• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAP AWAL PENELITIAN FARMASI UHAMKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TAHAP AWAL PENELITIAN FARMASI UHAMKA"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

TAHAP AWAL PENELITIAN

FARMASI UHAMKA

(2)

A. Permasalahan Penelitian :

Pengertian

Identifikasi

Pemilihan

Perumusan Masalah

B. Telaah Kepustakaan :

Sumber Pustaka

Cara menelusuri Pustaka

Kriteria Pustaka

(3)

Pengertian Masalah

• Kamus Oxford (1995): problem is a thing that is

difficult to deal with or understand ; a question to be

answered or solved; esp. by reasoning or calculating.

• KBBI (2001): masalah diartikan sebagai sesuatu yg

harus diselesaikan (dipecahkan); soal, persoalan.

• Permasalahan: hal yang menjadikan masalah; hal

yang dimasalahkan; persoalan

• Pertanyaan berarti sesuatu yang ditanyakan; soal;

permintaan keterangan; perbuatan bertanya.

• Masalah adalah faktor yang dapat menyebabkan

tidak tercapainya tujuan

(4)

Pengertian Masalah

“Ada permasalahan” → “ada kesenjangan” antara das Sollen dan das Sein; ada perbedaan antara “apa yang

seharusnya” dan “apa yang ada dalam kenyataan” ; Antara harapan dan kenyataan ; Antara “apa yang diperlukan” dan “apa yang tersedia”

Variabel yg mjd tema pokok penelitian

Masalah

Kasus yg mjd fokus penelitian

Suatu variabel atau kasus mjd permasalahan penelitian jika

terjadi kesenjangan antara kenyataan dan yang seharusnya dari variabel dan kasus tsb.

(5)

Pengertian Masalah

• Masalah biasa didefinisikan sebagai kesenjangan

antara harapan dengan kenyataan, atau kesenjangan

antara teori dengan praktik, kesenjangan antara cita

dengan realita, atau sesuatu yang memerlukan

jawaban dan penjelasan.

• Tidak selamanya, masalah dapat menggambarkan

kesenjangan, tapi terkadang juga merupakan sesuatu

yang tidak bisa dijelaskan

(6)

Pengertian Masalah

1. Masalah penelitian harus tampak dan dirasakan sebagai suatu tantangan bagi peneliti untuk dipecahkan dengan mempergunakan keahlian atau kemampuan

profesionalnya

2. Masalah penelitian merupakan kondisi yang menunjukkan kesenjangan (gap) antara peristiwa atau keadaan nyata (das sain) dengan tolok ukur tertentu (das sollen) sebagai kondisi ideal atau seharusnya bagi peristiwa atau keadaan tertentu.

3. Masalah penelitian adalah keraguan yang timbul terhadap suatu peristiwa atau keadaan tertentu berupa kesangsian tentang tingkat kebenarannya suatu peristiwa atau

(7)

“Problem well-defined is a problem

half-solved”

(8)

Signifikansi Masalah

• Merupakan langkah awal penyusunan Metodologi Penelitian

• Petunjuk arah menyusun kerangka teori untuk merumuskan Hipotesis

• Arah untuk identifikasi Variabel

• Penentu rancangan yg akan dipakai beserta instrumennya

• Bisa menjadi prognosis kelancaran penelitian • Konfirmasi Ketepatan Judul

• Dapat mengidentifikasi bobot dan keaslian suatu penelitian

(9)

Penemuan Permasalahan

• Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai

kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide.

(10)
(11)

Cara-cara Formal Penemuan

Permasalahan

• Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan

penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain

yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan

permasalahan.

• Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan

dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting.

(12)

Cara-cara Formal Penemuan

Permasalahan

• Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori.

• Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. • Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan

dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.

• Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu

permasalahan yang rumit, kompleks.

• Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya. • Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi.

(13)

Kriteria Permasalahan

Dalam menyeleksi dan merumuskan masalah dan sub-masalah ada beberapa kriteria yang perlu mendapat perhatian :

1. Masalah penelitian harus dipilih yg berguna utk diungkapkan 2. Masalah yg dipilih harus relevan dengan kemampuan atau

keahlian peneliti

3. Masalah penelitian harus menarik perhatian utk diungkapkan 4. Masalah penelitian sedapat mungkin menghasilkan sesuatu

yang baru

5. Masalah penelitian harus yg dapat dihimpun datanya secara lengkap dan obyektif

6. Masalah penelitian tidak boleh terlalu luas, tetapi juga tidak boleh terlalu sempit

(14)

Kualifikasi Masalah

Setidaknya ada dua kualifikasi masalah yang baik:

1. mempunyai nilai penelitian dan layak untuk diteliti.

