Chap 4:
Penerapan
Ensembel Kanonik Klasik
1. Paramagnetism (non fluida)
Paramagentism
Model lain yang akan ditinjau adalah model dipol magnet
yang dapat berputar bebas dibawah pengaruh medan
luar π΅. Energi potensial sebuah dipol magnet dengan
momen dipol π dibawah pengaruh medan eskternal π©
adalah : π
π= βπ
π. π©. Misalkan medan luar berarah Z,
sehingga :
π
π= βππ΅ cos π
πDengan π
πadalah sudut antara vector momen dipol dengan
sumbu Z.
Fungsi partisi kanonik klasik berarti dilakukan integrasi
diseluruh kemungkinan orientasi arah dipol, yaitu sudut
ruang Ξ© (π, π).
Fungsi Partisi Kanonik 1 Dipol
Definisi sudut ruang, tinjau elemen luas ππ΄ dipermukan bola
berjarisin π ππ cos π ππ-jari r:
ππ΄ = π
2Sudut ruang πΞ© didefinisikan sebagai : ππ΄ = π
2πΞ©, sehingga
jelas: πΞ© = sin π ππ cos π ππ
Dengan demikian ungkapan fungsi partisi sebuah dipol adalah :
π
1= ΰΆ± π
βπ½πππΞ© = ΰΆ±
0 2πΰΆ±
0 ππ
ππ½π΅ πππ πsin π ππ cos π ππ
π
1= 2π ΰΆ±
0 ππ
ππ½π΅πππ πsin π ππ
Fungsi Partisi Kanonik N Dipol
Integral terakhir dapat dilakukan dengan mudah melalui
subsitusi : π₯ = cos π, sehingga:
π
1= 2π ΰΆ±
β1 1
π
ππ½π΅π₯ππ₯ =
4π
ππ½π΅
sinh(ππ½π΅)
Misal terdapat N dipol magnet yang tidak saling berinteraksi,
maka fungsi partisi sistemnya adalah:
π
π= ΰΆ± π
βπ½π1πΞ©
1
β¦ ΰΆ± π
βπ½πππΞ©
N=
ΰΆ± π
βπ½πππΞ©
i πAtau
Momen Dipol Magnet Rata-rata
Momen dipol magnet rata-rata:
< ππ§> = Χ¬0 π ππ§ πππ½π΅πππ π sin π ππ Χ¬0π πππ½π΅πππ π sin π ππ = π Χ¬0π cos π πππ½π΅πππ π sin π ππ Χ¬0π πππ½π΅πππ π sin π ππ Dengan π1 = 2π ΰΆ± 0 π πππ½π΅πππ π sin π ππ Maka: ππ1 ππ΅ = 2πππ½ ΰΆ± 0 π cos π πππ½π΅πππ π sin π ππ
Momen Dipol Magnet Rata-rata
Sehingga: < ππ§ > = 1 π½ ππ1 ππ΅ π1 = 1 π½ π ln π1 ππ΅ < ππ§ > = π coth ππ΅ ππ β ππ ππ΅ Fungsi : π π₯ = coth π₯ β 1 π₯ Dikenal sebagai fungsi Langevin.Total momen dipol rata-ratanya (dalam arah z) :
< π·π§ > = π < ππ§ > < π·π§ > = π NkT ln π1
ππ΅ = β ππ΄ ππ΅ Serupa dengan hubungan P dengan V:
π = βππ΄ ππ
Hukum Curie untuk Paramagnet
Momen dipol magnet total rata-rata
< π·
π§> = ππ coth π₯ β
1
π₯
= πππΏ(π₯)
Dengan π₯ = π½ππ΅ =
ππ΅ππ
. Untuk kasus x kecil (misal T tinggi) maka :
coth π₯ =
1 π₯+
π₯ 3β
π₯3 45+ β―
Sehingga:
< π·
π§> β
ππ
2π΅
3ππ
Definisi susceptibilitas magnetic:
π
π= lim
π»β0π < π·
π§>
ππ΅
=
πΆ
π
πΆ =
ππ
23π
Dikenal sebagai hokum Curie.
Entropi dan Energi
Entropi diberikan oleh :
π = β
ππ΄
ππ
= ππ ln
4π sinh π₯
π₯
β
πππ΅
π
πΏ(π₯)
Melalui hubungan π΄ = π β ππ maka energi U dapat dihitung:
π = π΄ + ππ =βΊ π·
π§> π΅
Dengan < π·
π§> = ππ πΏ(π₯). Kapasitas kalor bias diperoleh:
πΆ
π»=
ππα
ππ π΅,π=
ππ ππ₯ ππ₯ ππ=
ππ π΅1 β π₯
2/ sinh
2π₯
Dapat dibuktikan :
π β β maka π β 0 πΆ
π»β 0
Osilator Harmonik Kuantum
β’ Tinjau SEBUAH osilator harmonis versi kuantum dengan energi yang diskrit
ππ = βπ π + 1
2 π = 0,1,2, β¦ .
