• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Awal Prak. Kosmetik Sabun Cair

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Awal Prak. Kosmetik Sabun Cair"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KOSMETIKA LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KOSMETIKA FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR  FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR 

NATURE HOME FACIAL FOAM NATURE HOME FACIAL FOAM®®

OLEH : OLEH : KELOMPOK I KELOMPOK I I NYOM

I NYOMAN ARYAN ARYA A PURNPURNATATA A MEGAMEGANTNTARARAA (120(12085058505017017 K KAADDEEK K MMEEGGAAYYAANNTTII ((11!!00885500550000"" R RAAHHAAYYU U ##IIRRAAYYAANNTTII ((11!!008855005500!!77 IIDDA A BBAAGGUUS S DDHHAARRMMA A EESSAA ((11!!0088550055005555 $URUSAN FARMASI $URUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA UNIVERSITAS UDAYANA

2017 2017

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR  FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR 

(2)
(3)

I%1

I%1 Untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair yang baik dan menarik.Untuk mengetahui formulasi sediaan sabun cair yang baik dan menarik. I%2

I%2 UntuUntuk k mengmengetahui cara pengolahaetahui cara pengolahann  Menthol  Menthol oil oil  dalam pembuatan produk dalam pembuatan produk  kosmetik berupa sabun cair 

kosmetik berupa sabun cair %% I.3

I.3 UntUntuk uk menmengetgetahuahui i hashasil il evaevalualuasi si padpada a penpengujgujian produian produk k sabsabun un caicair r dardarii  Menthol oil.

 Menthol oil.

IIII%% TTIINN$$AAUUAAN N PPUUSSTTAAKKAA 2%1

2%1 Menthol O Menthol Oil il 

Menthol merupakan salah satu senyawa monoterpen yang ada pada tanaman Menthol merupakan salah satu senyawa monoterpen yang ada pada tanaman  Mentha

 Mentha piperitapiperita L. L. MenMenthothol l dan minyadan minyak k menmenthothol l diddidapaapat t dardari i penypenyulinulingangan (batang daun dan bunga! tanaman

(batang daun dan bunga! tanaman Mentha  Mentha piperitapiperita. "enyawa ini terbentuk dari. "enyawa ini terbentuk dari #eranil pirofosfat ($ickery dan $ickery %&'%!. #eranil pirofosfat akan menjadi #eranil pirofosfat ($ickery dan $ickery %&'%!. #eranil pirofosfat akan menjadi senyawa monoterpen seperti terpinolen piperitenon pulegon yang selanjutnya senyawa monoterpen seperti terpinolen piperitenon pulegon yang selanjutnya menjadi menthon isomenthon dan menthol (yler et al. %&''!.

menjadi menthon isomenthon dan menthol (yler et al. %&''!. Minyak mentol

Minyak mentol mengandung beberapa unsur pokok yaitu menthol menthonmengandung beberapa unsur pokok yaitu menthol menthon menth

menthofuranofuran  pulegpulegon on dan metil dan metil asestat yang asestat yang dikelodikelompokmpokkan dalam kan dalam monmonoterpenoterpen ($ickery dan $ickery %&'%!. empat utama penghasil minyak adalah daun yang ($ickery dan $ickery %&'%!. empat utama penghasil minyak adalah daun yang mensuplai &&) minyak komponen minyak berubah secara kualitatif dengan

mensuplai &&) minyak komponen minyak berubah secara kualitatif dengan umur umur  tanaman. Menthufuran dihasilkan di bagian*bagian tanaman yang masih muda tanaman. Menthufuran dihasilkan di bagian*bagian tanaman yang masih muda yang metabolismen

yang metabolismenya ya masih masih aktif. "ecara aktif. "ecara kuantkuantitatif itatif kandkandungan menthofurungan menthofuranan maksim

maksimum um pada daun*daupada daun*daun n muda. Minyak muda. Minyak mentomentol l digundigunakan akan untuuntuk k mengomengobatibati  berbagai macam kondisi kesehatan seperti jerawa

 berbagai macam kondisi kesehatan seperti jerawat kurap gatal sakit kepala sakitt kurap gatal sakit kepala sakit gi

gigigi  remrematiatik k terterbabakakar r sisinanar r mamatatahahari ri kukudidis s vevertrtigigo o menmengagantntukuk  dedeprpresiesi kelelahan mental kejang usus sinus iritasi kram dispepsia kolik pneumonia kelelahan mental kejang usus sinus iritasi kram dispepsia kolik pneumonia dada kemacetan gangguan saraf ketegangan asma +, bronkitis dan kolera. dada kemacetan gangguan saraf ketegangan asma +, bronkitis dan kolera. Minya

Minyak k menthmenthol ol umunumunya ya digudigunakan dalam pasta nakan dalam pasta gigi pencuci mulut produk gigi pencuci mulut produk   perawatan

 perawatan kulit kulit penyegar penyegar bernapas bernapas dan dan kosmetik. kosmetik. Minyak Minyak mentol mentol bersifatbersifat antisep

antiseptik antiradang dan tik antiradang dan menghmenghilangilangkan kan bau tak bau tak sedap serta sedap serta banybanyak ak digudigunakannakan dal

dalam am proproduk duk kulkulit it dan dan dendentaltal. . "pe"pesies sies minmint t lailainnynnyaseasepertperti i spespearmiarmintntjugjugaa digu

digunakan untuk tujuan yang nakan untuk tujuan yang sama. -fek sama. -fek "ampin"amping g minyminyak ak mentomentol l tampaktampaknyanya am

(4)

emungkinan efek samping termasuk reaksi alergi dan mulas ($irmani dan /atta emungkinan efek samping termasuk reaksi alergi dan mulas ($irmani dan /atta %&01!.

%&01!. 2

2%%22 SS&&''))

"abun adalah garam logam alkali (Li 2a atau ! dari asam*asam lemak. "abun adalah garam logam alkali (Li 2a atau ! dari asam*asam lemak. "abun mengandung terutama garam ,

"abun mengandung terutama garam ,%% dan , dan ,%'%'  namun dapat juga namun dapat juga menganmengandungdung

 beberapa karboksilat

 beberapa karboksilat dengan bobot dengan bobot atom lebih atom lebih rendah. +erbagai rendah. +erbagai jenis sjenis sabun yangabun yang  beredar

 beredar di di pasaran pasaran dalam dalam bentuk bentuk yang yang bervariasi bervariasi mulai mulai dari dari sabun sabun cuci cuci sabunsabun man

mandi di sabsabun un tantangangan  sabusabun n pempemberbersih sih perperalatalatan an rumrumah ah tantangga gga daldalam am benbentuk tuk  krim padatan atau batangan bubuk dan bentuk cair (4essenden and 4essenden krim padatan atau batangan bubuk dan bentuk cair (4essenden and 4essenden %&'&!.

%&'&!.

"abun dihasilkan dari proses saponifikasi yaitu hidrolisis lemak menjadi "abun dihasilkan dari proses saponifikasi yaitu hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam 2a56 (minyak dipanaskan dengan 2a56! sampai asam lemak dan gliserol dalam 2a56 (minyak dipanaskan dengan 2a56! sampai terhidolisis sempurna. 7sam lemak yang berikatan dengan natrium ini dinamakan terhidolisis sempurna. 7sam lemak yang berikatan dengan natrium ini dinamakan sabun (et

sabun (etaren %&&aren %&&!. !. /ewasa ini sabu/ewasa ini sabun dibuat denn dibuat dengan memanagan memanaskan lelehaskan lelehann lemak dengan natrium hidroksida dan terhidrolisis menjadi gliserol dan garam lemak dengan natrium hidroksida dan terhidrolisis menjadi gliserol dan garam natrium dari asam lemak. #liserol digunakan sebagai pelembap dalam tembakau natrium dari asam lemak. #liserol digunakan sebagai pelembap dalam tembakau industri farmasi dan kosmetik. "ifat melembapkan timbul dari gugus hidroksil industri farmasi dan kosmetik. "ifat melembapkan timbul dari gugus hidroksil yang dapat berikatan*hidrogen dalam air dan mencegah penguapan air (4essenden yang dapat berikatan*hidrogen dalam air dan mencegah penguapan air (4essenden and 4essenden %&'&!.

and 4essenden %&'&!.

