesia. Beberapa tayangan menarik yang disuguhkan antara lain entertainment, informasi dalam negri hingga manca negara, film-film box office, hingga penyuguhan serial drama korea.
Visi yang dimiliki oleh TRANS TV adalah menjadi televisi yang terbaik, yang memprioritaskan kualitas dan kreatifitas anak bangsa, serta mampu memberikan hasil usaha yang positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan visi tersebut maka misi yang dimiliki oleh TRANS TV adalah menjadi wadah gagasan dan aspirasi masyarakat untuk mencerdaskan bangsa, memperkuat persatuan sekaligus nilai-nilai demokrasi; Meninggikan apresiasi pemirsa Indonesia terhadap tayangan yang bermutu; menciptakan budaya perusahaan yang terus menerus memproduksi ide-ide kreatif dalam memberikan siaran yang terbaik kepada masyarakat Indonesia; menjadi mitra bagi lembaga-lembaga pendidikan untuk menghasilkan para pekerja kreatif terbaik dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah untuk ikut mensukseskan program-program pembangunan pemerintah.
Hingga kini jangkauan siaran stasiun televisi TRANS TV telah tersebar hingga ke seluruh penjuru Indonesia, antara lain Banda, Aceh, Medan,
30
Pematang, Siantar, Padang, Bukittinggi, Batam, Pekanbaru, Bengkalis, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bangka/Sungai Liat, Bandar Lampung, Jakarta, Cilegon/Serang, Bandung, Cirebon, Garut, Sukabumi, Sumedang, Banyumas/Purwokerto, Pati, Pekalongan/Tegal, Semarang, Yogyakarta/Solo, Jember, Kediri, Madiun, Malang, Situbondo, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Palu, Kendari, Mamuju, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, hingga Jayapura.
4.2 Profile INSERT (Informasi Selebriti)
Berdasarkan data yang didapat dari salah satu staff INSERT, program INSERT merupakan sebuah tayangan di TRANS TV yang memiliki kepanjangan “Informasi Selebriti”. Sesuai dengan kepanjangannya, INSERT merupakan program hiburan yang menyajikan informasi, viral, dan semua tentang kehidupan selebriti. Program INSERT tayang perdana pada 15 Juli 2003, dan kini mulai melebarkan sayap dengan melakukan kerjasama bersama VOA, dan melakukan liputan khusus dengan MARVEL serta DISNEY. INSERT juga pernah mendapatkan nominasi sebagai “Best entertainment program” di Yahoo! Celebrity awards 2014, serta masuk kedalam program infotainment yang paling banyak ditonton melalui hasil survei dari Badan Pusat Statistik.
Kini program INSERT tayang empat kali setiap harinya, mulai dari INSERT pagi pukul 06.30 – 07.30 WIB, INSERT siang pukul 11.30 – 12.30 WIB dan INSERT today 17.00 – 18.00 WIB, dan INSERT story pukul 19.00 – 20.00 WIB. Untuk dapat lebih memanjakan pemirsa, INSERT kini memiliki portal digital yang bernama INSERTLIVE. Dengan adanya INSERTLIVE.COM memungkinkan para pemirsa setia INSERT dan juga masyarakat Indonesia lainnya untuk mengakses berita seputar selebriti secara 24 jam non stop, serta adanya live streaming dari berita yang paling update.
31
Program yang ditawarkan INSERTLIVE antara lain K-pop, J-pop, Kejar artis, Hashtag, Bilik Bujang, Video On Demand (VOD), Artikel , I-Talk pagi, I-Talk sore dan Music and Movie.
Beberapa host yang memandu program INSERT, antara lain Indra Herlambang, Fadi Iskandar, Addry Danu, Jevier Justin, Rian Ibram, Rullyabi, Carend Delano (INFASHION), Bubah Alfian (Flawless), Lenna Tan, Astrid Tiar Patricia Gouw, Nadia Mulya, Jesslym Limm, Dara Warga Negara, Veronika, Maria Christy dan Ariska Putri.
Program INSERT terbagi menjadi tiga proses. Pertama merupakan tahap pra produksi. Proses persiapan sebelum sebuah tayangan disajikan kepada penonton. Proses pra produksi dalam INSERT terdiri dari kegiatan penentuan tema, pencarian berita, penulisan script dan finalisasi. Kedua, disebut dengan tahap produksi dimana materi yang telah dipersiapkan akan dieksekusi pada proses shooting dan mengudara hingga dapat ditonton pada layar televisi. Ketiga adalah proses paska produksi, yang terdiri dari kegiatan evaluasi untuk segi konten ataupun man power.