β’ Fungsi Rapat keadaan ruang fasa kanonik klasik untuk 1 partikel diberikan oleh : π π, π = πβ π½π» π,π π1 π,π π1 = 1 β ΰΆ± π 3ππ3π πβπ½π»(π,π)
Karena energi osilator harmonis versi kuantum hanya bergantung indeks diskrit dan bukannya koordinat (q,p) maka perlu dilakukan penyesuaian fungsi rapat ruang fasa tsb menjadi:
Probabilitas
ππ = π βπ½ππ Οπ=1πβπ½ππ = πβπ½ππ π1β’ Pengertian ππ: probabilitas menemukan 1 osilator harmonis memiliki status keadaan n dengan energi ππ
β’ π1 adalah fungsi partisi kanonik 1 osilator harmonis
β’ Jika system terdiri dari N osilator harmonis yang tidak saling
berinteraksi, maka energi total system :
πΈ{π1, π2, β¦ } = ΰ·
π=1
πππ
β’ Karena tidak saling berinteraksi, maka pada dasarnya setiap osilator harmonis menempati salah satu dari status keadaan kuantum
Fungsi Partisi Kanonik (semi kuantum)
Misalkan system N osilator harmonis tsb terbedakan, maka fungsi
partisi sistemnya merupakan jumlahan seluruh keadaan yang mungkin dari status keadaan N osilator tsb:
π π, π, π = ΰ· π1=0 β ΰ· π2 β¦ ΰ· ππ πβπ½ Οπ=1π πππ
β’ Fungsi ini bias disederhanakan karena osilator tidak saling
berinteraksi, sehingga penjumlahan terhadap masing-masing indeks ππ saling bebas: π π, π, π = ΰ· π1=0 β πβπ½ππ1 β¦ . ΰ· ππ=0 β πβπ½πππ = ΰ· π=0 β πβπ½ππ π
Osilator Harmonik Tak Berinteraksi
Jadi jika π1 adalah fungsi partisi 1 osilator, maka π π, π, π = π1π
β’ Berbagai hubungan thermodinamika diperoleh seperti biasa melalui fungsi energi bebas Helmhotz:
π΄ = βππ ln π π, π, π = βπππ ln π1 Kita hitung dulu π1
π1 = ΰ· π=0 πβπ½ππ = ΰ· π=0 πβπ½βπ π+12 = πβ π½βπ 2 1 1 β πβπ½βπ π1 = 1 ππ½βπ2 β πβ π½βπ 2 = 1 2 sinh π½βπ 2 β1
Energi Bebas Helmhotz
Maka :
π΄ = βπππ ln π
1= βπππ ln π
βπ½βπ21
1 β π
βπ½βπ= π
βπ
2
+ ππ ln(1 β π
βπ½βπ)
Atau menggunakan :
π΄ = πππ ln 2 sinh
π½βπ
2
Suku
βπTekanan, Entropi dan Energi
Berbagai hubungan thermodinamika bias diperoleh: π = β ππ΄
ππ = 0
Tekanan NOL sebab osilator tidak memiliki energi translasional untuk menimbulkan tekanan. Entropi diperoleh dari:
π = βππ΄ ππ = 0 π = ππ βπ ππ 1 ππ½βπ β 1 β ln 1 β π βπ½βπ
Energi dalam dapat dihitung dari A=U-TS π = πβπ 1
2 +
1
Alternatif : Perhitungan Energi
Energi dalam dapat juga dihitung melalui:
π = β
π ln π
πππ½
= βπ
π ln π
1ππ½
= π
π
ππ½
ln 2 sinh
π½βπ
2
π = π
1
sinh
π½βπ
2
βπ
2
cosh
π½βπ
2
π = π
βπ
2
cot
π½βπ
2
= π
βπ
2
π
π½βπ2+ π
β π½βπ 2π
π½βπ2β π
β π½βπ 2Sedikit aljabar ...
Energi
π₯ + 1/π₯ π₯ β 1/π₯ = π₯2 + 1 π₯2 β 1 = 1 + 2 π₯2 β 1 Dengan π₯ = π π½βπ 2 , maka : ππ½βπ2 + πβ π½βπ 2 ππ½βπ2 β πβ π½βπ 2 = 1 + 2 ππ½βπ β 1 Sehingga: π = π βπ 2 1 + 2 ππ½βπ β 1 = π βπ 2 + βπ ππ½βπ β 1Hasil yang serupa dengan sebelumnya . Suku di dalam (...) adalah energi rata-rata 1 osilator harmonis.