Masalah itu harus memiliki nilai penelitian, yakni

dapat diuji, orisinal, dan urgen untuk diteliti, serta

dapat memberikan kontribusi terhadap

pegembangan ilmu, kebijakan atau yang

sebangsanya.

2. masalah juga harus didukung oleh data dan tidak

ada kendala bagi peneliti untuk mengakses data

tersebut dari sumber-sumber primernya

(15)

Macam-Macam Masalah

• Masalah deskriptif biasanya digunakan untuk

model-model penelitian variabel tunggal, atau beberapa

variabel tapi tidak mengukur intercorelationalnya,

dan peneliti bermaksud hanya mendeskripsikan

masing-masing variabel tersebut,

Contoh:

• Bagaimana sikap masyarakat terhadap kehadiran

hypermarket di kota kabupaten ?,

• Apakah layanan staf front desk sudah memberikan

kepuasan bagi pelangan ?

(16)

Macam-Macam Masalah

• Model komparatif dikembangkan jika penelitian

dilakukan untuk membandingkan satu atau lebih

variabel dalam dua kelompok sampel.

Contoh:

• Adakah perbedaan produktifitas pemasaran antara

karyawan tetap dengan karyawan kontrak ?

(17)

Macam-Macam Masalah

• Model asosiatif dikembangkan untuk penelitian yang

bertendensi untuk menjelaskan pengaruh atau

hubungan antara dua variabel atau lebih

Contoh:

• Apakah motivasi berhubungan dengan prestasi

kerja?

• Apakah sistem penggajian mempengaruhi prestasi

kerja karyawan ?

(18)

Kapan terjadi masalah?

• Bila ada informasi yg mengakibatkan munculnya

kesenjangan dalam pengetahuan kita

• Bila ada hasil-hasil yang bertentangan

• Bila ada suatu kenyataan dan kita bermaksud

menjelaskannya melalui penelitian

(19)

Sumber Masalah

• Sumber Kepustakaan : Jurnal Ilmiah, Laporan

Penelitian, Skripsi, Tesis, Disertasi

• Forum Pertemuan: Seminar, Simposium, Lokakarya,

Konferensi

• Pengalaman Praktikal : Empirik, Lapangan,

Fenomena

• Pengamatan

(20)

Ciri-ciri masalah yang baik

• Topik yg dipilih sangat menarik

• Pemecahan masalah mempunyai kontribusi dalam ilmu pengetahuan atau bidang tertentu

• Merupakan hal baru

• Mengandung rancangan yg kompleks

• Dapat diselesaikan dlm waktu yg diinginkan • Tidak bertentangan dengan moral.

(21)

21

Perumusan Masalah yang Baik

• ASPEK SUBSTANSI

– Bobot dan kegunaan

– Mempunyai arti bagi perkembangan ilmu pengetahuan – Mempunyai arti bagi perkembangan Metodologi

– Mempunyai kegunaan Praktis

• ASPEK FORMULASI

– Berupa Pertanyaan

– Menghubungkan 2 Variabel atau lebih

• ASPEK TEKNIS

– Pertimbangan Peneliti – Perimbangan Metodologi – Pertimbangan Fasilitas

(22)

Pertimbangan Pemilihan Masalah

Pertimbangan ilmiah:

1. Apakah masalah tersebut dapat diteliti secara

ilmiah? Yaitu masalah yang realitasnya dapat

diamati dan datanya tersedia dan dapat

dikumpulkan

2. Apakah masalah tersebut memberikan manfaat

dalam pengembangan ilmu pengetahuan?

(23)

Pertimbangan Pemilihan Masalah

Pertimbangan non-ilmiah:

1. Apa manfaat hasil penelitian bagi kepentingan

praktis atau masyarakat?

2. Apakah masalah terlalu peka untuk diteliti?

Resistensi sosial, budaya, ideologi

Pertimbangan sudut pandang peneliti:

1. Penguasaan teori dan metodologi

2. Minat peneliti terhadap masalaah

3. Kemampuan pengumpulan dan analisis data

4. Ketersediaan waktu, dana dan sumberdaya

(24)

Perumusan Masalah

• Merumuskan masalah berarti mendeskripsikan dengan jelas masalah yang dihadapi

• Perumusan masalah merupakan proses penyederhanaan masalah yang rumit dan kompleks, menjadi maslaah yang dapat diteliti

• Perumusan masalah adalah merumuskan kaitan-kaitan antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi yang akan diteliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang lebih luas.

