ISSN: 2686-0260
Copyright ⓒ SENARIS 2020
Analisis Kesuksesan Implementasi Sistem Informasi dengan
Menggunakan Model Delon & McLean
(Studi Kasus : Penggunaan Sistem Dasi-jr Online Pada PT. Jasa
Raharja (Persero) Wilayah Kota Medan)
Sudarto
1, Erlanie Sufarnap
2, Rafidah Ulfah
3, Citra Amalia
41,2,3,4
Jurusan Sistem Informasi, STMIK Mikroskil, Medan
1
[email protected],
2[email protected],
3[email protected],
4
[email protected]
Abstract
This Research use success model information system Delone & Mclean
(2003).Quality system measures technical quality, information quality measures
semantic success, service quality, usage, user satisfaction and net benefits. This
study aims to find a positive and significant influence and to find the suitability
between each other variable. The methodology of this research is quantitative
research, the sample in this study is internal users who live in the region of
Medan. Distribution of questionnaires was conducted on February 7 to March 9,
2017 with total questionnaires distributed 50 Respondents and processed with
Tools Spss 19 by using multiple linear regression model and path analysis. The
results partially have a positive and significant effect because of the value of t
table> t arithmetic and sig <tig sig of which tested. And no positive and
significant effect due to the number of respondents in the test only slightly or less
than 100. Therefore, the solution to solve it by adding data with Transform Data
method, which where made changes and additions of data with SPSS Tools
Recode menu which means to change / add data on certain variable.
Keywords— Quantitative, Succes, Productivity, Transform, Recode.
1. Pendahuluan
Penerapan sistem informasi dalam berbagai lingkup organisasi semakin canggih. Sistem informasi sudah menjadi alat bantu bagi banyak perusahaan dalam melakukan berbagai aktivitas bisnisnya. Sistem informasi dapat mendukung berbagai operasional bisnis dan mendukung proses pengambilan keputusan manejerial serta mendukung penerapan strategi kompetitif dalam perusahaan. Maka kesuksesan penerapan sistem informasi dalam lingkungan bisnis sudah menjadi tujuan bagi banyak perusahaan. Untuk sebuah kesuksesan suatu sistem informasi dapat diukur dengan adanya kepuasan pengguna akhir. Persepsi tentang kepuasan pengguna terhadap suatu sistem informasi bukanlah didasarkan pada kualitas sistem secara teknis tetapi berdasarkan cara pengguna memandang sistem informasi secara nyata. Sebagai ganti sebuah ukuran dari efektifitas sebuah sistem informasi sering kali digunakan istilah user satisfaction (kepuasan pengguna) [1]. Kepuasan pengguna secara positif atau negative dapat dipengaruhi oleh besarnya penggunaan sistem. Sehingga pengaruh partisipasi pengguna sangat berhubungan dengan kesuksesan sebuah sistem. Kepuasan pengguna juga dapat berfungsi sebagai tolak ukur dari kualitas sistem informasi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Sistem informasi yang baik dapat memberikan kepuasan terhadap pengguna.
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menentukan faktor – faktor yang digunakan sebagai tolak ukur sebuah kesuksesan sistem informasi. Salah satuya adalah penelitian DeLone dan McLean pada Model of Information System Succes 2003. Menurut model DeLone dan McLean ada enam faktor data yang dapat digunakan sebagai tolak
170
ukur untuk kesuksesan sebuah sistem informasi, yaitu kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), kualitas layanan (service quality), intensitas penggunaan (intention to use) atau penggunaan (use), kepuasan pengguna (user
satisfaction), serta manfaat bersih (net benefit) dari sistem informasi [2]. Beberapa
penelitian diIndonesia untuk mengukur kesuksesan sistem informasi diantaranya adalah penelitian yang dilakukan dan dikemukakan oleh Zahirul et all [3] menunjukkan hasil bahwa variabel kualitas sistem,kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan, dan kinerja mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Disamping itu, penelitian yang dilakukan oleh Muhammad et all [4] menunjukkan bahwa variabel kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan dan manfaat bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Begitupula penelitian yang dilakukan. Melihat dari hasil yang berbeda dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, bahwa penelitian replikasi dengan model Delone dan McLean belum menunjukkan hasil yang konsisten. Berdasarkan pertimbangan inilah peneliti tertarik untuk menguji ulang model kesuksesan sistem teknologi informasi yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean. Penelitian ini menggunakan objek penelitian Sistem Dasi-jr Online pada PT Jasa Raharja (Persero) yang terdapat di Jawa Barat. sistem Dasi-jr online digunakan oleh PT Jasa Raharja (Persero) untuk melayani pembayaran dana santunan korban kecelakaan. Oleh karena itu perlu adanya pengkajian tentang tingkat kepuasan pengguna sistem informasi Dasi-jr Online.