Rata-rata Bilangan Kuantum
< π > =
βπ
2
+
βπ
π
π½βπβ 1
= βπ
1
2
+< π >
Dengan
< π > =
1
π
π½βπβ 1
Adalah rata-rata bilangan kuantum n, yaitu tingkat eksitasi
rata-rata osilator pada temperature T. Hasil ini akan tetap
benar ketika dipakai perumusan mekanika statistika kuantum!
Hal lain adalah tidak berlakunya prinsip ekipartisi energi disini
(telah diturunkan untuk osilator harmonis klasik U=NkT)
Limit Klasik Energi
Pada suhu tinggi (π½ β 0), maka : < π > = 1 ππ½βπ β 1 β 1 1 + π½βπ + 12 π½βπ 2 + β― . β1 = 1 π½βπ 1 1 + 12 π½βπ + β― β 1 π½βπ 1 β 1 2 π½βπ + β― Sehingga energi system :
π β πβπ 1 2 + 1 π½βπ 1 β 1 2 π½βπ + β― β π π½ = πππ
Jadi pada suhu tinggi kita berhasil menunjukkan bahwa energi total system kembali ke system klasik.
Perbandingan : Klasik, Planck,
Schrodinger
Pada suhu rendah (π½ β β), terjadi
deviasi terbesar dari pendekatan klasik: < π > = 1
ππ½βπ β 1 β 0 Sehingga energi system :
π β πβπ 1
2 + β― β π 1 2βπ Jadi pada suhu rendah energi relative konstan thd T nilainya mendekati zero point energy.
Planck pertama kali mengajukan model energi diskrit untuk osilator harmonis, tanpa zero point energy:
ππ = βπ Kurva 1: mekanika kuantumKurva 2: klasik
Rapat Keadaan dan Degenerasi
Dalam perumusan ensemble kanonik klasik, fungsi rapat
keadaan (DOS) diberikan oleh π(πΈ) sbb:
π π, π, π = ΰΆ± π πΈ π
βπ½π»{π,π}π
3πππ
3ππ
Ketika energi system diskrit, maka ungkapan rapat
keadaannya menjadi π
π:
π π, π, π = ΰ·
π
π
ππ
βπ½πΈπDan sekarang π
πdikenal sebagai degenerasi tingkat energi
πΈ
πtersebut.
Energi Total Sistem
Sedangkan πΈπ menyatakan energi total system tsb untuk suatu distribusi bilangan kuantum {ππ} di antara N osilator harmonis tsb. Untuk masing-masing bilangan kuantum, maka osilator harmonis terkait akan memiliki energi sebesar:
πππ = βπ ππ + 1
2 ππ = 0,1,2, . . Sehingga total energi yang terjadi adalah :
πΈ{ππ} = ΰ· {ππ} π_ππ = βπ ΰ· {ππ} ππ + 1 2
Penjumlahan tsb dilakukan terhadap i=1,2,3,...N. Sehingga suku kedua di atas akan menghasilkan (π
Energi Total Sistem & Degenerasi
Persoalan diatas dapat ditinjau dari sudut yg berbeda.
Selang terkecil nilai-nilai energi total adalah βπ, sehingga
energi total yang mungkin terjadi bisa dituliskan sebagai :
πΈ
π= βπ ΰ·
π=0
π +
π
2
Suku kedua berasal dari penjumlahan zero point energy
tiap osilator. Maka sekarang persoalan menjadi untuk tiap
nilai energi πΈ
πdihasilkan oleh karena ada kuanta energi
βπ sebanyak n buah, ada berapa cara mendistribusikan
kuanta energi tsb di antara N osilator harmonis!
Rapat Keadaan dan Degenerasi
Persoalan menghitung degenerasi ini dapat dirumuskan
sbb:
βDiberikan n buah bola identik (indistuishable) untuk di
distribusikan kepada N buah kotak (distinguishable), satu
kotak boleh tidak berisi atau berisi sampai semua bola.