• Rumusan masalah penelitian terdiri atas beberapa

kalimat pertanyaan yang dibuat secara jelas dan tegas yang dapat mengarahkan solusi atau alternatif solusinya.

(25)

Perumusan Masalah

• Rumusan masalah dinyatakan secara singkat , jelas dan padat

• Rumusan masalah akan lebih baik jika menggunakan kalimat tanya

• Rumusan masalah akan lebih baik jika bersifat

menghubungkan dua variabel (atau faktor, atau indikator) atau lebih

• Rumusan maslaah hendaknya berisi implikasi adanya data untuk pemecahan masalah

• Rumusan masalah hendaknya relevan dengan judul dan perlakuan yang akan diteliti

(26)

Cara-cara Informal Penemuan

Permasalahan

• Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat

ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas.

• Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati.

• Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan.

• Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan.

(27)

Bentuk Rumusan Permasalahan

1. bentuk satu pertanyaan (question);

2. bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh

beberapa pertanyaan yang spesifik;

3. bentuk satu penyataan (statement) disusul oleh

beberapa pertanyaan (question).

4. bentuk hipotesis; dan

5. bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa

hipotesis.

(28)

Contoh Rumusan Permasalahan

• Di bawah ini diberikan contoh rumusan masalah, sebagai berikut: “. . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik

terhadap sel fibroblast embrio Gallus domesticus secara

in Vitro, dan apakah besar konsentrasi kalsium hidroksida

(29)

Bagaimanakah rumusan masalah

yang baik?

• Perumusan masalah sebaiknya jelas dan tidak ambiguitas • Masalah penelitian sebaiknya dinyatakan dlm bentuk

pertanyaan yg mengekspresikan scr jelas hub antara dua variabel atau lebih

• Rumusan masalah dpt berupa lebih dr satu pertanyaan • Didukung oleh latar belakang masalah dan pejelasan

mengenai pentingnya masalah diteliti

• Memuat variabel-variabel dan kaitan antar variabel yg mjd perhatian peneliti

• Memberikan penjelasan atau definisi setiap variabel (konseptual & operasional)

(30)

Kesalahan umum dalam penemuan

masalah

• Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan penelitian yg jelas

• Peneliti merumuskan masalah sesuai dg data yg dimiliki • Perumusan masalah terlalu umum shg sulit

menginterpretasi dan menyimpulkan

• Penemuan masalah tanpa menelaah lebih dulu hasil penelitian sebelumnya utk topik yg sama

• Pemilihan masalah yg hasilnya kurang memberikan kontribusi thd pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis

(31)

Pertimbangan Pemilihan Masalah

• Kemampuan akademis calon peneliti • Kemampuan finansial calon peneliti • Kemampuan fisik calon peneliti

• Tersedianya data • Aktualisasi masalah

• Menariknya masalah bagi calon peneliti • Menariknya masalah bagi masyarakat • Tersedianya bacaan berupa buku teks • Tersedianya bacaan berupa majalah

• Tersedianya waktu untuk melakukan penelitian • Tersedianya pembimbing atau konsultan

(32)

1. Diidentifikasi

2. Dipilih/Dibatasi

3. Dirumuskan

A. Latar Belakang

B. Perumusan

Masalah

I. PENDAHULUAN

PROPOSAL

(33)

Penetapan Judul

• Judul : Bagian paling awal penelitian (Pintu Gerbang

Penelitian).

• Disusun setelah ada pembatasan masalah

• Pernyataan : singkat (max. 20 kata), padat, jelas,

mencerminkan variabel dan materi yang diteliti.

• Sebaiknya tidak diawalai dengan kata kerja: usaha

(34)

JUDUL

MASALAH

Identifikasi

Perumusan

Pembatasan

I

II

III

IV

V

(35)

Telaah Kepustakaan :

Sumber Pustaka, Cara menelusuri

Pustaka, Kriteria Pustaka

(36)

Fungsi tinjauan pustaka

• Konstruksi teoritik sebagai dasar pedoman atau pegangan.

• Konstruksi teoritik sebagai tolok ukur

• Konstruksi teoritik sebagai sumber hipotesis.

• Konstruksi teoritik sebagai sumber metode penelitian. • Menggali permasalahan penelitian.

(37)

Apa yang Harus Ditulis

• Menguraikan secara jelas kajian pustaka yang

memunculkan gagasan dan mendasari penelitian.

• Uraikan pula mengenai pendapat yang berkaitan

dengan masalah yang dikaji.

• Pemecahan masalah yang pernah dilakukan.

• Mengkaji teori (induksi & deduksi).

• Membangun hipotesis & metode melalui analisis dan

sintesis.

