• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya, perusahaan perlu untuk menyimpan kas dan setara kas. Adanya kas dan setara kas, perusahaan akan terhindar dari beberapa masalah. Keynes (1936), menyatakan bahwa 2 tujuan yang mendasari perusahaan untuk menyimpan kas sebagai asset yang liquid. Motif pertama adalah motif transaksi, yaitu perusahaan memegang dan menyimpan kas dan setara kas, untuk membayar kewajiban mereka, tanpa harus melakukan pembiayaan eksternal atau penjualan aset perusahaan. Motif kedua adalah motif kehati-hatian, dalam hal ini perusahaan menyimpan kas dan setara kas, dengan tujuan berinvestasi ketika sumber pendanaan lain tidak tersedia atau terlalu mahal, sehingga perusahaan memiliki peluang melakukan investasi yang menguntungkan di masa depan tanpa harus menggunaan pembiayaan secara eksternal. Keputusan seberapa besar perusahaan harus menyimpan kas dan setara kas, tergantung pada kondisi perusahaan saat ini.

Pada akhir tahun 2017, peningkatan jumlah kas dan setara kas terjadi pada beberapa perusahaan besar di Indonesia (www.idx.co.id). Prosentase peningkatan kas dan setara kas dari tahun 2016 ke 2017 cukup bervariasi. Terdapat perusahaan yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun ada beberapa yang mengalami peningkatan yang tidak terlalu drastik atau bahkan tergolong kecil. Prosentase kenaikan kas dan setara kas pada PT Indofood, PT Astra, PT Sampoerna, dan PT Siantar Top meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 2%, 4%, 19%, dan 47%. Terdapat perbedaan prosentase kenaikan kas dan setara kas, bila dibandingkan dengan prosentase kenaikan kas dan setara kas di akhir tahun 2016. Prosentase kenaikan kas dan setara kas dari tahun 2015 ke 2016 pada PT Indofood, PT Astra, PT Sampoerna, dan PT Siantar Top adalah sebesar 4%, 4%, 49%, dan 44%. Perbedaan prosentase kenaikan antar tahun ini sangat bervariasi. Perbedaan yang cukup signifikan terjadi pada PT Sampoerna yang mengalami penurunan prosentase yang sangat drastis yaitu

(2)

2

30%. Perbedaan prosentase antar tahun ini juga terjadi pada PT Indofood namun hanya mengalami penurunan sebesar 2%. PT Astra adalah perusahaan yang tidak memiliki perbedaan prosentase kenaikan kas dan setara kas antara akhir tahun 2017 dan 2016. Peningkatan prosentase hanya terjadi pada PT Siantar Top yaitu sebesar 2%.

Fluktuasi kas dan setara kas dapat diakibatkan oleh beberapa hal salah satunya adalah ketika kondisi perusahaan mengalami kendala keuangan (Fazzari et al., 1988; Schiantarellii, 1996; Saltari dan Travaglini, 2001; Edwards et al., 2016). Perusahaan akan memilih untuk berinvestasi dengan menggunakan dana internal yaitu kas dan setara kas, ketika biaya untuk menjangkau pendanaan eksternal menjadi lebih tinggi. Jumlah kas dan setara kas akan menjadi berharga untuk perusahaan yang memiliki kendala keuangan (Denis dan Sibilkov, 2010). Menurut Opler et al. (1999), sebenarnya terdapat berbagai cara agar perusahaan dapat meningkatkan kas dan setara kas selain melalui pendanaan eksternal, seperti melikuidasi asset yang ada, meningkatkan penjualan, dan mengurangi deviden yang akan dibayarkan perusahaan. Namun terkadang dalam pemenuhannya perusahaan akan menghadapi beberapa masalah.

Ketika perusahaan tidak dapat menggunakan beberapa cara diatas, maka perusahaan akan menggunakan keuntungan dari adanya penerapan agresivitas pajak. Agresivitas pajak adalah upaya perusahaan untuk membatasi pembayaran pajak kepada otoritas pajak (Kurniawan dan Nuryanah, 2017). Menurut Dyreng et al. (2007), tujuan agresivitas pajak pada dasarnya adalah mengurangi pembayaran pajak penghasilan secara tunai kepada negara. Mengurangi biaya pajak sama saja perusahaan mencoba untuk meningkatkan laba bersih setelah pajak yang telah dihasilkan perusahaan. Ketika biaya pajak semakin kecil maka semakin kecil pula jumlah kas yang akan dibayarkan perusahaan kepada otoritas pajak. Dana yang tidak dibayarkan perusahaan, akan menambah dana yang ada di dalam perusahaan, dan dapat digunakan perusahaan untuk melakukan investasi ketika perusahaan tidak dapat menggunaan pendanaan secara eksternal. Edwards et al. (2016), menemukan bahwa perusahaan yang memiliki

(3)

3

kepemilikan kas dan setara kas yang rendah cenderung meningkatkan agresivitas pajak ketika dihadapkan pada peningkatan kendala keuangan.