"abun merupakan suatu sediaan yang digunakan oleh masyarakat sebagai "abun merupakan suatu sediaan yang digunakan oleh masyarakat sebagai  pencuci

 pencuci pakaian pakaian dan dan pembersih pembersih kulit. kulit. egunaan egunaan sabun sabun adalah adalah mengemulsimengemulsi koto

kotoran ran berminyberminyak ak sehingsehingga ga dapat dibuang dengan pembilasan. emampuadapat dibuang dengan pembilasan. emampuan n iniini disebabkan oleh dua sifat sabun. 8ertama rantai hidrokarbon sebuah molekul disebabkan oleh dua sifat sabun. 8ertama rantai hidrokarbon sebuah molekul sab

sabun un larularut t daldalam am 9at 9at nonnonpolpolar ar sepseperti erti tettetesan esan minminyakyak. . ededua ua ujuujung ng anianionon molekul sabun yang tertarik pada air ditolak oleh ujung anion molekul*molekul molekul sabun yang tertarik pada air ditolak oleh ujung anion molekul*molekul sabun yang menyembul dari tetesan minyak lain. arena tolak*menolak antara sabun yang menyembul dari tetesan minyak lain. arena tolak*menolak antara tetesan sabun*minyak maka minyak tidak dapat saling bergabung tetapi tetap tetesan sabun*minyak maka minyak tidak dapat saling bergabung tetapi tetap tersuspensi (4essenden and 4essenden %&'&!.

tersuspensi (4essenden and 4essenden %&'&!. Menurut :a

Menurut :asitaatmadja (%&&0! sitaatmadja (%&&0! sabun biasanya mengandung;sabun biasanya mengandung; a. "urfaktan

(5)

"urfaktan ( surface acting agent ! merupakan senyawa organik yang dalam molekulnya memiliki sedikitnya satu gugus hidrofilik dan satu gugus hidrofobik. 7pabila ditambahkan ke suatu cairan pada konsentrasi rendah maka dapat mengubah karakteristik tegangan permukaan dan antarmuka cairan tersebut "urfaktan merupakan bahan terpenting dari sabun.

 b. 8elumas

Untuk menghindari rasa kering pada kulit diperlukan bahan yang tidak saja meminyaki kulit tetapi juga berfungsi untuk membentuk sabun yang lunak misal; asam lemak bebas fatty akcohol gliserol lanolin paraffin lunak cocoa butter  dan minyak almond bahan sintetik ester asam sulfosuksinat asam lemak isotionat asam lemak etanolamid polimer <= dan carbon resin (polimer  akrilat!. +ahan*bahan selain meminyaki kulit juga dapat menstabilkan busa dan  berfungsi sebagai peramas ( plasticizers!.

c. 7ntioksidan dan "e>uestering 7gents

7ntioksidan merupakan 9at yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Untuk menghindari kerusakan lemak terutama bau tengik dibutuhkan  bahan penghambat oksidasi misalnya stearil hidra9id dan butilhydro?y toluene (11@) * 1%)!. "e>uestering 7gents dibutuhkan untuk mengikat logam berat yang mengkatalis oksidasi -/7.

d. /eodorant

/eodorant adalah suatu 9at yang digunakan untuk menyerap atau mengurangi  bau menyengat pada badan /eodorant dalam sabun mulai dipergunakan sejak 

tahun %&A1 namun oleh karena khawatir efek samping penggunaannya dibatasi. +ahan yang digunakan adalah triklorokarbon heksaklorofen diklorofen triklosan dan sulfur koloidal.

e. :arna

ebanyakan sabun toilet berwarna cokelat hijau biru putih atau krem. 8ewarna sabun dibolehkan sepanjang memenuhi syarat dan peraturan yang ada  pigmen yang digunakan biasanya stabil dan konsentrasinya kecil sekali (11%*

1A)!. f. 8arfum

(6)

Isi sabun tidak lengkap bila tidak ditambahkan parfum sebagai pewangi. 8ewangi ini harus berada dalam p6 dan warna yang berbeda pula. "etiap  pabrik memilih bau dan warna sabun bergantung pada permintaan pasar atau masyarakat pemakainya. +iasanya dibutuhkan wangi parfum yang tidak sama untuk membedakan produk masing*masing.

g. 8engontrol p6

8enambahan asam lemak yang lemah misalnya asam sitrat dapat menurunkan  p6 sabun.

h. +ahan ambahan husus

+erbagai bahan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pasar produsen maupun segi ekonomi dapat dimasukkan ke dalam formula sabun.

2%* R+&,-. P+)/&')&)

8roses pembentukan sabun dikenal sebagai reaksi penyabunan atau saponifikasi. 7lkali yang digunakan untuk proses penyabunan adalah 2a56 dan soda kalium (56!. 2a56 digunakan untuk membuat sabun keras sedangkan soda kalium untuk membuat sabun lunak sampai cair. (Levenspiel %&0@!.

=eaksi penyabunan merupakan reaksi eksotermis sehingga harus diperhatikan pada saat penambahan minyak dan alkali agar tidak terjadi panas yang berlebihan. 8ada proses penyabunan penambahan larutan alkali (56 atau  2a56! dilakukan sedikit demi sedikit sambil diaduk dan dipanasi untuk 

menghasilkan sabun cair. Untuk membuat proses yang lebih sempurna dan merata maka pengadukan harus lebih baik. "abun cair yang diperoleh kemudian diasamkan untuk melepaskan asam lemaknya (Levenspiel %&0@!. =eaksi antara lemakBgliserida dengan basa seperti berikut;

(7)

=eaksi penyabunan pada awalnya akan berjalan lambat karena minyak dan larutan alkali merupakan larutan yang tidak saling larut (immiscible!. "etelah terbentuk sabun maka kecepatan reaksi akan meningkat sehingga reaksi  penyabunan bersifat sebagai reaksi autokatalitik di mana pada akhirnya kecepatan reaksi akan menurun lagi karena jumlah minyak yang sudah berkurang (7le?ander et al . %&C!.

2%! E+, S&') && K3.4

"abun digunakan untuk membersihkan kotoran pada kulit baik berupa kotoran yang larut dalam air maupun yang larut dalam lemak. 2amun dengan  penggunaan sabun kita akan mendapatkan efek lain pada kulit seperti berikut ini;

a. /aya 8embengkakan dan 8engeringan ulit

ontak air (p6! pada kulit yang lama akan menyebabkan lapisan tanduk kulit membengkak akibat kenaikan permeabilitas kulit terhadap air. 8embengkakan kulit akan menurunkan pula kapasitas sel untuk menahan air sehingga kemudian terjadi pengeringan yang akan diikuti oleh kekenduran dan pelepasan ikatan antarsel tanduk kulit kulit tampak kasar dan tidak elastis. 8enambahan sabun dengan bahan*bahan pelumas (superfatty! dapat mengurangi efek ini (:asitaatmadja %&&0!.

 b. /aya 7ntimikrobial

"abun yang mengandung surfaktan terutama kation mempunyai daya antimikroba apalagi bila ditambah bahan antimikroba. /aya antimikroba ini terjadi akibat kekeringan kulit pembersihan kulit oksidasi di dalam sel keratin daya pemisah surfaktan dan kerja mekanisme air (:asitaatmadja %&&0!.

c. /aya 7ntiperspirasi

ekeringan kulit juga dibantu oleh penekanan perspirasi. 8ada percobaan dengan larutan natrium lauril sulfat didapat penurunan produksi kelenjar  keringat antara @A*0A) (:asitaatmadja %&&0!.