2. Metode penelitian
2.1 Model Kesuksesan DeLone dan McLean
DeLone dan McLean (2003) memperbarui modelnya dan menyebutnya sebagaimodel kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean yang diperbarui
(Updated DeLone and McLean Information System Success Model). Hal-hal yang
diperbarui ini yang dikemukakan Mariana [5] sebagai berikut :
1. Menambah dimensi kualitas pelayanan (service quality) sebagai tambahan dari dimensi-dimensi kualitas yang sudah ada, yaitu kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information quality).
2. Menggabungkan dampak individual (individual impact) dan dampak organisasional
(organizational impact) menjadi satu variabel yaitu manfaat-manfaat bersih (net benefits). Alasan terjadinya penggabungan adalah dampak dari sistem informasi yang
dipandang sudah meningkat tidak hanya dampaknya pada pemakai individual dan organisasi saja, tetapi dampaknya sudah ke grup pemakai, ke antar organisasi, konsumen, pemasok bahkan ke negara. Tujuan penggabungan ini adalah untuk menjaga model tetap sederhana (parsimony).
3. Menambahkan dimensi minat memakai (intention to use) sebagai alternatif dari dimensi pemakaian (use). DeLone dan McLean (2003) mengusulkan pengukuran alternatif, yaitu minat memakai (intention to use). Minat memakai adalah suatu sikap
(attitude), sedang pemakaian (use) adalah suatu perilaku (behavior). DeLone dan
McLean (2003) juga berargumentasi dengan mengganti pemakaian (use) memecahkan masalah yang dikritik oleh Seddon (1997) tentang model proses lawan model kausal.
Dengan adanya beberapa penambahan variabel pada model, maka model DeLone dan McLean yang telah diperbarui (2003) nampak sebagai berikut:
171 Gambar 1. Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean (2003) 1. Kualitas Sistem
Kualitas sistem berarti kualitas dari kombinasi hardware dan software dalam sistem informasi.
2. Kualitas Informasi
Kualitas informasi merupakan karateristik output untuk mengukur kualitas dari sistem informasi.
3. Kualitas Layanan
Kualitas layanan merupakan pelayanan yang di dapatkan pengguna dari sistem informasi, layanan dapat berupa update sistem informasi dan respon dari pengembang jika sistem informasi mengalami masalah.
4. Penggunaan Sistem
Penggunaan mengacu pada seberapa sering pengguna memakai sistem informasi. Yang dipergunakan untuk membedakan apakah pengguna ternasuk keharusan yang tidak dapat dihidari atau sukarela.
5. Kepuasan Pengguna
Kepuasan pengguna adalah respon pengguna terhadap penggunaan keluaran sistem informasi.
6. Manfaat – Manfaat Bersih
Manfaat – manfaat bersih merupakan dampak (impact) keberadaan dan pemakaian sistem informasi terhadap kualitas kinerja pengguna baik secara individual maupun organisasi termasuk di dalamnya produktivitas, meningkatkan pengetahuan dan mengurangi lama waktu pencarian informasi [5].
2.2 Kerangka Konseptual
Permasalahan yang terindentifikasi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, dan kepuasan pengguna Dasi-jr Online terhadap kesuksesan dalam meningkatkan produktivitas pada Cabang PT. Jasa Raharja (Persero) wilayah kota Medan, dimana :
172
Berdasarkan kerangka konseptual pada Gambar 2 diatas dan penelitian terdahulu Zhairul et all [1], Saputro et all [6] dan Ardhini et all [7], maka dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini, sebagai berikut :
H1 : kualitas sistem (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan (Y1).
H2 : kualitas informasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan (Y1).
H3 : kualitas pelayanan (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan (Y1).
H4 : kualitas sistem (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2).
H5 : kualitas informasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2).