Menyimpan kas dan setara kas akan menimbulkan masalah agency, karena investor menganggap menahan kas dan setara kas yang besar cenderung kurang produktif (Hanlon et al., 2017). Investor akan beranggapan bahwa perusahaan akan melakukan pengeluaran yang kurang efisien (Denis dan Sibilkov, 2010). Dalam teori free cash flow Jensen (1986) menjelaskan bahwa perusahaan memiliki keleluasaan untuk meningkatkan jumlah aset di bawah kendali mereka dan untuk mendapatkan wewenang atas keputusan investasi perusahaan. Dengan adanya uang tunai mengurangi tekanan perusahaan untuk berkinerja baik dan perusahaan akan berinvestasi dalam proyek yang paling sesuai dengan kepentingan mereka sendiri, dan mungkin akan merugikan kepentingan pemegang saham (Ferreira dan Vilela, 2004). Dengan alasan ini, investors akan memberikan kebijakan agar perusahaan tidak terlalu melakukan agresivitas pajak, karena efek samping dari agresivitas pajak adalah akan adanya kas yang disimpan perusahaan yang sebenarnya kas tersebut digunakan untuk membayar pajak. Semakin agresif perusahaan terhadap pajak, maka kas yang disimpan perusahaan akan semakin besar.

Perusahaan yang mengalami kendala keuangan, akan cenderung mengurangi pembayaran deviden (Opler et al., 1999;). Ketika perusahaan melakukan agresivitas pajak maka laba bersih setelah pajak akan semakin tinggi. Untuk menyimpan banyak kas dan setara kas dari hasil laba bersih, maka proporsi laba ditahan harus lebih besar dibandingkan deviden. Perusahaan akan menyesuaikan target dividend payout ratio dengan kesempatan melakukan investasi (Harjito, 2011).Tong dan Green (2005) telah menemukan bahwa, terdapat hubungan negatif antara tingkat pembayaran deviden dengan tingkat investasi suatu perusahaan. Semakin kecil pembayaran deviden kepada investor, maka semakin banyak perusahaan menyimpan kas dan setara kas. Hal ini dapat dilihat seberapa besar hasil dividend payout ratio suatu perusahaan. Semakin kecil hasilnya maka semakin besar kas dan setara kas yang dipegang perusahaan.

(4)

4

Struktur modal perusahaan terdiri dari hutang dan ekuitas. Perusahaan yang pembiayaannya di dominasi oleh hutang, terindikasi melakukan agresivitas pajak. Hutang yang semakin tinggi, berdampak pada semakin tinggi biaya bunga yang harus dibayar perusahaan. Biaya bunga, menjadi salah satu cara perusahaan untuk melakukan agresivitas pajak, karena dapat mengurangi laba menurut fiskal dan mengurangi pajak yang akan dibayarkan perusahaan (Ozkan, 2001). Namun, Proporsi hutang yang lebih besar akan memperbesar kemungkinan kebangkrutan bagi perusahaan, terutama apabila hutang tersebut menyebabkan pertumbuhan perusahaan tersebut kecil atau bahkan negatif (Harjito, 2011). Perusahaan dengan tingkat hutang yang lebih tinggi harus mempertahankan tingkat aset likuid yang relatif lebih tinggi (Ferreira dan Vilela, 2004; Shah, 2011). Perbandingan struktur modal perusahaan dapat dilihat menggunakan debt to equity ratio. Semakin besar rasio hutang, maka perusahaan tidak bisa lagi melakukan pembiayaan melalui hutang, karena perusahaan perlu memperhitungkan adanya resiko gagal bayar.