(8)

-fek samping lain berupa dermatitis kontak iritan dermatitis kontak alergik atau kombinasi keduanya. "abun merupakan iritan lemah. 8enggunaan yang lama dan berulang akan menyebabkan iritasi (:asitaatmadja %&&0!.

III% MONOGRAFI BAHAN *%1  Menthol Oil 

8emerian ; ,airan tidak berwarna kuning pucat atau kuning kehijauan aromatik rasa pedas dan hangat kemudian dingin.

elarutan ; Larut dalam C bagian volume etanol (01)! 8 egunaan ; +ahan tambahan karminativum.

+< ; 1'& gBcm3

8enyimpanan ; /alam wadah tertutup rapat terisi penuh terlindng cahaya.

(/epkes =I %&0&!. *%2 A-& S4+&6&4

8emerian ; Dat padat kemiri mengkilat menunjukkan susunan hablurE putih atau kuning pucatE mirip lemak lilin. 7sam "tearat adalah asam keras putih atau kuning samar*samar berwarna agakglossy padat kristal atau serbuk putih putih atau kekuningan. Memiliki sedikit  bau dan rasa menunjukkan lemak.

elarutan ; 8raktis tidak larut dalam airE larut dalam @1 bagian etanol (&A!E dalam @ bagian kloroform 8 dan dalam 3 bagian eter 8

"tabilitas ; 7sam stearat merupakan bahan stabilE harus disimpan wadah di tempat sejuk dan kering.

itik Lebur ; idak kurang dari AC1 E&*011,

8enyimpanan ; /alam wadah tertutup baik.

Inkompatibilitas ; 7sam stearat inkompatibel dengan logam hidroksidadan juga inkompatibel dengan basa reduktor dan oksidator."alep yang dibuat dengan basis asam stearat dapat mengering karena reaksi dengan garam*garam seng atau kalsium

(9)

*%* S. L&6/3 S3&4+

8emerian ; +erupa hablur kecil berwarna putih atau kuning mudaE agak   berbau khas.

elarutan ; Mudah larut dalam airE membentuk larutan opalesen 8enyimpanan ; /alam wadah tertutup baik 

4ungsi ; "ebagai anion surfaktan

8resentasi sebagai anion surfaktan; 1A*@A )E sebagai detejen %1 ).

(=owe et al., @11&! *%! N&46. ,36.&

/efinisi ; 2atrium klorida (2a,l! mengandung tidak kurang dari &&1) dan tidak lebih dari %1%1) 2a,l dihitung terhadap 9at yang telah dikeringkan. idak mengandung 9at tambahan.

8emerian ; 6ablur bentuk kubus tidak berwarna atau serbuk hablur putihE rasa asin.

elarutan ; 2atrium klorida mudah larut dalam airE sedikit lebih mudah larut dalam etanol dan air mendidihE larut dalam gliserinE sukar larut dalam etanol.

"tabilitasnya ; stabil dalam bentuk larutan. Larutan stabil dapat menyebabkan  pengguratan partikel dari tipe gelas. p6 2a56 CA F0 0*03.

(=owe et al., @11&!. *%5 G3.-+6.)

/efinisi ; #liserin mengandung tidak kurang dari &A1) dan tidak lebih dari %1%1) ,36'53.

8emerian ; ,airan bening tidak berwarna tidak berbau kental cairan hifroskopis memiliki rasa manis.

elarutan ; "angat mudah larut dalam aseton praktis tidak larut dalam  ben9ene dan kloroform larut dalam etanol &A) methanol dan air 8enggunaan ; #liserin digunakan sebagai pelarut atau cosolvent dalam krim dan

emulsi.

(10)

Inkompatibilitas ; jika dicampur dengan agen pengoksidasi seperti chromium trio?ide potassium chlorate atau potassium %1ermanganate. /alam larutan encer reaksi berlangsung lebih lambat dengan  beberapa produk oksidasi yang terbentuk. 8erubahan warna hitam gliserin terjadi pada paparan cahaya atau pada kontak  dengan 9inc o?ide atau basis bismuth nitrat. "ebuah kontaminan  besi dalam gliserin bertanggung jawab terhadap penggelapan

dalam warna campuran yang mengandung fenol salisilat dan tanin. #liserin membentuk asam borat kompleks asam glyceroboric yang merupakan asam kuat daripada asam borat

(=owe et al., @11&!. *% A+- L&)&+ (L&)3.)

8emerian ; +erwarna kuning bermanis*manis 9at lilin pucat dengan samar  berbau khas. Lanolin meleleh berupa cairan berwarna kuning.

elarutan ; +ebas larut dalam ben9ena kloroform eter dan semangat minyak   bumi sedikit larut dalam etanol dingin (&A)! lebih larut dalam

etanol (&A)! mendidih praktis tidak larut dalam air. 8enggunaan ; /igunakan agen pengemulsi dan basis salep

itik leleh ; CC1*AA1.

 2ilai saponifikasi H '.1

8enyimpanan ; /alam wadah tertutup baik terlindung dari cahaya di tempat yang sejuk dan kering. kehidupan penyimpanan normal @ tahun

Inkompatibilitas ; Mungkin berisi proo?idants yang dapat mempengaruhi stabilitas obat aktif tertentu.

(=owe et al., @11&!. *%7 T6++49&)3&.)+ (TEA

(11)

#ambar C. "truktur imia /iethanolamine (=owe et al., @11&!.

8emerian ; ,airan jernih yang kental berwarna kuning pucat dan memiliki  bau amonia sedikit sangat higraskopis dan kelembapan 11&).Merupakan campuran dari basa terutama @@1@11* nitrilotriethanol meskipun juga mengandung @@1*iminobisethanol (dietanolamina! dan jumlah yang lebih kecil dari @*aminoethanol (monoethanolamine!.

=umus empiris ; ,6%A 253 +M %C&.%&

 p6 ; %1A (larutan 1% 2!. itik didih ; 33@1,

itik leleh ; @1*@%1, titik beku @%1,

riethanolamine akan bereaksi dengan asam mineral untuk membentuk garam kristal dan ester. /engan asam lemak yang lebih tinggi trietanolamina membentuk garam yang larut dalam air dan memiliki karakteristik sabun. riethanolamine dapat berubah warna menjadi coklat saat terkenaudara dan cahaya 'A) kelas trietanolamin cenderung bergumpal dibawah suhu %A,. 8emanasan dan pencampuran sebelum digunakan membuat campuran homogen.

8enyimpanan ; /isimpan dalam wadah kedap udara terlindung dari cahaya ditempat yang sejuk dan kering

(=owe et al., @11&!. *%8 P6.3 P&6&'+) (N.&-3

/efinisi ; 8ropil paraben mengandung tidak kurang dari &&1) dan tidak  lebih dari %11A) ,%16%@53 dihitung terhadap 9at yang telah

dikeringkan.

8emerian ; "erbuk hablur putihE tidak berbauE tidak berasa.

elarutan ; "angat sukar larut dalam air larut dalam 3A bagian etanol (&A)! 8 dalam 3 bagian aseton 8 dalam %C1 bagian gliserol dan dalam C1  bagian minyak lemak mudah larut dalam larutan alkali hidroksida. 8enyimpanan ; /alam wadah tertutup baik 

hasiat 8enggunaan ; Dat 8engawet

(12)

(/epkes =I %&0&E =owe et al . @11&!. *%" M+4.3 P&6&'+) (N.&.)

#ambar A. =umus +angun Metil 8araben (=owe et al . @11&!

/efinisi ; Metil paraben mengandung tidak kurang dari &&1) dan tidak  lebih dari %11A) ,'6'53 dihitung terhadap 9at yang telah

dikeringkan.