Carilah semua kombinasi berbeda untuk mendistribusikan
hal tsbβ
1 2 3 n
Kotak ke 1 2 3 4 5 6=N Partisi ke 1 2 3 4 5
Rapat Keadaan dan Degenerasi
Persoalan tsb dapat dipandang sebagai kita memiliki n buah obyek dan (N-1) partisi (ekivalen dengan N buah kotak!). Berapa banyak cara
berbeda mendistribusi n buah indistinguishable obyek tsb dan (N-1) partisi. Berarti total cara mendistribusikannya ada sebanya (n+N-1)!. Akan tetapi karena baik obyek maupun partisi masing-masing identic (indistinguishable), maka permutasi diantara masing-masing jenis obyek tsb tidak menghasilkan keadaan/konfigurasi baru! Sehingga banyak cara mendistribusikannya menjadi :
ππ = π + π β 1 ! π! π β 1 ! =
π + π β 1 π
Terakhir digunakan notasi kombinasi!
1 2 3 n
Kotak ke 1 2 3 4 5 6=N Partisi ke 1 2 3 4 5
Degenerasi & Banyak Keadaan
Degenerasi ini terkait dengan jumlah status keadaan microstate Ξ© πΈπ, π yg memiliki energi tertentu (mikrokanonik), jadi
Ξ© πΈπ, π = ππ = π + π β 1 π
Mengetahui ini maka dapat dihitung entropi dari system ini : π = π ln Ξ© πΈπ, π
π = π ln π + π β 1 ! β ln π! β ln π β 1 ! Dengan bantuan aproksimasi Stirling untuk N,n besar, maka :
π β π π + π ln π + π β ππ ln π β ππ ln π
Selanjutnya ungkapan energi total masuk melalui substitusi variable n: π = πΈ
βπ β π
Entropi & Energi
Akan diperoleh ungkapan entropi S sebagai fungsi energi
total system E:
π = π πΈ βπ + π 2 ln πΈ βπ + π 2 β π πΈ βπ β π 2 ln πΈ βπ β π 2 β ππ ln πSeperti biasa hubungan thermodinamika dapat dicari melalui entropi, misalnya: 1 π = ππ ππΈ π,π = π βπ ln πΈ + π2 βπ πΈ β π2 βπ Atau: πΈ = π 2 βπ exp{π½βπ} + 1 exp{π½βπ} β 1
Gas dengan derajat kebebasan dalam
β’ Dalam model gas ideal, massa dianggap titik saja.
Padahal pada kenyataannya terdiri dari molekul yang
memiliki gerak internal selain translasi molekul, seperti
vibrasi atom-atomnya ataupun rotasi.
β’ Misalkan Hamiltonian sebuah molekul terdiri atas sbb:
β’ π» = π»
π‘πππππ, π + π»
πππ‘π
π, πΏ
π+ π»
π£ππ(π
π, π
π)
β’ Suku π»
π‘ππππ: translasi pusat massa molekul
β’ Suku π»
πππ‘: rotasi molekul yg merupakan fungsi
sudut-sudut Euler (π = (π, π, π)
β’ Suku π»
π£ππbergantung pada posisi relative thd PM dan
kecepatan getar dalam koordinat normal.
Komponen Fungsi Partisi Kanonik
β’ Ketiga Hamiltonian tsb saling bebas, sehingga fungsi partisi kanonik 1 partikelnya dapat dinyatakan sbg:
π1 = ππ‘ππππ ππππ‘ππ£ππ ππ‘ππππ = 1 β3 ΰΆ± π 3ππ3π π βπ½π»π‘ππππ ππππ‘ = 1 β3 ΰΆ± π 3ππ3π π π βπ½π»πππ‘ ππ£ππ = 1 βπ ΰΆ± π πππππ π βπ½π»π£ππ
Translasi Pusat Massa
β’ Fungsi partisi kanonik untuk gerak translasi
pusat massa sudah dipecahkan untuk gas ideal
monoatomic:
π»
π‘ππππ
=
π
2
2π
π
π‘ππππ
=
1
β
3
ΰΆ± π
3
ππ
3
π π
β
π½π
22π
=
π
π
3
π = β/ 2ππππ
Rotasi
β’ Hamiltonian planar rotator π»πππ‘ = ππ 2 2πΌ1 + ππ2 2πΌ3 + ππ β ππ cos π 2 2πΌ1 sin2 π
Sudut-sudut tsb memiliki nilai sbb: π β 0, π , π β 0,2π , π β 0,2π
Fungsi partisi kanoniknya adalah: ππππ‘ = 1 β3 ΰΆ± ΰΆ± ππππππ ππππππππ exp βπ½ ππ2 2πΌ1 + ππ2 2πΌ3 + ππ β ππ cos π 2 2πΌ1 sin2 π
Integrand tidak bergantung π dan π, sehingga: ππππ‘ = 2π 2 β3 ΰΆ± ΰΆ± ππ ππππππππ exp βπ½ ππ2 2πΌ1 + ππ2 2πΌ3 + ππ β ππ cos π 2 2πΌ1 sin2 π