H6 : kualitas pelayanan (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2)
H7 : penggunaan (Y1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2)
H8 : penggunaan (Y1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap manfaat –manfaat bersih (Z)
H9 : kepuasan pengguna (Y2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap manfaat – manfaat bersih (Z)
2.3 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Data primer yang dimana data primer tersebut ialah responden yang akan diteliti data serta informasinya secara lisan yaitu dengan wawancara, maupun tulisan seperti kuesioner.
2.4 Populasi dan Sampel
Populasi merupakan sekumpulan data yang mempunyai karakteristik yang sama dan menjadi objek [8]. Sebagai bagian dari populasi yang digunakan untuk melakukan inferensi (pendekatan/penggambaran) terhadap populasi tempatnya berasal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna internal sistem Dasi-jr Online pada PT. Jasa Raharja Wilayah Kota Medan. Pemilihan pengguna internal dilakukan hanya di kantor PT. Jasa Raharja Wilayah Kota Medan, karena penulis hanya melakukan penyebaran kuesioner ke pengguna internal yang memakai sistem Dasi-jr Online. Sampel merupakan bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti [8]. Berdasarkan data yang diketahui oleh penulis dari pihak PT. Jasa Raharja Wilayah Kota Medan total Pengguna sistem Internal sebanyak 50 orang. Dikarenakan sampel tersebut dianggap kecil atau kurang dari 100, maka digunakan teknik Sampling Jenuh yang dimana seluruh pengguna sistem internal dijadikan sampel penelitian. Sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel [9] .
2.5 Metode Analisis Data
Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi [9]. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t, uji f dan koefisien determinasi. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan untuk menguji hubungan variabel bebas dan variabel terikat digunakan analisis jalur (path analysis).
173
3. Hasil dan pembahasan
3.1 Pengiriman dan Pengembalian
Penyebaran Kuesioner dilakukan dengan 2 tahap, yang pertama disebarkan secara langsung 35 kuesioner pada tanggal 7 Februari 2017 dan kembali di tanggal 7 Februari 2017 itu juga. Kedua, dititipkan kepada pihak kepegawaian PT.Jasa Raharja (Persero) sebanyak 15 kuesioner pada tanggal 7 Februari 2017 dan kembali di tanggal 9 Maret 2017. Maka jumlah keseluruhan kuesioner yang kembali sebanyak 50 kuesioner.
3.2 Hasil Uji Parsial (Uji T)
Syarat dari Uji T, sebagai berikut :
Jika t hitung > t tabel dan sig < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya berpengaruh signifikan.
Jika t hitung < t tabel dan sig > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima artinya tidak berpengaruh signifikan.
Tabel 1. Rekap Hasil Uji T
Variabel T hitung (Ha) T tabel Sig (H0) Taraf Sig Keterangan Dependent : penggunaan sistem
Kualitas sistem 0,823 1,678 0,415 0,05 Tidak
berpengaruh positif dan signifikan
Kualitas informasi -0,533 1,678 0,597 0,05 Tidak
berpengaruh positif dan signifikan
Kualitas layanan 5,609 1,678 0,000 0,05 Signifikan
Dependent : Kepuasan Pengguna
Kualitas sistem 1,144 1,678 0,259 0,05 Tidak
berpengaruh positif dan signifikan
Kualitas informasi -1,625 1,678 -0,111 0,05 Tidak
berpengaruh positif dan signifikan
Kualitas layanan 5,338 1,678 0,000 0,05 Signifikan
Dependent : Kepuasan Pengguna
Penggunaan sistem 7,033 1,677 0,000 0,05 Signifikan
Dependent : manfaat-manfaat bersih
Penggunaan sistem -0,998 1,677 0,324 0,05 Tidak
berpengaruh positif dan signifikan
174
Kepuasan pengguna 3,449 1,677 0,001 0,05 Signifikan
3.3 Hasil Uji Regresi Analisis Jalur (Path Analysis) 3.3.1 Hasil Uji Regresi Berganda
Tabel 2. Hasil Regresi Berganda Pertama
Y1 = a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Y1 = 3,006+ 0,051 X1 – 0,030 X2 + 0,431 X3 1. Konstanta (a)
Nilai a 3,006 artinya jika kualitas sistem (X1), kualitas informasi (X2) dan kualitas layanan (X3) adalah 0, maka penggunaan sistem (Y1) nilainya adalah 3,006.
2. Kualitas sistem (X1) Terhadap penggunaan sistem (Y1)
Nilai koefisien kualitas sistem untuk variabel X1 sebesar 0,051, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas sistem (X1) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kualitas sistem (X1) dengan penggunaan sistem (Y1), semakin naik kualitas sistem (X1) maka semakin meningkat penggunaan sistem (Y1).