8emerian ; 6ablur kecil tidak berwarna atau serbuk hablur putih tidak   berbau atau berbau khas lemah mempunyai sedikit rasa terbakar. elarutan ; "ukar larut dalam air dalam topikal dan dalam karbon

tetrakloridaE mudah larut dalam etanol dan dalam eter. 8enyimpanan ; /alam wadah tertutup baik 

hasiat 8enggunaan ; Dat 8engawet

Inkompatibilitas ; 7ktivitas antimikroba metilparaben dan paraben lainnya sangat  berkurang dengan adanya surfaktan nonionik seperti polisorbat '1 sebagai akibat dari micelli9ation. 2amun propilen glikol (%1)! telah tebukti sebagai aktivitas antimikroba pada surfaktan nonionik dan mencegah interaksi antara metilparaben dan  polisorbat '1. Metilparaben inkompaktibel dengan bahan lain seperti bentonit magnesium trisilikat talk tragakan natrium alginat minyak esensial sorbitol dan atropin. "elain itu metilparaben juga bereaksi dengan berbagai gula dan gula alkohol serta dapat berubah warna dengan adanya besi. Metilparaben juga terhidrolisis oleh alkali lemah dan asam kuat. 8enggunaan ; 11@*13)

(/epkes =I%&0&E =owe et al . @11&!. *%10

A,&+-"truktur molekul ; 6@5

8emerian ; ,airan jernih tidak berwarnaE tidak berbau +erat molekul ; %'1@ gramBmol

(13)

 p6 ; 7ntara A*0

8enyimpanan ; /alam wadah tertutup rapat

(/epkes =I %&&A!.

IV% METODE

!%1 F63& S4&)&6

7sam "tearat @A gram Ultra "less @' gram

 2a,l %0 gram

#liserin 10 gram

7deps Lanae 1A gram

-7 1%Agram

7ir <eruk 2ipis A gram

7>uadest %11 gram

"ari belimbing wuluh A gram

(2urama dan "uhartiningsih @1%C!. !%2 F63& S4&)&6

7sam stearate @A gram

"odium Lauryl "ulfat @&3 gram

 2a,l %0 gram

#liserin 10 gram

7deps Lanae 1A gram

-7 1%A gram

 2ipagin 1%' gram

 2ipasol 11@ gram

Minyak 7tsiri %@A gram

7>uadest hingga %11 gram

(Ichsani @1%!. !%* F63&-. Y&) D.&;,&)

 Menthol Oil %@A gram

7sam "tearat @A gram Ultra "less @' gram

(14)

 2a,l %0 gram

#liserin 10 gram

7deps Lanae 1A gram

-7 1%Agram

 2ipagin 1%' gram

 2ipasol 11@ gram

7>uadest hingga %11 gram

V% ALAT DAN BAHAN 5%1 A3&4 • imbangan 7nalitik  • +eaker #lass • +atang pengaduk  • 8iknometer  • 8ipet tetes • 86 meter  • +otol vial • "endok anduk  • issue • 8ipet ukur  • +allfiler  • :adah sabun • Magnetik stirrer  • "patel logam • #elas ukur  5%2 B&9&)

• Ultra "lessB"odium Lauryl

"ulfat •  2a,l • 7sam strearat • #liserin •  Menthol oil  • 7deps lanae • -7Briethanolamine •   2ipagin •   2ipasol • 7>uades

(15)

5%* P+).'&)&) B&9&)

 2o +ahan egunaan =entang

onsentrasi (8ustaka! <umlah +ahan untuk %11 mL <umlah +ahan untuk  311 mL % 7sam stearate 8emecah ikatan sabun dengan gliserol

@A gram 0A gram

@ 7deps

lanae

7gen pengalkali dan saponifikasi

1A gram %A gram

3 -7 7gen pengalkali 1%A gram 1CA

gram

C 2a,l 8embentuk busa %0 gram A1%

gram A "odium

Lauryl "ulfat

"urfaktan @' gram 'C gram

 #liserin 6umektan J 31 10 gram @% gram

0  Menthol oil 

Dat aktif berfungsi untuk Moisturizing, cleansing 

%@A gram 30A gram

' 2ipagin 8engawet 1%' gram 1AC

gram

& 2ipasol 8engawet 11@ gram 11

gram

%1 7>uadest 8elarut ad %11 gram ad 311

gram

VI% SKEMA KER$A

%1 P+'&4&) S&') C&.6

"emua bahan*bahan yang diperlukan ditimbang sesuai dengan formula yang digunakan

(16)

VII% EVALUASI SEDIAAN 7%1 F.-.,&

a. 8engujian 5rganoleptis

Uji penampilan dilakukan dengan melihat secara langsung warna bentuk dan bau sabun cair yang terbentuk (/epkes =I %&&A!. Menurut "2I standar  sabun cair yang ideal yaitu memiliki bentuk cair serta bau dan warna yang khas ("2I %&&!.

 b. 6omogenitas

,ampuran ultra sless kemudian ditambahkan dengan 2a,l hingga campuran tercampur secara merata (campuran %!

/ilarutkan asam stearat dengan -7 lalu ditambahkan nipagin dan nipasol (campuran @!E adeps lanae dilarutkan dengan gliserin (campuran 3!. /imasukan campuran @ ke campuran 3 dan diaduk hingga homogen

(campuran C!.

/imasukkan campuran % ke dalam campuran C. /iaduk hingga tercampur secara homogen

/itambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur  semua (campuran A!

,ampuran A didiamkan pada suhu ruangan dan ditambahkan essential oil tea tree, lalu dimasukkan ke dalam kemasan dan dilakukan uji evaluasi

(17)

8engujian homogenitas dilakukan dengan mengoleskan 9at yang akan diuji  pada sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok harus

menunjukkan susunan yang homogen. c. 8engukuran $iskositas "ediaan

$iskositas formula sabun cair diukur dengan menggunakan viskometer  +rookfield menggunakan spindel no.  pada kecepatan dan  shear rates yang  bervariasi. 8engukuran dilakukan pada kecepatan 1%1 1@1 131 1C1 dan 1A1 rpm dalam 1 detik diantara dua kecepatan yang berurutan sebagai equilibration dengan rentang shear rate dari 1@ s*% hingga %.1 s*%. 8enentuan

viskositas dilakukan pada suhu ruangan. /ata viskositas diplot pada rheogram. 6asil pemeriksan viskositas sedian sabun cair diharapkan diperoleh aliran plastiktiksotropik (7nggraini dkk. @1%@!.

d. +obot <enis

/engan memasukan sedian ke dalampiknometer sampai di atas garis tera. /itutup kemudian dimasukan piknometer ke dalamrendaman air es sampai suhu @A,. 8ermukan aires harus lebih tingi dari pada permukan contohdalam piknometer sehinga semua isi piknometer terendam. /ibiarkan piknometer terendam selama 31 menit kemudian buka tutup  piknometer dan dibersihkan bagian luar piknometer dengan gulungan kertas saring sampai tanda garis. 8engujian bobot jenis dilakukan untuk  mengetahui pengaruh bahan*bahan yang digunakan dalam formulasi sabun cair terhadap bobot jenis sabun yang dihasilkan. Menurut "2I bobot jenis sabun cair yaitu berkisar antara %1%1*%%11 gBml ("2I %&&!.

e. emampuan Membusa dan "tabilitas +usa Uji daya busa terhadap air suling

Uji daya busa terhadap air suling dilakukan dengan cara; larutan sabun transparan satu gram sebanyak A1 ml dimasukkan ke dalam gelas ukur %111 ml kemudian diukur tingginya. emudian larutan yang sama sebanyak @11 ml diteteskan dengan bantuan buret A1 ml dengan ketinggian &1 cm di atas sabun. Ukur tinggi busa yang terbentuk. unggu lima menit kemudian tinggi  busa di ukur kembali.