(38)

Kriteria Tinjauan Pustaka

Recentcy & Relevancy

• Pustaka lima tahun terakhir kecuali dalam kondisi khusus. • Relevan dengan judul/topik.

• Pustaka asli (sumber primer). • Bukan hanya kumpulan pustaka.

(39)

Kiat Penulisan Tinjauan Pustaka

• Fakta disusun dari yang paling penting, atau sebaliknya. • Buat analisis dan sintesis, sehingga menghasilkan

simpulan.

• Kemudian kemukakan kelemahan/ kekurangan. • Bangun alternatif pemecahan masalah.

• Jelaskan alasannya.

(40)

Landasan Teori

• Mengemukakan kaidah-kaidah keilmuan, dalil-dalil, ketentuan, konsep-konsep yang dijadikan dasar acuan dalam menyelesaikan masalah atau menciptakan karya teknologi.

• Landasan teori diperoleh dari kajian pustaka dengan cara memilih-milih, membanding-bandingkan dan membahasnya secara kritis, bukan sekadar soal “kutip-mengutip”. Cantumkan referensi yang digunakan.

• Landasan teori diangkat (disarikan) dari tin-jauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti.

(41)

Landasan Teori

• Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis.

• Landasan teori dapat berbentuk uraian kuanitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan.

(42)

Tinjauan Pustaka

• Tinjauan pustaka mempunyai arti : peninjauan kembali pustaka-pustaka yg terkait (review of related literature). • Sesuai dengan artinya tersebut, suatu tin-jauan pustaka

berfungsi sebagai peninjauan kembali (review) pustaka (laporan penelitian, dsb) tentang masalah yang berkait. • Menurut Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang

peneliti mengetahui, mengenal dan memahami tentang penelitian-penelitian yg pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan dengan topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yg dihadapi.

(43)

Tinjauan Pustaka

• Sebagian peneliti menganggap tinjauan pustaka bagian yang tidak penting sehingga ditulis “asal saja” atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya.

• Kelemahan lain yang sering dijumpai ada-lah dalam menyusun, penstrukturan atau pengorganisasian tinjauan pustaka.

(44)

Kegunaan Tinjauan Pustaka

1. Mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yg (akan) dilakukan

2. Membantu memberi gambaran tentang metode dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yg dihadapi 3. Mengungkapkan sumber-sumber data (judul-judul

pustaka yg berkait) yg mungkin belum diketahui sebelumnya

4. Mengenal peneliti-peneliti yg karyanya penting dalam permasalahan yang dihadapi (yg mungkin dapat

menjadi nara sumber atau dapat ditelusuri karya-karya tulisnya yg lain yg mungkin terkait)

(45)

Kegunaan Tinjauan Pustaka

5. Memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) dilakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian berada. 6. Mengungkapkan ide-ide dan pendekat an yang mungkin

belum dikenal sebelumnya.

7. Membuktikan keaslian penelitian

8. Mampu menambah percaya diri kita pada topik yang akan dipilih karena telah ada pihak-pihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan

mereka telah mencurahkan tenaga, waktu, dan biaya utk meneliti topik tsb.

(46)

• Tinjauan pustaka diakhiri dengan suatu ringkasan

yang menjelaskan tentang “apa arti semua tinjauan

pustaka tersebut (what does it all mean ?)”.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan banyaknya pengertian yang diberikan oleh pakar, maka untuk penelitian ini diambil satu pengertian yang dirasa tepat, Rework didefinisikan sebagai aktivitas

Lingkungan kelas merupakan suatu tempat tertentu yang secara spasial menjadi lokasi proses pembelajaran. Kelas tidak hanya memiliki batasan ruang dalam sebuah gedung

Bertolak dari pernyataan di atas, maka hipotesis yang diajukan adalah hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak ada hubungan antara aktivitas bidan dalam mengikuti

Bahwa Tim Hak Pasien dan Keluarga (HPK) BLUD RSUD Kota Baubau adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi yang dibentuk untuk memberikan

Puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas segala berkat dan karunia-Nya maka Penulis dapat menyelesaikan kerja praktek

18 Berdasarkan data pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa benih yang disimpan pada suhu kamar tidak mengalami penurunan viabilitas selama penyimpanan 3 bulan, meskipun sempat

P ada penj elaja han, fauna yang mendominasi adaJah avifiuna dari jenis burung­ burung Jaut dan pada line 12 ditemukan sekelompok jenis kelelawar besar ( lebih

meningkatkan hasil belajar siswa, karena model ini cocok dengan sub materi perubahan wujud zat yang diajarkan, dalam proses pembelajaran siswa termotivasi untuk