3. Kualitas informasi (X2) Terhadap penggunaan sistem (Y1)
Nilai koefisien kualitas informasi untuk variabel X2 sebesar -0,030, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas informasi (X2) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara kualitas informasi (X2) dengan penggunaan sistem (Y1), semakin naik kualitas informasi (X2) maka semakin turun penggunaan sistem (Y1).
4. Kualitas layanan (X3) Terhadap penggunaan sistem (Y1)
Nilai koefisien kualitas layanan untuk variabel X3 sebesar 0,431, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas layanan (X3) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kualitas layanan (X3) dengan penggunaan sistem (Y1), semakin naik kualitas layanan (X3) maka semakin meningkat penggunaan sistem (Y1).
Tabel 3. Hasil Regresi Berganda Kedua
Y2 = a + b1X1 + b2X2 + b3X3
Y2 = 6,042 + 0,115 X1 – 0,147 X2 + 0,670 X3 1. Konstanta (a)
175 Nilai a 6,042, artinya jika kualitas sistem (X1), kualitas informasi (X2) dan kualitas layanan (X3) adalah 0, maka kepuasan pengguna (Y2) nilainya adalah 6,042.
2. Kualitas sistem (X1) Terhadap kepuasan pengguna (Y2)
Nilai koefisien kualitas sistem untuk variabel X1 sebesar 0,115, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas sistem (X1) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kualitas sistem (X1) dengan kepuasan pengguna (Y2), semakin naik kualitas sistem (X1) maka semakin meningkat kepuasan pengguna (Y2).
3. Kualitas informasi (X2) Terhadap kepuasan pengguna (Y2)
Nilai koefisien kualitas informasi untuk variabel X2 sebesar -0,147, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas informasi (X2) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara kualitas informasi (X2) dengan kepuasan pengguna (Y2), semakin naik kualitas informasi (X2) maka semakin turun kepuasan pengguna (Y2).
4. Kualitas layanan (X3) Terhadap kepuasan pengguna (Y2)
Nilai koefisien kualitas layanan untuk variabel X3 sebesar 0,670, artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan kualitas layanan (X3) mengalami kenaikan 0,01. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara kualitas layanan (X3) dengan kepuasan pengguna (Y2), semakin naik kualitas layanan (X3) maka semakin meningkat kepuasan pengguna (Y2).
Berdasarkan Hasil diatas, maka digambarkan analisis jalur dalam penelitian ini seperti Gambar 3, sebagai berikut :
Gambar 3. Analisis Jalur 3.4 Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel indepen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 1 dan 0. Nilai R2 yang lebih kecil berarti kemampuan variabel indepen dalam menjelaskan variabel dependen terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel indpenden hampir memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen [10] .
Tabel 4. Hasil Koefiesien Determinasi (R2)
Variabel R
Square Kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan terhadap penggunaan
sistem
0,539 Kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan terhadap kepuasan
pengguna
0,456
Pengguanaan sistem terhadap kepuasan pengguna 0,508
Penggunaan sistem, kepuasan pengguna terhadap manfaat-manfaat bersih 0,257 3.5 Pembahasan
176
Pembahasan dari masing – masing variabel penentu yang mempengaruhi kinerja individu adalah sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas sistem (X1) tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (Y1) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar 0,823 dan nilai signifikan sebesar 0,415
(p-value>0,05), maka keputusan H0 diterima.
2. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas informasi (X2) tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (Y1) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar -0,533 dan nilai signifikan sebesar 0,597
(p-value>0,05), maka keputusan H0 diterima. Berarti hipotesis menyatakan kualitas informasi (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (Y1) dapat ditolak.
3. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas layanan (X3) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem (Y1) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar 5,609 dan nilai signifikan sebesar 0,000
(p-value<0,05), maka keputusan H0 ditolak.
4. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas sistem (X1) tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar 1,114 dan nilai signifikan sebesar 0,259
(p-value>0,05), maka keputusan H0 diterima.
5. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas informasi (X2) tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar -1,625 dan nilai signifikan sebesar -0,111
(p-value>0,05), maka keputusan H0 diterima.
6. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kualitas layanan (X3) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2) sebesar 1,678 dengan thitung sebesar 5,338 dan nilai signifikan sebesar 0,000
(p-value<0,05), maka keputusan H0 ditolak.
7. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa penggunaan sistem (Y1) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (Y2) sebesar 1,677 dengan thitung sebesar 7,033 dan nilai signifikan sebesar 0,000
(p-value<0,05), maka keputusan H0 ditolak
8. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa penggunaan sistem (Y1) tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (Z) sebesar 1,677 dengan thitung sebesar -0,998 dan nilai signifikan sebesar 0,324 (p-value>0,05), maka keputusan H0 diterima.
9. Berdasarkan hasil uji T (Parsial) menunjukkan bahwa kepuasan pengguna (Y2) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas (Z) sebesar 1,677 dengan thitung sebesar 3,449 dan nilai signifikan sebesar 0,001 (p-value<0,05), maka keputusan H0 ditolak.
4. KESIMPULAN
Hasil yang diperoleh dari pengolahan data Uji T, didapatkan Variabel yang berpengaruh positif dan signifikan dan tidak berpengaruh positif dan signifikan. Variabel yang termasuk berpengaruh positif dan signifikan ialah Kualitas Layanan terhadap Penggunaan sistem, Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pengguna, Penggunaan Sistem terhadap Kepuasan Pengguna, Kepuasan Pengguna terhadap Produktivitas. Dikarenakan merujuk pada penelitian yang telah ada sebelumnya bahwa variabel X berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Y maka dilakukan replikasi dalam penelitian ini. Artinya dimana Variabel yang berpengaruh positif dan signifikan merupakan nilai alpha lebih kecil dari Signifikasi dan T tabel lebih kecil dari T hitung. Adapula variabel dalam pengujian ini tidak berpengaruh positif signifikan, diantaranya ialah Kualitas Sistem terhadap Penggunaan Sistem, Kualitas Informasi terhadap
177 Penggunaan Sistem, Kualitas Sistem terhadap Kepuasan Pengguna, Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna, Penggunaan Sistem terhadap Produktivitas. Dikarenakan adanya kekurangan data pada saat pengujian dimana awal pengujian hanya menggunakan 50 responden, bukan dikarenakan alpha yang mempengaruhi tidak signifikansi.
5. SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang sudah peneliti kemukakan, maka disarankan bagi penelitian selanjutnya :
1. Untuk penelitian selanjutnya agar menambahkan hipotesis yang lebih lengkap dari model Delone dan McLean diperbaharui dan menambahkan hubungan secara gabungan antar variabel. Serta menggunakan metode SEM (Structural Equation
Modelling) dalam menggunakan variabel Intervening.
2. Menentukan taraf signifikansi (alpha) yang sesuai dengan tingkat ketelitian agar mendapatkan hasil yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] B. D. Iranto, "Pengaruh Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Terhadap Kinerja Individu (Studi Pada PT. PLN (PERSERO) Distribusi Jawa Tengah dan DIY)," Karya Ilmiah, 2012
[2] H. D. William and R. M. Ephraim, "The DeLone and McLean Model of Information Systems Success : A Ten-Year Update," Journal of Management Information Systems, vol. 19, no. 4, p. 15, 2003.
[3] Z. Alfan, E. S. Astuti, and Riyadi, “Model Keberhasilan Belajar Mahasiswa Menggunakan Learning Management System ( Studi pada Mahasiswa S1 Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Angkatan 2012 ),” vol. 14, no. 2, pp. 1–10, 2014.
[4] M. T. Mubarok, “( Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ),” vol. 3, no. 1, pp. 1–10, 2015.
[5] N. Mariana, Pengukur - Pengukur Kesuksesan Sistem Informasi Eksekutif, Vol. XI, N. 2006. [6] Jugiyanto, Model Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi, 2007.
[7] P. H. Saputro, A. D. Budiyanto, and A. J. Santoso, “Model Delone and Mclean untuk Mengukur Kesuksesan E-government Kota Pekalongan,” Sci. J. Informatics, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2015. [8] F. S. Ardhini Warih Utami, “Analisis Kesuksesan Sitem Informasi Akademik (SIAKAD) di
Perguruan Tinggi dengan Menggunakan D&M IS Succes Model (Studi Kasus: ITS Surabaya),” J. Sist. Inf., vol. 4, no. 5, pp. 294–309, 2013.
[9] Agung G, SPSS Untuk Pemula. Jakarta: Alex Media Komputindo, 2014.
[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatid dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2012.