• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN IHK/INFLASI KOTA MANADO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 Bulan April 2017, dari total 82 kota IHK di Indonesia, 53 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi.

 Kota Manado pada bulan April 2017 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen, inflasi tahun kalender sebesar 2,49 persen dan inflasi “year on year” sebesar 4,83 persen.

 Deflasi di Kota Manado pada bulan April 2017 terjadi karena adanya penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan yaitu sebesar 1,04 persen dan kelompok Kesehatan sebesar 0,11 persen, dan juga adanya kenaikan indeks pada 4 (empat) kelompok pengeluaran yaitu kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,77 persen, kelompok Transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen, kelompok Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,03 persen, dan kelompok Sandang sebesar 0,01 persen. Sedangankan untuk kelompok Pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

 Penyumbang/andil Deflasi terbesar di Kota Manado pada bulan April 2017 yaitu cabai rawit sebesar 0,2471 persen, sedangkan penyumbang inflasi terbesar adalah tomat sayur sebesar 0,2315 persen.

No. 26/4/71/Th.XI, 2 Mei 2017

P

ERKEMBANGAN

I

HK

/I

NFLASI KOTA MANADO

APRIL 2017 KOTA MANADO MENGALAMI DEFLASI SEBESAR 0,02 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan April 2017 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Kota Manado mengalami deflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,79 pada bulan Maret 2017 menjadi 128,77 pada bulan April 2017. Sampai dengan bulan April 2017 ini, inflasi tahun kalender (April 2017 terhadap Desember 2016) sebesar 2,49. Inflasi “year on year” (April 2017 terhadap April 2016) yaitu sebesar 4,83 persen.

Deflasi di Kota Manado pada bulan April 2017 terjadi karena adanya penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan yaitu sebesar 1,04 persen dan kelompok Kesehatan sebesar 0,11 persen, dan juga adanya kenaikan indeks pada 4 (empat) kelompok pengeluaran yaitu kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,77 persen, kelompok Transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen, kelompok Makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,03 persen, dan kelompok Sandang sebesar 0,01 persen. Sedangankan untuk kelompok Pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.

(2)

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, jeruk nipis/limau, tindarung, lemon, mujair, pasta gigi, telur ayam ras, beras dan lain-lain. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tomat sayur, tarif listrik, cakalang/sisik, tarif pulsa ponsel, apel, minyak goreng, semangka, pisang, seng, mie dan lain-lain.

Andil inflasi masing-masing kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,2554 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,006 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,2157 persen; kelompok sandang sebesar 0,0004 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,0045 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,022 persen.

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Manado April 2017, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kota Kelompok/Sub kelompok

IHK April 2016 IHK Desember 2016 IHK Maret 2017 IHK April 2017 % perub thd Maret 2017 Tahun Kalender Y o Y MANADO U M U M / T O T A L 122.84 125.64 128.79 128.77 -0.02 2.49 4.83 MANADO BAHAN MAKANAN 141.13 144.74 153.32 151.73 -1.04 4.83 7.51 MANADO MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 113.48 114.95 115.39 115.43 0.03 0.42 1.72 MANADO PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 119.37 121.51 123.83 124.78 0.77 2.69 4.53 MANADO SANDANG 108.33 109.46 110.75 110.76 0.01 1.19 2.24 MANADO KESEHATAN 110.18 115.34 117.31 117.18 -0.11 1.60 6.35 MANADO PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 113.4 114.37 114.72 114.72 0.00 0.31 1.16 MANADO TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 129.44 134.76 137.61 137.80 0.14 2.26 6.46

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Manado (2012=100) April 2016 – April 2017

Gambar 2

Inflasi Kota Manado (2012=100) Tahun 2013 – 2017 105.00 110.00 115.00 120.00 125.00 130.00 135.00 140.00 145.00 150.00 155.00 160.00

Apr 16 Mei 16 Juni 16 Juli 16 Agust 16 Sept 16 Okt 16 Nov 16 Des 16 Jan 17 Feb-17 Mar-17 Apr-17

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des 2013 -0.49 1.30 1.52 -0.56 -0.15 0.21 3.96 2.27 -2.10 -1.10 0.44 2.69 2014 1.06 -0.23 0.31 0.30 -0.15 0.67 0.85 -0.26 -0.03 1.42 1.56 3.83 2015 -0.71 -0.20 0.50 0.06 0.95 0.49 1.03 -0.53 0.62 1.49 -0.01 1.74 2016 -0.18 -0.82 -0.03 -0.87 0.14 1.06 0.84 -0.38 -0.68 0.01 2.86 -1.52 2017 1.10 1.16 0.23 -0.02 -2.5 -2 -1.5 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5

(4)

Gambar 3

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Manado April 2017 (2012=100)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada April 2017 mengalami inflasi sebesar -1,04 persen atau terjadi penurunan indeks dari 153,32 pada Maret 2017 menjadi 151,73 pada April 2017. Penurunan indeks/deflasi yang dimaksud terlihat pada sub kelompok Bumbu-bumbuan sebesar 13,12 persen, sub kelompok Ikan diawetkan sebesar 1,58 persen, sub kelompok Ikan segar sebesar 1.00 persen, sub kelompok Telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,72 persen, sub kelompok Daging dan hasil-hasilnya 0,51 persen, dan sub kelompok Padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,21. Walaupun secara umum kelompok pengeluaran ini mengalami deflasi, tetapi ada juga beberapa sub kelompok yang mengalami kenaikan/inflasi. yaitu sub kelompok Sayur-sayuran sebesar 4,01 persen, sub kelompok Buah-buahan sebesar 2,96 persen, sub kelompok Bahan makanan lainnya sebesar 1,58 persen, sub kelompok lemak dan minyak sebesar 1,04 persen dan sub kelompok Kacang-kacangan sebesar 0,37 persen.