(18)

Uji daya busa terhadap air sadah

7ir sadah dibuat dengan melarutkan 13 gram ,a,53 dan 1%A gram Mg,53

dalam air suling A11 ml sambil dipanaskan dan ditambahkan 6,l pekat setetes demi setetes hingga larut. "elanjutnya dilakukan uji sama seperti uji daya busa terhadap air suling.

"tabilitas busa dapat dirumuskan sebagai berikut;

Stabilitas Busa= H

Ho ×100%

eterangan ;

6o ; 8engukuran ketinggian busa awal

6 ; 8engukuran tinggi busa setelah A menit.

(4ebriyenti dkk. @1%C!.

7%2 K..&

a. 8engukuran p6

7lat p6 meter dikalibrasi mengunakanlarutan dapar p6 0 dan p6 C. "atu gram sedianyang akan diperiksa diencerkan dengan airsuling hinga %1 mL. -lektroda p6 meter dicelupkan ke dalam larutan yang diperiksa jarum p6 meter dibiarkan bergerak sampai menunjukkan posisi tetap p6 yang ditunjukan jarum p6 meter dicatat (/epkes =I %&&A!. Menurut "2I untuk   p6 sabun cair yang diperbolehkan antara '*%% ("2I %&&!

VIII% KEMASAN DAN LABELING VIII%1 K+&-&) P6.+6

(19)

VIII%2 K+&-&) S+,)+6

I<% HASIL PENGAMATAN "%1% Uji 5rganoleptis

(20)

8utih "usu ,air 7gak ental 7roma khas mentol "%2% Uji 6omogenitas

"ediaan sabun yang dibuat homogen. "%*% Uji $iskositas

Uji viskositas dilakukan menggunakan $iskometer +rookfield dimana dalam uji tersebut digunakan spindle no. 3.

= (6 > (P+6-+)4&-+ ?P = (6 > (P+6-+)4&-+ C %1 31@ 31@1 %11 AA@ AA@ @1 3@C %@1 1 C 000 31 3' %@@0 A1 C3% '@ A1 C3% '@ 31 3' %@@0 1 C 000 @1 3@C %@1 %11 AA@ AA@ %1 31@ 31@1

8erhitungan ekanan #eser (4B7!

• 8erhitungan itik ke*% (%1 rpm!

/iketahui ; η K 31@1 c8 dx dv K %1 rpm K 1%0 rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K 31@1 ? 1%0 K A1C3C gramBcm s@

• 8erhitungan itik ke*@ (@1 rpm!

(21)

dx dv K @1 rpm K 133 rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K %@1 ? 133 K A3C gramBcm s@

• 8erhitungan itik ke*3 (31 rpm!

/iketahui ; η K %@@0 c8 dx dv K 31 rpm K 1A rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K %@@0 ? 1A K %3A gramBcm s@

• 8erhitungan itik ke*C (A1 rpm!

(22)

dx dv K A1 rpm K 1'3 rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K '@ ? 1'3 K 0%AC gramBcm s@

• 8erhitungan itik ke*A (1 rpm!

/iketahui ; η K 000 c8 dx dv K 1 rpm K % rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K 000 ? % K 000 gramBcm s@

• 8erhitungan itik ke* (%11 rpm!

(23)

dx dv K %11 rpm K %0 rps /itanya ;  A  F   K .  Jawab :

(

(

dvdx

)

 A  F  = η  dx dv  A  F  × =η ratarata K AA@ ? %0 K &@%'C gramBcm s@

urva 6ubungan ecepatan #eser vs ekanan #eser 

@11 311 C11 A11 11 011 '11 &11 %111 1 @1 C1 1 '1 %11 %@1

K6=& H')&)

T+,&)&) G+-+6 =- K+?+&4&) G+-+6

S9+&6.) -46+-- (F@A R&4+  -9+&6 (6

(24)

1 @1 C1 1 '1 %11 %@1 1 A11 %111 %A11 @111 @A11 3111 3A11

K6=& H')&)

V.-,-.4&- =- K+?+&4&) G+-+6

R&4+  -9+&6 (6 V.-,-.4&- (?P

"%!% Uji +obot <enis

N% B'4 P.,)+4+6 K-) (#0

B'4 P.,)+4+6  A&+-4 (#1

B'4 P.,)+4+6  S+.&&) S&') C&.6 (#2

%. %A'1C1 gram @A11'' gram @AA%@@ gram

@. %A'1C% gram @A11'C gram @AA%1 gram

3. %A'1C% gram @A11'C gram @AA%1 gram

B'4 $+).- (  W2- W0 W 1 - W0 a. +obot <enis (N! (%! K 25,5122-15,8040 25,0088 - 15,8040  K %1AC gBmL  b. +obot <enis (N! (@! K 25,5106-15,8041 25,0084 - 15,8041  K %1ACA gBmL c. +obot <enis (N! (3! K 25,5106-15,8041 25,0084 - 15,8041  K %1ACA gBmL

+obot <enis =ata*=ata K

1,0546 + 1,0545 +1,0545 3

(25)

"%5% Uji /aya +usa atau "tabilitas +usa a. "abun ,air O2ature 6ome 4acial 4oamP

"abun dan 7>uades @31 mL "etelah A menit @@1 mL "abun dan 7ir sadah 01 mL "etelah A menit A mL  b. "abun O"unlightP (8embanding!

"abun dan 7>uades @C1 mL "etelah A menit @C1 mL "abun dan 7ir sadah @A1 mL "etelah A menit @C1 mL "%% Uji p6

"ediaan sabun cair yang dibuat memiliki p6 &. <% PEMBAHASAN

8ada praktikum kali ini dilakukan pembuatan sediaan kosmetika skala laboratorium untuk sediaan sabun cair. osmetik berasal dari kata Qunani OkosmetikosP yang berarti keterampilan menghias mengatur. ujuan utama  penggunaan kosmetik pada masyarakat modern adalah untuk meningkatkan daya tarik melalui make*up kebersihan pribadi meningkatkan rasa percaya diri dan  perasaan tenang melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar U$ polusi dan faktor lingkungan yang lain mencegah penuaan dan secara umum membantu seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup (2ofianty @11'!.

"abun didefinisikan sebagai garam dari logam alkali biasanya 2atrium dan alium dari asam lemak rantai panjang. "abun memiliki struktur kimiawi dengan  panjang rantai karbon ,%@ hingga ,%. "abun bersifat ampifilik yaitu pada bagian

kepalanya memiliki gugus hidrofilik (polar! sedangkan pada bagian ekornya memiliki gugus hidrofobik (nonpolar!. 5leh sebab itu dalam fungsinya gugus hidrofobik akan mengikat molekul lemak dan kotoran yang kemudian akan ditarik oleh gugus hidrofilik yang dapat larut di dalam air. "abun terbuat dari garam alkali asam lemak dan dihasilkan menurut reaksi asam basa. 8roses  pembuatan sabun disebut saponifikasi (/epkes =I %&&!. "aponifikasi adalah

(26)

reaksi hidrolisis asam lemak dan basa alkali seperti yang terlihat pada reaksi di  bawah ini;

#ambar %1.%. 8roses saponifikasi (6icks %&'%!.

8ada reaksi di atas bahan baku utama yang dibutuhkan untuk pembuatan sabun adalah minyak hewani atau minyak sayur (minyak 9aitun minyak kelapa dan lain*lain! dan basa alkali yaitu natrium hidroksida untuk pembuatan sabun  padat atau kalium hidroksida untuk pembuatan sabun cair ("chmitt %&&!. =eaksi antara lemak dan alkali menghasilkan sabun dan gliserol. /alam reaksinya tidak  semua alkali bereaksi dengan lemak sehingga terkadang produk sabun bersifat sangat basa. 8enambahan asam misalnya asam sitrat dapat menetralkan kelebihan alkali yang tertinggal selama pembuatan sabun. /alam reaksi pembuatan sabun senyawa gliserol juga terbentuk. #liserol adalah senyawa gliserida yang paling sederhana dengan hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. #liserol  juga berfungsi untuk mengikat minyak (kotoran! karena struktur gliserol

menyerupai struktur molekul minyak ("unsmart %&&'!.