Gambar 3
Logo INSERT pagi
32
Gambar 4 Logo INSERT siang
Sumber : Team INSERT
Gambar 5
Logo INSERT today
33
4.3 Profile Executive Producer (Daisy Weku)
Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis pada tanggal 18 September 2019 lalu diketahui jika, Daisy Weku merupakan seorang wanita yang memiliki nama lengkap Daisy Imelda Christine Weku yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Daisy Weku merupakan alumni Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Akuntasi. Siapa sangka, jalan hidup justru menuntunnya pada dunia pertelevisian. Mengaku tidak terlalu suka berbicara di depan umum, awal kariernya justru dimulai ketika Daisy Weku diajak oleh temannya di Manado untuk menjadi salah satu master of ceremony (MC) di gerejanya. Melihat kemampuan yang dimilikinya, salah satu orang dari pihak televisi yang melihatnya ketika memandu sebuah acara menjadi tertarik, dan mengajaknya untuk bergabung bersama. Wanita yang memiliki hobi membaca buku ini, diajak untuk menjadi reporter pada salah satu stasiun televisi swasta di Manado. Itulah awal mula Daisy Weku bergelut pada dunia pertelevisian.
Dua tahun berselang, masih di kota Manado, terdapat perekrutan presenter yang dilakukan oleh Trans TV. Sebelas orang terpilih dari Sabang hingga Merauke, dan Daisy Weku merupakan salah satu diantaranya. Tak berlebihan rasanya bila keahliannya dalam bidang jurnalistik petut diperhitungkan. Terbang ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan presenter, awal kariernya di ibu kota dimulai pada program reportase malam pada divisi bulletin, disusul oleh program investigasi lacak dan jelajah milik TRANS TV. Setelah dirasa memiliki banyak pengalaman pada divisi bulletin, wanita yang juga memiliki hobi menonton drama Korea ini di kemudian percaya sebagai coordinator daerah untuk menjadi asisten produser.
Tak butuh waktu lama, Daisy Weku melebarkan sayap kariernya pada divisi magazine, dan menjadi producer. Setelah ada beberapa kebijakan di TRANS TV yang berubah dan saat itulah TRANS TV mulai mengambil program CNN, yang mana menjadikan program news dari TRANS TV dikelola
34
oleh CNN. Saat news melebur dengan produksi, Daisy Weku mengaku saat itulah dirinya untuk pertama kali menjadi Executive Producer di program news, baru akhirya diberi kepercayaan untuk memimpin program INSERT. Mengaku selama di pimpinnya share INSERT pernah turun, namun hal tersebut berhasil ditagani dengan baik, hingga kini dipercaya juga menjadi pimpinan redaksi INSERTLIVE.COM, sebuah portal digital milik INSERT hingga sekarang.
Sebagai seorang Executive Producer, diakui kewajiban yang dilakukannya terbagi menjadi internal dan eksternal. Kegiatannya dalam bidang eksternal meliputi kegiatan diskusi dengan divisi dan departemen lain mengenai masalah yang ada dalam internal program INSERT (sebagai bridging). Sedangkan internal yang dimaksud disini merupakan internal program, meliputi supervisi secara konten (pra produksi hingga paska produksi), man power dan teknis yang tidak terlalu in-depth, mulai dari insert pagi, insert siang, insert today dan insert story.
Jika membahas mengenai konten, Daisy Weku mengaku jika dirinya harus mengetahui segalanya dari awal hingga akhir, dari mulai penentuan tema harus ada finalisasi darinya, entah tema tersebut cetusan dari staffnya atau dari Daisy Weku sendiri, yang kemudian dibahas bersama, karena menurutnya ia bertanggung jawab untuk mengetahui semua dari awal hingga akhir tiap tayangan yang mengudara. Daisy Weku mengaku sistem kerjanya tidak kaku namun merasa harus terlibat dari tiap argumen yang berhubungan dengan program INSERT, dengan cara memposisikan dirinya menjadi sama seperti crew. Daisy Weku menjelaskan, alurnya saat memimpin, setelah tema untuk tayangan esok hari digodok dan dirembuk bersama, dia meninggalkan team creativenya dan membiarkan staffnya tersebut untuk meracik dan memberikan bumbu-bumbu yang dapat menjual tayangannya. Ketika sudah finalisasi, barulah staffnya akan memberikan hasil kerjanya tersebut untuk dilihat bersama untuk mengetahui sejauh mana rundown tersebut bisa dipakai.
35
Ketika produksi, Daisy Weku mengaku jika untuk terlibat di dalam studio merupakan ranah dari producer, sehingga tugasnya tak lain akan mengevaluasi tayangan yang sudah naik tayang dengan melihat dari portal youtube milik TRANSTV ataupun VOD, untuk mengetahui ada kesalahan apa yang harus diperbaiki pada tayangan yang selanjutnya, baik dari segi narasi ataupun teknis. Secara man power, wanita yang juga sering dipercaya menjadi pembicara pada beberapa seminar ini, juga menjelaskan tugasnya secara manajerial yang mana bertanggung jawab atas siapapun yang bekerja di INSERT mulai dari producer hingga anak magang.