Kelompok bahan makanan pada April 2017 memberikan sumbangan inflasi terbesar yaitu -0,2554 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: cabai rawit sebesar 0,2471 persen; bawang merah sebesar 0,1043 persen; cabai merah sebesar 0,0502 persen; jeruk nipis/limau sebesar 0,0338; tindarung sebesar 0,0321 persen, lemon sebesar 0,0206 persen; mujair sebesar 0,02 persen; telur ayam ras sebesar 0,0157 persen; beras sebesar 0,0122 persen; dan daging ayam ras sebesar 0,0091 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: tomat sayur sebesar 0,2315 persen; cakalang/sisik sebesar 0,0226 persen; apel sebesar 0,0193 persen; minyak goreng sebesar 0,0122 persen; semangka sebesar 0,0096 persen; pisang sebesar 0,0094 persen; bawang putih sebesar 0,0087 persen; pepaya sebesar 0,0059 persen; jeruk sebesar 0,0053 persen; dan jagung manis sebesar 0,0045 persen. -0.2554 0.0060 0.2157 0.0004 -0.0045 0.0000 0.0220 -0.30 -0.10 0.10 0.30 Bahan Makanan

Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

Su m b a n g a n /An d il (% ) Kelompok Pengeluaran

(5)

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada April 2017 mengalami inflasi sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 115,39 pada Maret 2017 menjadi 115,43 pada April 2017. Dari 3 (tiga) sub kelompok pada kelompok ini, terdapat satu sub kelompok yang mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan satu sub kelompok relatif stabil. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok makanan jadi sebesar 0,14 persen, sub kelompok yang mengalami deflasi adalah sub kelompok Minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,19 persen, sedangkan sub kelompok yang tidak mengalami perubahan/stabil adalah sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol.

Pada April 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,006 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu mie 0,0091 persen; coklat batang sebesar 0,002 persen; kembang gula sebesar 0,001 persen dan kue kering sebesar 0,0006 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu gula pasir sebesar 0,0066 persen dan minuman kasegaran sebesar 0,0001 persen. Sisa komoditas lainnya pada kelompok ini relatif stabil.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada April 2017 mengalami inflasi sebesar 0,77 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 123,83 pada Maret 2017 menjadi 124,78 pada April 2017, dimana terdapat tiga kelompok yang mengalami inflasi, dan satu sub kelompok pergerakannya relatif stabil. Sub kelompok yang mengalami inflasi yaitu sub kelompok Bahan bakar, penerangan dan air sebesar 2,64 persen, sub kelompok Penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,19 persen dan sub kelompok Biaya tempat tinggal sebesar 0,05 persen. Sedangkan sub kelompok Perlengkapan rumah tangga pergerakannya relatif stabil.

Pada April 2017 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2157 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu tarif listrik sebesar 0,2019 persen; seng sebesar 0,0093 persen; sabun detergen bubuk/cair sebesar 0,0025 persen; sabun cair/cuci piring sebesar 0,0008 persen; pembersih lantai sebesar 0,0007 persen; dan pengharum/pelembut cucian sebesar 0,0005 persen. Sedangkan sisa komoditas lainnya pada kelompok ini relatif stabil.

4. Sandang

Kelompok sandang pada April 2017 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 110,75 pada Maret 2017 menjadi 110,76 pada April 2017, dimana terdapat satu sub kelompok yang mengalami inflasi dan tiga sub kelompok lainnya relatif stabil. Sub kelompok sandang anak-anak mengalami inflasi sebesar 0,03 persen. Sedangkan untuk sub kelompok yang relatif stabil adalah sub kelompok sandang laki-laki, sandang wanita dan Barang pribadi dan sandang lain.

Kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0004 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah pampers sebesar 0,0004 persen. Sedangkan sisa komoditi lainnya relatif stabil.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada April 2017 mengalami inflasi sebesar -0,11 persen atau terjadi penurunan indeks dari 117,31 pada Maret 2017 menjadi 117,18 pada April 2017, dimana terdapat satu sub kelompok yang mengalami inflasi, satu sub kelompok mengalami deflasi dan dua sub kelompok lainnya relatif stabil. Sub kelompok yang mengalami inflasi adalah sub kelompok Obat-obatan sebesar 0,03 persen; sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika mengalami deflasi sebesar 0,24 persen, sedangan sub

(6)

kelompok yang relatif stabil (tidak mengalami pergerakan) adalah sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani.