4ormulasi sediaan sabun cair yang digunakan adalah  Menthol Oil, 7sam "tearat Ultra "less 2a,l #liserin 7deps Lanae -7 2ipagin 2ipasol 7>uadest. Menthol Oil  dalam formula ini menggantikan Tea tree esenssential oil  yang tidak tersedia di laboratorium. Minyak atau lemak merupakan bahan dasar  dalam pembuatan sabun dimana asam lemak yang bereaksi dengan basa akan menghasilkan gliserol dan sabun yang dikenal dengan proses saponifikasi (+arel et al. @11&!. 8ada praktikum ini digunakan adeps lanae. 7deps lanae dalam formulasi teknologi banyak digunakan dalam formulasi farmasi topikal dan kosmetik (=owe et al. @11&!. "elain minyak peran dari basa proses pembuatan sabun juga sangat penting dimana basa sebagai agen pereaksi dengan fase minyak 

(27)

sehingga akan terjadi proses saponifikasi. +asa yang digunakan pada praktikum kali ini adalah -7. 8enambahan asam stearat berfungsi sebagai bahan pengental atau pengeras sabun dengan tujuan untuk membentuk sistem dispersi koloid dan meningkatkan viskositas. Untuk dapat mengahsilkan busa digunakan 2a,l dan sebagai surfaktan digunakan ultra sless (sodium lauryl sulfat!. /alam formulasi  juga ditambahkan gliserin untuk meningkatkan transparansi dari sediaan sabun cair. "emakin banyak gliserin yang ditambahkan maka semakin transparan hasil yang diperoleh. /an penambahan a>uades pada akhir praktikum berf ungsi sebagai  pelarut.

Langkah awal pembuatan sabun cair pada praktikum kali ini adalah  penimbangan semua bahan. "etelah semua bahan ditimbang dilarutkan ultra sless dalam air di dalam gelas beker dan diaduk hingga lalu tambahkan 2a,l sampai tercampur rata (adonan %! hingga mendapatkan sabun pasta. "abun pasta yang diperoleh berrwarna putih. emudian dilarutkan asam stearat dengan gliserin dan dipanaskan hingga meleleh pada suhu 01G, setelah itu dimasukkan adeps lanae dan -7 bergantian sambil diaduk hingga tercampur semua (adonan @!. emudian dimasukkan adonan % kedalam adonan @ dan diaduk hingga tercampur  semua. 8ada saat pengadukan tersebut terdapat banyak busa yang muncul hal ini menandakan reaksi saponifikasi antara lemak (adeps lanae! dengan -7 yang ditandai dengan munculnya banyak busa setelah ditambahkan 2a,l yang  berfungsi sebagai pembentuk busa. emudian ditambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur merata. 7donan diangkat dan diamkan  pada suhu ruang. "etelah dingin masukkan menthol oil  kedalam adonan sambil diaduk. emudian campuran didiamkan selama @C jam untuk menghilangkan  busa yang terbentuk selanjutnya sediaan sabun cair dimasukkan kedalam

kemasan yang telah disiapkan sebanyak %11 ml dan diberikan etiket.

"ediaan sabun cair yang telah dibuat kemudian dievaluasi sediaan yang  bertujuan untuk menjaga keamanan dan kualitas sediaan yang telah diproduksi. -valuasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptis homogenitas uji viskositas uji bobot jenis uji tinggi busa dan uji p6.

(28)

Uji evaluasi organoleptis dilakukan menggunakan pengamatan secara langsung mulai dari aromaBbau warna dan tekstur. /ari hasil pengamatan organoleptis terhadap sediaan sabun cair diperoleh aroma khas menthol kemudian sediaan sabun cair tersebut memiliki warna putih susu serta memiliki tekstur yang encer dan agak kental. 7roma khas menthol berasal dari penggunaan bahan essential menthol oil  pada formulasi yang berpengaruh pada aroma (coringen odoris!. :arna putih susu yang dimiliki sediaan sabun cair berasal dari  penggunaan sodium lauryl sulfat dan 2a,l dengan konsentrasi cukup tinggi.

:arna putih susu yang solid karena tidak digunakan agen penghasil warna transaparan pada formulasi seperti gula ataupun alcohol. Menurut "2I standar  sabun cair yang ideal yaitu memiliki bentuk cair serta bau dan warna yang khas ("2I %&&!.

6omogen adalah keseragaman 9at aktif dalam suatu sediaan secara kualitatif. 8engujian homogenitas sabun cair dilakukan dengan cara mengambil sedikit sediaan yang telah dibuat kemudian diletakkan pada sekeping kaca objek. "ediaan kemudian dioleskan dan diratakan pada kaca objek tersebut dan dilihat homogenitasnya. 8ada praktikum ini sediaan yang dibuat memiliki homogenitas yang cukup baik dimana tidak tampak partikel*partikel pada gelas objek atau sediaan sabun cair tersebut tersebar merata.

+obot jenis adalah perbandingan bobot sabun cair dengan bobot air pada volume dan suhu yang sama ("2I %&&!. 8engujian bobot jenis dilakukan untuk  mengetahui pengaruh bahan*bahan yang digunakan dalam formulasi sabun cair  terhadap bobot jenis sabun yang dihasilkan.8enetapan bobot jenis dengan sabun cair dilakukan berdasarkan rumus ;

1 % 1 @ ! ( <enis +obot         − − =  ρ 

8ertama dilakukan dengan menimbang piknometer kosong (:1!. "aat

 penimbangan piknometer kosong piknometer harus benar*benar bersih dan kering agar tidak ada tambahan bobot dari 9at pengotor maupun air yang tersisa saat

(29)

 pencucian karena akan mempengaruh pada sediaan sabun cair yang akan diukur. 6al ini dilakukan dengan mencucinya menggunakan alkohol dan dikeringkan menggunakan tissu. "etelah :1 didapat selanjutnya adalah mengukur :%.

/imana yang dimaksud dengan :% ini adalah bobot piknometer yang diisi dengan

a>uades hingga penuh sempurna. "aat mengukur bobot dari piknometer ini  bagian luar dari piknometer harus benar*benar kering ini dimaksudkan untuk 

mencegah adanya tambahan bobot air yang menempel pada dinding bagian luar   piknometer. Langkah selanjutnya adalah mengukur bobot piknometer yang berisi

sediaan sabun cair (:@!. "etelah sabun cair dimasukkan ke dalam piknometer

maka bagian luar piknometer dikeringkan dan dilakukan penimbangan. 8enimbangan piknometer yang berisi air suling (:%! dan piknometer yang berisi

destilat (:@! ini diulangi sebanyak 3 kali dan kemudian dihitung nilai rata*ratanya

agar diperoleh hasil yang akurat. 8enimbangan % sebagai kontrol penimbangan @ sebagai perbandingan dan penimbangan ketiga sebagai pengoreksi. /ari hasil  pengukuran dan perhitungan maka diperoleh bobot jenis sabun cair adalah %1AC3 gBml. 6al tersebut membuktikan bahwa bobot jenis sabun cair yang dihasilkan telah memenuhi standar "2I yaitu berkisar antara %1%1*%%11 gBml dan mendekati karakteristik sabun cair komersial. 2ilai bobot jenis suatu bahan dipengaruhi oleh bahan penyusunnya dan sifat fisiknya. "uatu bahan dilarutkan ke dalam air dan selanjutnya membentuk suatu larutan maka densitasnya mengalami  perubahan. ebanyakan bahan*bahan seperti gula dan garam menyebabkan  peningkatan densitas tetapi densitas dapat pula turun jika terdapat lemak atau etanol dalam larutan (#aman dan "herington %&&1!. +obot jenis sendiri akan  berbanding lurus dengan viskositas sehingga semakin tinggi bobot jenis maka

viskositas akan semakin meningkat (Martin et al. %&&3!.