Hubungan antara agresivitas pajak dengan cash holdings telah dibuktikan secara empiris oleh beberapa peneliti. Namun hasil penelitian terdahulu hanya menilai bagaimana keuntungan dari melakukan agresivitas pajak digunakan untuk motif kehati-hatian. Dalam konteks ini, perusahaan menyimpan kas dan setara kas untuk menghindari adanya ketidakpastian pajak. Penelitian ini menyatakan semakin tinggi agresivitas pajak suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi jumlah kas yang dipegang perusahaan akibat semakin tingginya kendala keuangan perusahaan dan ketidakpastian pajak (Wang, 2015; Hanlon et al., 2017; Kurniawan dan Nuryanah, 2017). Penelitian Edwards et al. (2016), memberikan dukungan mengenai bagaimana perencanaan pajak menjadi sumber alternatif untuk mengisi kas dan setara kas, ketika perusahaan mengalami kendala keuangan. Penelitian ini menemukan bahwa, perusahaan yang memiliki kendala keuangan menunjukkan nilai ETR yang lebih rendah. Selain itu, mereka menemukan bahwa baik perusahaan yang profit maupun yang rugi, perusahaan tersebut akan melakukan perencanaan pajak ketika terjadi kendala keuangan.

(5)

5

Penelitian mengenai bagaimana agresivitas pajak dapat menjadi sumber dana perusahaan belum banyak. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Edwards et al. (2016) yang melakukan pengujian pengaruh financial distress terhadap cash tax savings.. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya penelitian ini tidak mengukur financial distress perusahaan, namun menguji secara langsung pengaruh agresivitas pajak terhadap perubahan cash holdings perusahaan. Pada konteks ini diharapkan perusahaan menggunakan kelebihan kas yang dihasilkan dari kegiatan agresivitas pajak, untuk menjaga kestabilan kas perusahaan ketika perusahaan mengalami kendala keuangan. Selain itu, penelitian ini memberikan informasi kepada pengambil kebijakan bahwa perlu diadakannya pengawasan ketika terjadi peningkatan cash holdings, sebagai implikasi dari kegiatan agresivitas pajak.

Penelitian ini akan menggunakan perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang termasuk dalam perusahaan manufaktur sebagai objek penelitian. Perusahaan manufaktur selama 5 tahun terakhir menjadi penyumbang terbesar dalam penerimaan pajak. Selain itu, perusahaan manufaktur memiliki siklus konversi kas yang relatif lebih lama karena adanya proses produksi. Sehingga, perusahaan manufaktur membutuhkan dana yang cukup untuk membiayai operasional dan investasi perusahaan. Penelitian mengenai pengaruh agresivitas pajak terhadap cash holdings perusahaan belum banyak. Sehingga penelitian ini perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Dengan adanya hal ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian sebelumya mengenai pengaruh agresivitas pajak terhadap cash holdings perusahaan manufaktur sektor industri kimia dan dasar yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2015-2017. B. Perumusan Masalah

Penelitian ini akan menguji apakah terdapat pengaruh antara agresivitas pajak dengan cash holdings perusahaan, dengan menggunakan variabel kontrol debt to equity ratio dan dividends payout ratio.

(6)

6

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh agresivitas pajak terhadap cash holdings pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia di Bursa Efek Indonesia

D. Manfaat Penelitian

Hasil Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi banyak pihak antara lain: 1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi pengembangan ilmu akuntansi pada umumnya dan perkembangan pajak pada khususnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dan bahan masukan untuk menilai pengaruh agresivitas pajak terhadap cash holdings perusahaan.

2. Manfaat Praktis

Menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengembangkan penalaran, pengetahuan dan membentuk pola pikir mengenai pengaruh agresivitas pajak terhadap cash holdings perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

PEMBUATAN FILM PENDEK TENTANG PERNIKAHAN USIA MUDA DENGAN TEKNIK CONTINUITY EDITING SEBAGAI UPAYA.. PENYADARAN

berkaitan dengan penyalahgunaan pengakuan IP-Prekursor atau dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas pelanggaran dan tindak pidana yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika

Menurut Ibnu Qayyim (1983), cinta atau al-mahabbah itu mempunyai beberapa peringkat-peringkat yang tertentu. Tahap paling awal disebut al- Alaqah kemudian al-Sababah,

 Biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu dari pada banyak perusahaan.. Barrier

Variabel reliability (X 2 ), yang meliputi indikator petugas memberikan pelayanan yang tepat, petugas memberikan pelayanan yang cepat, petugas memberikan pelayanan

[r]

underwear rules ini memiliki aturan sederhana dimana anak tidak boleh disentuh oleh orang lain pada bagian tubuhnya yang ditutupi pakaian dalam (underwear ) anak dan anak

Analisis stilistika pada ayat tersebut adalah Allah memberikan perintah kepada manusia untuk tetap menjaga dirinya dari orang-orang yang akan mencelakainya dengan jalan