Kelompok ini pada April 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,0045 persen, dengan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu shampo sebesar 0,008 persen; parfum sebesar 0,0032 persen; handbody lotion sebesar 0,0017 persen; sabun mandi sebesar 0,0009 persen; conditioner sebesar 0,0003 persen; dan obat sakit kepala sebesar 0,0002 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi yaitu pasta gigi sebesar 0,0188 persen, dan sisa komoditas lainnya relatif stabil.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada April 2017 bergerak relatif stabil dengan menunjukkan pergerakan indeks harga kusnumen yang konstan. Seluruh indeks pembentuk komponen kelompok ini yaitu sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan; sub kelompok pendidikan, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, sub kelompok Rekreasi dan sub kelompok olahraga bergerak konstan dibandingkan dengan Indeks bulan Maret 2017.

7. Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada April 2017 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 137,61 pada Maret 2017 menjadi 137,80 pada April 2017. Sub kelompok yang mengalami inflasi yakni sub kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,64 persen dan sub kelompok transpor sebesar 0,01 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok sarana dan penunjang trasnpor dan sub kelompok jasa keuangan bergerak relatif stabil.

Secara keseluruhan kelompok ini pada April 2017 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,022 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu tarif pulsa ponsel sebesar 0,0203 persen, bensin sebesar 0,0016 persen; dan solar sebesar 0,0001 persen. Sedangkan sisa komoditas lainnya relatif stabil.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi bulanan, inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun di Kota Manado disajikan dalam empat tahun terakhir yaitu sebagai berikut:

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun Kota Manado, Tahun 2013 – 2017

Inflasi 2013 2014 2015 2016 2017

(1) (2) (3) (4) (5) (5)

1. April -0,56 0,30 0,06 -0,87 -0,02

2. Tahun kalender

(April terhadap Desember) 1,77 1,45 -0,35 -1,88 2,49 3. April terhadap April (tahun ke tahun)

(7)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI PULAU SULAWESI

Kota-kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada April 2017 tercatat 7 (tujuh) kota mengalami inflasi, sedangkan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bulukumba yaitu sebesar 0635 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di kota Bau-bau sebesar 0,67 persen.

Tabel 4

Perbandingan IHK dan Inflasi April 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) K O T A April 2017 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1. BULUKUMBA 133,18 0,63 2. WATAMPONE 123,52 0,58 3. PALU 130,06 0,46 4. MAKASSAR 129,12 0,33 5. PALOPO 125,83 0,22 6. MAMUJU 127,31 0,06 7. PARE-PARE 122,90 0,05 8. MANADO 128,77 -0,02 9. GORONTALO 123,64 -0,12 10. KENDARI 122,90 -0,13 11. BAU-BAU 128,42 -0,67

(8)

Gambar 4

Pemetaan Inflasi April 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi (2012=100) Manado Gorontalo Pare-Pare Watampone Kendari Palu Palopo Mamuju Makassar Bulukumba Bau-Bau -0,02 -0,12 0,46 0,06 0,05 0,33 0,63 0,22 0,58 -0,67 -0,13

Perhatian !

Semua data dalam Berita Resmi Statistik ini boleh dikutip

dengan mencantumkan sumber data BPS Provinsi Sulawesi Utara

(9)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Marthedy M. Tenggehi, S.Si, M.Si Kabid. Statistik Distribusi BPS Provinsi Sulawesi Utara

Telepon: 0431-847044 Fax.: 0431-862204 Email: [email protected] Homepage: http://sulut.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq yang berarti keadaan jiwa yang mengajak seseorang melakukan perbuatan-perbuatan tanpa memikirkan

1.3.4 Panggilan Terminasi Jarak Jauh dari Penyelenggara Jasa SLJJ adalah panggilan interkoneksi dari Penyelenggara Jasa XXXX ke Telkomsel, dimana titik interkoneksi berada pada

x Produk model TASC untuk meningkatkan kemampuan mencipta peserta didik dalam fisika yang dihasilkan telah memenuhi kategori valid, terbaca, dan praktis namun belum

Addersing merupakan praktek pemeliharaan sebuah sistem yang koheren dalam jaringan Anda sehingga semua komputer dapat berkomunikasi.Dalam sebuah jaringan,setiap host

Pengembangan kurikulum diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sebagai guru kelas Sekolah Dasar yang berkemampuan mengajar dari kelas 1-6 SD, yang mempunyai

sebesar 0,214 dan nilai siginifikan 0,022 dan (6) Motivasi Lulus tepat Waktu, Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah, Ketersediaan Sumber Belajar, Kualitas Bimbingan Skripsi, dan

Ciri dari pengikut yang memiliki tingkat kesiapan sangat tinggi menurut Robbin (2005) dan Vandayani (2013) yang terdapat pada Atik adalah mampu menginformasikan

Analisis wacana yang digunakan oleh peneliti adalah analisis wacana khususnya analisis wacana kritis Theo Van Leeuwen. Model penelitian digunakan model Theo Van Leeuwen