/erajat keasaman atau p6 merupakan salah satu syarat mutu sabun cair. 6al tersebut karena sabun cair kontak langsung dengan kulit dan dapat menimbulkan masalah apabila p6*nya tidak sesuai dengan p6 kulit. "ediaan sabun cair yang dibuat kali ini diperuntukkan untuk pemakaian pada wajah sehinga sedapat mungkin tidak terlalu basa karena kulit wajah yang sensitive. Maka dari itu tidak digunakan 2a56 ataupun 56 yang bersifat basa dan

(30)

 biasanya digunakan untuk menghasilkan reaksi saponifikasi dengan lemak atau minyak atau detergen sintetis. Untuk menggantikan peran bahan yang bersifat  basa tersebut digunakan riethanolamine (-7! yang dapat berfungsi sebagai al!alizing agent . "ediaan sabun cair yang telah dibuat kemudian dilakukan  pengukuran p6 dengan menggunakann alat p6 meter yang telah dikalibrasi dengan menggunakan larutan dengan p6 C dan 0 untuk memastikan alat dapat mengukur larutan uji dengan baik. /iperoleh p6 sediaan sabun cair adalah & nilai p6 sediaan ini sudah cukup memenuhi persyaratan terkait dengan adanya resiko iritasi dengan kulit wajah yaitu dengan memiliki p6 mendekati p6 netral.

$iskositas suatu cairan merupakan ukuran resistensi 9at cair untuk  mengalir. "emakin besar resistensi suatu 9at cair maka semakin besar pula viskositasnya (7nsel @11A!. 7lat yang digunakan adalah viskometer  "roo!field  tipe /$*- yang dilengkapi dengan spindle yang akan berputar sesuai dengan kecepatan rpm yang telah diatur. "pindel sebagai pengukur kekentalan larutan yang berbeda*beda untuk tiap jenis larutan. 8emilihan spindel dilakukan dengan dua cara yaitu menyesuaikan dengan petunjuk literatur yang tersedia dan apabila tidak diperoleh literatur yang dapat digunakan sebagai acuan maka digunakan cara coba*coba atau eksperimental. "pindel yang digunakan berbanding terbalik  dengan viskositas dari sampel yang digunakan. $iskositas sampel yang tinggi  pengukuran dilakukan dengan spindel dengan ukuran kecil begitu juga sebaliknya. 8ada praktikum ini  spindel  yang digunakan yaitu spindel nomor 1@ karena sample yang dipakai berbentuk cair sehingga dengan ukuran spindel yang cukup besar dapat memberikan perhitungan yang valid. "elain itu spindel yang tepat ditunjukkan dengan )efisiensi yang berada dalam rentang %1*&1). "etelah melalukan pengukuran spindel diperoleh efisiensi spindel nomor 13 memberikan efisiensi tertinggi. 8engujian viskositas ini dilakukan untuk mengetahui kemudahan penuangan atau pemakaian sabun cair tersebut. arena diharapkan sabun cair yang dibuat memiliki viskositas yang tidak terlalu kecil dan tidak  terlalu besar hal ini terakit dengan estetika dan tingkat akseptibilitas pengguna. 8ada pengukuran cairan sampel digunakan variasi kecepatan pengukuran yaitu %1

(31)

tersebut diperoleh data*data mengenai uji viskositas tersebut. /ata*data tersebut digunakan juga sebagai data untuk mengetahui pengaruh kecepatan geser terha dap viskositas serta sifat aliran dari sediaan itu sendiri. +erikut kurva hubungan antara kecepatan geser dan tekanan geser;

@11 311 C11 A11 11 011 '11 &11 %111 1 @1 C1 1 '1 %11 %@1

K6=& H')&)

T+,&)&) G+-+6 =- K+?+&4&) G+-+6

S9+&6.) -46+-- (F@A R&4+  -9+&6 (6 1 @1 C1 1 '1 %11 %@1 1 A11 %111 %A11 @111 @A11 3111 3A11

K6=& H')&)

V.-,-.4&- =- K+?+&4&) G+-+6

R&4+  -9+&6 (6 V.-,-.4&- (?P

(32)

<ika dilihat dari bentuk kurva diatas sediaan sabun cair tersebut mengikuti aliran  pseudoplastik. 7liran pseudoplastik ini menunjukkan viskositas sediaan akan dipengaruhi oleh kecepatan geser dimana peningkatan kecepatan geser akan mengakibatkan penurunan viskositas dari cairan tersebut. "elain itu ciri khas dari aliran pseudoplastik ini sendiri akan berkaitan dengan hubungan kecepatan geser  dan tekanan geser. 6ubungan kecepatan geser dan tekanan geser pada aliran ini adalah berbanding lurus dimana naiknya nilai kecepatan geser akan meningkatkan nilai tekanan geser pada kecepatan geser berikutnya. 8ada keadaan diam sistem pada sediaan akan membentuk gel atau agak mengental dan bila diberi tekanan geser gel akan berubah menjadi sol (Martin et al . %&&3!. 6al ini sesuai dengan sifat sabun yaitu memiliki bagian hidrofilik yang akan kontak air  dan hidrofobik yang akan kontak dengan minyak sabun juga dapat membentuk  struktur 3 dimensi berupa misel jika tersuspensi didalam air misel merupakan segerombol (A1*%A1! moekul yang rantai hidrokarbonnya mengelompok dengan ujung ionnya yang menghadap ke air (4essenden and 4essenden %&'&!.

Uji yang dilakukan berikutnya yaitu uji tinggi busa dan kestabilan busa yang dilakukan dengan cara mencampur sabun cair dengan a>uadest atau air  sadah serta diperhatikan busa yang terbentuk. 8ada penggunaannya busa  berperan dalam proses pembersihan dan melimpahkan wangi sabun pada kulit sehingga banyaknya busa terkadang dijadikan penilaian terhadap konsumen. 7danya senyawa tidak jenuh (asam lemak tidak jenuh! dalam campuran minyak  akan mempengaruhi kestabilan busa yang terbentuk (6ernani dkk. @1%1!. 8ada uji ini dilakukan dengan menggunakan sabun cair yang telah dibuat dan sabun cair (pembanding! serta dengan adanya penambahan a>uadest dan air sadah. etika uji menggunakan a>uadest akan menghasilkan tinggi busa yang lebih tinggi daripada ketika uji menggunakan air sadah. 6al ini disebabkan oleh karakteristik dari air sadah itu sendiri dimana air sadah memiliki ion*ion ,a@R dan Mg@R yang dapat berikatan dengan komponen sabun sehingga menghasilkan

endapan atau adanya proses presipitasi dan akan mencegah dihasilkannya busa  berlebih (6ernani dkk. @1%1!. "tabilitas busa pada sediaan sabun cair yang dibuat

(33)

digunakan bahan sodium lauryl sulfat dengan konsentrasi yang cukup tinggi. riteria stabilitas busa yang baik yaitu apabila dalam waktu %A menit diperoleh kisaran stabilitas busa antara 1*01) (6ernani dkk. @1%1!. <ika dibandingkan dengan sabun cair pembanding O"unlightP tinggi dan stabilitas busa pada sabun cair ini lebih baik daripada sabun cair yang telah dibuat.

<I% KESIMPULAN

a. 4ormulasi "abun ,air 

 Menthol Oil %@A gram

7sam "tearat @A gram Ultra "less @' gram

 2a,l %0 gram

#liserin 10 gram

7deps Lanae 1A gram

-7 1%Agram

 2ipagin 1%' gram

 2ipasol 11@ gram

7>uadest hingga %11 gram

'% 8engolahan menthol oil  menjadi sabun cair dengan mencampurkan menthol  oil pada campuran adonan % (dilarutkan ultra sless dalam air di dalam gelas  beker dan diaduk hingga lalu tambahkan 2a,l! dan adonan @ (dilarutkan

asam stearat dengan gliserin dan dipanaskan hingga meleleh pada suhu 01G, setelah itu dimasukkan adeps lanae dan -7 bergantian sambil diaduk hingga tercampur semua!.

c. 6asil evaluasi sediaan sabun cair;

8engamatan organoleptis terhadap sediaan sabun cair diperoleh aroma khas menthol kemudian sediaan sabun cair tersebut memiliki warna putih susu serta memiliki tekstur yang encer dan agak kental. 6omogenitas yang cukup  baik. +obot jenis sabun cair adalah %1AC3 gBml. p6 sediaan sabun cair 

adalah &. 6asil uji viskositar menunjukan sediaan sabun cair tersebut mengikuti aliran pseudoplastik. inggi dan stabilitas busa pada sabun cair  lebih baik jika dibandingkan dengan sabun cair pembanding O"unlightP.

(34)

DAFTAR PUSTAKA

7nggraini /. ". =. :iwik dan M. Masril. @1%@. 4ormulasi "abun ,air dari -kstrak +atang 2anas ( Ananas comosus. L! untuk Mengatasi <amur  #andida albicans. $urnal %enelitan Farmasi &ndonesia. $ol.%(%!; 31*33. 7nsel 6. ,. @11A. %engantar "entu! 'ediaan Farmasi. -disi eempat. <akarta;

UI*8ress.

7le?ander < "hirrton "wern / 2orris 47 and Maihl 4 %&C. O "aile(s  &ndustrial Oil and Fat %roduct P. hird -dition. 2ew Qork; <ohn :iley S

"ons.

+arel 7.5. 8aye M. dan Maibach 6.I. @11&.  *andboo! of #osmetic 'cience and Technolog( 3rdedition. Informa 6ealthcare U"7 Inc. 2ew Qork. ,arson ,. 4. . 7. 6ammer. . $. =iley. @11.  Melaleuca alternifolia (ea ree!

5il; a =eview of 7ntimicrobial and 5ther Medicinal 8roperties. #linical   Microbiolog( +evies. %&;A1*@

/epkes =I. %&0&.  Farma!ope &ndonesia -disi etiga. <akarta; /epartemen esehatan =epublik Indonesia.

/epkes =I. %&&A.  Farma!ope &ndonesia. -disi I$. <akarta; /epartemen esehatan =epublik Indonesia.

/epkes =I. %&&. Mutu dan #ara -i 'abun Mandi . <akarta; /irektorat <enderal 8engawasan 5bat dan Makanan.

4ebriyenti L. I. "ari dan =. 2ofita. @1%C. 4ormulasi "abun ransparan Mintak  Qlang*Qlang dan Uji -fektivitas terhadap +akteri 8enyebab <erawat.

(35)

4essenden =. <. and <. ". 4essenden. %&'&.  0imia Organi! . -disi etiga. <akarta; 8enerbit -rlangga.

#aman 8. M. and . +. "herrington. %&&1. The 'cience of Food . 3rd  -dition. 5?ford; 8ergamon 8ress.

6ernani . . +unasor dan 4itrianti. @1%1. 4ormula "abun ransparan 7ntijamur  dengan +ahan 7ktif -kstrak Lengkuas ( Alpinia galanga L. "wart9!.  "ulletin 1itro. $ol. @%(@!;%&@*@1A.

Ichsani 2. 2. @1%. 4ormulasi "ediaan "abun :ajah Minyak 7tsiri emangi (Ocimum basilicum L.! dengan ombinasi "odium Lauril "ulfat dan #liserin serta Uji 7ntibakteri terhadap 'taph(loccocus epidermidis. '!ripsi. "urakarta; Universitas Muhammadiyah "urakarta.

etaren ". (%&&!.  %engantar Te!nologi Min(a! dan 1ema! %angan. <akarta; Universitas Indonesia.

Levenspiel 5. %&0@. #hemical +eaction 2ngineering . "econd -dition. 2ew Qork; <ohn :iley S "ons Inc.

Martin 7. <. "warbrick and 7. ,ammarata. %&&3.  Farmasi Fisi!3 4asar54asar   Fisi! dalam &lmu Farmaseti! . -disi etiga. <akarta; UI*8ress.

 2ofianty . @11'. 8engaruh 4ormulasi "ediaan Losio erhadap -fektifitas Minyak +uah Merah "ebagai abir "urya /ibandingkan erhadap "ediaan abir "urya Qang Mengandung 5ktinoksat. '!ripsi. /epok; 4MI87 UI.

 2urama dan "uhartiningsih Q. @1%C. 8engaruh 8enambahan "ari +elimbing :uluh erhadap "ifat 4isik "ediaan "abun :ajah +erbentuk ,air. e5  $ournal . $ol. 3(%!; @A%*@A&.

=owe =.,. 8. <. "heskey M. -. Tuinn. @11&.  *andboo! of %harmaceutical   2xcipients. "i?th -dition. 8harmaceutical 8ress; U"7.

"chmitt :. 6. %&&. '!in #are %roducts. London; +lackie 7cademe and 8rofessional.

"2I. %&&. 'tandar Mutu 'abun Mandi #air . <akarta; /ewan "tandarisasi  2asional.

"unsmart. %&&'. Anatom( of The '!in. 2ew Qork; <. ,osmetics and oiletries "un"mart Inc.

yler $.-. =.+. Lynn and <.-. =obbers. %&''.  %harmacognos(.  8hiladelphia; Lea and 4ebiger 

(36)

$ickery. M.L. and +. $ickery. %&'%. 'econdar( %lant Metabolism. London; he Mac Millan 8ress. Ltd.

$irmani 5.8. 7nd ".,. /atta ".,. %&01. 5il of  Mentha piperita. he 4lavour IndustriE 8.%%%*%%3.

:asitaatmadja ". %&&0.  %enuntun &lmu 0osmeti! Medi! . <akarta; 8enerbit Universitas Indonesia.

:65. @1%. *O Monographs on 'elected Medicinal %lants 5 6olume 7. http388apps.ho.int8medicinedocs8en8d8$s9:7;e8<;.html. /iakses %0*1@* @1%0

(37)
(38)

#ambar %. 8roses pembuatan "abun #ambar 3. Uji +obot <enis #ambar A. Uji "tabilitas +usa

#ambar @. Uji 6omogenitas

#ambar C. Uji $iskositas #ambar . Uji p6

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian ini : (1) dihasilkan produk komik sains sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMP/MTsuntuk siswa kelas VII, 2) kualitas produk

• Bahwa saksi mengetahui pemohon dan termohon adalah suami istri yang telah menikah sekitar bulan Desember 2006 di Kabupaten Lombok Barat karena saksi turut

Dalam Peraturan Bapepam Nomor IX.D.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu diatur mengenai jenis-jenis risiko

Landak Kalimantan Barat Bidang Usaha Perkebunan 085752572584 DINAS KAB.. Landak Kalimantan Barat Bidang Usaha Pertanian 081348690729

(cenderung baik), sedangkan hasil wawancara karyawan merasakan ketidakpuasaan dalam bekerja atau dengan kata lain karyawan melakukan fakingood dengan pemikiran bahwa

Dari 9 fraksi gabungan terlihat pada hasil KLT yang telah disemprot dengan reagen anisaldehid perubahan warna menjadi keunguan yang menandakan Fg 2 termasuk

Pembangunan Kebudayaan tercakup dalam pembangunan bidang sosial budaya dan kehidupan beragama yang berkaitan erat dengan pengembangan kualitas hidup

Sebaliknja : kalau anak-anak kita dapat kita didik sebagai anak-anak bangsa kita, agar bangoenan rochnja bersifat nasion21, dan merka itoe da- pat kembali dan pegang cultuur